PEMANFAATAN APLIKASI SOFTWARE OPEN SOURCE SPASIAL QUANTUM GIS UNTUK VISUALISASI DATA KEPENDUDUKAN BERBASIS WEB GIS

dokumen-dokumen yang mirip
VISUALISASI DATA KEPENDUDUKAN (PARSIAL DAN GEOGRAFIS) MENGGUNAKAN SIG BERBASIS WEB

PENGEMBANGAN APLIKASI (SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS) SIG BERBASIS WEB UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN PEMANTAUAN PENCEMARAN SUNGAI DI KOTA SURAKARTA

PENGEMBANGAN APLIKASI WEB GIS UNTUK PEMETAAN SEBARAN FASILITAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH UMUM NEGERI DI KABUPATEN BOYOLALI

Pengembangan SIMREK (Sistem Informasi Manajemen Reklame) Berbasis Web GIS

Seminar Nasional Informatika 2008 (semnasif 2008) ISSN: UPN Veteran Yogyakarta, 24 Mei 2008

PENGEMBANGAN APLIKASI WEB GIS UNTUK PENGELOLAAN DATABASE BANGUNAN DI KOTA SURAKARTA

Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) Berbasis Web untuk Mendukung Manajemen Pemanfaatan Air Tanah di Kabupaten Karanganyar

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengembangan Aplikasi Pencarian Rute Terpendek Menggunakan

KAJIAN APLIKASI DAN TEKNOLOGI PADA INFRASTRUKTUR DATA SPASIAL NASIONAL

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. secara lebih aktual dan optimal. Penggunaan teknologi informasi bertujuan untuk

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.4 Latar Belakang. Dalam kondisi administrasi Dinas Komunikasi dan Informatika sekarang sangat

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SLTP DI KOTAMADYA JAKARTA SELATAN

BAB I PENDAHULUAN. data spasial berikut atribut-atributnya, seperti memodifikasi bentuk, warna,

WEBSITE PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI (PMG)

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENYEBARAN PENDUDUK BERDASARKAN TINGKAT USIA DI KABUPATEN SUKOHARJO BERBASIS WEB DISUSUN OLEH : AHMAD SIDIQ (K )

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB MENGENAI PENYEBARAN FASILITAS PENDIDIKAN, PERUMAHAN, DAN RUMAH SAKIT DI KOTA BEKASI. Fie Jannatin Aliyah

TUGAS AKHIR SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PENGELOLAAN REKLAME DI SURABAYA BERBASIS WEB. Nurul Hilmy Rahmawati NRP:

BAB I PENDAHULUAN. Perpustakaan sekolah merupakan faktor penunjang dalam proses belajarmengajar,

BAB I PENDAHULUAN. Sistem Informasi Geografis (SIG) atau Geographic Information System

BAB I PENDAHULUAN. media cetak/peta, cd-rom, dan media penyimpanan lainya dirasakan kurang

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) FASILITAS UMUM KOTA MOJOKERTO BERBASIS WEB

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB UNTUK KAWASAN RAWAN BENCANA

Seminar Nasional APTIKOM (SEMNASTIKOM), Hotel Lombok Raya Mataram, Oktober 2016

PENGEMBANGAN WEBGIS DALAM PEMETAAN SEKOLAH (SCHOOL MAPPING) UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS DAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DI KABUPATEN SUKOHARJO MAKALAH

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENANGANAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS LOKASI HOTEL DI YOGYAKARTA MENGGUNAKAN SVG

BAB I PERSYARATAN PRODUK

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENDIDIKAN KOTA DEPOK BERBASIS WEB MENGGUNAKAN QUANTUM GIS

APLIKASI BERBASIS WEB PEMETAAN INFORMASI PADA GAMBAR BITMAP

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. memproduksi kapas seperti kapas kecantikan dengan merek Selection Cotton.

