BAB III ANALISIS REPERTOAR

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. beliau ciptakan, seperti halnya lagu Tuhan adalah kekuatanku yang diciptakan

BAB I PENDAHULUAN. 2000), hal.2. 1 Emanuel Gerit Singgih, Berteologi dalam Konteks (Jakarta: BPK Gunung Mulia,

BAB III ANALISIS KOMPOSISI

BAB III ANALISIS KOMPOSISI

BAB III ANALISIS REPERTOAR

BAB III ANALISIS KOMPOSISI

BAB III ANALISIS KOMPOSISI

BAB III ANALISIS KOMPOSISI

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat GIDEON Kelapadua Depok TATA IBADAH MINGGU 18 Juni 2017

Unsur Musik. Irama. Beat Birama Tempo

BAB IV ANALISIS ALAT MUSIK DAN TARIAN

BAB III ANALISIS KARYA

GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (GPIB) TATA IBADAH Hari Kenaikan Tuhan Yesus Ke Sorga. Kamis, 10 Mei 2018

1) Hai mari sembah Yang Mahabesar, nyanyikan syukur dengan bergemar. Perisai umat-nya Yang Maha Esa, mulia nama-nya, takhta-nya megah!

BAB III ANALISIS KOMPOSISI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III ANALISIS KOMPOSISI

BAB III ANALISIS KOMPOSISI

(Penggalan frase 1, frase 2 dan frase 3 pada bagian A)

BAB III ANALISIS KOMPOSISI

TATA IBADAH HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS KE SURGA

GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS KE SURGA. Kamis, 25 Mei 2017.

GKI MENGALAMI PEMBARUAN BUDI Roma 12:1-2

TATA IBADAH HARI MINGGU XII SESUDAH PENTAKOSTA

Tata Ibadah Hari Minggu

TEORI DAN PENGGUNAAN AKOR

LITURGI BULAN KELUARGA GMIT JEMAAT BET EL OESAPA TENGAH MINGGU, 01 OKTOBER 2017 TEMA: MENJADI KELUARGA YANG MENGGARAMI DAN MENERANGI

TATA IBADAH Dies Natalis STT INTIM Makasar ke 69 Tahun 2017 (Gereja Kristen Protestan di Bali) Minggu, 08 Oktober 2017

IBADAH KEBANGSAAN MINGGU, 21 Mei 2017 TERUSLAH BERBUAT BAIK, JANGAN GENTAR!

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB)

Tata Ibadah Hari Minggu

BAB III ANALISIS KOMPOSISI

TATA IBADAH TAHUN BARU Senin, 01 Januari

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB)

TATA IBADAH Minggu Adven I

A. JEMAAT BERHIMPUN TATA IBADAH MINGGU, 23 APRIL 2017 (MINGGU PASKAH II) KEBANGKITAN-NYA MENGOBARKAN KEBERANIAN DAN PENGHARAPAN

A. JEMAAT BERHIMPUN TATA IBADAH MINGGU, 30 APRIL 2017 (MINGGU PASKAH III) BERELASI DENGAN TUHAN YESUS KRISTUS

BAB II KAJIAN TEOLOGIS DAN REPERTOAR

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB)

A. JEMAAT BERHIMPUN TATA IBADAH MINGGU, 20 NOVEMBER 2016 (MINGGU KRISTUS RAJA) YESUS KRISTUS RAJA SURGAWI SEJATI

Pnt. : Biarlah orang yang takut akan TUHAN berkata:

Pnt. : Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan? J : TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan! Sela

Tema : Pembaharuan Budi Sesuai Kehendak Allah ( Roma 12 : 1 8 )

GPIB Immanuel Depok Minggu, 23 Juli 2017 TATA IBADAH HARI MINGGU VII SESUDAH PENTAKOSTA PERSIAPAN : Doa Pribadi Umat Latihan Lagu-lagu baru Doa para

Minggu, 27 Oktober 2013

Tata Ibadah Hari Minggu

Tata Ibadah Hari Minggu

Tata Ibadah Hari Minggu

A. JEMAAT BERHIMPUN TATA IBADAH MINGGU, 08 APRIL 2018 (MINGGU PASKAH II - PUTIH) KOMUNITAS YANG DIPULIHKAN DAN DIUTUS

TATA IBADAH MINGGU XX SESUDAH PENTAKOSTA Minggu, 22 Oktober

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB)

