BAB V HASIL PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Kesiapan Kerja. mempraktekkan sesuatu. Pendapat yang hampir sama dikemukakan Kartono dan

BAB I PENDAHULUAN. pasangan (suami) dan menjalankan tanggungjawabnya seperti untuk melindungi,

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

KONTRIBUSI KONSEP DIRI DAN PERSEPSI MENGAJAR GURU TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI DITINJAU DARI JENIS KELAMIN SISWA SMA GAMA YOGYAKARTA TAHUN 2009 TESIS

BAB I PENDAHULUAN. Perguruan tinggi adalah salah satu lembaga pendidikan, idealnya harus mampu

BAB IV ANALISIS TENTANG POLA BIMBINGAN KARIR BAGI SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN AL-FALAH DAN KETERKAITANNYA DENGAN TEORI BIMBINGAN KARIR

Proposal Kegiatan dan Rencana Studi

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan

I. PENDAHULUAN. Bagian pertama ini membahas beberapa hal mengenai latar belakang masalah,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hubungan Antara Persepsi Terhadap Pola Kelekatan Orangtua Tunggal Dengan Konsep Diri Remaja Di Kota Bandung

BAB I PENDAHULUAN. strategis bagi peningkatan sumber daya manusia adalah pendidikan.

BAB I PENDAHULUAN. remaja yaitu, terkait dengan pemilihan jurusan kuliah di Perguruan Tinggi.

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. Ekonomi program diploma III Universitas Andalas dalam mencapai gelar Ahli

BAB I PENDAHULUAN. Suatu perusahaan dibentuk untuk mencapai tujuan bersama, untuk

MUHAMMAD DAROBI A

BAB I PENDAHULUAN. menuntut perhatian serius bagi orang tua yang tidak menginginkan anak-anaknya. tumbuh dan berkembang dengan pola asuh yang salah.

BAB I PENDAHULUAN. studi, kerja, hobi atau aktivitas apapun adalah minat. Dengan tumbuhnya minat dalam

BAB 1 PENDAHULUAN. Dengan kata lain SMK dapat menghasilkan lulusan yang siap kerja.

BAB I PENDAHULUAN. Sekolah adalah lembaga formal tempat dimana seorang siswa menimba ilmu dalam

BAB I. Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT diartikan setiap perbuatan. terhadap seseorang terutama perempuan yang berakibat timbulnya kesengsaraan

BAB I PENDAHULUAN. bahwa mereka adalah milik seseorang atau keluarga serta diakui keberadaannya.

BAB III GAMBARAN PERILAKU ANAK YANG MEMILIKI EFIKASI DIRI RENDAH. Setiap keluarga memiliki kondisi yang berbeda, terutama dari segi ekonomi dan

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan

BAB IV ANALISIS PENDIDIKAN AKHLAK ANAK DALAM KELUARGA NELAYAN DI DESA PECAKARAN KEC.WONOKERTO KAB. PEKALONGAN

BAB I PENDAHULUAN. tercapaikah tujuan pembelajaran matematika. Hasil belajar diperoleh dari

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Keluarga merupakan lembaga terkecil namun memberikan pengaruh yang

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. didik, sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia

A. Latar Belakang Masalah Sekolah merupakan suatu tempat dimana bagi peserta didik untuk

BAB V PEMBAHASAN. mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat

BAB I PENDAHULUAN. Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar

BAB I PENDAHULUAN. tuntutan keahlian atau kompetensi tertentu yang harus dimiliki individu agar dapat

Bagan Pengambilan Keputusan Pada Anak Bungsu Remaja Akhir

Bima MSV. Mimpi Haristo. Penerbit MSVdream

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. jumlah pengangguran di kalangan masyarakat. Pengangguran di Indonesia terjadi

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada tiga orang wanita karir

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Akuntansi. Disusun Oleh:

BAB I PENDAHULUAN. yang sangat mendasar bagi perkembangan bangsa suatu negara. Melalui. pada negara dengan potensi dan bakat yang dimiliki.

