BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. Sepak bola merupakan olahraga yang paling populer di Indonesia. Hal

BAB I PENDAHULUAN. melekat kecintaanya terhadap cabang olahraga ini. Sepuluh tahun terakhir ini

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. golongan, mulai dari golongan muda sampai tua. Sepak bola adalah permainan

BAB I PENDAHULUAN. remaja akhir dan dewasa awal berdasarkan tahap perkembangannya, yaitu

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat disetiap kegiatan-kegiatan olahraga. Secara umum pembinaan olahraga di Indonesia diarahkan untuk

LEMBAR PERSETUJUAN...

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja seringkali dihubungkan dengan mitos dan stereotip

BAB I PENDAHULUAN. Pencak silat merupakan bela diri asli Indonesia yang sudah diakui dunia.

BAB I PENDAHULUAN. Permainan sepak bola merupakan salah satu olahraga endurance beregu

METODE PENELITIAN Desain, Waktu, dan Tempat Penelitian Cara Pengambilan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

BAB 1 PENDAHULUAN. gizi olahraga yang benar dan professional (Depkes RI, 2002).

BAB 1 : PENDAHULUAN. diperlukan dalam mensuplai energi untuk aktifitas fisik (1).

METODOLOGI Desain, Tempat, dan Waktu Jumlah dan Cara Penarikan Sampel Jenis dan Cara Pengumpulan Data

I. PENDAHULUAN. Jepang yang terdiri dari dua kata yaitu kara dan te, jika disatukan dalam satu

BAB I PENDAHULUAN. bola basket juga mengalami perubahan-perubahan yang semakin kompleks.

BAB I PENDAHULUAN. lingkungan sekolah maupun luar lingkungan sekolah. mulai anak-anak (pemula) hingga dewasa (profesional/atlet).

BAB I PENDAHULUAN. Serikat pada tahun 1891 dari sebuah sekolah pelatihan fisik (Young Men s

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

METODE PENELITIAN Desain, Waktu, dan Tempat Penelitian Cara Pengambilan Sampel Jenis dan Cara Pengumpulan Data

2015 DAMPAK LATIHAN FARTLEK TERHADAP PENINGKATAN V02MAX.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Olahraga merupakan aktivitas untuk meningkatkan stamina tubuh yang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. beberapa kejuaraan cabang olahraga basket baik untuk kalangan pelajar ataupun club-club

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Permainan bola basket adalah salah satu olahraga permainan yang mulai

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Olahraga semakin lama mendapat tempat di dunia kesehatan sebagai salah

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan kita terus menerus dimanjakan dengan segala sesuatu yang otomatis. bersenyawa dengan hidup manusia (Depdiknas, 2007).

BAB I PENDAHULUAN. kesegaran jasmani dan berpengaruh pula pada peningkatan prestasi pada cabang

BAB I PENDAHULUAN. Dalam mencapai tujuan tersebut ada beberapa hal yang dibutuhkan oleh. satu faktor yang penting lainnya adalah faktor fisik.

BAB III METODE PENELITIAN

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN TINGKAT VO 2 MAX PEMAIN SEPAK BOLA STKIP BBG. Didi Yudha Pranata 1. Abstrak

BAB I PENDAHULUAN. digemari oleh kalangan remaja pada saat ini. Dalam permainan sepakbola

BAB 1 PENDAHULUAN. Permainan bola tangan dimainkan oleh dua tim yang masing-masing tim

METODE PENELITIAN. Desain, Waktu, dan Tempat

BAB I PENDAHULUAN. olahraga bola basket telah dipertandingkan pada PON I di kota Solo.