LITURGI MINGGU GEREJA KRISTEN INDONESIA JATIMURNI MINGGU, 23 JULI 2017 Tema: ALLAH SANG PENYABAR JEMAAT BERHIMPUN

Berdiri. 2. NYANYIAN JEMAAT Alangkah Baik dan Indahnya KMM 81:1-3. (prosesi Alkitab simbol Firman Allah yang siap untuk diberitakan)

BAB III ANALISIS KOMPOSISI

TATA IBADAH MODEL D. TEMA Menaati 10 Perintah Allah Sebagai Ibadah (8): "JANGAN MENCURI" Keluaran 20:15; Imamat 19:11

MENGHADAP TUHAN. Prosesi Alkitab

Minggu, 21 Januari 2018 ALLAH MENYESAL. Yunus 3:1-10 PERSIAPAN T A T A I B A D A H M I N G G U G K I K E B A Y O R A N B A R U 0

MINGGU, 07 AGUSTUS 2016 Pk , 08.00, & WIB Talenta Dari Tuhan Sungguh Ajaib. Pdt. Merry R. Malau

GPIB Immanuel Depok Minggu, 18 Maret 2018

Tata Ibadah Hari Minggu

KENAIKAN YESUS : PERTUNJUKAN DAN PERUTUSAN

TATA IBADAH HARI MINGGU. Minggu Pemuliaan Kristus

TATA IBADAH PENUTUPAN BULAN PELAYANAN DAN KESAKSIAN G P I B

MENGHADAP TUHAN ' Ber - nya - nyi - lah bi - du - an m u-da - m u-di,

.. prosesi Alkitab dibawa masuk ke dalam ruang Ibadah diiringi instrumen... 1

BAB II LANDASAN TEORI

TATA IBADAH HARI MINGGU III PRAPASKAH

GPIB Immanuel Depok Minggu, 31 Januari 2016 TATA IBADAH MINGGU IV SESUDAH EPIFANI

Tata Ibadah Minggu Adven I Minggu, 27 Nopember 2016 TATA IBADAH. Minggu Adven I

BAB III ANALISIS KARYA

Kami datang kepada-mu, kami datang kepadamu Bersyukur sebulat hati, kar na kasihmu besar

A. JEMAAT BERHIMPUN TATA IBADAH MINGGU, 24 JUNI 2018 (MINGGU BIASA - HIJAU) DALAM BADAI TUHAN BERTINDAK

HARI MINGGU X SESUDAH PENTAKOSTA

SENIN, 01 JANUARI 2018 PK & WIB

TATA IBADAH HARI MINGGU. Dies Natalis STT INTIM Makassar ke-69 Tahun 2017

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB)

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang tema dan pemilihan repertoar

BAB III ANALISIS KARYA

TATA IBADAH HARI MINGGU IX SESUDAH PENTAKOSTA

Kamis, 10 Mei 2018 Pk , 08.00, & WIB Mengapa Engkau Berdiri Melihat Ke Langit?

MINGGU XiiI SESUDAH PENTAKOSTA

GPIB Immanuel Depok Minggu, 18 Oktober 2015 TATA IBADAH HARI MINGGU XXI SESUDAH PENTAKOSTA

BAB II LANDASAN TEORI

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB)

Seri Kedewasaan Kristen (2/6)

TATA IBADAH HARI MINGGU X SESUDAH PENTAKOSTA

TATA IBADAH HARI MINGGU VI SESUDAH EPIFANIA ALLAH YANG KREATIF MENJUMPAI MANUSIA YANG PUTUS ASA

TATA IBADAH HARI MINGGU & SYUKUR HUT ke-58 Pelayanan Kategorial Pelayanan Anak

Tes Teori Tambahan Pengganti Nilai Kurang pada Kegiatan Praktik

Tata Ibadah Hari Minggu

KERAMAHAN TANPA SEKAT YEREMIA 28 : 5-9; MAZMUR 89 : 1-4, 15-18; ROMA 6 : 12-23; MATIUS 10 : 40-42

Tata Ibadah Hari Minggu

TATA IBADAH PENUTUPAN KEGIATAN BULAN PELKES 25 Juni 2017

TATA IBADAH HARI MINGGU IV SESUDAH PASKAH

BAB I PENDAHULUAN. rangkaian kata-kata untuk mempertegas ritual yang dilakukan.

