MENCARI GAGASAN USAHA

dokumen-dokumen yang mirip
Mencari Bisnis yang sesuai dengan Kemampuan atau ketertarikan

KEWIRAUSAHAAN-II. Mencari Bisnis yang sesuai dengan kemampuan dan ketertarikannya. Oloan Situmorang, ST, MM. Modul ke: Fakultas Ilmu Komputer

Adhi Muhtadi, ST.,SE.,MSi.,MT.

Kunci Emas Untuk Sukses

encari agasan saha & 0dalan

MENCARI GAGASAN USAHA

MENCARI GAGASAN USAHA

Mempersiapkan Diri untuk Menjadi Pengusaha Muda Modul ke:

Modul TEKNIK MEMOTIVASI. Oleh. Ir. Marhaenis Budi Santoso, M.Si. Widyaiswara Utama

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

4 Temperamen Manusia

SILABI MATA KULIAH. Nama Mata Kuliah : Kewirausahaan Kode Mata Kuliah : MDU213 : Teori 1 SKS, Praktek 1 SKS

KEWIRAUSAHAAN Persiapan Pribadi Pengusaha Muda

Hubungan Interpersonal Antara Petugas Pajak dan Wajib Pajak. Sumber: Djamaludin Ancok, Psikologi Terapan, Yogyakarta, Darussalam, 2004

Seri Berkoperasi: MENCARI PELUANG PENGHASILAN TAMBAHAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang. Tingginya tingkat pengangguran di Indonesia sampai saat ini adalah salah satu

Kewirausahaan I. Berisi tentang Persiapan Pribadi Pengusaha Muda. Dosen : Sukarno B N, S.Kom, M.Kom. Modul ke: Fakultas Fakultas Ilmu Komputer

Motif Ekstrinsik. Motif yang timbul dari rangsangan luar. Contoh : pemberian hadiah jika seseorang dapat menyelesaikan tugas dengan baik.

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. berkembang dapat dikatakan sebagai tulang punggung perekonomian negara. Keberadaan

BAB I PENDAHULUAN. kerja kalah cepat dengan kenaikan jumlah lulusan. Sangat ironis bila kita

A. JUDUL PENGABDIAN: PELATIHAN PERENCANAAN USAHA BAGI REMAJA USIA PRODUKTIF DI DUSUN SLANGGEN, TIMBULHARJO, SEWON, BANTUL, YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Banyak masyarakat yang kesulitan dalam mendapatkan penghasilan untuk

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. sehari- hari. Lesunya pertumbuhan ekonomi, terutama di sektor riil, telah

BAB I PENDAHULUAN. harus memelihara dan melestarikan bumi, mengambil manfaatnya serta

BAB IV ANALISIS TENTANG POLA BIMBINGAN KARIR BAGI SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN AL-FALAH DAN KETERKAITANNYA DENGAN TEORI BIMBINGAN KARIR

Modul ke: Kewirausahaan I

BAB I PENDAHULUAN. bidang perekonomiannya. Pembangunan ekonomi negara Indonesia di. ide baru, berani berkreasi dengan produk yang dibuat, dan mampu

BAB I PENDAHULUAN. Tidak dapat dipungkiri bahwa keluarga miskin dan kemiskinan pada umumnya

Ketika Memutuskan untuk Berbisnis

BAB IV ANALISIS KUALITAS SOFT SKILL MAHASISWA PRODI EKONOMI SYARI AH DALAM KESIAPANNYA MENGHADAPI DUNIA KERJA

ETIK UMB MENGENAL POTENSI DIRI FEB. Manajemen. Modul ke: Fakultas SYAHLAN A.SUME,SE,MM. Program Studi

Kewirausahaan. Persiapan Pribadi Pengusaha Muda. Taufan Pamungkas Kurnianto S.S.T., M.A., M.Sc. Modul ke: Fakultas Ilmu Komunikasi

BAB I PENDAHULUAN. Kecil Menengah (UMKM). Adalah suatu kegiatan ekonomi yang berperan

Cara Untuk Memasuki Dunia Usaha

Entrepreneurship and Inovation Management

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penelitian Analisis Faktor-Faktor yang Mendorong Wirausahawan Memulai

5. Pilihlah salah satu dari pilihan di bawah ini yang merupakan KELEMAHAN anda! (Jawablah dengan sejujur-jujurnya)

MODUL 13 KEWIRAUSAHAAN. Oleh : Agus Supriyanto, SE

BAB I PENDAHULUAN. Entrepreneur (Wirausahawan) secara umum adalah orang-orang yang