SM, 2015 PROFIL PENERIMAAN DIRI PADA REMAJA YANG TINGGAL DENGAN ORANG TUA TUNGGAL BESERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan adalah hal yang penting dan tidak dapat dipisahkan dari

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. Lingkungan keluarga seringkali disebut sebagai lingkungan pendidikan informal

Lampiran 1. Hasil Validitas dan Reliabilitas

BAB I PENDAHULUAN. Belajar merupakan istilah kunci yang penting dalam kehidupan manusia,

BAB 1 PENDAHULUAN. terpenting di dalam suatu perusahaan. Tanpa peran manusia meskipun berbagai

BAB. I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. proses kultural budaya di masa lalu, kini telah berganti sebab. Di masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. menyadari pentingnya memiliki pendidikan yang tinggi. Untuk mengikuti perkembangan

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1. Program Studi Pendidikan Akuntansi. Disusun Oleh :

EKSPERIMEN PEMBELAJARAN AKTIF TIPE TEAM QUIZ DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA POKOK BAHASAN SUDUT PADA KELAS VII SMP N 1 NGUNTORONADI

BAB II PROFIL INFORMAN. mendasari mengapa penelitian gaya komunikasi manajemen konflik interpersonal

USAHA YANG DILAKUKAN SISWA DALAM MENENTUKAN ARAH PILIHAN KARIR DAN HAMBATAN-HAMBATAN YANG DITEMUI (Studi Deskriptif terhadap Siswa SMA N 3 Payakumbuh)

SILABUS. Prasyarat : : Dr. I Ketut Sudarsana, S.Ag., M.Pd.H.

Alisuf Sabri, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 2007), hlm. 86.

BAB I PENDAHULUAN. Setiap hari, di seluruh dunia, jutaan orang harus bekerja atau sekolah.

BAB V PENUTUP. 1. Layanan Konseling Individual Bagi Siswa Kelas Akselerasi. a. Guru bimbingan dan konseling dalam layanan konseling individual

LAMPIRAN 1 KUESIONER KEMANDIRIAN

MEMPERSIAPKAN KEMATANGAN BELAJAR ANAK UNTUK MEMASUKI JENJANG PENDIDIKAN FORMAL YUSI RIKSA YUSTIANA

BAB I PENDAHULUAN. agar berperan secara aktif serta partisipatif.

BAB II LANDASAN TEORI

I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan kebutuhan mutlak bagi kehidupan manusia sejalan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Siswa Sekolah Menengah Pertama merupakan tahap anak berada pada masa

STUDENT PLAN RAMADHAN RIFANDY WIDODO NIM :

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. peserta didik yang mempunyai latar belakang yang berbeda.

BAB IV INTERPRETASI TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN PENDIDIKAN ANAK. dibahas dengan menggunakan perspektif teori pengambilan keputusan.

BAB I PENDAHULUAN. satunya dengan melakukan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Researh).

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 5 TAHUN 2016 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan zaman diabad 21 ini memperlihatkan perubahan yang begitu

BAB I PENDAHULUAN. akademik dan/atau vokasi dalam sejumlah ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. berperan sebagai pendengar saja, ketika guru menerangkan mereka justru

BAB I PENDAHULUAN. individu. Dalam bekerja, seseorang dituntut untuk melaksanakannya

BAB I PENDAHULUAN. memasuki dunia pekerjaan. Mendapatkan predikat lulusan terbaik dari suatu

BAB I PENDAHULUAN. Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Dan Motivasi Berprestasi Terhadap Keterampilan Teknik Dasar Lapangan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang masalah. Pendidikan merupakan faktor utama yang sangat penting dalam

BAB I PENDAHULUAN. tercapainya manusia dan masyarakat berkualitas yang memiliki kecerdasan

BAB I PENDAHULUAN. Keluarga yang bahagia dan harmonis merupakan dambaan dari setiap

Terdapat sepuluh (10) butir pemikiran yang diajukan oleh Hoppockbahwa: a. Pekerjaan dipilih dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan.

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) No.

Transkripsi:

94 BAB V HASIL PENELITIAN A. Pembahasan Setelah proses pendidikan berakhir seseorang dihadapkan pada sebuah tujuan yang lebih meningkat yaitu pencarian pekerjaan. Seseorang mulai memasuki masa bertanggung jawab atas dirinya sendiri tanpa adanya ketergantungan dari orang tua lagi. Seseorang akan bekerja keras serta melakukan sebuah upaya serta usaha demi mencapai suatu keinginan, cita-cita serta harapannya. Tercapai atau tidaknya tentunya hal tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor yang membuat seseorang menentukan pilihannya. Menurut Roe dan Holland (dalam Sukardi, 1987, h.72) pendidikan, faktor lingkungan, serta pola asuh orang tua akan menjadikan pembentukan karakter mental terhadap seseorang yang akan membawa pengaruh terhadap pembentukan kualitas kepribadian dalam individu. Beberapa faktor individu adalah (Sukardi, 1987, h.49) sikap, kepribadian, nilai, hobi atau kegemaran, prestasi, ketrampilan, rasa tanggung jawab, percaya diri. Hal tersebut sangat berpengaruh dalam menentukan pilihan pekerjaan. Apabila seseorang memiliki nilai individu yang baik tentunya pekerjaan yang di dapat akan baik pula. Pemilihan pekerjaan yang baik akan membawa pengaruh pada jenjang pekerjaan yang baik pula.

