FASILKOM Teknik Informatika

dokumen-dokumen yang mirip
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN. Modul ke: Identitas Nasional. Fakultas Ilmu Komunikasi. Program Studi Hubungan Masyarakat. Ramdhan Muhaimin, M.Soc.

Mata Kuliah Kewarganegaraan

Aji Wicaksono S.H., M.Hum. Modul ke: Fakultas DESAIN SENI KREATIF. Program Studi DESAIN PRODUK

PERTAMA HAKIKAT BANGSA DAN NEGARA. MATRIKULASI supentri

IDENTITAS NASIONAL. Mengetahui identitas nasional dan pluralitas bangsa Indonesia RINA KURNIAWATI, SHI, MH. Modul ke: Fakultas FAKULTAS.

IDENTITAS NASIONAL. Modul ke: 04Teknik. Fakultas. Yayah Salamah, SPd. MSi. Program Studi MKCU

PENDIDIKAN KEWARAGANEGARAAN IDENTITAS NASIONAL

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

HUKUM KEWARGANEGARAAN H. BUDI MULYANA, S.IP., M.SI

KEWARGANERAAN. Modul ke: 04FEB IDENTITAS NASIONAL. Fakultas SYAMSUNASIR, S.SOS., M. M. Program Studi Management

Paham Nasionalisme atau Paham Kebangsaan

ESENSI DAN URGENSI IDENTITAS NASIONAL SEBAGAI SALAH SATU DETERMINAN PEMBANGUNAN BANGSA DAN KARAKTER

KEWARGANEGARAAN IDENTITAS NASIONAL. Modul ke: Syahlan A. Sume. Fakultas FEB. Program Studi MANAJEMEN.

H. BUDI MULYANA, S.IP., M.SI NEGARA KEWARGANEGARAAN

INTI SILA PERTAMA SAMPAI INTI SILA KELIMA

Dikdik Baehaqi Arif, M.Pd

Dinno Mulyono, M.Pd. MM. STKIP Siliwangi 2017

KEWARGANEGARAAN WAWASAN NUSANTARA. Modul ke: Fakultas FEB. Syahlan A. Sume. Program Studi MANAJEMEN.

ETIKA. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi. Teknik Industri. DR. Rais Hidayat. Modul ke: Fakultas: Teknik.

Unsur-unsur pembentuk identitas nasional berdasarkan ukuran parameter sosiologis

Modul 2. Materi dan Pembelajaran Individu sebagai Insan Tuhan Yang Maha Esa, Makhluk Sosial dan Warga Negara Indonesia. M. KHANIF YUSMAN, M,Pd

Faktor-faktor Pendukung Kelahiran Identitas Nasional

PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT

Bangsa dan Negara 1.1 Kedudukan Manusia Sebagai Makhluk Individu 1.2 Kedudukan Manusia Sebagai Makhluk Sosial 2.1 Pengertian Bangsa

IDENTITAS NASIONAL/JATI DIRI BANGSA

KONSEP-KONSEP POKOK DALAM SOSIOLOGI: STRATIFIKASI, KEKUASAAN DAN KEPEMIMPINAN DI MASYARAKAT

IDENTITAS NASIONAL dan tantangan era Globalisasi. Oleh : Dewi Triwahyuni, S.IP., M.Si.

PANCASILA DALAM IMPLEMENTASI SILA DUA DAN TIGA

RANGKUMAN BAB I : IDENTITAS DAN INTEGRASI

HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

WAWASAN NUSANTARA. Dewi Triwahyuni. Page 1

BAHAN TAYANG MODUL 11 SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2016/2017 RANI PURWANTI KEMALASARI SH.MH.

A. Pengertian dan Kategori Nasionalisme

Sari Perkuliahan. Oleh : Drs. H. M. Umar Djani Martasuta, M.Pd.