BAB I PENDAHULUAN. penduduk ( 2015). Sementara itu, McClelland dalam

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS USAHA KRETIF PIGURA

KEWIRAUSAHAAN. Ahsin Zaedi, S.Kom Direktur GMP Nusantara Berkarya Owner Griya Sehat Sejahtera Owner Sekolah Panahan

BAB I PENDAHULUAN. suasana belajar dan proses pembelajaran atau pelatihan agar peserta didik

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kewirausahaan (entrepreneurship)merupakan salah satu alternatif bagi

BAB I PENDAHULUAN. sehingga bisa mengurangi tingkat pengangguran. Selain UMKM ada juga Industri

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN Terdapat hubungan positif yang signifikan antara motivasi

MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. atau perusahaan dapat melakukan berbagai kegiatan bisnis, operasi fungsi-fungsi

Rahasia Menukar. Hobby Menjadi Uang. Dipublikasikan Oleh :

Mengenali Potensi Diri

BAB I PENDAHULUAN. jumlah lapangan kerja di Indonesia. Hal ini menyebabkan tingkat pengangguran di

TESIS. Oleh Oleh : Edy Pramono NIM : P

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan (Saiman, 2009:22). Masalah pengangguran telah menjadi momok

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Modul ke: ETIK UMB. Memahami Potensi Diri. Fakultas Fakultas Ilmu Komputer. Saputra, S.Pd, M.Si. Program Studi Informatika

Bab 1 Kewirausahaan. 1. Kewirausahaan dalam Perspektif Sejarah

BISNIS DESAIN GRAFIS NIM : STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. hidup sehingga pendidikan bertujuan menyediakan lingkungan yang memungkinkan

MENUMBUHKEMBANGKAN DAN MENGELOLA KREATIVITAS PENELITIAN

IDE DAN PELUANG DALAM KEWIRAUSAHAAN 1.IDE KEWIRAUSAHAAN

Selamat Datang MANDOR PEMBESIAN/ PENULANGAN BETON 1.1

Modul ke: KEWIRAUSAHAAN 1 PENGANTAR KEWIRAUSAHAAN. Fakultas TEKNIK. Ir. Agung Wahyudi B, MT., MM. Program Studi Teknik Mesin.

BAB I PENDAHULUAN. sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan

BAB 1 PENDAHULUAN. dipenuhi dari kebutuhan pokok hingga kebutuhan yang lainnya karena itulah

Steven V. DelGrosso, PMP IBM Business Consulting Services. Disiapkan oleh: Suharyadi, Arissetyanto N, Purwanto, & Maman F.

I. PENDAHULUAN. TUJUAN Memahami konsep kewirausahaan Memahami kunci sukses kewirausahaan

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan dunia usaha telah mencapai era globalisasi, dimana

BAB I PENDAHULUAN. rahasia lagi bahwa tanpa krisis keuangan global (global financial crisis), global (Sumber : Kompas, Kamis, 11 Desember 2008).

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB V KESIMPULAN. 1. Bagaimana Hasil belajar kursus yang diperoleh lulusan, selama. mengikuti kegiatan kursus tata rias rambut dan wajah di lembaga

I. PENDAHULUAN. di sekolah. Dalam KTSP Bahasa Inggris 2006 dijelaskan bahwa dalam belajar

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan suatu proses pertumbuhan dan perkembangan

BAB I PENDAHULUAN. membangun rasa percaya diri, dan sarana untuk berkreasi dan rekreasi. Di

I. PENDAHULUAN. sehari-hari. Banyaknya penyakit yang muncul akibat kurangnya kontrol dan

MODUL 1 KEWIRAUSAHAAN (ESA-142) Materi 1 Konsep Dasar Kewirausahaan Materi 2 Peluang Bisnis. Disusun Oleh Drs. Mulyo Wiharto, MM

UPAYA PENINGKTAN KUALITAS LULUSAN SMK BIDANG BUSANA

BAB I PENDAHULUAN. penting, karena dalam berwirausaha kreativitas, inovasi dan pengetahuan

BAB I PENDAHULUAN. pencaharian. Saat ini UMKM di Indonesia per tahunnya mengalami. oleh anak muda dan wanita. Usaha mikro mempunyai peran yang sangat

