dokumen-dokumen yang mirip


BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN RAJA AMPAT.



STATISTIK DAERAH KECAMATAN MISOOL TIMUR




STATISTIK DAERAH KECAMATAN BATANTA SELATAN




STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUKIT BATU 2013


Statistik Daerah Kabupaten Bintan

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUNGURAN BARAT 2015

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SUMEDANG SELATAN 2016

STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR DIKIT.


kaurkab.bps.go.id Statistik Daerah Kecamatan Padang Guci Hilir 2016 Halaman i

Statistik Daerah Kabupaten Bintan

STATISTIK DAERAH KECAMATAN JEKAN RAYA 2013





Statistik Daerah Kabupaten Bintan

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SEKUPANG


Katalog BPS : BADAN PUSAT STATISTIK KOTA PALANGKA RAYA





STATISTIK DAERAH KECAMATAN BONDOWOSO 2015

Katalog BPS :

STATISTIK DAERAH KECAMATAN LOBALAIN 2016



STATISTIK DAERAH KECAMATAN PAHANDUT 2013

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BENGKONG

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BATAM KOTA


STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR MANJUNTO


STATISTIK DAERAH KECAMATAN KOTA MUKOMUKO



KATALOG BPS:


STATISTIK DAERAH KECAMATAN TOMMO 2012 BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN MAMUJU

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SAGULUNG


Katalog : pareparekota.bps.go.id

Katalog BPS : STATISTIK DAERAH. DISTRIK WAYER BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN SORONG SELATAN


STATISTIK DAERAH. Kecamatan Sukajadi Kota Bandung Tahun 2015 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BANDUNG. Katalog BPS nomor :

STATISTIK DAERAH KECAMATAN KOFIAU.

NO KATALOG :

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SABANGAU 2013

STATISTIK DAERAH KECAMATAN TERAS TERUNJAM 2014

STATISTIK DAERAH KECAMATAN LEMBEH UTARA

GEOGRAFI DAN IKLIM Curah hujan yang cukup, potensial untuk pertanian


pelalawankab.bps.go.id

KATALOG BPS BADANPUSATSTATISTIK KABUPATENACEHSELATAN

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SUKAJADI 2016 ISSN : - No. Publikasi : Katalog BPS : Ukuran Buku : 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman

Kecamatan Selat Nasik

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BACUKIKI BARAT 2012


Statistik Daerah. Kecamatan Andam Dewi. Katalog BPS : Sopo Godang Raja U

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BULANG

Katalog BPS


IV. GAMBARAN UMUM KOTA DUMAI. Riau. Ditinjau dari letak geografis, Kota Dumai terletak antara 101 o 23'37 -

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SUKOSARI

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BINAKAL 2015

KATALOG BPS BADANPUSATSTATISTIK KABUPATENACEHSELATAN

Statistik Daerah Kabupaten Bintan

PROFIL KECAMATAN TOMONI 1. KEADAAN GEOGRAFIS

Katalog : Statistik Daerah. Kecamatan Manggala Badan Pusat Statistik Kota Makassar


STATISTIK DAERAH KECAMATAN BANTARAN 2015

BAB II. GAMBARAN UMUM WILAYAH DAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN SUMBA BARAT



STATISTIK DAERAH KECAMATAN ANDIR 2015


Katalog : STATISTIK DAERAH KECAMATAN BOTIN LEOBELE DALAM ANGKA

BADAN PUSAT STATISTIK

STATISTIK DAERAH KECAMATAN PEGANDON 2016

Katalog BPS :

Statistik Daerah Kecamatan Waru 2015

pelalawankab.bps.go.id

S T A T I S T I K D A E R A H K E C A M A T A N P A G E R W O J O 2012

Katalog BPS : STATISTIK DAERAH KECAMATAN RANCASARI BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BANDUNG