Sari Perkuliahan. Oleh : Drs. H. M. Umar Djani Martasuta, M.Pd. Drs. Dadang Ahmad, M.Pd

PANCASILA PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERMASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARA. Nurohma, S.IP, M.Si. Modul ke: Fakultas FASILKOM

BAB I PENDAHULUAN. bentukan manusia yang tidak lahir begitu saja yang bertujuan untuk

SAMBUTAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT PADA ACARA PROGRAM PENYEBARAN DAN PENGIBARAN BENDERA MERAH PUTIH Dl PERSADA NUSANTARA

Kumpulan Soal CPNS Pancasila

MATERI KEWARGANEGARAAN KELAS X

Modul ke: GEOPOLITIK. 10Teknik. Fakultas. Yayah Salamah, SPd. MSi. Program Studi MKCU

TUTORIAL DALAM RANGKA UJIAN DINAS DAN PENYESUAIAN PANGKAT BPOM-RI

PANCASILA DAN IMPLEMENTASINYA

PANCASILA SEBAGAI IDENTITAS NASIONAL DRS. M. KHALIS PURWANTO, MM

PANCASILA DAN IMPLEMENTASINYA

PERSATUAN DALAM NEGARA INDONESIA

NEGARA DAN SISTEM PEMERINTAHAN. Modul ke: 02TEKNIK. Fakultas. Yayah Salamah, SPd. MSi. Program Studi MKCU

PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN

C. Partisipasi Kewarganegaraan sebagai Pencerminan Komitmen terhadap Keutuhan Nasional

I. Hakikat Pancasila. 1. Pancasila sebagai dasar Negara

I. PENDAHULUAN. Bangsa Indonesia merupakan suatu bangsa yang majemuk, yang terdiri dari

BANGSA DAN IDENTITAS NASIONAL. Materi PKn oleh Asnedi, SH.,MH

Objek Pendidikan Kewarganegaraan Kep Dirjen Pend Tinggi No. 267/DIKTI/KEP/2000 meliputi :

H. U. Adil Samadani, SS., SHI.,, MH.

Pergaulan Mahasiswa dan Kehidupan Sosial dalam Menerapkan Sila Persatuan Indonesia

LETAK ADMINISTRATIB LAMONGAN

PENDIDIKAN PANCASILA

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN. Materi Kuliah IDENTITAS NASIONAL. Modul 4. Oleh : Rohdearni Tetty Yulietty Munthe, SH

VISI DAN STRATEGI PENDIDIKAN KEBANGSAAN DI ERA GLOBAL

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

TUGAS AKHIR PENDIDIKAN PANCASILA GOTONG ROYONG SEBAGAI BUDAYA INDONESIA

Disampaikan pada Peningkatan Kompetensi Pengelola di Bidang Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Tradisi Semarang, 25 Oktober 2016

5 Contoh Sikap dan Perbuatan yang Mencerminkan Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup sebagai Pengamalan Pancasila

I. PENDAHULUAN. Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang heterogen, kita menyadari bahwa bangsa

MODUL KAPITA SELEKTA SISTIM HUKUM INDONESIA

Angket Motivasi Belajar. 1) Isilah identitas nama anda dengan lengkap dan benar. 2) Bacalah dengan seksama butir pertanyaan

Aliran Pendidikan di Indonesia

Pancasila sebagai Sistem Filsafat

SOAL CPNS PANCASILA. Petunjuk! Pilihlah jawaban yang paling tepat!

KEWARGANEGARAAN NEGARA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Nurohma, S.IP, M.Si. Modul ke: Fakultas FASILKOM. Program Studi Teknik Informatika

I. PENDAHULUAN. mempunyai cara-cara hidup atau kebudayaan ada di dalamnya. Hal

KEWARGANEGARAAN KETAHANAN NASIONAL DAN POLITIK STRATEGI NASIONAL. Nurohma, S.IP, M.Si. Modul ke: Fakultas FASILKOM. Program Studi Teknik Informatika

HAKIKAT PANCASILA TUGAS AKHIR. Disusun oleh : Sani Hizbul Haq Kelompok F. Dosen : Abidarin Rosidi, Dr, M.Ma.

