Perbandingan Minyak Biji Singkong (Manihot esculenta) dengan Ketokonazol 2 % dalam Menghambat Pertumbuhan Candida sp pada Kandidiasis Interdigital

dokumen-dokumen yang mirip
Perbandingan Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) dengan Ketokonazol 2% dalam Menghambat Pertumbuhan Candida sp. pada Kandidiasis Vulvovaginalis

Perbandingan Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana Linn) dengan Ketokonazole 2% dalam Menghambat Pertumbuhan Pityrosporum Ovale pada Ketombe

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Mikrobiologi, dan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2016.

ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH. Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat sarjana strata-1 kedokteran umum

BAB IV METODE PENELITIAN

ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH. Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat sarjana strata-1 kedokteran umum

ABSTRAK. AKTIVITAS ANTIFUNGI AIR PERASAN LOBAK (Raphanus sativus L.) TERHADAP Candida albicans SECARA In Vitro

ARTIKEL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH. Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai drajat sarjana strata-1 kedokteran umum

ABSTRAK. EFEK ANTIFUNGAL MINYAK ATSIRI JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum) TERHADAP Candida albicans SECARA IN VITRO TAHUN 2014

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Sentral bagian

EFEKTIVITAS EKSTRAK SELEDRI (APIUM GRAVEOLENS) 50% DIBANDINGKAN KETOKONAZOL 2% TERHADAP PERTUMBUHAN MALASSEZIA SP. PADA KETOMBE

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Rumah Sakit

ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH. Diajukan untuk memnuhi sebagai persyaratan guna mencapai derajat sarjana strata-1 kedokteran umum

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH ( Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO

EFEKTIVITAS EKSTRAK KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA) DIBANDINGKAN DENGAN KETOKENAZOL 2% TERHADAP PERTUMBUHAN MALASSEZIA SP. PADA KETOMBE

ABSTRAK. Pembimbing I : Widura, dr., MS. Pembimbing II : Yenni Limyati, dr., Sp.KFR., S.Sn., M.Kes. Selly Saiya, 2016;

BAB I PENDAHULUAN. kebersihan terutama pada kehidupan sehari hari. Dalam aktivitas yang relatif

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KETAPANG. (Terminalia catappa) DAN KETOKONAZOL 2% TERHADAP. PERTUMBUHAN Candida albicans SECARA IN VITRO

PENGARUH PEMBERIAN ASAP CAIR PADA BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAP PERTUMBUHAN Streptococcus mutans PENYEBAB KARIES GIGI

ABSTRAK. AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BUNGA CENGKEH DAN PARUTAN LIDAH BUAYA TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans SECARA IN VITRO

PERBANDINGAN EFEK ANTICANDIDA CHLORHEXIDINE 2% (CHX) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS

Artikel Karya Tulis Ilmiah. Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi persyaratan dalam menempuh Program Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran

PERBEDAAN EFEK EKSTRAK JINTAN HITAM. STOMATITIS DAN Candida albicans (ATCC )

ABSTRAK AKTIVITAS TEH HIJAU SEBAGAI ANTIMIKROBA PADA MIKROBA PENYEBAB LUKA ABSES TERINFEKSI SECARA IN VITRO

Kata kunci : Lactobacillus acidophilus, Yoghurt, Candida albicans.

ABSTRAK. EFEK INHIBISI EKSTRAK ETANOL BATANG KAYU MANIS (Cinnamomum burmanni) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella Typhi SECARA In Vitro

ABSTRAK. PENGARUH EKSTRAK KULIT LEMON (Citrus limon Linn.) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans PADA LANDASAN GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK HEAT CURED

EFEK ANTELMINTIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE MERAH. (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum) TERHADAP CACING. Ascaris suum Goeze SECARA IN VITRO

ABSTRAK PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PEMAKAIAN OBAT KUMUR CHLORHEXIDINE PADA PEROKOK DAN BUKAN PEROKOK DALAM MENURUNKAN JUMLAH KOLONI BAKTERI AEROB

ABSTRAK KONTAMINASI MIKROORGANISME PADA BEDAK PADAT YANG SUDAH DIGUNAKAN

HUBUNGAN ANTARA TERJADINYA KANDIDIASIS VULVOVAGINALIS DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH

ARTIKEL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH. Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat sarjana strata-1 kedokteran umum

ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH. Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi persyaratan dalam menempuh Program Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran

DAYA HAMBAT EKSTRAK SABUT KELAPA (COCOS NUCIFERA) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI DAN

BAB IV METODE PENELITIAN

UJI BANDING EFEKTIVITAS MENGKUDU 2% DENGAN KETOKONAZOL 2% SECARA IN VITRO TERHADAP PERTUMBUHAN Malassezia furfur PADA PITIRIASIS VERSIKOLOR

PENGARUH PAJANAN ASAP TERHADAP JUMLAH CANDIDA DI RONGGA MULUT. Studi pada Pekerja Pengasapan Ikan di Desa Bandarharjo, Kota Semarang, Jawa.