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

PERBEDAAN NILAI KAPASITAS VO 2 MAKSIMUM PADA ATLIT SEPAK BOLA DENGAN FUTSAL DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

BAB V PEMBAHASAN. jam yang dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pada hari latihan dan hari tidak

HUBUNGAN ASUPAN GIZI MAKAN PAGI DAN MAKAN SIANG DENGAN STATUS GIZI DAN KESEGARAN JASMANI PADA ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI TEMBALANG SEMARANG TAHUN 2012

BAB IV PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA. Data hasil penelitian diolah untuk distandarisasikan dengan T-Score karena

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. satu karakteristik permainan sepak bola yaitu menendang dan mengoper bola

BAB I PENDAHULUAN. sekolah 6-12 tahun. Anak sekolah mempunyai karakter mudah terpengaruh

S K R I P S I. Oleh: YUDHA WAHYU BASUKI NPM

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB II KAJIAN PUSTAKA. gabungan dari jalan, lari dan lompat serta unsur kekuatan, kecepatan,

I. PENDAHULUAN. Futsal merupakan olahraga yang sedang popular dan banyak diminati oleh

BAB I PENDAHULUAN. Tubuh manusia dirancang oleh Tuhan untuk bergerak dalam melakukan

BAB I PENDAHULUAN. bersabda, Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah Azza wa

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Olahraga adalah aktivitas fisik yang bertujuan untuk meningkatkan

BAB I PENDAHULUAN. Secara umum pembinaan olahraga di Indonesia diarahkan untuk. meningkatkan kesegaran jasmani dan kesehatan seluruh masyarakat.

BAB I PENDAHULUAN. dengan cara memasukkan bola ke dalam keranjang (basket) lawan dan

BAB 1 PENDAHULUAN. untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan tubuh (Giam dan Teh, 1992).

BAB I PENDAHULUAN. basket terbuka antar klub di setiap wilayah yang rata-rata pemainnya

Specific Dynamic Action

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dan untuk memulihkan efek dari latihan itu sendiri. Miller juga

ARTIKEL ILMIAH PENGARUH LATIHAN VARIASI DRILL PASSING DAN WALL PASSING TERHADAP KEMAMPUAN CHEST PASS PADA PEMAIN BOLA BASKET SMA NEGERI 7 KOTA JAMBI

BAB I PENDAHULUAN. belajar tertentu memberikan prestasi belajar yang baik. Untuk mendapat hasil

SKRIPSI OLEH : GABRI ZELA CYNTIA NOVITASARI NPM:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

2015 KONTRIBUSI DENYUT NADI ISTIRAHAT DAN KAPASITAS VITAL PARU-PARU TERHADAP KAPASITAS AEROBIK

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Futsal merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat digemari di

BAB I PENDAHULUAN. didalam ruangan. Kata ini diperkenalkan oleh FIFA ketika mengambil alih futsal

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Aditia Bahrul Ilmy, 2014

BAB I PENDAHULUAN. Olahraga saat ini telah menjadi kebutuhan setiap individu karena

HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI KARBOHIDRAT, PROTEIN DAN LEMAK DENGAN KESEGARAN JASMANI ANAK SEKOLAH DASAR DI SD N KARTASURA I SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dewasa ini dunia khususnya olaharaga di Indonesia menunjukkan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Setiap orang membutuhkan kesegaran jasmani yang baik agar dapat

BAB I PENDAHULUAN. permainan bola basket three on three, dan slam dunk kontes.

ARTIKEL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Jurusan Penjaskesrek OLEH :

BAB I PENDAHULUAN. kalangan, perkembangannya mengalami kemajuan yang sangat pesat hal ini dapat dilihat dengan

Bagan Kerangka Pemikiran "##

TINGKAT KETERAMPILAN LAY UP SHOOT SISWA EKSTRAKURIKULER BOLABASKET DI SMA N 1 JEPON BLORA JAWA TENGAH E-JOURNAL

BAB I PENDAHULUAN. dimaksud adalah passing, shooting, controlling, dan heading. Untuk memperoleh

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Prinsip dasar permainan bola voli adalah untuk memenangkan

BAB I PENDAHULUAN. mempertahankan kualitas hidup seseorang, akan tetapi nilai kebugaran jasmani

BAB I PENDAHULUAN. dalam mata pelajaran pendidikan jasmani. Permainan ini sangat sangat popular

2015 HUBUNGAN ANTARA POWER TUNGKAI, KOORDINASI MATA DAN TANGAN DENGAN KETEPATAN JUMP SHOOT DALAM PERMAINAN BOLA BASKET

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Prestasi olahraga yang menurun bahkan di tingkat ASEAN menjadi suatu

BAB I PENDAHULUAN. Pada dasarnya semua orang mempunyai aktifitas masing-masing, dimana

