JPPIPA, Vol.1 No Jurnal Penelitian Pendidikan IPA

dokumen-dokumen yang mirip
Fashion and Fashion Education Journal

Pengembangan Instrumen Penilaian Kinerja pada Praktikum Struktur dan Fungsi Sel Di SMA Negeri 1 Kota Jambi

PENGEMBANGAN INSTRUMENT AUTHENTIC ASSESSMENT UNTUK MATAKULIAH TEACHING AND LEARNING MATHEMATICS

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN CONCEPT MAPPING DISERTAI AUTHENTIC ASSESSMENT PADA POKOK BAHASAN PEMANTULAN CAHAYA DI DMP

Edu Geography 3 (1) (2014) Edu Geography.

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN PHYSICS EDUCATION TECHNOLOGY SIMULATIONS

ARTIKEL ILMIAH OLEH: FITRIA DWITA A1C411031

Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika (JIPF) Vol. 06 No. 03, September 2017, ISSN:

MEDIA DEVELOPMENT LEARNING INSTRUCTIONAL GAMES MACROMEDIA FLASH-BASED IN VOCATIONAL HIGH SCHOOL. Triska Yeti Evrianis, Azrita 1), M.

Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika (JIPF) Vol. 04 No. 02, Mei 2015, ISSN:

DEVELOPMENT OF ONLINE-LEARNING PLAN BASED ON LEARNING MANAGEMENT SYSTEM ON MATERIAL MOMENTUM AND IMPULSE CLASS XI SENIOR HIGH SCHOOL

PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF CHEMBOND (CHEMICAL BONDING) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATERI IKATAN KIMIA KELAS X SMA

PENGEMBANGAN RUBRIK ASESMEN UNTUK MENGUKUR KOMPETENSI MAHASISWA MERENCANAKAN PRAKTIKUM

EXECUTIVE SUMMARY PENELITIAN HIBAH DOSEN PEMULA

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA KULIAH KONSEP DASAR BILANGAN UNTUK MAHASISWA PGSD FKIP UNIVERSITAS BENGKULU

PENGEMBANGAN MODEL E-BOOK INTERAKTIF TERMODIFIKASI MAJALAH PADA MATERI STRUKTUR ATOM

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN KONSTRUKSI POLA BUSANA DI JURUSAN KESEJAHTERAAN KELUARGA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Abstract. Keywords : Interactive Media, LAN, TKJ.

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INTERAKTIF BERBASIS IT POKOK BAHASAN GETARAN DAN GELOMBANG PADA PEMBELAJARAN IPA DI SMP

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA.

Unnes Journal of Biology Education PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN RANAH AFEKTIF DAN PSIKOMOTORIK PADA MATA KULIAH PRAKTIKUM STRUKTUR TUBUH HEWAN

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERORIENTASI LITERASI SAINS PADA SUBMATERI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI

RANCANG BANGUN GAME EDUKASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATA KULIAH PRAKTIK TEKNIK DIGITAL

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA BERORIENTASI SETS PADA MATERI POKOK ZAT ADITIF MAKANAN

PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN PEMBELAJARAN PADA MATERI GERAK MELINGKAR BERATURAN BERBASIS MEDIA AUDIO VISUAL DI MAN YOGYAKARTA I

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TUTORIAL PADA MATA PELAJARAN SISTEM OPERASI KELAS X MULTIMEDIA SMK NEGERI 6 SURAKARTA TAHUN AJARAN

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS MASALAH DIPADUKAN BUDAYA LOKAL PAPUA

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH PADA POKOK BAHASAN BESARAN DAN SATUAN DI SMA

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN AUTENTIK UNTUK MENGUKUR KOMPETENSI PESERTA DIDIK MATERI SENYAWA HIDROKARBON

PENILAIAN BERBASIS KELAS UNTUK PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BIOLOGI SMP

THE DEVELOPMENT OF THE STUDENT ACTIVITIES WORKSHEETS BASED ON CONSTRUCTIVISM ON THE SOLUBILITY AND CONSTANT SOLUBILITY PRODUCT

Oleh: Yustin Hasna Nur Izzah dan Yusman Wiyatmo

Uji Kelayakan Penuntun Praktikum Genetika Berbasis Keterampilan Proses Sains Berdasarkan Ahli Materi dan Ahli Desain

