Leli Laelasari 1, Lia Natalia 2 ABSTRAK

dokumen-dokumen yang mirip
Oleh : Yophi Nugraha, S.Kep.,Ners ABSTRACT

KONSELING GIZI IBU HAMIL OLEH TENAGA KESEHATAN (BIDAN, PETUGAS GIZI) TERHADAP KEJADIAN ANEMIA DI PUSKESMAS JOGONALAN I

KEJADIAN KEK DAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KALONGAN KABUPATEN SEMARANG

PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANEMIA DI PUSKESMAS CEMPAKA BANJARBARU TAHUN 2013

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS WIROBRAJAN KOTA YOGYAKARTA

FAKTOR-FAKTOR PREDISPOSISI TERJADINYA ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS JETIS I BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2013

BAB I PENDAHULUAN. pada ibu hamil disebut potensial danger to mother and child (potensial

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS CIKAMPEK KABUPATEN KARAWANG

BAB I PENDAHULUAN. dan Afrika. Menurut World Health Organization (dalam Briawan, 2013), anemia

PERAN PETUGAS KESEHATAN DAN KEPATUHAN IBU HAMIL MENGKONSUMSI TABLET BESI

Oleh : Aat Agustini ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Anemia pada ibu hamil

BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan kesehatan ibu merupakan salah satu tujuan Millenium Development

BAB I PENDAHULUAN. anemia masih tinggi, dibuktikan dengan data World Health Organization

Dea Riskha Fitriliana 1 ABSTRACT

BAB I PENDAHULUAN. Anemia adalah suatu kondisi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari batas normal kelompok orang yang

HUBUNGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET BESI

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Intra Uterine Fetal Death (IUFD)

ABSTRAK. Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Ibu Hamil Trimester I di RSIA Pertiwi Makassar

BAB I PENDAHULUAN. atau konsentrasi hemoglobin dibawah nilai batas normal, akibatnya dapat

HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM TABLET FE PADA IBU PRIMIGRAVIDA DENGAN KEJADIAN ANEMIA DI PUSKESMAS TEGALREJO TAHUN 2016

III TAHUN Disusun Oleh WIWEN INDITA PROGRAM

BAB I PENDAHULUAN. berlangsung dengan baik, bayi tumbuh sehat sesuai yang diharapkan dan

BAB 1 PENDAHULUAN. anemia pada masa kehamilan. (Tarwoto dan Wasnidar, 2007)

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI BILU BANJARMASIN

HUBUNGAN ANTARA PARITAS DAN UMUR IBU DENGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. daya manusia pada masa mendatang (Bobak, Lowdermik & Jensen, 2005). Upaya dalam kesehatan telah dipersiapkan yang bertujuan untuk

BAB I PENDAHULUAN. Ketidak cukupan asupan makanan, misalnya karena mual dan muntah atau kurang

HUBUNGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN BAYI LAHIR. Nofi Yuliyati & Novita Nurhidayati Akademi Kebidanan Estu Utomo Boyolali

BAB I PENDAHULUAN. melalui alat indra (Lukaningsih, 2010: 37). Dengan persepsi ibu hamil dapat

Volume 4 No. 1, Maret 2013 ISSN : HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD R.A KARTINI JEPARA INTISARI

HUBUNGAN STATUS GIZI DALAM KEHAMILAN DENGAN STATUS EKONOMI

HUBUNGAN ANTARA KETERATURAN MENGKONSUMSI TABLET ZAT BESI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS JETIS II BANTUL YOGYAKARTA

PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER I TENTANG TABLET FE (STUDI DI PUSKESMAS BANGETAYU SEMARANG TAHUN 2013)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Kehamilan merupakan suatu keadaan fisiologis yang diharapkan setiap pasangan

BAB I PENDAHULUAN. Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi salah satu indikator penting. dalam menentukan derajat kesehatan masyatakat.

HUBUNGAN USIA, PARITAS DAN PEKERJAAN IBU HAMIL DENGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH

TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) DI PUSKESMAS KEDUNG MUNDU KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. positif bagi ibu maupun bayinya dengan cara membina hubungan saling percaya

KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI PUSKESMAS PANARUNG KOTA PALANGKA RAYA TAHUN 2015

BAB I PENDAHULUAN. Kehamilan merupakan salah satu masa penting di dalam kehidupan. seorang wanita, selama kehamilan akan terjadi proses alamiah berupa

KEJADIAN ANEMIA DI UPTD PUSKESMAS SINDANGWANGI KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN

Oleh : Desi Evitasari, S.ST ABSTRAK

Anemia adalah keadaan saat jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (HB) atau

Yeni Yuniarti 2, Suesti 3 INTISARI

HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI TABLET Fe DAN FREKUENSI ANTENATAL CARE (ANC) DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DI DESA SENDANG PONOROGO NASKAH PUBLIKASI