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi dan teknologi komputer saat ini berkembang

BAB I PENDAHULUAN. segala sesuatu dapat dilakukan dengan se-efisien mungkin. Sama halnya dengan

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SLTP DI KOTAMADYA JAKARTA SELATAN

BAB 2 LANDASAN TEORI. Kata sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu Systema yang mengandung arti kesatuan

BAB I PENDAHULUAN. dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan

BAB I PENDAHULUAN. E-Government menjadi sangat popular sejalan dengan perkembangan

BAB I PENDAHULUAN. Sebagaimana diketahui, Sistem Informasi Geografis merupakan Sistem. yang dapat menjelaskan situasi dan keadaan tempat tersebut.

APLIKASI BERBASIS WEB

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SEKOLAH DI DKI JAKARTA

MONITORING KONDISI JALAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MEMBANTU PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN JALAN KOTA DEPOK

II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Metode dan Teori-Teori Sistem Informasi Geografis. Pengembangan perangkat lunak mempunyai langkah-langkah yang terstruktur

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

DAFTAR ISI. WebSIGIT - Web Sistem Informasi Geografis Infrastruktur Terpadu

BAB 1 PENDAHULUAN. Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi disiplin sistem informasi dan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Sistem Informasi Geografis untuk Pemetaan Potensi Usaha Industri Kreatif

WebGIS-PT Website Geographic Information System - Pariwisata Terpadu 1

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB 1 PENDAHULUAN. Teknologi informasi pada saat ini telah berkembang sangat pesat sehingga

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Informasi Geografis Pencarian Apotik terdekat di Kota Yogyakarta. Pada

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. implementasi desain dalam bentuk kode-kode program. Kemudian di tahap ini

1.2 TUJUAN PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. zaman komputerisasi saat perusahaan-perusahaan atau instansi baik itu negeri

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB PENYEBARAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH. Hamidi

SISTEM INFORMASI BANK DATA DAN PENELUSURAN TUGAS AKHIR DAN SKRIPSI BERBASIS WEB ( STUDY KASUS STMIK PRINGSEWU)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Web GIS untuk Bank Swasta di Kota Semarang

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS POTENSI SUMBER DAYA ALAM KELISTRIKAN DI SUMATERA SELATAN

HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Kebutuhan a. Deskripsi Umum Sistem b. Kebutuhan Fungsional Sistem c. Karakteristik Pengguna

BAB 1 PENDAHULUAN. yang benar-benar mempunyai skill atau kemampuan dalam bidang Teknologi

BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan Tujuan

BAB 1 PERSYARATAN PRODUK 1. Pendahuluan

HASIL DAN PEMBAHASAN c. Karakteristik Pengguna Analisis Kebutuhan a. Deskripsi Sistem b. Kebutuhan Fungsional Sistem Perancangan Konseptual

BAB 1 PENDAHULUAN. kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia ditambah lagi kondisi

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bandung adalah salah

BAB I PENDAHULUAN. penting bagi manusia karena sifatnya yang sangat dinamis. Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan salah satu informasi yang

BAB IV HASIL DAN UJI COBA. Berikut ini dijelaskan tentang tampilan hasil dari Sistem Informasi

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DINAS ENERGI SUMBER DAYA MINERAL (ESDM) JAWA TIMUR BERBASIS WEB.

BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu systema yang mengandung arti kesatuan

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SEBARAN TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS KABUPATEN PROBOLINGGO DENGAN QUANTUM GIS

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

SISTEM INFORMASI GEOGRAFI PROFIL DESA TEMUWUH KECAMATAN DLINGO, KABUPATEN BANTUL BERBASIS WEB

lebih memilih internet sebagai sumber informasinya. Dengan alasan bahwa informasi yang disajikan akurat dan selalu baru. Salah satu bentuk pelayanan d

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS LOKASI FASILITAS UMUM BERBASISKAN LAYANAN LOKASI (LOCATION BASED SERVICE)

Geographic Information System Penyebaran DBD Berbasis Web di Wilayah Kota Solo

1. Pendahuluan 1.1 Latar belakang

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN DAN ANALISADAERAH PERTANIAN DI KABUPATEN PONOROGO

PENGEMBANGAN POTENSI WISATA ALAM KABUPATEN TULUNGAGUNG DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Petunjuk Penggunaan Alat. Spesifikasi minimum yang dibutuhkan untuk mengoperasikan aplikasi dengan