A. JEMAAT BERHIMPUN TATA IBADAH MINGGU, 18 JUNI 2017 (MINGGU BIASA) BERSEDIA DIPILIH DAN DIUTUS

GPIB Immanuel Depok Minggu, 15 Desember 2017 TATA IBADAH MINGGU II SESUDAH EPIFANIA

Tata Ibadah Umum I GKI Soka Salatiga Minggu,17 Juni 2018 Pukul WIB USIA INDAH JEMAAT BERHIMPUN

Tata Ibadah Hari Minggu

Transkripsi:

BAB III ANALISIS REPERTOAR A. Muliakan Tuhan Allah A.1 Analisis Struktur Syair Struktur Syair Rima Bait 1 : aa bb Bait 2 : aa bc A.2 Analisis Struktur Isi Struktur Isi Latar Belakang Syair Pokok Ajaran Berdasarkan syair bahasa Sabu Kirita Dei Bait 1 : Seruan untuk memuliakan Tuhan karena kasihnya yang besar Bait 2 : Respons umat terhadap seruan tersebut A.3 Analisis Harmonik Birama 1 8 Akor 1 dengan balikan 1 dan 2 1 5 Alto bergerak searah (kwint) terhadap sopran 20

8 Menyerupai kadens autentik karena bas ada di 5, tapi sebenarnya tetap akor 1 balikan 2 A.4 Analisis Struktur Tehnik Komposisi ini menggunakan tonalitas C mayor yang bermakna sebuah ungkapan tulus dan sederhana dari anak kepada Bapa yang dinyanyikan dengan ringan dan terang. Karakter lagu pentatonis dengan aransemen bergerak secara homofonik. Kata Tuhan pada birama 2 dan 4 diletakkan pada nada tertinggi untuk menyatakan Allah yang berada di tempat yang paling tinggi. Kata Nya pada birama 6 dan 8 diletakkan di nada do untuk mempertegas karakter tonalitas, yaitu yang awal dan yang akhir. Allah yang dimuliakan adalah yang Awal dan yang Akhir (Alfa dan Omega). Descant ditambahkan pada bait kedua sebagai penegasan atas kerinduan umat untuk datang kepada Tuhan. B. Tuhan Kasihanilah Kami B.1 Analisis Struktur Syair Struktur Syair Rima Reff. : aa aa Bait 1 : ab ab 21

Bait 2 : ab cb B.2 Analisis Struktur Isi Struktur Isi Latar Belakang Syair Permohonan Pengasihan Tuhan Pokok Ajaran 1. Kristus adalah Pengantara umat kepada Bapa. 2. Kristus adalah Tuhan yang dapat mengampuni dosa umat B.3 Analisis Struktur Musik Birama 1-39(1) Bagian A 1 5 Frasa 1 6 10 Frasa 2, sekuen dari birama 1-5 11 14 Frasa 3 15 16 Frasa 4 17 20 Pengulangan 21 22 Kadens otentik 23 38 Frasa 5 39(2) 76 Bagian B, pengulangan, bertekstur polifonik 22

