BAB 4 SIMULASI DAN EVALUASI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN TESTING. Sistem yang kami pakai untuk membangun simulasi ini adalah: Operating System : Windows 7 Ultimate Edition

BAB 3 ANALISA DAN RANCANGAN MODEL TESTBED QOS WIMAX DENGAN OPNET. menjanjikan akses internet yang cepat, bandwidth besar, dan harga yang murah.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN SIMULATION PADA WIMAX MENGGUNAKAN OPNET MODELER 14.5

BAB 4 PERANCANGAN DAN EVALUASI

BAB 4 IMPLEMENTASI SIMULASI DAN EVALUASI

BAB III METODOLOGI. beragam menyebabkan network administrator perlu melakukan perancangan. suatu jaringan dapat membantu meningkatkan hal tersebut.

BAB 4 PERANCANGAN JARINGAN DAN EVALUASI. untuk membuat WAN menggunakan teknologi Frame Relay sebagai pemecahan

BAB I PENDAHULUAN I-1

BAB 4 PERANCANGAN DAN EVALUASI. komputer antar kantor-kantor PT. Alcatel-Lucent Indonesia yang letaknya berjauhan

P & S JARINGAN ANTRIAN (UAS)

Henning Titi C

P & S JARINGAN ANTRIAN (UAS)

BAB I PENDAHULUAN. Analisis Kinerja Protocol SCTP untuk Layanan Streaming Media pada Mobile WiMAX 3

BAB V IMPLEMENTASI DAN HASIL SIMULASI

BAB 4 PERANCANGAN JARINGAN DAN EVALUASI. Perancangan jaringan pada PT. EP TEC Solutions Indonesia menggunakan

Gambar 3.43 Topologi Subnet 23. Tabel 3.38 Point-to-Point utilization Radio 91 Switch 3. Gambar 3.44 Topologi Subnet 24

BAB 4 PERANCANGAN DAN EVALUASI. 4.1 Perancangan Jaringan Komputer dengan Menggunakan Routing Protokol

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN MODEL QOS WIMAX DENGAN OPNET. Pada bab 3 ini penulis ingin memfokuskan pada system evaluasi kinerja

P & S ETHERNET.

BAB 4 PERANCANGAN JARINGAN DAN EVALUASI. penulis memilih untuk merancang topologi jaringan yang baru dengan

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

LAMPIRAN. A. Cara Install OPNET Modeler di Windows 7. Berikut ini akan dijelaskan file apa saja yang dibutuhkan dan juga

BAB III ANALISIS SISTEM

BAB 4 ANALISA DATA. Gambar 4.1 Tampilan pada Wireshark ketika user melakukan register. 34 Universitas Indonesia

Simulasi Dan Analisis Transmisi Video Streaming Pada Jaringan Wifi Dengan Menggunakan Opnet Modeler 14.5

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Analisis Pengaruh RSVP Untuk Layanan VoIP Berbasis SIP

BAB 4 RANCANGAN IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. kami memilih untuk menerapkan static VLAN dibandingkan dynamic VLAN.

BAB I PENDAHULUAN. yang cukup besar untuk kemajuan dunia telekomunikasi. Di dalam dunia

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS HASIL IMPLEMENTASI

PERANCANGAN DAN ANALISIS KINERJA ANTRIAN M/M/1/N PADA WIRELESS LAN MENGGUNAKAN SIMULATOR OPNET

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

MILIK UKDW BAB I PENDAHULUAN

Pendahuluan. Gambar I.1 Standar-standar yang dipakai didunia untuk komunikasi wireless

ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN CODEC TERHADAP QUALITY OF SERVICE VOIP PADA JARINGAN UMTS

Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Udayana Abstrak

HASIL SIMULASI DAN ANALISIS

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang I 1

SIMULASI DAN ANALISA SCHEDULING SERVICE CLASS PADA JARINGAN WIMAX MENGGUNAKAN OPNET MODELER

P & S VLAN.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam Tugas Akhir ini adalah studi

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB II TEORI DASAR. Resource Reservation Protocol (RSVP) merupakan protokol pada layer

BAB I PENDAHULUAN I 1

ANALISIS DAN PERANCANGAN WIDE AREA NETWORK (WAN) BERBASIS IP VPN PADA UD. TANI SUBUR

1. Pendahuluan 2. Kajian Pustaka

Lampiran A : Hasil Wawancara. Hasil wawancara dengan Bapak Setiawan Soetopo, manager Internet Service

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

MODUL 9 PENGUKURAN QoS STREAMING SERVER

ABSTRAK. Kata Kunci : GRE, HTTP, IMS, IPsec, L2TP, OPNET Modeler 14.5, Video Call, VoIP, VPN.