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

KEDUDUKAN WARGA NEGARA & PERWAGA- NEGARAAN DI INDONESIA

Sifat Kodrat Manusia. Unsur-unsur Hakekat Manusia:

Aji Wicaksono S.H., M.Hum. Modul ke: Fakultas DESAIN SENI KREATIF. Program Studi DESAIN PRODUK

BENTUK SIKAP PENGEMBANGAN NASIONALISME

B. Arti Penting Persatuan dan Kesatuan Indonesia

LATIHAN SOAL UUD 1945 ( waktu : 36 menit )

Hak dan Kewajiban Warga Negara

PANCASILA. Makna dan Aktualisasi Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dalam Kehidupan Bernegara. Poernomo A. Soelistyo, SH., MBA.

KEWARGANEGARAAN GLOBALISASI DAN NASIONALISME. Nurohma, S.IP, M.Si. Modul ke: Fakultas FASILKOM. Program Studi Teknik Informatika.

Modul ke: Identitas Nasional. Fakultas. Rusmulyadi, M.Si. Program Studi.

- 1 - PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG GERAKAN PRAMUKA

GEOPOLITIK Program Studi Manajemen

MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA

Pendidikan Pancasila. Makna dan Aktualisasi Sila Ketuahanan Yang Maha Esa Dalam Kehidupan Bernegara pada Bidang Politik ekonomi, sosial dan hankam

PENDIDIKAN PANCASILA

Waktu : 6 x 45 Menit (Keseluruhan KD)

BAB I PENDAHULUAN. dan dasar negara membawa konsekuensi logis bahwa nilai-nilai Pancasila harus selalu

PANCASILA SEBAGAI SISTEM NILAI

PSG Rayon 1 24 Universitas Negeri Makassar. Penulis:

PANCASILA. Implementasi Sila Kedua. Disampaikan pada perkuliahan Pancasila kelas PKK. H. U. Adil Samadani, SS., SHI.,, MH. Modul ke: Fakultas Teknik

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Persatuan Indonesia?

BAB I PENDAHULUAN. Suatu negara tentu memiliki tujuan dan cita-cita nasional untuk menciptakan

1. Pancasila sbg Pandangan Hidup Bangsa

Lemahnya Kesadaran Masyarakat Indonesia Terhadap Nilai-nilai Pancasila

MEMBANGUN INTEGRASI NASIONAL DENGAN BINGKAI BHINNEKA TUNGGAL IKA

Transkripsi:

KEWARGANEGARAAN Modul ke: RAKYAT, MASYARAKAT DAN BANGSA Fakultas FASILKOM Nurohma, S.IP, M.Si Program Studi Teknik Informatika www.mercubuana.ac.id

Pendahuluan DESKRIPSI Menjelaskan kehidupan dan kebutuhan hidup manusia, manusia sebagai makhluk sosial, hakekat masyarakat dan rakyat, faktor pembentuk bangsa serta hakekat bangsa. KOMPETENSI Mahasiswa memahami kehidupan dan kebutuhan hidup manusia, manusia sebagai makhluk sosial, hakekat masyarakat dan rakyat, faktor pembentuk bangsa serta hakekat bangsa

Pendahuluan, Manusia dan Kebutuhan KEWARGANEGARAAN

Pendahuluan Pada awalnya manusia hidup dalam keluarga, yang kemudian berkembang menjadi masyarakat. Setiap manusia hidup dalam kesatuan-kesatuan sosial yang disebut masyarakat (community) dan bangsa. Secara sosiologis (empiris) kehidupan manusia senantiasa berada dalam proses hubungan dengan manusia lainnya dan lingkungan sekitarnya, berkehidupan bersama dalam suatu masyarakat. Secara kodrati manusia adalah makhluk individu dan makhluk sosial. Sebagai makhluk individu manusia terdiri dari jiwa (rohani) dan raga (jasmani). manusia dilengkapi dengan akal budi dan kehendak merdeka. Dengan akal dan budi inilah manusia memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