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA SISWA UNTUK MENGASES KETERAMPILAN PROSES DALAM PRAKTIKUM SENYAWA POLAR DAN NON POLAR KELAS X SMA

E-journal Prodi Edisi 1

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS WEB INTERAKTIF DENGAN APLIKASI E-LEARNING MOODLE PADA POKOK BAHASAN BESARAN DAN SATUAN DI SMA

PENGEMBANGAN LKPD IPA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK KELAS VII

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNTUK SISWA KELAS VIII SMP

UNESA Journal of Chemical Education ISSN: Vol. 2, No. 2, pp , May 2013

DEVELOPMENT OF THE LEARNING MEDIA CHEMISTRY USING BY PREZI ON SUBJECT OF THE ATOMIC STRUCTURE

Unnes Science Education Journal

UNESA Journal of Chemical Education ISSN: Vol.4, No.3. pp , September 2015

JPSD Vol. 3 No. 2, September 2017 ISSN

Pengembangan Instrumen Keterampilan Komunikasi Ilmiah dalam Pembelajaran Fisika

Abstrak. i Universitas Kristen Maranatha

Vol 2 No 2 Bulan Desember 2017 Jurnal Silogisme Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya

PENGEMBANGAN ASESMEN METAKOGNISI CALON GURU IPA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

JCAE, Journal of Chemistry And Education, Vol. 1, No.1, 2017,

Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi (ISSN ) Volume 1 No 4, Oktober 2015

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES KALKULUS LANJUT 2 BERBASIS PEMECAHAN MASALAH. Fitrianto Eko Subekti dan Reny Amalia Widiyanti

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERPENDAKATAN SCIENTIFIC PADA MATERI SISTEM EKSKRESI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MEKATRONIKA : E-Journal Universitas Negeri Yogyakarta

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, SOCIETY (SETS) DALAM PEMBELAJARAN FISIKA BAB ALAT OPTIK DI SMA

PENGEMBANGAN MODUL PEMROGRAMAN KOMPUTER BERBASIS MATLAB

PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM KELISTRIKAN LUAR MOBIL DESIGN OF LEARNING MEDIA OUTSIDE ELECTRICAL CAR SYSTEM

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI PERSAMAAN LINIER SATU VARIABEL UNTUK SISWA KELAS VII

PENGEMBANGAN INSTRUMEN AUTHENTIC ASSESSMENT PADA PEMBELAJARAN IPA BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK SISWA SMP KELAS VIII

Ernita Vika Aulia dan Ismono Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS MAJALAH SISWA PINTAR FISIKA (MSPF) PADA PEMBELAJARAN IPA DI SMP (Pokok Bahasan Gerak Pada Benda)

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR BAGI MAHASISWA PGSD UAD

RANCANG BANGUN TESTER IC DIGITAL SEBAGAI ALAT UJI DAN ALAT BANTU DI LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

PENGEMBANGAN SOAL TES PENALARAN TINGGI BERBASIS KOMPUTER PADA POKOK BAHASAN LIMIT FUNGSI DI SMA

PENGEMBANGAN PERANGKAT E-PORTOFOLIO ASSESSMENT LAPORAN PRAKTIKUM POKOK BAHASAN OPTIKA GEOMETRI DI MA

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BUKU TEKA-TEKI KIMIA UNTUK KELAS XI SMA. Development of Instructional Media Buku Teka-Teki Kimia for grade XI SMA

PENGEMBANGAN RUBRIK PENILAIAN PSIKOMOTORIK PADA PRAKTIKUM SUBMATERI KOEFISIEN DISTRIBUSI MAHASISWA PENDIDIKAN KIMIA

ABSTRACT. Keywords : media, computer, RME, circle, ADDIE

Kelayakan Teoritis LKS Berbasis Guided Discovery Berdasarkan Hasil Telaah dan Validasi

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA MATEMATIKA BERBASIS CTL UNTUK SISWA KELAS VII SMP MATERI ARITMATIKA SOSIAL

PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL QUANTUM TEACHING DENGAN PENDEKATAN REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK

FEKTIVITAS PENGEMBANGAN MODUL PERKULIAHAN DASAR ELEKTRONIKA DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAHASISWA

THE DEVELOPMENT STUDENT WORKSHEETS ON THEME ENVIRONTMENTAL (SOIL) POLLUTION" WITH THE PROJECT BASED LEARNING (PjBL) WHICH SCIENCE PROCESS SKILL

PENGEMBANGAN PENILAIAN DIRI (SELF ASSESSMENT) PADA PRAKTEK MENJAHIT ROK BERFURING PRODI PT. BUSANA FAKULTAS TEKNIK UNY

Instrumen Penilaian Keterampilan Kerja Ilmiah pada Pembelajaran Fisika Berbasis Inquiry

PENGEMBANGAN ALAT PENILAIAN BERBASIS KETERAMPILAN GENERIK SAINS PADA PRAKTIKUM STRUKTUR HEWAN

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS ANDROID PADA MATERI PLANTAE UNTUK SISWA SMA MENGGUNAKAN ECLIPSE GALILEO

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS MASALAH UNTUK MATERI PROGRAM LINEAR PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS X SMKN 6 PADANG ABSTRACT

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KARAKTER SISWA SMP UNTUK MATA PELAJARAN IPA FISIKA

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PROGRAM LINEAR MENGGUNAKAN APLIKASI GEOGEBRA BERBANTUAN ANDROID DI SEKOLAH MENENGAH ATAS

PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN MONOPOLI UNTUK MELATIHKAN SIKAP SOSIAL SISWA PADA MATERI SISTEM GERAK MANUSIA DI SMP

Journal of Mechanical Engineering Learning

Gunung Pati, Semarang. Diterima: 3 Maret Disetujui: 4 April Dipublikasikan: 30 Juli 2016 ABSTRACT

J. Ind. Soc. Integ. Chem., 2014, Volume 6, Nomor 2

Profesionalisme Guru/ Dosen Sains PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PROBLEM SOLVING PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Confirmatory Factor Analysis

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUGMENTED REALITY PENGENALAN KOMPONEN SISTEM KENDALI ELEKTROMAGNETIK

PENGEMBANGAN BUTIR SOAL TES UNTUK MENGUKUR KETERCAPAIAN SCIENCE PROCESS SKILL PESERTA DIDIK SMP KELAS VII POKOK BAHASAN KALOR DAN PERPINDAHANNYA

Kata Kunci: mobile learning berbasis android, hasil belajar ranah kognitif, minat belajar

BIOEDUKASI Jurnal Pendidikan Biologi e ISSN Universitas Muhammadiyah Metro p ISSN

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERORIENTASI PENGEMBANGAN KECERDASAN MAJEMUK SISWA PADA KONSEP SEL KELAS XI SMA

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA MATERI GARIS DAN SUDUT KELAS VII

Ely Mariana Prodi PGSD, Universitas Quality

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KARAKTER DENGAN COOPERATIVE LEARNING

i Universitas Kristen Maranatha

PENGEMBANGAN ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN MENGAJAR DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU DAN PENDEKATAN SAINTIFIK DI SD

ISSN: X 1 PENGEMBANGAN MODUL TRIGONOMETRI BERCIRIKAN OPEN-ENDED PROBLEM

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-BOOK INTERAKTIF BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

Transkripsi:

JPPIPA, Vol.1 No.1 2016 Jurnal Penelitian Pendidikan IPA http://journal.unesa.ac.id/index.php/jppipa PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN OTENTIK: VALIDITAS TEORITIS DAN KEPRAKTISAN Oleh: Siti Nurul H. 1, Wahyu Budi Sabtiawan 2, Hasan Subekti 3 1,2,3 Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya Abstrak Tujuan penelitian adalah melihat validitas penilaian otentik yang telah dikembangkan baik teoritis maupun empiris. Subyek penelitian ini adalah penilaian otentik yang telah dikembangkan. Penelitian yang telah dilakukan menggunakan desain penelitian R & D (Research and Development). Instrumen penilaian yang dikembangkan adalah rubrik penilaian project report dan presentasi. Penilaian yang telah dikambangkan diuji kelayakannya berdasarkan validitas teoritis dan empirisnya. Validitas teoritis diukur berdasarkan perspektif dari pakar, sedangkan kepraktisan dievaluasi berdasarkan pendapat mahasiswa terhadap penerapan penilaian tersebut. Hasil yang ditunjukkan penelitian ini adalah instrumen yang telah dikembangkan layak untuk diterapkan berdasarkan hasil validasi kepada pakar dan respon Penilaian yang telah dikembangkan berada pada kategori sangat baik dan baik. Setiap item penilaian memperoleh skor 3 dan 4. Analisis kepraktisan yang digambarkan melalui hasil uji coba terbatas dan respon mahasiswa, menunjukkan bahwa mahasiswa memberikan respon positif terhadap penerapan penilaian tersebut, meskipun ada beberapa bagian dari rubrik penilaian perlu untuk direvisi lebih lanjut. Kata Kunci: Penilaian otentik, validitas teoritis, validitas empiris. Abstract The purpose of research is to evaluate the validity of authentic assessment that has been developed both theoretically and empirically. The subjects of this study is authentic assessments that have been developed. Research that has been conducted using research design R & D (Research and Development). Assessment instrument developed is an assessment rubric project report and presentation. Dikambangkan assessment that has been tested for feasibility based on theoretical and empirical validity. Validity measured by the theoretical perspectives of experts, while practicality is evaluated based on student opinion on the application of such assessments. The results of this study demonstrated is an instrument that has been developed feasible to implement based on the results of validation to the expert and student response. Ratings have been developed that are in the category of "very good" and "good". Each item ratings obtained a score of 3 and 4. Analysis of practicality which is illustrated by the results of limited testing and student responses, showed that students responded positively to the implementation of the assessment, although there are some parts of the assessment rubric needs to be revised further. Keywords: Authentic assessment, theoretical validity, empirical validity. 2016 Universitas Negeri Surabaya 2 Alamat Korespondensi: Jurusan IPA FMIPA Universitas Negeri Surabaya Gedung C12 Kampus Ketintang E-mail: wahyusabtiawan@unesa.ac.id ISSN: 2527-7537