Kata Kunci: Hamil, Anemia

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 11 BANDA ACEH TAHUN 2013

HUBUNGAN ANTARA ANEMIA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH DAN PERDARAHAN POSTPARTUM

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS TABONGO KECAMATAN TABONGO KABUPATEN GORONTALO TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. Kehamilan merupakan permulaan suatu kehidupan baru. pertumbuhan janin pada seorang ibu. Ibu hamil merupakan salah satu

HUBUNGAN LINGKAR LENGAN ATAS (LILA) DAN KADAR HEMOGLOBIN (Hb) DENGAN BERAT BAYI LAHIR

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG AMBULASI DINI DI RSUD CIDERES KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2012

BAB 1 PENDAHULUAN. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP-N) tahun

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANEMIA DENGAN KEJADIAN ANEMIA IBU HAMIL DI PUSKESMAS NGAMPILAN YOGYAKARTA TAHUN 2014 NASKAH PUBLIKASI

HUBUNGAN USIA DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN RETENSIO PLASENTA PADA IBU BERSALIN

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AIR DINGIN KOTA PADANG TAHUN 2012

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG DETEKSI DINI TANDA BAHAYA KEHAMILAN DESCRIPTION OF MOTHER KNOWLEDGE ABOUT EARLY DETECTION OF PREGNANCY RISK SIGN

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia

Jurnal Keperawatan, Volume IX, No. 2, Oktober 2013 ISSN HUBUNGAN USIA IBU DENGAN KOMPLIKASI KEHAMILAN PADA PRIMIGRAVIDA

Oleh : Yuyun Wahyu Indah Indriyani ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. vitamin B12, yang kesemuanya berasal pada asupan yang tidak adekuat. Dari

BAB I PENDAHULUAN Dari hasil survei yang telah dilakukan, AKI telah menunjukan

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai tolak ukur keberhasilan kesehatan ibu maka salah satu indikator

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP BIDAN DENGAN PELAKSANAAN ASUHAN PERSALINAN NORMAL (APN) DI RSUD CIDERES KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2015.

HUBUNGAN PARITAS DAN USIA IBU DENGAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DI RUMAH SAKIT UMUM INSANI KECAMATAN STABAT KABUPATEN LANGKAT TAHUN 2014

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Menurut World Health Organization (WHO) (2008), angka prevalensi anemia

Frekuensi Kunjungan ANC (Antenatal Care) Pada Ibu Hamil Trimester III

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA, PENDIDIKAN IBU, KONSUMSI TABLET FE DENGAN KADAR HB PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI RB BHAKTI IBU KOTA SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. (Suharno, 1993). Berdasarkan hasil penelitian WHO tahun 2008, diketahui bahwa

BAB I PENDAHULUAN. sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Menurut Manuaba (2010),

RELATIONSHIP BETWEEN THE CONSUMPTION OF TABLETS FE COMPLIANCE OF EVENTS Anemia HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE TERHADAP KEJADIAN ANEMIA

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN STATUS GIZI IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN ANEMIA DI BLUD RS KABUPATEN KONAWE TAHUN 2017

HUBUNGAN ANTARA IBU HAMIL PRE EKLAMSI DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RSUD SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN

GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MENDERITA KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DI KECAMATAN WONOSALAM KABUPATEN DEMAK

KARYA TULIS ILMIAH. Karya Tulis Ilmiah ini diajukan untuk memenuhi persyaratan Memperoleh Gelar Ahli Madya Kebidanan

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG GIZI TERHADAP STATUS GIZI IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS REJOSARI KELURAHAN REJOSARI PEKANBARU ABSTRAK

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN POLA KONSUMSI DENGAN KEJADIAN ANEMIA GIZI PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KASSI-KASSI

Ria Yulianti Triwahyuningsih Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon, Jawa Barat, Indonesia

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA DEFESIENSI BESI DI PUSKESMAS TANJUNG PINANG KOTA JAMBI

BAB I PENDAHULUAN. mewujudkan Indonesia sehat 2010 adalah menerapkan pembangunan nasional

PENILAIAN STATUS GIZI IBU HAMIL DENGAN PENGUKURAN LILA DI PUSKESMAS KALAMPANGAN, KOTA PALANGKA RAYA

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL

PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN TALI PUSAT BERHUBUNGAN DENGAN WAKTU LEPAS TALI PUSAT

BAB 1 PENDAHULUAN. karena itulah anemia memerlukan perhatian serius dari semua pihak yang

Oleh : Suyanti ABSTRAK

PENGARUH KADAR HB DAN LINGKAR LENGAN ATAS (LILA) PADA IBU HAMIL TRIMESTER III TERHADAP BERAT BADAN LAHIR BAYI DI PUSKESMAS WILAYAH KABUPATEN BANYUMAS

DAFTAR PUSTAKA. Annisa, M. Faktor-faktor yang mempengaruhi Persalinan. (online) avaible;

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA.

