PENINGKATAN HASIL BELAJAR OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT DENGAN QUANTUM TEACHING

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. commit to user

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA SEKILAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUANTUM READING

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMAHAMI SIFAT-SIFAT BANGUN MATA PELAJARAN MATEMATIKA

PENGGUNAAN MEDIA DIORAMA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF DESKRIPSI

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA MATERI MAGNET DENGAN MENGGUNAKAN MODEL QUANTUM

PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP GAYA

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SIFAT-SIFAT CAHAYA MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) BERBASIS EKSPERIMEN PADA SISWA SEKOLAH DASAR

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR STRUKTUR BUMI

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MATERI PERISTIWA ALAM MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT

PENERAPAN MODEL MEANS ENDS ANALYSIS (MEA) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITAMATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMPULKAN MELALUI PENERAPAN SCIENTIFIC APPROACH PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP BANGUN RUANG MENGGUNAKAN MEDIA EDUTAINMENT

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN REKA CERITA GAMBAR

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP KEGIATAN JUAL BELI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN VAK (VISUAL, AUDITORY, KINESTHETIC)

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG MELALUI METODE EXAMPLES NON EXAMPLES

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA TENTANG ENERGI BUNYI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGHITUNG PERBANDINGAN SKALA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS- ACHIEVMENT DIVISIONS (STAD)

Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar dan Kemampuan Menghitung Luas Bangun Datar dan Segi Banyak Melalui Pendekatan Quantum Learning

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SURVEY, QUESTION, READ, RECITE, AND REVIEW (SQ3R)

PENGGUNAAN MEDIA KARTU PECAHAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KONSEP PECAHAN

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SISTEM PEMERINTAHAN TINGKAT PUSAT MELALUI MODEL ACCELERATED LEARNING

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING LEARNING (PSL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH BANGUN DATAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA

PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TEKNIK MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN SOAL CERITA DALAM MATEMATIKA

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP STRUKTUR BUMI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH

Kata kunci: metode Storytelling, keterampilan menyimak, dongeng. 1) Mahasiswa Program Studi PGSD FKIP UNS 2,3) Dosen Program Studi PGSD FKIP UNS

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG PECAHAN PADA SISWA KELAS V SD

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA PECAHAN DENGAN METODE PROBLEM SOLVING LEARNING (PSL)

PENGGUNAAN MEDIA KARTU BILANGAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BILANGAN ROMAWI PADA SISWA SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI DENGAN MENGGUNAKAN METODE CONCEPT SENTENCE

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA UNTUK SISWA KELAS III SD NEGERI PONCOWARNO TAHUN AJARAN 2013/2014

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP KENAMPAKAN ALAM DALAM PELAJARAN IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SUMBER ENERGI MELALUI METODE PEMBELAJARAN OUTDOOR STUDY

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERCERITA MELALUI PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN PAIRED STORYTELLING

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ACCELERATED INSTRUCTION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHITUNG PECAHAN

PENGGUNAAN METODE DRILL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEGAK BERSAMBUNG

PENGGUNAAN MODEL KEPALA BERNOMOR STRUKTUR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGHITUNG BERBAGAI BENTUK PECAHAN

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI MENGGUNAKAN STRATEGI THINK TALK WRITE (TTW)

PENGGUNAAN METODE INDEX CARD MATCH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR LEMBAGA EKSEKUTIF SISWA SEKOLAH DASAR

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG MELALUI MEDIA PANGGUNG BONEKA

PENERAPAN METODE IMAGE STREAMING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGARANG

PENERAPAN PENDEKATAN SOMATIS, AUDITORI, VISUAL, DAN INTELEKTUAL (SAVI) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SIFAT SIFAT CAHAYA PADA SISWA SEKOLAH DASAR

PENGGUNAAN MEDIA BENDA MANIPULATIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PENJUMLAHAN BILANGAN PECAHAN

MEDIA PAPAN FLANEL JUMLAH KURANG BILANGAN BULAT (JURANG BILBUL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENJUMLAHKAN DAN MENGURANGKAN BILANGAN BULAT

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MELALUI MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DAN MEMBACA PUISI SISWA KELAS V SD

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA SISWA SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI

PENGGUNAAN MEDIA BENDA KONKRIT BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MELALUI REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC

PENERAPAN METODE TALKING STICK DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MASA PENJAJAHAN JEPANG DI INDONESIA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA

PENGGUNAAN TEKNIK TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP PESAWAT SEDERHANA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY AND SOCIETY (SETS) DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PESAWAT SEDERHANA

PENERAPAN MODEL TGT UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAUR AIR

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA INTENSIF MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CIRC

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN ISI BACAAN

PENINGKATAN KEMAMPUAN OPERASI HITUNG PERKALIAN DENGAN METODE KUMON PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERHITUNG BILANGAN BULAT MELALUI PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TIME TOKEN

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP GAYA MAGNET MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PBL (PROBLEM BASED LERANING) PADA SISWA SEKOLAH DASAR

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI)

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SIFAT-SIFAT CAHAYA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFE) PADA SISWA SEKOLAH DASAR

MEDIA KOMIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN

Wahyu Eko Saputro 1), Siti Istiyati 2), Peduk Rintayati 3) PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret, Jalan Slamet Riyadi 449 Surakarta

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP LEMBAGA-LEMBAGA PEMERINTAHAN TINGKAT PUSAT MELALUI METODE MIND MAPPING

PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES IPA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 4 KEDAWUNG

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS LAPORAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW)

PENINGKATAN PENERAPAN KONSEP PESAWAT SEDERHANA MELALUI PENDEKATAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERMAIN DRAMA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK JIGSAW II

MODEL KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOTITION

PENERAPAN MEDIA PAPAN FLANEL DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG BANGUN DATAR SISWA KELAS III SDN 1 PANJER

PENERAPAN PICTURE WORD INDUCTIVE MODEL (PWIM) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN

PENERAPAN PENDEKATAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYANYI TEMBANG DOLANAN MELALUI MODEL QUANTUM BERBASIS MEDIA AUDIO VISUAL

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA MATERI PERJUANGAN MELAWAN PENJAJAH MENGGUNAKAN MEDIA QUESTION CARD

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENJUMLAHKAN PECAHAN MELALUI PENGGUNAAN METODE TEAM QUIZ

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENERAPKAN PENGGUNAAN ENERGI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN BUDAYA INDONESIA MELALUI METODE TALKING STICK

PENGGUNAAN MEDIA WAYANG KARTUN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA MENDONGENG

warga dunia yang cinta damai. Oleh karena itu, banyak yang beranggapan bahwa mata pelajaran IPS merupakan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA TENTANG JENIS- JENIS TANAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) BERBASIS EKSPERIMEN

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TGT DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKASISWA KELAS V SDN 2 KEDUNG MENJANGAN TAHUN AJARAN 2013/2014

PENERAPAN QUANTUM LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERMAIN DRAMA MELALUI PENDEKATAN SOMATIS, AUDITORI, VISUAL, INTELLEKTUAL (SAVI)

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI STRATEGI QAR (QUESTION ANSWER RELATIONSHIPS)

UPAYA MENINGKATKAN PENERAPAN KONSEP SIFAT-SIFAT CAHAYA MELALUI MODEL THE POWER OF TWO

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP LEMBAGA-LEMBAGA PEMERINTAHAN PUSAT MENGGUNAKAN METODE SNOWBALL DRILLING

BAB I PENDAHULUAN. banyak faktor. Faktor-faktor yang dimaksud misalnya guru siswa, kurikulum,

PENGGUNAAN MEDIA KIT IPA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SIFAT-SIFAT CAHAYA

PENGGUNAAN MULTIMEDIA DAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI MELALUI METODE PICTURE AND PICTURE

UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG MELALUI PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME)

PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA III ISBN

PENGAJARAN REMEDIAL KERJA KELOMPOK DALAM PENGUASAAN KONSEP OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA LANCAR KALIMAT SEDERHANA MELALUI PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN SURVEY, QUESTION, READ, RECITE, AND REVIEW (SQ3R)

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA SISWA SEKOLAH DASAR

PENGGUNAAN MEDIA VCD PEMBELAJARAN DALAM PENINGKATAN PENGUASAAN KOSAKATA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS SISWA KELAS IV SDN 4 BUMIREJO TAHUN 2013/2014