STATISTIK KECAMATAN MUARA SAHUNG 2016

Katalog BPS No

Transkripsi:

w tp :// w ht ja.r a w.g.b ps ab tk pa am o. id

STATISTIK DAERAH KECAMATAN MISOOL BARAT 2014

STATISTIK DAERAH KECAMATAN MISOOL BARAT 2014 ISSN : - No. Publikasi : 91080.14.29 Katalog BPS : 1102001.9108.012 Ukuran Buku : 17.6 cm x 25 cm Jumlah Halaman : vi + 10 halaman Naskah : Badan Pusat Statistik Kabupaten Raja Ampat Gambar Kulit : Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik Badan Pusat Statistik Kabupaten Raja Ampat Diterbitkan Oleh : Badan Pusat Statistik Kabupaten Raja Ampat Boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya

Kata Pengantar Publikasi diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik berisi berbagai data dan informasi terpilih seputar Kecamatan Misool Barat, Kabupaten Raja Ampat yang dianalisis secara sederhana untuk membantu pengguna data memahami perkembangan pembangunan serta potensi yang ada di Kecamatan Misool Barat, Kabupaten Raja Ampat. Publikasi diterbitkan untuk melengkapi publikasi-publikasi statistik yang sudah terbit secara rutin setiap tahun. Berbeda dengan publikasi-publikasi yang sudah ada, publikasi ini lebih menekankan pada analisis. Materi yang disajikan dalam memuat berbagai informasi/indikator terpilih yang terkait dengan pembangunan di berbagai sektor di Kecamatan Misool Barat, Kabupaten Raja Ampat dan diharapkan dapat menjadi bahan rujukan/kajian dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan pembangunan. Kritik dan saran konstruktif berbagai pihak kami harapkan untuk penyempurnaan penerbitan mendatang. Semoga publikasi ini mampu memenuhi tuntutan kebutuhan data statistik, baik oleh instansi/dinas pemerintah, swasta, kalangan akademisi maupun masyarakat luas. Waisai, September 2014 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Raja Ampat Oktofianus Antaribaba, SE NIP. 19591013 198203 1 006 iii

Penjelasan Teknis Daerah administrasi adalah wilayah administrasi yang sudah memiliki dasar hukum yang sah menurut Departemen Dalam Negeri. Desa pesisir/tepi laut adalah desa/kelurahan termasuk nagari atau lainnya yang memiliki wilayah yang berbatasan langsung dengan garis pantai/laut (atau merupakan desa pulau). Desa bukan pesisir adalah desa/kelurahan termasuk nagari atau lainnya yang tidak berbatasan langsung dengan laut atau tidak mempunyai pesisir. Kepadatan Penduduk adalah jumlah penduduk di suatu daerah dibagi dengan luas daratan daerah tersebut, biasanya dinyatakan sebagai penduduk per Km 2. Laju pertumbuhan penduduk adalah rata-rata tahunan laju perubahan jumlah penduduk di suatu daerah selama periode waktu tertentu. Angka Kematian Bayi adalah probabilita bayi meninggal sebelum mencapai usia satu tahun, dinyatakan dalam per seribu kelahiran. Angka Kematian Balita adalah probabilita bayi meninggal sebelum mencapai usia lima tahun, dinyatakan dalam per seribu kelahiran. Angka Harapan Hidup pada waktu lahir adalah perkiraan lama hidup rata-rata penduduk dengan asumsi tidak ada perubahan pola mortalitas menurut umur. Angka Reproduksi Neto adalah rasio bayi wanita yang hidup sampai usia ibunya dikalikan dengan angka reproduksi bruto. Angka Kelahiran Total adalah setiap wanita di Indonesia secara hipotesis akan melahirkan anak hingga masa berakhir reproduksinya (15 49) tahun. Angka Melek Huruf Dewasa adalah Angkatan Kerja adalah penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja atau sementara tidak bekerja, dan yang sedang mencari pekerjaan. perbandingan antara jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis, dengan jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja adalah perbandingan antara jumlah angkatan kerja dengan jumlah penduduk usia kerja. iv