Manusia dan Kebutuhan Kebutuhan manusia ada dua macam yaitu kebutuhan jasmani dan rohani. Menurut Soerjono Soekamto, kebutuhan dasar manusia terdiri atas; 1. Sandang, papan, dan pangan; 2. perlindungan akan keselamatan jiwa dan harta bendanya; 3. harga diri; 4. kesempatan untuk mengembangkan potensi; 5. kasih sayang (Soerjono Soekamto, 1984:2). Abraham Maslow membagi kebutuhan manusia menjadi lima macam, yaitu: 1. Kelangsungan hidup (survival/basic needs); 2. Keamanan (safety needs); 3. Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (loving and love); 4. Diakui lingkungan (status/ selfesteem); 5. Perwujudan cita-cita (Aktualisasi diri/ self actualization).

Manusia dan Kebutuhan Aristoteles (384-322 SM) menyebut manusia sebagai Zoon Politicon yaitu makhluk yang pada dasarnya selalu ingin bergaul dan berkumpul dengn manusia lainnya. Sebagai makhluk sosial manusia tidak mungkin hidup sendiri. Sejak manusia dilahirkan sudah membutuhkan bantuan orang lain. Setiap individu merupakan bagian dari lingkungan sosial yang lebih luas, seperti lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan bangsa, dan lingkungan negara. Dimana prosesnya pada mulanya manusia hidup di lingkungan keluarga. Beberapa keluarga menempati suatu wilayah (lingkungan) hidup bersama-sama membentuk suatu komunitas sosial yang disebut masyarakat dan bangsa.

Masyarakat, Rakyat dan Bangsa KEWARGANEGARAAN

Masyarakat Masyarakat adalah sejumlah manusia dalam arti yang seluasluasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Masyarakat dapat pula diartikan sebagai semua kegiatan manusia dalam kehidupan bersama. Misalnya; Masyarakat Jawa dan Sunda dikenal dengan sebutan lima-ur (5-UR), yaitu badan sekujur, batur sekasur, batur sedapur, batur sedulur, dan batur selembur. masyarakat Batak dijumpai pola ikatan genealogis hubungan darah dan kekerabatan, seperti hubungan kakak-adik (Haha anggi), teman senenek ( Dongan saompu), teman sekampung (Dongan sahuta), teman seibu (Dongan sabutuha), teman sepesta(dongan sahorja), dan teman semarga (Dongan samarga).

Masyarakat Menurut Soerjono Soekamto (1999: 164) ada tiga hal yang menjadi unsur perekat dalam masyarakat yang disebut perasaan komunitas (community sentiment), yaitu seperasaan, sepenanggungan, dan saling memerlukan. Sehingga dapat disimpulkan masyarakat adalah sekelompok manusia yang terikat oleh suatu kebudayaan, hubungan darah (genealogis) atau adanya kesamaan kampung, nagari, atau desa. Tiga hal yang menjadi unsur perekat dalam masyarakat, yaitu seperasaan, sepenanggungan, dan saling memerlukan perlu terus dilestarikan sebagai unsur pemersatu bangsa.

Bangsa Bangsa adalah kesatuan orang-orang yang bersamaan asal keturunan, adat istiadat, bahasa, dan sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan kesatuan bahasa dan wilayah tertentu di muka bumi. Bangsa Indonesia adalah sekelompok orang yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyertakan dirinya sebagai bangsa serta berproses di dalam satu wilayah Nusantara/ Indonesia. Bangsa bukanlah paham ras, suku bangsa, kebudayaan atau agama tertentu serta geografi atau batasbatas alamiah tertentu, melainkan karena adanya kehendak ingin bersatu (kesatuan solidaritas).

