CASE STUDY DISCUSSION STRATEGIC MANAGEMENT

dokumen-dokumen yang mirip
PERENCANAAN RETAIL SERVICE LAYOUT PADA SEBUAH SUPERMARKET DI SURABAYA

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

Struktur Dasar Bisnis Ritel

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

I. PENDAHULUAN. regional maupun internasional. Setiap perusahaan dituntut untuk dapat

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. jasa untuk konsumsi langsung atau tidak langsung. Pengertian retail menurut Ma ruf

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Ritel adalah sebuah set aktivitas bisnis untuk menambahkan nilai pada produk

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah APA ITU STRATEGI? Oleh: M. Nashiruddin Haramaini, S.T. MBA.

daniel muhammad tiara

BAB I PENDAHULUAN. Di tengah persaingan bisnis saat ini, para pelaku bisnis harus selalu

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

Bisma, Vol 1, No. 6, Oktober 2016 SERVICE PERFORMANCE PADA HOTEL GRAND MAHKOTA PONTIANAK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian (Info Bisnis, Maret 2007:30 ( 8/10/2009).

BAB I PENDAHULUAN. memberikan keuntungan dan menghidupi banyak orang. Pada saat krisis UKDW

Bab 6. Kesimpulan dan Saran

1. Strategi bersaing yang digunakan oleh Merdeka Motor dalam menjual

Bisma, Vol 1, No. 3, Juli 2016 KEBIJAKAN STORE ATMOSFER PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA MINI MARKET BINTANG TIMUR DI SOSOK

FAKULTAS KOMUNIKASI DAN BISNIS

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. merambah, tidak saja di Kota Jakarta, tetapi kota-kota lain di luar. apakah pasar tradisional akan tetap eksis di era munculnya

DESAIN INTERIOR I PERANCANGAN RUANG PENJUALAN D W I R E T N O S A., M. S N

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini perhatian terhadap kepuasan pelanggan atau ketidakpuasan UKDW

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat seiring

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. Dewasa ini perkembangan dalam teknologi telekomunikasi dan transportasi

BAB 1 PENDAHULUAN. BAB 1 Pendahuluan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Menurut survei perusahaan global AT Kearney, Indonesia menduduki peringkat ke-12 dunia dalam Indeks

ANALISIS PENERAPAN LOYALTY PROGRAM PADA INDUSTRI PERHOTELAN DI SURABAYA. Christina Esti Susanti ABSTRACT

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

V. KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. food terbaik. Richeese Factory adalah QSR (Quick Service Restaurant) di

BAB I PENDAHULUAN. Di era globalisasi saat ini, persaingan di dalam dunia bisnis menjadi semakin

BAB I PENDAHULUAN. dipengaruhi oleh kemampuan melayani kebutuhan konsumen secara memuaskan.

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Tanggapan konsumen terhadap store atmosphere yang ada di Mulia

PENGARUH VARIABEL RETAIL MIX TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN DI RITA PASARAYA KEBUMEN. Oleh: Didik Darmanto Manajemen

PENGARUH KUALITAS LAYANAN DAN STORE ATMOSPHERE TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI SWALAYAN BRAVO BOJONEGORO SKRIPSI. Oleh: NAMA : MUHAMMAD MUSTAJAB

PENGARUH DESAIN ATMOSFER TOKO TERHADAP TANGGAPAN EMOSIONAL KONSUMEN ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Memiliki pelanggan yang loyal adalah tujuan akhir dari semua bisnis

Daftar Pustaka. Dessler, Garry (1999). Personal Management, Terjemahan Agus Dharma, Edisi Ketiga, Jakarta : Erlangga.