IPM adalah indeks komposit dari gabungan 4 (empat) indikator yaitu angka harapan hidup, angka melek huruf, rata-rata lama sekolah dan pengeluaran per kapita. Industri Pengolahan adalah suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah suatu barang dasar secara mekanis, kimia, atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi atau setengah jadi atau barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya, dan sifatnya lebih kepada pemakai akhir. Angka Koefisien Gini adalah ukuran kemerataan pendapatan yang dihitung berdasarkan kelas pendapatan. Angka koefisien Gini terletak antara 0 (nol) dan 1 (satu). Nol mencerminkan kemerataan sempurna dan satu menggambarkan ketidakmerataan sempurna. Garis kemiskinan adalah besarnya nilai rupiah pengeluaran per kapita setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan dasar minimum makanan dan nonmakanan yang dibutuhkan oleh seorang individu untuk tetap berada pada kehidupan yang layak. tinggi ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin. Indeks Harga Konsumen adalah angka/ indeks yang menunjukkan perbandingan relatif antara tingkat harga (konsumen/eceran) pada saat bulan survei dan harga tersebut pada bulan sebelumnya. Inflasi adalah indikator yang dapat memberikan informasi tentang dinamika perkembangan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu wilayah dalam suatu periode tertentu. Produk Domestik Regional Bruto Per Kapita adalah Produk Domestik Regional Bruto dibagi dengan penduduk pertengahan tahun. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan. PDRB Harga Berlaku adalah nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun. v

Daftar Isi Kata Pengantar Penjelasan Teknis Daftar Isi 1 Geografi dan Iklim 1 2 Pemerintahan 2 3 Penduduk 3 4 Pendidikan 5 5 Kesehatan 6 6 Perumahan dan Lingkungan 7 7 Pertanian 8 8 Transportasi dan Komunikasi 9 9 Perdagangan 10 iii iv vi vi

GEOGRAFI DAN IKLIM Misool Barat Terletak di Pulau Misool Kabupaten Raja Ampat memiliki 4 pulau besar yaitu Pulau Misool, Waigeo, Batanta, dan Salawati. Kecamatan Misool Barat terletak di salah satu pulau besar yaitu Pulau Misool. 1 Kecamatan Misool Barat terletak pada bagian selatan wilayah Kabupaten Raja Ampat. Batas-batas wilayah Kecamatan Misool Barat adalah: Utara Selatan Barat Timur : Kecamatan Misool : Kecamatan Misool Selatan : Kecamatan Misool : Kecamatan Misool Timur Kecamatan Misool Barat terbagi kedalam wilayah administrasi yang terdiri dari 5 (lima) Desa yaitu Desa Lilinta, Desa Biga, Desa Gamta, Desa Magei, dan Desa Kapatcol. Suhu udara rata-rata di Kecamatan Misool Barat berada pada kisaran 24,25Cº 31,5ºC dengan suhu udara minimum terjadi pada bulan Agustus dan suhu udara maksimum terjadi pada bulan Maret dengan rata-rata suhu udara selama tahun 2013 sebesar 27,1ºC. Curah hujan di Misool Barat bervariasi setiap bulannya. Curah hujan terendah tercatat 122 mm per tahun pada bulan Oktober dan yang tertinggi 661 mm per tahun di bulan Mei, sementara jumlah hari hujan selama tahun 2013 sebanyak 274 hari hujan dengan rata-rata tekanan udara mencapai 1.008,7 Mbs dan ratarata kelembaban udara sekitar 86,5 persen. Gambar 1.1 Peta Kabupaten Raja Ampat Tabel 1.1 Keadaan Suhu Udara dan Curah Hujan di Kecamatan Misool Barat Kab Raja Ampat Tahun 2013 Lokasi Stasiun Pengukuran DEO Bulan Suhu Udara Minimum ( 0 C) Suhu Udara Maksimum ( 0 C) Januari 24,7 31,8 Curah Hujan (mm) 221 Februari 24,6 31,5 200 Maret 24,8 32,0 155 April 24,5 31,4 357 Mei 24,5 31,6 661 Juni 24,2 31,5 171 Juli 23,7 29,8 491 Agustus 23,5 30,0 284 September 24,1 30,8 221 Oktober 24,0 31,7 122 November 24,2 31,4 247 Desember 24,3 31,6 219 Sumber: Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sorong 1