B.4 Analisis Struktur Tehnik Lagu ini menuntut dinyanyikan non metrikal dan dengan penuh rasa penyesalan. Notasi birama pertama bergerak naik (3-4 - 5) melambangkan permohonan umat kepada Tuhannya. Bagian pertama dinyanyikan dalam tekstur homofonik yang melambangkan permohonan umat yang sama dalam memohon pengasihan dari Tuhan, sedangkan bagian kedua dinyanyikan dalam tekstur polifonik yang melambangkan permohonan banyak orang. Pada birama pertama hingga sepuluh sopran merupakan cantus firmus sedangkan alto, tenor, dan bas mengimitasi suara sopran di nada yang berbeda melambangkan pribadi umat yang berbeda satu dengan yang lain walaupun permohonannya sama. Birama enam hingga sepuluh merupakan sekuen dari birama pertama hingga lima yang berfungsi mempertegas permohonan. Solo pada birama tigabelas mewakili permohonan pribadi umat, sedangkan tenor dan bas bergerak berlawanan dengan sopran dan alto. Pada birama limabelas sopran dan alto bergerak turun sejauh satu terts, sedangkan tenor dan bas bergerak dalam jarak oktaf. Akhir dari bagian pertama (birama 19) alto mengimitasi pergerakan sopran (sekuen), sedangkan tenor dan bas bergerak berlawanan. Bagian kedua berstruktur polifonik yang menggambarkan permohonan orang banyak. Pada birama tigapuluhsembilan ketukan kedua hingga 23

enampuluhdelapan sopran merupakan cantus firmus, sedangkan pada birama enampuluhsembilan ketukan kedua hingga tujuhpuluhenam cantus firmus beralih ke tenor. Alto mengimitasi cantus firmus (sopran) dalam nada yang berbeda pada birama enampuluhsatu ketukan kedua hingga enampuluhdelapan sedangkan tenor dan bas mengisi harmonisasinya dengan pola ritmik yang berbeda. Alto mengimitasi cantus firmus (tenor) dalam nada yang berbeda pada birama enampuluhsembilan birama kedua hingga tujuhpuluhenam, sopran mengimitasi suara tenor (birama 62-67), sedangkan bas tetap pada nada dan pola ritmik yang sama. Dalam menyanyikan bagian kedua ini penyaji perlu tetap mempertahankan suasana permohonan pengasihan Tuhan (pengakuan dosa) walaupun menyanyikan pola ritmik yang banyak dan berbeda. C. Yesus Malole C.1 Analisis Struktur Syair Struktur Syair Rima ab ca C.2 Analisis Struktur Isi Struktur Isi 24

Latar Belakang Syair Pengakuan Kebaikan Tuhan Pokok Ajaran Umat tidak mampu membalas kasih Tuhan Syair bahasa Rote Yesus malole neu au Neu ita basa Terjemahan Bahasa Indonesia Yesus sungguh baik untukku Untuk kita semua Au tak bisa balas, Ku tak dapat membalas kebaikan Yesus susue Yesus C.3 Analisis Struktur Musik Birama 1 3(3) Frasa 1 3(4) 5(3) Frasa 2 5(4) 7(3) Frasa 3 7(4) 9 Pengulangan 9 Kadens otentik C.4 Analisa Struktur Tehnik Komposisi ini bertekstur homofonik dan dinyanyikan dengan ringan, sederhana serta penuh penghayatan. Birama pertama notasi bergerak turun (5-5 - 4-3), menggambarkan Yesuslah yang lebih dahulu mengasihi manusia. Frase pertama berakhir di tonalitas yang menggambarkan bahwa kasih Yesus diperuntukkan bagi umat secara pribadi. Birama tiga hingga lima melodi 25

bergerak naik karena kasih Yesus yang bukan saja untuk satu orang tetapi untuk semua orang. Birama lima ketuakan keempat dimulai dengan nada tertinggi (D) menggambarkan kesulitan manusia untuk membalas kasih Yesus, bahkan manusia sebenarnya tidak mampu membalasnya. Birama tujuh ketukan keempat melodi kembali bergerak turun sebagai tanda perenungan sekaligus penegasan bahwa Yesus itu sungguh baik. D. Weliku Humba berdasarkan 1 Pamalangungu 104 D.1 Analisis Struktur Syair Struktur Syair Rima Tidak beraturan D.2 Analisis Struktur Isi Struktur Isi Latar Belakang Syair Kitab Mazmur 104 Pokok Ajaran Memuji Tuhan atas semua ciptaannya Syair bahasa Sumba Wotunyawa I Miri ha hamangunggu Terjemahan bahasa Indonesia Pujilah Tuhan hai jiwaku 1 Pamalangungu adalah terjemahan bahasa Sumba dari Mazmur 26

