PEMODELAN EKSPANSI STENT JANTUNG DENGAN BALON HYPER - ELASTIS

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERANCANGAN TEMPAT TIDUR PASIEN BERBAHAN ALUMUNIUM MENGGUNAKAN CAD. Jl. Grafika No.2, Yogyakarta

Analisa Pengaruh Diameter Nozzle Terhadap Besar Tegangan Maksimum Pada Air Receiver Tank Horisontal Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga

ANALISIS KAPASITAS TEKAN PROFIL-C BAJA CANAI DINGIN MENGGUNAKAN SNI 7971:2013 DAN AISI 2002

SIMULASI PROSES DEEP DRAWING STAINLESS STEEL DENGAN SOFTWARE ABAQUS

PERANCANGAN MEKANISME ALAT ANGKUT KAPASITAS 10 TON TESIS

BAB I PENDAHULUAN. Ekstrusi merupakan salah satu proses yang banyak digunakan dalam

BAB I PENDAHULUAN. terciptanya suatu sistem pemipaan yang memiliki kualitas yang baik. dan efisien. Pada industri yang menggunakan pipa sebagai bagian

OPTIMASI DESAIN SIRIP PENGUAT PADA BANGKU PLASTIK

BAB I PENDAHULUAN. Hip Joint. Femur

PENENTUAN PERBANDINGAN DIAMETER NOZZLE TERHADAP DIAMETER SHELL MAKSIMUM PADA AIR RECEIVER TANK HORISONTAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

BAB 3 MODEL ELEMEN HINGGA

BAB I PENDAHULUAN. dan efisien.pada industri yang menggunakan pipa sebagai bagian. dari sistem kerja dari alat yang akan digunakan seperti yang ada

Gambar 1.1. Sambungan hip (hip joint) pada manusia [1].

METODE PENELITIAN. Model tabung gas LPG dibuat berdasarkan tabung gas LPG yang digunakan oleh

BAB III OPTIMASI KETEBALAN TABUNG COPV

III. METODELOGI. satunya adalah menggunakan metode elemen hingga (Finite Elemen Methods,

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

III. METODE PENELITIAN

Laporan Praktikum MODUL C UJI PUNTIR

METODOLOGI PENELITIAN

PEMODELAN NUMERIK METODE ELEMEN HINGGA NONLINIER STRUKTUR BALOK TINGGI BETON BERTULANG ABSTRAK

TUGAS AKHIR MODELING PROSES DEEP DRAWING DENGAN PERANGKAT LUNAK BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA

PENGARUH BEBAN PENGGETAR MESIN PRESS BATAKO PADA PROSES PRODUKSI BATAKO TANPA PLESTER DAN TANPA PEREKAT (BTPTP) TERHADAP KEKUATAN DINDING

SIMULASI PENGUJIAN TEGANGAN MEKANIK PADA DESAIN LANDASAN BENDA KERJA MESIN PEMOTONG PELAT

ANALISIS PENGARUH RAKE ANGLE TERHADAP DISTRIBUSI TEGANGAN PADA EXCAVATOR BUCKET TEETH MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

ANALISIS ELEMEN HINGGA UNTUK FAKTOR KONSENTRASI TEGANGAN PADA PELAT ISOTROPIK BERLUBANG DENGAN PIN-LOADED

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Perkembangan teknologi konstruksi di Indonesia saat ini mengalami

PENGARUH SIFAT PLASTISITAS BAHAN TERHADAP KUALITAS PRODUK PROSES DEEP DRAWING

Abstrak. Kata kunci: Hydrotest, Faktor Keamanan, Pipa, FEM ( Finite Element Method )

STUDI NUMERIK SAMBUNGAN DENGAN BAUT-GUSSET PLATE PADA STRUKTUR GABLE FRAME TIGA SENDI

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Konsep Dasar Rotating Disk

SIDANG TUGAS AKHIR: ANALISA STRUKTUR RANGKA SEPEDA FIXIE DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Andra Berlianto ( )

ANALISA KEKUATAN CRANKSHAFT DUA-SILINDER KAPASITAS 650 CC DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

Perbandingan Hasil Analisa Konsentrasi Tegangan Pada Plat Berlubang Akibat Beban Tarik Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga dan Kajian Eksperimen

Laporan Praktikum Laboratorium Teknik Material 1 Modul A Uji Tarik

Jurnal Teknika Atw 1

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR PERNYATAAN ABSTRACT DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR NOTASI BAB I.