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS KECAMATAN CURUG TANGERANG

Yane Liswanti, Dina Ediana 1Program Studi DIII Analis KesehatanSTIKes BTH Tasikmalaya *Coresponding author :

HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN TERJADINYA ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS DAWE KECAMATAN DAWE KABUPATEN KUDUS TAHUN 2013

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR HB IBU HAMIL DI PUSKESMAS KECAMATAN SENEN TAHUN Nur Romdhona Putri Nabella.

ABORTUS INKOMPLIT DAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DI RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU

Agus Byna 1, Laurensia Yunita 2, Indah Ratna Sari * *Korespondensi Penulis, Telepon : ,

BAB I. sel darah normal pada kehamilan. (Varney,2007,p.623) sampai 89% dengan menetapkan kadar Hb 11gr% sebagai dasarnya.

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS BUMI EMAS KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN 2016

Transkripsi:

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, STATUS GIZI DAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET Fe DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMILTRIMESTER III DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SALAGEDANGKABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2016 Leli Laelasari 1, Lia Natalia 2 1,2 STIKes YPIB Majalengka, Jl.Gerakan Koperasi No 003 Majalengka 45411 Indonesia ABSTRAK Anemia dalam kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami oleh ibu hamil. Kejadian anemia pada ibu hamil di UPTD Puskesmas Salagedang tahun 2015 sebanyak 85 orang (30,58%) dari 278 ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, status gizi dan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu hamil trimester III di wilayah kerja UPTD Puskesmas Salagedang Kabupaten Majalengka pada bulan Maret tahun 2016 yaitu sebesar 51 orang dan sampel yang diambil sebesar 51 orang atau total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi square dengan α = (0,05). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III (p=0,037). Tidak ada hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III (p=0,065). Ada hubungan antara kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja UPTD Puskesmas Salagedang Kabupaten Majalengka Tahun 2016, dengan nilai p=0,013 Saran diajukan bagi petugas kesehatan diperlukan strategi lain dalam merencanakan program penyuluhan kesehatan pada umumnya melalui kegiatan konseling secara rutin, penambahan sarana prasarana informasi, serta melakukan tes HB pada setiap kunjungan kehamilan. Ibu hamil secara rutin memeriksakan kehamilannya dan melakukan tes HB untuk mendeteksi adanya kelainan yang membahayakan ibu dan janinnya dan menambah pemahaman tentang penyakit anemia. Kata Kunci : Pengetahuan, Status Gizi, Tablet Fe, Anemia. RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE, NUTRITIONAL STATUS AND COMPLIANCE CONSUME Fe TABLET WITH ANEMIA IN PREGNANCY TRIMESTER III AT SALAGEDANG PUBLIC HEALTH KABUPATEN MAJALENGKA 2016 ABSTRACT Anemia in pregnancy is one of the health problems experienced by many pregnant women. The incidence of anemia in pregnant women at Salagedang Public Health Center in 2015 was as many as 85 people (30.58%) of 278 pregnant women. The purpose of this study is to determine the relationship between knowledge, nutritional status and compliance in consuming Fe tablet with the incidence of anemia on women in the third trimester of pregnancy. This study wa a quantitative study which used cross sectional design. The study population were women in the third trimester of pregnancy in the work area of Salagedang Public Health Center, Majalengka in March 2016 as many as 51 people and the samples as many as 51 people were choosen by using total sampling. The study instrument used here was a questionnaire. Data analysis included univariate analysis by using frequency distribution and bivariate analysis by using chi square test with α = (0.05). The study results showed that there was a relationship between knowledge and the incidence of anemia on women in the third trimester of pregnancy (p = 0.037). There was no relationship between nutritional status and the incidence of anemia on women in the third trimester of pregnancy (p = 0.065). There was a relationship between compliance in consuming Fe tablet with the incidence of anemia on women in the third trimester of pregnancy in the work area of Salagedang Public Health Center, Majalengka 2016, with a p value = 0.013 Suggestions are put forward for health workers. It is needed another strategy in planning a health education program in general through counseling activities on a regular basis, the improvement of information infrastructure, and conduct Hb Test on each pregnancy visit. Pregnant women should routinely perform pregnancy check up and Hb test to detect any abnormalities that endanger the mother and fetus and increase understanding on anemia. Keywords : knowledge, nutrition status, fe tablet and anemia www.jurnal.ibijabar.org 1

