BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi yang berkembang pesat saat ini merupakan efek dari kebutuhan manusia yang semakin meningkat, salah satunya yakni teknologi inspeksi. Teknologi inspeksi ini merupakan proses yang sistematik dan independen untuk memperoleh bukti inspeksi dan mengevaluasinya secara obyektif untuk menentukan sampai sejauh mana kriteria inspeksi dipenuhi. Pemeriksaan sistem yang digunakan untuk pengendalian bahan baku, pengolahan, dan distribusinya, termasuk uji produk baik yang dalam proses maupun produk akhirnya, untuk memverifikasi bahwa hal-hal tersebut sesuai dengan persyaratan. Aktivitas untuk menguji produk, komponen, perakitan, material yang akan diproses, agar sesuai dengan spesifikasi desain. Berbagai tahap inspeksi telah dikembangkan mulai dari metode yang bersifat Destructive Testing maupun Non-Destructive Testing. Metode Destructive Testing ini adalah pengujian dengan merusak, pengujian ini dilakukan dengan cara merusak objek secara kontak langsung dengan cara penekanan sampai objek tersebut rusak, tujuan dari pengujian ini untuk memperoleh kekuatan dan sifat mekanik dari bahan. Tetapi dengan perusakan objek yang akan diteliti tentu akan merugikan jika objek tersebut adalah elemen penting dari suatu sistem. Sedangkan metode Non-Destructive Testing ini adalah pengujian tanpa merusak objek secara kontak langsung, pengujian ini mampu mengetahui kondisi, kualitas, ketahanan suatu objek tanpa merusaknya terlebih dahulu. Seiring dari berkembangnya teknologi, maka pengujian Non-Destructive Testing adalah suatu pilihan yang harus diambil. Secara umum Non-Destructive Testing ada beberapa metode yaitu metode visual testing, ultrasonic, radiography, liquid penetrant, magnetic, optic, electromagnetic, dan lain-lain.
Pada berbagai macam metode di atas memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, salah satu metode yang akan diteliti dalam topik tugas akhir ini menggunakan metode electromagnetic yang merupakan salah satu metode pada Eddy Current Testing. Eddy Current Testing adalah bagian Non-Destructive Testing yang paling banyak digunakan dalam pengujian pada objek. Prinsip Eddy Current Testing ini didasarkan adanya interaksi antara sumber medan magnet dengan objek yang diuji. Eddy Current Testing ini dapat mendeteksi cacat, retak, lubang dalam berbagai macam objek yang bersifat ferromagnetic[1]. Kelebihan dari metoda Eddy Current Testing ini yakni memiliki sensitivitas yang sangat tinggi dalam pengujiannya dan pengujian dapat dilakukan tanpa merusak objek uji. Namun metoda Eddy Current Testing juga memiliki beberapa kekurangan yakni ECT hanya dapat mendeteksi material yang bersifat konduktif dan memiliki kedalaman penetrasinya terbatas[1]. Dengan adanya kekurangan dari ECT juga menjadi motivasi untuk dapat memperbaiki persoalan sensitivitas pengukuran potensial yang diperoleh dengan metode induksi medan magnet (ECT). Dalam penelitian tugas akhir ini, objek uji yang digunakan adalah ferromagnetic dan non-ferromagnetic. Banyak penelitian metode induksi medan magnet yang menggunakan objek uji dari bahan ferromagnetic. Dan dengan memilih menggunakan objek non-ferromagnetic ini memiliki tujuan untuk membandingkan hasil pengujian yang didapatkan dari objek non-ferromagnetic terhadap objek ferromagnetic. Sudah diketahui bahan non-ferromagnetic merupakan bahan yang mempunyai sifat kemagnetan yang rendah. Alasan menggunakan bahan non-ferromagnetic merupakan tantangan yang akan dihadapi dalam penelitian tugas akhir ini. Oleh karena itu penelitian tugas akhir ini akan membandingkan tentang penginduksian medan magnet yang dilakukan pada objek uji non-ferromagnetic dengan objek ferromagnetic yang dihadapkan pada persoalan kecilnya arus induksi (eddy current) yang terjadi pada bahan.