95 Hasil yang didapat berdasarkan latar belakang keadaan ekonomi keluarga ketiga subjek termasuk dalam status ekonomi sederhana. Keluarga subjek cukup dalam pemenuhan kehidupan sehari-hari seperti kebutuhan primer maupun sekunder. Subjek III memiliki status ekonomi yanag kurang. Subjek tiga memiliki pengalaman yang sangat berbeda dengan subjek lain. Ketika subjek berada pada bangku SMA ayah subjek meninggal dunia, subjek harus menghadapi kenyataan yang pahit karena harus berjuang dengan ibu dan kesepuluh saudaranya. Subjek merasa bahwa hari-harinya sangat berat. Makanan sehari hari hanya seadanya dengan berbagi dengan kakak dan adik. Pakaian sekolah yang dimiliki hanya dua pasang. Subjek tidak memiliki sepatu sekolah bahkan setiap aktivitasnya subjek tidak pernah menggunakan alas kaki. Kemampuan ekonomi yang sangat kurang pada keluargnya membuat subjek memiliki kedewasaan serta hal yang lebih baik disbanding ketiga subjek lain. Subjek mendapat fasilitas pendidikan yang layak hingga jenjang SMA dan perguruan tinggi. Latar belakang ekonomi subjek yang berbeda membuat masing-masing subjek menjadi tangguh dan lebih menghargai nilai kehidupan. Seseorang akan lebih menghargai serta memiliki nilai-nilai atas pengalaman hidup. Peranan orang tua pada subjek memiliki andil besar dalam kehidupan sehari hari. Hal yang ditanamkan dengan sebuah tindakan seperti mendidik anak, memberi informasi mengenai dunia kerja, mengarahan subjek dalam menempuh pendidikan, serta memberikan

96 pandangan atas pilihan yang terbaik membuat masing-masing subjek memiliki keinginan pada pilihan pekerjaan yang dipilih saat ini. Subjek pertama dan kedua orang tuanya bercerai namun hal tersebut tidak menjadi kekurangan dalam dukungan dan peran orang tua dalam memilih pekerjaan. hal ini menjadikan subjek menjadi lebih semangat untuk menjadi orang yang sukses dengan bekerja keras pada pilihan pekerjaannya. Pada subjek dua, ayah subjek melihat kemampuan anaknya serta menyarankan atas pandangan karir yang baik yang didapat dari lingkungan keluarga ayah subjek. Pada subjek tiga minat muncul ketika ayah subjek meninggal. Subjek mengingat bahwa sebelum ayahnya meninggal ayah subjek pernah mengatakan bahwa ayah subjek ingin memiliki seorang anak yang bekerja di bank karena ayah subjek selalu pinjem uang di bank. Didukung dengan kemampuan dan kesungguhannya subjek berusaha dengan belajar giat hingga memiliki prestasi yang baik hingga membawa subjek pada pilihan pekerjaan yang baik. Faktor keadaan membuat subjek menjadi lebih membantu dalam proses belajar sehingga subjek memiliki semangat belajar yang tinggi hingga mengakibatkan memiliki prestasi yang baik atas kesungguhannya. Hal ini membantu subjek dalam proses belajar sehingga subjek mendapatkan pendidikan yang cukup tinggi dan mengerjakan tugasnya dengan baik. Seseorang yang pendidikannya cukup tinggi dan pngalamannya cukup banyak ditempatkan dalam pekerjaan yang tidak menuntut persyaratan pendidikan dan