PERHITUNGAN KEAUSAN PADA SISTEM KONTAK ROLLING-SLIDING MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT METHOD

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Dalam penelitian ini, analisis yang dilakukan menggunakan metode elemen

PENGARUH TEKSTUR PERMUKAAN MATERIAL UHMWPE TERHADAP DISTRIBUSI TEGANGAN PADA BEBAN KONTAK STATIC, ROLLING DAN SLIDING

Yunandaru Sahid Putra NRP Dosen Pembimbing Ir. Sudiyono Kromodihardjo Msc. PhD

SUSTAINABLE PRODUCT DEVELOPMENT FOR SHIP DESIGN USING FINITE ELEMENT APLICATION AND PUGH S CONCEPT SELECTION METHOD

BAB III PROSEDUR PENGUJIAN LABORATORIUM DAN PEMODELAN METODE ELEMEN HINGGA

tugas akhir Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2012

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia. Dewasa ini perilaku pengendalian PJK belum dapat dilakukan secara

TUGAS SARJANA. Disusun oleh: TOMY PRASOJO L2E

BAB I PENDAHULUAN. pesat, terutama terjadi di daerah perkotaan. Seiring dengan hal tersebut,

Analisa Pemasangan Ekspansi Loop Akibat Terjadinya Upheaval Buckling pada Onshore Pipeline

LAMPIRAN A. Tabel A-1 Angka Praktis Plat Datar

Optimasi Proses Multi-Pass Equal Channel Angular Pressing dengan Simulasi Komputer

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tutorial SolidWorks : Analisa tegangan dengan COSMOSXpress (seri 1)

Dosen Pembimbing Dr. Ir. Agus Sigit Pramono, DEA.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang.

OLEH : NATAN HENRI SOPLANTILA NRP.

LAPORAN TUGAS AKHIR PREDIKSI KEAUSAN KONTAK ANTARA STATIONARY PIVOT DAN PIN JOINT MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

KEMAMPUAN PENYERAPAN ENERGI CRASH BOX MULTI SEGMEN MENGGUNAKAN SIMULASI KOMPUTER

LAPORAN TUGAS AKHIR PREDIKSI TEGANGAN VON MISSES DAN TEKANAN KONTAK TOTAL KNEE REPLACEMENT (TKR) SELAMA PROSES GAIT CYCLE

BAB III PROSEDUR PENGUJIAN LABORATORIUM DAN PEMODELAN DENGAN FINITE ELEMEN METHOD. Gambar 3.1 Proses pencampuran bahan BTPTP pada mesin pengaduk

Analisis Tegangan Plat Penghubung Bucket Elevator Menggunakan Metode Elemen Hingga. Ully Muzakir 1 ABSTRAK

Optimasi Desain Metal Gasket Tipis Bentuk New Corrugated Untuk Kebutuhan Tekanan Kerja Rendah Dengan Simulasi Komputer

1.1 Latar belakang Di awal abad 21, perkembangan teknologi komputer grafis meningkat secara drastis sehingga mempermudah para akademisi dan industri

BAB IV SIFAT MEKANIK LOGAM

ANALISA KEGAGALAN POROS DENGAN PENDEKATAN METODE ELEMEN HINGGA

DISTRIBUSI TEMPERATUR AREA PEMOTONGAN PADA PROSES DRAY MACHINING BAJA AISI 1045

Diktat-elmes-agustinus purna irawan-tm.ft.untar BAB 2 BEBAN, TEGANGAN DAN FAKTOR KEAMANAN

BAB 1 PENDAHULUAN...1

DESAIN ULANG STRUKTUR BED MESIN BUBUT KONVENSIONAL UNTUK MENINGKATKAN KARAKTERISTIK STATIS DAN DINAMIS MESIN

BAB I PENDAHULUAN. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. mendorong terciptanya suatu produk dan memiliki kualitas yang baik.