1.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang tersebut, adapun rumusan masalah yang akan dihadapi dalam proses penelitian metode (ECT) ini, yaitu: 1. Bagaimana merancang konfigurasi koil yang dapat diatur secara manual untuk pengujian induksi medan magnet? 2. Bagaimana hasil induksi medan magnet dari setiap konfigurasi yang sudah diperoleh pada objek berbahan ferromagnetic dengan objek berbahan nonferromagnetic? 1.3 Batasan Masalah Berkaitan dengan rumusan masalah di atas, maka diperlukan batasan masalah dalam penelitian tugas akhir ini, yaitu: 1. Objek yang dipilih untuk diidentifikasikan terdiri dari satu bahan ferromagnetic dan dua buah bahan non-ferromagnetic. 2. Pemodelan sistem ECT yang dilakukan dibatasi pada parameter fisis sistem induksi berupa jarak induksi, frekuensi sumber, dan jumlah lilitan koil. 3. Bentuk anomali bahan dipilih berupa lubang dalam bahan yang diasumsikan homogen. 4. Perancangan alat eksperimen dalam skala laboratorium. 1.4 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian tugas akhir ini yang ingin dicapai, meliputi: 1. Mendapatkan hasil induksi terbaik dari kedua konfigurasi koil pada bahan ferromagnetic dan non-ferromagnetic. 2. Mendapatkan hasil induksi pada objek homogen dari kedua konfigurasi koil dan dibandingkan dengan objek anomali.
1.5 Metode Penelitian Penyelesaian tugas akhir ini dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu: 1. Studi Literature Memahami dasar teori sebagai pendukung yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini seperti jurnal, buku, paper, e-books, atau referensi lain yang berkaitan dengan materi tugas akhir ini. 2. Studi Lapangan Proses pembelajaran dengan cara konsultasi dilakukan dengan dosen pembimbing akademik, dosen pembimbing non-akademik, dan temanteman. 3. Observasi Melakukan observasi mengenai komponen apa saja yang diperlukan sebagai pendukung pengerjaan rancangan dan spesifikasi yang ditentukan. 4. Perancangan Sistem Pada tahap ini dilakukan proses perancangan 2 macam konfigurasi koil dengan parameter yang diatur secara manual. 5. Pengukuran dan Pengambilan Data Melakukan pengukuran dan pengambilan data yang dilakukan secara manual dengan menggunakan function generator dan osiloskop. 6. Pengolahan data Pada tahap ini dilakukan pengolahan data untuk ditampilkan dalam kurva 2D dengan menggunakan Microsoft Excel. 7. Analisis Data Pada tahap ini dilakukan analisis kurva untuk membandingkan hasil yang didapat dari pengolahan data. 8. Penyusunan Laporan Menyusun laporan berdasarkan tahap-tahap yang sudah dilakukan.
1.6 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan proposal tugas akhir ini terdiri dari beberapa bab, meliputi: BAB 1 PENDAHULUAN Pada bab pendahuluan, dijelaskan mengenai hal yang melatarbelakangi pemilihan topik tugas akhir, rumusan masalah yang dibahas pada penelitian tugas akhir, pembatasan masalah, tujuan penelitian, metodelogi penelitian, serta sistematika penulisan proposal tugas akhir. BAB 2 DASAR TEORI Pada bab ini dibahas mengenai dasar teori yang mendukung dan mendasari penulisan tugas akhir. BAB 3 METODELOGI PENELITIAN Pada bab metodologi penelitian ini akan dijelaskan mengenai metode yang digunakan dan perancangan sistem kerja yang dibuat pada penyusunan tugas akhir ini. BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab hasil dan pembahasan ini akan menjelaskan tentang hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh dari hasil percobaan yang telah dirancang. BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini memaparkan kesimpulan berdasarkan hasil yang didapat dan saran-saran untuk pengembangan tugas akhir selanjutnya.