PENDAHULUAN Pembangunan kesehatan sebagai salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan nasional berupaya untuk meningkatkan derajat kesehatan yang setinggitingginya pada semua lapisan masyarakat. Dalam Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009, Pasal 3, dijelaskan bahwa Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis (Undang- Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009). Derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari beberapa indikator yang dapat digunakan.indikator-indikator tersebut umumnya tercermin dalam kondisi morbiditas, mortalitas dan status gizi. Pada umumnya derajat kesehatan masyarakat di Indonesia digambarkan melalui Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Balita (AKABA), Angka Kematian Ibu (AKI) dan angka morbiditas beberapa penyakit (Depkes RI, 2010). Kematian ibu, bayi dan balita merupakan suatu gambaran masyarakat yang mempunyai derajat kesehatan yang rendah. Hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 AKI sebesar 359/100.000 kelahiran hidup, masih jauh dari target Millenium Development Goal s (MDG s) tahun 2025 sebesar 102/100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKB di Indonesia sebesar 32 per 1000 kelahiran hidup masih diatas target MDG s tahun 2025 yaitu 15,5 per 1000 kelahiran hidup (Departemen Kesehatan RI, 2012). Penyebab kematian ibu yang paling umum di Indonesia adalah penyebab obstetri langsung yaitu perdarahan (37,4 %), preeklampsi / eklampsi (22,3%), infeksi (10,4 %), sedangkan penyebab tidak langsung adalah trauma obstetri 8 % dan lain lain 17 % (Departemen Kesehatan RI, 2012). Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Jawa Barat pada tahun 2012 AKI mencapai 259/100.000 kelahiran hidup sedangkan AKB mencapai 35/1000 kelahiran hidup, dengan cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan sesuai standar pelayanan minimal sebesar 77,75% (Dinas Kesehatan Jawa Barat, 2012). Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka melaporkan pada tahun 2014 Jumlah kematian ibu sebanyak 98 orang dari 21.390 kelahiran hidup. Penyebab kematian ibu di Kabupaten Majalengka pada tahun 2014 adalah hipertensi dalam kehamilan sebanyak 12 orang (54,17%), perdarahan 3 orang (14,29%), infeksi 4 orang (8,69%), penyakit jantung 3 orang (14,29%), penyakit kronis 1 orang (2,17%), gagal ginjal 1 orang (2,17%) dan hilang kesadaran akut 1 orang (2,17%). Beberapa determinan penting yang mempengaruhi AKI secara langsung atau tidak langsung antara lain status gizi, anemia pada kehamilan, keadaan tiga terlambat dan empat terlalu. Anemia pada kehamilan merupakan salah satu faktor determinan penting yang mempengaruhi AKI secara langsung (Dinkes Majalengka, 2014). Anemia dalam kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami dan cukup tinggi berkisar antara 10-20% (Prawihardjo, 2005 : 450). Menurut World Health Organization (WHO) kejadian anemia saat hamil berkisar antara 20% sampai 89% dengan menetapkan Hemoglobin (Hb) 11 gr % sebagai dasarnya. Angka anemia kehamilan di Indonesia menunjukkan nilai yang cukup tinggi sekitar 67% dari semua ibu hamil dengan variasi tergantung pada daerah masing-masing. Sekitar 10-15% tergolong anemia berat yang sudah tentu akan mempengaruhi tumbuh kembang janin dalam rahim (Manuaba, 2008). Anemia berat dengan Hb kurang dari 4 gr% dapat mengakibatkan dekompensatio www.jurnal.ibijabar.org 2