Kewirausahaan dan Memulai Bisnis Kecil

Daftar Isi ANALISA DIRI PENDAHULUAN MINAT KARIR KESIMPULAN

BAB I PENDAHULUAN. semua aspek perkembangan anak, meliputi perkembangan kognitif, bahasa,

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS WARUNG MAKAN

BAB II LANDASAN TEORI Pengertian Enterpreneurship atau Kewirausahaan. nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (startup phase) atau

BAB I PENDAHULUAN. Sesuai Undang-Undang No. 20 tahun 2003 Bab 1 Pasal 1 menyatakan. bahwa:

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Semakin majunya zaman, perekonomian, dan teknologi membuat

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Persaingan bisnis di era globalisasi ini mendorong banyak individu

PELUANG BISNIS MAHASISWA DAN PELAJAR

BAB I PENDAHULUAN. lapangan pekerjaan sehingga mengakibatkan sebagian orang tidak memiliki

Makalah Usaha Rumah Makan

MODAL DASAR KEWIRAUSAHAAN PERTEMUAN 4 KEWIRAUSAHAAN MUHAMMAD WADUD

PEMANFAATAN PELUANG USAHA SECARA KREATIF DAN INOVATIF C. PEMANFAATAN PELUANG USAHA SECARA KREATIF DAN INOVATIF

1. Produk yang Sudah Ada Produk yang sudah beredar di pasaran dapat dijadikan sumber gagasan untuk berusaha usaha dengan jalan meniru produk

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukan pribadi

Transkripsi:

Modul ke: KEWIRAUSAHAAN 2 MENCARI GAGASAN USAHA Fakultas 02ILMU KOMUNIKASI Anom Tri Djatmiko, M.Pd Program Studi HUBUNGAN MASYARAKAT

Seorang entrepreneur tidak cukup mengandalkan gagasan kreatif dalam pembuatan produk saja. Dia memerlukan strategi yang jitu dan eksekusi yang tepat. Keberhasilan ditentukan banyak hal, tetapi yang paling penting adalah apakah Anda benar-benar mengenal karakter Anda dan berada pada bidang yang Anda sukai dan akrabi? Bukan tidak mustahil keberhasilan hanya soal waktu saja bagi orang-orang yang benar-benar mencintai pekerjaaannya. Kata para pengusaha, produk itu-betapa pun sederhananya harus dikeloni-diajak berbicara, diberi perintah, dan diberi sentuhan pribadi anda.

MENGENAL PANGGILAN JIWA Untuk berhasil calon wirausahawan harus memperhatikan 3 faktor, yaitu : Cocok dengan diri kita : Peluang itu bersifat personal, akrab dengan Anda, yang memerlukan kemampuan (skill), kepribadian, dan Anda sukai (sesuai dengan hobi atau minat). Akses : Anda dapat mengaksesnya. Hal ini berkaitan dengan jaringan, lingkungan pendukung. Potensial : Komersialisasinya harus mampu memberikan tingkat pertumbuhan dan pengembalian investasi yang layak.

Untuk mendapatkan ide usaha yang potensial dan cocok dengan diri Anda, enterpreneur harus memulainya dengan analisis berikut ini: Apa yang paling Anda senangi? Apakah kegemaran atau hobby Anda? Produk dan proses apa yang paling Anda ketahui? Adakah sesuatu yang ingin Anda lakukan ketika sedang menganggur? Apakah tujuan terpenting Anda dalam bisnis sendiri? Apakah mendapatkan keuntungan, kebebasan, atau yang lainnya? Ide mana yang muncul sebagai respons terhadap 4 pertanyaan pertama di atas yang memenuhi tujuan pada pertanyaan no 5?

Remember! Sesuaikan pilihan bisnis dengan karakter, bakat, ketrampilan, dan hobi anda... Introvert/Produksi Dedikasi/Pelayanan K - Analitis D - kreatif Dominasi/ Pengarahan T - Service P - konsultatif Ekstrovert /Distribusi

Dari gambar diperoleh 4(empat) buah kuadran yang masing-masing menunjukkan tipe-tipe pembawaan manusia dalam hubungannya dengan bagaimana yang bersangkutan mengadakan kontak dengan orang lain. Kuadran pertama, menggambarkan tipe manusia yang dinamakan Dominan (D). Kuadran kedua, mewakili orang-orang dengan sifat extrovert, senang bergaul dengan orang banyak, terkombinasi dalam tipe Populer (P). Kuadran ketiga, Tenang (T), dibentuk dari perpaduan antara bawaan yang extrovert, dengan sifat yang condong mengalah pada orang lain. Kuadaran keempat adalah tipe Konvensional (K).

