BAB IV KAJIAN PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANGKA

RANCANGAN STRATEGI DAN PROGRAM

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

STUDI KEBUTUHAN PENGEMBANGAN KOMPONEN WISATA DI PULAU RUPAT KABUPATEN BENGKALIS TUGAS AKHIR. Oleh : M. KUDRI L2D

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II DISKIRPSI PERUSAHAAN

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung. Kota

I. PENDAHULUAN. untuk memotivasi berkembangnya pembangunan daerah. Pemerintah daerah harus berupaya

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah negara kepulauan yang begitu kaya, indah dan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

TINJAUAN PULO CANGKIR

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. Pariwisata merupakan sektor penunjang pertumbuhan ekonomi sebagai

I. PENDAHULUAN. andalan untuk memperoleh pendapatan asli daerah adalah sektor pariwisata.

2.1 Gambaran Umum Provinsi Kalimantan Timur A. Letak Geografis dan Administrasi Wilayah

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu sektor yang memiliki peranan yang cukup besar dalam. pembangunan perekonomian nasional adalah sektor pariwisata.

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. di Kabupaten Bangka melalui pendekatan sustainable placemaking, maka

BAB IV RENCANA PENGEMBANGAN

mempertahankan fungsi dan mutu lingkungan.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latarbelakang Masalah. Indonesia adalah salah satu Negara Berkembang yang sedang

I. PENDAHULUAN. Pariwisata merupakan salah satu fenomena sosial, ekonomi, politik, budaya,

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pariwisata merupakan suatu kegiatan yang berkaitan dengan wisata untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian Infrastruktur menurut American Public Works Association (Stone,

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

BAB VII KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Kabupaten Tulungagung, didapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut.

I. PENDAHULUAN. Pariwisata merupakan salah satu hal yang penting bagi suatu negara.

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia Timur. Salah satu obyek wisata yang terkenal sampai mancanegara di

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Belitung yang terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2003 sejak

I. PENDAHULUAN. obyek wisata yang apabila dikelola dengan baik akan menjadi aset daerah bahkan

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI RANDUSANGA INDAH KABUPATEN BREBES SEBAGAI OBJEK WISATA UNGGULAN TUGAS AKHIR

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA NOMOR 11 TAHUN 2002 KAWASAN INDUSTRI PERIKANAN TERPADU DI TELUK KELABAT B U P A T I B A N G K A,

PENGEMBANGAN KOMPONEN PARIWISATA PADA OBYEK-OBYEK WISATA DI BATURADEN SEBAGAI PENDUKUNG PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA BATURADEN TUGAS AKHIR

BAB IV GAMBARAN UMUM PENELITIAN

I. PENDAHULUAN. Indonesia memiliki kekayaan alam yang berlimpah termasuk di dalamnya

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kota Bandar Lampung merupakan Ibu Kota Provinsi Lampung. Selain

BAB I PENDAHULUAN. transportasi dan komunikasi yang sangat diandalkan dalam mewujudkan

I. PENDAHULUAN. budaya. Upaya-upaya penemuan dan pengembangan potensi-potensi tersebut,

BAB I PENDAHULUAN. sudah selayaknya kawasan-kawasan yang berbatasan dengan laut lebih menekankan

BAB I PENDAHULUAN. 2007). Indonesia merupakan salah satu Negara kepulauan terbesar yang memiliki

BAB I PENDAHULUAN. Di era globalisasi seperti sekarang ini, pembangunan kepariwisataan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. multi dimensional baik fisik, sosial, ekonomi, politik, maupun budaya.

BAB I PENDAHULUAN. Usaha pariwisata ini menjadi sektor unggulan dalam pembangunan ekonomi di

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Sektor unggulan di Kota Dumai diidentifikasi dengan menggunakan

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Dari hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

BAB 1 PENDAHULUAN. terbentuklah Kabupaten Natuna dengan kota Ranai sebagai pusat


BAB I PENDAHULUAN. di dalamnya hidup beribu-ribu jenis spesies laut. Kekayaan laut yang memberikan

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Propinsi Lampung. Kabupaten Lampung Tengah terletak pada

BAB I PENDAHULUAN. tempat obyek wisata berada mendapat pemasukan dari pendapatan setiap obyek

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai lebih dari pulau dan

IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN

BAB II GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI

V. SIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Tulang Bawang adalah kabupaten yang terdapat di Provinsi

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

I.PENDAHULUAN. Komoditas minyak dan gas (migas) merupakan penghasil devisa utama bagi