PEMERINTAHAN Ibukota Kecamatan Ibukota Kecamatan Misool Barat dan pusat pemerintahannya berada di Desa Lilinta 2 Kecamatan Misool Barat terbentuk berdasarkan Undang-undang No.26 Tahun 2002, Wilayah tersebut sekarang terbagi kedalam wilayah administrasi yang terdiri dari 5 (lima) Desa yaitu Desa Lilinta, Desa Biga, Desa Gamta, Desa Magei, dan Desa Kapatcol. Pembagian wilayah administrasi di Kecamatan Misool Barat digolongkan menjadi kecamatan (distrik), dan desa (kampung). Kantor Camat/Distrik terdapat di Desa Lilinta yang merupakan ibukota Kecamatan. Untuk kelengkapan organisasi, maka di bawah kepala distrik adalah kepala kampung, Namun sampai saat ini baru terbentuk satuan lingkungan setempat terkecil yaitu RT. Lembaga pemerintahan yang masih aktif adalah Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam). Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kecamatan Misool Barat berjumlah 10 orang dimana jumlah PNS laki-laki jauh lebih banyak dibandingkan perempuan; dengan rincian 9 orang (90%) berjenis kelamin lakilaki dan 1 orang (10%) perempuan. Dengan demikian PNS di Kecamatan Misool Timur hanya sekitar 0,42 persen dari seluruh PNS di Kabupaten Raja Ampat. Tabel 2.1 Jumlah RT dan RW di Tiap Desa di Kecamatan Misool Barat Tahun 2013 Desa RW RT (1) (2) (3) Lilinta 1 3 Biga 1 5 Gamta 1 2 Magei - 2 Kapatcol - 2 Jumlah 2013 3 14 Sumber: Kantor Desa Gambar 2.1 Persentase Jumlah PNS Menurut Jenis Kelamin tahun 2013 Laki-laki 90% Perempuan 10% Tahukah Anda? Ibukota Kecamatan Misool Barat berada di Lilinta. Nur Albi Basyir Umkabu, S.STP adalah Camat Misool Barat. 2

PENDUDUK Jumlah Penduduk Misool Barat sebesar 1.433 Jiwa. 3 Dalam proses pembangunan, penduduk merupakan faktor penting yang harus diperhatikan karena sumber daya alam yang tersedia tidak akan mungkin dapat dimanfaatkan tanpa adanya peranan manusia. Besarnya peran penduduk tersebut maka pemerintah dalam menangani masalah kependudukan tidak hanya memperhatikan pada upaya pengendalian jumlah dan pertumbuhan penduduk saja tetapi lebih menekankan kearah perbaikan kualitas sumber daya manusia. Jumlah penduduk yang besar dapat menjadi potensi dan mendatangkan manfaat yang besar bila memiliki kualitas yang baik, namun besarnya jumlah penduduk tersebut dapat menjadi beban yang akan sulit untuk diselesaikan bila kualitasnya rendah. Informasi kependudukan yang baik sangat diperlukan untuk menunjang kearah pembangunan berkualitas. Jumlah penduduk di daerah Kecamatan Misool Barat sebesar 1.433 jiwa, dengan luas wilayah ± 203,11 Km², maka kepadatan penduduk di Kecamatan ini sebesar 7 orang/ km 2. Desa yang jumlah penduduknya paling banyak yaitu desa Lilinta dengan jumlah penduduk sebesar 557 jiwa dan yang terkecil dengan jumlah 136 jiwa terdapat di desa Kapatcol. Tabel 3.1 Luas wilayah dan Kepadatan Penduduk di Kec Misool Barat tahun 2013 Desa Luas (Km 2 ) Jumlah Penduduk Gambar 3.1 Sebaran Penduduk Misool Barat Tahun 2013 Sumber: Proyeksi Penduduk, BPS Kab. Raja Ampat Kepadatan Penduduk/ Km 2 (1) (2) (3) (4) Lilinta 39,87 557 14 Biga 19,84 364 18 Gamta 35,49 210 6 Magei 56,88 166 3 Kapatcol 51,03 136 3 Jumlah 2013 203,11 1.433 7 Sumberr: Proyeksi Penduduk, BPS Kab. Raja Ampatt Magei 12% Gamta 15% Kapatcol 9% Biga 25% Lilinta 39% 3

