PERSPEKTIF METODE PENELITIAN KUANTITATIF & KUALITATIF

dokumen-dokumen yang mirip
METODE PENELITIAN KUANTITATIF & KUALITATIF

METODE PENELITIAN. Filsafat, Hakekat & Metode Ilmiah. MR Alfarabi Istiqlal, SP MSi

METODE PENELITIAN FILSAFAT METODE PENELITIAN PRAPOSITIVISME PERKEMBANGAN FILSAFAT PENELITIAN POSITIVISME POSTPOSITIVISME

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. 84 popularitasnya belum lama, dinamakan metode postpositivistik karena

PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF

MAKALAH METODE PENELITIAN PENDIDIKAN PENELITIAN KUANTITATIF DAN PENELITIAN KUALITATIF

BAB III METODE PENELITIAN

Kuantitatif. penelitian. Kualitatif

Tugas Individu Metodologi Penelitian II Resume Buku

MATA KULIAH : METODE PENELITIAN MATERI KULIAH : METODE PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF FAKULTAS : EKONOMI JURUSAN : MANAJEMEN SEMESTER : GENAP

Bambang Avip Priatna M

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. merupakan suatu cara untuk mencari kebenaran secara ilmiah berdasarkan pada data

PEMILIHAN METODE YANG TEPAT DALAM PENELITIAN (METODE KUANTITATIF DAN METODE KUALITATIF)

Minggu-1 Gambaran Umum Penelitian (research) By : Dra. Ai Lili Yuliati, MM Further Information : Mobile

RESUME BUKU. Judul Buku : Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif, dan R&D (Hal. 283 s.d 393)

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. tentang: (1) Jenis dan Pendekatan Penelitian, (2) Tempat dan Waktu Penelitian, (3)

Selamat membaca, mempelajari dan memahami

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3. Metode Penelitian

METODOLOGI PENELITIAN Pertemuan 3 JENIS DAN METODE PENELITIAN

Modul Perkuliahan III

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode

Gambar 1.1 Macam Data Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

FILSAFAT METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF

METODE PENELITIAN. Penelitian pengaruh kegiatan gotong royong terhadap kerukunan masyarakat

Pertemuan Pertama PENDAHULUAN. METODE RISET Dr. MuhamadYunanto, MM. Fak. Ekonomi Universitas Gunadarma

Proses berfikir ilmiah

METODOLOGI PENELITIAN. Toto Fathoni

BAB III METODE PENELITIAN A.

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. postpositivisme (realitas dipandang sebagai sesuatu yang konkrit, dapat

Pengertian Metodologi Penelitian. Hubungan Ilmu dan Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif atas dasar

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

TKS Dr. AZ Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Ada 4 jenis penyajian triangulasi sebagai berikut: 1. Triangulasi Data (Data Triangulation)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemanfaatan

BAB 3 METODE PENELITIAN. Objek penelitian ditemukan melekat pada subjek penelitian. Adapun yang

Pendapat tersebut sejalan dengan pendapat Sugiyono (2008:15) yang. Penelitian kualitatif (Moleong, 2010: 7) berakar pada latar alamiah

BAB III METODE PENELITIAN. untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 97 Jadi,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. ini berkaitan dengan proses, prinsip dan prosedur penelitian.

BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN. suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pendekatan kualitatif ini

BAB III METODE PENELITIAN. data, tujuan, dan kegunaan. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu

BAB III METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN. Penelitian dan Ilmu Pengetahuan. MR Alfarabi Istiqlal, SP MSi

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis ataupun lisan tentang orang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penulis mengambil lokasi penelitian di Kampung Padi RT. 04/RW. 03, Kelurahan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. dilakukan di Centro de Formação da Polícia, yang merupakan salah satu lembaga

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. sejumlah asumsi yang dipegang bersama, konsep atau proposisi yang

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Metodologi penelitian merupakan langkah-langkah yang ditempuh dalam

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. merupakan deskripsi dari objek penelitian. Metodologi penelitian merupakan

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan

Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu :

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Paradigma adalah suatu cara pandang untuk memahami kompleksitas dunia nyata.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Obyek dalam penelitian kualitatif adalah obyek yang alamiah atau natural setting.