Kanjupu danguha da paramamu, mbu ndabada nuda mbada padikamunja Wangu mbinu mangganamu Tangarya na tehiku learangu matawaiahu, dangu da dika da mabokulu da makudu Mala aruki na mangunjuna i Miri ka napadaingu lundu nunu. Mbuu ndaba da ruku limana Ka kuludunya i Miri la ngala luringgu, wangguka Betapa banyak perbuatan-mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaanmu Lihatlah laut itu, besar dan luas wilayahnya, di situ bergerak, tidak terbilang banyaknya, binatang-binatang yang kecil dan besar. Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, Biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan- Nya. Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup Ka kuludunyai Alanggu Aku hendak menyanyi bagi Allahku D.3 Analisis Struktur Musik 27

Lagu berkarakter pentatonis Sumba ini secara umum dibagi dalam 2 bagian yaitu refrain dan bait. Setiap akhir frasa selalu kembali ke nada 5. D.4 Analisis Struktur Teknik Lagu ini dinyanyikan dengan menggunakan ornamentasi cengkok Sumba serta warna suara yang terang dan agak tajam seperti gaya orang Sumba bernyanyi. Sama seperti menyanyikan Mazmur pada umumnya, lagu ini juga memiliki refrain dengan syair yang sama dan bait dengan syair yang berbeda. Refrain menggambarkan ajaran utama yang ingin disampaikan yaitu seruan untuk memuji Tuhan. Bait pertama, kedua dan ketiga merupakan alasan mengapa perlu memuji Tuhan. Bait keempat merupakan penegasan komitmen untuk memuji Tuhan seumur hidup. Melodi lagu berdasarkan lagu tradisional Sumba Timur yang berjudul Tabi Timba. E. Laudate Nomen Domini E.1 Analisis Struktur Syair Struktur Syair Rima Tidak beraturan E.2 Analisis Struktur Isi 28

Struktur Isi Latar Belakang Syair Berdasarkan kitab Mazmur 150 Pokok Ajaran Seruan untuk memuji Tuhan dengan segenap hati dan jiwa dan dengan semua alat musik yang bisa dimainkan Syair bahasa Latin Syair bahasa Indonesia dan Inggris Laudate nomen Domini, Pujilah nama Tuhan dan vos servi Domini Praise God with all your heart and soul, praise God with all your mind. Praise God with guitar, flute, and tambourine, praise God with timpani. Lift up your voice, lift up your hands, praise God the Almighty King layanilah Tuhan Pujilah Tuhan dengan segenap hati dan jiwamu Pujilah Tuhan dengan segenap akal budimu Pujilah Tuhan dengan gitar, suling, tamborin, pujilah Tuhan dengan timpani. Angkatlah suaramu, angkatlah tanganmu, pujilah Tuhan Raja yang Mahabesar. Nyanyikanlah bagi Tuhan O sing to the Lord a sebuah lagu kemenangan jubilant song, Beryanyilah hai segenap bumi O sing ye all the Earth Nyanyikanlah bagi Tuhan O sing to the Lord a sebuah lagu sukacita 29

joyful song, Declare His glory and power O clap your hands with brave, And stamp your feet with loud Kumandangkan kemuliaan dan kekuasaannya Tepuklah tanganmu dengan berani Dan hentakkan kakimu dengan keras E.3 Analisis Struktur Musik Birama 1-9(1) Bagian A, frasa 1 9(2) - 17(1) Frasa 2 17(2) - 29(1) Frasa 3 29(2) 42 Frasa 4 43 59 Bagian B, frasa 5 59(2) 67 Pengulangan 68 91 Pengulangan, modulasi jauh 1-5(1) Motif 1, cantus firmus pada sopran, alto mengimitasi 5(2) - 9(1) Sekuen motif 1 9(2) 17 Pengulangan motif, frase 2. Tenor, bas mengiringi sopran dan alto 17(2) 21 Motif kedua, CF pada sopran, 30