PEMETAAN SALURAN DRAINASE KOTA YOGYAKARTA BERBASIS WEB

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN DAN ANALISADAERAH PERTANIAN DI KABUPATEN PONOROGO

Pemrograman Basis Data Berbasis Web

Transkripsi:

PEMANFAATAN APLIKASI SOFTWARE OPEN SOURCE SPASIAL QUANTUM GIS UNTUK VISUALISASI DATA KEPENDUDUKAN BERBASIS WEB GIS Priyono 1, Choirul Amin 2, Rudiyanto 3 1,2,3 Fakultas Geografi, Universitas Muhammadiyah Surakarta Email: priyono@ums.ac.id Email: ca122@ums.ac.id Email: rud148@ums.ac.id Abstrak Data kependudukan mempunyai arti penting dalam mendukung pembangunan nasional. Data kependudukan (jumlah dan kepadatan penduduk) dapat digunakan sebagai dasar perencanaan dan pengembangan wilayah. Keberadaan teknologi SIG telah memberikan kemudahan bagi banyak kalangan dalam mengelola dan memanfaatkan data spatial ( geographic reffereced data). Namun demikian, software SIG berbasis desktop yang banyak dipakai selama ini memiliki keterbatasan terutama masalah aksesibilitas dan interoperabilitasnya. Sebagai upaya untuk mengatasi keterbatasan tersebut, pengembangan aplikasi SIG dapat beralih menggunakan teknologi web. Saat ini tersedia berbagai macam software yang bisa digunakan untuk mengembangkan aplikasi SIG berbasis web. Namun tidak semua software bisa didapat dengan gratis ( free) tetapi kebanyakan berlisensi atau berbayar. Salah satu software yang berbasis open source (free) adalah Quantum GIS. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat visualisasi data kependudukan (jumlah penduduk, dan kepadatan penduduk) berbasis web GIS dengan memanfaatkan software open source Quantum GIS. Metode yang digunakan dalam menyusun program adalah dengan menggunakan model waterfall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan software opensource Quantum GIS sangat efektif untuk membantu membuat visualisasi data kependudukan (jumlah dan kepadatan penduduk) berbasis Web GIS. Selain itu pemanfaatan software Quantum GIS untuk visualisasi data kependudukan lebih aksesible dan interporable. Kata Kunci: software spasial, open source, data kependudukan, web GIS PENDAHULUAN Pada saat ini sebuah agenda reformasi yang penting dilaksanakan oleh negara Indonesia adalah mewujudkan pemerintahan yang baik atau yang dikenal dengan sebutan good governance. Adapun salah satu ciri good governance tersebut adalah pemerintahan yang memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Pelayanan yang dilakukan pemerintah meliputi semua aspek kehidupan masyarakat, termasuk di bidang kependudukan (Soleh, 2001: 23) Salah satu masalah pelik yang dihadapi saat ini adalah masalah kependudukan. Masalah kependudukan menjadi lebih pelik lagi apabila mendekati musim pemilu. Pada saat musim pemilu banyak ditemukan penduduk yang ber- KTP ganda, penduduk yang belum melakukan rekam data E-KTP dan lainnya. Semakin berkembangnya jumlah penduduk yang dipengaruhi oleh kelahiran, kematian dan migrasi menjadi sebuah pekerjaan tersendiri bagi Pemerintah. Dari data kependudukan dapat diketahui jumlah penduduk usia produktif dan tidak produktif, kepadatan penduduk, mata pencaharian penduduk, jumlah penduduk tidak mampu, jumlah usia sekolah dan lain sebagainya. Data kependudukan sangatlah penting untuk menentukan berbagai kebijakan pemerintahan untuk menyejahterakan masyarakat dan pemerataan pembangunan. Pengelolaan data kependudukan telah di atur dalam UU No 23 tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan, Sistem Informasi Kependudukan adalah suatu sistem informasi yang pengelolaan, pengkajian, penyimpan dan pengembangan Sistem Informasi Kependudukan untuk tercapai tertib administrasi di bidang kependudukan. Pada Pasal 83 dalam Undang- Undang tersebut lebih dijelaskan tentang Sistem Informasi Administrasi Kependudukan adalah sebagai berikut: 1. Data Penduduk yang dihasilkan oleh Sistem Informasi Administrasi THE 5 TH URECOL PROCEEDING 773 ISBN 978-979-3812-42-7