PENDUDUK Penduduk Terpadat Misool Barat terdapat di Desa Lilinta 3 Desa Lilinta memiliki jumlah penduduk paling banyak di Kecamatan Misool Barat dengan tingkat Kepadatan penduduk sekitar 14 jiwa per Km 2. Sementara kepadatan penduduk terkecil adalah di Desa Magei dan Desa Kapatcol yaitu 3 jiwa per Km 2. Dilihat dari jenis kelamin dan umur, penduduk di Kecamatan Misool Barat lebih banyak di dominasi oleh laki-laki dengan Sex Ratio sebesar 108. Pada Tahun 2013 Komposisi penduduk Kecamatan Misool Barat didominasi oleh penduduk usia muda hal ini dapat dilihat dari piramida penduduk menurut kelompok umur, dimana penduduk lebih terdistribusi ke dalam kelompok umur muda atau terjadi pelebaran pada alas piramida penduduk. Penduduk pada kelompok umur 0-4 tahun jumlahnya lebih besar dari pada penduduk usia yang lebih tua yaitu 5-9 tahun. Tabel 3.2 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Seks Rasio di Kecamatan Misool Barat Tahun 2013 Desa Laki- Laki Sumber: Proyeksi Penduduk, BPS Kab. Raja Ampat Gambar 3.2 Piramida Penduduk Kecamatan Misool barat Tahun 2013 Sumber: Proyeksi Penduduk, BPS Kab. Raja Ampat Perempuan Seks Rasio (1) (2) (3) (4) Lilinta 295 262 113 Biga 193 171 113 Gamta 105 105 100 Magei 88 78 113 Kapatcol 64 72 89 Jumlah 2013 745 688 108 Tahukah Anda? Penduduk di Kecamatan Misool Barat di dominasi oleh Laki laki 4

PENDIDIKAN Belum Seluruh Desa/Kelurahan Memiliki Fasilitas Sekolah Menengah Atas Dari 5 desa yang ada di Kecamatan Misool Barat rata-rata terdapat satu Sekolah Dasar yang terletak di setiap desa 4 Situasi capaian pendidikan di Kecamatan Misool Barat dapat diketahui salah satunya dari ketersediaan fasilitas pendidikan, terutama gedung sekolah dan ketercukupan jumlah guru. Jumlah SD di Kecamatan Misool Barat sebanyak 5 unit, dengan jumlah murid sebanyak 320 siswa dan 9 guru. Jumlah bangunan gedung sekolah SD berjumlah 5 unit artinya ratarata setiap desa/kelurahan di Kecamatan Misool Barat memiliki fasilitas SD karena jumlah desa seluruhnya mencapai 5 desa. Sementara pada level pendidikan SLTP terdapat 2 sekolah, 4 guru, dan 93 murid. Sedangkan pada level SMA terdapat 1 sekolah, 6 guru, dan 63 murid. Pada level SMA di Kecamatan Misool Barat terdapat hanya ada SMA Umum dan belum terdapat Sekolah Menengah Kejuruan. Seorang guru SD/sederajat memiliki beban mengajar sebanyak 36 siswa, sedangkan seorang guru pada tingkat pendidikan SLTP/sederajat memiliki beban mengajar sebanyak 23 murid, Sedangkan untuk level SMA, guru memiliki beban mengajar sebanyak 11 murid. Tabel 4.1 Indikator Pendidikan Uraian SD SMP SMA Jumlah Sekolah 5 2 1 Jumlah Guru 9 4 6 Jumlah Murid 320 93 63 Rasio Murid terhadap Sekolah 64 46,5 63 Rasio Murid Guru 35,6 23,3 10,5 Sumber: Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kab. Raja Ampat Tahukah Anda? Amanat konstitusi amandemen UUD 1945 yang kemudian ditegaskan dalam UU No. 20 Tahun 2003 pasal 49 ayat (1) menyatakan bahwa dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan, dialokasikan minimal 20 persen dari APBN pada sektor pendidikan dan minimal 20 persen dari APBD. 5

