Transformasi Dokumen XML

dokumen-dokumen yang mirip
Transformasi Dokumen XML

PENGEMBANGAN HALAMAN WEB MENGGUNAKAN XML DALAM PERKEMBANGAN WEB 2.0

XML extensible Markup Language

XPath E X T E N S I B L E P A T H L A N G U A G E

Pemrograman Basis Data Berbasis Web

XML. Minggu 11 Sumber : Materi Pengantar XML, Moh Junaedi, Pemrograman Web/TI/ AK /2 sks

Modul Praktikum Desain Web 2015

Bab II DASAR TEORI. II.1 Sistem Informasi Geografi

Pemrograman Basis Data Berbasis Web

BAB II LANDASAN TEORI. di jaman sekarang, namun apakah Anda mengetahui sejarah nya itu?. Mungkin,

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG TUGAS AKHIR

PEMBUATAN PROGRAM UNTUK MENGUBAH FILE DATABASE MENJADI XML

Bab 5. Cascading Style Sheet (CSS)

PEMROGRAMAN WEB. 11 XML, XHTML dan JSON. Andi WRE

Bahasa Pemrograman Untuk Pembuatan Web

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. : Multi sistem operasi, bisa Windows, Linux, Mac OS, maupun Solaris

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM VALIDASI XHTML 1.0

XML vs JSON. by: Ahmad Syauqi Ahsan

XML extensible Markup Language. Oleh: Nisa Miftachurohmah, S. Kom

BAB III LANDASAN TEORI

FERNANDYA RISKI HARTANTRI / F DASAR-DASAR HTML

SISTEM INFORMASI PERUSAHAAN BERBASIS BLACKBERRY WEBWORKS DAN XML

Extensible Markup Language (XML)

Basis Data 2. Database Internet. Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS

Konversi File Elektronik ke Dalam Format PDF dan HTML

Pemrograman Berbasis Web Pertemuan 5 XML & DTD. Program Diploma IPB - Aditya Wicaksono, S.Komp 1

Materi 2 Komputer Aplikasi IT (KAIT) 2 SKS Semester 1 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2014 Nizar Rabbi Radliya nizar.radliya@yahoo.com

DAFTAR ISI. Abstrak Kata Pengantar Daftar Isi... Daftar Tabel.. Daftar Singkatan...

BAB 2 LANDASAN TEORI. Apache2Triad adalah aplikasi paket program web (Web Programming) lengkap yang

HTML. Hypertext Markup Language. Pemrograman Web 1. Genap

Penggunaan Struktur Data Pohon Berakar dalam XML

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam pembangunan suatu sistem informasi, terdapat dua kelompok

BAB II LANDASAN TEORI

Pertemuan XI Database Connectivity Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. Caca E. Supriana, S.Si.,MT.

Teori Algoritma. 1Universitas Gunadarma

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan,

Pokok Bahasan 2 Teknologi Dasar Internet dan Web. L. Erawan

MODUL 7 XML (extensible Markup Language)

Materi Pertemuan 1. Pengenalan Web Design Bagian I : Dasar- dasar CSS. lilih suhaeri WATERFIRE DEV. Kelaskita.com

BAB 2 LANDASAN TEORI. Website atau World Wide Web, sering disingkat sebagai www atau web saja, yakni

Bab1 -World Wide Web

BAB II DASAR TEORI. subset perangkat lunak untuk perangkat mobile yang meliputi sistem operasi,

PEMROGRAMAN BERBASIS WEB. Part 1,2 HTML. By Rolly Yesputra Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal Kisaran, 2018

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. suatu maksud tertentu adalah bagian dari suatu sistem, yang mana sistem

BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu systema yang mengandung arti kesatuan

(Dasar Servlet & HTML) 1. Muhamad Alif

MEMANFAATKAN CASCADING STYLE SHEET UNTUK MEMPERINDAH TAMPILAN WEB

BAB 2 LANDASAN TEORI. tujuan tertentu. Sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu:

