BADAN PUSAT STATISTIK No. 30/05/Th. XIV, 2 Mei PERKEMBANGAN INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR APRIL HARGA GROSIR TURUN 0,07 PERSEN Pada Bulan April Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar () Umum Nonmigas turun sebesar 0,07 persen terhadap bulan sebelumnya. Penurunan terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0,81 persen. Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada bulan April masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,02 persen, 0,36 persen, dan 0,36 persen. Bahan Bangunan/Konstruksi pada April naik sebesar 0,47 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga batu split 0,96 persen, kayu gelondongan 0,82 persen, kaca lembaran 0,70 persen, dan kayu gergajian dan awetan 0,65 persen. 1. Perkembangan Harga Perdagangan Besar/Grosir/Agen Bulan April Berdasarkan hasil pemantauan BPS, pada April Umum Nonmigas adalah 180,12 atau turun 0,07 persen dari Maret sebesar 180,24. Penurunan tersebut terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks Sektor Pertanian 0,81 persen dan Kelompok Barang Impor Nonmigas 0,26 persen, sedangkan Sektor Pertambangan dan Penggalian, Sektor Industri, dan Kelompok Barang Ekspor Nonmigas mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,30 persen, 0,11 persen, dan 0,44 persen. Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada April antara lain padi/gabah, sayur-sayuran, kelapa sawit, dan kimia dasar kecuali pupuk impor. Pada April Sektor Pertanian merupakan penyumbang andil terbesar pada perubahan indeks HPB yaitu sebesar -0,16. Sektor Industri, Kelompok Barang Impor Nonmigas, dan Kelompok Barang Ekspor Nonmigas masing-masing menyumbang andil sebesar 0,05, -0,03, dan 0,07, sedangkan Sektor Pertambangan dan Penggalian tidak memberikan andil signifikan. Bahan Bangunan/Konstruksi yang terdiri dari 5 (lima) kelompok jenis bangunan pada April secara umum mengalami kenaikan indeks sebesar 0,47 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pada April semua kelompok jenis bangunan mengalami kenaikan indeks yaitu Kelompok Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal naik sebesar 0,49 persen, Kelompok Bangunan Pekerjaan Umum untuk Pertanian 0,48 persen, Kelompok Bangunan Pekerjaan Umum untuk Jalan, Jembatan dan Pelabuhan 0,46 persen, Kelompok Bangunan dan Instalasi Listrik, Gas, Air Minum dan Komunikasi 0,39 persen, dan Kelompok Bangunan Lainnya 0,50 persen. Berita Resmi Statistik No. 30/05/Th. XIV, 2 Mei 1
Tabel 1 Persentase dan Andil Perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar () Indonesia Bulan April menurut Sektor/Kelompok Barang Sektor/Kelompok Barang Maret April Perub April thd Maret Andil April Sektor Domestik 1 Pertanian 245,06 243,07-0,81-0,16 2 Pertambangan dan Penggalian 218,70 219,36 0,30 0,00 3 Industri 178,61 178,80 0,11 0,05 Perdagangan Internasional 1 Impor Nonmigas 163,26 162,84-0,26-0,03 2 Ekspor Nonmigas 145,83 146,47 0,44 0,07 Umum Nonmigas 180,24 180,12-0,07-0,07 Bahan Baku Bahan Baku pada April mengalami penurunan sebesar 0,02 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu dari 185,68 pada Maret menjadi 185,64 pada April. Penurunan Bahan Baku disebabkan oleh penurunan harga Bahan Baku Impor sebesar 0,24 persen. Sedangkan Bahan Baku Lokal mengalami kenaikan sebesar 0,04 persen. Penyebab turunnya harga Bahan Baku Impor Nonmigas antara lain disebabkan menurunnya harga komoditas di Subsektor Alat-alat Berat, Mesin-mesin Industri dan Perlengkapannya sebesar 0,92 persen, sedangkan kenaikan harga Bahan Baku Lokal antara lain karena kenaikan harga komoditas di