BAB III METODE PENELITIAN

Metode Penelitian Komunikasi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian

METODE PENELITIAN. atau dengan menggunakan alat kuantifikasi yang lain, melainkan melakukan

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, kenapa di Biro Rektor? hal ini

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Metode

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melaksanakan suatu penelitian, tentunya akan diperlukan sejumlah

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk mengetahui pemahaman konsep dan implementasi softskills

BAB III METODE PENELITIAN

Pertama, penulis bermaksud mengembangkan konsep pemikiran,

Metodologi Penelitian & Metode Penelitian. Perbedaan

BAB III METODE PENELITIAN

Metode Penelitian Pendidikan. Dosen : Heris Hendriana

R&D), Bandung, ALFABETA Mei 2013 hlm 3 2 Emzir, Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif, Jakarta, Rajawali

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

METODOLOGI PENELITIAN DR. ADI SETIAWAN, M. SC PERSPEKTIF METODE PENELITIAN KUANTITATIF & KUALITATIF A. Pengertian Metode Penelitian B. Jenis-jenis Penelitian C. Pengertian Metode Kuantitatif dan Kualitatif D. Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif E. Kapan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif digunakan F. Jangka Waktu Penelitian Kualitatif G. Apakah Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dapat digabungkan H. Kompetensi Peneliti Kuantitatif dan Kualitatif Pengertian Metode Penelitian Metode penelitian : cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah : kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris dan sistematis. Rasional : kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal. Empiris : cara-cara yang dilakukan dapat diamati oleh indera manusia. Sistematis : proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah yang bersifat logis. Data yang diperoleh melalui penelitian itu adalah data empiris yang mempunyai kriteria tertentu yang valid. Valid menunjukkan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada obyek dengan data yang dikumpulkan oleh peneliti. Pada umumnya kalau data itu reliable dan obyektif maka terdapat kecenderungan data tersebut akan valid. Data yang valid pasti reliable dan obyektif. Reliabel berkenaan dengan derajat konsistensi/keajegan data dalam interval waktu tertentu. Obyektivitas berkenaan dengan interpersonal agreement (kesepakatan antar banyak orang). Tujuan penelitian : penemuan, pembuktian dan pengembangan. Penemuan : data yang diperoleh dari penelitian itu adalah data yang betul-betul baru yang sebelumnya belum pernah diketahui. - Menemukan cara yang paling efektif untuk memberantas korupsi Pembuktian : data yang diperoleh itu digunakan untuk membuktikan adanya keragu-raguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu -Membuktikan apakah betul bahwa insentif dapat meningkatkan prestasi kerja di unit tertentu atau tidak Pengembangan : memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada. - Mengembangkan sistem pemberdayaan masyarakat yang efektif 1

Data yang telah diperoleh dari penelitian dapat digunakan untuk : - memahami - memecahkan - mengantisipasi masalah Memahami : memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya menjadi tahu - Penelitian tentang sebab-sebab jatuhnya pesawat terbang - Sebab-sebab membudayanya korupsi di Indonesia Memecahkan berarti meminimalkan atau menghilangkan masalah - Penelitian untuk mencari cara yang efektif untuk memberantas korupsi di Indonesia Mengantisipasi berarti mengupayakan agar masalah tidak terjadi. -Penelitian untuk mencari cara agar korupsi tidak terjadi pada pemerintahan baru Jenis-jenis Metode Penelitian Berdasarkan tujuan : penelitan dasar (basic research), penelitian terapan (applied research) dan penelitian pengembangan (research and development) Berdasarkan tingkat kealamiahan : metode penelitian eksperimen, survey dan naturalistik. Penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat praktis. Penelitian terapan dilakukan dengan tujuan menerapkan, menguji dan mengevaluasi suatu teori yang diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah praktis. Penelitian dan pengembangan bertujuan untuk menemukan, mengembangkan dan memvalidasi suatu produk. Metode penelitian eksperimen merupakan metode penelitian yang sangat tidak alamiah karena tempat penelitian di lab dalam kondisi yang terkontrol sehingga tidak terdapat pengaruh dari luar. Metode survey digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah tetapi peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan data misalkan dengan mengedarkan kuesioner, test wawancara terstruktur dan sebagainya (perlakuan tidak seperti dalam eksperimen). Yang termasuk metode kuantitatif metode penelitian eksperimen dan survey, yang termasuk dalam metode kualitatif metode naturalistik. Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Metode kuantitatif sering dinamakan metode tradisional, positifistik, scientific dan metode discovery. Metode kualitatif sering dinamakan metode baru, postpositivistik; artistik dan interpretative research. Metode kuantitatif dinamakan juga metode tradisional karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. Metode positivistik karena berlandaskan pada filsafat positivisme. Metode ilmiah karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu empiris, obyektif, terukur, rasional dan sistematis. Metode discovery karena metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek baru. Metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. 10 2