BAB 1 PENDAHULUAN. teknologi informasi dalam menjalankan bisnis mereka. Perusahaan sekecil apapun pasti

ANALISIS KINERJA JARINGAN KOMPUTER DI SMK DARUSSALAM MEDAN DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE CISCO PACKET TRACER

ANALISIS KINERJA JARINGAN RSVP MENGGUNAKAN SIMULATOR OPNET

Bab IV. Implementasi

Bab 2. Tinjauan Pustaka

BAB III METODE PENELITIAN

fundamental management journal ISSN: (print) (online) Volume:2 No

BAB 3 METODOLOGI. 3.1 Metodologi

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi data. router dengan kabel Unshielded Twisted Pair sebagai (UTP) Topologi jaringan

LAMPIRAN. A. Cara InstallOPNET Modeler di Windows 7. Berikut ini akan dijelaskan file apa saja yang dibutuhkan dan juga

BAB II TINJAUAN TEORITIS

ANALISIS KINERJA ALGORITMA SCHEDULING PADA JARINGAN WIMAX DENGAN MENGGUNAKAN OPNET MODELER 14.5

BAB 1 PENDAHULUAN. dinamakan hotspot. Batas hotspot ditentukan oleh frekuensi, kekuatan pancar

BAB 1 PENDAHULUAN. lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan (Yuhefizar, p9, 2003

BAB III LANDASAN TEORI

TUGAS AKHIR. Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program Strata 1, Program Studi Teknik Informatika, Universitas Pasundan Bandung

BAB 1 PENDAHULUAN. memberikan informasi adalah internet. Menurut (Porter, 2005) internet membuat

PERANCANGAN SISTEM Perancangan Topologi Jaringan Komputer VPN bebasis L2TP dan IPSec

BAB 4. Setelah melakukan perancangan topologi untuk merancang sistem simulasi pada

BAB III METODE PENELITIAN. sebelumnya yang berhubungan dengan VPN. Dengan cara tersebut peneliti dapat

BAB II LANDASAN TEORI

Bab I PENDAHULUAN. Voice over Internet Protocol (VoIP) adalah teknologi yang mampu

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... v. DAFTAR TABEL... xi. DAFTAR GAMBAR... xiv BAB I PENDAHULUAN... 1 BAB II LANDASAN TEORI... 7

Gambar.3.2. Desain Topologi PLC Satu Terminal

BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan informasi. Untuk mendapatkan dan menghasilkan informasi,

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan lainnya seperti Video Streaming, VoIP (Voice over Internet Protocol),

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. aplikasi-aplikasi jaringan memerlukan sejumlah node-node sensor terutama untuk

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB III JARINGAN VPN IP SAAT INI PADA PERUSAHAAN X

ANALISIS PERBANDINGAN QoS VoIP PADA PROTOKOL IPv4 DAN IPv6 ( STUDI KASUS : LABORATORIUM KOMPUTER UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG )

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI...

MANAJEMEN BANDWIDTH DENGAN WEBHTB PADA PT BHANDA GHARA REKSA (PERSERO) CABANG PALEMBANG

7.1 Karakterisasi Trafik IP

ANALISIS ALGORITMA ROUND ROBIN, LEAST CONNECTION, DAN RATIO PADA LOAD BALANCNG MENGGUNAKAN OPNET MODELER

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. secara langsung melalui jaringan kabel[1,2]. Implementasi jaringan dengan

Transkripsi:

BAB 4 SIMULASI DAN EVALUASI Pada bab ini akan dijelaskan mengenai simulasi serta hasil evaluasi dari simulasi yang telah dilakukan. Dalam bab ini akan menjelaskan langkah langkah instalasi program yang dibutuhkan, konfigurasi perangkat, dan terdapat rancangan topologi IPTV yang akan digunakan, dan terakhir adalah bagian evaluasi. 4.1 Persiapan Implementasi Setelah melakukan perancangan sistem pada bab sebelumnya, maka langkah selanjutnya adalah melakukan simulasi rancangan dengan menggunakan simulator. Untuk mensimulasikan sistem tersebut maka dibutuhkan instalasi beberapa software sehingga dapat mensimulasikan sistem yang ada. Setelah disimulasikan maka dilakukan evaluasi terhadap sistem. 4.2 Software Yang Digunakan Dalam proses simulasi, akan digunakan beberapa software agar bisa melakukan konfigurasi pada simulator. Software yang digunakan adalah sebagai berikut: Visual Studio 6.0 Enterprise Edition Software prasyarat sebelum menginstall software Visual Studio 2008. Visual Studio 2008 Software pelengkap yang digunakan untuk mendukung coding dalam Opnet. 90

91 Opnet Modeler 14.0 Educational Version Software yang digunakan untuk melakukan simulasi IPTV dan WiMAX, serta mengukur parameter parameternya. 4.3 Usulan Perancangan Jaringan Seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, solusi yang diberikan untuk menghadapi permasalahan yang sedang dihadapi oleh PT. Jafam Multi Corpora adalah dengan menggunakan teknologi IPTV. 4.3.1 Tipe Perangkat Penerima IPTV Tipe perangkat penerima IPTV yang akan digunakan adalah fixed node (perangkat tidak bergerak) dan mobile node (perangkat bergerak), masingmasing dilengkapi dengan adapter penerima sinyal WiMAX. Fixed node ditujukan bagi user yang memasang IPTV di tempat yang tetap, seperti rumah, apartemen, dan lain sebagainya, sedangkan mobile node ditujukan bagi user yang menggunakan IPTV secara mobile. 4.3.2 Topologi Jaringan WiMAX Topologi jaringan WiMAX yang cocok digunakan adalah topologi hybrid. Topologi hybrid ini terdiri dari topologi star yang ada di kantor PT. Jafam Multi Corpora dan topologi tree / hierarchical yang ada di tempat server hosting. Setelah kantor dan tempat server hosting terhubung menggunakan WiMAX, maka kantor dapat mengirimkan data untuk meng-update konten IPTV. Ini menjadikan kantor sebagai remote office untuk server.

Gambar 4.1. Gambaran Topologi Jaringan WiMAX Secara Keseluruhan 92

Gambar 4.2. Rancangan Sistem IPTV Menggunakan WiMAX 93

Gambar 4.3. Sistem yang Sedang Berjalan di kantor PT. Jafam Multi Corpora 94

95 4.4 Simulasi Rancangan IPTV Menggunakan WiMAX 4.4.1 Menentukan Skenario Simulasi Skenario yang akan disimulasikan adalah sesuai dengan rancangan sistem IPTV yang telah dibuat di atas, yaitu sesuai gambar 4.2. Kemudian yang akan diuji dalam simulasi ini meliputi: besar delay, load, throughput (bandwidth), traffic received, dan traffic sent pada WiMAX base station dan WiMAX subscriber station pada masing-masing node. Pengujian utilisasi penggunaan throughput (bandwidth) adalah untuk memperkirakan apakah bandwidth yang akan digunakan di kantor PT. Jafam Multi Corpora mencukupi standar QoS dari IPTV. 4.4.2 Menyusun Model - Model Jaringan Pada langkah ini disusun model-model jaringan yang sesuai dengan rancangan IPTV menggunakan WiMAX yang telah dibuat. OPNET menyediakan objek atau node-node beserta media penghubungnya dari berbagai macam jenis, tipe, dan merk yang ada. Pertama menyusun gambaran besar dari rancangan jaringan WiMAX terlebih dulu, yang terdiri dari: 1. 1 buah Application Definition (node_0) yang berisi konfigurasi dari aplikasi yang digunakan di jaringan WiMAX. 2. 1 buah Profile Definition (node_1) yang berisi konfigurasi dari profil yang ada di jaringan WiMAX. 3. 1 buah WiMAX_Config (node_2) yang berisi konfigurasi dari perangkat atau node WiMAX.