ABSTRAK. AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale Rosc. Var. Rubrum) TERHADAP Candida albicans SECARA IN VITRO

ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH. Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi persyaratan dalam menempuh Program Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran

AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL BATANG DAN DAUN EVODIA

ABSTRAK. EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL BAWANG PUTIH (Allium sativum Linn.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli SECARA IN VITRO

ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH. Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi persyaratan dalam menempuh Program Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS AIR PERASAN BUAH WORTEL DENGAN KETOKONAZOL 1% SECARA INVITRO TERHADAP PERTUMBUHAN PITYROSPORUM OVALE PADA KETOMBE

PENGARUH EKSTRAK ETANOL RIMPANG KENCUR (Kaempferia YANG DIINDUKSI ASAM ASETAT ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH

ABSTRAK PENGARUH BAKTERI PROBIOTIK TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI INTESTINAL SECARA IN VITRO

ABSTRAK. Kata Kunci : Streptococcus mutans, avokad, in vitro.

ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH. Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi persyaratan dalam menempuh Program Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran

BAB 1 PENDAHULUAN. yang menyebabkan infeksi karena jamur banyak ditemukan (Nasution, 2005).

ABSTRAK. EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss) TERHADAP Enterococcus faecalis

ABSTRAK. PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTICANDIDA INFUSA DAUN SIRIH (Piper betle Lynn) SEGAR DENGAN SABUN CAIR PEMBERSIH VAGINA KEMASAN SECARA IN VITRO

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

EFEKTIVITAS AIR PERASAN JERUK LEMON (CITRUS LIMON BURM) 25% DIBANDINGKAN KETOKONAZOL 2% TERHADAP PERTUMBUHAN MALASSEZIA SP.

UJI BANDING EFEKTIVITAS AIR REBUSAN DAUN SAMBILOTO PADA KANDIDIALIS VAGINALIS ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH

UJI EFEKTIVITAS DESINFEKTAN KLOROSILENOL TERHADAP PERTUMBUHAN (Candida albicans) DI DALAM AIR

PENGARUH PENAMBAHAN UMBI GARUT

ABSTRAK. UJI EFEK ANTIFUNGI EKSTRAK AIR TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria) SECARA IN VITRO TERHADAP Candida albicans

BAB 4 METODE PENELITIAN

UJI BANDING EFEKTIVITAS INFUS JINTAN HITAM (Nigella sativa) 100% DENGAN KETOKONAZOL 2% SECARA IN VITRO TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans

EFEKTIFITAS EKSTRAK JAHE (ZINGIBER OFFICINALE ROSC.) 3,13% DIBANDINGKAN KETOKONAZOL 2% TERHADAP PERTUMBUHAN MALASSEZIA SP.

BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini meliputi bidang keilmuan mikrobiologi, imunologi, farmakologi, dan pengobatan tradisional.

PENGARUH CAlRAN PEMBERSIH VAGINA MEREK "X" SEBAGAI ANTISEPTIK TERHADAP MIKROORGANISME DALAM VAGINA

BAB I PENDAHULUAN. ataupun jenis pekerjaan dapat menyebabkan penyakit akibat kerja. 1

UJI DAYA ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL 70% BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia Linn) TERHADAP JAMUR Candida albicans ATCC SECARA IN VITRO

ABSTRAK. EFEK ANTIMIKROBA BERBAGAI SEDIAAN BUAH MENGKUDU DI PASARAN TERHADAP Salmonella typhi dan Candida albicans SECARA IN VITRO

BAB III METODE PENELITIAN

ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH. Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi persyaratan dalam menempuh Program Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO 2012

BAB 4 METODE PENELITIAN

ABSTRAK. PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTIMIKROBA BAWANG PUTIH (Allium sativum) DAN CABAI MERAH (Capsicum annuum) TERHADAP Staphylococcus aureus IN VITRO

ABSTRAK DAYA REPELEN MINYAK CENGKEH (Syzygium aromaticum) TERHADAP NYAMUK Aedes sp.

