MODUL AKUNTANSI SMA KELAS X JULIA INDAH P.S Seri Pengembangan Bahan Ajar Pendekatan Saintifik
PENGANTAR DAN TUJUAN MODUL Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia- Nya sehingga penyusunan modul Ekonomi dengan kompetensi dasar memahami konsep uang dan perbankan dapat diselesaikan dengan baik. Mengembangkan bahan ajar yang lebih baik, merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan daya serap siswa dalam pemahaman pembelajaran ekonomi yang lebih menekankan pada kemampuan mengaplikasikan konsep dasar ekonomi untuk menciptakan siklus perekonomian yang baik. Modul merupakan salah satu bahan ajar yang dapat dikembangkan. Modul yang dikembangkan dalam buku ini adalah modul berbasis pembelajaran saintifik untuk meningkatan kemampuan siswa dalam proses pembelajaran ekonomi pada peserta didik SMA program peminatan IPS berisikan kegiatan-kegiatan pembelajaran yang mengacu pada pendekatan saintifik. Modul dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan. Modul ini menggiring pembelajaran yang berpusat pada siswa dan mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berpikir siswa untuk meningkatkan kemampuan aplikatif dan mencipta siswa dalam proses pembelajaran ekonomi pada peserta didik SMA program peminatan IPS. Penyusun berharap dengan tersusun dan diterapkanya modul ini dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam proses pembelajaran serta dapat dikembangkan lebih lanjut dalam aplikasinya. Surakarta, 23 April 2016 Penyusun
UCAPAN TERIMA KASIH Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-nya sehingga penyusunan modul ini berjalan lancar dan terselesaikan dengan baik. Banyak hambatan yang menimbulkan kesulitan dalam menyelesaikan modul ini namun berkat bantuan serta dorongan dari berbagai pihak akhirnya hambatan yang timbul dapat teratasi, oleh karena itu pada kesempatan ini penyusun ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Ibu Dra. Titik Asmawati, Selaku Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Muhammdiyah Surakarta. 2. Agus Susilo, Selaku Dosen Pengampu yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan arahan dalam penyusunan modul ini. 3. Rekan-rekan kelas E yang selalu memberi semangat serta dukungan untuk menyelesaikan modul ini. 4. Semua pihak yang telah membatu penyelesaian ini yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
DAFTAR ISI Pengantar dan Tujuan Modul.... i Ucapan Terima Kasih.... ii Daftar Isi... iii BAGIAN I Kompetensi Dasar : Mendiskripsikan dan Menerapkan Teori Uang dan Perbankan.... 1 Indikator Pertemuan Pertama.... 1 Tujuan Pembelajaran Pertemuan Pertama.... 1 Definisi Uang.... 2 Teori Nilai Uang.... 2 Permintaan Uang.... 4 Penawaran Uang... 5 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran Uang/Jumlah Uang Beredar.... 6 Rangkuman.... 7 Kesimpulan Proses Pelajaran.... 8 Refleksi Pelajaran... 8 Lembar Evaluasi Pelajaran.... 9 BAGIAN II Kompetensi Dasar : Membedakan Peran Bank Umum dan Bank Sentral serta Mendeskripsikan Kebijakan Pemerintah di Bidang Moneter.... 12 Indikator Pertemuan Kedua... 12
Tujuan Pembelajaran Pertemuan Kedua.... 12 Pengertian Bank.... 13 Pembagian Bank... 13 Bank Indonesia... 14 Bank Umum.... 16 Kebijakan Moneter... 17 Rangkuman.... 18 Kesimpulan Proses Pelajaran.... 18 Refleksi Pelajaran... 19 Lembar Evaluasi Pelajaran... 19