Web Services merupakan salah satu bentuk implementasi dari arsitektur model aplikasi N-Tier yang berorientasi layanan. Perbedaan Web Services dengan

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Pengertian Sistem, Informasi dan Sistem Informasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Website merupakan kumpulan dari halaman halaman yang berhubungan dengan

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. Perangkat lunak atau Software adalah perintah (program komputer) yang dieksekusi

TEKNIK DOCUMENT OBJECT MODEL (DOM) UNTUK MANIPULASI DOKUMEN XML. Kusnawi ABSTRACT

BAB 2 LANDASAN TEORI. Kata komputer (computer) berasal dari bahasa latin computare yang berarti


Prototype Sistem Informasi Hasil Penelitian Berbasis WEB

SISTEM KONSULTASI DAN LAPORAN PEMBIMBINGAN TUGAS AKHIR

MODUL VII PENGATURAN TAMPILAN DOKUMEN

INTERACTIVE BROADCASTING. Modul ke: Format Dokumen. Fakultas Ilmu Komunikasi. Yusuf Elmande., S.Si., M.Kom. Program Studi Penyiaran

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENERAPAN RELATIONAL DATA MENGGUNAKAN XQUERY PADA PEMROGRAMAN XML. Abstraksi

XML (extensible Markup Language) -from few books and W3School Web Programming-even-2012-dww 1

BELAJAR HTML Hyper Text Markup Language

BAB 2 LANDASAN TEORI. data bisnis, merupakan deskripsi organisasi tentang sesuatu (resources) dan kejadian (transactions) yang terjadi.

BAB II LANDASAN TEORI

Pemrograman Web I (HTML) Oleh: Devie Rosa Anamisa

Untuk siswa Kelas X TKJ SMK Negeri 3 Balikpapan.

BAB 2 LANDASAN TEORI. Internet adalah jaringan luas dari komputer, yang lazim disebut dengan worldwide

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENDAHULUAN Yosef Murya Kusuma Ardhana. ST., M.Kom

Materi 1 Komputer Aplikasi IT (KAIT) 2 SKS Semester 1 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2014 Nizar Rabbi Radliya nizar.radliya@yahoo.com

XML (extensible Markup Language) PRODI TEKNIK TELEKOMUNIKASI POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA

MODUL I PENDAHULUAN. 1.1 Pengertian html

SISTEM PERTUKARAN DATA ANTAR BASIS DATA DENGAN XML

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling. untuk memcapai suatu tujuan tertentu (Jogiyanto, 2001).

BAB III Validasi HTML5

MODUL PRAKTIKUM APLIKASI IT 1 MODUL VI LIST

Bab II Dasar Teori. 2.1 Sistem Informasi Monitoring

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. bidang media komunikasi dan informasi. Internet adalah suatu jaringan komputer

1/14/2010. IndomieTelor Kornet??

PEMBANGUNAN PERANGKAT LUNAK WEB-BASED INTEGRATED DEVELOPMENT ENVIRONMENT

BELAJAR HTML DASAR CARA MEMBUAT TABEL

HTML 5. Geolocation Web SQL Database, media penyimpanan database lokal

Mengenal dan Mengedit HTML

BAB 2 LANDASAN TEORI


BAB I PERKENALAN HTML

HTML DOM #1 Yosef Murya Kusuma Ardhana. ST., M.Kom

Transkripsi:

Transformasi Dokumen XML Aris Puji Widodo Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Semarang E-Mail : masarisdong@yahoo.com Abstrak Dokumen Extensible Markup Language (XML) merupakan dokumen standar yang memiliki sifat menstrukturkan informasi, portable dan tidak tergantung pada satu platform tertentu, sehingga memberikan efisiensi dalam melakukan proses manipulasi informasi pada suatu dokumen. Pada makalah ini dibahas mengenai transformasi dokumen XML ke format dokumen lainnya dengan memanfaatkan Cocoon Framework, Parser dan sejumlah Prosesor XML Stylesheets Language (XSL) yang merupakan hasil open source project. Dokumen XML dibangkitkan melalui Generator, kemudian dokumen XML ditransformasikan ke dokumen lainnya melalui Transformer dengan menggunakan stylesheet untuk masing-masing format dokumen hasil transformasi. Dokumen XML dikumpulkan pada Aggregator dan selanjutnya dilakukan rendering terhadap dokumen XML melalui serializer untuk menghasilkan format dokumen lainnya, untuk dapat ditampilkan ke berbagai persentasi yang bervariasi. Kata Kunci : XML, platform, cocoon framework, prosesor, dan stylesheet. 1. PENDAHULUAN XML adalah markup language yang dikembangkan oleh World Wide Web Consortium (W3C), dengan tujuan utamanya adalah untuk mengatasi sejumlah keterbatasan yang terdapat pada Hyper Text Markup Language (HTML). XML dan HTML merupakan subset dari Structured Generalized Markup Language) (SGML) (W3C, 2002), (Marchal & Benoit, 2000). Secara aktual XML lebih mirip SGML dibandingkan dengan HTML, karena HTML hanya digunakan untuk mendiskripsikan web pages. Tetapi XML adalah language yang digunakan untuk mendiskripsikan dan memanipulasi struktur dokumen, serta menawarkan beberapa mekanisme untuk memanipulasi informasi yang bebas platform. Sebagai contoh, XML digunakan oleh StarOffice dan AbiWord untuk salah satu format penyimpanan dokumen dan XML digunakan untuk menyimpan obyek persisten dalam dokumen perkantoran (Widyani, 2001). XML berkonsentrasi pada struktur informasi, tetapi tidak berkonsentrasi untuk menampilkan dokumen informasi. Untuk menampilkan dokumen XML dibutuhkan suatu format atau style dari dokumen XML, dimana format atau style tersebut secara langsung dihubungkan dan merupakan suatu turunan dari struktur dokumen XML yang diorganisasikan dalam stylesheets. Stylesheets yang direkomendasikan oleh W3C diantaranya adalah XSL (Adler et. Al, 2002), (Clark & James, 2002). XSL digunakan untuk menstrasformasikan dokumen XML ke format dokumen HTML, Text, Rich Text Format ( RTF), XHTML, Portable Data Format (PDF), dan PostScrip (PS) (Holzner & Steven, 2002). Proses transformasi dokumen XML tersebut diatas membutuhkan suatu prosesor XSL yang sesuai dengan persentasi untuk masing-masing dokumen hasil transformasi. Untuk melakukan efisiensi dalam pengorganisasian manajemen dokumen, maka dokumen dari satu sumber harus dapat ditampilkan ke berbagai persentasi yang bervariasi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membuat suatu dokumen sumber dalam bentuk format standar, sehingga