Subsektor Industri Pengilangan Minyak Bumi sebesar 1,03 persen. Komoditas yang memberi andil cukup besar dalam perubahan indeks Bahan Baku antara lain padi/gabah, minyak diesel, mesin-mesin industri impor. Kelompok Barang Konsumsi Indeks Kelompok Barang Konsumsi pada April mengalami penurunan sebesar 0,36 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu dari 193,93 pada Maret menjadi 193,22 pada April. Sektor Pertanian merupakan pemberi andil terbesar pada perubahan indeks Kelompok Barang Konsumsi dengan menyumbang andil sebesar -0,28. Sektor Industri dan Kelompok Barang Konsumsi Impor Nonmigas memberikan andil masing-masing sebesar -0,09 dan 0,01. Walaupun mengalami kenaikan indeks, Sektor Pertambangan dan Penggalian dan Sektor Industri tidak menyumbang andil secara signifikan. Pada bulan ini Subsektor Tanaman Pangan menyumbang andil -0,24 dan merupakan penyumbang andil terbesar di Sektor Pertanian. Pada Kelompok Barang Konsumsi Impor Nonmigas, pemberi andil terbesar adalah Subkelompok Hasil Industri Barang-barang Kimia sebesar 0,01. Sementara pada Sektor Industri, Subsektor Industri Penggilingan Padi, Biji-bijian, dan Makanan Hewan merupakan penyumbang andil terbesar yaitu -0,22. 2 Berita Resmi Statistik No. 30/05/Th. XIV, 2 Mei
Kelompok Barang Modal Pada April Barang Modal mengalami penurunan sebesar 0,36 persen yaitu dari 156,00 pada Maret menjadi 155,43 pada April. Penurunan ini disebabkan penurunan indeks Kelompok Barang Modal Impor Nonmigas sebesar 0,38 persen. Sedangkan Sektor Pertanian dan Sektor Industri mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,38 persen dan 0,03 persen. Pada bulan ini, Subsektor Hasil Industri Alat Angkutan Impor merupakan pemberi andil terbesar pada perubahaan indeks Kelompok Barang Modal sebesar -0,04. Tabel 2 Persentase dan Andil Perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar () Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal Indonesia Nonmigas Bulan April Menurut Sektor/ Kelompok Barang Sektor/Kelompok Barang Maret April Perubahan April thd Maret Andil April I. Bahan Baku 185,68 185,64-0,02-0,02 Lokal 194,26 194,34 0,04 0,03 1.1. Pertanian 234,90 233,44-0,62-0,13 1.2. Pertambangan dan Penggalian 218,68 219,33 0,30 0,01 1.3. Industri 180,15 180,67 0,29 0,15 Impor 160,85 160,47-0,24-0,05 II. Barang Konsumsi 193,93 193,22-0,36-0,11 2.1. Pertanian 261,11 258,28-1,09-0,28 2.2. Pertambangan dan Penggalian 302,45 303,22 0,25 0,00 2.3. Industri 182,26 181,99-0,15-0,09 Impor 157,26 157,39 0,08 0,01 III. Barang modal 156,00 155,43-0,36-0,36 3.1. Pertanian 219,08 219,91 0,38 0,00 3.2. Industri 136,93 136,97 0,03 0,01 Impor 181,71 180,31-0,77-0,38 Kelompok Bangunan/Konstruksi Bahan Bangunan/Konstruksi Indonesia pada April mengalami kenaikan 0,47 persen yaitu dari 195,87 pada Maret menjadi 196,80 pada April. Semua kelompok bangunan dalam Bahan Bangunan/Konstruksi memberikan andil pada perubahan indeks harga konstruksi Indonesia. Kelompok Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal menyumbang andil sebesar 0,25, Kelompok Bangunan Pekerjaan Umum untuk Pertanian 0,05, Kelompok Pekerjaan Umum untuk Jalan, Jembatan dan Pelabuhan 0,13, Kelompok Bangunan dan Instalasi Listrik, Gas, Air Minum dan Komunikasi 0,02, dan Kelompok Bangunan Lainnya 0,02. Kelompok bahan bangunan yang mengalami kenaikan harga pada April antara lain batu split 0,96 persen, kayu gelondongan 0,82 persen, kaca lembaran 0,70 persen, dan kayu gergajian dan awetan 0,65 persen. Sementara kelompok bahan bangunan yang mengalami penurunan harga antara lain barangbarang dari karet sebesar 0,40 persen dan kertas dan sejenisnya sebesar 0,07 persen. Berita Resmi Statistik No. 30/05/Th. XIV, 2 Mei 3
