BAB III METODOLOGI PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB V METODOLOGI DAN ALAT PENGUKURAN

DAFTAR ISI. Lembar pengesahan Abstrak Kata Pengantar... i Daftar Isi... iii Daftar Tabel... vi Daftar Gambar... vii Daftar Lampiran...

Analisis standar dan prosedur pengukuran intensitas cahaya pada gedung

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

HALAMAN PERNYATAAN DAFTAR GAMBAR. 1.7 Latar Beiakang Permasalahan 1

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN

Evaluasi kinerja Akustik dari Ruang Kedap Suara pada Laboratorium Rekayasa Akustik dan Fisika Bangunan Teknik Fisika -ITS

BAB III METODE PENELITIAN

KAJIAN PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP AKUSTIK STUDI KASUS: RUANG AUDITORIUM MULTIFUNGSI GEDUNG P1 DAN P2 UNIVERSITAS KRISTEN PETRA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

Perbandingan Soundscape Pada Ruang Kelas SD, SMP, dan SMA di Kota Bandung

UTS Akustik (TF-3204) Dosen : Joko sarwono. Kriteria Akustik Gedung Serba Guna Salman ITB

Konsep Performansi Ruang-Ruang Perkuliahan

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. 1 Leslie L.Doelle dan L. Prasetio, Akustik Lingkungan, 1993, hlm. 91

ELEMEN PEMBENTUK RUANG INTERIOR

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

A. GAMBAR ARSITEKTUR.

A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN. Kondisi lingkungan saat ini sudah sangat menghawatirkan dengan berbagai

1.1. Latar Belakang Setiap ruangan harus memiliki 3 aspek yang harus diperhatikan, akustik, thermal dan pencahayaan. Aspek-aspek ini memiliki

Kondisi akustik ruangan 9231 GKU Timur ITB

PENGARUH LAY OUT BANGUNAN DAN JENIS MATERIAL SERAP PADA KINERJA AKUSTIK RUANG KELAS SEKOLAH DASAR DI SURABAYA TITI AYU PAWESTRI

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

PENGARUH BENTUK PLAFON TERHADAP WAKTU DENGUNG (REVERBERATION TIME)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Dari hasil penelitian diperoleh data skor untuk konsentrasi belajar siswa di

KEMAMPUAN PEREDAMAN SUARA DALAM RUANG GENSET DINDING BATA DILAPISI DENGAN VARIASI PEREDAM YUMEN

BAB III PERENCANAAN, PERHITUNGAN BEBAN PENDINGIN, DAN PEMILIHAN UNIT AC

DESAIN ENCLOSURE SEBAGAI PERENCANAAN PENGENDALIAN KEBISINGAN PADA GAS ENGINE STUDI KASUS PT BOC GASES INDONESIA SITI KHOLIFAH

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

Alexander Christian Nugroho

Tinjauan tentang Ergonomi dan.(niken Dwi Pratiwi) 1

BAB V KAJIAN TEORI. yang dipadukan dengan sentuhan arsitektur modern yang. dalam kehidupan masyarakat serta keselarasan antara alam, bangunan, dan

TF4041- TOPIK KHUSUS A

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

KONSTRUKSI PLAFON ATAU LANGIT-LANGIT

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

REDESAIN RUMAH SAKIT SLAMET RIYADI DI SURAKARTA

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

PENERAPAN SISTEM AKUSTIK PADA RUANG AUDITORIUM BALAI SIDANG DI SURAKARTA

BAB IV ANALISA. ruangan. Aktifitas yang dilakukan oleh siswa didalam ruang kelas merupakan

BAB IV KONSEP STYLE DESAIN INTERIOR

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

EVALUASI KONDISI AKUSTIK BANGUNAN KOST STUDI KASUS KOST DI JALAN CISITU LAMA NO. 95/152C

Bab 11 Standar Pencahayaan

BAB IV TINJAUAN KHUSUS

Desain Interior Restoran Seafood Layar Bukit Mas dengan Konsep Modern Country di Surabaya

PERENCANAAN PEMBANGUNAN DISPERINDAGSAR BOYOLALI (DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PASAR) PT WIDHA DYAH AYU PURBO SIWI 2B314953

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

STUDI KELAYAKAN SARANA DAN PRASARANA LABORATORIUM KOMPUTER BANGUNAN DI PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK N 1 SEDAYU

LAPORAN PEKERJAAN BANGUNAN PENGHUBUNG

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan teknologi telah memberikan manfaat yang besar terhadap

