STANDAR PELAYANAN PENCARIAN DAN PERTOLONGAN (SAR)

dokumen-dokumen yang mirip
2017, No Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 267, Tamba

PERATURAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL NOMOR : PK. 5 TAHUN 2014 TENTANG BASARNAS SPECIAL GROUP (BSG) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL NOMOR : PK. 03 TAHUN 2012 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN SIAGA SEARCH AND RESCUE ( SAR)

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BASARNAS. Uji Kompetensi. Inpassing. Jabatan Fungsional Rescuer. Pedoman

STANDAR PELAYANAN OPERASI SAR PADA KECELAKAAN KAPAL

2016, No Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 267, Tam

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 30 TAHUN 2001

PERATURAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL NOMOR PK 7 TAHUN 2015 TENTANG INSPEKTUR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN PADA KECELAKAAN PESAWAT UDARA BADAN SAR NASIONAL

1. Prosedur Penanggulangan Keadaan Darurat SUBSTANSI MATERI

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI KPPBC TIPE MADYA PABEAN C TEMBILAHAN

PERATURAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL NOMOR: PK. 01 TAHUN 2014 TENTANG PEMBINAAN POTENSI SAR BADAN SAR NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI KPPBC TIPE MADYA PABEAN C TEMBILAHAN

2017, No Perubahan Ketiga atas Organisasi dan Tata Kerja Badan SAR Nasional (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 684); 4. Peratur

PERATURAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL NOMOR : PK. 07 TAHUN 2009 TENTANG PENGGANTIAN BIAYA OPERASI SEARCH AND RESCUE (SAR)

PERATURAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL NOMOR PK. 2 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR KOMPETENSI RESCUER DI LINGKUNGAN BADAN SAR NASIONAL

Informasi Pelayanan pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun 1. Pelayanan Informasi Publik

PERATURAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL NOMOR PK. 1 TAHUN 2017 TENTANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JABATAN FUNGSIONAL RESCUER

STANDAR PELAYANAN DATA DAN INFORMASI

PERATURAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL NOMOR : PK. 23 TAHUN 2009 TENTANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN SAR NASIONAL,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2000 TENTANG PENCARIAN DAN PERTOLONGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Jenis Pelayanan Administrasi tentang Pengurusan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUPar) Jasa Informasi Pariwisata

Jenis Pelayanan Administrasi tentang Pengurusan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUPar) Penyelenggaraan Kegiatan Hiburan dan Rekreasi

STANDAR USAHA WISATA ARUNG JERAM. NO ASPEK UNSUR NO SUB UNSUR I PRODUK A. Paket Arung Jeram.

Lampiran : Keputusan Kepala Dinas Perijinan Kabupaten Bantul Nomor : Tanggal :

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) LAYANAN INFORMASI PUBLIK DI KPU KABUPATEN PURWOREJO

Lampiran : Keputusan Kepala Dinas Perijinan Kabupaten Bantul

Jenis Pelayanan Administrasi tentang Pengurusan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUPar) Jasa Transportasi Wisata

Jenis Pelayanan Administrasi tentang Pengurusan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUPar) Penyelenggaraan Pertemuan Perjalanan Insentif dan Pameran

KATA PENGANTAR DEPUTI BIDANG POTENSI SAR SUKARTO MARSEKAL MUDA TNI

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2017 TENTANG OPERASI PENCARIAN DAN PERTOLONGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

2017, No Indonesia Tahun 2002 Nomor 3, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4169); 2. Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Te

1. Prosedur Penanggulangan Keadaan Darurat SUBSTANSI MATERI

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Jenis Pelayanan Administrasi tentang Pengurusan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUPar) Penyediaan Akomodasi

STANDAR PELAYANAN MELIPUTI PELAYANAN

Jenis Pelayanan Administrasi tentang Pengurusan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUPar) Jasa Makanan dan Minuman

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2006 TENTANG PENCARIAN DAN PERTOLONGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPUTUSAN DIREKTUR BINA PEMAGANGAN NOMOR KEP. 991/LATTAS-MAG/IX/2013 TENTANG PENETAPAN STANDAR PELAYANAN PADA DIREKTORAT BINA PEMAGANGAN