96 4. 5 buah Ethernet Server (node_3, node_4, node_5, node_10, dan node_12) yang mewakili Broadcast Encoder Channel, Database Server, dan Media Storage. 5. 3 buah Linux Server (node_6, node_17, dan node_18) yang mewakili Broadcast Streaming Server, Web Server, dan VOD Streaming Server. 6. 3 buah Config Box (node_7, node_8, dan node_11). 7. 1 buah Ethernet Switch yang menghubungkan Broadcast Encoder Channel dan Broadcast Streaming Server. 8. 1 buah router (node_13) yang menghubungkan Broadcast Streaming Server, Web Server, dan VOD Streaming Server. 9. 1 buah WiMAX Base Station (node_14). 10. 2 buah fixed WiMAX Subcriber Station (node_15 dan node_16 yang mewakili perangkat atau node penerima IPTV yang fix. 11. 2 buah mobile WiMAX Subscriber Station (mobile_node_0 dan mobile_node_1) yang mewakili perangkat atau node penerima IPTV yang mobile. 12. Link atau kabel yang menghubungkan Broadcast Encoder Channel, Ethernet Switch, Broadcast Streaming Server, Database Server, Web Server, Media Storage, VOD Streaming Server, Router, dan WiMAX Base Station. Gambaran dari rancangan jaringan WiMAX yang menggunakan software simulasi OPNET dapat dilihat pada gambar 4.4 di bawah ini.

97 Gambar 4.4. Rancangan Jaringan WiMAX Pada OPNET 4.4.3 Mengkonfigurasi Node - Node Jaringan Konfigurasi ini bertujuan untuk mengatur aplikasi-aplikasi apa saja yang akan digunakan dalam simulasi, node mana saja yang dapat melayani suatu aplikasi tertentu, mengatur profile masing-masing node. Profile mendefinisikan perilaku atau kegiatan-kegiatan apa saja yang dilakukan oleh masing-masing node. Kemudian mengatur konfirgurasi jaringan WiMAX. Pada langkah konfigurasi ini, pertama diperlukan 6 node konfigurasi baru. Node-node ini tidak terhubung dengan node-node lain yang ada. Node-node ini hanya digunakan untuk melakukan konfigurasi saja. Node-node tersebut adalah:

98 1. Application Definition (node_0) 2. Profile Definition (node_1) 3. WiMAX Config (node_2) 4. IP Attribute Definition (node_7) 5. Task Definition (node_8) 6. Server Hardware and Global Workload Definitions (node_11) Gambar 4.5. Enam Node Konfigurasi 4.4.3.1 Konfigurasi Aplikasi - Aplikasi yang Digunakan Untuk mengkonfigurasi aplikasi-aplikasi apa saja yang akan digunakan dalam simulasi, klik kanan pada node Application Definition kemudian pilih Edit Attributes. Lalu akan keluar kotak dialog Attributes, klik pada baris Application Definitions kolom Value kemudian pilih edit, lalu akan muncul kotak dialog Application Definitions Table.

99 Gambar 4.6. Attributes Application Definition Dalam simulasi ini, aplikasi yang akan digunakan adalah aplikasi standar yang memuat 16 aplikasi, antara lain Database Access (Heavy), Database Access (Light), Email (Heavy), Email (Light), File Transfer (Heavy), File Transfer (Light), File Print (Heavy), File Print (Light), Telnet Session (Heavy), Telnet Session (Light), Video Conferencing (Heavy), Video Conferencing (Light), Voice over IP Call (PCM Quality), Voice over IP Call (GSM Quality), Web Browsing (Heavy HTTP1.1), dan Web Browsing (Light HTTP1.1). Untuk mengaktifkan semua aplikasi ini,

100 pada kotak dialog Application Definitions Table ubah jumlah Number of Rows menjadi 16. Kemudian isi tabel aplikasi seperti gambar di bawah ini. Gambar 4.7. Application Definitions Kemudian untuk konfigurasi Video Conferencing (Heavy) dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Gambar 4.8. Video Conferencing (Heavy)

