ACUTE RENAL FAILURE RUANG 2.07

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan dasar Disamping itu, pengontrolan hipertensi belum adekuat

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERBEDAAN PENYEBAB GAGAL GINJAL ANTARA USIA TUA DAN MUDA PADA PENDERITA PENYAKIT GINJAL KRONIK STADIUM V YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD

BAB I PENDAHULUAN.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. berkaitan dengan gejala-gejala atau kecacatan yang membutuhkan

BAB I PENDAHULUAN. Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure (JNC VII) tahun

BAB I PENDAHULUAN. Hipertensi bisa diumpamakan seperti pohon yang terus. Hipertensi yang didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik (SBP, 140

BAB I PENDAHULUAN. oleh penduduk Indonesia. Penyakit ini muncul tanpa keluhan sehingga. banyak penderita yang tidak mengetahui bahwa dirinya menderita

BAB 1 PENDAHULUAN. tahunnya. World Health Organization (WHO) memperkirakan. mendatang diperkirakan sekitar 29% warga dunia menderita

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Lampiran Kuesioner KUESIONER GAMBARAN PERILAKU PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS NANGGALO TAHUN 2017

BAB I PENDAHULUAN. diastolik yang di atas normal. Joint National Committee (JNC) 7 tahun 2003

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

UKDW BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG. Stroke atau cedera serebrovaskular adalah berhentinya suplai darah ke

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang


BAB I PENDAHULUAN. secara menahun dan sifatnya irreversibel, ditandai dengan kadar ureum dan

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu masalah yang dapat timbul akibat perkembangan jaman. adalah gaya hidup tidak sehat yang dapat memicu munculnya penyakit

UKDW BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Hipertensi merupakan salah satu kondisi kronis yang sering terjadi di

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan terutama di bidang kesehatan,

BAB I PENDAHULUAN. yang selalu mengalami peningkatan setiap tahun di negara-negara seluruh

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Diabetes Mellitus (DM) adalah gangguan metabolisme kronik yang

BAB I PENDAHULUAN. menjadi tahun. Menurut data dari Kementerian Negara Pemberdayaan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penduduk Indonesia pada tahun 2012 mencapai 237,64 juta jiwa. Hal ini

BAB I PENDAHULUAN. kardiovaskular (World Health Organization, 2010). Menurut AHA (American

BAB I PENDAHULUAN. atau tekanan darah tinggi (Dalimartha, 2008). makanan siap saji dan mempunyai kebiasaan makan berlebihan kurang olahraga

BAB I LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. dimana tekanan darah meningkat di atas tekanan darah normal. The Seventh

ABSTRAK PATOLOGI GAGAL GINJAL KRONIK

BAB 1. mempengaruhi jutaan orang di dunia karena sebagai silent killer. Menurut. WHO (World Health Organization) tahun 2013 penyakit kardiovaskular

BAB I PENDAHULUAN. negara berkembang lebih dari delapan dekade terakhir. Hipertensi merupakan

BAB I PENDAHULUAN. peningkatan Usia Harapan Hidup penduduk dunia dan semakin meningkatnya

I. PENDAHULUAN. akan mencapai lebih dari 1,5 milyar orang (Ariani,2013). Hipertensi telah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Insiden hipertensi mulai terjadi seiring bertambahnya usia. Pada

BAB 1 PENDAHULUAN. Ginjal kiri letaknya lebih tinggi dari ginjal kanan, berwarna merah keunguan.

BAB I PENDAHULUAN. mmhg. Penyakit ini dikategorikan sebagai the silent disease karena penderita. penyebab utama gagal ginjal kronik (Purnomo, 2009).

BAB I PENDAHULUAN. normal yang ditunjukkan oleh angka bagian atas (systolic) dan angka

BAB I PENDAHULUAN. Prevention (CDC) memperkirakan jumlah penderita hipertensi terus

BAB I PENDAHULUAN. Penyakit tidak menular (PTM), merupakan penyakit kronik yang tidak. umumnya berkembang lambat. Empat jenis PTM utama menurut WHO

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. penyakit tidak menular dan penyakit kronis. Salah satu penyakit tidak menular

ABSTRAK PENGETAHUAN SIKAP DAN PERILAKU PENDERITA HIPERTENSI PRIMER TERHADAP HIPERTENSI

BAB I PENDAHULUAN. mempengaruhi kualitas hidup serta produktivitas seseorang. Penyakit penyakit

BAB 1 PENDAHULUAN. waktu lebih dari tiga bulan. Menurut Brunner dan Suddarth, gagal ginjal kronik. sampah nitrogen lain dalam darah) (Muhammad, 2012).