Daya Antibakteri Air Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Terhadap Pertumbuhan Stapylococcus aureus dan Escherichia coli yang Diuji Secara In Vitro

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

BAB III METODE PENELITIAN

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI. EKSTRAK BAWANG PUTIH ( Allium sativum Linn ) TERHADAP BAKTERI. Escherichia coli IN VITRO. Artikel Karya Tulis Ilmiah

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN ALAMANDA

NUR SIDIK CAHYONO AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL BIJI JARAK, DAUN URANG-ARING DAN KOMBINASINYA TERHADAP MALASSEZIA SP. SERTA EFEK IRITASINYA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN. Jenis penelitian adalah eksperimental laboratories dengan rancangan. penelitian The Post Test Only Control Group Design.

PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO TERJADINYA TINEA PEDIS PADA POLISI LALU LINTAS KOTA SEMARANG LAPORAN AKHIR HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH

JURNAL MEDIA MEDIKA MUDA. Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi persyaratan dalam menempuh Program Strata-1 Kedokteran Umum

LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH. Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai gelar sarjana strata-1 kedokteran umum

ABSTRAK. UJI TOKSISITAS SUBKRONIS DERMAL MINYAK ROSMARINI (Rosmarinus officinalis L) PADA TIKUS WISTAR DENGAN PARAMETER HEMATOLOGI DAN BIOKIMIAWI

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL ISOLAT PROPOLIS GUNUNG LAWU TERHADAP HITUNG SPERMATOZOA MENCIT MODEL INFERTILITAS PRIA

PERBEDAAN EFEKTIFITAS ANTARA KEJU CHEDDAR DAN YOGHURT PLAIN TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS SECARA IN VITRO

PENGARUH LAMA WAKTU KEMATIAN TERHADAP KEMAMPUAN PERGERAKAN SILIA NASOPHARYNX HEWAN COBA POST MORTEM YANG DIPERIKSA PADA SUHU KAMAR DAN SUHU DINGIN

TERAPI TOPIKAL AZELAIC ACID DIBANDINGKAN DENGAN NIACINAMIDE+ZINC PADA AKNE VULGARIS LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH

UJI DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK BIJI MIMBA (AZADIRACHTA INDICA A. JUSS) TERHADAP STREPTOCOCCUS PYOGENES DAN PSEUDOMONAS AERUGINOSA

DALAM PEWARNA RAMBUT TERHADAP KERUSAKAN RAMBUT

BAB III METODE PENELITIAN

EFEK ANTIHELMINTIK EKSTRAK ETANOL BIJI ADAS MANIS (Pimpinella anisum L.) PADA CACING GELANG BABI (Ascaris suum GOEZE) IN VITRO SKRIPSI

ABSTRAK EFEKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN BINAHONG

DAYA HAMBAT DEKOKTA KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI. Muhamad Rinaldhi Tandah 1

BAB IV METODE PENELITIAN. imunologi, farmakologi dan pengobatan tradisional. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Parasitologi dan Mikrobiologi

ABSTRAK. EFEK ANTELMINTIK EKSTRAK ETANOL DAUN PARE (Momordica charantia L.) TERHADAP CACING Ascaris suum BETINA SECARA IN VITRO

UJI BANDING EFEKTIVITAS MERANG (Rice straw) 50 % DENGAN KETOKONAZOLE 1% SECARA IN VITRO TERHADAP PERTUMBUHAN. Pityrosporum ovale PADA KETOMBE

NASKAH PUBLIKASI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan. Mencapai derajat Sarjana Kedokteran Gigi

TERAPI TOPIKAL CLINDAMYCIN DIBANDINGKAN DENGAN NIACINAMIDE + ZINC PADA ACNE VULGARIS LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH

ABSTRAK. Kata Kunci: Sukrosa, mikroorganisme.