BAB I PENDAHULUAN. dibidang ini, semakin banyak pula pesaing yang dihadapi. Pada zaman sekarang ini

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari hasil pengujian hipotesis dan pembahasan, maka kesimpulan yang dapat dijelaskan dalam penelitian ini

: Fitria Rahmi, M. Psi., Psikolog

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

ORGANIZATION THEORY AND DESIGN

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

I PENDAHULUAN. Indonesia masih memperlihatkan kinerja ekonomi makro nasional yang relatif

BAB I PENDAHULUAN. Bisnis Ritel di Indonesia secara umum dapat diklasifikasikan menjadi dua

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENGARUH TATA LETAK PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA MINIMARKET ALFAMART A. YANI WONOGIRI TAHUN 2009/2010

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN. 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat ditarik hasil dan kesimpulan sebagai berikut :

I. PENDAHULUAN. Dewasa ini perkembangan dunia bisnis semakin pesat, ditandai dengan makin

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) MANAJEMEN RITEL. EKM 311 (3 sks) Semester VI. Pengampu Mata Kuliah :

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN. 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, simpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Bisma, Vol 1, No. 2, Juni 2016 PENGARUH STORE ATMOSPHERE TERHADAP MINAT MEMBELI KONSUMEN PADA MINIMARKET MITRA JAYA DI PONTIANAK

KISI-KISI MATERI MANAJEMEN PEMASARAN

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan akan memenangkan persaingan bila dapat menciptakan nilai

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan ekonomi di Indonesia saat ini belum juga menunjukkan

BAB I PENDAHULUAN. Dalam laju pertumbuhan perekonomian yang sangat ketat di Indonesia,

DAFTAR KEPUSTAKAAN. Carter, William K. and Milton F. Usry Cost Accounting. Thirteenth Edition. Ohio : South Western Publishing Co.

BAB I PENDAHULUAN. Usaha bisnis ritel di kota Padang mengalami perkembangan yang cukup

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) LABUHANBATU

BAB III ANALISIS SISTEM

BAB I PENDAHULUAN. serba praktis dan canggih dalam melakukan berbagai aktivitas. Dalam era

BAB I PENDAHULUAN. Dunia bisnis yang tumbuh dengan pesat menjadi tantangan maupun

BAB I PENDAHULUAN. ketat. Kondisi ini menuntut setiap perusahaan untuk mampu bersaing dengan perusahaan yang

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat menjadi semakin penting. Hal ini disebabkan karena

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

Bab 4 Pengumpulan dan Pengolahan Data

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. menunjukkan peningkatan yang signifikan pada periode pasca krisis moneter

BAB I PENDAHULUAN. ekonomi Indonesia. Menurut Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU),

BAB I PENDAHULUAN. Setiap pemain bisnis di Indonesia harus menghadapi tingkat persaingan bisnis yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Di era perkembangan zaman seperti ini telah terjadi perkembangan

BAB I PENDAHULUAN. memenuhi kebutuhan primer dan sekunder dengan datang berbelanja ke toko

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, FASILITAS DAN LOKASI TERHADAP KEPUTUSAN MENGINAP DI HOTEL BISMO KEDIRI TAHUN 2016 ARTIKEL ILMIAH

IMPLEMENTASI RELATIONSHIP MARKETING SEBAGAI STRATEGI MEMPERTAHANKAN LOYALITAS PELANGGAN

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS. Pengertian Retail menurut Hendri Ma ruf (2005:7) yaitu, kegiatan usaha

NIM : B FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

Analisis Competitive Forces and Competitive Strategy pada Sistem Informasi Zalora.co.id

BAB XII ANALISIS PROFIL PERUSAHAAN

Transkripsi:

CASE STUDY DISCUSSION STRATEGIC MANAGEMENT NORDSTROM : FOCUSING ON A CULTURE OF SERVICE Dosen Pengampu : Ertambang Nahartyo, M.Sc., C.M.A., Ph.D. Oleh : Ancillya Ichaputri Wahyuningtyas 375990 Joy Benaya Samuely 376034 Ronny Agung Hendrawan 375642 Taufiqurrohman Maulana 376083 PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS GAJAH MADA YOGYAKARTA 2016