alto menjadi harmoninya. Tenor, bas bukan lagi pengiring tetapi menjadi polifoni kanon. 21(2) - 29(1) Motif 3, karakter sama 29(2) - 31(1) Motif 4 31(2) - 33(1) Imitasi dari motif 4, variasi pada tepukan tangan dan hentakan kaki 33(2) 41 Sekuen dari motif 3 43 85 Bas, tenor mengimitasi suara tambur 51 Sopran, alto mendaraskan Pujilah Nama Tuhan secara ritmis. 68 Transisi ke As mayor 69 77 Bagian A, semakin riuh 83 Coda. E.4 Analisis Struktur Tehnik 2 Komposisi ini dibuat berdasarkan melodi lagu etnik Rote yang berjudul Manalolo Banda. Melodi ini kemudian dikembangkan menjadi melodi baru untuk lagu 2 Seminar Lokakarya Pesparawi Nasional x di Kendari, Sulawesi Tenggara, Juli 2012oleh Agastya Rama Listya. 31

Laudate Nomen Domini. Komposisi ini menuntut untuk dinyanyikan dengan ringan dan sukacita. Banyak dinamika yang perlu diperhatikan. Komposisi diawali dengan tonalitas G Mayor, menggambarkan hasrat yang kuat untuk memuji Tuhan lalu bermodulasi naik sejauh setengah laras untuk menambah intensitas. Secara umum komposisi ini bertekstur polifonik dengan menggunakan kontramelodi dan imitasi, sementara sopran dan alto sendiri seperti halnya tenor dan bas memiliki tekstur homofonik. Ide ritmik untuk melodi tenor dan bas bersumber pada gong kayu Rote (Taibenu). F. Aku Percaya F.1 Analisis Struktur Syair Struktur Syair Rima Tidak beraturan F.2 Analisis Struktur Isi Struktur Isi Latar Belakang Syair Berdasarkan Pengakuan Iman Percaya Pokok Ajaran 1. Umat percaya kepada Allah Bapa 2. Umat percaya kepada Allah Putera 32

3. Umat percaya kepada Allah Roh 4. Umat percaya kepada Gereja 5. Umat percaya adanya pengampunan dosa 6. Umat percaya adanya kebangkitan orang mati 7. Umat percaya adanya kehidupan kekal F.3 Analisis Struktur Musik Birama 1 2 Frasa 1 3 5 Frasa 2 6 7 Frasa 3, kadens plagal (nada A hanyalah sebagai nada hias) F.4 Analisis Struktur Tehnik Komposisi ini bertekstur pentatonik. Kata Aku percaya dinyanyikan oleh solo atau soli menggambarkan pribadi yang sedang mengakui imannya, lalu disambut oleh umat yang menggambarkan bahwa pengakuan itu merupakan pengakuan bersama. Sama seperti Pengakuan Iman Rasuli, komposisi ini juga menyatakan tujuh pokok 33

kepercayaan Kristen. Bentuk pengakuan bersana disajikan melalui penggunaan unison. Pola iringan gitar bersifat sederhana dan tidak dominan. G. Au Tungga Lama Tuak G.1 Analisis Struktur Syair Struktur Syair Rima aab cab G.2 Analisis Struktur Isi Struktur Isi Latar Belakang Syair Berdasarkan kitab 1 Petrus 2:21 Pokok Ajaran Komitmen untuk setia mengikuti Yesus Syair bahasa Rote Au tungga lama Tuak Losa donna neu Neu mae so sodak Do dale hedis Syair bahasa Indonesia Saya mau ikut Tuhan Sampai selama-lamanya Meskipun saya susah Menderita dalam dunia G.3 Analisis Struktur Musik Birama 34

1-14 Bagian 1 1-2 Motif 1 3-6 Sekuen 7-8 Subito piano pada nada c4 menggambarkan perjuangan yang dialami umat tatkala mengikut Tuhan pada saat susah. 10 Dinamika forte menggambarkan keinginan yang kuat untuk tetap mengikut Tuhan. 15-29 Bagian kedua bertekstur polifonik G.4 Analisis Struktur Tehnik Tonalitas Es mayor menggambarkan kasih dan kesetiaan untuk mengikut Tuhan. Bait 1 bertekstur homofonik sebagai penegas komitmen mengikut Tuhan., bait 2 polifoni kanon menggambarkan semakin banyak orang yang mengikut Tuhan. Lagu ini dinyanyikan dengan sukacita. 35