Manusia Tipe Dominan Orang tipe D memiliki motivasi yang kuat untuk mengejar prestasi. Perilakunya selalu berorientasi ke hasil dari suatu pekerjaan atau tanggung jawab. Dia sangat menyenangi tantangan. Untuk berhasil, mereka bersedia bekerja keras, bahkan kalo perlu dengan cara apa saja. Sayangnya, dia kurang peduli pada lingkungan pergaulan, tidak banyak berbicara, bertindak secara cepat dan praktis, langsung ke sasaran. Bagi orang tipe D, pekerjaan yang bermutu adalah pekerjaan dengan tingkat kesulitan tinggi. Dengan demikian, mereka merasa tertantang dan mendapat kepuasan setelah berhasil. Para Dominan yang bekerja di suatu perusahaan menginginkan status dan jenjang karier yang jelas karena bagi mereka hal itu merupakan penghargaan atas prestasi-prestasi kerja. Bagi mereka prestasi adalah hasil dari serentetan kerja keras dan susah payah.

Manusia Tipe Populer Orang-orang tipe P termotivasi untuk memperoleh pengakuan (recognition) dari orang banyak sehingga mereka merasa sebagai orang penting di lingkungannya. Karena tujuannya lebih pada bagaimana penilaian orang banyak, maka orang P kadang-kadang kurang mewaspadai hasil akhir pekerjaannya dan batas waktu penyelesainnya. Mereka menginginkan popularitas, dan untuk itu, mereke akan berusaha sedapat mugkin untuk mencari pengaruh (influence) ke sana kemari.

Tipe P menginginkan prestise, banyak bicara, dan sangat mendambakan hubungan-hubungan yang hangat serta bersahabat dengan berbagai pihak. Seperti juga orang tipe D, orang-orang yang Populis menghendaki kebebasan, jauh dari berbagai aturan-aturan ketat serta kendali-kendali yang terlalu rinci. Kreativitas menghendaki kebebasan, orang Pop sangat menyenangi pergaulan dan pintar bergaul. Mereka tidak segan-segan menolong orang lain, dan memotivasi siapa pun yang membutuhkan dorongan guna mencapai kemajuankemajuan dalam bisnis atau kehidupan ini. Berbicara, baik antarpribdi maupun di depan publik sambil melontarkan berbagai gagasan dan ide-ide, merupakan kemampuan yang cukup spesifik.

Manusia Tipe Tenang Orang-orang bertipe T terdorong oleh motivasi persahabatan dan saling menghargai. Mereka juga extrovert, dan pandai bergaul. Akan tetapi mereka tidak mempunyai ambisi besar dalam mencapai prestasi apapun. Tipe Tenang ini kurang menyukai tanggungjawab dan tantangan yang bervasriasi. Karena kurang menyenangi tantangan, dengan sendirinya mereka juga kurang berani mengambil resiko-resiko besar sehingga condong memilih lingkungan yang aman. Untuk dapat mencapai sesuatu, orang-orang T memerlukan penjelasan yang detail tentang sasaran yang hendak dicapai, sekaligus apa peran mereka dalam tugas itu.

Manusia Tipe Konvensional Orang tipe K biasanya bekerja dengan acuan ketelitian, hasil yang benar dan sempurna menurut kaidah-kaidah yang sudah baku. Mereka termasuk introvert, kurang peduli dengan lingkungan sosialnya sehingga condong membatasi diri dalam berhubugan dengan manusia lain. Sebagai kompensasinya mereka sangat teliti dalam pekerjaan, perfeksionis, selalu mengacu pada kesempurnaan hasil. Tipe K ini juga mendambakan lingkungan yang aman-aman saja. Karena introvert nya, mereka sering berharap untuk mendapatkan tugas-tugas yang bisa menenggelamkan mereka ke dalam keasyikan bekerja. Oleh karena itu. Pekerjaan yang sesuai dengan mereka adalah hal-hal yang membutuhkan keakuratan tinggi atau bidang-bidang penelitian.