BAB V PRINSIP PENGEMBANGAN

BAB I PENDAHULUAN. Sektor pariwisata memiliki peran yang penting dalam perekonomian

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Latar Belakang Pengadaan Proyek

IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN

KAJIAN PRIORITAS PENYEDIAAN KOMPONEN WISATA BAGI PENGEMBANGAN PARIWISATA DI PULAU NIAS TUGAS AKHIR. Oleh: TUHONI ZEGA L2D

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kota Tanjungpinang merupakan Ibukota Provinsi Kepulauan Riau. Sesuai

BAB I PENDAHULUAN. pariwisata itu sendiri, tetapi juga lokal eksposur dan advokasi serta membantu membentuk

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri

BAB V STRATEGI DAN REKOMENDASI. 5.1 Strategi Pengembangan Pariwisata di Kecamatan Badau

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Pariwisata merupakan salah satu sektor yang mendukung dan sangat

2015 STRATEGI PENGEMBANGAN FASILITAS WISATA PANTAI SAWARNA DI KABUPATEN LEBAK BANTEN

BAB I PENDAHULUAN. nusantara maupun wisatawan mancanegara. Hal ini dikarenakan. yang dapat dimanfaatkan sebagai kegiatan di bidang pariwisata.


BAB III HASIL PENELITIAN. A. Gambaran Umum Pariwisata Kabupaten Lampung Selatan. ini memiliki luas wilayah 2.109,74 Km 2

BAB IV GAMBARAN UMUM KABUPATEN MALINAU. Kabupaten Malinau terletak di bagian utara sebelah barat Provinsi

PENGEMBANGAN KAWASAN TAMAN REKREASI PANTAI KARTINI REMBANG Penekanan Desain Waterfront

I. PENDAHULUAN. beragam adat istiadat, bahasa, agama serta memiliki kekayaan alam, baik yang ada di

BAB V ARAHAN PENGEMBANGAN WISATA KAMPUNG NELAYAN KELURAHAN PASAR BENGKULU

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah negara negara di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa

BAB I PENDAHULUAN. Tourism Organization (2005) dalam WTO Tourism 2020 Vision, memperkirakan jumlah kunjungan wisatawan internasional di seluruh dunia

BAB I PENDAHULUAN. diberikan oleh pantai bisa didapat secara langsung dan tidak langsung. Manfaat yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB III POTENSI OBYEK WISATA BATU SERIBU. A. Lokasi Obyek Wisata Batu Seribu. Kota Sukoharjo. Secara geografis sebagian besar merupakan wilayah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Maluku dengan kondisi geografis yang terdiri dari pulau-pulau kecil dan tanah yang

ANALISIS DAYA DUKUNG MINAWISATA DI KELURAHAN PULAU TIDUNG, KEPULAUAN SERIBU

BAB I PENDAHULUAN. ekonomi dan sosial. Menurut definisi pada Undang-undang no 10 tahun 2009

BAB I PENDAHULUAN. daerah, maka program pengembangan dan pendayagunaan sumber daya dan potensi

I-1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

LINGKUNGAN. Jakarta. 2 pulau (Besar dan Kecil) 1 jam Speedboat, 2,15 Fery Angke. Homestay AC, NO Hotels, NO Cottages Mengenai Pulau Tidung

4 KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB 4 GAMBARAN UMUM KABUPATEN BENGKALIS DAN PERKEMBANGAN PERIKANANNYA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Berdasarkan olahan data penulis, dengan menggunakan check list maka

BAB I PENDAHULUAN. npembangunan nasional. Hal ini dilakukan karena sektor pariwisata diyakini dapat

Transkripsi:

BAB IV KAJIAN PENELITIAN IV.1. Kajian Umum Kabupaten Bangka IV.1.1. Geografi dan Luas Wilayah Kabupaten Bangka merupakan satu dari 7 kabupaten/kota yaitu Bangka Induk, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Pangkal Pinang, Belitung Barat dan Belitung Timur. Propinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dibatasi oleh Laut Natuna di sebelah utara dan timur, Kota Pangkal Pinang dan Kabupaten Bangka Tengah di selatan, serta Kabupaten Bangka Barat, Selat Bangka, dan Teluk Kelabat di sebelah barat Sedangkan potensi yang lainnya adalah Hutan Wisata Sungailiat, Air Panas Pamali dan kolam pemancingan. Disamping potensi wisata alam, Kabupaten Bangka juga memiliki seni budaya yang menarik untuk dikembangkan sebagai atraksi wisata budaya. Diantaranya Desa Wisata Nelayan Kurau, Phak Kak Liang, Museum Timah, Makam Depati Bahrin, Rumah Soekarno, Kerajinan Timah, Akar Bahar, Tenun Renda, Kopiah Resam, Kayu Ibul, Bambu & Anyaman Pandan dan Rotan. Dan ada beberapa Hotel yang meonjol seperti Novilla Boutique Resort, Hotel Tanjung Pesona, Parai Beach Resort & Spa, Hotel Golden Dragon, Hotel ST12 dan Hotel Jati Pesona. Kondisi lebih rinci Kabupaten Bangka dapat dilihat pada tabel IV.1. 40

Tabel.IV.1 Luas Wilayah, Jumlah Penduduk 2006, dan Jarak ke Ibukota Kabupaten No Kecamatan Luas Wilayah (km2) Ke Sungailiat (km) Penduduk 1 Belinyu 546,5 54 14.951 2 P.Pinang 570,46 48/42 (B.Ijuk) 21.826 3 Bakam 488,10 30 15.032 4 Puding Besar 383,29 22 19.734 5 Riau Silip 523,68 37 36.661 6 Pemali 127,87 7 19.771 7 Merawang 164,4 21 37.468 8 Sungailiat 146,68-64.334 Jumlah 2.950,68-229.707 Sumber: Bapeda Bangka 2006 IV.1.2. Keadaan Alam dan Pemerintahan Keadaan tanah di Kabupaten Bangka mempunyai ph rata-rata dibawah 5, dan mengandung mineral biji timah sserta bahan galian lainnya. Bentuk dan keadaan tanahnya adalah 4% berbukit, 51% berombak dan bergelombang, 20% lembah/datar sampai berombak, 25% rawa dan bencah/datar. (Bangka Dalam Angka, 2006). Ibukota Kabupaten Bangka terletak di Sungailiat. Secara administrasi terdiri dari 8 kecamatan, 9 kelurahan, 60 desa dan 199 dusun/lingkungan. Menurut klasifikasinya 5 desa merupakan desa swakarya dan 64 desa merupakan desa swadaya. Klasifikasi LKMD termasuk dalam kategori II untuk 52 desa dan kategori 41

3 untuk 17 desa. Jurnal: Rusmansyah, 2006, Arahan Pengembangan kawasan kabupaten Bangka, semarang IV.1.3. Sosial Kependudukan Jumlah penduduk di Kabupaten Bangka pada tahun 2011 sebanyak 229.707 jiwa terdiri dari penduduk laki-laki sebanyak 118.687 jiwa (51.67%) dan penduduk perempuan sebanyak 111.020 jiwa (48.33%). Komposisi penduduk Kabupaten Bangka yang dibagi menurut usianya dapat dilihat pada tabel IV.2. Tabel IV.2 Komposisi Penduduk Kabupaten Bangka Tahun 2006 LAKI-LAKI JUMLAH % 0-14 38.748 16.868 15-64 75.920 33.051 65+ 4.019 1.750 PEREMPUAN 0-14 34.820 15.158 15-64 71.271 31.027 65+ 4.929 2.146 JUMLAH 229.707 JENIS JUMLAH APK ( % ) APM ( % ) SEKOLAH TK 2.159 SD/MI 30.094 116.7 81.02 SMP/MTS 10.857 74.25 52.9 42

SMA/SMK/MA 8.16 54.71 36.8 AGAMA Islam 184.054 80.13 Protestan 5.529 2.41 Katolik 3.223 1.40 Buddha 31.176 13.57 Kepercayaan 5.725 2.49 Sumber : Kabupaten Bangka dalam Angka 2006 IV.1.4. Perekonomian Sektor pertambangan terutama komoditi timah dan potensi bahan galian merupakan andalan Kabupaten Bangka. Penyediaan listrik, gas, dan air bersih menjadi perhatian di Bangka karena perannya untuk mendukung aktifitas pariwisata dan industri. Pertambahan penduduk, perubahan status menjadi propinsi serta pemekaran kabupaten telah mendorong peningkatan kontribusi sektor bangunan dari 75 milyar pada tahun 2004 rupiah menjadi 94 milyar rupiah pada tahun 2006. Sektor perdagangan, hotel, restoran mengalami pertumbuhan dari 107 milyar pada tahun 2006 menjadi 134 milyar rupiah pada tahun 2011. Sumbangan terbesar berasal dari perdagangan besar dan eceran yang menunjukkan peningkatan tingkat konsumsi. Jurnal: Rusmansyah, 2006, Arahan Pengembangan kawasan kabupaten Bangka, semarang Pengembangan pengangkutan dan komunikasi didukung oleh tersedianya prasarana perhubungan darat dan laut serta dukungan yang kuat dari bandar udara yang jaraknya hanya lebih kurang 35 km dari Sungailiat. Jasa perbankan, asuransi, dan penyewaan bangunan, berpotensi untuk dikembangkan menjadi usaha yang menguntungkan investor sebab menunjukkan peningkatan dari 53 milyar rupiah 43