PENDAHULUAN Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) pasal 1 ayat 2 yang berbunyi capaian pembelajaran adalah kemampuan yang diperoleh melalui internalisasi pengetahuan, sikap, keterampilan, kompetensi, dan akumulasi pengalaman kerja. Aspek-aspek yang masih perlu peningkatan secara signifikan adalah keterampilan, kompetensi, dan akumulasi pengalaman kerja. Boud dalam Gulikers, Bastiaens, Kirschner dan Kester (2006) menjelaskan bahwa masih banyak lulusan yang mengalami kesulitan jika sudah dihadapkan pada situasi nyata di lapangan. Hal ini mengindikasikan adanya gap antara apa dinilai pengajar dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh pembelajar ketika berada pada situasi nyata di lapangan. Hal ini dikarenakan asesmen umumnya masih dipandang sebagai assessment of learning. Dengan kata lain, asesmen hanya digunakan untuk mengukur hasil dari pembelajaran, sehingga pendidik akan cenderung untuk menggunakan asesmen tradisional. Menurut Herrington dan Herrington (2006) menyatakan bahwa asesmen tradisional (paper-pencil test) cenderung mengukur prestasi belajar mahasiswa berdasarkan item-item pertanyaan yang hanya mempunyai satu jawaban benar. Akan tetapi, asesmen seharusnya berada pada posisi assessment for learning dimana asesmen tidak hanya untuk mengukur hasil pembelajaran tetapi juga dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran (Gibbs & Simpson, 2004). Cohen (1987), Steffe dan Gale (1995) dalam Vos (2015), dan Biggs (1996) telah mengungkap bahwa ketika penilain digunakan untuk aktivitas pengajaran dan mengukur kemampuan pembelajar, pembelajar akan lebih terlibat pada pembelajaran, mempunya kinerja yang lebih baik, dan keterampilan berfikir yang lebih tinggi. Penggunaan asesmen tradisional juga terjadi ditingkat perguruan tinggi. Menurut Reeves dalam Herrington, Reeves, dan Oliver (2010), hal ini terjadi karena dua alasan. Alasan pertama dikarenakan oleh pengajar kurang mendapatkan pelatihan mengenai penggunaan strategi asesmen yang berbeda, sehingga pengajar cenderung untuk menggunakan asesmen tradisional untuk menilai hasil belajar Alasan kedua dikarenakan oleh kebijakan yang diterapkan di perguruan tinggi tersebut, sehingga kebijakan tersebut mampu membatasi inovasi pengajar yang ingin mengembangkan asesmen yang dapat meningkatkan pembelajaran. Terdapat sebuah asesmen alternatif yang mampu menjembatani gap di atas yaitu Authentic Assessment. Asesmen ini merupakan metode 2 asesmen yang menuntut mahasiswa untuk mengintegrasikan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap belajar mereka seperti yang dibutuhkan seorang profesional di dunia kerja (Gulikers dkk., 2006). Hal yang terpenting dari asesmen ini adalah karakteristik yang terkandung di dalamnya karena melalui karakteristik asesmen ini dapat dibentuk sebuah pembelajaran yang otentik. Karakteristik tersebut antara lain task, physical context, social context, assessment result or form, and criteria (Gulikers, Bastiaens, & Kirschner, 2004). Task merupakan tugas otentik yang melibatkan mahasiswa dalam aktivitas seperti pada situasi nyata dalam dunia kerja. Physical context berhubungan dengan aspek fisik seperti tempat dan waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan tugas seperti seorang profesioal. Social context merupakan aspek sosial yang juga harus terpenuhi dalam penerapan authentic assessment, misalnya dalam dunia kerja seorang profesional akan berkerja dalam tim. Assessment result or form berhubungan dengan bentuk asesmen yang digunakan, dalam hal ini adalah perfomance asessment. Criteria merupakan aspekaspek yang harus dipenuhi oleh mahasiswa selama menyelesaikan tugas, misalnya aspek-aspek dalam rubrik penilaian. Berdasarkan penjelasan mengenai karakteristik dari authentic assessment, salah satu keterampilan yang dapat dikembangkang melalui pembelajaran yang terbentuk berdasarkan karakteristik penialaian ini adalah keterampilan memecahkan masalah. Keterampilan ini merupakan representasi dari aspek yang mampu menjembatani gap tersebut, sehingga mahasiswa dapat mencapai level successful performance. Dengan demikian, penelitian yang akan diusulkan adalah pengembangan penilaian otentik untuk menuntut mahasiswa mempresentasikan keterampilan pemecahan masalah mereka melalui proyek penyusunan bahan ajar. Peneliti akan menguji kelayakan penilaian otentik yang telah dikembangkan berdasarkan tingkat validitas teoritis dan empirisnya. METODE Subyek penelitian ini adalah penilaian otentik yang telah dikembangkan. Penilaian ini terdiri dari beberapa instrumen penilaian antara lain, rubrik penilaian laporan praktikum, rubric penilaian presentasi, rubrik psikomotor praktikan, dan rubrik untuk lembar observasi sikap Kelayakan dari penilaian otentik akan ditentukan berdasarkan validitas teoritis dan empirisnya. Validitas teoritis diukur berdasarkan perspektif dari pakar asesmen, sedangkan validitas empiris