Lampiran : Keputusan Kepala Dinas Perijinan Kabupaten Bantul Nomor : Tanggal :

Lampiran : Keputusan Kepala Dinas Perijinan Kabupaten Bantul Nomor : Tanggal :

PROSEDUR PELAYANAN IZIN LICENSE SERVICES PROCEDURE. 3a. SuratPenolakan Letter of Rejection. 2.PemeriksaanBerkas Forms Checking

PERATURAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL NOMOR PK. 20 TAHUN 2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BADAN SAR NASIONAL

1. Izin Penelitian Lembaga Dalam Provinsi

BUPATI KARO PROPINSI SUMATERA UTARA PERATURAN BUPATI KARO NOMOR 51 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN LAYANAN NOMOR TUNGGAL PANGGILAN DARURAT 112

RENCANA STRATEGIS BADAN SAR NASIONAL

PERATURAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL NOMOR : PK. 16 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BADAN SAR NASIONAL

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Lampiran : Keputusan Kepala Dinas Perijinan Kabupaten Bantul Nomor : Tanggal :

Lampiran : Keputusan Kepala Dinas Perijinan Kabupaten Bantul Nomor : Tanggal :

NO. KOMPONEN URAIAN A.

B. STANDAR PELAYANAN Jenis Pelayanan Administrasi tentang Pengurusan Izin Usaha Industri (IUI)

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 1992 TENTANG PELAYARAN [LN 1992/98, TLN 3493]

Lampiran : Keputusan Kepala Dinas Perijinan Kabupaten Bantul

1. Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan Kayu (IUIPHHK) dengan Kapasitas Produksi sampai dengan m 3 per tahun

REKRUTMEN SUMBER DAYA RESCUER DI KANTOR SAR KELAS A MANADO. Oleh : Steven H. Lumowa

No. 1411, 2014 BNPB. Logistik. Peralatan. Penanggulangan Bencana. Manajemen. Pedoman.

Lampiran : Keputusan Kepala Dinas Perijinan Kabupaten Bantul Nomor : Tanggal :

-2- Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UndangUndang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara Republik

(emergency) diperlukan nomor tunggal panggilan darurat

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : KP 473 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 21/PRT/M/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

B. STANDAR PELAYANAN Jenis Pelayanan Administrasi tentang Pengurusan Izin Lokasi

NO. KOMPONEN URAIAN A.

Lampiran : Keputusan Kepala Dinas Perijinan Kabupaten Bantul Nomor : Tanggal :

WALIKOTA MADIUN WALIKOTA MADIUN,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2017 TENTANG OPERASI PENCARIAN DAN PERTOLONGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lampiran : Keputusan Kepala Dinas Perijinan Kabupaten Bantul Nomor : Tanggal :

A.4.1. Izin Pemanfaatan Langsung Panas Bumi Lintas Daerah Kabupaten/Kota Dalam Satu Daerah Provinsi NO KOMPONEN URAIAN

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2000 TENTANG PENCARIAN DAN PERTOLONGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

w w w.bpkp.go.id DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN RETENSI ARSIP URUSAN BENCANA, KECELAKAAN DAN KONDISI BAHAYA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

No semua komponen bangsa, maka pemerintah bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pencarian yang dalam pelaksanaannya dilakukan oleh Badan

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia

PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 39 TAHUN

2017, No BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Pencarian dan Pertolongan adalah segala usaha dan

SALINAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG STANDAR USAHA GELANGGANG RENANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL NOMOR PK. 4 TAHUN 2017 TENTANG UNIT SIAGA PENCARIAN DAN PERTOLONGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPUTUSAN KEPALA STASIUN PENGAWASAN SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN TUAL. NOMOR: 01 Tahun 2016

LEMBAGA SANDI NEGARA PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 8 TAHUN 2010

SERVICE DELIVERY. NO. KOMPONEN URAIAN 1. Persyaratan Pelayanan

STANDAR PELAYANAN INSPEKTORAT BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI

Transkripsi:

Lampiran I Surat Keputusan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor: SK.KBSN 110/VII/BSN-2017 Tanggal : 14 Juli 2017 STANDAR PELAYANAN PENCARIAN DAN PERTOLONGAN (SAR) A. DASAR HUKUM 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038); 2. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 267, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5600); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 215, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5357); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 83 Tahun 2016 tentang Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 186); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2017 tentang Operasi Pencarian dan Pertolongan ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 113, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6061); 6. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 15 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan ( Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1417); 7. Peraturan Kepala Badan SAR Nasional Nomor PK.03 Tahun 2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan Siaga Search and Rescue (SAR); 8. Peraturan Kepala Badan SAR Nasional Nomor PK. 05 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyelenggaraan Operasi SAR; dan 9. Peraturan Kepala Badan SAR Nasional Nomor PK 03 Tahun 2015 tentang Standar Persyaratan Kebutuhan Pencarian dan Pertolongan

(Operation Requirement) Badan SAR Nasional ( Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 165). B. SARANA DAN PRASARANA (FASILITAS) 1. Sarana penunjang pelayanan a. Meja; b. Kursi; c. Komputer dan printer; d. Pesawat telepon; e. Mesin fax. 2. Sarana Operasi Pencarian dan Pertolongan a. Sarana darat 1) Rescue truck; 2) Rescue car; 3) Rapid Development Land SAR Unit; 4) Communication mobile; 5) Mobil Posko komando; 6) Truck personil; 7) Ambulance; 8) Sepeda motor; 9) Peralatan pendukung lainnya. b. Sarana laut 1) Rescue Boat; 2) HoverCraft; 3) Rigid Invlitable Boat; 4) Rubber boat; 5) Rafting boat; 6) Peralatan pendukung lainnya; c. Sarana udara 1) Rotary wing; 2) Drone;

3. Prasarana Prasarana Pencarian dan Pertolongan adalah tempat dan/atau bangunan yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas/ Operasi Pencarian dan Pertolongan, yang meliputi: a. Kantor/ gedung ber AC; b. Dermaga; c. Posko Pencarian dan Pertolongan; d. Helipad (bila evakuasi menggunakan helicopter). C. KOMPETENSI PELAKSANA 1. Sarjana (S1), Diploma III (DIII), SLTA; 2. Medical First Responder/ MFR; 3. Jungle Rescue; 4. Water & Underwater Rescue; 5. High Angle Rescue Technique/ HART; 6. Confined Space Search and Rescue; 7. Collapsed Structure Search and Rescue (CSSR); 8. Vehicle Accident Rescue (VAR); 9. Helly Rescue. D. PENGAWASAN INTERNAL Pengawasan internal terkait dengan pelaksanaan standar pelayanan di bidang operasi Pencarian dan Pertolongan dilaksanakan oleh: 1. Para pejabat struktural di lingkungan Direktorat Operasi dan Latihan; dan 2. Inspektorat. E. JUMLAH PELAKSANA 1. Jumlah personel/petugas Pencarian dan Pertolongan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan yang melaksanakan operasi Pencarian dan Pertolongan sebanyak 1 (satu) tim rescue yang berjumlah 12 (dua belas) orang personel.

2. Dalam keadaan tertentu pelaksanaan operasi Pencarian dan Pertolongan dapat mengerahkan potensi Pencarian dan Pertolongan berdasarkan pertimbangan: 1. Jumlah korban; dan/atau 2. Luas area pencarian. F. JAMINAN PELAYANAN Mendapatkan pelayanan yang disesuaikan dengan standar pelayanan pencarian dan pertolongan berdasarkan peraturan yang perundangundangan; G. JAMINAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN PELAYANAN 1. Pelayanan pencarian dan pertolongan dilaksanakan oleh petugas yang berkompeten di bidang pencarian dan pertolongan; 2. Pelaksanaan pencarian dan pertolongan di bawah pengendalian dan pengawasan Direktorat operasi dan latihan; 3. Penanganan medis awal diberikan kepada korban yang ditemukan selamat. H. EVALUASI KINERJA LAYANAN Evaluasi layanan dilakukan secara berkala 6 bulan sekali.