Oleh SHOFI IKRAMINA

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan dan olahraga, mulai dari pemilihan calon atlet sampai pada metode latihan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

I. PENDAHULUAN. maupun sebagai anggota kelompok yang dilakukan secara sadar dan. kemampuan, keterampilan jasmani, pertumbuhan kecerdasan dan

BAB I PENDAHULUAN. Sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga populer di dunia

METODE Desain, Waktu, dan Tempat Penelitian Cara Pengambilan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

I. PENDAHULUAN. Pendidikan Jasmani adalah proses pendidikan seseorang sebagai. dan pembentukan watak. Pendidikan Jasmani pada dasarnya merupakan

I. PENDAHULUAN. kegiatan-kegiatan seperti: Sea Games, Asean Games, dan Olimpiade, PON,

2015 PROFIL KONDISI FISIK ATLET BOLA BASKET PUTRI TINGKAT SMA SE-JAWA BARAT

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Kesehatan olahraga merupakan upaya kesehatan yang memanfaatkan olahraga atau latihan fisik untuk meningkatkan derajat kesehatan. Dengan olahraga atau latihan fisik yang benar akan dicapai tingkat kesegaran jasmani yang baik dan merupakan modal penting dalam peningkatan Kuantitas sumber daya manusia. Bola basket merupakan olahraga dengan intensitas tinggi yang membutuhkan kekuatan dan ketahanan yang baik. Aktivitas dalam olahraga bola basket merupakan kombinasi antara aktivitas yang bersifat aerobik dan anaeobik dan membutuhkan energi tinggi. Permainan bola basket memerlukan keterampilan yang berhubungan dengan kesegaran jasmani, yaitu kekuatan dan daya ledak otot, kecepatan dan kelentukan. Kekuatan otot merupakan kekuatan kontraksi maksimal otot yang dapat dikeluarkan pada tahapan tertentu. Kekuatan otot diperlukan oleh pemain bola basket untuk berlari cepat, menggiring bola (dribbling), menembak bola (shooting) mempertahankan keseimbangan tubuh dan mencegah terjatuh saat benturan dengan pemain lawan (Setiowati, 2014). Shooting (menembak) adalah keahlian yang sangat penting di dalam keahlian olahraga basket. Teknik dasar seperti operan, dribbling, bertahan dan dan rebounding mungkin mengantar memperoleh peluang besar membuat skor, tapi tetap harus mampu melakukan tembakan. Menembak dapat menutupi kelemahan teknik dasar lainnya. Untuk keberhasilan sebuah tim harus memiliki pemainpemain yang mampu melakukan tembakan (Wissel, 2000). Untuk melakukan tembakan dibutuhkan asupan energi dan zat gizi makro (karbohidrat, protein, dan lemak) yang cukup. Semakin bertambahnya kebutuhan energi atlet dalam arti semakin berat, lamanya dan seringnya waktu latihan maka semakin banyak pula asupan zat gizi makro dan mikro bagi atlet (Fatmah & Ruhayati, 2011). Terdapat beberapa penelitian sebelumnya mengenai asupan gizi makro pada atlet. yang dilakukan oleh Setiowati (2014) pada atlet bola basket SMA Terang Bangsa Semarang menunjukkan bahwa semua atlet mempunyai 1