Transkripsi:

PENINGKATAN HASIL BELAJAR OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT DENGAN QUANTUM TEACHING Ana Ika Safitri 1, Usada 2, Tri Budiharto 3 PGSD Universitas Sebelas Maret. Jl Slamet Riyadi No. 449, Surakarta 57126 Email: shafi3_ais@yahoo.co.id Abstract : The aim of this research is to the ability of operation result calculate throught Quantum Teaching. The research subject is teacher and student of class 4B in SDN Mantingan 2 Ngawi. Based on the types of this research catagorized into class action research which break down into two cyclus. Every cyclus consists of four phases; planning, implementation, observation and reflection. The tachniques of ghatering data are observation, data analysis and test. Data validitation is using data result show that Quantum Teaching can be use to upgrade ability to bilangan bulat. Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar operasi hitung bilangan bulat melalui Quantum Teaching. Subjek penelitian ini adalah guru dan murid Kelas 4B SDN Mantingan 2 Ngawi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan tes. Validitas data yang digunakan adalah validitas isi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Quantum Teaching dapat meningkatkan hasil belajar operasi hitung bilangan bulat. Kata kunci : hasil belajar, operasi hitung bilangan bulat, Quantum Teaching. Pendidikan begitu berperan penting bagi manusia, dengan pendidikan manusia memperoleh pengetahuan dan kecerdasan serta dapat mengembangkan kemampuan, sikap dan tingkah laku. Salah satu pendidikan yang sangat dibutuhkan oleh manusia adalah pendidikan matematika. Tanpa bantuan Matematika kiranya tak mungkin dicapai kemajuan yang begitu pesatnya baik dalam bidang obat-obatan, ilmu pengetahuan alam, teknologi, komputer dan sebagainya. Bilangan bulat adalah bagian dari mata pelajaran matematika. Menurut Karso (2004 :2.6), fungsi mata pelajaran matematika adalah sebagai alat, pola pikir dan ilmu pengetahuan. Belajar matematika bagi para peserta didik juga merupakan pembentukan pola pikir dalam pemahaman suatu pengertian maupun dalam penalaran suatu hubungan di antara pengertian-pengertian itu. Bagi peserta didik SD, Matematika berguna untuk kegiatan sehari-hari seperti menghitung barang belanjaan dan uang kembalian, mengembangkan pola pikirnya dan untuk mempelajari ilmu-ilmu yang selanjutnya. Kegunaan matematika bagi para peserta didik SD adalah untuk memanfaatkan teknologi dan mempersiapkan diri untuk menemukan teknologi baru pada era perkembangan IPTEK saat ini. Untuk itu, diperlukan model pembelajaran yang dimana model pembelajaran itu dapat membuat peserta didik SD menjadi lebih senang belajar matematika dan tidak merasa kalau matematika itu pelajaran yang susah sehingga kegiatan pembelajaran dapat berlangsung secara optimal. Salah satu model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik belajar secara optimal adalah Quantum Teaching. Model pembelajaran ini merupakan model percepatan belajar (Accelerated Learning) dengan Quantum Teaching. Percepatan belajar yang di Indonesia dikenal dengan program akselerasi tersebut dilakukan dengan menyingkirkan hambatan-hambatan yang menghalangi proses alamiah dari belajar melalui upaya-upaya yang sengaja. Penyingkiran hambatan-hambatan belajar yang berarti mengefektifkan dan mempercepat proses belajar dapat dilakukan misalnya: melalui penggunaan musik (untuk menghilangkan kejenuhan sekaligus memperkuat konsentrasi melalui kondisi alfa), perlengkapan visual (untuk membantu siswa yang kuat kemampuan visualnya), materimateri yang sesuai dan penyajiannya disesuaikan dengan cara kerja otak, dan keterlibatan aktif (secara intelektual, mental, dan e- mosional). 1) Mahasiswa Prodi PGSD FKIP UNS 2,3) Dosen Prodi PGSD FKIP UNS