PERANCANGAN PENGENDALIAN BISING PADA RUANG BACA dan LABORATORIUM REKAYASA INSTRUMENTASI TEKNIK FISIKA ITS

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

AKUSTIKA RUANG KULIAH RUANG SEMINAR 5 LANTAI 4 TEKNIK FISIKA. Dani Ridwanulloh

ABSTRAK. v Universitas Kristen Maranatha

Analisis Kualitatif Ruang Kuliah TVST B dan TVST A

Evaluasi Kesesuaian Fungsi Ruang pada Ruang Baca Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya

BAB I PENDAHULUAN. Studio gambar adalah merupakan salah satu sarana ilmu pendidikan yang

BAB V HASIL RANCANGAN

BAB 4 KONSEP PERANCANGAN

BAB III METODOLOGI. LAPORAN TUGAS AKHIR III 1 Perencanaan Struktur Gedung Perkantoran Badan Pusat Statistik

DESAIN AKUSTIK RUANG KELAS MENGACU PADA KONSEP BANGUNAN HIJAU

Latar Belakang. Topik Permasalahan. Judgement (subjective dan atau objective)

BAB III METODOLOGI. Berikut adalah bagan flowchart metodologi yang digunakan dalam penyelesaian Tugas Akhir ini. . Gambar 3.1. Flowchart Metodologi

DAFTAR ISI... HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR DIAGRAM...

KONSEP PERANCANGAN INTERIOR RUANG TIDUR UTAMA

bahasa dan mulai menyebarkan ajaran Kristus kepada orang lain yang beranekaragam. Hal tersebut mirip dengan karakter umat di Gereja St. Monika BSD yan

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PENGEMBANGAN RUANG PENDIDIKAN JURUSAN BANGUNAN SMK NEGERI 1 PADANG BERDASARKAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

TAKE HOME TEST TF 3204 AKUSTIK EVALUASI KONDISI AKUSTIK RUANG KULIAH 9212 GEDUNG KULIAH UMUM ITB

KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA PRAKTIK PADA MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN MESIN KENDARAAN RINGAN

BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ART CENTRE FAKULTAS ILMU BUDAYA UNDIP

BAB III METODE PENELITIAN

BAB VI KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

Private Elemen Interior Layout ruang Model meja

DESAIN JENDELA UNTUK MENAHAN KEBISINGAN PADA RUMAH TINGGAL

BAB III METODE PERANCANGAN. dalam mengembangkan ide sebuah rancangan. Langkah-langkah ini meliputi

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

Ujian Tengah Semester. Akustik TF Studi Analisis Kualitas Akustik Pada Masjid Salman ITB

BAB 8 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. paling utama dalam kerja dimana manusia berperan sebagai perencana dan

Transkripsi:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif evaluatif. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian awal untuk menghimpun data mengenai kondisi eksisting di lapangan, sedangkan metode evaluatif digunakan untuk mengevaluasi proses pengembangan dan produk yang dihasilkan. Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri) (Sugiyono, 2010: 56). Data yang dihasilkan berupa angka-angka hasil pengamatan dilapangan secara langsung, setelah data terkumpul kemudian dideskriptifkan, dibandingkan dengan standar yang ada, setelah itu dibuatkan solusi yang konkrit. B. Paradigma Penelitian Kinerja Ruang Workshop/Bengkel: Proporsi Ruang, Pencahayaan, Akustik Indikator: Proporsi Ruang : Jumlah Penghuni, Dimensi Ruang, Penataan Ruang & Area Sirkulasi/Ruang Gerak. Pencahayaan Akustik : Luminitas Cahaya Alami, Luas Bukaan, Posisi Bukaan, Luminitas Cahaya Buatan, Titik Ukur, Jenis, dan Jumlah Lampu : Tingkat Kebisingan Dalam, Volume Ruang, Luas Bidang Datar &Vertikal,dan Material Penyerap Bunyi. Analisi dengan Parameter: PERMENDIKNAS No. 40 Tahun 2008; D.K.Ching (1996:63); Jatmiko, S. dan Dayusman, A.:1992; SNI 03-6197-2000 Sistem Pencahayaan Rata-Rata untuk Industri (Umum), Tepatnya Pekerjaan Kasar; DIN 5035 dalam Ernst Neufert, Data Arsitek: 1996, Tentang Penerangan Buatan; Keputusan Mentri Lingkungan Hidup Nomer 48 Tahun 1996; Instrumen untuk Mengevaluasi Kinerja Bangunan Kesimpulan Gambar 3.1. Paradigma Penelitian Sumber: Dokumentasi Pribadi 66