101 Karena QoS IPTV menggunakan VCR, maka pada baris Video Conferencing kolom Value diubah menjadi VCR Quality Video. Sedangkan untuk suaranya menggunakan konfigurasi Voice over IP Call (PCM Quality) yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Gambar 4.9. Voice over IP Call (PCM Quality) Pulse Code Modulation (PCM) adalah metode paling umum digunakan untuk sistem komunikasi sekarang ini. Penggunaan yang nyata adalah untuk mendigitalkan suara di handphone, mendigitalkan suara agar dapat dikirim melalui internet (VoIP) dan banyak aplikasi lainnya. 4.4.3.2 Konfigurasi Profile Konfigurasi profile dengan mengklik kanan node Profile Definition kemudian pilih Edit Attributes. Lalu akan keluar kotak dialog Attributes, klik pada baris Profile Configuration kolom Value kemudian pilih Edit, lalu akan muncul kotak dialog Profile Configuration Table.

102 Gambar 4.10. Attributes Profile Definition Profile yang akan digunakan dalam simulasi ini ada dua profile, yaitu pengguna Video Conferencing (Heavy) dan Voice over IP Call (PCM Quality). Untuk membuat profile pengguna Video Conferencing (Heavy) dan Voice over IP Call (PCM Quality) tersebut, isi tabel profile seperti gambar di bawah ini, kemudian edit kolom Applications dan pilih aplikasi Video Conferencing (Heavy) dan Voice over IP Call (PCM Quality). Lalu klik baris Repeatability kolom Value

103 kemudian pilih Unlimited sehingga isi tabel menjadi seperti gambar di bawah ini. Klik Profile Name dan beri nama IPTV. Gambar 4.11. Profile Configuration 4.4.3.3 Mengeset Profile pada Node - Node Jaringan Node-node yang mempunyai profile IPTV adalah node_15, node_16, mobile_node_0, dan mobile_node_1. Klik kanan pada salah satu node tersebut kemudian pilih Edit Attributes, edit Application: Supported Profiles dan pilih profile IPTV seperti gambar di bawah ini. Lakukan hal yang sama untuk tiap node di atas.

104 Gambar 4.12. Application Supported Profiles 4.4.3.4 Mengkonfigurasi WiMAX Konfigurasi WiMAX dalam simulasi ini adalah konfigurasi WiMAX Base Station. Untuk mengkonfigurasi WiMAX Base Station, klik kanan pada node WiMAX Config kemudian pilih Edit Attributes. Lalu akan keluar kotak dialog Attributes, klik pada baris Effiency Mode kolom Value kemudian pilih Physical Layer Enabled. Kemudian expand row di baris MAC Service Class Definitions, lalu expand row di baris Row 0, ganti Maximum Sustained Traffic Rate (bps) menjadi 10 Mbps dan Minimum Reserved Traffic Rate (bps) menjadi 10 Mbps. Setelah itu, expand row di baris Row 1, ganti Maximum Sustained Traffic Rate (bps) menjadi 5 Mbps dan Minimum Reserverd Traffic Rate (bps) menjadi 5 Mbps. Setelah itu, expand row di baris Row 2, ganti Maximum Sustained Traffic

105 Rate (bps) menjadi 5 Mbps dan Minimum Reserved Traffic Rate (bps) menjadi 4000000, sehingga akan seperti gambar di bawah ini. Gambar 4.13. Attributes WiMAX Config

106 4.4.4 Memilih Statistik Statistik-statistik yang akan diambil dalam simulasi ini adalah: 1. Throughput (bits/sec). 2. Traffic Received (bits/sec). 3. Traffic Sent (bits/sec). 4. Delay (sec). Untuk memilih statistik-statistik tersebut, klik kanan pada lembar kerja OPNET, kemudian pilih Choose Individual DES Statistics. Untuk Throughput terdapat pada Global Statistics>WiMAX>Throughput (bits/sec) dan Node Statistics>WiMAX>Throughput (bits/sec). Untuk Traffic Received terdapat pada Node Statistics>WiMAX>Traffic Received (bits/sec). Untuk Traffic Sent terdapat pada Node Statistics>WiMAX>Traffic Sent (bits/sec). Untuk Delay terdapat pada Node Statistics>WiMAX>Delay (sec). 4.4.5 Menjalankan Simulasi Simulasi akan dijalankan selama waktu 1 jam. 1 jam di sini artinya jaringan dijalankan seolah-olah selama 1 jam. Gambar 4.14. Tampilan Setelah Simulasi Selesai Dijalankan