97 pengalaman sebanyak itu kemunggkinan besar hasil pekerjaannya lebih baik daripada andaikata pekerjaan itu dilakukan oleh orang lain yang berpendidikan lebih rendah (Ravianto, 1985, h.18). Tentunya ini yang mendorong subjek untuk berkarir lebih baik di bidangnya. Faktor pada individu yang muncul pada subjek adalah sikap, nilai, hobi atau kegemaran, kepribadian, keterampilan, tanggung jawab, tangguh, disiplin, prestasi. Setiap pengalaman yang dialami oleh subjek memberikan pelajaran berharga dan memiliki nilai tersendiri pada subjek untuk disikapi. Hal ini menjadikan seseorang berfikir lebih matang sehingga sangat berpengaruh untuk mengubah pola pikir dan memberikan motivasi tersendiri untuk menjadi sukses melalui pekerjaan yang dipilih. Pengalaman pada subjek I ketika orang tua subjek bercerai, subjek merasa sedih karena memiliki adik banyak. Dengan keadaan tersebut subjek mendapatkan nilai-nilai tersendiri serta hal yang harus disikapi yang diwujudkan dengan pencapaian karirnya saai ini. Pengalaman pada subjek dua ketika subjek kehilangan adiknya karena kecelakaan. Subjek dan ayahnya tidak bisa membiayai operasi yang seharusnya dilakukan. Pengalaman tersebut membuat penekanan itu muncul bahwa subjek harus menjadi seorang yang sukses agar suatu hari nanti dapat membuktikan pada adiknya bahwa subjek sukses walau adiknya sudah meninggal subjek merasa adik subjek akan tau. Nilai yang didapat dari subjek III adalah ketika subjek memiliki 11 saudara dan seorang ibu yang single parent hanya menepuh pendidikan sampai SD itupun tidak lulus. Subjek merasa bahwa atas

98 kesederhanaan yang ada subjek memiliki pandangan dan keyakinan bahwa dirinya adalah orang yang harus memiliki pendidikan tinggi karena subjek merasa bahwa keturunan dari subjek memiliki turunan orang besar karena kakeknya saat itu kepala desa. Selanjutnya subjek menyikapi hal tersebut dengan tetap menjalani proses kehidupan yang penuh perjuangan, subjek juga merasa bahwa seorang sarjana di desa itu sangat langka. Dengan demikian subjek berusaha dengan keras untuk bisa menempuh pendidikan sampai sarjana agar keinginannya terwujud hingga pada pilihan pekerjaannya saat ini. Hobi dan kegemaran masing-masing subjek berbeda. Hal tersebut membawa pengaruh atas pilihan pekerjaannya yang dipilih. Subjek II memiliki hobi sejak kecil yaitu menggambar. Subjek menghabiskan waktu luangnya dengan menggambar abstrak, gambar tentang bangunan properti yang dikumpulkan pada buku gambar subjek. Subjek II memiliki hobi menggambar selain itu didukung dengan faktor pendidikan dengan jurusan teknik gambar bangunan. Hal ini membuat subjek memiliki hobi yang sama dengan pekerjaannya hingga membawa subjek pada pilihan pekerjaannya saat ini. Selama ini subjek berkali kali mengikuti pekerjaan proyek dari luar kota hingga luar kota. Hal ini dilakukan oleh subjek karena subjek merasa enjoy pada pekerjaannya. Saat ini hobi bakat dan kegemaran subjek membawa subjek menetap pada pilihan pekerjaannya di PT KAI sebagai petugas teknih yang mengatur rel dan jembatan. Pada subjek ketiga adalah memiliki prestasi yang baik alam hal berhitung. Subjek memiliki hobi dengan hal-hal yang

99 berkaitan dengan hitungan. Hal ini dibuktikan saat subjek kecil selalu membantu orang tua subjek memberi kembalian dan menghitung total belanja dari pembeli, selanjutnya nilai hitungan pada pelajaran dari SD hingga perguruan tinggi selalu bagus. Selanjutnya pada subjek empat adalah menulis dan berorganisasi. Subjek memiliki hobi menulis sejak kecil. Tulisan subjek sangat rapi hingga sering ditunjuk sebagai perwakilan lomba menulis Jawa. Subjek juga sering diperintahkan guru untuk menulis di papan tulis. Subjek selalu menjadi sekretaris saat SD, SMP, SMA, serta OSIS yang sampai saat ini prestasi yang dimiliki atas ketrampilan menulis menjadi pilihan pekerjaannya. Sehingga subjek IV merasa nyaman dengan pekerjaanya. Kemudian pengetahuan tentang dunia kerja dan kepribadian muncul pada subjek I, dan IV. Informasi tentang dunia kerja disertai dengan bukti nyata dari orang tua subjek yang diberikan pada subjek memiliki penekanan sehingga terbentuk suatu pencapaian dan pandangan dalam memutuskan untuk memilih pekerjaan. Saat kecil subjek sudah mulai ditanamkan mengenai pekerjaan yang harus dipilih kedepannya dengan informasi-informasi serta pandangan positif jika pekerjaan seperti orang tua memiliki banyak manfaat dan hal positif. Hal tersebut memiliki peranan atas keputusan pilihan pekerjaan subjek saat ini. Setiap proses dari pendidikan hingga kegiatan sehari-hari disertai dengan dukungan dan arahan orang tua membawa subjek pada pemilihan pekerjaannya saat ini.