67 Aspek kinerja ruang workshop kayu dan plambing yang diteliti meliputi aspek proporsi ruang, pengcahayaan, dan akustik. Penulis mengambil ketiga aspek ini dikarenakan ketiga aspek ini yang berperan paling dasar pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Kemudian, untuk mengukur kinerja dari ketiga aspek ini dibatasi dalam indikator-indikator yang telah ditentukan (dari tiap aspek dijabarkan kriterianya, kemudian berkembang menjadi penentuan parameter, dan dari parameter secara detail menjadi indikator). Setelah pengukuran, data yang diperoleh dianalisis dan dibandingkan menggunakan parameter. Parameter (skala/standar perbandingan) yang digunakan adalah teori-teori yang berhubungan dengan aspek penelitian. Tahap selanjutnya adalah dengan membuat kesimpulan. C. Data dan Sumber Data 1. Data Data dalam penelitian ini dapat dikategorikan menjadi data primer dan data sekunder. Antara lain sebagai berikut: a. Data Primer Data primer yakni data yang diambil langsung dari sumbernya. Data jenis ini merupakan data yang paling penting karena data ini digunakan dalam menganalisa, data ini seperti data geometri ruang, data hasil pengukuran tingkat pencahayaan dan data hasil pengukuran tingkat kebisingan. b. Data Sekunder Data sekunder adalah data pelengkap yang diperlukan dalam analisis. Data ini seperti kumpulan kajian teoritis. 2. Sumber Data Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan data. Maka sangat penting untuk mengetahui sumber data. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi dan pengukuran serta dokumentasi, yaitu: a. Observasi dan Pengukuran Observasi dalam penelitian ini merupakan pengamatan secara langsung mengenai kondisi ruang workshop kayu dan plambing. Adapun hal-hal yang akan

68 diobservasi adalah kriteria untuk penilaian kinerja ruang workshop ini, berupa: proporsi ruang, pencahayaan, dan akustik dengan menggunakan metode performance metric. Sedangkan pengukuran dalam hal ini dilakukan dengan mengukur intensitas kebisingan (sound level meter), intensitas pencahayaan (light meter), dan pengukuran dimensi ruang (meteran bangunan). b. Dokumentasi Dokumentasi dilakukan guna memperoleh data yang berupa kondisi fisik ruang workshop kayu dan plambing dalam aspek proporsi ruang, pencahayaan, dan akustik. Dokumentasi ini berupa pencatatan, pengisian instrumen penelitian berupa kuisioner dan pemotretan sudut-sudut tertentu ruang workshop kayu dan plambing ini. D. Populasi dan Sampel Objek penelitiannya yang merupakan populasi adalah bangunan SMK yang digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar seperti ruang kelas, laboratorium, workshop, dan studio gambar. Dalam skripsi ini, sampelnya adalah ruangan yang akan diteliti yaitu ruang. Adapun pelaksanaan penelitian dilakukan pada tanggal 6 November 2013. Gambar 3.1. Populasi (Bangunan SMKN 5 Bandung) dan Sampel (Ruang Workshop Kayu dan Plambing) Sumber: Data SMKN 5 Bandung

69 Lokasi wilayah penelitian ini berada di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di kota Bandung, yakni SMK Negeri 5 Bandung yang terletak di Jl. Bojongkoneng No. 37 A, Cikutra, Bandung, Jawa Barat. SMKN 5 Bandung ini memiliki 5 program keahlian, antara lain Teknik Gambar Bangunan, Teknik Konstruksi Batu dan Beton, Teknik Survei dan Pemetaan, Teknik Komputer Jarungan serta Kimia Analis. E. Teknik Analisis Data Pada penelitian ini, tugas dalam menganalisis data terdiri dari mengumpulkan data mentah, memindahkan dan memasukan data, pengolahan data, merumuskan hasil temuan, menginterpretasi data, serta melengkapi data akhir. Tahapan-tahapan tersebut dibagi menjadi tiga bagian diantaranya : 1. Persiapan Persiapan merupakan kegitan pemeriksaan terhadap masing-masing informasi dengan memilih dan memilahnya menjadi beberapa kategori, yang bersifat fisik dan nonfisik. Dari hasil yang diperoleh, hanya data yang valid saja yang akan digunakan pada proses selanjutnya. Menguraikan semua data mengenai keadaan eksisting lingkungan penelitian yang telah dikumpulkan dari semua teknik yang digunakan mulai dari studi dokumentasi (pengisian instrumen penelitian) serta observasi dengan hasil sesuai prosedur observasi yang telah di buat sebelumnya oleh peneliti. Pengukuran yang dilakukan menggunakan alat meteran bangunan untuk mengukur panjang, lux atau light meter mengukur intensitas cahaya, dan sound level meter untuk intensitas suara. 2. Pengolahan Pengolahan, yaitu menyajikan informasi secara lebih sistematis dan informatif agar lebih mudah dianalisis. Menginterpretasi data yang telah diuraikan, kemudian dilakukan penilaian dengan membandingkan parameter standar sarana dan prasarana untuk ruang workshop kayu dan plambing menggunakan performance metric.