Hubungan Kreativitas, Idea, Dan Peluang IDE PELUANG

Matching Panggilan Jiwa dan Jenis Usaha Orang Dominan, Kelompok Kreatif Orang Populis, Kelompok Konsultatif Orang Tenang, Kelompok Servis/Pelayanan Orang Konvensional, Kelompok Pemikir

Orang Dominan, Kelompok Kreatif Terdiri dari orang-orang yang karena kreativitasnya, sangat mendambakan kebebasan. Dalam bekerja, mereka berorientasi pada pencapaian hasil akhir yang baik. Biasa bekerja sendiri, tidak banyak bicara. Mereka tergolong orang-orang yang tidak pintar ngomong. Karena sifatnya dominan, dalam berwirausaha mereka lebih memilih bidang-bidang usaha yang tidak perlu banyak berhubungan dengan orang lain guna lobi-melobi. Lebih baik mereka bergerak dalam bidang produksi, menghasilkan produk-produk tertentu. Di sini, semua ambisi, kebebasan berkreasi, serta gagasan-gagasan inovasi bisa terlampiaskan. Mereka bisa mendirikan industri-industri besar, atau mencoba industri-industri rumahan atau kerajinan.

Orang Populis, Kelompok Konsultatif Orang-orang dari kelompok ini bersifat dominatif. Dan karena berpembawaan extrovert, mereka menyukai pergaulan, senang bertemu dengan publik, dan pandai berbicara. Oleh karena itu, orang konsultif lebih sesuai berbisnis dalam bidang- bidang usaha yang bersifat mengarahkan atau memberi instruksi. Misalnya, menjadi konsultan, membuka kursus, menjadi pelatih olahraga. Sebagai extrovert, mereka juga baik dalam bidangbidang distribusi dan perdagangan.

Orang Tenang, Kelompok Servis/Pelayanan Kelompok ini lebih cocok dalam bidang-bidang usaha yang memberikan layanan kepada pihak lain. Kelebihan orang servis adalah kemampuannnya mengikuti keinginan-keinginan orang yang dilayaninya dengan tulus. Bidang usaha layanan (jasa) bisa bermacam-macam, mulai membuka bengkel otomotif, elektronik, rumah makan, rumah sakit, sekolah, sampai berbagai usaha jasa lainnya.

Orang Konvensional, Kelompok Analitis Orang tipe ini adalah pekerja yang mengacu pada ketelitian dan kesempurnaan hasil menurut aturan dan kaidah yang berlaku. Ia kurang peduli dengan lingkungan social dan cenderung membatasi pergaulan antarsesama. Mereka sering dikenal dengan sebutan perfeksionis. Keunggulan mereka terlihat dari hasil akhir kerja mereka yang memuaskan, rapi dan teliti. Orang-orang bertipe kepribadian konvensional ini cocok bekerja sebagai sekretaris, akuntan, clerk,atau operator komputer.

Contoh - Contoh Bidang Usaha Kelompok Kreatif 1. Bidang Makanan dan Minuman: Bidang ini sangat bervariasi dan bisa di wujudkan dalam berbagai tingkatan sesuai dengan tingkatan lapisan masyarakat yang akan dituju. 2. Kerajinan : Calon entrepreneur di berbagai daerah Nusantara sebaiknya memikirkan atau menggali kembali potensi daerahnya yang memiliki jenis-jenis kerajinan yang bisa diketengahkan ke lingkup nasional maupun internasional. 3. Logam : Sekarang ini masih sangat dibutuhkan terobosan-terobosan baru dari entrepreneur muda untuk meningkatkan mutu produk logam tersebut.

4. Pertanian dan Agrobisnis : Dalam masa krisis, bidang ini telah membuktikan diri sebagai bidang usaha yang tidak saja kebal krisis, tapi juga menangguk keuntungan yang berlipat ganda. 5. Peternakan dan Hasil-hasil Tambak : Ini juga merupakan bidang usaha yang sangat potensial untuk diekspor sehingga patut diperhitungkan sebagai bisnis yang kebal krisis. 6. Rajutan, Bordir, dan Renda : Meski termasuk kelompok kerajinan, bidang ini bisa diberi perhatian lebih karena condong melibatkan tenaga-tenaga wanita. 7. Sablon : Biayanya relatif murah sehingga patut dijadikan sebuah alternatif unggulan bagi meraka yang ingin terjun ke dunia wirausaha. Syaratnya adalah penjiwaan dan menjaga kualitas dengan menggunakan bahan-bahan bermutu karena sablon berhubungan erat dengan seni dan keindahan.