Model pembelajaran ini menekankan kegiatannya pada pengembangan potensi manusia secara optimal melalui cara-cara yang sangat manusiawi, yaitu: mudah, menyenangkan, dan memberdayakan. Setiap anggota komunitas belajar dikondisikan untuk saling mempercayai dan saling mendukung. Siswa dan pendidik berlatih dan bekerja sebagai pemain tim guna mencapai kesuk-sesan bersama. Dalam konteks ini, sukses pendidik adalah sukses peserta didik, dan sukses peserta didik berarti sukses pendidik. Untuk mencapai tujuan maksimal yang didinginkan, haruslah dilakukan secara optimal pada proses belajar. Proses belajar dapat dilakukan di sekolah maupun luar sekolah yaitu masyarakat dan keluarga. Belajar juga bisa melalui jalur formal, non formal dan informal. Menurut Sadiman (2005:2), Belajar adalah suatu proses kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup, sejak ia masih bayi hingga liang lahat nanti. Salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (psikomotorik) maupun yang menyangkut nilai dan sikap (afektif). Hakim (dalam Suwandi 2008:7) mengatakan Bahwa: Belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya fikir, dan lain-lain kemampuannya. Sedangkan menurut Sutikno (dalam Suwandi 2008:7): Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru memberikan nilai atau hasil belajar siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung (proses) maupun sebagai evaluasi akhir. Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran. Proses penilaian terhadap hasil belajar dapat memberikan informasi kepada guru tentang kemajuan peserta didik dalam upaya mencapai tujuan-tujuan belajarnya melalui kegiatan belajar. Secara institusional, belajar dipandang sebagai proses validitas (pengabsahan) terhadap penguasaan siswa atau materi-materi yang telah ia pelajari. Bukti institusional yang menunjukkan bahwa siswa telah belajar dapat diketahui dalam hubungannya dengan proses belajar mengajar. Ukurannya semakin baik mutu mengajar yang dilakukan guru maka akan semakin baik pula mutu perolehan siswa yang dinyatakan dalam nilai. Menurut A la (2010:27), belajar dari segala definisinya adalah kegiatan fullcontact yang melibatkan semua aspek kepribadian manusia yaitu pikiran, perasaan, bahasa tubuh, pengetahuan, sikap, keyakinan dan persepsi masa mendatang. Semuanya harus mampu melebur jadi satu agar berjalan lebih efisien dan mampu melakukan terobosan baru. Jadi belajar akan berhasil apabila dengan cara mengaitkan yang diajarkan dengan suatu peristiwa, pikiran atau perasan yang diperoleh dari kehidupan rumah. Belajar akan berhasil bila pendidik bisa memahami keadaan siswa-siswanya, sehingga semua materi, pesan yang disampaikan akan tertanam di hati siswa tersebut. Akhirnya dengan pengertian yang lebih luas dan penguasaan lebih mendalam, siswa dapat mengambil apa yang mereka pelajari ke dalam dunia mereka dan menerapkannya pada situasi baru. Seperti halnya asas utama Quantum Teaching menurut pendapat Porter (dalam Nilandari, 2010;35) adalah bawalah dunia mereka ke dunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia mereka. Dalam artian apa yang ada dalam diri haus mampu membawa peserta didik untuk memahami dan mencoba menerapkannya dalam kehidupan. Model Quantum Teaching menurut Porter (dalam Nilandari, 2010;37) hampir sama dengan sebuah syair lagu, kita dapat membagi unsur tersebut menjadi dua kata ganti yaitu konteks dan isi. Konteks adalah latar untuk pengalaman pen-didik. Konteks meliputi: lingkungan, suasana, landasan, dan rancangan. Isi, yaitu penyajian dan fasilitas saat pendidik mengajar, unsur-unsur yang sa-