PENGETAHUAN Bank Indonesia mengeluarkan dan mengedarkan uang kertas pecahan Rp 100.000,00 dan Rp 20.000,00 tahun emisi 2004 mulai 29 Desember 2004. Sementara itu uang pecahan lama dengan dominasi sama dinyatakan tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Kompetensi Dasar : Mendiskripsikan dan Menerapkan Teori Uang dan Perbankan Indikator Pertemuan Pertama : 1. Menjelaskan konsep permintaan dan penawaran uang Tujuan Pembelajaran Pertemuan Pertama : 1. Siswa mampu menjelaskan konsep permintaan dan penawaran uang Ketika itu gubernur bank Indonesia, Burhanudin menambahkan bahwa penerbitan uang kertas baru bertujuan untuk menstandarisasi ukuran uang kertas, meningkatkan kualitas pengamanan yang mudah dan cepat dikenali masyarakat, mengantisipasi perkembangan teknologi pengamanan uang yang mutakhir dan meminimalisir potensi pemalsuan uang. Dan untuk pertama kalinya pihak BI mengakomodir keinginan kaum tuna netra Indonesia dengan menggunakan Blind Code pada uang pecahan kertas yang baru. Adapun ciri khas uang kertas baru ini adalah adanya ukuran benang pengaman yang lebih besar seperti dianyam serta nomer seri yang berjenis teleskopik dan tidak simetris. Pada awal pengedarannya, Bank Indonesia mengedarkan pecahan Rp 100.000,00 sebanyak 368 juta lembar dan uang pecahan Rp 20.000,00 sebanyak 386 juta lembar.
A. Amati materi yang di paparkan di bawah ini, kemudian temukan permasalahan yang dapat ditanyakan atau didiskusikan! Permintaan dan Penawaran Uang 1. Definisi Uang Pada prinsipnya uang timbul karena tuntutan kemudahan dalam mengadakan transaksi dengan pihak lain. Sebelum adanya uang, seseorang dalam melakukan transaksi menggunakan sistem barter, yaitu tukar menukar barang antara dua orang yang saling membutuhkan. Dari uraian tersebut menunjukkan bahwa uang adalah suatu benda yang diakui masyarakat/negara untuk dijadikan sebagai perantara dalam melakukan pertukaran barang/jasa. 2. Teori Nilai Uang a. Teori Kuantitas Uang (Quantity Theory) Teori ini dikemukakan oleh Irving Fisher yang termuat dalam bukunya yang berjudul The Purchasing Power of Money (teori daya beli uang). Pada hakikatnya Perubahan jumlah uang beredar akan menimbulkan perubahan harga barang pada umumnya. Menurut Irving Fisher, untuk mengetahui jumlah uang beredar dengan tingkat-tingkat harga umum yang berkaitan dengan daya beli uang.
M.V = P.T Keterangan: M = Money (jumlah uang beredar) V = Velocity circulation of money (kecepatan peredaran uang) P = Price (tingkat harga-harga umum) T = Volume of trade (volume perdagangan) b. Teori Persediaan Kas (Cash Balance Theory) Teori ini dicetuskan oleh Alfred Marshal dari Cambridge yang sering juga disebut dengan teori sisa tunai. Pada prinsipnya teori ini merupakan pengembangan dari teori kuantitas Irving Fisher. Dalam teori ini dinyatakan bahwa tinggi rendahnya nilai uang tergantung dari jumlah uang yang di tahan/disimpan masyarakat untuk persediaan kas. Dan persediaan kas masyarakat akan sangat tergantung pada jumlah pendapatan yang diterima dan tingkat suku bunga yang berlaku di pasar. M = k. P. Y Keterangan: M = Money (jumlah uang beredar) k = Koefisien (keinginan untuk menahan uang sebagai persediaan kas) p = Tingkat harga-harga umum Y = Income (pendapatan)