dari format tersebut akan dapat ditampilkan ke berbagai format persentasi yang bervariasi. Mekanisme ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan kelebihan-kelebihan yang ditawarkan XML dan XSL. Pada makalah ini menguraikan tentang transformasi dokumen XML ke format dokumen lainnya dengan memanfaatkan parser, prosesor-prosesor XSL dan cocoon framework yang secara keseluruhan merupakan hasil open source project. 2. XML XML adalah sebuah standar yang digunakan untuk menstrukturkan informasi dalam sebuah dokumen menjadi sejumlah bagian dan untuk mengidentifikasi bagian tersebut. Dokumen bukan hanya berupa dokumen teks, tetapi termasuk juga data gambar, persamaan matematika, rumus bangun kimia, dan berbagai jenis informasi yang dapat distrukturkan (Anderson et. Al., 2000), (W3C, 2002), (Marchal & Benoit, 2000). XML menstrukturkan informasi dalam bentuk sekumpulan elemen dan atribut. Sebuah dokumen XML minimal mempunyai sebuah elemen, yaitu root element. Sebuah elemen bisa mempunyai elemen lain sebagai elemen anak. Selain itu, setiap elemen juga bisa mempunyai atribut sebagai penjelas elemen tersebut. Setiap elemen di dalam dokumen XML dibatasi dengan markup yang berbentuk sebagai pasangan tag. Contoh bentuk sebuah dokumen XML diberikan pada kode 1. <page> <title>memakai file pageone.xml</title> <s1 title="section one : Aris Puji Widodo Make Webapp With Cocoon version 2.0.2-dev"> <p>dosen Matematika</p> <p>fakultas MIPA</p> <p>universitas Diponegoro</p> <p>semarang</p> <p>2003</p> <p>text pada bagian satu</p> </s1> </page> Kode 1. Dokumen XML. Maksud dari pembuatan XML adalah sebagai format universal untuk menstrukturkan dokumen dan data pada web (W3C, 2002), walaupun pada kenyataannya dokumen tersebut tidak harus ditampilkan di web dan aplikasi yang menggunakannya tidak harus berbasis web. XML dapat digunakan untuk aplikasi seperti word processor, spreadsheet, database, digunakan di beberapa bidang antara lain kesehatan, kimia, bisnis, hukum, matematika, dan tidak tergantung kepada sistem operasi tertentu. 3. PEMROSESAN XSL XSL adalah bahasa yang digunakan untuk mengekpresikan suatu stylesheet. XSL terdiri dari XSL Transformations (XSLT) dan XSL Formating Objects (XSL-FO) (Holzner & Steven, 2002). XSLT kebanyakan digunakan untuk mentransformasikan dokumen XML ke HTML, sedangkan XSL-FO digunakan untuk melakukan konversi dokumen XML ke format PDF.

Stylesheets diproses menggunakan XSL stylesheet prosesor, yang dapat menerima dokumen atau data dalam bentuk XML dan XSL stylesheet akan menghasilkan presentasi isi dokumen XML sumber yang dirancang dalam stylesheet. Terdapat 2 aspek dalam proses pembentukan presentasi (Adler et. al. 2002 ), (Clark & James, 2002) yaitu : 1. Mengkonstruksikan hasil berupa tree dari tree dokumen XML sumber. 2. Menginterprestasikan hasil yang berupa tree untuk menghasilkan suatu format hasil yang sesuai dengan presentasi pada display atau media yang akan digunakan untuk menampilkan dokumen hasil transformasi. Untuk aspek yang pertama disebut tree transformation, sedangkan aspek yang kedua disebut formatting yang dijalankan oleh formatter. Untuk detail model konseptual pemrosesan terhadap XSL diberikan pada gambar 1 sebagai berikut : Gambar 1. Model Konseptual Pemrosesan XSL. 4. MEKANISME TRANFORMASI DOKUMEN XML Untuk melakukan transformasi dokumen XML digunakan Cocoon framework yang merupakan open source project dikembangkan oleh (Mazzocchi, 2002). Cocoon framework adalah framework XML publish untuk meningkatkan penggunaan teknologi XML dan XSLT pada server application. Adapun untuk mekanisme dasar cocoon dalam melakukan pemrosesan dokumen XML diberikan pada gambar 2. Dokumen XML dibangkitkan melalui Generator, kemudian dokumen XML ditransformasikan ke dokumen lainnya melalui Transformer dengan menggunakan stylesheet. Dokumen XML dikumpulkan pada Aggregator dan selanjutnya dilakukan rendering terhadap dokumen XML melalui serializer untuk menghasilkan format dokumen yang lain. Pemrosesan yang dilakukan bersifat pipeline processing, dengan menggunakan konfigurasi sitemap yang dapat dilakukan setting secara dinamik terhadap pipeline processing yang terdiri dari generator, multiple transformer dan serializer.