70 3. Analisis Analisis, yakni proses akhir dari keseluruhan rangkaian pemisahan dan pemeriksaan informasi tentang kinerja ruang workshop kayu dan plambing di SMKN 5 Bandung, baik yang bersifat fisik maupun nonfisik. Menjelaskan hasil akhir dari analisis data yang telah dilakukan berupa laporan kajian yang telah membandingkan keadaan eksisting dengan standar perancangan yang sudah ada. F. KISI-KISI PENELITIAN Tabel 3.1. Kisi-kisi Penelitian Komponen: Ruang Workshop/Bengkel Aspek Kriteria Parameter Indikator (1a) Proporsi Ruang (1b) Penataan Ruang - Luas ruang sesuai dengan kapasitas murid - Tinggi ruang sesuai dengan keperluan penerangan tanpa pencahayaaan dari atas - Kelas dengan pengajaran model praktik - Pengaturan meja kursi agar bisa dipindah-pindah - Adanya ruang gerak sirkulasi - Jumlah maksimum penghuni (murid) - Luas ruang - Tinggi ruang - Area ruang gerak guru mengajar - Area belajar (view murid) - Area penempatan meja dan kursi - Area ruang gerak /jarak antar area meja kursi - Berapa jumlah murid dalam 1 sesi pembelajaran? - Berapa lebar ruang? - Berapa panjang ruang? - Berapa tinggi ruang? - Bagaimana penataan ruang ini yang sesuai dengan SOP? - Berapakah jarak ruang gerak / sirkulasi yang ada di ruang - Berapa jarak siswa dengan guru pada saat proses pembelajaran (belajar praktik)? - Berapa jarak siswa dengan guru pada saat proses pembelajaran (belajar praktik)? - Berapa jarak siswa dengan guru pada saat proses pembelajaran (belajar praktik)? - Berapa jarak siswa dengan media pada saat proses pembelajaran? - Media apa saja yang tersedia? Apakah sesuai dengan SOP yang harus ada pada ruang? Berapa ukuran masing-masing media? (2)Pencahayaan - Penerangan cahaya alami merata di ruang kelas - Penerangan cahaya buatan merata di ruang - Luas bukaan jendela (lubang cahaya) - Posisi jendela - Ambang jendela - Pencahayaan langsung - Berapa besar luminitas cahaya alami (lux) luar ruangan? - Berapa luminitas cahaya alami dalam ruangan keseluruhan (lux)? - Berapa jumlah bukaan jendela (bh) yang ada pada ruang - Berapa tinggi jendela (m) pada ruang - Berapa lebar jendela (m) pada ruang? - Berapa tebal jendela (m) pada ruang - Bagaimana posisi jendela yang terdapat pada ruang (utara, selatan, timur, barat) - Berapaj tinggi jendela dari bawah lantai (m) pada ruang - Berapa jarak jendela dari atas dinding (m) pada ruang - Berapa jarak jendela dengan seluruh posisi meja kiri/kanan/belakang (m) pada ruang - Berapa jumlah lampu (bh) yang terdapat pada ruang

71 (3) Akustik - Memenuhi standar akustik ruang (55 Decibel) - Berapa Luminitas cahaya buatan (lux) dalam ruang - Jenis lampu apakah yang digunakan pada ruang (bohlam, neon, dll) - Pantulan Bunyi di - Berapa volume (m 3 ) ruangan SMKN 5 ruang Bandung? - Berapa luas permukaan bidang datar lantai (m 2 )? - Penyebaran bunyi Apakah gangguan bunyi/suara yang ditimbulkan tidak di ruang melebihi 55 db saat pembelajaran berlangsung? - Berapa luas bukaan (m 2 ) yang ada di ruang - Penyerapan bunyi di ruang - Menggunakan material apakah bukaan yang ada pada ruang (kaca,glassblock, dll) - Menggunakan material apakah dinding yang ada pada ruang (bata,partisi,dll) - Menggunakan material apakah lantai yang ada pada ruang (keramik, ubin, dll) - Apakah di ruang ini menggunakan plafon? Bila menggunakan, material plafon apa yang digunakan? (gypsum, triplek, dll) - Menggunakan material apakah penyerap bunyi yang ada pada ruang (kayu, busa, dll) Sumber: Dokumentasi Pribadi