Lampiran II Surat Keputusan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor: SK.KBSN-110/VII/BSN-2017 Tanggal : 14 Juli 2017 STANDAR PELAYANAN PENCARIAN DAN PERTOLONGAN (SAR) No. Komponen Uraian 1 Persyaratan 2 Sistem, Mekanisme, dan Prosedur 3 Jangka Waktu 4 Biaya/Tarif 5 Produk Pelayanan a. Pelapor memberikan identitas jelas. b. Pelapor mengetahui terjadinya kecelakaan, bencana dan/atau kondisi membahayakan manusia. c. Pelapor memberikan nomor kontak yang dapat dihubungi. d. Menyampaikan informasi kejadian secara jelas mengenai kecelakaan, bencana dan/atau kondisi membahayakan manusia. a. Pelapor datang langsung atau menghubungi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan melalui: 1) Emergency Call : 115 2) Telepon : 021-65867511 3) Email : a) kagahar@gmail.com b) kagahar@yahoo.com c) kagahar@basarnas.go.id 4) Media sosial (twitter): @SAR_NASIONAL b. Pelapor melaporkan kejadian kecelakaan, bencana dan/atau kondisi membahayakan manusia yang diketahui; c. Petugas menerima dan mencatat laporan kejadian kecelakaan, bencana dan/atau kondisi membahayakan manusia. d. Petugas memverifikasi dan melaksanakan pencarian informasi lebih lanjut tentang terjadinya kejadian kecelakaan, bencana dan/atau kondisi membahayakan manusia; e. Petugas Pencarian dan Pertolongan bergerak menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi Pencarian dan Pertolongan. Pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan dilakukan paling lama 7 (tujuh) hari. Biaya pelaksanaan operasi Pencarian dan Pertolongan selama 7 hari tidak dipungut biaya. Pencarian, pertolongan, penyelamatan dan pengevakuasian manusia yang menghadapi keadaan darurat dan/atau bahaya dalam kecelakaan, bencana, atau kondisi membahayakan manusia. 6 Penanganan Pengaduan, Saran dan Masukan a. Datang langsung ke Media Center kantor pusat Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Jl. Angkasa Blok B.15 Kav. 2 3 Jakarta Pusat 10720; b. Telepon : 021 65867510/11 c. SMS/ WA : 081286755126 d. Email :pengaduan@basarnas.go.id pengaduan.basarnas@gmail.com e. Website : www.lapor.go.id

ALUR LAYANAN PENCARIAN DAN PERTOLONGAN (SAR) Pelapor menghubungi nomor telepon (call center) Basarnas/ datang langsung ke Kantor Pusat Badan SAR Nasional/Kantor SAR/ Pos SAR terdekat. Petugas Siaga menerima, mencatat dan memverifikasi laporan serta melaksanakan pencarian informasi lebih lanjut tentang laporan yang diterima Pejabat berwenang memerintahkan petugas Pencarian dan Pertolongan untuk melaksanakan operasi Pencarian dan Pertolongan Proses pelaksanaan operasi Pencarian dan Pertolongan berlangsung Petugas Pencarian dan Pertolongan menyerahkan korban yang ditemukan kepada instansi terkait/ pelapor/pihak keluarga korban

ALUR LAYANAN OPERASI PENCARIAN DAN PERTOLONGAN (SAR) PTSP/ PETUGAS SIAGA SAR BASARNAS MENERIMA, MENCATAT DAN MEMVERIFIKASI LAPORAN PELAPOR DATANG LANGSUNG / MENGHUBUNGI BADAN SAR NASIONAL MELALUI CALL CENTER PEJABAT BERWENANG (SMC) MEMERINTAHKAN PETUGAS SAR UNTUK MELAKSANAKAN OPERASI PENCARIAN DAN PENCARIAN EVAKUASI DAN PENYERAHAN KORBAN PROSES PENCARIAN DAN PERTOLONGAN