3. Permintaan Uang Konsep permintaan uang pada dasarnya memiliki arti sebagai suatu keinginan masyarakat untuk mewujudkan bagian tertentu dari pendapatannya dalam bentuk uang kas. Kemampuan uang sebagai alat tukar terhadap suatu barang dapat memberikan gambaran yang luas terhadap arus peredaran uang dalam masyarakat, yang mana arus peredaran uang merupakan kunci dari kelancaran suatu kegiatan ekonomi. Permintaan uang merupakan bidang yang paling banyak dibicarakan dalam ekonomi moneter. Teori ini dikemukakan oleh JM Keynes yang menyatakan bahwa hasrat/motif orang memiliki uang tunai (liquidity preference) karena didorong oleh tiga motif, yaitu: a. Motif untuk bertransaksi Seseorang memiliki uang tunai karena untuk mempermudah dalam membiayai konsumsi sehari-hari. b. Motif Berjaga-jaga Uang disimpan seseorang karena untuk membiayai keadaan darurat, misal ketika ada kondisi yang sifatnya mendadak (sakit). c. Motif Spekulasi Motif seseorang memiliki uang tunai adalah untuk memperoleh keuntungan, misalkan orang memiliki uang supaya dapat membeli surat berharga karena harganya rendah dan berdasarkan ramalan harganya akan naik di kemudian hari. Secara sistematis nilai uang dapat dirumuskan sebagai berikut: M. Vy = Py. Ty Keterangan: M = Jumlah uang beredar Vy = Kecepatan peredaran uang dari pendapatan Py = Harga barang Ty = Barang yang diperdagangkan
Jadi pada dasarnya Permintaan uang yang oleh Keynes disebutkan sebagai Liquidity Preference besar kecilnya tergantung dari tingkat suku bunga. Bila kita gambarkan dalam sebuah kurva maka permintaan akan uang memiliki hubungan negatif dengan tingkat bunga. Artinya Bahwa makin tinggi tingkat bunga yang terjadi maka keinginan masyarakat akan uang kas makin rendah dan sebaliknya makin rendah tingkat bunga maka makin tinggi pula keinginan masyarakat memegang uang kas. 4. Penawaran Uang Penawaran uang tidak lepas dari pengertian Uang dalam Peredaran dan Uang beredar. Uang dalam peredaran adalah seluruh jumlah mata uang yang telah dikeluarkan dan diedarkan oleh bank sentral, baik itu uang logam maupun uang kertas. Sedangkan Uang Beredar adalah semua jenis uang yang ada dalam perekonomian termasuk di dalamnya jumlah mata uang dalam peredaran ditambah dengan uang giral yang ada di bank-bank umum. Konsep penawaran uang besar kecilnya dipengaruhi oleh penguasa moneter atau dengan kata lain penawaran uang tidak dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Meskipun demikian masyarakat dapat juga mempengaruhi tingkat penawaran uang melalui perilakunya dalam menentukan jenis atau bentuk kekayaan yang diinginkan. Bank sentral sebagai lembaga pemegang otoritas moneter memiliki wewenang untuk menciptakan uang sebagai alat pembayaran yang sah. Dengan kata lain konsep penawaran uang lebih ditekankan pada usaha bank sentral untuk menjamin kelancaran sirkulasi jumlah uang beredar di masyarakat agar lebih efisien. Untuk memenuhi tujuan tersebut bank sentral melakukan 2 (dua) hal yaitu: a. Menciptakan Uang Kas Dengan harapan apabila kebutuhan akan uang kas dari masyarakat meningkat bank dapat memenuhinya. Untuk memenuhi kekurangan ini bank mengambil cadangannya pada bank sentral, sehingga dengan demikian lalu lintas pembayaran di dalam masyarakat tidak terganggu. b. Melakukan Clearing antar Bank Umum Yaitu proses penyelesaian pembayaran antar bank atas besarnya tagihan yang dimiliki masing-masing, dengan demikian proses lalu lintas pembayaran antar bank menjadi lebih cepat.