BAB I PENDAHULUAN. kerusakan ginjal (renal damage) yang terjadi lebih dari tiga bulan, dikarakteristikan

BAB I PENDAHULUAN. tekhnologi dan industri telah banyak membuat perubahan pada perilaku dan

BAB I PENDAHULUAN. terus menerus mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari data WHO

I. PENDAHULUAN. WHO (2006) menyatakan terdapat lebih dari 200 juta orang dengan Diabetes

BAB I PENDAHULUAN. sedangkan penyakit non infeksi (penyakit tidak menular) justru semakin

BAB I PENDAHULUAN. yang memerlukan pengobatan dalam jangka waktu yang panjang. Efek

1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. penyakit dari penyakit infeksi ke penyakit non infeksi, yaitu penyakit tidak

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kel.Wumialo, Kel.Dulalowo Timur, Kel.Dulalowo, Kel.Liluwo, Kel.Pulubala dan

BAB 1 : PENDAHULUAN. dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun Sedangkan

BAB I PENDAHULUAN. Triple Burden Disease, yaitu suatu keadaan dimana : 2. Peningkatan kasus Penyakit Tidak Menular (PTM), yang merupakan penyakit

BAB 1 : PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan kelainan pada satu atau lebih pembuluh

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT GAGAL GINJAL KRONIK. Oleh: Yuyun Rindiastuti Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNS BAB I PENDAHULUAN

HERNAWAN TRI SAPUTRO J

BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. tubuh dan menyebabkan kebutaan, gagal ginjal, kerusakan saraf, jantung, kaki

HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN NABATI DAN HEWANI DENGAN KADAR UREUM DAN KREATININ PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISIS RAWAT JALAN DI RSUP

BAB 1 PENDAHULUAN. yang beredar dalam darah). Penderita GGK harus menjalani terapi diet

BAB I PENDAHULUAN. darah, hal ini dapat terjadi akibat jantung kekurangan darah atau adanya

BAB I PENDAHULUAN. merealisasikan tercapainya Millenium Development Goals (MDGs) yang

BAB I PENDAHULUAN. irreversible. Hal ini terjadi apabila laju filtrasi glomerular (LFG) kurang dari 50

GAMBARAN KEPATUHAN DIET PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS DI RSUD KABUPATEN PEKALONGAN. Manuscript

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. kematian berasal dari PTM dengan perbandingan satu dari dua orang. dewasa mempunyai satu jenis PTM, sedangkan di Indonesia PTM

BAB 1 : PENDAHULUAN. yang bersifat progresif dan irreversibel yang menyebabkan ginjal kehilangan

BAB I PENDAHULUAN. dengan angka kejadian yang masih cukup tinggi. Di Amerika Serikat, UKDW

BAB I PENDAHULUAN. Sepsis didefinisikan sebagai adanya infeksi bersama dengan manifestasi

BAB I PENDAHULUAN. pada jutaan orang di dunia (American Diabetes Association/ADA, 2004).

BAB II TINJAUAN TEORITIS. darah arteri meningkat melebihi batas normal.menurut World. (2001) seseorang dikatakan hipertensi apabila tekanan

BAB I PENDAHULUAN. (Kemenkes RI, 2013). Hipertensi sering kali disebut silent killer karena

BAB I PENDAHULUAN. penyakit infeksi ke penyakit tidak menular ( PTM ) meliputi penyakit

BAB I PENDAHULUAN. adalah diabetes melitus (DM). Diabetes melitus ditandai oleh adanya

I. PENDAHULUAN. urea dan sampah nitrogen lain dalam darah) (Brunner dan Suddarth, 2002)

BAB. I PENDAHULUAN. Undang Undang Dasar 1945 pasal 28 H ayat 1 dan Undang Undang Nomor

BAB I PENDAHULUAN. kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. Salah satu efek samping

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Tyas Kusuma Dewi, 2013

BAB I PENDAHULUAN. dampak dari pembangunan di negara-negara sedang berkembang. sebagaimana juga hal ini terjadi di Indonesia, terutama di daerah Jawa

BAB I PENDAHULUAN. disebabkan oleh kelainan sekresi insulin, ketidakseimbangan antara suplai dan

BAB I PENDAHULUAN. jantung beristirahat. Dua faktor yang sama-sama menentukan kekuatan denyut nadi

BAB I PENDAHULUAN. disebabkan karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah

Transkripsi:

ACUTE RENAL FAILURE RUANG 2.07

TASK 1 : Risk Factors Evironmental : - Lingkungan yang kurang bersih - Daerah perkotaan Life style : - Diet tinggi kolesterol - Drug abuser - Merokok - kurang minum

TASK 1 : Risk Factors Bio-psycho-socio-cultural: - Usia tua - Low blood pressure: shock, depression, injury or trauma and infections - tingkat pendidikan masyarakat yang rendah - stress Health service : - Kurangnya jumlah tenaga kesehatan - Kurangnya fasilitas pelayanan kesehatan - Kurangnya Perhatian tenaga kesehatan - Pengobatan yang kurang tepat.