100 Ketrampilan muncul pada subjek II, IV. Ketrampilan yang dimiliki pada subjek pertama yaitu menggambar. Subjek terlihat terampil atas imaginasi gambar pada setiap konsep yang digambar. Inspirasi yang muncul dituangkan dalam goresan-goresan gambar yang memiliki makna, contohnya menggambar seorang wanita yang cantik namun memiliki nilai dari segi absrak. Pada subjek keempat ketrampilannya dituangkan pada setiap goresan dalam bentuk tulisan yang sangat rapi dan juga dalam bentuk aksara jawa. Ketrampilan pada kedua subjek menjadi pendukung dari salah satu faktor pada pilihan pekerjaannya saat ini. Pekerjaan yang dilakukan terasa menyenangkan apabila sesuai dengan ketrampilan pada subjek. Prestasi hanya muncul pada subjek III. Pengalaman yang sangat berharga hingga harus merasakan kehilangan ayah diusia kecil membuat subjek memiliki pandangan dan semangat yang luar biasa yang dimiliki dalam pencapaian proses pemilihan pekerjaan. Hal ini memicu subjek untuk mempertimbangkan setiap hal yang dilakukan supaya keinginan subjek menjadi orang sukses tercapai. Dengan keterbatasan biaya pendidikan subjek tetap fokus pada pendidikan serta menanamkan pada diri bahwa subjek harus rajin belajar dengan sungguh-sungguh. Kerja kerasnya membuahkan hasil yaitu setiap subjek ulangan tidak pernah her. Subjek saat kuliah selalu menjadi panutan pada teman-temannya dalam hal belajar. Subjek selalu diminta temannya untuk pulang akhir demi mengajarkan pelajaran yang sulit bagi teman-temannya. Subjek juga dijadikan asisten dosen saat kuliah. Subjek termasuk

101 lulusan pertama diangkatannya karena karena lebih cepat empat bulan dari teman-teman yang lain. Prestasi subjek yang baik membuat subjek saat ini berada dalam puncak karirnya. Kualitas pada individu lain yang muncul pada masing-masing subjek seperti sikap, kedisiplinan, tanggung jawab dan pekerja keras terbentuk atas suatu proses dalam lika-liku kehidupan yang dialami oleh masing-masing subjek. Pengalaman pahit serta perjuangan yang dilakukan menjadikan masing-masing subjek memiliki kualitas yang baik. Faktor orang tua memiliki peranan dalam pembentukan kualitas individu. Tentunya hal ini juga didasari atas bagaimana subjek menyikikapi semua proses dalam hidupnya dengan baik tanpa menyerah. Faktor primer pemilihan pekerjaan subjek muncul pada semua subjek. Peranan orang tua sangat penting atas pemilihan pekerjaan yang dipilih jika dibandingkan dengan peranan lingkungan sekitar. Orang tua menilai potensi serta peluang yang tepat untuk anak dalam pemilihan pekerjaan. Orang tua akan selalu memberikan pilihan pekerjaan terbaik bagi anaknya. Pada kedua subjek peranan yang sangat dominan dalam keputusan pemilihan pekerjaan yaitu pada subjek I,IV. Ketika subjek kecil subjek sudah mendapatkan pandangan mengenai pilihan pekerjaan. Orang tua subjek memiliki pengalaman atas pekerjaannya. Orang tua subjek memberikan pandangan serta arah pilih pekerjaan atas pengalaman yang dimiliki. Selain itu subjek mendapat informasi dan pengetahuan mengenai pekerjaan orang tua dari proses kehidupan yang dijalani.