cordis.sedangkan komplikasi dapat terjadi pada hasil konsepsi yaitu kematian mudigah, kematian perinatal, prematuritas, cacat bawaan dan cadangan zat besi kurang (Prawirohardjo, 2010). Di Jawa Barat pada tahun 2014 angka kejadian anemia pada Ibu Hamil trimester III masih terbilang cukup tinggi yaitu sekitar 40-43% kasus pada ibu hamil trimester III yang menderita anemia (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, 2014). Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka pada tahun 2014 jumlah ibu hamil yang mengalami anemia sebanyak 1.885 ibu hamil atau sebesar 8,30% dari 22.688 ibu hamil (Dinas Kesehatan Majalengka, 2014). Salah satu puskesmas dengan jumlah penderita anemia pada kehamilan terbanyak pada tahun 2014 adalah Puskesmas Salagedang yaitu sebanyak 211 orang (7,57%) dari 2.786 ibu hamil. Berdasarkan data dari UPTD Puskesmas Salagedang Kabupaten Majalengka didapatkan jumlah ibu hamil yang mengalami anemia pada tahun 2015 sebanyak 85 orang (30,58%) dari 278 ibu hamil dibandingkan dengan UPTD Puskesmas Rajagaluh yaitu sebanyak 8,64% dari 648 ibu hamil. Masih adanya ibu hamil yang mengalami anemia diperlukan suatu kajian untuk mengetahui faktor risiko anemia pada ibu hamil trimester III. Hasil studi pendahuluan pada tanggal 07 Desember 2015 terhadap 10 orang ibu hamil trimester III di wilayah kerja UPTD Puskesmas Salagedang didapatkan sebanyak 6 orang (60%) ibu hamil tidak menghabiskan 90 tablet Fe, sebanyak 2 orang (20%) ibu hamil mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) dan sebanyak 6 orang (60%) ibu hamil berpengetahuan kurang tentang anemia seperti kadar Haemoglobin (Hb) yang mengalami anemia dan penyebab anemia. Masalah gizi yang sering dihadapi ibu hamil, terutama bagi ibu hamil di usia remaja yaitu KEK, anemia tablet Fe, pertambahan berat badan kurang selama hamil, dan tinggi badan berisiko. Status gizi ibu hamil berpengaruh terhadap berat badan lahir bayi yang ternyata sangat erat hubungannya dengan tingkat kesehatan bayi selanjutnya dan angka kematian bayi (Almatsier, dkk. 2011). Salah satu faktor yang mempengaruhi anemia dalam kehamilan menurut Nugraheny (2010) adalah disebabkan oleh kurang gizi, kurang zat besi dalam diit, malabsorbsi, kehilangan darah pada persalinan yang lalu, penyakit kronik seperti TBC, paru, cacing usus dan malaria. Selanjutnya Anggarini (2011) menjelaskan bahwa status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Bila status gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat, cukup bulan dengan berat badan normal. Gizi kurang pada Ibu Hamil trimester III dapat menyebabkan risiko dan komplikasi pada ibu salah satunya anemia. Kurangnya pengetahuan sering dijumpai sebagai faktor yang penting dalam masalah defisiensi zat besi. Hal ini dapat terjadi karena masyarakat kurang mampu dalam menerapkan informasi tentang tablet Fe dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang dijelaskan menurut Notoatmodjo (2007) bahwa pengetahuan yang meningkat dapat mengubah persepsi masyarakat tentang penyakit. Meningkatnya pengetahuan juga dapat mengubah kebiasaan masyarakat dari yang positif menjadi yang lebih positif, selain itu juga pengetahuan akan membentuk kepercayaan. Tingkat pengetahuan ibu hamil yang rendah akan mempengaruhi bagaimana ibu hamil menjaga kehamilannya. Mulyati (2007) menjelaskan bahwa pengetahuan kurang memiliki risiko 1,45 kali lebih besar untuk menderita anemia dalam kehamilan dibandingkan dengan ibu hamil yang berpengetahuan baik. Hasil Penelitian Mutiara (2014) tentang faktor risiko kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas www.jurnal.ibijabar.org 3

Panguragan Kabupaten Cirebon didapatkan hasil uji chi square di peroleh pvalue pengetahuan sebesar (0,012) < (α =0,05) menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Panguragan Kabupaten Cirebon tahun 2014. Berdasarkan dari latar belakang di atas maka peneliti tertarik untuk meneliti Hubungan Antara Pengetahuan, Status Gizi dan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Fe dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Salagedang Kabupaten Majalengka tahun 2016 BAHAN DAN METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Salagedang Kabupaten Majalengka, adapun waktunya dilaksanakan pada bulan Maret tahun 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III, Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III usia kehamilan > 36 minggu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Salagedang Kabupaten Majalengka pada bulan Februari tahun 2016 yaitu sebesar 58 orang atau total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner, HB sahli dan alat ukur LILA dengan menggunakan data primer yaitu data yang diambil dari responden langsung. Dalam penelitian ini kuesioner pengetahuan tidak dilakukan uji validitas, karena mengambil dari penelitian sebelumnya yaitu Ai Lela Latifah yang di ujikan terhadap 30 responden dengan hasil sebagai berikut : bahwa nilai r hitung (0,375 0,725) > r tabel (0,361) yang berarti semua pertanyaan sudah valid. Analisis data meliputi analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi square dengan α = (0,05). Tabel 1 HASIL DAN PEMBAHASAN Distribusi Frekuensi Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III No Anemia Pada Ibu hamil trimester III f % 1 Anemia 17 33.3 2 Tidak Anemia 34 66.7 3 Jumlah 51 100.0 Sumber : hasil penelitian Diketahui bahwa kurang dari setengah ibu hamil trimester III yang mengalami anemia sebesar 17 orang (33,3%). Tabel 2 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III No Pengetahuan f % 1 Kurang 24 47.1 2 Baik 27 52.9 Total 51 100.0 Diketahui bahwa kurang dari setengahnya ibu hamil trimester III yang berpengetahuan kurang sebesar 24 orang (47,1%). Tabel 3 Distribusi Frekuensi Status Gizi Ibu Hamil Trimester III No Status Gizi f % 1 Gizi Kurang 10 19.6 2 Gizi baik 41 80.4 Total 51 100.0 Diketahui bahwa sebagian kecil ibu hamil trimester III dengan status gizi kurang sebesar 10 orang (19.6%). www.jurnal.ibijabar.org 4