TASK 2 : Epidemiologic Description Person Distribution Banyak terjadi pada laki-laki usia tua penderita Penyakit ATN, HUS, glomenuronephritis. Place Distribution Daerah Perkotaan Time Distribution Tidak spesifik terhadap Waktu

TASK 3 : Preventions PRIMARY PREVENTION Health promotion : 1. Penyuluhan Kesehatan terkait faktor Resiko renal failure 2. Penyebaran Media informasi pada masyarakat Spesific protection : 1. Kontrol Tekanan darah dan Gula darah rutin pada masyarakat yang beresiko tinggi 2. Penyuluhan pada laki-laki usia dewasa terkait konsumsi minuman berenergi secara aman. 3. Antibiotic untuk menghindari infeksi.

TASK 3 : Preventions SECONDARY Early Detection - memeriksa kadar creatinin Serum kreatinin dan urine output Prompt Treatment - maintainance Keseimbangan cairan dan elektrolit - pemberian nutrisi yang adekuat untuk menghindari life-threatening complications - mengobati penyakit yang mendasari

TASK 3 : Preventions TERTIARY - Melakukan kontrol pengobatan terhadap penderita - Management post surgery pada ARF

TASK 4 : Objectives Prevention Level Primary Secondary Tertiary Prevention Action - Kontrol terhadap tekanan darah - Mengontrol serum kreatinin dan urine output - Kontrol secara spesifik terhadap pasien yang menerima pengobatan ARF Objective Menurunkan prevalensi penduduk yang memiliki tekanan darah lebih dari 130 mmhg sebanyak 60% dalam waktu 1 tahun 50% dari keseluruhan kasus penyakit gagal ginjal memiliki kadar serum kreatinin dan urine output yang terkontrol - Menurunkan jumlah penderita penyakit gagal ginjal yang melakukan transpantasi ginjal sebanyak 50 % dari tahun sebelumnya.

TASK 5 : Specific Indicators 1. Objective Menurunkan prevalensi penduduk yang memiliki tekanan darah lebih dari 130 mmhg sebanyak 60% dalam waktu 1 tahun Input indicator Penduduk yang memiliki tekanan darah 130 mmhg dalam waktu 1 tahun Process indicator Output indicator Outcome indicator Lifestyle Menurunnya angka penduduk yang mengalami hipertensi sebanyak 60 % dalam waktu 1 tahun Penurunan terjadinya berbagai macam insiden penyakit yang berkaitan erat dengan hipertensi

TASK 5 : Specific Indicators 1. Objective 50% dari keseluruhan kasus penyakit gagal ginjal memiliki kadar serum kreatinin dan urine output yang terkontrol dalam jangka 1 tahun Input indicator Process indicator Output indicator Outcome indicator Jumlah pasien gagal ginjal masuk rumah sakit yang diperiksa serum kreatinin dan urine output nya SOP urynalisis Prosedur pengontrolan Kepatuhan pasien untuk kontrol 50% dari keseluruhan kasus penyakit gagal ginjal memiliki kadar serum kreatinin dan urine output yang terkontrol dalam jangka 1 tahun Meningkatnya angka kualitas hidup bagi pasien dengan penyakit gagal ginjal

TASK 5 : Specific Indicators 1. Objective Menurunkan jumlah penderita penyakit gagal ginjal yang melakukan transpantasi ginjal sebanyak 50 % dari tahun sebelumnya. Input indicator Process indicator Output indicator Jumlah penderita gagal ginjal yang melakukan transplantasi ginjal Sistem penatalaksanaan pada penderita gagal ginjal SOP transplantasi ginjal Menurunkan jumlah penderita penyakit gagal ginjal yang melakukan transpantasi ginjal sebanyak 50 % dari tahun sebelumnya. Outcome indicator Meningkatnya angka kualitas hidup bagi pasien dengan penyakit gagal ginjal

TASK 6 : Evaluations WHEN TO EVALUATE - setiap objective dievaluasi setiap setahun sekali WHO WILL EVALUATE - tenaga kesehatan daerah setempat