KESEHATAN Kecamatan Misool Barat hanya memiliki 1 Unit Puskesmas Kecamatan Misool Barat belum memiliki dokter, dan masih mengandalkan bidan dan perawat sebagai tenaga medis terlatih 5 Fasilitas kesehatan di suatu wilayah merupakan infrastruktur dasar yang memegang peranan penting. Kecamatan Misool Barat yang letaknya cukup jauh dari ibukota kabupaten sangat membutuhkan fasilitas ini. Jumlah fasilitas kesehatan berupa rumah sakit di Kecamatan Misool Barat belum ada. Rumah sakit di Raja Ampat hanya terdapat di Kecamatan Kota Waisai. Sementara fasilitas kesehatan seperti Puskesmas di kecamatan ini sudah ada 1 unit. Selain puskesmas, di Misool Barat juga terdapat 2 unit Pusemas Pembantu (Pustu), dan 1 unit Puskesmas Keliling. Tenaga kesehatan juga memegang peranan penting dalam hal pelayanan kesehatan di suatu wilayah. Hingga saat ini tenaga medis yang melayani masyarakat di Kecamatan Misool Barat terdiri dari mantri/ perawat dan bidan. Belum ada dokter dan tenaga kesehatan lain yang bertugas di Kecamatan Misool Barat. Jumlah tenaga medis yang bertugas di Kecamatan Misool Barat terdiri dari bidan sebanyak 1 petugas dan perawat sebanyak 7 petugas. Tabel 5.1 Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kecamatan Misool Barat Tahun 2013 Uraian 2013 Jumlah Rumah Sakit - Jumlah Puskesmas 1 Jumlah Pustu 2 Jumlah Posyandu 5 8 7 6 5 4 3 2 1 0 Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Raja Ampatt Grafik 5.1 Jumlah Tenaga Kesehatan di Kecamatan Misool Barat Tahun 2013 Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Raja Ampatt Tahukah Anda? Pada tahun 2013 Kecamatan Misool Barat belum memiliki rumah sakit. 6