ABSTRAK. AKTIVITAS ANTIMIKROBA INFUSA DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica Linn.) TERHADAP Escherichia coli SECARA IN VITRO

Transkripsi:

Perbandingan Minyak Biji Singkong (Manihot esculenta) dengan Ketokonazol 2 % dalam Menghambat Pertumbuhan Candida sp pada Kandidiasis Interdigital LAPORAN AKHIR HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai drajat sarjana strata-1 kedokteran umum WULAN FEBRIANI G2A 007 188 PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO TAHUN 2011

Perbandingan Minyak Biji Singkong (Manihot esculenta) dengan Ketokonazol 2 % dalam Menghambat Pertumbuhan Candida sp pada Kandidiasis Interdigital Wulan Febriani 1, Subakir 2 ABSTRAK Latar Belakang : Kandidiasis interdigital adalah infeksi sela-sela jari yang disebabkan oleh Candida sp. Minyak biji singkong (Manihot esculenta) telah dilaporkan dapat menghambat pertumbuhan Candida sp. Ketokonazol adalah senyawa imidazol yang merupakan obat standar pada kandidiasis. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan minyak biji singkong (Manihot esculenta) dengan ketokonazol 2% dalam menghambat pertumbuhan Candida sp pada kandidiasis interdigital. Metode : penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan post test only control group design. Sampel terdiri dari 30 biakan Candida sp (+) pada media Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Masing-masing ditanam pada 4 media yaitu, SDA yang mengandung ketokonazol 2%, SDA yang mengandung minyak biji singkong (Manihot esculenta) 25%,SDA yang hanya mengandung Candida sp sebagai kontrol (+) dan SDA dengan formalin sebagai kontrol (-) yang diinkubasi pada suhu 37 o C selama 24-48 jam. Data diperoleh dengan melihat adanya pertumbuhan koloni Candida sp pada kedua jenis media. Hasil : Dari 30 media SDA yang mengandung minyak biji singkong 25% (Manihot esculenta), 8 media (+) Candida sp dan 22 media (-) Candida sp. Sedangkan dari 30 media SDA yang mengandung ketokonazol 2%, 5 media (+) Candida sp dan 25 media (-) Candida sp. Dari uji chi-square didapatkan hasil p=0,347 (tidak signifikan) Simpulan : Minyak biji singkong (Manihot esculenta) 25% dapat menghambat pertumbuhan Candida sp dan sebanding dengan ketokonazol 2% dalam menghambat Candida sp pada kandidiasis interdigital secara in vitro. Kata kunci : Kandidiasis interdigital, minyak biji singkong, Candida sp. 1 Mahasiswa program pendidikan S-1 kedokteran umum FK Undip 2 Dosen luar biasa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang

Comparison of Cassava (Manihot esculenta) Seed Oil with Ketoconazole 2% to Iihibit the Growth of Candida sp in Interdigital Candidiasis ABSTRACT Background : Candidiasis is an infection of interdigital finger sidelines caused by Candida sp. Seed oil cassava (Manihot esculenta) has been reported to inhibit the growth of Candida sp. Ketoconazole is an imidazole compound which is a standard drug in candidiasis. This study aims to compare the seed oil of cassava (Manihot esculenta) with 2% ketoconazole in inhibiting the growth of Candida sp in interdigital candidiasis. Methods : This study was an experimental research laboratory with the design of post test only control group design. The sample consisted of 30 cultures of Candida sp (+) On medium Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Each planted on 4 media, SDAcontaining ketoconazole 2%, SDA-containing cassava (Manihot esculenta) seed oil 25%, SDA that contains only Candida sp as control (+) and SDA with formalin as a control (-) were incubated at 37 C for 24-48 hours. Data obtained by looking at the growth of colonies of Candida sp In both types of media. Result : Of the 30 media SDA + cassava (Manihot esculenta) seed oils, 8 medium were (+) Candida sp and 22 medium were (-) Candida sp. While 30 media SDA + ketoconazole 2%, 5 medium were (+) Candida sp and 25 medium were (-) Candida sp. From the chi-square test results obtained p = 0.347 (not significant) Conclusion : cassava (Manihot esculenta) seed oil 25% can inhibit the growth of Candida sp and comparable with ketoconazole 2% in inhibiting Candida sp in interdigital candidiasis in vitro. Key words: Candida interdigital, cassava seed oil, Candida sp.