STUDI PEMANFAATAN SERBUK GERGAJIAN KAYU SEBAGAI BAHAN TAMBAH CAMPURAN BATAKO

BAB III LANDASAN TEORI. Menurut McComac dan Nelson dalam bukunya yang berjudul Structural

ANALISA POROS ALAT UJI KEAUSAN UNTUK SISTEM KONTAKTWO- DISC DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

Studi Kekuatan Spur Gear Dengan Profil Gigi Cycloid dan Involute

PENGEMBANGAN PENYANGGA BOX MOBIL PICK UP MULTIGUNA PEDESAAN

IMPLEMENTASI METODE ELEMEN HINGGA DALAM PERSOALAN ALIRAN DARAH PADA PEMBULUH DARAH SKRIPSI ABNIDAR HARUN POHAN

STRESS ANALYSIS PISTON SEPEDA MOTOR MENGGUNAKAN SOFTWARE AUTODESK INVENTOR 2015

BAB IV METODE PENELITIAN

EVALUASI FAKTOR INTENSITAS TEGANGAN PADA UJUNG RETAK DENGAN LUBANG PENGHAMBAR RAMBAT RETAK

Analisis Kekuatan Struktur Konstruksi Tower untuk Catwalk dan Chain Conveyor pada Silo (Studi Kasus di PT. Srikaya Putra Mas)

Pemodelan Penyakit Jantung Koroner Dengan Menggunakan Modifikasi Model Sei

TUGAS SARJANA ANALISA PENGARUH GESEKAN PADA KONTAK SLIDING ANTAR SILINDER MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Profesor Shahryar A. Sheikh, MBBS dalam beberapa dasawarsa terakhir

ANALISA GESEKAN PENGEREMAN HIDROLIS (REM CAKRAM) DAN TROMOL PADA KENDARAAN RODA EMPAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

ANALISIS PERPINDAHAN KALOR YANG TERJADI PADA RECTANGULAR DUCT DENGAN ANSYS 11 SP1 DAN PERHITUNGAN METODE NUMERIK

Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro H.Prof.Sudharto, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang, 50275

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 2. PENGUJIAN TARIK

BAB IV SIFAT MEKANIK LOGAM

LAPORAN TUGAS AKHIR ANALISA KONTAK MULTIPLE ASPERITY-TO-ASPERITY MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

ANALISIS PENGARUH SUHU TERHADAP KONSTANTA PEGAS DENGAN VARIASI JUMLAH LILITAN DAN DIAMETER PEGAS BAJA

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

ANALISA PENGARUH TEBAL DAN GEOMETRI SPOKE BERBENTUK BELAH KETUPAT PADA BAN TANPA UDARA TERHADAP KEKAKUAN RADIAL DAN LATERAL

BAB I PENDAHULUAN. alas pada kapal, body pada mobil, atau kendaraan semacamnya, merupakan contoh dari beberapa struktur pelat. Pelat-pelat tersebut

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2013

Transkripsi:

Pemodelan Ekspansi Stent Jantung Dengan Balon Hyper-Elastis (Donny Suryawan dkk) PEMODELAN EKSPANSI STENT JANTUNG DENGAN BALON HYPER - ELASTIS Donny Suryawan 1, Suyitno 2 Jurusan Teknik Mesin 1, Teknik Industri 2, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Jl. Teknika., Bulaksumur, Yogyakarta Email : donny_s@ymail.com 1, Suyitno@ugm.ac.id 2 ABSTRACT Coronary artery disease (CAD) is a disease that most cause mortality in Indonesia. CAD is caused by cholesterol-containing deposit (plaque) that make the coronary artery become narrow and can cause a heart attack. Stent implantation is the most common treatment to opens or alleviates the narrowing coronary artery. A preliminary study has done to simulate the expansion of coronary stent with negligible balloon method. The negligible balloon is less accurate and far from realistic condition because it neglects the presence of the balloon. This study has proposed another method to simulate the stent expansion. Hyper-elastic balloon method is used to investigate the stress distribution, outer diameter change, and dogboning phenomena of the stent. Keywords : Design, Stent, Modelling, Manufakturing. 1. PENDAHULUAN Penyakit jantung koroner (PJK) adalah salah satu penyakit yang banyak menyebabkan kematian. PJK terjadi karena penyumbatan atau penyempitan pada arteri koroner sehingga menyebabkan darah tidak mengalir dengan lancar dan jantung menjadi bekerja lebih keras dari biasanya. Pada tahun 2013, lebih dari 2 juta orang terdiagnosa dan terindikasi menderita PJK (Data Centre and Information of Indonesian Health Ministry, 2013). Beberapa upaya perawatan untuk penderita penyakit jantung koroner adalah dengan melakukan operasi bypass atau dengan memasang stent jantung. Pilihan kedua menjadi alternatif yang banyak digunakan karena biayanya relatif lebih murah dibanding dengan operasi bypass. Stent merupakan salah satu perlengkapan medis yang sampai saat ini masih bergantung dari impor. Penelitian ini menawarkan salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan impor stent yaitu dengan memproduksi secara mandiri. Pembuatan desain dan pemodelan merupakan salah satu langkah awal sebelum proses manufaktur. Pemodelan merupakan salah satu metode alternatif untuk membuat banyak skenario terkait geometri, material ataupun strategi lain untuk menghasilkan suatu gambaran fungsi produk tersebut sebelum dibuat atau dimanufaktur. Pemodelan cukup penting sebagai alat riset untuk kemudian divalidasi dengan hasil eksperimen. Pada penelitian ini, hasil pemodelan akan menjadi pertimbangan terkait catatan - catatan desain sebelum di manufaktur. Tentunya kemudahan manufaktur menjadi salah satu kunci utama agar stent mampu dibuat dengan Electrical Discharge Machine (EDM). Mesin EDM dipilih untuk proses manufaktur stent dengan pertimbangan mahalnya mesin laser cutting produksi stent. Studi terkait pemodelan stent cukup banyak ditemukan diliteratur. Terdapat beberapa strategi untuk memodelkan ekspansi stent. Strategi ekspansi stent dengan mengabaikan balon adalah salah satu strategi yang paling sederhana (David Chua SN, 2002, Gu, L., Santra, S., Mericle, R.A., et al, 2005). Tekanan diberikan langsung pada permukaan dalam stent dan mengabaikan efek dari ekspansi balon. Skenario pemberian tekanan juga diperlukan supaya gaya ekspansi yang dihasilkan sama dengan gaya ekspansi yang dihasilkan saat balon diperhitungkan (Suryawan. D and Suyitno, 2016). Kelebihan dari strategi ekspansi yang mengabaikan balon adalah komputasi yang cepat dan tidak membutuhkan sumber komputasi yang tinggi. 476