Tabel 4 Distribusi Frekuensi Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Fe No Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet f % Fe 1 Tidak Patuh 25 49.0 2 Patuh 26 51.0 Sumber : hasil penelitian Total 51 100.0 Diketahui bahwa kurang dari setengahnya ibu hamil trimester III yang tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe sebesar 25 orang (49,0%). Tabel 5 Hubungan Antara Pengetahuan dengan Kejadian Anemia Pada Ibu hamil trimester III Pada Ibu hamil trimester III Status Gizi Kejadian Anemia Total Pada Ibu hamil trimester III Anemia Tidak Anemia n % N % N % Kurang 6 60.0 4 40. 0 Baik 11 26.8 30 73. 2 Jumla 17 33.3 34 66. h 7 p value 10 100 0,065 41 100 51 100 Diketahui bahwa ibu hamil yang status gizinya kurang dan mengalami anemia sebanyak 6 orang (60%) dan ibu hamil yang status gizinya baik dan mengalami anemia sebanyak 11 orang (26,8%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p value =0,065 > 0,05 yang berarti tidak ada hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III. Pengetahuan Kejadian Anemia Pada Ibu hamil trimester III Anemia Tidak Anemia Total p valu e N % n % n % Kurang 12 50.0 12 50.0 24 100 0,037 Baik 5 18.5 22 81.5 27 100 Jumlah 17 33.3 34 66.7 51 100 Diketahui bahwa ibu hamil yang berpengetahuan kurang dan mengalami anemia sebanyak 12 orang (50%) dan ibu hamil yang berpengetahuan baik dan mengalami anemia sebanyak 5 orang (18,5%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p value = 0,037< 0,05 yang berarti ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III. Tabel 6 Hubungan Antara Status Gizi dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III Tabel 7 Hubungan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Fe dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III Kepatuha n Mengkon sumsi Tablet Fe Tidak Kejadian Anemia Pada Ibu hamil trimester III Anemia Tidak Anemia Total N % n % N % 13 52.0 12 48.0 25 100 Patuh Patuh 4 15.4 22 84.6 26 100 Jumlah 17 33.3 34 66.7 51 100 Diketahui bahwa ibu hamil yang status tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe dan mengalami anemia sebanyak 13 orang (52%) sedangkan pada ibu hamil yang patuh mengkonsumsi tablet Fe dan mengalami anemia sebanyak 4 orang (15,4%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p value =0,013 < 0,05 yang berarti hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III. Anemia dalam kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak p value 0,013 www.jurnal.ibijabar.org 5