Kependudukan dan tersimpan di dalam database kependudukan dimanfaatkan untuk kepentingan perumusan kebijakan di bidang pemerintahan dan pembangunan. 2. Pemanfaatan data Penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mendapatkan izin Penyelenggara. 3. Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan tata cara mendapatkan izin sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dalam Peraturan Menteri. Pada era komputerisasi ini kemajuan teknologi informasi tidak bisa dipisahkan dari segala bidang, karena dengan adanya aplikasi komputer tersebut dapat meningkatkan kinerja sistem informasi, misalnya data yang diolah menjadi lebih lengkap, akurat, mudah dan tepat waktu, sehingga informasi yang dihasilkan akan dapat mendukung pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kegiatan manajemen mulai dari perencanaan sampai pada evaluasi. Selain itu melihat informasi jumlah penduduk dan kepadatan penduduk berdasarkan kewilayahan sangat diperlukan untuk memudahkan pelaksanaan perencanaan pembangunan di tiaptiap wilayah. Saat ini visualisasi data kependudukan juga sudah berbasis sistem informasi dengan tampilan berupa tabel dan grafik. Upaya meningkatkan visualisasi data kependudukan tersebut maka diperlukan pengembangan sistem informasi berbasis komputer dengan pendekatan spasial (kewilayahan) yakni dengan membuat software yang secara spesifik dapat digunakan untuk memudahkan sharing informasi terkait data kependudukan secara lebih lengkap dan cepat serta dengan penyajian yang menarik. Pengembangan aplikasi SIG berbasis web untuk visualisasi data kependudukan akan sangat cocok diterapkan karena sifatnya yang lebih aksesible dan interoperable apabila dibandingkan dengan SIG berbasis dekstop, sehingga informasi akan mudah diakses oleh semua user dari manapun dan oleh siapapun. Berdasarkan urain permaslahan tersebut, maka tujuan utama dari penelitian ini adalah membuat visualisasi data kependudukan (jumlah penduduk, dan kepadatan penduduk) berbasis web GIS dengan memanfaatkan software open source Quantum GIS Penelitian mengenai penerapan E- Government dalam kependudukan telah dilakukan oleh Larasati dan Nurhadrayani (2012) dengan judul penelitiannya E- Government Kependudukan Indonesia: Pengembangan Instrumen dan Evaluasi Website Kependudukan Indonesia dan termuat dalam jurnal Ilmu Komputer Agri-Informatika yang hasil penelitiannya menunjukkan bahwa dari sample yang diambil hanya 50 % BPS Indonesia di tingkat kabupaten atau kota yang mempunyai website yang bisa diakses. Namun, website tersebut baru menyajikan 29 % dari 39 variabel kependudukan. Website hanya dapat berfungsi sebagai penyedia informasi kependudukan yang bersifat statis, belum berfungsi sebagai penyedia service online seperti registrasi kelahiran, kematian, pernikahan atau perceraian atau perpindahan penduduk. Masyarakat masih harus mendatangi kantor untuk proses yang berhubungan dengan kependudukan. Website belum dijadikan sebagai alat komunikasi antara BPS dan pengunjung. Website BPS berada pada tahap paling awal (web presence). Hasil penelitian ini sama dengan hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 (Nurhadryani 2010). Hal ini menunjukkan bahwa selama 2 tahun terakhir penerapan e- government melalui website di Indonesia belum memperlihatkan kemajuan yang signifikan. Saat ini, website BPS dan website pemerintah Indonesia masih dalam tahap menampilkan informasi statis ( web presence). Hal ini menunjukkan e-government Indonesia memerlukan penanganan yang serius untuk menyajikan pelayanan online yang memerlukan manajemen database dan sistem yang lebih kompleks untuk dapat mencapai level interaction dan transaction. THE 5 TH URECOL PROCEEDING 774 ISBN 978-979-3812-42-7