5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran Uang/Jumlah Uang Beredar a. Bank Sentral Sebagai lembaga yang memiliki otoritas moneter melalui hak Oktroinya (Mencetak dan mengedarkan uang) bank sentral dapat mempengaruhi jumlah uang yang beredar di masyarakat. b. Pemerintah Pemerintah melalui menteri keuangan atas persetujuan Gubernur Bank Indonesia dapat meminta Perum Peruri untuk mencetak uang berupa uang kertas maupun uang logam (uang kartal). c. Bank Umum Bank umum dapat menciptakan uang giral (uang bank) melalui pembelian surat berharga dari masyarakat. d. Tingkat Pendapatan Masyarakat Pendapatan masyarakat adalah sejumlah uang yang diterima masyarakat pada jangka waktu tertentu, semakin tinggi pendapatan masyarakat makin tinggi pula jumlah uang beredar. e. Tingkat Suku Bunga Jika tingkat suku bunga yang ditentukan oleh bank sentral maupun bank umum tinggi, akan mendorong masyarakat untuk menyimpan uangnya di Bank dan penciptaan kredit baru akan terhambat sehingga jumlah uang beredar akan turun. Dan sebaliknya jika tingkat suku bunga rendah akan mendorong masyarakat enggan untuk menyimpan uangnya di bank bahkan akan mendorong terciptanya kredit-kredit baru, sehingga jumlah uang yang beredar akan bertambah. B. Dari paparan diatas coba diskusikan dengan anggota kelompok dengan bimbingan guru untuk menyebutkan faktor apa saja yang, mempengaruhi tingkat permintaan uang selain dari pada faktor pendapatan, tingkat bunga/harga, dan selera! Kemudian analisa hal-hal yang terkandung di dalam faktor-faktor tersebut! C. Setelah dipaparkan pengerjaan dari setiap anggota kelompok coba dianalisa ketepatan setiap jawaban masing-masing kelompok, jika ada jawaban yang kurang tepat coba komunikasikan jawaban yang tepat dengan berkonsultasi dengan guru.
D. Setelah kita paham materi yang hari ini kita pelajari coba kita buat rangkuman dan menyimpulkan akan jalannya pembelajaran hari ini, serta kita tarik refleksi apa manfaat mataeri yang kita pelajari hari ini. Rangkuman
Kesimpulan Pelajaran Hari Ini Refleksi Pelajaran Hari Ini
E. Setelah dapat menyebutkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi permintaan uang, sekarang coba kalian amati kehidupan masyarakat di sekitarmu. Tulislah pengaruh faktor-faktor permintaan uang lain yang paling dominan dalam masyarakat, kemudian tariklah kesimpulan dari pengamatan tersebut! EVALUASI Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, d, atau e pada jawaban yang paling benar! 1. Di bawah ini termasuk syarat-syarat uang kecuali. a. Nilainya mudah berubah b. Tidak mudah dibagi-bagi c. Tidak mudah rusak d. Jumlahnya sangat terbatas e. Bahannya bagus dan mahal 2. Uang memiliki fungsi sebagai berikut 1. alat pembentuk kekayaan 2. alat pembayaran 3. alat penukaran umum 4. alat pengukur nilai Yang merupakan fungsi asli uang adalah a. 1 dan 2 b. 1 dan 3 c. 1 dan 4 d. 2 dan 4 e. 3 dan 4 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan dan jumlah uang yang beredar dalam masyarakat: 1. kegiatan ekonomi 2. suku bunga 3. persediaan kas 4. motif berjaga-jaga 5. transaksi 6. cash ratio