Metode penelitian kualitatif dinamakan sebagai metode baru karena popularitasnya belum lama. Metode ini dinamakan metode postpositivistik karena berlandaskan pada filsafat postpositivisme. Metode artistik karena proses penelitiannya lebih bersifat seni (kurang terpola). Metode interpretatif karena data hasil penelitian lebih berkenaan dengan interpretasi terhadap data yang ditemukan di lapangan. Metode penelitian kuantitatif : metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Metode penelitian kualitatif (metode penelitian naturalistik) karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting) disebut sebagai metode etnographi karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya. Metode kualitatif karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif. Metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Perbedaan antara metode kualitatif dan metode kuantitatif adalah pada aksioma, proses penelitian dan karakteristik penelitian. Perbedaan aksioma - aksioma tentang realitas, - hubungan peneliti dengan yang diteliti, - hubungan variabel, - kemungkinan generalisasi, - peranan nilai. Metode kuantitatif berlandaskan pada filsafat positivisme, realitas dipandang sebagai sesuai yang kongkrit dapat diamati dengan panca indera, dapat dikategorikan menurut jenis, bentuk, warna dan perilaku, tidak berubah, dapat diukur dan diverifikasi. Metode kualitatif berlandaskan pada filsafat postpositivisme atau paradigma interpretatif, suatu realitas atau obyek tidak dapat dilihat secara parsial dan dipecah ke dalam beberapa variabel. Penelitian kualitatif memandang obyek sebagai sesuatu yang dinamis, hasil kontruksi pemikiran dan interpretasi terhadap gejala yang diamati serta utuh (holistic) karena setiap aspek dari obyek itu mempunyai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Hubungan peneliti dengan yang diteliti Pada penelitian kuantitatif, kebenaran itu di luar dirinya sehingga hubungan antara peneliti dengan yang diteliti harus dijaga jaraknya sehingga bersifat independen. Dalam penelitian kualitatif peneliti sebagai human instrument dan dengan teknik pengumpulan data participant observation (observasi berperan serta) dan in depth interview (wawancara mendalam) maka peneliti harus berinteraksi dengan sumber data. 3