Santosa, dkk., 2008 dalam makalahnya yang berjudul Sistem Informasi Geografis Penyebaran Penduduk Berdasarkan Tingkat Usia di Kabupaten Sleman Berbasis Web menyatakan bahwa dalam pembuatan SIG berbasis web untuk penyebaran penduduk berdasarkan tingkat usia di Kabupaten Sleman menerapkan teknologi Web Mapping. Adapun teknologi Web Mapping ini menggunakan perangkat lunak MapServer for Windows (MS4W) versi 4.4 untuk menampilkan peta kartografi dan perangkat lunak ESRI ArcView GIS 3.3 dan untuk proses editing Dataset GIS yang berupa ESRI shapefiles. Macromedia Dreamweaver MX untuk melakukan proses layout web dan penulisan source programming, pembentukan file fungsi java script serta penulisan file *.MAP. PHP dan MySQL yang digunakan sebagai perangkat lunak pembantu untuk editor programnya dalam membentuk halaman web dengan ekstensi.php serta pembuatan basis datanya. Microsoft Windows XP Proffesional Version 2002 Service Pack 1 sebagai operating system. Adapun hasil dari pengembangan aplikasi ini dapat dilihat pada gambar 1. THE 5 TH URECOL PROCEEDING 775 ISBN 978-979-3812-42-7

Gambar 1. Implementasi Halaman Home Sumber: Santosa, dkk., 2008 METODE PENELITIAN Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model waterfall (Demers, 1997), antara lain: 1) system requirements, 2) software requirements, 3) analysis, 4) program design, 5) coding, 6) testing, dan 7) operations. Secara detail mengenai penjabaran metode dapat dilihat pada Gambar 2. THE 5 TH URECOL PROCEEDING 776 ISBN 978-979-3812-42-7

System Requirements Software Requirements Analysis Program Design Coding Testing Operations Gambar 2. Tahapan Pembangunan Sistem Menggunakan Model Waterfall Sumber: Demers, 1997 Basisdata yang digunakan dalam aplikasi ini dibagi menjadi dua sub basis data, antara lain: sub basis data spatial dan sub basis data non-spatial. Basis data spatial terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer dengan melakukan survai ke lokasi titik pemantauan kualitas air, sedangkan data sekunder diperoleh dari hasil dokumentasi proyek dan penelitian serta peta Rupa Bumi Indonesia dalam format digital (Tabel 1). Tabel 1. Data Spatial SIG Data Cara Sumber Memperoleh Peta administrasi Klaten skala Sekunder peta digital 1:100.000 Peta (ja lan, jembatan, sungai) Sekunder peta digital skala 1:100.000 Sumber: Peneliti, 2016 Sub basis data non-spatial juga terdiri atas data primer dan data sekunder (Tabel 2). Data primer diperoleh melalui survey dan pendataan, dan registrasi sedangkan data sekunder bersumber dari arsip dan dokumentasi kegiatan pengelolaan bangunan. Tabel 2. Data Non - Spatial SIG Data Cara Memperoleh Sumber Data jumlah penduduk tahun 2014 sekunder BPS Kabupaten Klaten Data kepadatan penduduk Sekunder Dokumen tahun 2014 Sumber: Peneliti, 2016 THE 5 TH URECOL PROCEEDING 777 ISBN 978-979-3812-42-7