Termasuk faktor yang mempengaruhi jumlah uang yang beredar dalam masyarakat, adalah. a. 1,2 dan 4 d. 3,4 dan 6 b. 1,2 dan 6 e. 3,5 dan 6 c. 2,3 dan 5 4. Menurut teori Irving Fisher faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah uang yang beredar dalam masyarakat adalah. a. Kebijakan pemerintah, kecepatan peredaran uang, pendapatan masyarakat b. Kebijakan pemerintah, pendapatan masyarakat, tingkat harga barang c. Kecepatan peredaran uang, pendapatan masyarakat, tingkat harga barang d. Kecepatan peredaran uang, tingkat harga barang, jumlah barang yang diperdagangkan e. Pendapatan masyarakat, tingkat suku bunga, jumlah barang yang diperdagangkan 5. Pada selembar uang Rp.100.000,00, angka Rp.100.000,00 tersebut merupakan nilai a. Eksternal b. Internal c. Intrinsik d. Ekstrinsik e. Nominal 6. Ny. Andini menyetor uang ke bank dengan nomor rekening atas namanya sendiri sebesar Rp.5.000.000,00. Kemudian ia menerima buku cek dari bank tersebut, maka pada saat itu terjadi perubahan. a. uang giral menjadi uang kartal b. uang nominal menjadi cek c. uang kartal menjadi uang giral d. uang kartal menjadi uang kontan e. uang giral menjadi cek 7. Suatu negara menggunakan dua logam secara bersama-sama sebagai alat pembayaran yang sah, tetapi yang dipakai sebagai dasar penentuan nilai mata uang hanya satu logam saja, misalkan logam perak. Maka negara tersebut menganut sistem standar. a. Tunggal b. Kertas c. Emas d. Kembar e. Pincang 8. Bad money drive out good money pernyataan tersebut merupakan bunyi dari hukum Gresham. Hukum ini akan berlaku pada negara yang menganut standar uang. a. Tunggal b. Kertas c. Emas d. Kembar e. Pincang
9. Ketika kita harus membayar pajak kendaraan bermotor tiap tahun kepada pemerintah sebagai wujud dari ketaatan sebagai warga negara, maka dalam hal ini uang yang kita gunakan berfungsi sebagai. a. Fungsi uang sebagai alat tukar umum (medium of exchange) b. Fungsi uang sebagai alat satuan hitung (unit of account) c. Fungsi uang sebagai alat pengukur nilai (a measure of value) d. Fungsi uang sebagai alat pembayaran (a standard of payment) e. Fungsi uang sebagai penyimpan nilai (store of value) 10. Uang harus bisa memuaskan keinginan orang yang memilikinya, hal ini merupakan syarat uang dari segi... a. Ekonomis b. Teknis c. Konsumtif d. Psikologis e. Kepuasan **SELAMAT MENGERJAKAN** PETUNJUK PENILAIAN MASUKAN NILAIMU Setiap jawaban benar bernilai (1) Nilai = (Jumlah jawaban benar:10) X 100 - Tingkat Penguasaan: (A) Baik sekali = 90-100 (B) Baik = 80-89 (C) Cukup = 70-79 (D) Kurang = < 69
Kompetensi Pertemuan Kedua : 1. Membedakan peran bank umum dan bank sentral 2. Mendeskripsikan kebijakan pemerintah di bidang moneter Tujuan Pembelajaran Pertemuan Kedua : 1. Siswa dapat membedakan peran bank umum dan bank sentral 2. Siswa dapat mendeskripsikan kebijakan pemerintah di bidang moneter A. Amati materi yang di paparkan di bawah ini, kemudian temukan permasalahan yang dapat ditanyakan atau didiskusikan!