Bangsa Beberapa definisi ttg bangsa : 1. (Ernest Renan) mendefinisikan bangsa atau nation adalah kesatuan solidaritas, kesatuan yang terdiri dari orang-orang yang saling merasa setia kawan satu sama lain. 2. (Ben Anderson) memberikan batasan bangsa sebagai komunitas politik yang dibayangkan (imagined political community) dalam wilayah yang jelas batasnya dan berdaulat. 3. (Otto Bauer) mengartikan bangsa sebagai kelompok manusia yang mempunyai kesamaan karakter yang timbul karena persatuan nasib. 4. (Soekarno) memberikan batasan bangsa berkat analisis geopolitiknya, yakni menekankan pada persatuan orang dengan tanah air sebagai sebagai syarat bangsa.

Bangsa Jadi pengertian bangsa ini mengandung elemen pokok berupa jiwa, kehendak, perasaan, pikiran, semangat, yang bersama-sama membentuk kesatuan, kebulatan dan ketunggalan serta semuanya itu yang dimaksud adalah aspek kerohaniannya. Bangsa, bukanlah kenyataan yang bersifat lahiriah, melainkan bercorak rohaniah, yang adanya hanya dapat disimpulkan berdasarkan pernyataan senasib sepenanggungan dan kemauan membentuk kolektivitas.

Rakyat Perbedaan antara penduduk dan bukan penduduk, warga negara dan bukan warga negara terkait dengan perbedaan hak dan kewajiban di antara orang-orang yang berada di wilayah negara. Di antara status orang-orang dalam negara tentunya status yang kuat dan memiliki hubungan yang erat dengan pemerintah negara yang bersangkutan adalah status warga negara. UUD 1945 pasal 26 ayat 1 dan pasal 2 UU No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan, bahwa yang menjadi warga negara adalah orang-orang Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan Undang-Undang sebagai warga negara. Sedangkan Warga Negara adalah waga dari suatu negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Rakyat

Faktor Pembentuk Identitas Bangsa Indonesia KEWARGANEGARAAN

Identitas Identitas berasal dari bahasa Inggris identity yang berarti ciri- ciri, tanda-tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain. Identitas tidak terbatas pada individu semata, tetapi berlaku pula pada sekelompok manusia, seperti identitas bangsa atau identitas nasional. Identitas Bangsa Indonesia berarti ciri-ciri yang melekat pada bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain. Identitas nasional Indonesia merujuk pada suatu bangsa yang majemuk. Kemajukan bangsa Indonesia merupakan gabungan dari unsur-unsur pembentuk identitas nasional, yaitu suku bangsa, agama, kebudayaan dan bahasa (Tim ICCE UIN Jakarta. 2000: 29)

Identitas Suku bangsa adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada sejak lahir), yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Tidak kurang dari 300 dialek bahasa dan suku bangsa (Clifford Gerzt) atau versi BPS (2010) ada sekitar 1.128/ 1.340 suku bangsa. Dengan dibedakan ke dalam 3 golongan berdasarkan ciri fisik, yakni Melanosoid, Mongoloid, dan Vedoid. Bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat agamis. Agamaagama yang tumbuh dan berkembang di Indonesia adalah Hindu, Budha, Islam, Katholik, Keristen Protestan, dan Khong Hu Cu.

Identitas Kebudayaan adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan sebagai pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. Indonesia memiliki kebudayaan yang tinggi yang diakui oleh bangsa-bangsa di dunia. Contoh Budaya orang indonesia yg kental diantaranya; ramah tamah, gotong royong, saling hormat menghormati dan bermusyarawarah itu kerap kali kita lihat dari budaya masyarakat indonesia. Atau kearifan lokal yang ditunjukkan dalam ungkapan ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. (ing ngarsa sung tulalit, ing mandya mangun sakarepne, tut wuri ora manut)

Identitas Bahasa merupakan unsur pendukung indentitas nasional yang tidak kalah pentingnya dengan unsur-unsur lainnya. Bahasa Indonesia dulu dikenal dengan sebutan bahasa Melayu yang merupakan bahasa penghubung (linguafranca) berbagai etnis yang mendiami nusantara. Setelah kemerdekaan bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa nasional, bahasa persatuan bangsa Indonesia.

Terima Kasih Nurohma, S.IP, M.Si