dievaluasi berdasarkan kepraktisannya yang direpresentasikan dari pendapat mahasiswa terhadap penerapan penilaian tersebut. Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif kualitatif, dengan rincian berikut ini. Analisis Validitas Teoritis Hasil validasi dari ahli dihitung secara komulatif, kemudian ditentukan nilai rata-ratanya. Tingkat validitas instrumen kemudian ditentukan menggunakan skor yang hasil perhitungan tersebut. Setelah itu, skor dikategorikan menggunakan kriteria yang dirujuk dari Ratuman dan Laurens (2006). Analisis Validitas Empiris Validitas empiris akan dievaluasi berdasarkan opini Dengan kata lain, pada tahap analisis ini akan dilakukan penarikan kesimpulan yang didasarkan atas uji coba terbatas dan respon mahasiswa berdasarkan hasil wawancara. Teknik yang digunakan pada wawancara adalah semistructured interview, dimana interviewee akan dibagi menjadi tiga kelopok. Kelompok pertama adalah mahasiswa memiliki tingkat keterampilan pemecahan masalah yang tinggi. Kelompok kedua adalah mahasiswa dengan tingkat keterampilan pemecahan masalah sedang. Kelompok ketiga adalah mahasiswa dengan tingkat keterampilan pemecahan masalah rendah. Wawancara digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang respon mahasiswa terhadap penilaian yang dikembangkan. Selama wawancara diasumsikan bahwa mahasiswa menjawab dengan jujur dan tanggung jawab. HASIL DAN PEMBAHASAN Validasi Teoritis Validasi instrumen dilakukan oleh dua ahli yang merupakan dosen pengampu mata kuliah asesmen di Prodi S1-Pendidikan IPA. Hasil validasi disajikan berikut ini. Validasi keotentikan penilaian Tingkat keotentikan penilaian dilihat berdasarkan lima aspek, yaitu task, physical context, social context, dan critera Tabel 1. Hasil Validasi mengenai Keotentikan Penilaian Aspek Skor V1 V2 Kriteria Task: Mahasiswa diberikan tugas otentik. baik Physical context: Pembelajaran dilakukan di Laboratorium. baik Social context: Mahasiswa dituntut mengerjakan tugas dalam tim. baik Assessment result/form: Penilaian dititikberatkan pada baik kinerja Criteria: Kriteria penilaian telah dideskripsikan dengan rubrik baik Ket: V1=Validator 1; V2=Validator 2 Berdasarkan hasil validasi pada Tabel 1 dapat dikatakan bahwa penilaian yang telah dikembangkan merupakan penilaian otentik karena sudah memenuhi lima kriteria keotentikan (Gulikers dkk., 2004) meliputi task, physical conext, social context, assessment result/form, dan criteria. 3 Validasi Rubrik Penilaian Validasi rubrik penilaian ini meliputi validasi untuk rubrik penilaian sikap, laporan praktikum, presentasi, dan psikomotor untuk praktikan. Hasil validasi untuk semua rubrik tersebut disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Validasi Rubrik Penilaian Rubrik Aspek Skor Rata-rata Level V1 V2 Penilaian Sikap Kriteria penilaian sesuai dengan tujuan pembelajaran. Kriteria penilaian sesuai dengan aspek sikap yang dipilih.

Kriteria untuk level pencapaian Laporan Praktikum Kriteria penilaian sesuai dengan tujuan pembelajaran. Komponen penilaian memenuhi semua aspek yang dibutuhkan oleh laporan praktikum. Kriteria untuk level pencapaian Presentasi Kriteria penilaian sesuai dengan tujuan pembelajaran. Komponen penilaian memenuhi semua aspek yang dibutuhkan oleh rubrik presentasi. Kriteria untuk level pencapaian Psikomotor untuk Kriteria penilaian sesuai dengan Praktikan tujuan pembelajaran. Komponen penilaian memenuhi semua aspek yang dibutuhkan oleh rubrik psikomotor untuk praktikan. Kriteria untuk level pencapaian Ket: V1=Validator 1; V2=Validator 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 Berdasarkan data yang disajikan pada Tabel 2, rubrik-rubrik yang telah dikembangkan adalah valid dan dapat diterapkan dengan tingkat pencapaian validasi sangat baik dan baik Meskipun demikian, ada masukan dari validator yang tuliskan pada Tabel 3. Sebelum Validasi Pada rubrik sikap (lembar observasi sikap) istilah untuk kelompok sangat bervariasi yaitu group dan Tabel 3. Masukan dari Validator Setelah Validasi 4 Dipilih istilah kelompok untuk konsistensi penulisan pada lembar observasi sikap.

