Menuju Smart Government Teddy Sukardi tedsuka@indo.net.id Ikatan Konsultan Teknologi Informasi Indonesia
Smart Government
Mengamati wall display tanpa mampu melakukan tindakan berarti mungkin belum terlalu smart
Tersedianya akses internet gratis untuk aktivitas kurang produktif mungkin belum terlalu smart
Kerangka Arsitektur Smart City & Teknologi Informasi Governance Perencanaan Pembangunan Kapasitas Kebijakan Implementasi Monitoring Evaluasi Pengorganisasian Layanan Kepemerintahan Public Safety Kesehatan Transportasi Lingkungan Hidup Logistik Jasa Komersial Pendidikan Aplikasi Keamanan Informasi IT Governance IT Management SOA Cloud Computing Development Framework BI Pusat Data dan Jaringan Data Center NOC WAN MAN Fiber 4G/5G Sensing GPS Barcode RFID IoT Infrastruktur Fisik Urban Planning Traffic System Low Carbon Building Pipeline Network
Latar Belakang 1) Tuntutan peningkatan kualitas layanan publik terus meningkat dengan cepat (dari segi kemudahan, waktu layanan dan kesesuaian dengan kebutuhan) 2) Teknologi Informasi menjadi pemungkin utama (main enabler) sebagai solusi
Kendala Umum Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi 1) Manfaat yang didapat belum sesuai dengan investasi dan biaya yang dikeluarkan (efisiensi dan efektivitas) 2) Banyak duplikasi sumber daya yang dapat dihindari (infrastruktur, aplikasi sama dibuat berulang-ulang, keahlian SDM) 3) Ketergantungan yang tinggi pada jasa pihak ketiga dan produk peranti lunak berlisensi (kemandirian kurang) 4) Dukungan dari jajaran pimpinan puncak Badan Pemerintah masih kurang (pemberian arahan, monitoring dan evaluasi) 5) Kompetensi SDM terus harus mengejar ketertinggalan
Gunung Es Kendala Pemanfaatan dan Penerapan TI Teknologi Anggaran terbatas SDM kurang Konflik Kepentingan Besar IT Governance lemah IT Management kurang efektif
Antisipasi Tren Perkembangan Teknologi Informasi Pemerintahan 1) Masyarakat menuntut kemudahan dan layanan publik berkualitas melalui media sosial, perangkat ponsel respon cepat 2) Tekanan efisiensi / keterbatasan anggaran - konsolidasi berbagi pakai -standarisasi aplikasi -pengurangan biaya lisensi 3) Kebutuhan keterpaduan data dan informasi internal dan eksternal interoperabilitas pertukaran data 4) Kepatuhan pada regulasi -peraturan perundangan -standar -acuan pengembangan -keseragaman -kewajiban audit
Antisipasi Tren Perkembangan Teknologi Informasi Pemerintahan 5) Meningkatnya ancaman serangan keamanan informasi -gangguan layanan -pencurian data pribadi -pembobolan akses -pemalsuan identitas 6) Pergeseran dari masalah teknis (teknologi) ke masalah manajerial (tata pamong dan tata kelola) 7) Peningkatan kemandirian dan kedaulatan negara atas informasi -teknologi terbuka/open source 8) Pergeseran dari belanja barang ke belanja jasa (konsultasi, pendampingan, pelatihan, sertifikasi, alih teknologi)
Beberapa Rekomendasi 1) Fokus pada kualitas layanan publik melalui media sosial, perangkat ponsel respon cepat -manajemen kinerja 2) Inisiatif efisiensi - konsolidasi berbagi pakai -standarisasi aplikasi -pengurangan biaya lisensi -rekayasa ulang proses bisnis 3) Memperhatikan keterpaduan data dan informasi internal dan eksternal interoperabilitas pertukaran data 4) Mencermati regulasi -peraturan perundangan -standar -acuan pengembangan -keseragaman -kewajiban audit 5) Mempersiapkan diri terhadap ancaman serangan keamanan informasi -kebijakan keamanan -CSIRT 6) Mempraktekan tata pamong dan tata kelola yang baik -komite ti -audit -perencanaan -monev 7) Meningkatkan kemandirian -teknologi terbuka/open source -peningkatan kompetensi SDM alih teknologi secara nyata
Arsitektur E-government Nasional (draft)
Prinsip Pemanfaatan Teknologi Kemampuan Menggunakan Teknologi informasi Menjadi syarat minimum Kinerja Instansi Dan PNS/ASN
Prinsip Pemanfaatan Teknologi Mencari informasi Belajar secara online berkomunikasi secara elektronik Bekerja dimana saja Tata Pamong dan Tata Kelola Berbagi pakai infrastruktur
Antisipasi Tren Perkembangan Teknologi Informasi Pemerintahan 1) Masyarakat menuntut kemudahan dan kualitas layanan publik melalui media sosial, perangkat ponsel respon cepat 2) Tekanan efisiensi keterbatasan anggaran - konsolidasi berbagi pakai -standarisasi aplikasi -pengurangan biaya lisensi 3) Kebutuhan keterpaduan data dan informasi internal dan eksternal interoperabilitas pertukaran data 4) Kepatuhan pada regulasi -peraturan perundangan -standar -acuan pengembangan -keseragaman -kewajiban audit 5) Meningkatnya ancaman serangan keamanan informasi -gangguan layanan -pencurian data pribadi -pembobolan akses -pemalsuan IDENTITAS 6) Pergeseran dari masalah teknis (teknologi) ke masalah manajerial (tata pamong dan tata kelola) 7) Peningkatan kemandirian dan kedaulatan negara atas informasi -teknologi terbuka/open source 8) Pergeseran dari biaya belanja barang ke belanja jasa (konsultasi, pendampingan, pelatihan, sertifikasi, alih teknologi)
Masalah Kemandirian diselesaikan secara A D A T Bila saat ini kemampuan melakukan (seluruhnya) sendiri belum ada maka solusinya adalah ALIH DAYA atau out sourcing - mendapatkan layanan bantuan dari pihak ketiga Agar pada masa yang akan datang terbebas dari ketergantungan dan dapat lebih mandiri maka program ALIH DAYA dibarengi dengan ALIH TEKNOLOGI pihak ketiga memberikan pelatihan on the job secara bertahap dan menyerahkan semua dokumentasi sebagai bagian dari kontrak Alih teknologi menjadi indikator prestasi dalam syarat pembayaran *) ADAT = alih daya alih teknologi
Peran Badan Pemerintah Transfer teknologi peran peran Transfer teknologi Peran Mitra Alih daya waktu
Selamat Bekerja Membangun Smart Tangerang