ma tertata dengan baik, suasana lingkungan, landasan, penyajian dan fasilitas. Dengan Quantum Teaching yang diterapkan dalam proses pembelajaran, diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar bilangan bulat. METODE Subjek penelitian tindakan kelas ini a- dalah guru dan siswa kelas 4B SDN Mantingan 2 dengan jumlah siswa 22. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari sumber data primer, yang berupa informasi dari siswa, guru dan kepala sekolah. Sedangkan sumber data sekunder berupa dokumen data pemahaman konsep. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, kajian dokumen dan tes. Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber data. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif komparatif. HASIL Berdasarkan data yang diperoleh dapat diketahui bahwa hasil belajar operasi hitung bilangan bulat pada kondisi awal sebelum tindakan dari seluruh siswa kelas IV yang berjumlah 22 siswa, hanya 3 siswa atau sebanyak 14% yang tuntas KKM. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa sebanyak 19 siswa mendapat nilai di bawah KKM. Berikut hasil tes awal operasi hitung bilangan bulat kelas IV yang ditunjukkan pada tabel 1 di bawah ini. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Hasil Belajar sebelum Tindakan 1 < 39 1 5 2 40 49 4 18 3 50 59 8 36 4 60 60 6 27 5 70 79 3 14 6 80-89 0 0 Nilai rata-rata = 54,5 Ketuntasan klasikal = 14 % Dari hasil tes sebelum tindakan pada tabel di atas dapat disimpulkan sementara bahwa hasil belajar operasi hitung bilangan bulat kelas 4 B SDN Mantingan 2 masih rendah. Berdasarkan hasil temuan di atas, maka peneliti melaksanakan pembelajaran di kelas dengan Quantum Teaching. Berdasarkan hasil tes siklus I, nilai yang diperoleh siswa meningkat drastis tetapi belum memenuhi target yang telah peneliti tentukan. Pada siklus I, nilai rata-rata kelas adalah 70,6. Siswa yang tuntas KKM adalah 16 siswa atau 72 %. Berikut hasil tes siklus I operasi hitung bilangan bulat kelas 4B SDN Mantingan 2 di bawah ini. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Hasil Belajar kelas 4B SDN Mantingan 2 Siklus I 1 < 39 0 0 2 40 49 3 14 3 50 59 2 9 4 60 60 1 5 5 70 79 10 45 6 80-89 6 27 Nilai rata-rata = 70,6 Ketuntasan klasikal 72 % Dari hasil pengamatan melalui refleksi dan evaluasi siklus I diketahui bahwa hasil belajar operasi hitung bilangan bulat mengalami peningkatan dibanding sebelum adanya tindakan, akan tetapi belum maksimal. Oleh karena itu, peneliti merencanakan pembelajaran yang lebih maksimal pada siklus II. Pembelajaran pada siklus II diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar operasi hitung bilangan bulat. Dan terbukti, kegiatan pembelajaran pada siklus II berlangsung lebih menyenangkan sehingga hasilnya dapat maksimal. Hal ini terbukti dengan lebih aktif dan giatnya peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran pada siklus II. Berdasarkan nilai tes pada siklus II, nilai yang diperoleh siswa telah menunjukkan penigkatan sesuai target peneliti yaitu dengan nilai rata-rata 77,4. Siswa yang mendapatkan nilai tuntas KKM ada 19 siswa atau setara dengan 88 %. Berikut tabel yang menunjukkan hasil belajar pada siklus II.