102 Peranan orang tua menentukan pilihan pekerjaannya saat ini yaitu memiliki pekerjaan sama dengan orang tua dan subjek merasa nyaman dengan pekerjaannya saat ini. Sehingga persiapan pekerjaan dapat dilakukan ketika seseorang sedini mungkin. Hal yang mendukung selama dalam proses adalah jenis penghasilan, pekerjaan orang tua, pendidikan tertinggi orang tua, status sosial ekonomi orang tua, harapan orang tua terhadap pendidikan anak, pekerjaan yang didambakan dan dicita-citakan orang tua terhadap anaknya. Pada subjek III subjek tidak mendapatkan arahan penuh dari orang tua karena semenjak SMA ayah subjek meninggal. Hanya saja ayah subjek ingin memiliki keinginan bahwa salah satu anaknya menjadi pegawai bank. Dengan suatu proses pendidikan yang dilalui subjek dengan sendirinya mengarah pada kesempatan yang dimbangi dengan dukungan faktor prestasi yang baik, bekerja keras, pantang menyerah membawa subjek pada pilihan pekerjaan yang tepat. Pada teori kepribadian Holland, tipe kepribadian konvensional muncul pada subjek I dan III IV, tipe kebribadian ini pada umumnya memiliki kecenderungan terhadap kegiatan verbal, dan menyenangi bahasa yang tersusun baik seperti kecenderungan subjek yaitu sebagai pelaut nautika, analis kredit dan sekretaris. Saat ini subjek I bekerja menjadi pelaut ahli nautika dengan lama bekerja satu tahun. Subjek mengawali pekerjaannya dengan berlayar ke Negara Cina. Subjek III bekerja pada bank BNI dengan lama bekerja 35 tahun menjadi analis kredit dengan puncak jabatan kepala cabang daerah. Latar belakang subjek yang sangat berbeda dari segi status ekonomi

103 dibanding subjek lain serta usaha kerasnya membawa subjek III berada pada puncak karirnya. Subjek III selalu naik jabatan dengan proses yang baik dan cepat. Subjek III sudah menjadi wakil kepala saat usianya 35 tahun. Subjek III dapat dikatakan memiliki jenjang karir sangat baik Tipe kepribadian artistik muncul pada subjek II. Tipe artistik memiliki kecenderungan berhubungan dengan orang lain secara tidak langsung bersifat tidak sosial, sukar menyesuaikan diri. Subjek lebih suka menghadapi keadaan sekitar dengan melalui ekspresi diri. Subjek II bekerja pada PT KAI pada bagian rel dan jembatan dengan lama bekerja selama dua tahun. Pengalaman enam tahun sebelumnya subjek bekerja pada perusahaan dan bekerja pada bidang teknik gambar dan bangunan. Tipe kepribadian konvensional dan sosial muncul pada subjek IV. Orientasi pada tipe kepribadian ini memiliki kecenderungan untuk memilih lapangan kerja seperti pekerja sosial yang memiliki hubungan interaksi sosial dengan baik terhadap lingkungan sekitarnya. Subjek IV adalah satu-satunya subjek yang memiliki dua karakteristik pekerjaan dibanding dengan subjek lain. Subjek saat ini bekerja menjadi PNS sebagai sekretaris dan bendahara dengan lama bekerja 20 tahun. Setiap subjek memiliki karakteristik dan tipe-tipe jenis pekerjaan yang berbeda antara satu sama lain sesuai dengan pengelompokan jenis pekerjaan. Pekerjaan yang menjadi pilihannya saat ini dihasilkan dari pola asuh orang tua, pendidikan serta kualitas dari individu yang

104 dimiliki. Karakteristik pekerjaan yang muncul pada subjek hanya enam dari empat karakteristik yang ada. Karakteristik tersebut adalah konvensional, intelektual, sosial, dan artistik. Peneliti menyadari akan beberapa kelemahan dalam penelitian ini antara lain : 1. Kesulitan dalam menentukan waktu untuk wawancara karena semua subjek sibuk dengan pekerjaannya. 2. Konsentrasi subjek kurang karena diselingi dengan bercanda, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan wawancara. Bagan 7. Faktor-faktor yang Memengaruhi Pemilihan Pekerjaan pada Seseorang Cita-cita, harapan, keinginan, tujuan Faktor Internal Faktor Eksterenal

105 Subjek I (Meneruskan dan ingin menjadi seperti orang tua, faktor pendidikan mendukung pemilihan pekerjaan, kualitas pada individ) Proses, upaya, pencapaian (latar belakang keluarga, pendidikan,dinamika pemilihan pekerjaaan) Subjek II (Memiliki kualitas individu, pendidikan memengaruhi pemilihan pekerjaan) Subjek III (Kualitas individu prestasi yang sangat baik, pendidikan, status ekonomi cukup, pengalaman, nilai, pekerja keras, ingin mewujudkan kesuksesan) Karakteristik pekerjaan Subjek IV (Meneruska n dan ingiin menjadi seperti orang tua, memiliki kualitas dalam individu)