2 tingkat konsumsi energi kurang (tingkat konsumsi energi < 80%). Asupan protein dalam kategori kurang yaitu rata-rata asupan 56,18 g. Asupan karbohidrat tergolong lebih yaitu 350,55 g. Asupan lemak normal yaitu 68,55 g. Asupan zat gizi. Kebugaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh untuk melakukan adaptasi terhadap pembebanan fisik yang diberikan kepadanya dari kerja yang dilakukan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan. Kebugaran merupakan salah satu indikator dalam menentukan derajat kesehatan seseorang. Seseorang yang memiliki fisik sehat dan bugar, maka seseorang dapat menjalankan aktivitas harian secara optimal (Fatmah & Ruhayati, 2011). Permainan bola basket merupakan olahraga yang dikategorikan ke dalam salah satu aktivitas tinggi yang membutuhkan kebugaran dan daya tahan otot yang tinggi sehingga menghabiskan banyak energi. Daya tahan otot adalah kemampuan otot untuk melakukan kontraksi otot dengan sangat cepat, yang sangat dipengaruhi oleh kekuatan otot. Kecepatan dalam permainan basket memerlukan kebugaran jasmani. Sedangkan kelincahan seorang pemain basket untuk bergerak cepat dan membutuhkan keseimbangan tubuh dan keterampilan yang tinggi. Sehingga hubungan antara kebugaran jasmani dengan keterampilan atlet basket sangat erat dimana kebugaran jasmani mempunyai komponen yang sangat berpengaruh terhadap keterampilan dasar seorang pemain. yang dilakukan Andrianto (2015) mengenai kebugaran siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal terhadap keterampilan dasar menunjukkan bahwa berdasarkan hasil secara keseluruhan Kebugaran pada kategori baik sekali 0 orang atau 0%, kategori baik 11 orang atau 61,11%, kategori sedang 7 orang atau 35% dan kategori kurang 0%. Keterampilan adalah kemahiran atau penguasaan suatu hal yang memerlukan gerak tubuh dan diperoleh melalui latihan-latihan. Seperti jenis olahraga lainnya, unutk dapat bermain bola basket setiap orang yang ingin menekuni olahraga tersebut, terlebih dahulu harus menguasai beberapa keterampilan dasar dalam permainan bola basket seperti passing, dribble, dan shooting. Pada permainan bola basket, untuk mendapatkan gerakan efektif dan efisien perlu didasarkan pada penguasaan keterampilan teknik dasar yang baik.

3 Keterampilan Teknik dasar dalam permainan bola basket dapat dibagi menjadi enam, yaitu : 1) Teknik melempar dan menangkap, 2) Teknik menggiring bola, 3)Teknik menembak, 4) Teknik gerakan berporos,5) Teknik tembakan Lay up, dan 6) Merayah (Nurrochmah et al 2009 dalam Hapsari, (2013). Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti ingin melakukan penelitian mengenai hubungan asupan energi dan zat gizi makro, kebugaran, Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol dan Kuantitas tidur dengan kebugaran dan Kebugaran terhadap keterampilan shooting atlet bola basket di Klub Bola Basket Aspac Jakarta. Pada penelitian-penelitian sebelumnya masih jarang penelitian yang dilakukan pada atlet basket Klub Bola Basket Aspac Jakarta dipilih sebagai tempat penelitian karena Klub ini juga merupakan Klub basket terbesar di Jakarta dan atlet-atletnya juga banyak yang berprestasi, selain itu juga Klub ini pernah menjuarai beberapa liga basket nasional seperti National Basketball League (NBL) dan Indonesia Basketball League (IBL). B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, dapat diketahui bahwa asupan energi dan gizi makro dan kebugaran memiliki peranan penting terhadap keterampilan atlet. Atlet yang memiliki asupan gizi yang cukup bisa membuat kebugaran yang termasuk ke dalam komponen keterampilan menjadi lebih maksimal. Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol dan Kuantitas tidur bisa berpengaruh juga terhadap kebugaran dan kebugaran mempengaruhi keterampilan shooting atlet. C. Pembatasan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah yang telah dijabarkan di atas. Peneliti akan membatasi masalah agar lebih memfokuskan kepada penelitian yang akan dilaksanakan. Maka pada penelitian ini hanya akan dilakukan penelitian pada hubungan asupan energi dan zat gizi makro, Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol dan kuantitas tidur sebagai variabel independen dan keterampilan shooting sebagai variabel dependen pada atlet basket Aspac Jakarta.