Tabel 3 Persentase dan Andil Perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar () Bahan Bangunan/Konstruksi Indonesia Bulan April Menurut Kelompok Jenis Bangunan Kelompok/Jenis Bangunan Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal Maret April Perubahan April thd Maret Andil April 190,32 191,25 0,49 0,25 Bangunan Pekerjaan Umum untuk Pertanian 206,36 207,35 0,48 0,05 Pekerjaan Umum untuk Jalan, Jembatan dan 203,85 204,78 0,46 0,13 Pelabuhan Bangunan dan Instalasi Listrik, Gas, Air 186,47 187,20 0,39 0,02 Minum dan Komunikasi Bangunan Lainnya 196,78 197,76 0,50 0,02 Konstruksi Indonesia 195,87 196,80 0,47 0,47 Tabel 4 Persentase Perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar () Kelompok Bahan Bangunan/Konstruksi Indonesia Bulan April Kelompok Bahan Bangunan Maret April Perubahan April thd Maret (1) (2) (3) (4) 1. Kayu gelondongan 220,08 221,89 0,82 2. Barang galian segala jenis 230,89 232,06 0,51 3. Kayu gergajian dan awetan 301,74 303,70 0,65 4. Kayu lapis dan sejenisnya 149,96 150,43 0,31 5. Bahan bangunan dari kayu 292,69 293,97 0,44 6. Kertas dan sejenisnya 181,91 181,78-0,07 7. Cat, vernis, dan lak 174,57 175,20 0,36 8. Aspal 291,52 292,52 0,34 9. Hasil kilang minyak lainnya 210,10 212,51 1,15 10. Barang-barang dari karet 230,09 229,17-0,40 11. Barang-barang plastik 152,20 153,08 0,58 12. Kaca lembaran 175,94 177,17 0,70 13. Bahan bangunan dari keramik dan tanah liat 205,83 206,14 0,15 14. Semen 173,22 173,50 0,16 15. Batu split 196,05 197,93 0,96 16. Barang-barang lainnya dari bahan bukan logam 188,04 188,85 0,43 17. Barang-barang dari besi dan baja dasar 159,28 159,96 0,42 18. Barang-barang dari logam dasar bukan besi 120,43 120,76 0,28 19. Alat pertukangan dari logam 187,31 187,89 0,31 20. Bahan bangunan dari logam 196,72 197,46 0,38 21. Barang-barang logam lainnya 186,41 187,12 0,38 22. Alat-alat berat dan perlengkapannya 148,34 148,81 0,32 23. Mesin pembangkit dan motor listrik 122,02 122,04 0,02 24. Perlengkapan listrik lainnya 191,99 192,44 0,24 25. Aki (accu) 212,74 212,93 0,09 4 Berita Resmi Statistik No. 30/05/Th. XIV, 2 Mei
2. Perkembangan Harga Perdagangan Besar/Grosir/Agen Bulan Maret Berdasarkan hasil pemantauan BPS, dalam perdagangan internasional bulan Maret, Indeks Harga Perdagangan Besar Kelompok Barang Impor dan Kelompok Barang Ekspor mengalami kenaikan masing-masing sebesar 1,75 persen dan 1,39 persen dari bulan sebelumnya. Komoditas migas yang mengalami kenaikan harga selama bulan Maret adalah minyak bumi impor, barang-barang hasil kilang minyak bumi impor, minyak bumi ekspor, dan gas alam cair ekspor. Umum naik 0,54 persen dari 180,12 pada Februari menjadi 181,10 pada Maret. Kelompok Barang Impor merupakan penyumbang andil terbesar pada perubahan indeks HPB yaitu sebesar 0,29. Sektor Pertanian, Sektor Industri, dan Kelompok Barang Ekspor menyumbang andil masing-masing sebesar -0,14, 0,13, dan 0,26. Meskipun pada bulan ini mengalami kenaikan indeks, Sektor Pertambangan dan Penggalian tidak memberikan andil secara signifikan. Tabel 5 Persentase dan Andil Perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar () Indonesia Bulan Maret menurut Sektor/Kelompok Barang Sektor/Kelompok Barang Februari Maret Perub Maret thd Februari Andil Maret Sektor Domestik 1 Pertanian 247,03 245,06-0,80-0,14 2 Pertambangan dan Penggalian 218,04 218,70 0,30 0,00 3 Industri 178,12 178,61 0,28 0,13 Perdagangan Internasional 1 Impor 173,55 176,58 1,75 0,29 2 Ekspor 148,61 150,67 1,39 0,26 Umum 180,12 