Hubungan antar Variabel Peneliti kuantitatif dalam melihat hubungan variabel terhadap obyek yang diteliti lebih bersifat sebab dan akibat (kausal) sehingga dalam penelitiannya ada variabel independen dan dependen. Dicari seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Contoh : Pengaruh iklan terhadap nilai penjualan semakin banyak iklan yang ditayangkan maka akan semakin banyak nilai penjualan. Dalam penelitian kualitatif yang bersifat holistik dan lebih menekankan pada proses maka penelitian kuantitatif dalam melihat hubungan antar variabel pada obyek yang diteliti lebih bersifat interaktif yaitu saling mempengaruhi (reciprocal/interaktif) sehingga tidak diketahui mana variabel independen dan mana variabel dependen. Contoh : makin banyak uang yang dikeluarkan untuk iklan maka akan semakin banyak nilai penjualan, tetapi juga sebaliknya makin banyak nilai penjualan maka alokasi dana untuk iklan juga akan semakin tinggi. 21 Kemungkinan generalisasi Pada umumnya penelitian kuantitatif lebih menekankan pada keluasan informasi (bukan kedalaman) sehingga metode ini cocok digunakan untuk populasi yang luas dengan variabel yang terbatas. Data yang diteliti adalah data sampel yang diambil dari populasi tersebut dengan teknik probability sampling (random). Berdasarkan data sampel tersebut selanjutnya peneliti membuat generalisasi (kesimpulan sampel diberlakukan ke populasi di mana sampel tersebut diambil). Penelitian kualitatif tidak melakukan generalisasi tetapi lebih menekan pada kedalaman informasi sehingga sampai pada tingkat makna. Makna adalah data dibalik yang tampak. Generalisasi dalam penelitian kualitatif disebut dengan transferability atau keteralihan artinya hasil penelitian kualitatif dapat ditransferkan atau diterapkan di tempat lain manakala kondisi tempat lain tersebut tidak jauh berbeda dengan tempat penelitian. Peranan nilai Peneliti kualitatif dalam melakukan pengumpulan data terjadi interaksi antara peneliti data dengan sumber data. Pada penelitian kuantitatif, peneliti tidak berinteraksi dengan sumber data sehingga akan terbebas dari nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data. Karakteristik Penelitian Karakteristik kualitatif : Dilakukan pada kondisi yang alamiah, langsung ke sumber data dan peneliti adalah intrumen kunci. Penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif. Data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar sehingga tidak menekankan pada angka. Penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses dari pada produk atau outcome. Penelitian kualitatif melakukan analisis data secara induktif. Penelitian kualitatif lebih menekankan makna data di balik yang teramati. 4

Proses Penelitian Penelitian untuk menjawab masalah. Masalah merupakan penyimpangan dari apa yang seharusnya dengan apa yang terjadi sesungguhnya. Penyimpangan antara aturan dengan pelaksanaan, antara teori dengan praktek, perencanaan dan pelaksanaan dbs. Penelitian kuantitatif : studi pendahuluan dari obyek yang diteliti (preliminary study) untuk mendapatkan yang betul-betul masalah peneliti menguasai teori melalui membaca berbagai referensi masalah dirumuskan secara spesifik dan pada umumnya dibuat dalam kalimat tanya jawaban dari rumusan masalah dinyatakan dalam hipotesis yang bersifat sementara dan diperlukan teori yang terkait dengan permasalahan hipotesis diuji dengan memilih metode/strategi/pendekatan/desain penelitian metode dipilih didasarkan pada tingkat ketelitian data yang diharapkan dan konsiten yang dikehendaki. Juga tersedianya dana, waktu dan kemudahan yang lain. metode yang digunakan dalam penelitian kuantitatif adalah metode survey, ex post facto, eksperimen, evaluasi, action research, policy research instrumen penelitian disusun untuk mengumpulkan data yang dapat berbentuk test, angket/kuesioner untuk pedoman wawancara atau observasi. Instrumen perlu diuji validitas dan reabilitasnya. Pengumpulan data dilakukan pada obyek tertentu baik yang berbentuk populasi maupun sampel. Data dianalisis untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis yang diajukan dengan teknik statistik tertentu. Berdasarkan analisis ini apakah hipotesis yang diajukan ditolak atau diterima atau apakah penemuan itu sesuai dengan hipotesis yang diajukan atau tidak. Kesimpulan adalah langkah terakhir dari suatu periode penelitian yang berupa jawaban terhadap rumusan masalah. Penelitian kuantitatif : studi pendahuluan dari obyek yang diteliti (preliminary study) untuk mendapatkan yang betul-betul masalah peneliti menguasai teori melalui membaca berbagai referensi masalah dirumuskan secara spesifik dan pada umumnya dibuat dalam kalimat tanya jawaban dari rumusan masalah dinyatakan dalam hipotesis yang bersifat sementara dan diperlukan teori yang terkait dengan permasalahan hipotesis diuji dengan memilih metode/strategi/pendekatan/desain penelitian metode dipilih didasarkan pada tingkat ketelitian data yang diharapkan dan konsiten yang dikehendaki. Juga tersedianya dana, waktu dan kemudahan yang lain. Proses penelitian kuantitatif bersifat linear artinya langkah-langkahnya jelas, mulai dari rumusan masalah, berteori, berhipotesis, mengumpulkan data, analisis data dan membuat kesimpulan dan saran. Proses penelitian kualitatif Rancangan penelitian kualitatif diibaratkan oleh Bogdan, seperti orang mau piknik sehingga ia baru tahu tempat yang akan dituju tetapi belum tahu pasti apa yang ada di tempat itu. Ia akan tahu setelah memasuki obyek, dengan cara membaca berbagai informasi tertulis, gambar-gambar, berfikir dan melihat obyek dan aktifitas orang yang ada di sekelilingnya, melakukan wawancara dan sebagainya. Setelah memasuki obyek, peneliti kualitatif akan melihat segala sesuatu yang ada di tempat itu yang masih bersifat umum. Tahap orientasi atau deskripsi dengan grand tour question. Pada tahap ini peneliti mendeskripsikan apa yang dilihat, didengar, dirasakan dan ditanyakan. 5