PENGERTIAN DAN PEMBAGIAN BANK A. PENGERTIAN BANK Menurut A. Abdurrachman dalam Ensiklopedia Ekonomi Keuangan dan Perdagangan, bank adalah suatu jenis lembaga keuangan yang melaksanakan berbagai macam jasa, seperti memberikan pinjaman, mengedarkan mata uang, pengawasan terhadap mata uang, bertindak sebagai tempat penyimpanan benda-benda berharga, membiayai usaha perusahaan, dan lain-lain. Sedangkan menurut G. M. Verryn Stuart, bank adalah suatu badan uang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan kredit, baik dengan alatalat pembayarannya sendiri maupun dengan uang yang diperolehnya dari pihak lain, atau dengan jalan mengedarkan alat-alat penukar baru berupa uang giral. Sedangkan menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 menyebutkan bahwa bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit/atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dari pengertian bank di atas mencerminkan 2 peran bank yaitu: 1. Sebagai perantara keuangan, bank melakukan penghimpunan dana dari masyarakat dalam berbagai bentuk simpanan. 2. Sebagai penghimpun dana, bank membayar bunga kepada masyarakat atau nasabah penyimpan, selanjutnya bank menyalurkan dana tersebut dalam bentuk kredit kepada masyarakat. B. PEMBAGIAN BANK Klasifikasi Bank dapat diuraikan sebagai berikut. 1. Menurut jenisnya Mengacu pada pasal 5 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992, menurut jenisnya bank terdiri atas: a. Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. b. Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
2. Menurut fungsinya Menurut fungsinya bank dapat dibedakan menjadi : a. Bank Sentral, yaitu bank Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1968 yang telah diperbaharui dengan UU Nomor 23 Tahun 1999. b. Bank Umum, yaitu bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk giro dan deposito dan bentuk usahanya memberikan kredit jangka pendek. Contoh: Bank Niaga, Bank Bali, Lippo Bank, Panin Bank, dan lain-lain. c. Bank Tabungan, yaitu bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk tabungan, dan dalam usahanya memperbungakan dananya dalam bentuk kertas berharga. d. Bank Pembangunan, yaitu bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk deposito dan atau mengeluarkan kertas berharga jangka panjang dan jangka menengah, sedangkan usahanya terutama memberikan kredit jangka menengah dan jangka panjang di bidang pembangunan. C. BANK INDONESIA 1. Pengertian Bank Indonesia Pengertian Bank Indonesia sebagai Bank Sentral menurut Undang- Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004 menjelaskan sebagai berikut. Yang dimaksud dengan Bank Sentral adalah lembaga negara yang mempunyai wewenang untuk mengeluarkan alat pembayaran yang sah dari suatu negara, merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, mengatur dan mengawasi perbankan, serta menjalankan fungsi sebagai lender of the resort. (Penjelasan, Pasal 4 Ayat 1). 2. Fungsi dan Tujuan Bank Indonesia Sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai satu tujuan yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa yang tercermin dari laju inflasi, serta menjaga kestabilan terhadap mata uang negara lain yang diukur dan tercermin pada perkembangan nilai tukar atau kurs mata uang. Untuk mencapai tujuan di atas, Bank Indonesia mempunyai 3 tugas pokok dan fungsi yaitu: a. Bank Indonesia menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, melalui: 1) Kebijakan operasi pasar terbuka. 2) Kebijakan diskonto
3) Kebijakan cash ratio/car 4) Kebijakan pengaturan kredit dan pembiayaan b. Bank Indonesia mengatur dan menjaga kelancaran sistem moneter. Hal ini dilakukan Bank Indonesia dengan jalan : 1) melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas penyelenggaraan sistem pembayaran dalam nilai yang besar dan lain jenisnya; 2) mewajibkan penyelenggara sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan tentang kegiatannya; 3) menetapkan penggunaan alat pembayaran; 4) mengatur sistem kliring (transaksi antar bank) dalam mata uang rupiah maupun mata uang asing; 5) menetapkan macam, harga, dan ciri uang yang akan dikeluarkan; bahan yang digunakan dan tanggal mulai berlakunya sebagai alat pembayaran yang sah. 6) Bank Indonesia merupakan satu-satunya lembaga yang berwenang untuk mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah serta mencabut, menarik, dan memusnahkan uang kartal dari peredaran. 3. Bank Indonesia mengatur dan mengawasi bank lain. Bank Indonesia sering juga disebut banknya para bank (banker's of bank), maksudnya Bank Indonesia merupakan sumber pinjaman ataupun tempat menyimpan uang dari bank-bank umum, sehingga bank Indonesia hanya melayani nasabah bank, bukan perorangan. Dalam tugasnya mengatur dan mengawasi bank lain, BI mempunyai tugas: a. memberikan dan mencabut izin usaha bank, b. memberikan izin pembukaan, penutupan, dan pemindahan kantor bank, c. memberikan persetujuan atas kepemilikan dan kepengurusan bank, d. memberikan izin kepada bank untuk menjalankan kegiatan-kegiatan usaha tertentu, e. melakukan pengawasan dan pemeriksaan langsung maupun tidak langsung, secara berkala maupun mendadak terhadap perusahaan induk, perusahaan cabang, dan pihak terkait dari bank umum.