dialami dan cukup tinggi berkisar antara 10-20% (Prawihardjo, 2005). Menurut World Health Organization (WHO) kejadian anemia saat hamil berkisar antara 20% sampai 89% dengan menetapkan Hemoglobin (Hb) 11 gr % sebagai dasarnya. Masalah gizi yang sering dihadapi ibu hamil trimester III, terutama bagi ibu hamil trimester III di usia remaja yaitu Kurang Energi Kronis (KEK), anemia tablet Fe, pertambahan berat badan kurang selama hamil, dan tinggi badan berisiko. Status gizi ibu hamil trimester III berpengaruh terhadap berat badan lahir bayi yang ternyata sangat erat hubungannya dengan tingkat kesehatan bayi selanjutnya dan angka kematian bayi (Almatsier, dkk. 2011). Kurangnya pengetahuan sering dijumpai sebagai faktor yang penting dalam masalah defisiensi zat besi. Hal ini dapat terjadi karena masyarakat kurang mampu dalam menerapkan informasi tentang tablet Fe dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan yang meningkat dapat mengubah persepsi masyarakat tentang penyakit. Meningkatnya pengetahuan juga dapat mengubah kebiasaan masyarakat dari yang positif menjadi yang lebih positif, selain itu juga pengetahuan akan membentuk kepercayaan (Notoatmodjo, 2007). Pada ibu hamil dengan status gizi kurang dapat disebabkan karena pola makan yang kurang baik dan adanya penyakit yang menyertai dalam kehamilan. Ibu hamil trimester III dengan status gizi kurang akan berdampak pada timbulnya gangguan kesehatan seperti anemia. Status gizi ibu hamil yang kurang dapat mempengaruhi selama kehamilan dan memiliki resiko baik pada ibu atau pun janin yang dikandungnya, sehingga diperlukan upaya pencegahan untuk meningkatkan status gizi ibu hamil. Wanita memerlukan zat besi lebih tinggi dari laki-laki karena terjadi menstruasi dengan pendarahan sebanyak 50 sampai 80 cc setiap bulan dan kehilangan zat besi sebesar 30 sampai 40 mgr. Disamping itu kehamilan memerlukan tambahan zat besi untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dan membentuk sel darah merah janin dan plasenta. Sebagai gambaran banyak kebutuhan zat besi pada kehamilan adalah 900 mgr Fe.Jumlah ini meliputi sebanyak 500 mgr Fe digunakan untuk meningkatkan sel darah ibu.kemudian 300 mgr Fe terdapat pada plasenta dan 100 mgr Fe untuk darah janin. Jika persalinan cadangan Fe minimal, maka setiap kehamilan akan mengurangi persediaan Fe tubuh dan akhirnya menimbulkan anemia pada kehamilan berikutnya (Manuaba, 2007). Kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe dapat disebabkan kurangnya dukungan dari suami, rendahnya kesadaran akan pentingnya tablet Fe, dan adanya efek samping pada saat mengkonsumsi tablet Fe, untuk mengatasi permasalah tersebut diperlukan intervensi dari petugas kesehatan dalam meningkatkan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe. Penanggulangan masalah anemia gizi besi saat ini terfokus pada pemberian tablet tambah darah (Fe) pada ibu hamil trimester III. Ibu hamil trimester III harus mendapat tablet tambah darah 90 tablet selama kehamilannya. Pemenuhan kebutuhan tablet Fe pada ibu hamil trimester III berkaitan erat dengan tinggi rendahnyapengetahuan ibu tentang kebutuhan tablet Fe. Tingkat pengetahuan ibu tentang kebutuhan tablet Fe adalah kemampuanseorang ibu dalam memahami konsep danprinsip serta informasi yang berhubungandengan pemenuhan kebutuhan tablet Fe. Kurangnya gizi ibu hamil dapat mempengaruhi asupan pemenuhan kebutuhan zat besi, terutama terjadi pada trimester II dan III karena pada masa ini terjadi peningkatan ekspansi massa sel darah merah, maka kebutuhan akan zat besi bertambah, sedangkan ibu hamil trimester III tidak menyadari hal ini akan berdampak pada kejadian anemia. Semakin baik kepatuhan ibu dalam mengonsumsi tablet Fe maka akan semakin baik www.jurnal.ibijabar.org 6

pula pencegahan anemia sehingga resiko anemia dapat dicegah, sedangkan pada ibu hamil yang kurang patuh dalam mengonsumsi tablet Fe, asupan zat besinya kurang sehingga memiliki resiko terhadap anemia. Diharapkan kepada petugas kesehatan agar menggunakan strategi lain dalam merencanakan program penyuluhan kesehatan pada umumnya melalui kegiatan konseling secara rutin, penambahan sarana prasarana informasi, serta melakukan tes HB pada setiap kunjungan kehamilan. Dan diharapkan ibu hamil secara rutin memeriksakan kehamilannya dan melakukan tes HB untuk mendeteksi adanya kelainan yang membahayakan ibu dan janinnya dan menambah pemahaman tentang penyakit anemia. KESIMPULAN 1. Kurang dari setengahnya (33,3%) ibu hamil trimester III di wilayah kerja UPTD Puskesmas Salagedang Kabupaten Majalengka mengalami anemia. 2. Kurang dari setengahnya (47,1%) ibu hamil trimester III di wilayah kerja UPTD Puskesmas Salagedang Tahun 2016 berpengetahuan kurang. 3. Sebagian kecil (19.6%) ibu hamil trimester III di wilayah kerja UPTD Puskesmas Salagedang Tahun 2016 dengan status gizi kurang. 4. Kurang dari setengah responden (49,0%) ibu hamil trimester III di wilayah kerja UPTD Puskesmas Salagedang Tahun 2016 tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe. 5. Ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Wilayah kerja UPTD Puskesmas Salagedang Kabupaten Majalengka Tahun 2016, dengan nilai p=0,037. 6. Tidak ada hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja UPTD Puskesmas Salagedang Kabupaten Majalengka Tahun 2016, dengan nilai p=0,065. 7. Ada hubungan antara kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja UPTD Puskesmas Salagedang Kabupaten Majalengka Tahun 2016, dengan nilai p=0,013 DAFTAR PUSTAKA Almatsier, S. (2011). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Anggarini, (2011). Kehamilan Dengan Anemia. (http://anggarini.staff.uns.ac.id)\ Diakses pada tanggal 7 Januari 2015. Arief, (2008). Panduan Lengkap Kehamilan Dan Kelahiran Sehat. Jogjakarta : AR Group Arikunto, (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta,. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi VI. Jakarta: PT Rineka Cipta Arisman (2007). Penilaian Status Gizi Perorangan dalam Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta: EGC., (2011). Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta: EGC BKKBN, 2010. Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja. Jakarta Cunningham, 2009. Obstetri Williams Edisi 21. Jakarta : EGC. Depkes RI (2009) Sistem Kesehatan Nasional. Jakarta. 2. Depkes RI, (2010). Profil Kesehatan Indonesia 2010. Jakarta : Depkes RI., (2012). Profil Kesehatan Indonesia 2012. Jakarta : Depkes RI www.jurnal.ibijabar.org 7

