PROFIL UKURAN LAHAN KEBUTUHAN RUANG KONSEP PELETAKAN MASSA wadah kegiatan komersil dan kegiatan wisata edukasi untuk meningkatkan apresiasi konsumen terhadap hasil karya produsen. Pemilik : Swasta - APTA (Asosiasi Pengusaha Tanggulangin) Sasaran : Wisata Keluarga - wisatawan dalam negeri dan luar negeri serta masyarakat sekitar. Daya Tampung : 350 orang Lokasi : Zona Rawan Bencana Lumpur, Kawasan Industri, Desa Kludan, Tanggulangin, Sidoarjo - Luas : 6586 m 2 No Ruang Luas (m2) 1 Museum 824,6 2 Workshop 1378,3 3 Area Rekreasi 1174,6 4 Area Pengelola 508,2 5 Service 532 6 Hall 463,4 TOTAL 4881,1 Garis utama Titik Letak Massa Garis subordinat B Menarik garis melintang dan satu garis sejajar dengan mengikuti bentuk tapak Garis subordinat A Titik Pusat Pergerakan massa Menduplikat garis bentukan lahan sebagai acuan bentuk massa Masuk Tol Sidoarjo GOR Delta Sidoarjo Alun-Alun Sidoarjo 6,5 km TEMA Harapan berkembang dari keterpurukan Kuncup Merekah Kerajinan kulit = bunga Menarik perhatian Transformasi pada objek Sirkulasi dibedakan : sirkulasi pejalan kaki sirkulasi kendaraan Tembok Drop Off IN OUT Publik Semi Publik Privat Jarak Pintu masuk dgn putar balik min 30 mm Pintu masuk II 2,5 km Memamerkan keindahan diri Perubahan secara bertahap Permainan fasad yang mencerminkan karakter kulit Bentuk bangunan yang berasal dari olahan bentuk yang berubah bertahap Memperjelas zonasi ruang luar dengan memperhatikan kondisi sekitar Rel Kereta Api Parkir pengelola Parkir motor Pusat Semburan Lumpur LAPINDO Bergerak dari satu titik pusat Pergerakan olahan bentuk, pergerakan sirkulasi, dan penataan ruang berasal dari satu titik pusat View tanpa halangan Parkir bus dan mobil Masjid barrier Plasa
KONSEP BENTUK KONSEP RUANG Garis orientasi sebagai awal pergerakan Bermula dari satu bentukan bidang yang diletakkan pada salah satu garis orientasi pada lahan. Kemudian bidang tersebut diputar searah jarum jam Titik pusat Ruang luar di tengah bangunan LANTAI 3 Museum R.Baca R. Pertemuan pengrajin Sirkulasi Bergerak dari ataupun menuju pada satu titik pusat. Titik pusat berupa ruang luar menerus ke atas sebagai penyatu tiap lantai EDUKASI puncak awal Kemudian bidang tersebut diberi ketinggian dengan urutan : Awal meninggi puncak menurun LANTAI 2 R.Pamer R. Workshop R. Perbelanjaan LANTAI 1 Kantor Pengelola Lobby Pasio cafetaria taman APRESISASI REKREASI PENGELOLA Bidang tersebut diputar dengan memperbesar dimensi dan sudut perputaran. Kemudian berlanjut dengan memperkecil dimensi dan sudut perputaran secara bertahap. Ruang Fleksibel Terdapat ruang-ruang yang berfungsi ganda untuk memenuhi kebutuhan untuk event-event tertentu (event bazzar) RUANG RUANG LUAR / LOBBY RUANG STAND BAZZAR KONSEP INTERIOR Menggunakan warna alam untuk menampilkan karakter kulit. Warnawarna yang dipakai diantaranya : Pada ruang pameran, dinding yang dipakai adalah dinding polos dengan pencahyaan lampu berwarnaputih. Bagian depan di coak untuk dijadikan drop off Bidang paling atas pada bagian ujung ditekan ke bawah sehingga membentuk kemiringan
KONSEP TAMPANG KONSEP STRUKTUR Struktur terbagi menjadi dua : struktur selubung dan struktur ruang. Struktur selubung berupa struktur space frame berbahan baja sebagai penyangga kulit bnagunan. Struktur ruang berupa kolom penopang lantai terbagi menjadi 3 sistem dengan pusat berupa kolom yang membentuk ruang pasio bangunan. Memakai baja hollow Kolom sistem I (ukuran 40cmx40cm) Kolom sistem II (ukuran 50cmx50cm ) Kolom sistem III (ukuran 30cmx30cm) Bentukan pasio (pusat bangunan) Struktur pasio (penyangga selubung) Bukaan Plat Lantai TEKSTUR Motif menyeru pai garisgaris kulit. TEKSTUR Dinding bangunan menampilkan tekstur licin dengan garis tali air sebagai perulangan AKSEN Elemen penyeimbang sebagai aksen dengan memakai warna yang kontras. Memiliki fungsi sebagai penanda drop off dan saluran talang air hujan BUKAAN Kusen mengikuti alur struktur selubung dengan menjorok pada bagian dalam Metal cladding Fasad bangunan menampilkan karakter kulit yakni bertekstur dan seperti lembaran. Tekstur muncul dari bentukan geometri menyerupai garis-garis kulit. Tekstur juga dimunculkan dengan pemilihan material selubung dengan material yang bersifat licin, yakni kaca dan metal clading yang dipakai sebagai aksen pada dinding selubung Rangka space fram,e. (atap dan dinding menyatu) STRUKTUR RUANG Transformasi tekstur kulit yang dipakai pada atap bangunan STRUKTUR SELUBUNG Referensi Struktur Selubung
PUSAT KERAJINAN KULIT SIDOARJO KONSEP UTILITAS SISTEM AIR KOTOR AIR BERSIH shaft SISTEM PEMATUSAN FIRE PROTECTION Air bersih berasal dari PDAM yang ditampung di dalam tandon kemudian dipompa menuju keran air. Arah penyaluran air hujan Lokasi tandon + r.pompa Kolam penampungan Lokasi septic tank berdekatan dengan ruang genset. Air kotor disalurkan menuju septic tank. Air buangan disalurkan menuju saluran air kota. Saluran air kotor Ruang keamanan Ruang pompa Sistem pematusan pada atap berupa talang yang berada pada titik terendah atap. Kemudian air hujan yang ditampung di dalam kolam disalurkan pada saluran air kotor yang disalurkan menuju saluran pembuangan air kota Menggunakan eskalator dan Lift sebagai untuk transportasi vertikal. Jenis lift dipilih Lft dengan material selubung kaca untuk menambah kesan ringan di dalam ruangan Saluran air kota Sistem fire protection terdiri dari fire extanguisher di tiap lantai 4 buah dengan tangga darurat tiap lantai 2 buah. Tangga Darurat Saluran air kota SISTEM TRANSPORTASI SISTEM KEAMANAN Sistem keamanan melalui kamera CCTV yang dikontrol dari satu tempat,ruang keamanan. Kamera CCTV berada di sudut ruang terutama pada ruang museum, ruang workshop, ruang perbelanjaan, dan ruang pamer Septic Tank SISTEM HVAC Menggunakan sistem AC multi split pada ruang-ruang tertutup dengan penempatan indoor dengan jenis wall mounted. 2 outdoor 2 outdoor 2 outdoor Referensi Glass Lift Lantai 1 Lantai 2 Lantai 3
PUSAT KERAJINAN KULIT SIDOARJO SERIAL VISION
PERSPEKTIF