Lampiran III Surat Keputusan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor: SK.KBSN-110/VII/BSN-2017 Tanggal : 14 Juli 2017 STANDAR PELAYANAN PEMBINAAN POTENSI PENCARIAN DAN PERTOLONGAN (SAR) A. DASAR HUKUM 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038); 2. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 267, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5600); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 215, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5357); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 83 Tahun 2016 tentang Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 186); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2017 tentang Pembinaan Potensi Pencarian dan Pertolongan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6060); 6. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 15 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1417); dan 7. Peraturan Kepala Badan SAR Nasional Nomor PK.01 Tahun 2014 tentang Pembinaan Potensi SAR ( Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 143)

B. PRODUK PELAYANAN 1. Pelayanan Konsultasi Pelatihan; 2. Pelayanan Asistensi Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan; 3. Pelayanan Narasumber/ Instruktur; 4. Pelayanan Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan; 5. Pelayanan Permohonan Sertifikasi. C. SARANA DAN PRASARANA (FASILITAS) 1. Sarana a. Sarana darat 1)Rescue truck 2)Rescue car 3)Rapid Development Land SAR Unit 4)Truck personil 5)Ambulance 6)Sepeda motor 7)Peralatan Pencarian dan Pertolongan pendukung lainnya b. Sarana laut 1)Rubber boat 2)Rafting boat 3)Peralatan Pencarian dan Pertolongan pendukung lainnya 2. Prasarana yang disediakan dalam pelaksanaan pembinaan potensi Pencarian dan Pertolongan, meliputi: a. Ruang Rapat; b. Ruang Kelas; c. Ruang Inap; d. Ruang Ibadah; e. Area Parkir; f. Menara/ Tower untuk aplikasi lapangan g. Kolam Renang; h. Area Pantai/ danau/ sungai/ waduk untuk aplikasi lapangan i. Area hutan/ gunung untuk aplikasi lapangan.

D. KOMPETENSI PELAKSANA Pelaksanaan Pelayanan Publik Pembinaan Potensi Pencarian dan Pertolongan didukung oleh narasumber/ instruktur yang berkompeten yang dibuktikan oleh sertifikat dan pengalaman nasional dan/ atau internasional, dibidang antara lain: 1. Pendidikan dan Pelatihan Dasar SAR; 2. Medical First Responder/ MFR; 3. Jungle Rescue; 4. Water & Underwater Rescue; 5. High Angle Rescue Technique/ HART; 6. Confined Space Search and Rescue; 7. Collapsed Structure Search and Rescue (CSSR); 8. Vehicle Accident Rescue (VAR); 9. Helly Rescue; 10. Pelatihan Instruktur Petugas Lapangan (PIPL); 11. Training of Trainer/ TOT; 12. SAR Planning; 13. Search Mission Coordinator (SMC). E. PENGAWASAN INTERNAL Pengawasan internal terkait dengan pelaksanaan standar pelayanan di bidang Pembinaan Potensi Pencarian dan Pertolongan dilaksanakan oleh: 1. Para pejabat struktural di lingkungan Direktorat Bina Potensi; 2. Inspektorat. F. JUMLAH PELAKSANA Jumlah pelaksana yang melaksanakan pembinaan Potensi Pencarian dan Pertolongan disesuaikan dengan jenis pembinaan Potensi Pencarian dan Pertolongan: 1. Pelayanan Konsultasi Pelatihan :1 (satu) Pelaksana; 2. Pelayanan Asistensi Pelatihan Potensi - Pencarian dan Pertolongan : min 1 (satu) Pelaksana;