Teknoin Vol. 22 No 7 Desember 2016 : 476-481 Hal tersebut terjadi karena diabaikannya interaksi stent dengan balon. Strategi ekspansi lain yang dapat digunakan adalah dengan memodelkan balon menggunakan material hyper - elastis. Strategi tersebut cukup baik untuk mengivestigasi ekspansi stent karena memperhitungkan kontak balon dengan stent (Esghi, N, M. H. Hojjati, M. Imani, A. M. Goudarzi, 2011). Pada penelitian ini pemodelan dilakukan dengan menggunakan balon hyper - elastis untuk mengetahui deformasi, distribusi tegangan dan fenomena dogbone pada ekspansi stent yang dilakukan. 2. METODE PENELITIAN 2.1. Geometri Model Model stent jantung yang digunakan adalah desain dengan pertimbangan kemudahan manufaktur menggunakan EDM (Suryawan. D and Suyitno, 2016). Pertimbangan tersebut meliputi pemilihan bentuk lubang yang sederhana. Stent di desain dengan panjang 10 mm. Panjang tersebut disesuaikan dengan produk komersil stent yang telah beredar dipasaran. Ukuran diameter dalam yang digunakan adalah sebesar2 mm dan diameter luar adalah sebesar 2.6 mm. Ukuran diameter tersebut dibuat dengan mempertimbangkan kemampuan mesin bubut konvensional dalam menyediakan bahan stent. Panjang lubang stent adalah 2 mm dan lebar lubang adalah 0.32 mm. Desain stent dapat dilihat pada gambar 1. Gambar 1. Desain Stent. Model balon yang digunakan adalah balon silinder hyper - elastis dengan panjang 10 mm. diameter dalam dan diameter luar balon tersebut adalah 1.8 mm dan 2 mm. Model keseluruhan antara stent dan balon hyper - elastis dapat dilihat padagambar 2. Gambar 2. Model Keseluruhan Stent dan Balon Hyper - Elastis. 2.2. Spesifikasi Material Material yang digunakan untuk pemodelan stent adalah Stainless steel 316 L. Spesifikasi material tersebut adalah modulus young sebesar 196000 N/mm 2, poison rasio sebesar 0.4 dan tegangan luluh sebesar 375 N/mm 2. Sedangkan Material balon di modelkan sebagai polyurethane yang di definisikan dengan hyper - elastis Mooney - rivlin nonlinier orde pertama. Konstanta fungsi energi yang digunakan adalah C (10) = 1.06881MPa, C (01) = 0.710918MPa dan d=1070kg/m 3 (Murphy, B.P., Savage, P., McHugh, P.E. 2003). 2.3. Aspek Numerik Stent dimodelkan dengan elemen 8-node linear brick with reduce integration (C3D8R) yang terdiri dari 2376 elemen mesh. Sedangkan balon hyper-elastis dimodelkan dengan 6800 elemen 8-node linear brick with reduce integration (C3D8R). Pemodelan proses ekspansi stent dibagi dalam 4 tahap skenario. Skenario tersebut di adaptasi dari prosedur pemasangan stent. Skenerio pertama adalah tahap awal. Tahap awal adalah saat stent dan balon dalam kondisi normal tanpa beban apapun. 477

Pemodelan Ekspansi Stent Jantung Dengan Balon Hyper-Elastis (Donny Suryawan dkk) Skenario kedua adalah tahap crimping atau tahap mengecilkan stent agar dapat dimasukan ke dalam pembuluh darah. Skenario ketiga adalah tahap ekspansi yaitu dengan memberikan tekanan pada permukaan dalam balon hingga stent mengembang. Skenario terakhir adalah tahap pelepasan tekanan. Tahap ini dilakukan saat stent sudah mengembang atau berekspansi. Pemodelan proses ekspansi dilakukan menggunakan perangkat lunak ABAQUS dengan prosedur eksplisit. Variasi tekanan diberikan untuk mengetahui diameter akhir dari proses ekspansi dan besarnya dogbone akibat dari tekanan tersebut. Variasi tekanan yang diberikan adalah 1 MPa, 1.25 MPa, 1.5 MPa, 1.75 MPa, and 2 MPa. Kondisi batas diberikan pada ujung - ujung balon dengan memaksa tidak ada deformasi aksial pada ujung balon. Definisi kontak yang digunakan adalah general contact. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1. Hasil Ekspansi Hasil pemodelan proses ekspansi dapat dilihat pada gambar 3. Secara umum, stent dapat berekspansi dengan baik akan tetapi fenomena dogbone tidak dapat dihindarkan. Dogbone adalah fenomena perbedaan diameter bagian tepi stent dengan bagian tengah stent setelah proses ekspansi. Meski tak dapat dihindarkan fenomena dogbone harus diminimalkan karena dogbone yang terlalu besar akan menyebabkan luka pada pembuluh koroner. Fenomena dogbone terjadi karena pada bagian ujung stent lubang stent (cell) terbuka. Sehingga hanya ada dua strut yang menyangga deformasi stent. Hal tersebut menyebabkan bagian tepi stent lebih cepat dan lebih mudah terdeformasi sehingga menyebabkan diameter tepi stent lebih besar dibanding bagian tengah stent. 3.2. Distribusi Tegangan Konsentrasi tegangan terjadi pada bagian tengah dari permukaan dalam stent. Hal tersebut terjadi karena tambahan tegangan yang diakibatkan oleh deformasi bagian tepi stent. Bagian tepi yang terdeformasi lebih cepat dan lebih besar menyebabkan bertambahnya tegangan tarik di bagian tengah dari permukaan dalam stent.pada tekanan 2 MPa, tegangan maksimum yang terjadi adalah 367MPa. Distribusi tegangan secara jelasnya dapat dilihat pada gambar 4. Kondisi Awal Tahap Crimping Tahap ekspansi Setelah ekspansi Gambar 3. Proses Ekspansi. 478