8. Penerbitan : Menjadi penerbit, bisa juga dimulai degan usaha kecil-kecilan. Kalau pengusahanya juga mampu menulis, usaha ini akan lebih ideal lagi. 9. Mainan Anak Anak : Memproduksi mainan anak tidak perlu yang mewah dan mahal, yang penting adalah ide yang sejalan dengan dunia khayal anak-anak. 10. Kartu Ucapan : Dengan kreativitas tinggi, berbagai merek ucapan kartu ucapan mampu mengeruk keuntungan besar. Inovasi bentuk-bentuk kartu dengan menggunakan bahanbahan yang tersedia juga bisa dilakukan asalkan Anda kreatif dan mau mendengarkan masukan-masukan pasar. 11. Karya-karya Intelektual : adalah produk-produk yang sepenuhnya merupakan hasil kerjakecerdasan seseorang. Termasuk dalam golongan ini adalah pembuatan perangkat lunak (software) komputer, penulisan buku, skenario film, paket-paket pembelajaran tambahan, penciptaan lagu dsb.

Contoh-Contoh Bidang Usaha kelompok Konsultif 1. Jasa Konsultasi : Dengan menjadi konsultan, orang-orang dari kelompok ini akan bisa menyalurkan pembawaannya yang dominan, langsung pada klien. Untuk menjadi konsultan, sesorang harus mempunyai pengetahuan atau keahlian tertentu yang dibutuhkan oleh pelanggannya. 2. Kursus-kursus : Alternatif lain bagi kaum konsultatif adalah membuka usaha dalam bidang pendidikan dan pelatihan. 3. Pusat Kebugaran dan Pelatihan olahraga : Bagi mereka yang menyenangi dan menguasai teknik-teknik berolahraga juga dapat menggunakan kepandaiannya itu untuk berwirausaha. Antara lain menjadi pelatih olahraga atau membuka pusat kebugaran (fitness center). 4. Bidang Perdagangan : Bidang ini merupakan bidang yang banyak diminati entrepreneur dengan kepribadian dominant extrovert. Selain mudah dimasuki, bidang ini dapat dilakukan kapan saja dan mudah ditinggalkan.

Contoh Contoh Bidang Usaha Kelompok Pelayanan 1. Biro Jasa 2. Biro Teknik 3. Jasa Pengetikan 4. Fotokopi dan Penjilidan 5. Sablon Pesanan 6. Perbengkelan 7. Kontraktor dan Jasa Perbaikan Bangunan 8. Rumah Kos 9. Salon Kecantikan 10. Makelar, dll.

Contoh Contoh Bidang Usaha Kelompok Analitis 1. Jasa Penerjemah 2. Jasa Reparasi Perangkat Elektronik dan Teknologi Informasi : Bagi wirausaha yang berkepribadian introvert dan dedikatif, menenggelamkan diri dalam keruwetan sistem yang canggih merupakan kebahagiaan tersendiri. Tentu saja dengan catatan bahwa teknologi yang diperlukan harus dikuasai. 3. Karya Intelektual 4. Perancang Busana 5. Akuntan 6. Sekretaris, dll.

Ide Usaha dari Imitasi Selalu dibutuhkan gagasan-gagasan baru untuk mengadaptasi jenis-jenis usaha yang sudah ada dimana ide-ide usaha muncul karena adanya informasi yang mengindikasikan adanya kebutuhan. Pendekatan ini membuthkan data dan petimbanganpertimbangan. Oleh karena itu kita perlu melakukan hal-hal seperti di bawah ini: 1.Mempelajari Industri yang Sudah Ada 2.Mengkaji Input dan Output Industri 3.Menganalisis Tren Populasi dan Data Demografi 4.Mengkaji Tren Ekonomi 5.Analisis Terhadap Perubahan Sosial 6.Mengkaji Pengaruh Aturan Baru

Tips Praktis Carilah Idea Bisnis dengan : Sering menghadiri pameran perdagangan dan investasi Mempelajari keahlian tenaga kerja lokal Investigasi material lokal dan sumber daya lain Mengkaji peluang substitusi produk impor

Quotation Ketika satu pintu tertutup maka pintu lain terbuka. Namun, kita seringkali terpaku menyesali pintu yang tertutup itu, hingga tak bisa melihat pintu lain yang terbuka bagi kita - Alexander Graham Bell Teruslah Maju Dengan Ide-Ide Cemerlang

Thank You