D. BANK UMUM 1. Pengertian Bank Umum Pengertian Bank Umum menurut Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun1992 tentang Perbankan adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. 2. Macam-Macam Bank Umum Berdasarkan kepemilikannya, Bank Umum dapat dibedakan menjadi: a. Milik Negara b. Milik Swasta Nasional c. Milik Swasta Asing d. Milik koperasi e. Milik Pemerintah Daerah 3. Kegiatan Bank Umum Kegiatan bank umum antara lain sebagai berikut. a. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro,deposito berjangka, sertifikat deposito, dan tabungan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. b. Memberikan kredit kepada masyarakat atau perusahaan. c. Menerbitkan surat berharga. d. Membeli, menjual, dan atau menjamin surat berharga e. Memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah, dll.
4. Fungsi Bank Umum Fungsi pokok dari bank umum adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat dan sebagai penunjang sistem pembayaran. Selain fungsi tersebut masih ada fungsi pokok yang lain yaitu: a. menyediakan mekanisme dan alat pembayaran yang efisien dalam kegiatan ekonomi; b. menciptakan uang melalui penyaluran kredit dan investasi; c. menghimpun dana dan menyalurkannya kepada masyarakat; d. menyediakan jasa-jasa pengelolaan dana dan perwalian amanat kepada individu dan perusahaan; e. menyediakan fasilitas untuk perdagangan internasional, dll. E. Kebijakan Moneter Mengenai kebijakan moneter telah dibahas dalam pembelajaran sebelumnya, khususnya dalam mengatasi inflasi. Kebijakan moneter adalah kebijakan yang diambil pemerintah untuk memengaruhi jumlah uang yang beredar. Dari penjelasan tersebut dapat kita simpulkan dalam sebuah tabel berikut. B. Dari paparan diatas buatlah kelompok yang terdiri atas 4 orang, kemudian lakukan analisis terhadap kebijakan moneter mengenai diskonto, politik pasar terbuka, cash ratio, dan pengawasan kredit C. Setelah dipaparkan pengerjaan dari setiap anggota kelompok coba dianalisa ketepatan setiap jawaban masing-masing kelompok, jika ada jawaban yang kurang tepat coba komunikasikan jawaban yang tepat dengan berkonsultasi dengan guru. D. Setelah kita paham materi yang hari ini kita pelajari coba kita buat rangkuman dan menyimpulkan akan jalannya pembelajaran hari ini, serta kita tarik refleksi apa manfaat mataeri yang kita pelajari hari ini.