Teknoin Vol. 22 No 7 Desember 2016 : 476-481 5 4,5 4 A B Diameter (mm) 3,5 3 2,5 2 1,5 1 Initial Crimping 1 1,25 1,5 1,75 2 Pressure (MPa) Gambar 4. Pengukuran Diameter Luar Stent Terhadap Variasi Tekanan. 3.3. Perubahan Diamater Luar Stent Pengukuran diameter luar stent dilakukan pada dua bagian. Bagian pertama adalah diamater tepi stent (A) dan bagian kedua adalah diameter bagian tengah stent (B). Pengukuran diameter menunjukan korelasi linier selisih diameter tepi dan tengah terhadap tekanan yang di berikan. A Semakin besar tekanan yang diberikan maka perbedaan diameter luar dengan diameter dalam stent semakin besar. Hal tersebut berarti juga bahwa prosentase dogbone juga semakin besar. Hasil pengukuran diameter luar stent secara lengkap dapat dilihat pada gambar 5. B B Open Cell Gambar 5. Distribusi Tegangan. 479

Pemodelan Ekspansi Stent Jantung Dengan Balon Hyper-Elastis (Donny Suryawan dkk) 16 14 12 Dogbone (%) 10 8 6 4 2 0 1 1,25 1,5 1,75 2 Pressure (MPa) Gambar 6. Prosentase Dogbone. 3.4. Prosentase Fenomena Dogbone Seperti yang dijelaskan sebelumnya, fenomena dogbone merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari akan tetapi harus diminimalkan untuk mencegah terjadinya luka pada pembuluh koroner. Luka pada pembuluh koroner dapat memicu terjadinya stent thrombosis atau penggumpalan darah pada daerah pemasangan stent. Prosentase dogbone paling kecil terjadi saat tekanan yang diberikan adalah 1 MPa. Prosentase akan semakin naik seiring dengan semakin tingginya tekanan yang diberikan. 4. KESIMPULAN Hasil pemodelan menunjukan bahwa desain stent yang dibuat mampu berekspansi dengan baik. Hanya saja ada beberapa catatan yang harus diperhatikan antara lain pada beberapa titik masih terjadi konsentrasi tegangan yang cukup tinggi. Konsentrasi tegangan tersebut terjadi karena gaya tarik deformasi pada tepi stent. Evaluasi dan optimasi desain stent tentunya masih perlu dilakukan untuk mengurangi adanya konsentrasi tegangan pada lokasi tertentu. Selain itu fenomena dogbone yang masih cukup besar pada tekanan tinggi juga perlu menjadi perhatian sebelum stent di manufaktur. DAFTAR PUSTAKA Auricchio, F., Di Loreto, M., Sacco, E. Finite-element analysis of a stenotic artery revascularization through a stent insertion. Computer Methods in Biomechanics and Biomedical Engineering 4, 249 263, 2001. Data Centre and Information of Indonesian Health Ministry. The heart health condition. Indonesian Health Ministry. Indonesia : Jakarta, 2013. David Chua SN, Mac Donald BJ, Hashmi MSJ. Finite - element Simulation of Stent Expansion. Journal of Materials Processing Technology; 120 : 335-40, 2002. Esghi, N, M. H. Hojjati, M. Imani, A. M. Goudarzi. Finite Element Analysis of Mechanical Behaviour of A Coronary Stent. Procedia Engineering 10 (2011) 3056 3061, 2011. Gu, L., Santra, S., Mericle, R.A., et al. Finite Element Analysis of Covered Microstents. Journal of Biomechanics 38, 1221 1227, 2005. 480

Teknoin Vol. 22 No 7 Desember 2016 : 476-481 Murphy, B.P., Savage, P., McHugh, P.E. The stress strain behavior of coronary stent struts is size dependent. Annals of Biomedical Engineering 31, 686 691, 2003. Suryawan. D and Suyitno. Design and modelling balloon-expandable coronary stent for manufacturability. Submitted to 11th Joint Conference on Chemistry, 2016. 481