HASIL DAN PEMBAHASAN Basisdata Berdasarkan analisis terhadap kebutuhan sistem selanjutnya dapat diinventarisir kebutuhan data digunakan dalam sistem yang akan dibuat berupa data spasial dan non-spasial (tekstual). Sub-basisdata spasial dapat dikelompokan secara tematik sesuai keperluannya antara lain: data informasi umum, dan data informasi jumlah dan kepadatan penduduk (spatial dan non spatial). Arsitektur Sistem Adapun arsitektur sistem ini disajikan pada Gambar 3. Database spatial yang tersimpan pada database dapat divisualisikan pada OpenLayers (javascript framework) setelah terlebih dahulu diubah dalam GML format menggunakan PHP. Client Web Server profile.jar Database Browser HTML Internet profile.class OpenLayers Internet Open Street Map (basemap) Interface Generator PHP GML Generato PHP PHP r PHP MySQL PHP API Database spatial dan non-spatial Gambar 3. Arsitektur Sistem Sumber: Priyana, dkk., 2015 Penggunaan Software dalam Desain Sistem Proses penyusunan program ( coding) meliputi penyusunan script PHP untuk menampilkan pemodelan spatial dan non spatial yang melibatkan beberapa program penting, antara lain: 1. Perangkat lunak untuk analisis data spasial dan layout peta, Quantum GIS Valmiera, untuk migrasi data shapefile ke RDBMS. 2. Perangkat lunak yang berjalan di server (server-side), antara lain: MySQL spatial, berfungsi sebagai sistem basis data yang menyimpan baik data spatial maupun data non-spatial; Apache dan PHP, merupakan software yang berfungsi sebagai server web. 3. Perangkat lunak yang berjalan di client (client-side), antara lain: Internet Browser (Microsoft Internet Explorer, Mozila Firefox, Opera, dan lain-lain), digunakan untuk browsing aplikasi; OpenLayers 2.2 untuk visualisasi data spasial; Open Street Map (OSM) untuk menyediakan peta dasar; Java untuk membuat visualisasi peta jumlah dan kepadatan penduduk Desain Aplikasi THE 5 TH URECOL PROCEEDING 778 ISBN 978-979-3812-42-7

Desain antar muka halaman utama (interface ) mencakup representasi spatial dan non spatial, menu, dan alat navigasi dan analisis geografis. Secara umum dibagi menjadi 8 bagian utama, antara lain (Gambar 5): 1) Header, footer dan Title aplikasi; 2) Menu Utama; 4) Menu Navigasi Peta (map tools); 5) Tab layer control, legenda, dan penelusuran data; 6) Layer Control; 7) Ruang Peta (map space); 8) Panel penunjuk koordinat posisi pointer. Secara detail mengenai desain aplikasi dapat dilihat pada Gambar 4, Gambar 5 Gambar 4. Halaman depan atau frontend sistem Sumber: Peneliti, 2017 Gambar 5. Tampilan menu peta online Sumber: Peneliti, 2017 THE 5 TH URECOL PROCEEDING 778 ISBN 978-979-3812-42-7

779 Prototype Aplikasi Pada tahap ini sudah dibangun prototype aplikasi yang nantinya akan digunakan untuk evaluasi lanjutan tim peneliti. Prototipe aplikasi tersebut tersedia masih dalam server lokal atau belum dionlinekan karena masih pada tahap penyempurnaan dan evaluasi. Adapun alamat server lokalnya adalah (http://localhost/ contohweb). REFERENSI Demers, Michael N. 1997. Fundamentals of Geographic Information System. New York: John Wiley & Sons, Inc Larasati, Inne., Nurhadryani, Yani. 2012. E- Government Kependudukan Indonesia: Pengembangan Instrumen dan Evaluasi Website Kependudukan Indonesia. Jurnal Ilmu Komputer Agri-Informatika Volume 1 Nomor 1 halaman 13-21 Nurhadryani Y. 2010. Assessing the role of the internet in the democratization of governance: a comparative analysis of the development of e-government in Indonesia since 1998 [disertasi]. Sendai (JP): Tohoku University. Priyana, Yuli., Jumadi, Sigit, Agus Anggoro, KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan software spasial open source Quantum GIS, sangat efektif untuk memvisualisasikan data kekepndudukan yang meliputi jumlah dan kepadatan penduduk. Berdasarkan uji coba yang telah dilakukan program berjalan dengan baik. Rudiyanto. 2015. Pengembangan Aplikasi SIG Berbasis Web untuk Mendukung Kolaborasi dan Pengambilan Keputusan dalam Pengelolaan Airtanah di Kabupaten Karanganyar. Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Prasarana Wilayah (ATPW), Surabaya, 11 Juni 2015. Surabaya: Institut Teknologi Surabaya Santosa, Budi., Sofyan, Herry., Widiyastuti, Wahyu Ari. 2008. Sistem Informasi Geografis Penyebaran Penduduk berdasarkan Tingkat Usia di Kabupaten Sleman Berbasis Web. Seminar Nasional Informatika 2008 (semnas IF 2008) UPN "Veteran" Yogyakarta, 24 Mei 2008 [page 47-54] THE 5 TH URECOL PROCEEDING 779 ISBN 978-979-3812-42-7