RANGKUMAN : KESIMPULAN PELAJARAN HARI INI :
REFLEKSI PELAJARAN HARI INI : E. Setelah mengetahui jenis-jenis bank serta tugas-tugasnya, kemudian lakukan survei tentang jumlah lembaga keuangan yang ada di kotamu, klasifikasikan lembaga keuangan tersebut! tadi menurut jenisnya. Berikan alasanmu! 1. Bank Indonesia ditetapkan sebagai pemegang kas pemerintah. Hal ini didasarkan pada kegiatan... a. tujuan Bank Indonesia b. tugas Bank Indonesia c. tujuan Bank Indonesia EVALUASI d. operasional e. menjaga nilai rupiah 2. Berikut ini regulasi yang memengaruhi bank syariah adalah... a. UU No. 10 Tahun 1998 dan UU No. 22 Tahun 1999 b. UU No. 10 Tahun 1992 dan UU No. 23 Tahun 1999 c. UU No. 10 Tahun 1998 dan UU No. 23 Tahun 1999 d. UU No. 7 Tahun 1992 dan UU No. 10 Tahun 1999 e. UU No. 7 Tahun 1992 dan UU No. 22 Tahun 1998
3. Yang membedakan antara BPR dan bank umum adalah... a. BPR boleh menerima simpanan giro b. BPR boleh ikut kegiatan kliring c. BPR boleh menciptakan uang giral d. BPR tidak memberi jasa lalu lintas pembayaran e. BPR disebut BPUG 4. Mengatur, menjaga, dan memelihara kestabilan nilai rupiah adalah tugas pokok dari... a. Bank Umum b. Bank Komersial c. Bank Perkreditan Rakyat d. Bank Indonesia e. Bank Central Asia 5. Uang yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dan berlaku umum dalam masyarakat adalah pembagian uang berdasarkan... a. bahan b. nilai c. sifat d. pemakaian e. lembaga yang mengeluarkan 6. Cara-cara bank dalam menghimpun dan menyalurkan dana, antara lain: 1) Deposito berjangka dan Tabungan 2) Kredit dengan jaminan surat-surat berharga dan Kredit Askep 3) Letter of Credit 4) Giro Yang termasuk kredit pasif adalah... a. 1, 2, dan 3 b. 1, 3, dan 4 c. 1, 4, dan 6 d. 2, 3, dan 5 e. 2, 3, dan 6 7. Tugas bank sentral adalah. a. mengeluarkan dan mengadakan pinjaman untuk pembangunan industri besar b. mengedarkan uang kepada masyarakat luas dengan memberikan kredit investasi c. memberikan kredit kepada setiap orang/badan yang memerlukan d. mengeluarkan dan mengedarkan alat pembayaran yang sah e. menghimpun segala bentuk deposito seluruh bank 8. Berikut ini bank dan lembaga keuangannonbank. (1) Bank asing (2) Asuransi Lembaga keuangan non-bank ditunjukkan nomor... a. (1) dan (2) b. (1) dan (3) c. (1) dan (4) (3) Bank ekspor impor (4) Koperasi kredit d. (2) dan (3) e. (2) dan (4)
9. Berikut hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan moneter. 1) Mengatur jumlah uang yang beredar dengan cara menaikkan suku bunga 2) Sempitnya ruang lingkup pasar uang 3) Berkembangnya lembaga keuangan nonbank 4) Banyak bank umum kelebihan dana 5) Menurunnya laju inflasi suatu negara Dari kebijakan di atas, keterbatasan operasi kebijakan moneter ditunjukkan oleh nomor. a. (1), (2), dan (3) b. (2), (3), dan (4) c. (1), (3), dan (5) d. (2), (3), dan (5) e. (3), (4), dan (5) 10. Jika bank sentral menetapkan peraturan cadangan kas yang harus ditaati oleh bank-bank umum sebesar 15% dan dana yang tersedia di bank sebesar Rp 30 miliar, maka jumlah uang yang beredar (JUB) adalah. a. Rp 45 miliar b. Rp 75 miliar c. Rp 150 miliar d. Rp 450 miliar e. Rp 200 miliar PETUNJUK PENILAIAN MASUKAN NILAIMU Setiap jawaban benar bernilai (1) Nilai = (Jumlah jawaban benar:10) X 100 - Tingkat Penguasaan: (A) Baik sekali = 90-100 (B) Baik = 80-89 (C) Cukup = 70-79 (D) Kurang = < 69