3. Pelayanan Narasumber/ Instruktur : min 2 (dua) Pelaksana; 4. Pelayanan Pelatihan Potensi - Pencarian dan Pertolongan : min 2 (dua) Pelaksana; 5. Pelayanan Permohonan Sertifikasi : min 1 (satu) Pelaksana. G. JAMINAN PELAYANAN 1. Potensi Pencarian dan Pertolongan mendapatkan pelayanan yang disesuaikan dengan standar pembinaan bagi potensi Pencarian dan Pertolongan berdasarkan peraturan yang berlaku; 2. Potensi Pencarian dan Pertolongan akan dibina dengan narasumber/ instruktur yang berkompeten dan tersertifikasi; 3. Pelaksanaan pembinaan dilengkapi dengan materi dan modul ajar yang berstandar nasional/ internasional; 4. Pelaksanaan pembinaan didukung dengan fasilitas dan peralatan Pencarian dan Pertolongan yang memadai; 5. Potensi Pencarian dan Pertolongan mendapatkan sertifikat sesuai dengan jenis pembinaan potensi Pencarian dan Pertolongan yang diikuti. H. JAMINAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN PELAYANAN 1. Kegiatan pembinaan potensi Pencarian dan Pertolongan berada di bawah pengawasan observer yang berkompeten. 2. Kegiatan pembinaan potensi Pencarian dan Pertolongan berada di bawah pengawasan dan pengamanan tenaga medis. 3. Pembinaan potensi Pencarian dan Pertolongan yang memiliki tingkat resiko kecelakaan yang tinggi akan dilengkapi dengan asuransi keselamatan dan kesehatan. I. EVALUASI KINERJA LAYANAN Evaluasi layanan dilakukan setelah kegiatan pembinaan potensi Pencarian dan Pertolongan dilaksanakan.

Lampiran IV Surat Keputusan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor: SK.KBSN-110/VII/BSN-2017 Tanggal : 14 Juli 2017 STANDAR PELAYANAN PEMBINAAN POTENSI PENCARIAN DAN PERTOLONGAN (SAR) No. Komponen Uraian 1 Persyaratan 2 Sistem, Mekanisme, dan Prosedur 3 Jangka Waktu 4 Biaya/Tarif 5 Produk Pelayanan 6 Penanganan Pengaduan, Saran dan Masukan a. Pria/ Wanita b. Persyaratan usia minimal 14 tahun c. Sehat jasmani dan rohani a. Mengirimkan Surat Permohonan secara tertulis kepada Direktur Bina Potensi dengan dilampirkan Rencana Garis Besar (RGB) baik melalui pos, fax, dan email; b. Mengisi format permohonan apabila datang langsung ke Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. a. Persetujuan/ penolakan Pembinaan Potensi Pencarian dan Pertolongan 5 (lima) hari kerja sejak surat permintaan diterima oleh Direktorat Bina Potensi b. Pembinaan Potensi Pencarian dan Pertolongan dilaksanakan selambatlambatnya 14 hari setelah persetujuan. Pembinaan Potensi Pencarian dan Pertolongan di luar program kegiatan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dikenakan biaya sesuai dengan Standar Biaya Khusus (SBK) Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan a. Konsultasi Pembinaan Potensi Pencarian dan Pertolongan; b. Asistensi Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan; c. Narasumber/ Instruktur Pembinaan Potensi Pencarian dan Pertolongan. d. Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan; e. Sertifikasi Potensi Pencarian dan Pertolongan. Email : pengaduan@basarnas.go.id, bina.ketenagaan@gmail.com Telp. : 021 65867510/ 11 Fax : 021-65701184 Sms : 081286755126

ALUR LAYANAN PEMBINAAN POTENSI SAR Pemohon/ Potensi Pencarian dan Pertolongan mengirim surat/ datang langsung ke Kantor Pusat Badan SAR Nasional/ Balai Diklat Badan SAR Nasional/ Kantor SAR terdekat dengan melengkapi berkas persyaratan. Petugas Pelayanan Satu Pintu meneruskan permohonan kepada Pejabat yang berwenang Pejabat berwenang menverifikasi berkas persyaratan untuk selanjutnya mengirimkan surat persetujuan/penolakan Proses Pembinaan Potensi SAR berlangsung Seksi Pembinaan Potensi SAR menyerahkan sertifikat pembinaan

ALUR LAYANAN PEMBINAAN POTENSI SAR PELAYANAN SATU PINTU BADAN SAR NASIONAL MENGIRIMKAN JAWABAN PERSETUJUAN/PENOLAKAN SELAMBAT-LAMBATNYA 5 (LIMA) HARI KERJA PEMOHON BERKIRIM SURAT/ DATANG LANGSUNG SETELAH SURAT PERMOHONAN DI TERIMA PEJABAT BERWENANG MENVERIFIKASI PERSYARATAN PENYERAHAN SERTIFIKAT PEMBINAAN PROSES PEMBINAAN