(2004) menjadi 77 milyar pada tahun 2006. Jurnal: Rusmansyah, 2006, Arahan Pengembangan kawasan kabupaten Bangka, semarang Bangka memiliki potensi wisata pegunungan dan pantai. Dukungan pemerintah Bangka sangat tinggi dengan ditetapkannya pariwisata sebagai sektor unggulan. Potensi agrowisata di perkebunan lada, nanas, dan sawit serta keunikan budaya, atraksi, olah raga air dengan keindahan terumbu karang, dan sejarah. IV.1.5. Tata Ruang Kabupaten Bangka Tata ruang Kabupaten Bangka membagi kawasan barat menjadi 2 wilayah pengembangan (WP), yaitu WP Sungailiat (Puding Besar dan Mendo Barat) dan WP Belinyu (Bakam). Pemanfaatan ruang di Kabupaten Bangka dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti perubahan arah geografis pemasaran, adanya paradigma baru pembangunan, kebijakan menuju perluasan otonomi, serta pesatnya kemajuan teknologi dan faktor-faktor internal seperti perubahan batas administrasi, ketidakseimbangan pertumbuhan antar wilayah di kabupaten Bangka, serta pelestarian lingkungan hidup. Kabupaten Bangka memiliki sumber daya berupa hutan, air, mineral, pesisir dan kelautan, wisata. Kawasan budidaya pertanian dan non pertanian yang dibatasi oleh kawasan lindung masih tersebar di seluruh wilayah. Kegiatan ekonomi masih bertumpu pada sektor primer pertanian dan pertambangan serta sektor sekunder khususnya sektor industri. 44

Tabel IV.3 Kebijakan Pemanfaatan Ruang Kabupaten Bangka No Kecamatan Kebijakan Pemamfaatan Ruang 1 Belinyu Kota Pariwisata, Industri, Perikanan 2 Sungailiat Kota Pariwisata, Pendidikan 3 Merawang Pariwisata berbasis Agribisnis 4 Pemali Pariwisata dan Pendidikan 5 Riau SIlip Perkebunan Sawit Rakyat 6 Puding Besar Perkebunan Sawit Rakyat 7 Bakam Perkebunan Sawit Rakyat 8 Mendo Barat Daerah berbasis Agribisnis Sumber: Bapeda Bangka 2006 IV.2. Tinjauan Kebijakan Dinas Pariwsata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Adapun kebijakan-kebijakan objek wisata dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka sebagai berikut: 1. Memberi informasi atau data tentang kepariwisataan sebagai rencana pengembangan Pantai Penyusuk. 2. Melakukan indentifikasi dan inventarisasi potensi obyek wisata Pantai Penyusuk. 3. Menyusun visi, misi, dan strategi pengembangan pariwisata. 4. Mengkaji pengembangan strategis objek-objek wisata, baik dari aspek penataan ruang, sosial ekonomi, dan budaya. 5. Memberikan rekomendasi terhadap usaha-usaha pengembangan objek wisata Pantai Penyusuk. 45

6. Memberi pemahaman terhadap pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata masyarakat dan manajemen pariwisata. IV.2.1. Visi dan Misi Visi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka adalah menjadi pusat pariwisata bahari dengan fasilitas terlengkap di wilayah Sumatra bagian selatan. Misi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka adalah mengembangkan kawasan dan objek wisata unggulan, mengembangkan pemasaran yang professional, menggali, membina, melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan, mengembangkan sumber daya manusia di bidang pariwisata. IV.2.2. Tujuan Meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Membangun infrastruktur yang handal. Mewujudkan kepemerintahan yang amanah. Mengelola sumber daya alam secara optimal. IV.2.3. Kegiatan Operasional 1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Mengadakan pengkajian dan pelatihan seni dan budaya Upaya pembinaan terhadap sanggar seni. Memberikan kesempatan kepada para pelaku seni tari untuk berkompetisi dalam event provinsi dan event nasional. Upaya peningkatan usaha kerajinan dan promosi di dalam dan di luar daerah. 46