PERUMAHAN DAN LINGKUNGAN Sebagian besar rumah di Kecamatan Misool Barat masih non permanen Perubahan perumahan mengalami perubahan di beberapa desa di Kecamatan Misool Barat 6 Perumahan atau tempat tinggal yang layak merupakan salah satu kebutuhan dasar hidup manusia. Rumah dikategorikan sebagai kebutuhan dasar karena pengaruhnya sangat krusial bagi kelangsungan hidup seseorang. Salah satu indikator untuk penghitungan garis kemiskinan adalah kebutuhan dasar akan tempat tinggal. Rumah dikatakan tidak layak huni jika memenuhi kriteria: (1) Luas lantai per kapita < 4 m 2 untuk perkotaan dan < 10 m 2 untuk perdesaan; (2) Jenis atap rumah terbuat dari daun atau lainnya; (3) Jenis dinding rumah terbuat dari bambu atau lainnya; (4) Jenis lantai tanah; (5) Tidak memiliki fasilitas buang air besar (WC) sendiri; (6) Sumber penerangan bukan listrik; dan (7) Jarak sumber air minum utama ke tempat pembuangan tinja kurang dari 10 meter. Secara umum kondisi perumahan di Kecamatan Misool Barat pada tahun 2010 dapat dikatakan cukup baik meskipun sebagian besar rumah masih dalam kondisi non permanen sebanyak 129 unit, sedangkan yang non permanen sebanyak 99 unit dan hanya sebanyak 55 unit rumah yang permanen. No Tabel 6.1 Indikator Perumahan Kecamatan Misool Barat Tahun 2013 Desa Sumber: Sensus Penduduk 2010 Permanen Rumah di Kecamatan Misool Barat Sumber: Foto saat kegiatan survei tahun 2012 Semi Permanen Non Permanen 1 Lilinta 24 52 21 2 Biga 12 24 20 3 Gamta 7 9 17 4 Magei 12 14 3 5 Kapatcol - - 68 7

PERTANIAN Tidak Ada Produksi Padi di Misool Barat Pada Tahun 2013, Sektor Pertanian yang berkembang di Misool Barat adalah keladi, ubi kayu dan ubi jalar.. 7 Pertanian merupakan salah satu faktor ekonomi yang diharapkan dapat bertahan dalam situasi ekonomi yang kurang menguntungkan, karena sektor ini pada umumnya relatif kecil dipengaruhi oleh faktor luar yang dapat berakibat memburuknya produksi maupun harga dari komoditas tersebut. Tanaman pangan yang yang diusahakan di Kecamatan Misool Barat adalah keladi, ubi kayu, dan ubi jalar. Ubi jalar merupakan produksi panen tanaman pangan terbesar pada tahun 2013. Ubi Jalar Disamping sub sektor pertanian tanaman pangan, sektor perkebunan juga tidak lepas Luas Panen (Ha) Produksi (Ton) 17 68 dari perhatian masyarakat dan pemerintah untuk tetap dipertahankan dan bahkan dikembangkan supaya menjadi lebih baik. Tanaman perkebunan yang diusahakan di Kecamatan Misool Barat adalah kelapa. Sedangkan tanaman sayuran yang merupakan hasil produksi di Kecamatan Misool Timur antara lain Lombok/cabai, tomat, terung, kacang panjang, sawi, kangkung, dan bayam. Ternak yang dipelihara oleh masyarakat antara lain sapi, kambing, dan ayam kampung. Tabel 7.1. Indikator Pertanian Komoditas 2013 Kacang Tanah Luas Panen (Ha) 6 Produksi (Ton) 43,2 Keladi Luas Panen (Ha) 4 Produksi (Ton) 31,6 Ubi Kayu Luas Panen (Ha) 11 Produksi (Ton) 49,5 Kelapa Luas Panen (Ha) 112 Produksi (Ton) 72 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Raja Ampat Tabel 7.2 Produksi Sayur-sayuran Komoditas Produksi (Ton) Lombok/Cabai 0,5 Tomat 1 Terung 0,5 Kacang Panjang 1 Sawi 0,5 Kangkung 2 Bayam 0,5 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Raja Ampat 8