4 D. Perumusan Masalah Atas dasar pembatasan masalah seperti tersebut di atas, permasalahan dalam skripsi ini dirumuskan sebagai berikut: 1. Adakah hubungan asupan energi dengan kebugaran atlet basket Aspac? 2. Adakah hubungan asupan protein dengan kebugaran atlet basket Aspac? 3. Adakah hubungan asupan lemak dengan kebugaran atlet basket Aspac? 4. Adakah hubungan asupan karbohidrat dengan kebugaran atlet basket Aspac? 5. Adakah hubungan Kebiasaan merokok dengan kebugaran atlet basket Aspac? 6. Adakah hubungan Konsumsi alkohol dengan kebugaran atlet basket Aspac? 7. Adakah hubungan Kuantitas tidur dengan kebugaran atlet basket Aspac? 8. Adakah hubungan Kebugaran dengan keterampilan shooting atlet basket Aspac Jakarta? E. Tujuan 1. Tujuan Umum Untuk mengetahui hubungan Asupan energi dan zat gizi makro, Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol dan kuantitas tidur terhadap kebugaran dan Kebugaran terhadap keterampilan shooting atlet basket Aspac Jakarta. 2. Tujuan Khusus a. Mengidentifikasi karakteristik usia responden b. Mengidentifikasi tinggi badan dan berat badan responden c. Mengidentifikasi keterampilan shooting pada atlet basket di klub basket Aspac Jakarta. d. Mengidentifikasi Asupan Energi, protein, lemak dan karbohidrat atlet basket di klub Aspac Jakarta. e. Mengidentifikasi Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol atlet basket di klub basket Aspac Jakarta. f. Mengidentifikasi kuantitas tidur atlet basket di klub basket Aspac Jakarta.

5 g. Mengidentifikasi kebugaran VO 2 max atlet basket Aspac Jakarta. h. Menganalisis hubungan asupan energi terhadap kebugaran terhadap keterampilan shooting atlet basket Aspac. i. Menganalisis hubungan asupan protein terhadap kebugaran VO 2 max atlet basket Aspac. j. Menganalisis hubungan asupan lemak terhadap kebugaran VO 2 max atlet basket Aspac. k. Menganalisis hubungan asupan karbohidrat terhadap kebugaran VO 2 max atlet basket Aspac. l. Menganalisis hubungan kebiasaan merokok terhadap kebugaran VO 2 max atlet basket Aspac. m. Menganalisis hubungan konsumsi alkohol terhadap kebugaran VO 2 max atlet basket Aspac. n. Menganalisis hubungan kuantitas tidur terhadap kebugaran VO 2 max atlet basket Aspac. o. Menganalisis hubungan kebugaran terhadap keterampilan shooting atlet basket Aspac Jakarta. F. Manfaat 1. Bagi Penulis Sebagai aplikatif dari proses pembelajaran ilmu gizi olahraga dan sebagai sarana meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai hubungan asupan sportdrink,kebugaran, Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol dan Kuantitas tidur terhadap keterampilan shooting atlet basket ASPAC. 2. Bagi Institusi Menambah referensi perpustakaan sebagai bahan penelitian mahasiswa dan mahasiswi dalam pengembangan ilmu gizi khusunya ilmu olahraga. 3. Bagi Klub Basket Sebagai bahan pertimbangan pelatih, official team dan atlet untuk mengatur kebugaran, Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, dan Kuantitas tidur lebih baik lagi supaya performa atlet pada pertandingan lebih maksimal.

6 G. Keterbaruan Beberapa penelitian terkait asupan energi dan gizi makro, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, kuantitas tidur, kebugaran dan ketrampilan pada atlet: Tabel 1. Keterbaruan No. Nama dan Tahun 1. 1. Anies Setiowati (2014) Tujuan Untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh, persen lemak tubuh dan asupan zat gizi degan kekuatan otot. Desain Sampel Hasil Cross Sectional 11 siswa kelas atlet bola basket SMA Terang Bangsa Semarang. Cara pengambilan subjek dengan metode purposive sampling berdasarkan syarat inklusi, yaitu dalam keadaan sehat, tidak menderita cedera muskuloskeletal, tercatat Hasil penelitian dengan menggunakan Food recall 2x24 Jam menunjukan terdapat korelasi positif antara asupan protein dengan kekuatan otot. Semakin meningkat asupan protein maka kekuatan otot semakin meningkat Asupan makanan terutama protein sangat berpengaruh pada masa otot melalui perubahan sintesis protein, dengan peningkatan asupan protein menyebabkan peningkatan, keseimbangan protein ke arah positif. Peningkatan asupan protein harus diimbangi dengan asupan energi yang cukup, asupan energi akan pada peningkatan massa otot.