Mengikuti Pameran baik event provinsi dan event nasional dengan membawa hasil kerajinan beserta pengrajinnya. 2. Membangun infrastruktur yang handal. 3. Mewujudkan kepemerintahan yang amanah. 4. Mengelola sumber daya alam secara optimal. (Sumber: ppt Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka) IV.3. Gambaran Umum Pantai Penyusuk, Kecamatan Belinyu Salah satu objek wisata pantai yang ada di Kecamatan Belinyu adalah Objek wisata Pantai Penyusuk, dengan potensi yang dimiliki yaitu berupa pantai yang indah dan ramai di kunjungi wisatawan. Secara administrasi kawasan Pantai Penyusuk berada di Desa Bukit Ketok dengan luas area 54 HA, Kecamatan Belinyu. Pantai ini berjarak 77 km dari Kota Sungailiat. Pantai Penyusuk terletak di Ujung utara pulau Bangka, tepatnya di semenanjung Penyusuk. Di pantai ini para wisatawan dapat menyaksikan saat-saat matahari terbenam, ini dikarenakan lokasi pantai yang menghadap ke mata angin sebelah barat. Panjang pantai ± 3 km, lautnya yang landai, berpasir putih dan halus, airnya bening bak Kristal dan lebar mencapai 20-30 meter dengan dilatorbelakangi pepohonan kelapa, bebatuan besar kecil serta aliran sungai yang tenang. 47

Gambar IV.1 Kawasan budidaya Kabupaten Bangka Kondisi pengunaan lahan kawasan studi terdiri dari beberapa peruntukan kegiatan yang meliputi permukiman 553,5 Ha/m², lahan pertanian dan perkebunan mencapai 491 Ha/m², luas pekarangan 2.445 Ha/m² dan luas prasarana umum lainnya 40 Ha/m². Penggunaan lahan Kecamatan Belinyu Desa Bukit Ketok dapat dilihat pada tabel IV.4: 48

Tabel IV.4 Penggunaan Lahan Kecamatan Penyusuk Desa Bukit Ketok Penggunaan Lahan Luas ( Ha/ m² ) Permukiman 553,5 Pertanian dan Perkebunan 491 Pekarangan 2.445 Prasarana Umum Lainnya 40 Jumlah 3529,5 Sumber : Profi Desa dan Kelurahan, 2006 IV.3.1. Kondisi Sediaan Obyek Wisata Pantai Penyusuk Daya tarik wisata yang ada di Pantai Penyusuk ini terdiri dari 3 jenis yaitu daya tarik fisik alam, aktivitas wisata, dan acara-acara khusus. a. Fisik Alam Pantai Penyusuk terletak di Desa Bukit Ketok, Kecamatan Belinyu. Potensi alam yang ditawarkan sangat indah, pantai yang berpasir putih dan halus dengan nuansa gelombang yang tenang memungkinkan pengunjung untuk berenang. Panjang pantai ini mencapai 3 Km dan lebar 20-30 meter yang di lantar belakangi pepohonan kelapa serta aliran sungai yang jernih. b. Aktivitas Wisata Keberadaan sebuah pulau kecil yang bernama Pulau Lampu yang letak nya tidak jauh dari Pantai penyusuk merupakan aktivitas wisata yang memiliki daya tarik tersendiri bagi objek wisata ini. Di pulau tersebut bisa melakukan perrmainan Diving dan Snorkling yang dihiasi dengan bebatuan alam yang besar dan kecil 49