Tahap berikutnya tahap reduksi/fokus. Peneliti mereduksi segala informasi yang telah diperoleh pada tahap pertama. Peneliti menyortir data dengan cara memilih mana data yang menarik, penting, berguna dan baru. Tahap selection, pada tahap ini, peneliti menguraikan fokus yang telah ditetapkan menjadi lebih rinci. Peneliti melakukan analisis yang mendalam terhadap data dan informasi yang diperoleh maka peneliti dapat menemukan tema dengan cara mengkonstruksikan data yang diperoleh menjadi sesuatu bangunan pengetahuan, hipotesis atau ilmu yang baru. Hasil akhir dari penelitian kualitatif bukan sekedar menghasilkan data atau informasi yang sulit dicari dengan menggunakan metode kuantitatif tetapi juga harus mampu menghasilkan informasi-informasi yang bermakna bahkan hipotesis atau ilmu baru yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi masalah dan meningkatkan taraf hidup manusia. 32 Kapan Metode Kuantitatif dan Kualitatif Digunakan Penggunaan Metode Kuantitatif Metode kuantitatif meliputi metode survey dan metode eksperimen Digunakan bila : - masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas (masalah merupakan penyimpangan antara yang seharusnya dengan yang terjadi, antara aturan dengan pelaksanaan, antara teori dengan praktek, antara rencana dengan pelaksanaan). - cocok digunakan untuk mendapatkan informasi yang luas tetapi tidak mendalam - bila ingin diketahui pengaruh perlakuan terhadap yang lain - bila peneliti ingin menguji hipotesis penelitian (hipotesis deskriptif, hipotesis komparatif dan assosiatif) - bila peneliti ingin mendapatkan data yang akurat berdasarkan fenomenal empiris yang dapat diukur. - bila ingin menguji terhadap adanya keragu-raguan tentang validitas pengetahuan, teori dan produk tertentu Penggunaan Metode Kualitatif - bila masalah penelitian belum jelas - untuk memahami makna di balik data yang tampak. Gejala sosial sering tidak bisa dipahami berdasarkan apa yang diucapkan dan dilakukan orang. - Untuk memahami interaksi sosial. Interaksi sosial yang kompleks hanya dapat diuraikan kalau peneliti melakukan penelitian dengan metode kualitatif dengan cara ikut berperan serta. - Memahami perasaan orang. - Mengembangkan teori yaitu teori yang dibangun melalui data yang diperoleh di lapangan. - Untuk memastikan kebenaran karena data sosial sering sulit dipastikan kebenarannya. - Meneliti sejarah perkembangan. Jangka Waktu Penelitian Kualitatif Jangka waktu penelitian kualitatif cukup lama karena tujuan penelitian kualitatif bersifat penemuan Tetapi lamanya penelitian akan bergantung pada keberadaan sumber data, interest dan tujuan penelitian, juga akan tergantung pada cakupan penelitian dan bagaimana peneliti mengatur waktu yang digunakan dalam setiap hari atau tiap minggu. 6