107 4.4.6 Melihat dan Menganalisa Hasil Simulasi Berikut ini adalah statistik Throughput yang didapat dari simulasi. Gambar 4.15. Global Statistics WiMAX Throughput (bits/sec) Gambar 4.15 menunjukkan besarnya throughput WiMAX secara global dengan nilai rata-rata 9,79 Mb/sec.

108 Gambar 4.16. Mobile_Node_0 WiMAX Throughput (bits/sec) Gambar 4.17. Mobile_Node_1 WiMAX Throughput (bits/sec)

109 Gambar 4.18. Node_15 WiMAX Throughput (bits/sec) Gambar 4.19. Node_16 WiMAX Throughput (bits/sec)

110 Gambar 4.20. WiMAX Throughput (bits/sec) di semua node Gambar 4.16 sampai 4.20 menunjukkan besarnya throughput WiMAX di semua node. 1. Gambar 4.16 menunjukkan besarnya throughput WiMAX di mobile_node_0 dengan nilai rata-rata 2,23 Mb/sec. 2. Gambar 4.17 menunjukkan besarnya throughput WiMAX di mobile_node_1 dengan nilai rata-rata 2,36 Mb/sec. 3. Gambar 4.18 menunjukkan besarnya throughput WiMAX di node_15 dengan nilai rata-rata 1,87 Mb/sec. 4. Gambar 4.19 menunjukkan besarnya throughput WiMAX di node_16 dengan nilai rata-rata 2,02 Mb/sec. 5. Gambar 4.20 menunjukkan besarnya throughput WiMAX di semua node dengan detail di tabel berikut.

111 Tabel 4.1. WiMAX Throughput (bits/sec) Object Name Average (bits/sec) Maximum (bits/sec) Mobile_node_1 2.361.280 3.098.705 Mobile_node_0 2.228.077 2.804.416 Node_16 2.017.987 2.652.744 Node_15 1.871.596 2.577.387 Berikut ini adalah statistik Traffic Received yang didapat dari simulasi. Gambar 4.21. Mobile_Node_0 Traffic Received (bits/sec)

112 Gambar 4.22. Mobile_Node_1 Traffic Received (bits/sec) Gambar 4.23. Node_15 Traffic Received (bits/sec)

113 Gambar 4.24. Node_16 Traffic Received (bits/sec) Gambar 4.25. Node_14 Traffic Received (bits/sec)

114 Gambar 4.26. Traffic Received di semua node Gambar 4.21 sampai 4.26 menunjukkan besarnya traffic received di semua node. 1. Gambar 4.21 menunjukkan besarnya traffic received di mobile_node_0 dengan nilai rata-rata 2,25 Mb/sec. 2. Gambar 4.22 menunjukkan besarnya traffic received di mobile_node_1 dengan nilai rata-rata 2,38 Mb/sec. 3. Gambar 4.23 menunjukkan besarnya traffic received di node_15 dengan nilai rata-rata 1,89 Mb/sec. 4. Gambar 4.24 menunjukkan besarnya traffic received di node_16 dengan nilai rata-rata 2,03 Mb/sec. 5. Gambar 4.25 menunjukkan besarnya traffic received di node_14 dengan nilai rata-rata 1,06 Mb/sec.