PENDAHULUAN Di dunia, kutu air yang dikenal di Indonesia dikenal juga sebagai Hongkongsingapore foot. Sedangkan di Amerika dikenal sebagai athlete s foot. Di Surinam dikenal dengan Priti finga. Tricophyton mentagrophytes, T. rubrum and Candida sp, mikroorganisme yang paling banyak menyebabkan athlete s foot (1). Dari beberapa penelitian yang dilakukan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro tantang angka kejadian tinea pedis dapat disimpulkan bahwa Candida sp merupakan mikroorganisme yang paling sering ditemukan (2,3). Keadaan sosial ekonomi serta kurangnya kebersihan memegang peranan yang penting pada infeksi jamur, yaitu insiden penyakit jamur lebih sering terjadi pada sosial ekonomi rendah (4). Singkong (Manihot esculente) adalah salah satu pangan yang mudah ditemukan pada daerah-daerah yang berkembang. Popola, Yangumodou dkk telah membuktikan bahwa minyak biji singkong memiliki sifat menghambat pertumbuhan Candida sp (5). Ketokonazol merupakan obat standar pada kandidiasis, memiliki mekanisme kerja dalam menghambat enzim 14α- dimethylase, suatu enzim sitokrom P450 pada jamur sehingga sintesa ergosterol dirintangi dan terjadi kerusakan membran sel. penelitian yang akan dilakukan bertujuan untuk membandingkan minyak biji singkong (Manihot esculenta) dengan ketokonazol 2% dalam menghambat pertumbuhan Candida sp pada kandidiasis interdigitalis secara invitro. Hasil penelitian diharapkan minyak biji singkong sebanding dengan

ketokonazol 2% dalam menghambat pertumbuhan Candida sp pada kandidiasis interdigital. Sehingga dapat digunakan oleh masyarakat sebagai dasar ilmiah penggunaan minyak biji singkong sebagai obat tradisional untuk mengatasi kandidiasis interdigital serta menjadi informasi tambahan bagi penelitian lebih lanjut. METODE Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Diponegoro, dan berlangsung pada bulan Maret sampai Juli 2011. Disiplin ilmu yang terkait meliputi Ilmu Mikrobiologi, Ilmu Farmakologi, dan Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratoris secara kualitatif berdesain post-test only control group. Bahan yang digunakan adalah minyak biji singkong (Manihot esculenta) dengan konsentrasi 25 % berdasarkan uji Kadar Hambat Minimum (KHM). Pembuatan minyak biji singkong dilakukan di Laboratorium Biokimia Universitas Diponegoro semarang dengan metode soxhletasi dengan pelarut petroleum eter. Sampel Candida sp diperoleh dari kerokan kulit penderita kandidiasis interdigital di panti asuhan Al-Hidayah semarang. Masing masing kerokan di cat dengan KOH 10% dilihat di bawah mikroskop,bila ditemukan yeast dan atau pseudohifa maka dinyatakan positif (+). Sampel (+) ditanamkan ke dalam media Sabouraud Dextrose Agar dan diinkubasi selama 2-5 hari pada suhu 37 o C. Hasil biakan (+) Candida sp dalam media inilah yang kemudian dijadikan sampel dalam penelitian ini. Masing masing sampel dimasukkan dalam NaCl dan disesuaikan dengan

standar kekeruhan Mc Farland 0,5. Masing masing sampel yang telah dilarutkan tersebut ditanam pada dua media yaitu media SDA yang mengandung ketokonazol 2% dan SDA yang mengandung minyak biji singkong (Manihot esculenta) 25%, dengan volume 5 ml per tabung. Sampel ditanamkan juga pada media SDA sebagai kontrol positif, dan media SDA + formalin sebagai kontrol negatif. Setelah diinkubasi selama 2 hari pada suhu 37 C, media dikeluarkan dari inkubator dan kemudian diamati ada atau tidaknya pertumbuhan koloni Candida sp yang tampak pada media. Data yang dikumpulkan adalah data primer hasil penelitian yaitu ada atau tidaknya pertumbuhan Candida sp dalam media SDA yang mengandung minyak biji singkong (Manihot esculenta) 25% dan media SDA yang mengandung ketokonazol 2%, serta perbedaan pertumbuhan Candida sp dari kedua media. Data yang dikumpulkan kemudian diedit, dikoding, ditabulasi dan entering. Uji menggunakan uji Chi square (uji x 2 ) dengan derajat kemaknaan p<0.05. Data diolah dengan menggunakan program computer SPSS 17 For Windows. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian sebelumnya tentang minyak biji singkong (Manihot esculenta) yang dilakukan oleh Popola, Yangumodou dkk yang berjudul Antimocrobial Activity of Cassava Seed Oil di Olabisi onamanjo university di Nigeria dengan metode agar-well diffusion method dengan beberapa bakteri dan fungi menunjukkan bahwa minyak biji singkong mempunyai sifat menghambat pertumbuhan Candida sp.