Dinas Kesehatan Jawa Barat, (2012). Profil Kesehatan Jawa Barat. Bandung : Dineks Jabar., (2014). Profil Kesehatan Jawa Barat. Bandung : Dineks Jabar. Dinas Kesehatan Majalengka, (2014). Profil Kesehatan Majalengka 2014. Majalengka : Dinkes Majalengka Frandson, (2009). Pengantar ilmu keperawatan anak 1. Jakarta: Salemba Medika Herlina. (2008). Faktor Resiko Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah kerja Puskesmas Bogor. www.jurnal.ilmiah.com. Diakses 12 Februari 2016. Hidayah dan Anasari (2012) Hubungan Kepatuhan Ibu Hamil Mengkonsumsi Tablet Fe Dengan Kejadian Anemia Di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Jurnal Penelitian. Ibrahim (2011) Kehamialan dan Kelahiran Sehat. Yogyakarta: Dianloka Istiarti (2008) Menanti Buah Hati. Yogyakarta: Media Persindo Jordan (2009) Buku Pintar Kehamilan dan Melahirkan. Yogyakarta: Diva Press Manuaba, I G.B. (2007). Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta: Buku Kedokteran EGC, (2010). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB Untuk. Pendidikan Bidan. Ed.2. Jakarta : EGC Mulyati, et al, (2007). Buku Ajar Gizi dalam Kesehtan Reproduksi Teori dan Praktikum. Yogyakarta: Nuha Medika. Muryanti, (2006). Hasil Survei Kesehatan Ibu.www.bkkbn.com. Diakses 12 Februari 2014 Musbilan, (2007). Persiapan Menghadapai Persalinan. Yogyakarta : Mitra Pustaka. Mutiara (2014) Faktor Risiko Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III di wilayah kerja Puskesmas Panguragan Kabupaten Cirebon. www.jurnal.kebidanan.com. Diakses 07 Januari 2015. Ningrum, (2009) Pemberian Tablet Fe Pada Ibu Hamil Untuk Mencegah Anemia. Yogyakarta: Nuha Medika Notoatmodjo, S. (2002). Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka. Cipta., (2007). Promosi Kesehatan dan Ikmu Perilaku. Jakarta ; Cipta. Jakarta.. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta Nugraheny, (2010). Asuhan Kebidanan Patologi. Yogyakarta: Pustaka Rihama Prawihardjo, S. (2010). Ilmu kebidanan. Jakarta : YBSP Purwaningsih (2012). Fisiologi Kedokteran dan Mekanisme Penyakit. Jakarta : Depkes RI Rosanti (2013) Hubungan Status Gizi dan paritas Ibu dengan kejadian Anemia pada Ibu hamil di Wilayah Bendan Ngisor Kota Semarang. www.jurnal.kebidanan.com. Diakses 07 Januari 2015 Rukiyah (2010). Asuhan neonatus bayi dan anak balita. Jakarta: CV Trans Info Media Sekaran, U. (2006). Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Edisi 4, Buku 1, Jakarta: Salemba Empat Suhardjo, (2008). Berbagai Cara Pendidikan Gizi. Jakarta: PT Bumi Aksara Supariasa, (2009). Penilaian Status Gizi. Jakarta : Penerbit Kedokteran EGC Sulistyoningsih, (2011). Gizi Untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Yogyakarta: Graha Ilmu. Sulistyawati (2009). Buku Ajar Asuhan Kebidanan pada ibu bersalin.jakarta: Salemba www.jurnal.ibijabar.org 8

Medika Tambayong, (2012). Patofisiologi Untuk Keperawatan. EGC, Jakarta. Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun (2009). Jakarta : Depkes RI Varney, H. (2007). Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Edisi 4, Volume 2. Jakarta : EGC Waryana, (2010). Gizi Reproduksi. Pustaka Rihama : Yogyakarta Wasnidar. (2007). Buku Saku Anemia Pada Ibu Hamil Dan Konsep Penatalaksanaan. Jakarta : Trans Info Media Wiknjosastro (2009). Ilmu Kebidanan, Yogyakarta: Yayasan Bina Pustaka Yulianingsih (2009). Asuhan Kegawatdaruratan dalam Kebidanan. Jakarta : TIM Yuliansyah (2009). Gizi Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC www.jurnal.ibijabar.org 9