115 6. Gambar 4.26 menunjukkan besarnya traffic received di semua node dengan detail di tabel berikut. Tabel 4.2. Traffic Received (bits/sec) Object Name Average (bits/sec) Maximum (bits/sec) Mobile_node_1 2.380.401 3.123.126 Mobile_node_0 2.246.214 2.825.058 Node_16 2.034.380 2.675.541 Node_15 1.886.992 2.595.622 Node_14 1.057.491 1.116.764 Berikut ini adalah statistik Traffic Sent yang didapat dari simulasi. Gambar 4.27. Mobile_Node_0 Traffic Sent (bits/sec)

116 Gambar 4.28. Mobile_Node_1 Traffic Sent (bits/sec) Gambar 4.29. Node_15 Traffic Sent (bits/sec)

117 Gambar 4.30. Node_16 Traffic Sent (bits/sec) Gambar 4.31. Node_14 Traffic Sent (bits/sec)

118 Gambar 4.32. Traffic Sent di semua node Gambar 4.27 sampai 4.32 menunjukkan besarnya traffic sent di semua node. 1. Gambar 4.27 menunjukkan besarnya traffic sent di mobile_node_0 dengan nilai rata-rata 353,97 Kb/sec. 2. Gambar 4.28 menunjukkan besarnya traffic sent di mobile_node_1 dengan nilai rata-rata 356,15 Kb/sec. 3. Gambar 4.29 menunjukkan besarnya traffic sent di node_15 dengan nilai rata-rata 1 bits/sec. 4. Gambar 4.30 menunjukkan besarnya traffic sent di node_16 dengan nilai rata-rata 353,5 Kb/sec. 5. Gambar 4.31 menunjukkan besarnya traffic sent di node_14 dengan nilai rata-rata 8,65 Mb/sec.

119 6. Gambar 4.32 menunjukkan besarnya traffic sent di semua node dengan detail di tabel berikut. Tabel 4.3. Traffic Sent (bits/sec) Object Name Average (bits/sec) Maximum (bits/sec) Node_14 8.647.732 8.935.177 Mobile_node_1 356.145 383.973 Mobile_node_0 353.973 376.416 Node_16 353.497 379.657 Node_15 1 9 Berikut ini adalah statistik Delay yang didapat dari simulasi. Gambar 4.33. Delay di semua node

120 Gambar 4.33 menunjukkan besarnya delay di semua node dengan detail di tabel berikut. Tabel 4.4. Delay (sec) Object Name Minimum (sec) Average (sec) Maximum (sec) Node_14 1,3918 1,4218 1,5122 Node_15 0,0035 0,2537 0,3699 Node_16 0,0035 0,2346 0,3101 Mobile_node_0 0,0035 0,2122 0,3015 Mobile_node_1 0,0035 0,2011 0,2785 4.4.7 Melihat dan Menganalisa Jaringan Kabel di PT. Jafam Multi Corpora Berikut ini adalah statistik Bandwidth yang didapat dari Cacti perusahaan, dengan mengakses situs http://www.cacti.neuviz.net.id atau http://www.nms.neuviz.net.id. Gambar 4.34. Penggunaan Bandwidth di PT. Jafam Multi Corpora Dalam Satu Hari

121 Gambar 4.35. Penggunaan Bandwidth di PT. Jafam Multi Corpora Dalam Satu Minggu Gambar 4.36. Penggunaan Bandwidth di PT. Jafam Multi Corpora Dalam Satu Bulan Gambar 4.34 sampai 4.36 menunjukkan besarnya bandwidth yang digunakan di PT. Jafam Multi Corpora. 1. Gambar 4.34 menunjukkan besarnya penggunaan bandwidth dalam satu hari dengan detail di tabel berikut.