Dari 30 sampel yang telah ditanam pada media SDA + Minyak biji singkong (Manihot esculenta) 25% dan ketokonazol 2% didapatkan hasil : Tabel 1. Hasil perbandingan minyak biji singkong (Manihot esculenta) 25% dengan ketokonazol 2% dalam menghambat pertumbuhan Candida sp secara in vitro. Pertumbuhan Candida sp (+) (-) Total SDA + Minyak biji singkong 25% 8 (13,33%) 22 (36,67%) 30 (50%) SDA + ketokonazol 2% 5 (8,33%) 25 (41,67%) 30 (50%) TOTAL 13 (21,67%) 47 (78,33%) 60 (100%) X 2 = 0,844 df = 1 P = 0,347 Hasil yang diperoleh Dari 30 tabung dengan biakan Candida sp di media SDA yang mengandung minyak biji singkong (Manihot esculenta) 25%, 8 media dinyatakan Candida sp positif dan 22 media dinyatakan Candida sp negatif. Pada 30 tabung dengan biakan Candida sp di media SDA yang mengandung ketokonazol 2%, 5 media dinyatakan Candida sp Positif dan 25 media dinyatakan Candida sp negatif. Pada tabel dapat dilihat kemampuan minyak biji singkong 25% sebesar 73,33% dari keseluruhan 30 media SDA+minyak biji singkong 25% dalam menghambat pertumbuhan Candida sp sedangkan Ketokonazol 2% sebesar 83,33% dari keseluruhan 30 media SDA+ketokonazol 2% dalam menghambat pertumbuhan Candida sp, sehingga didapatkan perbedaan sebesar 10% antara minyak biji singkong 25% dan ketokonazol 2% dalam menghambat pertumbuhan Candida sp pada kandidiasis interdigital Dari data tersebut dilakukan uji statistik chi square (uji x²) didapatkan nilai p

= 0,347 yang berarti tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara minyak biji singkong (Manihot esculenta) 25% dengan ketokonazol 2% dalam menghambat pertumbuhan Candida sp pada kandidiasis interdigital secara in vitro. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa secara invitro minyak biji singkong (Manihot esculenta) memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan Candida sp. Eek antifungal minyak biji singkong (Manihot esculenta) diduga berhubungan dengan aktivitas beberapa essensial oil yaitu cineole, citral geraniol, linalool dan menthol yang bisa menghambat pertumbuhan jamur (5). SIMPULAN Berdasarkan penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa minyak biji singkong Manihot esculenta) 25% dapat menghambat pertumbuhan Candida sp dan sebanding dengan kerokonazol 2% dalam menghambat Candida sp pada kandidiasis interdigital secara in vitro. SARAN Peneliti menyarankan untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan: 1. Uji toksisitas dalam kandungan minyak biji singkong (Manihot esculnta). 2. Penelitian serupa dengan minyak biji singkong (Manihot esculnta) secara in vivo.

UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih disampaikan kepada dr.subakir, SpMK, Sp.KK Drs. Suhardjono, Apt. M.Si selaku dosen pembimbing, serta Bapak Wuryanto, SH, MSi serta seluruh staf laboratorium mikrobiologi Fakultas Kedoketran Universitas Diponegoro, atas kerja sama dan segala bantuannya kepada penulis selama melaksanakan penelitian hingga selesai. DAFTAR PUSTAKA 1. Simons, R. D. G. PH, editor. Handbook of Topical Dermatology and Medical Mycology. Amsterdam : Elsevier Publishing Company ; 1952. 2. Soekandar, TM. Angka kejadian dan pola jamur penyebab Tinea pedis di asrama Brimob Semarang, Ilmu kesehatan kulit dan kelamin FK Undip, 2004: 1-6. 3. Siregar. Penyakit jamur kulit. Palembang :penerbit buku kedokteran 2005: 1-7, 17-23, 33-34. 4. Brown Graham R. Lecture note on dermatologi. 8th ed. Jakarta: Erlangga; 2005. 5. Propola, T.O.S. Antimicrobial Activity Of Cassava Seed Oil Skin Pathogenic Microorganisms. Research journal of medicinal plant. 2007, 1 (2) : 60-64.