tim. Sebaiknya ditentukan secara konsisten penggunaan istilahnya. Validasi Empiris Setelah instrumen dikatakan valid, maka perlu dilakukan evaluasi mengenai kepraktisan instrumen. Terdapat beberapa cara untuk mengevaluasi kepraktisan sebuah instrumen. Salah satunya adalah melakukan evaluasi melalui respon Hasil respon mahasiswa yang diperoleh dari hasil wawancara disajikan pada Tabel 4. Pertanyaan Bagaimana menurut Anda penilaian yang diterapkan dalam pembelajaran ini? Tabel 4. Respon Mahasiswa Respon Mahasiswa Mahasiswa 1 Mahasiswa 2 Mahasiswa 3 Penilaiannya sudah bagus... Kriteria penilaian jelas dan semua aspek dinilai Penilaian yang diterapkan sesuai dengan apa yang ingin dicapai pada pembelajaran... penilaian yang diterapkan menggabungkan antara penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan... Setiap aspek dinilai dan bisa dipertanggungjawabka n karena kriterianya sudah jelas... Jelaskan efek positif dan neg atif menggunakan penilaian ini! Bagaimana menurut Anda, jika penilaian ini diterapkan pada pembelajaran ke depan? Efek positifnya adalah penilaian menjadi jelas. Efek negatifnya tidak ada Perlu untuk diterapkan ke depannya dan masih ada kriteria yang perlu direvisi yaitu kriteria penyajian hasil praktikum pada rubrik untuk laporan praktikum Efek positif: Lebih mudah mencapai target. Efek negatif: terlalu detail, sehingga nilai mahasiswa bisa cenderung kecil. setuju jika diterapkan ke depannya. Efek positif: Nilai yang diperoleh presisi. Efek negatif: tidak ada... penilaian seperti ini bisa membuat mahasiswa lebih termotivasi karena semua aspek dihargai dan diperhitungkan. Berdasarkan respon mahasiswa yang disajikan pada Tabel 4 penilaian yang dikembangkan memenuhi aspek kepraktisan dimana mahasiswa yang bertindak sebagai interviewee memberikan respon positif terhadap semua pertanyaan yang diajukan kepada mereka. Terdapat beberapa dari pernyataan mahasiswa yang perlu diperhatikan yaitu perlu adanya revisi kriteria pada rubrik untuk laporan praktikum, setuju untuk diterapkan, dan penilaian yang telah dikembangkan menghargai dan memperhitungkan integrase penilaian aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Instrumen penilaian yang dikembangkan telah memenuhi unsur otentik dan layak untuk diterapkan berdasarkan hasil validasi pakar (valid dengan revisi). Berdasarkan validasi empiris yang dievalusi melalui respon mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa memandang instrumen penilaian ini perlu diterapkan kedepannya, meskipun ada beberapa bagian dari rubrik penilaian perlu untuk direvisi lebih lanjut. 5

Saran Hal yang perlu diperhatikan pada instrumen penilaian yang telah dikembangkan adalah kriteria pada masing-masing aspek dari setiap rubrik. Dengan demikian, Saran dari peneliti adalah pengguna harus lebih memperhatikan kriteria dari aspek ke-5 (penyajian hasil praktikum) pada rubrik laporan praktikum dan aspek ke-3 (visualisasi) pada rubrik presentasi karena masih kurang operasional. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi reliabilitas dari instrumen yang dikembangkan, sehingga terpenuhi aspek valid dan reliabel. DAFTAR PUSTAKA Biggs, J. B. 1996. Enhancing Teaching Through Constructive Alignment. Higher Education, 32, 347-364. Cohen, S. A. 1987. Instructional Alignment: Searching for Magic Bullet. Educational Research, 16(8), 16-20. Gibbs, G., & Simpson, C. 2004. Condition under which assessment supports students learning. Learning and Teaching in Higher Education, Issue 1. Gulikers, J.T.M., Bastiaens, T.J., Kirschner, P.A. 2004. A five-dimensional framework for authentic assessment. Educational Technology Research and Development, Vol. 52 No. 3, pp. 67-86. Gulikers, J.T.M., Bastiaens, T.J., Kirschener, P.A., & Kester, L. 2006. Relations between student perceptions of assessment authenticity, study approaches and learning outcome. Studies in Educational Evaluation, Vol. 32, pp. 381 400. Herrington, A., & Herrington, J. 2006. What is an authentic learning environment?. In T. Herrington and J. Herrington (Ed). Authentic learning environment in higher education, 48-60. Hersey, USA: Information Science Publishing. Herrington, J. & Herrington, A. 1998. Authentic assessment and multimedia: How university students respond to a model of authentic assessment. Higher Education Research & Development, Vol. 17 No. 3, pp. 305-322. Herrington, J., Reeves, T.C., & Oliver, R. 2010. A guide to authentic e-learning. UK: Routledge. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) pasal 1 ayat 2. Vos, L. 2015. Simulation Games in Business and Marketing Education: How Educators Assess Student Learning for Simulations. The International Journal of Management Education, 13, 57-74. 6