Apakah metode kualitatif dan kuantitatif dapat digabungkan? Metode kualitatif dan kuantitatif tidak akan pernah dipakai bersama-sama karena kedua metode tersebut memilihi paradigma yang berbeda dan perbedaannya bersifat mutually exclusive sehingga dalam penelitian hanya dapat memilih salah satu metode. Kedua metode dapat digunakan untuk meneliti obyek yang sama tetapi tujuan yang berbeda. Metode kualitatif digunakan untuk menguji hipotesis sedangkan metode kuantitatif digunakan untuk menguji hipotesis. Digunakan secara bergantian. Pada tahap pertama menggunakan metode kualitatif sehingga ditemukan hipotesis selanjutnya hipotesis tersebut diuji dengan metode kuantitatif. Metode penelitian tidak dapat digabungkan karena paradigmanya berbeda. Tetapi dalam penelitian kuantitatif dapat menggabungkan penggunaan teknik pengumpulan data seperti penggunaan triangulasi dalam penelitian. Metode dapat digunakan secara bersamaan asal kedua metode tersebut telah difahami dengan jelas dan seseorang telah berpengalaman luas dalam melakukan penelitian. Kompetensi Peneliti Kuantitatif dan Kualitatif Kompetensi peneliti kuantitatif Memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang yang akan diteliti. Mampu melakukan analisis masalah secara akurat sehingga dapat ditemukan masalah penelitian yang betulbetul masalah, Mampu menggunakan teori yang tepat sehingga dapat digunakan untuk menjelaskan masalah yang diteliti dan merumuskan hipotesis penelitian. Memahami berbagai jenis metode penelitian kuantitatif seperti metode survey, eksperimen, expost facto, evaluasi dsb Memahami teknik-teknik sampling seperti probability sampling dan nonprobability sampling dan mampu menghitung dan memilih jumlah sampel yang representatif dengan sampling error tertentu. Mampu menyusun instrumen untuk mengukur berbagai variabel yang diteliti, mampu menguji validitas dan reliabilitas instrumen. Mampu mengumpulkan data dengan kuesioner maupun dengan wawancara dan observasi. Bila pengumpulan data dilakukan oleh tim maka harus mampu mengorganisasikan tim peneliti dengan baik. Mampu menyajikan data, menganalisis data secara kuantitatif untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis penelitian yang telah dirumuskan. Mampu memberikan interpretasi terhadap data hasil penelitian maupun hasil pengujian hipotesis. Mampu membuat laporan secara sistematis dan menyampaikan hasil penelitian ke fihak-fihak yang terkait. Mampu membuat abstraksi hasil penelitian dan membuat artikel untuk dimuat ke dalam jurnal ilmiah. Kompetensi peneliti kualitatif Memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang yang akan diteliti. Mampu menciptakan rapport kepada setiap orang yang ada pada konteks sosial yang akan diteliti. Menciptakan rapport berarti mampu membangun hubungan yang akrab dengan setiap orang yang ada pada konteks sosial. Memiliki kepekaan untuk melihat setiap gejala yang ada pada obyek penelitian (konteks sosial). Mampu menggali sumber data dengan observasi partisipan dan wawancara mendalam secara triangulasi serta sumber-sumber lain. Mampu menganalisis data kualitatif secara induktif berkesinambungan mulai dari analisis deskriptif, domain, komponensial dan tema kultural/budaya Mampu menguji kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas dan transferabilitas hasil penelitian Mampu menghasilkan temuan pengetahuan, hipotesis atau ilmu baru Mampu membuat laporan secara sistematis, jelas, lengkap dan rinci. 7

43 8