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI Misool Barat memiliki 3 jembatan dermaga Angkutan Laut merupakan transportasi utama sehingga dermaga menjadi sarana utama untuk menunjang transportasi laut 8 Laut sangat penting dalam menunjang arus lalu lintas antar desa maupun keluar wilayah Kecamatan Misool Barat yang semua desanya merupakan desa pesisir. Selain itu, belum adanya infrastruktur jalan darat yang menghubungkan antar desa menjadikan laut sebagai satu-satunya transportasi antar desa. Alat transportasi laut yang biasa digunakan oleh penduduk Kecamatan Misool Barat adalah perahu, perahu motor, dan speed boat. Oleh karena itu, dermaga merupakan sarana yang sangat penting dalam kehidupan penduduk Kecamatan Misool Barat. Hampir semua desa di Kecamatan Misool Barat telah mempunyai dermaga meskipun masih terbuat dari kayu. Dua desa yang belum memiliki dermaga yaitu Desa Gamta dan Desa Magei. Alat komunikasi merupakan salah satu pendukung dalam kemajuan suatu daerah. Dengan adanya kemajuan teknologi/alat komunikasi, maka pertukaran informasi di suatu tempat akan lebih cepat. Di Kecamatan Misool Barat, sarana komunikasi yang ada masih sangat minimal. Sektor komunikasi belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Sarana komunikasi yang rutin masih dipakai di kecamatan Misool Barat adalah SSB (Single Side Band). SSB berperan penting untuk bertukar informasi baik antar desa dalam satu distrik maupun komunikasi antar distrik dengan tempat lain. Tabel 8.1 Banyaknya Dermaga menurut kondisinya di Kecamatan Misool Barat Tahun 2013 Desa Baik Sumber: Kantor Camat Misool Barat Tabel 8.2 Banyaknya Sarana Komunikasi Menurut Jenisnya di Kecamatan Misool Barat tahun 2013 Sumber: Kantor Camat Misool Barat Keadaan Rusak Ringan Rusak Berat (1) (2) (3) (4) Lilinta - - Biga - - Magei - - - Gamta - - - Kapatcol - - 2013 3 - - Desa Radio Telepon SSB (1) (2) (4) (5) Lilinta - - 1 Biga - - 1 Magei - - 1 Gamta - - 1 Kapatcol - - 1 2013 - - 5 9

PERDAGANGAN Subsektor Perdagangan di Dominasi Oleh Kios Aktifitas perdagangan di Misool Barat sebagian besar terjadi di kios/warung. 9 Pasar merupakan pusat perdagangan di mana terjadi transaksi antara barang maupun jasa antara penjual dan pembeli. Dengan adanya pasar maka akan memberikan keuntungan bagi masyarakat di tempat tersebut. Namun tidak selalu aktivitas perdagangan terjadi di pasar. Perdagangan dalam skala kecil dapat terjadi di toko, kios, maupun warung. Dari kelima desa yang ada di Kecamatan Misool Barat, belum terdapat adanya pasar. Transaksi perdagangan di Kecamatan Misool Barat hanyalah terjadi di kios/ warung, karena toko tidak ada di kecamatan ini. Keberadaan kios ataupun warung menjadi tumpuan utama penduduk dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kebutuhan penduduk yang dijual di kios atau warung tidak lengkap, hanya terbatas pada sembako saja. Penduduk Kecamatan Misool Barat mendapatkan program raskin (beras untuk masyarakat miskin) yang berasal dari Perum Bulog Kabupaten Raja Ampat. Semakin banyak jumlah kios dan warung yang ada di suatu wilayah mengindikasikan bahwa aktivitas perekonomian di wilayah tersebut semakin baik. Kios dan warung telah terdapat di semua desa di Kecamatan Misool Barat. Kios dan warung yang paling banyak terdapat di desa Lilinta yaitu sebanyak 8. Tabel 9.1 Banyaknya Toko, Kios, dan Warung di Kecamatan Misool Barat Tahun 2013 Desa Sumber: Kantor Desa Toko Kios/ Warung Tahukah Anda? Di Misool Barat tidak terdapat pasar untuk memenuhi kebutuhan pokok warga. Jumlah (1) (2) (3) (4) Lilinta 1 7 8 Biga - - - Gamta - 2 2 Magei - 4 4 Kapatcol - 2 2 Jumlah 2013 1 15 16 Gambar 9.1 Dua orang anak yang sedang menjajakan barang dagangannya 10