Tabel 3. Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Kelas 4B SDN Mantingan 2 Siklus II 1 < 39 0 0 2 40 49 1 4 3 50 59 1 4 4 60 60 1 4 5 70 79 5 23 6 80-89 11 50 7.> 90 3 15 Nilai rata-rata = 77,4 Ketuntasan klasikal 88 % Berdasarkan tabel 3, dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang tuntas KKM adalah 19 siswa atau setara dengan 88%. Dari data-data di atas, dapat diketahui adanya peningkatan hasil belajar setelah adanya tindakan yaitu dengan penerapan Quantum Teaching. Sebelum tindakan hanya sebanyak 3 siswa (14%) yang tuntas KKM akan tetapi setelah tindakan pada siklus I meningkat menjadi 16 siswa (72%) dan pada siklus II menjadi 19 siswa atau setara dengan 88%. PEMBAHASAN Menurut hasil yang telah dicapai, dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan hasil belajar operasi hitung bilangan bulat pada siswa kelas 4B SDN Mantingan 2. Data peningkatan ketuntasan KKM dari kondisi awal hingga tindakan akhir pada siklus II dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Perbandingan Hasil Belajar Operasi Hitung Bilangan Bulat Pra Tindakan, Siklus I dan Siklus II. No Nilai Pra Siklus Siklus Tindakan I II 1 Nilai terendah 35 46 45 2 Nilai tertinggi 70 87 90 3 Siswa tidak tuntas KKM 4 Siswa tuntas KKM 5 Nilai rata-rata kelas 6 Ketuntasan klasikal 19 6 3 3 16 19 54,5 70,6 77,4 14% 72% 88% Berdasarkan hasil analisis perbandingan nilai di atas, dapat diketahui bahwa pendekatan Quantum Teaching dapat menigkatkan hasil belajar operasi hitung bilangan bulat. Sebelum tindakan, nilai ratarata hasil belajar operasi hitung bilangan bulat hanya 54,5. Hanya 14% dari seluruh siswa kelas 4B atau hanya 3 siswa yang mendapatkan nilai tuntas KKM ( 70). Hal ini dikarenakan guru masih menggunakan cara-cara tradisional dan kuno dalam kegiatan pembelajaran sehingga peserta didik tidak antusias untuk belajar. Mereka merasa jenuh dan bosan sehingga semakin menguatkan doktrin negatif tentang matematika yaitu matematika sangat sulit dan rumit. Namun setelah guru menggunakan pendekatan Quantum Teaching, guru mengubah cara mengajar menjadi menyenangkan dan menata ruang kelas senyaman dan serileks mungkin membuat hasil belajar meningkat secara signifikan. Pada siklus I, nilai rata-rata hasil belajar operasi hitung bilangan bulat meningkat menjadi 70,6. Sebanyak 72% atau 16 siswa telah tuntas KKM. Pada siklus II, nilai rata-rata meningkat lagi menjadi 77,4. Sebanyak 88% siswa atau 19 dari 22 siswa telah tuntas KKM. Data ini membuktikan bahwa Quantum Teaching dapat meningkatkan hasil belajar operasi hitung bilangan bulat. Hal ini sesuai dengan pendapat Porter (dalam Nilandari, 2010;49) Siswa menangkap pandangan pendidik lebih cepat dan akurat dari pada menangkap apa yang diajarkan. Di sini pendidik memandang siswa seolah seperti murid yang pintar. Pendidik dalam memberikan pelajaran banyak senyum, banyak mengobrol dengan akrab, dan berbicara dengan cara yang lebih intelektual dan penuh humor, maka siswa a- kan merasa nyaman dalam menerima pelajaran. Suasana nyaman dan menyenangkan yang diciptakan guru dalam kegiatan pembelajaran dengan Quantum Teaching inilah yang membuat peserta didik semangat belajar dan tidak terpaksa sehingga doktrin akan susahnya matematika menjadi sirna sehingga hasil belajar dapat meningkat. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan quantum teaching pada siswa kelas

4B SDN Mantingan 2 Tahun Pelajaran 2011/2012 dapat disimpulkan bahwa Quantum Teaching dapat meningkatkan hasil belajar operasi hitung bilangan bulat kelas 4B SDN Mantingan 2. Hal ini terbukti pada kondisi awal sebelum dilaksanakan tindakan nilai rata-rata siswa hanya 54,5 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 14%. Siklus I nilai ratarata kelas 70,6 dengan persentase 72%. Sedangkan siklus II nilai rata-rata kelas meningkat lagi menjadi 77,4 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 88%. Dengan demikian secara klasikal pembelajaran telah mencapai ketuntasan belajar. DAFTAR PUSTAKA A la, Miftahul. 2010. Quantum Taching Buku Pintar dan Praktis. Jogjakarta : Diva Press Karso. 2004. Pendidikan Matematika 1. Jakarta : Universitas Terbuka Nilandari, Ary. 2010. Quantum Teaching Mempraktekkan Quantum Learning di Ruang Kelas. Bandung : Kaifa (Bobbi DePoter, Mark Reardon, Sarah Singer- Nourie,Terjemahan),Boston :Allyn and Bacon. Buku asli diterbitkan tahun 1999. Sadiman. 2006. Media Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada Suwandi. 2008. Upaya Peningkatan Keterampilan Berhitung Perkalian Menggunakan Metode Bermain Pada Siswa Kelas 3 SDN Bandung 1Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2008/2009. Sragen : SDN Bandung 1