122 Tabel 4.5. Penggunaan Bandwidth di PT. Jafam Multi Corpora Dalam Satu Hari Average Maximum Upload (Inbound) 662,74 Kbps 1,22 Mbps Download (Outbound) 483,21 Kbps 2,05 Mbps 2. Gambar 4.35 menunjukkan besarnya penggunaan bandwidth dalam satu minggu dengan detail di tabel berikut. Tabel 4.6. Penggunaan Bandwidth di PT. Jafam Multi Corpora Dalam Satu Minggu Average Maximum Upload (Inbound) 714,06 Kbps 2,04 Mbps Download (Outbound) 594,53 Kbps 2,05 Mbps 3. Gambar 4.36 menunjukkan besarnya penggunaan bandwidth dalam satu bulan dengan detail di tabel berikut. Tabel 4.7. Penggunaan Bandwidth di PT. Jafam Multi Corpora Dalam Satu Bulan Average Maximum Upload (Inbound) 590,78 Kbps 2,04 Mbps Download (Outbound) 729,81 Kbps 2,05 Mbps 4.5 Evaluasi Hasil Berdasarkan hasil simulasi menggunakan software OPNET di atas, didapatkan bahwa rata-rata besarnya throughput pada mobile_node_0 sebesar 2,23 Mb/sec, pada mobile_node_1 sebesar 2,36 Mb/sec, pada node_15 sebesar 1,87 Mb/sec, dan pada node_16 sebesar 2,02 Mb/sec. Dari hasil simulasi didapatkan juga bahwa rata-rata besarnya traffic received pada mobile_node_0 sebesar 2,25 Mb/sec, pada mobile_node_1

123 sebesar 2,38 Mb/sec, pada node_15 sebesar 1,89 Mb/sec, dan pada node_16 sebesar 2,03 Mb/sec. Selain itu, dari hasil simulasi didapatkan juga bahwa rata-rata besarnya traffic sent pada node_15 sebesar 1 bits/sec, pada node_16 sebesar 353,5 Kb/sec, pada mobile_node_0 sebesar 353,97 Kb/sec, pada mobile_node_1 sebesar 356,15 Kb/sec, dan pada node_14 sebesar 8,65 Mb/sec. Sedangkan berdasarkan pengukuran bandwidth di PT. Jafam Multi Corpora yang didapat dari Cacti diketahui upload maksimal sebesar 2,04 Mb/sec dan download maksimal sebesar 2,05 Mb/sec untuk seluruh jaringan perusahaan yang kurang lebih terdiri dari 50 komputer. Rata rata delay sekitar 0,2 detik sehingga tidak sampai mengganggu layanan IPTV. Tren ke depan yang akan berkembang adalah IPTV dan jaringan yang akan mulai dikembangkan oleh provider internet adalah WiMAX sehingga PT. Jafam Multi Corpora ingin mengembangkan usahanya di bidang media online dengan mengisi konten IPTV. Dilihat dari data di atas, teknologi IPTV sangat mengandalkan jaringan dengan bandwidth yang besar karena ukuran data yang dikirim juga besar dan di-request secara realtime. Bandwidth rata-rata terkecil yang dibutuhkan IPTV berdasarkan simulasi OPNET adalah sebesar 1,87 Mb/sec untuk satu buah device atau komputer, sedangkan bandwidth maksimal di PT. Jafam Multi Corpora adalah 2,05 Mb/sec untuk 50 komputer dan belum ada jaringan WiMAX. Oleh karena itu, di PT. Jafam Multi Corpora sebaiknya dipasang IPTV berjaringan WiMAX agar konten media yang ditampilkan dapat dipantau. Selain itu, jika memasang IPTV menggunakan jaringan WiMAX maka jaringan internet di PT. Jafam Multi Corpora tidak akan terganggu karena menggunakan

124 jaringan yang terpisah dan bandwidth-nya terpisah pula sehingga kinerja karyawan tidak terpengaruh dan tidak akan berdampak negatif pada kinerja perusahaan. IPTV menggunakan WiMAX juga meningkatkan mobilitas dibandingkan dengan IPTV yang menggunakan kabel. Tabel berikut akan menjelaskan keuntungan IPTV menggunakan WiMAX dibandingkan menggunakan jaringan berkabel. Tabel 4.8. Keuntungan IPTV Menggunakan WiMAX Dibandingkan Jaringan Berkabel Aspek Kabel WiMAX Mobilitas Dari segi mobilitas, WiMAX memberikan jaringan kabel tidak faktor mobilitas yang memberikan mobilitas tergantung tempat. faktor sehingga sangat tinggi sehingga tidak tergantung tempat. Daerah akses Daerah yang dapat diakses hanya pada daerah yang sudah terjangkau oleh jaringan berkabel. Daerah akses lebih luas dan bisa dimana saja asalkan terdapat sinyal dari WiMAX Base Station.