181,10 0,54 0,54 Umum Tanpa Ekspor 189,36 190,02 0,35 0,28 Umum Tanpa Ekspor Migas 181,48 181,99 0,28 0,27 Umum Tanpa Impor 181,50 182,04 0,30 0,25 Umum Tanpa Impor dan Ekspor Migas 183,26 183,20-0,03-0,02 Umum Tanpa Impor dan Ekspor 193,94 193,91-0,02-0,01 Bahan Baku Bahan Baku pada Maret mengalami kenaikan sebesar 0,49 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu dari 188,09 pada Februari menjadi 189,00 pada Maret, Kenaikan harga Bahan Baku disebabkan oleh kenaikan harga Bahan Baku Lokal dan Bahan Baku Impor masingmasing sebesar 0,03 dan 2,00 persen. Naiknya harga Bahan Baku Lokal antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas di Subsektor Industri Pengilangan Minyak Bumi 1,63 persen dan memberikan andil sebesar 0,11 pada perubahan indeks Bahan Baku. Sementara, penyebab kenaikan harga Bahan Baku Impor antara lain adalah naiknya harga komoditas di Subsektor Hasil Pertambangan dan Penggalian sebesar 7,12 persen. Komoditas yang memberi andil cukup besar dalam perubahan indeks Bahan Baku antara lain minyak disel dan minyak bumi impor. Berita Resmi Statistik No. 30/05/Th. XIV, 2 Mei 5
Kelompok Barang Konsumsi Indeks Kelompok Barang Konsumsi pada Maret mengalami kenaikan sebesar 0,17 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu dari 196,96 pada Februari menjadi 197,30 pada Maret. Penyebab kenaikan indeks Kelompok Barang Konsumsi adalah naiknya indeks Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 0,22 persen dan Kelompok Barang Konsumsi Impor sebesar 2,01 persen. Sedangkan Sektor Pertanian mengalami penurunan sebesar 0,30 persen. Pada Kelompok Barang Impor, Subkelompok Hasil Industri Pengilangan Minyak menyumbang andil sebesar 0,27 dan merupakan penyumbang andil terbesar pada perubahan Indeks Kelompok Barang Konsumsi Impor, sedangkan Sektor Pertambangan dan Penggalian tidak memberikan andil yang signifikan meski mengalami kenaikan. Kelompok Barang Modal Pada Maret Barang Modal mengalami penurunan sebesar 0,15 persen, yaitu dari 156,23 pada Februari menjadi 156,00 pada Maret. Penyebab penurunan indeks Kelompok Barang Modal adalah turunnya indeks Sektor Pertanian sebesar 0,37 persen dan Kelompok Barang Modal Impor sebesar 0,32 persen, Pada Kelompok Barang Impor, Subkelompok Hasil Industri Alat-alat Berat, Mesin-mesin untuk Industri, dan Perlengkapannya menyumbang andil sebesar -0,09 dan merupakan penyumbang andil terbesar pada perubahan Indeks Kelompok Barang Modal. Subsektor Industri Alat-alat Angkutan menyumbang andil sebesar 0,02 pada Sektor Industri, sedangkan Sektor Pertanian meskipun mengalami penurunan tetapi tidak memberikan andil secara signifikan. Tabel 6 Persentase dan Andil Perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar () Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal Indonesia Bulan Maret Menurut Sektor dan Kelompok Kelompok/Sektor Februari Maret Perubahan Maret thd Februari Andil Maret I. Bahan Baku 188,09 189,00 0,49 0,49 Lokal 194,20 194,26 0,03 0,02 1.1. Pertanian 237,62 234,90-1,14-0,25 1.2. Pertambangan dan Penggalian 218,01 218,68 0,31 0,01 1.3. Industri 179,25 180,15 0,50 0,26 Impor 170,39 173,79 2,00 0,47 II. Barang Konsumsi 196,96 197,30 0,17 0,17 2.1. Pertanian 261,89 261,11-0,30-0,08 2.2. Pertambangan dan Penggalian 301,80 302,45 0,22 0,00 2.3. Industri 182,25 182,26 0,00 0,00 Impor 178,83 182,42 2,01 0,25 III. Barang modal 156,23 156,00-0,15-0,15 3.1. Pertanian 219,89 219,08-0,37-0,00 3.2. Industri 136,90 136,93 0,02 0,01 Impor 182,29 181,71-0,32-0,16 6 Berita Resmi Statistik No. 30/05/Th. XIV, 2 Mei
Berita Resmi Statistik No. 30/05/Th. XIV, 2 Mei 7