Pra fsancangan Pabrik Diisopropil ether dari iscpr opanol Kapasitas50.coo Ton'rahun 14 BAB II PERANCANGAN PRODUK 2.1. Spesifikasi Produk Diisopropil Ether (DIPE) Rumus Molekul Berat Molekul Titik didih Densitas Suhu kritis Tekanan kritis Kemurnian Wujud : C3H?OC3H7 : 102,17 g/mol : 342.15 K (1 atm) : 725 kg/nr : 500,05 K : 28,79 bar : 99,5 % wt : cair (35 C, 1 atm) Propilen (Produk Samping) Rumus Molelul : QLU Kenampakan : gas, jernih ( STP ) : cair, bening ( 20 atm ; 30 C ) Berat Molekul : 42,08 Titik didih : - 47,8 C (1 atm ) : 49,6 C ( 20 atm ) Titik Beku :-185,5 C ( 1 atm ) Komposisi : C3H6 = 98 % C3H8 = 2 % Kemurnian : 99,98% Abdullah 02.52107S
Pra Rancangan Pabnk Diisopropil etherdari isopropanol Kapasitas50.000 Ton/Tahun 15 2.2. Spesifikasi Bahan 2.2.1. Spesifikasi Bahan Baku Isopropyle Alcohol (IPA) Kenampakan Rumus Molekul Berat Molekul Titik didih Densitas Suhu kritis Tekanan kritis Kemurnian Wujud : cairan tak berwarna : C3H80 : 60,096 g/mol : 355 K (1 atm) : 785 kg/m3 : 508,3 K : 47,643 bar : 99 % C3H«0; 1 % H20 : cair (35 C, 1 atm) 2.2.2. Bahan Pembantu Katalis Zeolite Beta Bahan Utama Bulk Density :Zr02 : 1500kg/m3 Void fraction :0.32 Bentuk : bola Bandar 025210j)S fhecaetn,1
Pra Kan.-iln. '.In P.ll'nk Du-.'N.'ftl I 11in d.ln /../>/,y<,/y i, / ' Kapasitas oo.ooo Ion "rahun 16 2.3. Pengendalian Kualitas 2.3.1. Pengendalian Kualitas Bahan Baku Sebelum dilakukan proses produksi, dilakukan pengujian terhadap kualitas bahan baku yang diperoleh. Pengujian ini dilakukan dengan tujuan agar bahan baku yang digunakan sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan. Evaluasi yang digunakan yaitu standar yang hampir sama dengan standar Amerika yaitu ASTM 1972. Adapun parameter yang akan diukur adalrh : a. Kemurnian dari bahan baku Isopropyle Alcohol. b. Kandungan di dalam Isopropyle Alcohol. c. Kadar air dan zat pengotor. 2.3.2. Pengendalian Kualitas Produk Pengendalian produksi dilakukan untuk menjaga kualitas produk yang akan dihasilkan, dan ini sudah harus dilakukan sejak dari bahan baku sampai menjadi produk. Selain pengawasan mutu bahan baku, bahan pembantu, produk setengah jadi maupun produk penunjang mutu proses. Semua pengawasan mutu dapat dilakukan analisa oi laboratorium maupun menggunakan alat kontrol. Pengendalian dan pengawasan jalannya operasi dilakukan dengan alat pengendalian yang berpusat di control room, dilakukan dengan cara automatic control yang menggunakan indikator. Apabila terjadi penyimpangan pada indikator dari yang telah ditetapkan atau di-set baik \iuflow rate bahan baku atau produk, level control, maupun temperature control, dapat diketahui dari sinyal atau tanda yang diberikan yaitu nyala lampu, bunyi alarm dan sebagainya. Bila ".«">.
Pra Rancangan Pabnk Diisopropil ether dari isopropanol Kapasitas 50.000 Ton 'Tahun 17 terjadi penyimpangan, maka penyimpangan tersebut harus dikembalikan pada kondisi atau set semula baik secara manual atau otomatis. Beberapa alat kontrol yang dijalankan yaitu, kontrol terhadap kondisi operasi baik tekanan maupun temperatur. Alat contro' yang harus diset pada kondisi tertentu antara lain : Level Control Merupakan alat yang dipasang pada tangki. Jika belum sesuai dengan kondisi yang ditetapkan. maka akan timbul tanda atau isyarat berupa suara dan nyala lampu. Flow Rate Merupakan alat yang dipasang pada aliran bahan baku, aliran masuk dan aliran keluar proses. Temperature Control Merupakan alat yang dipasang di dalam setiap alat proses. Jika belum sesuai dengan kondisi yang ditetapkan, maka akan timbul tande7isyarat berupa suara dan nyala lampu. Jika pengendalian proses dilakukan terhadap kerja pada suatu harga tertentu supaya dihasilkan produk yang memenuhi standar, maka pengendalian mutu dilakukan untuk mengetahui apakah bahan baku dan produk telah sesuai dengan spesifikasi. Setelah perencanaan produksi disusun dan proses produksi dijalankan perlu adanya pengawasan dan pengendalian produksi agar proses berjalan dengan baik. Abdullah 0252107S Bandar 025210j)S
Pra Rancangan Pabrik Diisopropil ether dari isopropanol Kapasitas 50.000 Ton'Tahun 18 Kegiatan proses produksi diharapkan menghasilkan produk yang mutunya sesuai dengan standard dan jumlah produksi yang sesuai dengan rencana serta waktu yang tepat sesuai jadwal. Penyimpangan kualitas terjadi karena mutu bahan baku tidak baik, kesalahan operasi dan kerusakan alat. Penyimpangan dapat diketahui dari hasil monitor atau analisa pada bagian Laboratorium Pemeriksaan. Pengendalian kualitas (Quality Control) padapabrik Diisopropil Ether ini meliputi: a. Pengendalian Kualitas Bahan Baku Pengendalian kualitas dari bahan baku dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana kualitas bahan baku yang digunakan, apakah sudah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan untuk proses. Apabila setelah dianalisa ternyata tidak sesuai, maka ada kemungkinan besar bahan baku tersebut akan dikembalikan kepada supplier. b. Pengendalian Kualitas Bahan Pembantu Bahan-bahan pembantu untuk proses pembuatan Diisopropil Ether di pabrik ini juga perlu dianalisa untuk mengetahui sifat-sifat fisisnya, apakah sudah sesuai dengan spesifikasi dari masing-masing bahan untuk membantu kelancaran proses. c. Pengendalian Kualitas Produk Pengendalian kualitas produkdilakukan terhadap produksi Diisopropil Ether. d. Pengendalian Kualitas Produk pada Waktu Pemindahan (dari satu tempat ke tempat lain).
Pra Rancangan Pabrik Diisopropil ether dari isopropanol Kapasitas 50.000 Ton/Tahun 19 Pengendalian kualitas yang dimaksud disini adalah pengawasan produk terutama Diisopropil Ether dan propylen pada saat akan dipindahkan dari tangki penyimpanan sementara (day tank) ke tangki penyimpanan tetap (storage tank), dari storage tank ke mobil truk dan ke kapal. 2.3.3. Pengendalian Kuantitas Penyimpangan kuantitas terjadi karena kesalahan operator, kerusakan mesin, keterlambatan pengadaan bahan baku, perbaikan alat terlalu lama dan Iainlain. Penyimpangan tersebut perlu diidentifikasi penyebabnya dan diadakan evaluasi. Selanjutnya diadakan perencanaan kembali sesuai dengan kondisi yang ada.