NORDSTROM : FOCUSING ON A CULTURE OF SERVICE Nordstrom Inc, merupakan sebuah perusahaan yang berbasis di US dan bergerak di bidang retail barang-barang fesyen. Nordstrom terkenal karena layanan pelanggan yang luar biasa. Sejak awal 1901, filosofi layanan pelanggan perusahaan telah berfokus pada melakukan segala sesuatu untuk memuaskan pelanggan. Hal tersebut didukung oleh budaya perusahaan yang memberdayakan seluruh karyawan, di mana para karyawan dituntut untuk dapat berfungsi sebagai wirausaha yang memiliki kebebasan untuk menyediakan layanan terbaik bagi para pelanggan sesuai cara mereka masing-masing. Nordstrom tidak hanya berfokus pada pelayanan yang diberikan para karyawan kepada para pelanggan melainkan turut memperhatikan detil layout toko, di mana interior dan eksterior dibuat sejalan dengan filosofi perusahaan yakni untuk membuat pelanggan merasa nyaman, salah satunya dengan memberikan ruang yang cukup lega bagi para pelanggan untuk berjalan-jalan di toko. Selain itu toko juga dilengkapi dengan ruang untuk mencoba pakaian yang sangat nyaman, ruang spa dan restoran. Nordstrom memiliki banyak varian barang dagangan untuk memastikan bahwa tidak ada pelanggan yang keluar dari toko tanpa mendapatkan barang yang mereka cari. Para pramuniaga membantu pelanggan dalam memilih barang dagangannya, bahkan para pramuniaga menemani pelanggan berpindah departemen sampai pelanggan menyelesaikan belanja mereka. Para pramuniaga juga membantu pelanggan dalam pemilihan barang, memberi saran mengenai aksesoris serta pembuatan nota belanja. Bila diperlukan para pramuniaga memiliki hak untuk memberi diskon bagi pelanggan. Untuk menyediakan layanan pelanggan yang sangat memuaskan tersebut, perusahaan memberdayakan karyawan dengan sebuah peraturan sederhana yakni mereka harus membuat penilaian yang baik dalam setiap situasi. Dengan sederhananya peraturan yang ditetapkan oleh Nordstrom, para karyawan dapat lebih fokus pada memberikan pelayanan terhadap pelanggan. Para karyawan dihargai dan diberi imbalan dalam bentuk komisi, di mana setiap kasus layanan pelanggan yang luar biasa akan diakui dan diberi penghargaan. Nordstrom kini memasuki era baru dan dihadapkan dengan beragam tantangan. Dengan munculnya e-commerce, peran dari layanan pelanggan semakin menurun. Namun Nordstrom tetap mempertahankan bahwa bahkan di era digital, layanan pelanggan masih tetap diutamakan. Isu : - Pentingnya layanan pelanggan, khususnya dalam industri retail - Budaya layanan pelanggan yang luar biasa yang diberikan oleh Nordstrom kepada para pelanggan - Tantangan yang dihadapi oleh Nordstrom dalam menghadapi pertumbuhan popularitas e-commerce

Analisa : PENTINGNYA LAYANAN PELANGGAN DALAM INDUSTRI RETAIL Menurut Levy dan Barton (2004), aspek-aspek pelayanan yang dievaluasi oleh pelanggan adalah : 1. Aspek yang berwujud, yakni aspek yang jelas tampak oleh mata, seperti misalnya tampilan toko, apakah toko gelap atau terang, berantakan atau rapi, pengaturan rak barang, penampilan karyawan. 2. Pemahaman terhadap pelanggan. Dalam hal ini pramuniaga diharapkan dapat memberikan perhatian bagi para pelanggan, seperti menghubungkan hobi atau kesukaan pelanggan sehingga dapat memahami kebutuhan pelanggan. 3. Perilaku yang sopan. Pelayanan yang baik dan bersahabat tentunya akan membuat pelanggan senang berbelanja di toko tertentu. Cara para pramuniaga melayani pelanggan, mendengarkan dan memperhatikan ketika pelanggan berbicara pada pramuniaga tentunya akan membuat para pelanggan merasa dihargai. 4. Kredibilitas. Kredibilitas sangatlah penting, di mana reputasi perusahaan tentu menjadi pertimbangan pelanggan, misalnya dalam pemeberian garansi, kebijakan pengembalian barang yang rusak dan waktu pengembalian barang. 5. Keandalan. Perusahaan harus mampu diandalkan misalnya dalam ketelitian memasukkan item pembelian ke nota, juga kecepatan para pelayan toko dalam memberikan layanan sehingga para pelanggan tidak perlu menunggu terlalu lama. 6. Akses. Perusahaan juga harus mudah diakses oleh pelanggan serta memberikan kemudahan dalam bertransaksi. 7. Kompetensi dan kecakapan. Para karyawan toko juga harus memiliki pengetahuan yang cukup mengenai produk yang dijual. 8. Responsif. Para pelayan toko harus siap sedia memuhi kebutuhan pelanggan, serta memberikan pelayanan yang terbaik kepada setiap pelanggan. Dapat dilihat bahwa pelayanan pelanggan sangatlah penting dalam industri retail. Karenanya penting bagi Nordstrom untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Karenanya sumber daya manusia berperan penting dan harus terus dilatih serta dievaluasi kinerjanya. BUDAYA LAYANAN PELANGGAN YANG LUAR BIASA YANG DIBERIKAN KEPADA PELANGGAN Nordstrom adalah sebuah legenda mengenai pelayanan konsumen, dengan komitmen yang kuat terhadap kepuasan konsumen. Nordstrom terus bertumbuh dan tidak dapat dikalahkan oleh pesaingya yang membuat pendekatan serupa yakni pelayanan pelanggan. Hal tersebut dikarenakan layanan pelanggan telah