7 No. Nama dan Tahun 2. Evi Komala Dewi, Kuswary Mury (2013) Tujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi makro dan status gizi terhadap kebugaran atlet bulutangkis Jaya Raya pada atlet laki-laki dan perempuan di Asrama Atlet Ragunan tahun 2013. Desain Sampel Hasil Cross sectional Besar sampel yang diambil dalam penelitian ini yaitu sebanyak 33 atlet berdasarkan metode acidental sampling yaitu banyaknya sampel yang ditemui oleh peneliti di asrama atlet. 1.Analisa hubungan asupan energi max)terhadap kebugaran (VO max 2 ). Variabel asupan energi dan nilai VOmax mempunyai hubungan negatif yang lemah. Nilai negatif tersebut menandakan bahwa semakin tinggiasupan energi maka nilai VOmax akansemakin rendah. Akan tetapi, dan nilai p=0,955 (p>0,05) yang berarti bahwa asupanenergi atlet dengan VOmax tidak memiliki hubungan yang signifikan.. 2. Analisa hubungan asupan protei terhadap kebugaran (VO2max) variabel asupan proteindan nilai VO2max mempunyai hubungan negatif yang lemah. Nilai negatif tersebut menandakan bahwa semakin tinggiasupan protein maka nilai VO2max akan semakin rendah. Akan tetapi, dan nilai p=0,529 (p>0,05) yang berarti bahwa asupanprotein atlet dengan VO2max tidak memiliki hubungan yang signifikan.

8 No. Nama dan Tahun Tujuan Desain Sampel Hasil 3. Analisa hubungan asupan lemak terhadap kebugaran (VO2max) asupan lemak atletdengan VO2max dapat dikatakan memiliki hubungan yang signifikan. 4. Analisa hubungan asupan karbohidratterhadap kebugaran (VO 2max)tidak ada hubunganyang signifikan antara asupan karbohidrat dengan nilai VO2max dan nilaip=0,657(p>0,05). 3. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, Emy Huriyati (2014) Mengetahui Gaya Hidup,status gizidan stamina atlet pada sebuah klub Cross Sectional Para atlet yangtergabung dalam Klub Gelora Remaja Devisi SatuPerseKabPas dan ikut terlibat dalampengambilan datapenelitian yang Data didapatkan dengan wawancara terhadap atlet. Berdasarkan data penelitian dilihat bahwa hampir semua atlet tidak pernahmengkonsumsi alkohol (0 sloki/hari), kadang-kadang mengkonsumsi kopi (rata-rata 0,4

9 No. Nama dan Tahun Tujuan Desain Sampel Hasil berjumlah 16 orang dengansebaran umur dari 14-37 tahun. gelas/hari), hamper dalam sehari merokok (rata-rata 1 batang/hari);mengkonsumsi teh (ratarata 1,75 gelas/hari) danrata-rata frekuensi makan 3 kali/hari.. Hubungan antara gaya hidup dan status giziterhadap stamina atlet. Kebiasaanhidup dan aktivitas fisik memberikan pengaruh yangpositif dan signifikan terhadap stamina atlet. 4 Rangga Nuansa Putra (2014) 5 Aprianto, Marzuki, dan Edi Purnomo Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan supan energi-protein dan kebiasaan olahraga terhadap massa otot dan daya tahan kardiorespirasi. Mengetahui hubungan antara kebugaran jasmani dan keterampilan bulutangkis dengan Cross Sectional Metode yang digunakan dalam penelitian ini Samplepenelitianadalah siswa anggota UKM sepakbola dan Non- UKMsebanyak 30 orang. Sampel pada penelitian ini adalah pemain bulutangkis putra SMA 1. Terdapat hubunganyang signifikan antara asupan energi (p=0.003, r=0.415) dan protein (p=0.009, r=0.365) dengan daya tahan kardiorespirasi. 2. Terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi olahraga (p=0.004 r=0.395) dan durasi olahraga (p=0.010, r=0.361) dengan daya tahan kardiorespirasi. Tidak ada hubungan yang signifikan antara kebugaran jasmani dan keterampilan bulutangkis dengan