yang menjadikannya indah, ditambah lagi dengan air lautnya yang berwarna biru dan jernih. Selain itu wisatawan juga dapat melakukan aktivitas wisata seperti berenang yang dilengkapi fasilitas penyewaan ban/pelampung, serta pengunjung juga dapat mengelilingi dan menikmati keindahan pantai di Pulau Lampu dengan menggunakan jasa angkutan berupa kapal. Biasanya aktivitas wisata padat pada hari sabtu dan minggu, dimana banyak pengunjung yang berakhir pekan di Pantai Penyusuk dan para wisatawan yang melakukan perjalanan di waktu liburan. Selain itu juga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka membangun pusat perdagangan Souvenir dan Pasar Seni di Pantai Penyusuk sehingga wisatawan yang datang dapat melihat-lihat hasil seni yang dibuat oleh masyarakat setempat dan membeli souvenir tersebut sebagai buah tangan dari Pantai Penyusuk. c. Acara-acara Khusus Pantai Penyusuk mempunyai beberapa acara khusus yang di selenggarakan untuk menarik minat wisatawan. Salah satunya yaitu di bidang kebudayaan, Pantai Penyusuk merupakan pantai yang menampilkan berbagai unsur seni tari dan budaya berbasis melayu dan daerah. GAMBAR IV.2 Kondisi Fisik Alam Kawasan Wisata Pantai Penyusuk 50

IV.3.2. Kondisi Sediaan Sarana Obyek Wisata Pantai Penyusuk Berdasarkan hasil observasi awal, diketahui bahwa di kawasan Pantai Penyusuk hanya terdapat beberapa sarana dan prasarana yang kurang memadai, dengan kondisi eksisting sebagai berikut : 1. Gerbang Utama dan Loket Retribusi Kondisi gerbang utama Pantai Penyusuk saat ini masih dalam keadaan baik, dan untuk pengelola pemungutan retribusi masuk Pantai Penyusuk dikelola oleh Persatuan Pemuda Penyusuk Peduli (PPPP) di hari-hari tertentu saja seperti liburan anak sekolah atau hari besar. 2. Prasarana Jalan Akses jalan ke arah objek wisata Pantai Penyusuk pada umumnya dalam kondisi baik dengan fasilitas jalan aspal yang mulus. 3. Area Parkir Area Parkir di kawasan Pantai Penyusuk sangat kurang memadai dari sisi kenyamanan maupun keamanan karena tidak tertata dengan baik. 4. Jembatan Penyebrangan Untuk Jembatan Penyebrangan ke Pulau lampu di kawasan Pantai Penyusuk kondisinya juga kurang tertata dan tidak terawat dengan baik serta proses pembuatannya selalu gagal. 5. Warung Makanan Terdapat warung makanan yang berada di kawasan Pantai Penyusuk. Warung makanan dibangun dari kayu dan beratapkan jerami. Pedagang rata-rata menjual minuman-minuman, Makanan kecil dan juga es kelapa muda. 51

6. Pos Penjaga Pantai Pos Penjaga Pantai yang ada di kawasan Pantai Penyusuk kondisinya sangat sederhana dan terkesan kurang terawat. Hal ini perlu dibenahi karena pos penjaga pantai selain berfungsi sebagai keamanan di kawasan Pantai Penyusuk, juga berfungsi sebagai sarana informasi bagi wisatawan. 7. Fasilitas Umum Di kawasan Pantai Penyusuk terdapat fasilitas umum seperti toilet umum dan mushola. Untuk toilet umum dilihat dari segi jumlah hanya terdapat 2 buah toilet umum dengan kondisi yang kurang memadai, minimnya toilet umum yang ada di Kawasan Pantai Penyusuk menyebabkan kurang nyamannya wisatawan karena terjadi antrian pada saat mau berbilas atau mengganti pakaian. Sedangkan untuk Musholla dikhususkan bagi para wisatawan yang beragama Muslim yang ingin shollat ketika sedang berkunjung ke Pantai Penyusuk. IV.3.3. Aksebilitas Aksesibilitas untuk menuju Pantai Penyusuk sudah tersedia jalan aspal yang halus dan baik dengan 2 jalur mobil, sehingga para wisatawan dapat menggunakan jalur ini untuk menuju Pantai Penyusuk. Pemandangan di sekeliling perjalanan adalah rumah penduduk dan wara-wara. Rata-rata wisatawan yang datang menggunakan kendaraan pribadi untuk sampai di Pantai Penyusuk. Bisa dikatakan untuk transportasi umum belum disediakan. 52

Gambar IV.3 Kondisi Eksisting Prasarana Jalan menuju Pantai Penyusuk Gambar IV.4 Kondisi Eksisting Pelabuhan di Pantai Penyusuk 53

Gambar IV.5 Kondisi Eksisting Jembatan Penyebrangan Ke Pulau Lampu Gambar IV.6 Kondisi Eksisting Warung 54

Gambar IV.7 Kondisi Eksisting Area Parkir 55