menjadi budaya di Nordstrom, dan bukanlah sesuatu yang dibuat-buat, di mana pelayanan yang mereka berikan sudah menjadi sebuah bagian dari cara hidup dan pola pikir bersama. Dapat dikatakan bahwa budaya perusahaan berperan sangat kuat, meski sering tidak terlihat dan disadari. Budaya perusahaan dapat dijadikan alat untuk memperkuat komitmen perusahaan dan meningkatkan eksistensi perilaku karyawan. Pada kasus Nordstrom terlihat bahwa budaya pelayanan pelanggan sangatlah kuat, menurut Robbins (1998) budaya kuat memiliki dampak yang lebih besar terhadap perilaku para karyawan, dalam budaya kuat nilai inti perusahaan dipegang secara mendalam dan diant bersama secara meluas. Budaya yang kuat akan berpengaruh ang besar para perilaku. TANTANGAN YANG DIHADAPI OLEH NORDSTROM DALAM MENGHADAPI POPULARITAS PERTUMBUHAN E-COMMERCE Menurut Kottler (2011), yang terpenting adalah nilai-nilai budaya yang selalu mendahulukan kepentingan pelanggan di atas segalanya, hanya dengan memiliki nilai budaya tersebut, perusahaan akan mampu merubah dirinya terus menerus sesuai dengan tuntutan pelanggan dan pasar, salah satunya adalah menyesuaikan dengan perkembangan e-commerce. Karenanya Nordstrom harus berpartisipasi dalam dunia e-commerce agar dapat tetap memberikan pelayanan terbaik yang diharapkan oleh pelanggan. Nordstrom juga dituntut untuk mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan yang signifikan dari penjualan tradisional menjadi penjualan online, di mana layanan yang diberikan kepada pelanggan tentunya berbeda juga. Dalam hal ini Nordstrom dituntut untuk berevolusi. KESIMPULAN Sebagai perusahaan yang bergerak dalam usaha retail, hal yang benar bagi Nordstrom untuk menjadikan pelayanan terhadap pelanggan sebagai budaya perusahaan. Hal tersebut dikarenakan budaya perusahaan dapat dijadikan alat untuk memperkuat komitmen perusahaan dan meningkatkan eksistensi perilaku karyawan, dan hal tersebut sangat penting dalam hal memberikan layanan kepada pelanggan. Namun tak dapat dipungkiri bahwa budaya harus berevolusi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, kebutuhan pelanggan serta permintaan pasar, agar perusahaan dapat terus mempertahankan eksistensinya dan mencapai goal yang dituju. DAFTAR PUSTAKA Levy, Michael da Weitz, Barton A. 2004. Retailing Management. New York : McGraw Hil. Robin, Stephen P. 1998. Organizational Behavior. Edisi ke-8. New Jersey : Prentice Hall

Thompson, A. A., Peteraf, M. A., Gamble, J. E., dan Strickland III, A. J. 2016. Crafting and Executing Strategy : Concepts and Cases. Edisi ke-20. New York : The McGraw Hill Companies.