10 No. Nama dan Tahun 6 Evan Billy Andrianto. (2015) 7 Tika Andriani. 2016 Tujuan hasil kompetesi bulu tangkis. ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara KebugaranJasmani Dengan Keterampilan Dasar Bermain Futsal Pada Siswa Yang Mengikuti Ekstrakurikuler Futsal di SMA N 2 Purbalingga Jawa Tengah. Mengetahui hubungan asupan zat makro, status gizi, gaya hidup dan kebugaran atlet bola basket Universitas Esa Unggul Tahun 2016. Desain Sampel Hasil adalah metode deskriptif dengan teknik tes. merupakan penelitian dengan metode kuantitatif dan Studikorelasional. Cross sectional Negeri 10 Pontianak.. Subjekpenelitian ini adalah siswa yang mengikutiekstrakurikuler futsal di SMA N 2 Purbalingga Jawa Tengah dengan jumlah 18anak berjenis lakilaki. Atlet bola basket esa unggul sebanyak 31 orang. hasil kompetesi. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Kebugaran Jasmani Dengan Keterampilan Dasar Bermain FutsalPada Siswa Yang Mengikuti Ekstrakurikuler Futsal di SMA N 2 PurbalinggaJawa Tengah. hasil uji statistik menunjukkan ada perbedaan nilai rata-rata VO2maxdengan jenis kelamin dan kebiasaan merokok (p=0,05), ada hubungan yang bermakna antara asupan energi,karbohidrat, protein dan nilai VO2max (p=0,05), namun tidak ada perbedaan nilai rata-rata VO2max dengan kebiasaan konsumsi merokok (p=0,05) dan tidak ada hubungan yang bermakna antara umur dan asupan lemak(p=0,05).

11 No. Nama dan Tahun 8 Rizky Agnestya Andhini (2011) 9 Catur Masyeni (2010) Tujuan ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan zat gizi dan komposisi tubuh dengan kapasitas daya tahan tubuh atlet di SMA Negeri Mengetahui Hubungan kualitas tidur dengan Konsentrasi belajar siswa Desain Sampel Hasil Cross sectional dengan Cross sectional Sampel pada penelitian ini adalah siswa yang terdaftar sebagai atlet dari 3 cabang olahraga yang berbeda di Sekolah Atlet Ragunan Jakarta dengan jumlah 33 orang. Responden dari penelitian ini adalah siswa SD Muhammadiyah Wirobrajan3 Yogyakarta yang berjumlah 78 responden dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah incidental Sampling Hubungan antara variabel tingkat kecukupan energi sampel dengan tingkat kebugaran atlet (VO2 max)menunjukkan hubungan yang tidak signifikan (p>0.05, r = 0.275). Hubungan antara Variable pengetahuan gizi sampel dengan tingkat kecukupan energi yaitu menunjukkan adanya hubungan yang signifikan (p < 0.05, r =0.860).Hubunganantara variabel tingkat kecukupan energi (TKE) dengan status gizi menunjukkan suatu hubungan yang signifikan (p < 0.05, r = -0.676). Koefisien korelasi Kendal Tau sebesar 0,325 denga p sebesar 0,004. Berdasarkan nilai p < 0,005 maka disimpulkan ada hubungan yang positif antara kualitas tidur dengan konsentrasi belajar siswa.

12 Dari beberapa penelitian di atas terdapat hasil penelitian yang beraneka ragam terkait dengan penelitian mengenai asupan energi dan zat gizi makro, gaya hidup, kuantitas tidur dan kebugaran pada atlet. Namun, belum terdapat penelitian yang sama mengenai hubungan antara asupan gizi makro, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol dan kuantitas tidur dengan ketrampilan shooting pada atlet. Sehingga, peneliti ingin melakukan penelitian lebih lanjut terkait asupan gizi makro, kebugaran, gaya hidup, kualitas tidur dan ketrampilan pada atlet yang dapat dijadikan sebagai penelitian baru. Sehingga, belum adanya penelitian mengenai asupan energi dan zat gizi makro, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol dan kuantitas tidur dengan keterampilan shooting atlet Aspac Jakarta menunjukkan bahwa penelitian yang akan dilakukan ini diharapkan dapat menjadi bukti keaslian dari penelitian ini.