Gambar 2. Mekanisme Pemrosesan Dokumen XML pada Cocoon Framework. 5. IMPLEMENTASI TRANSFORMASI DOKUMEN XML Untuk contoh implementasi dilakukan transformasi dokumen XML ke format dokumen HTML dan PDF. Informasi dokumen distrukturkan menggunakan XML sebagai dokumen sumber yang akan ditransformasikan ke format dokumen HTML dan PDF. Struktur dokumen XML sumber menggunakan dokumen XML pada kode 1. Kemudian dibuat stylesheet untuk masing-masing format hasil transformasi ke dokumen HTML dan PDF. Untuk transformasi ke format dokumen HTML digunakan XSLT, sedangkan untuk transformasi ke format dokumen PDF digunakan XSL-FO. yang diberikan pada kode 2 dan 3.

<!-- Pendefinisian Stylesheet menggunakan XSLT --> <xsl:stylesheet xmlns:xsl="http://www.w3.org/1999/xsl/transform" version="1.0"> <!-- generate HTML skeleton pada elemen root --> <xsl:template match="/"> <html> <!-- Body untuk halaman HTML --> </html> </xsl:template> <!-- Melakukan konversi ke heading HTML --> </xsl:stylesheet> Kode 2. Stylesheet untuk Format Dokumen HTML. <!-- Pendefinisian Stylesheet menggunakan XSL-FO --> <xsl:stylesheet xmlns:xsl="http://www.w3.org/1999/xsl/transform" version="1.0" xmlns:fo="http://www.w3.org/1999/xsl/format"> <!-- Melakukan generate struktur halaman PDF --> <xsl:template match="/"> <fo:root xmlns:fo="http://www.w3.org/1999/xsl/format"> <!-- Body loyout halaman PDF --> </fo:root> </xsl:template> <!-- Pemrosesan terhadap paragraphs --> <!-- Melakukan konversi ke heading XSL-FO --> </xsl:template> </xsl:stylesheet> Kode 3. Stylesheet untuk Format Dokumen PDF. Kemudian untuk pemrosesan secara pipeline processing dilakukan dengan membuat sitemap, yang diberikan pada kode 4. Untuk melakukan transformasi ke format dokumen HTML digunakan prosesor XSL JTidy, sedangkan untuk format PDF digunakan prosesor XSL FOP. Sitemap dapat memilih pipeline tertentu berdasarkan pada request yang terjadi melalui browser.

<!-- Pendefinisian sitemap --> <map:sitemap xmlns:map="http://apache.org/cocoon/sitemap/1.0"> <map:pipelines> <map:pipeline> <!-- memberikan responds request PDF dengan memproses stylesheet PDF --> <map:match pattern="*.pdf"> <map:generate src="{1}.xml"/> <map:transform src="doc2pdf.xsl"/> <map:serialize type="fo2pdf"/> </map:match> </map:pipeline> </map:pipelines> </map:sitemap> Kode 4. Sitemap untuk Pipeline Processing. Untuk hasil transformasi dokumen XML ke format dokumen HTML dan PDF yang dijalankan pada browser diberikan pada gambar 3 dan 4. Informasi yang terdapat pada masing-masing hasil transformasi menggunakan dokumen sumber pada kode 1, dimana dengan satu format dokumen sumber dapat ditampilkan pada persentasi yang berbeda. Gambar 3. Hasil Transformasi Dokumen XML ke Format HTML.

6. KESIMPULAN Gambar 4. Hasil Transformasi Dokumen XML ke Format PDF. Kesimpulan yang didapatkan untuk transformasi dokumen XML ke format dokumen yang lainnya adalah sebagai berikut : 1. Setiap transformasi dokumen XML ke format yang lainnya dibutuhkan prosesor XSL yang sesuai untuk tipe format dokumen hasil transformasi. 2. Setiap transformasi dokumen XML ke format yang lainnya dibutuhkan stylesheet yang digunakan sebagai presentasi. 3. Transformasi dokumen XML akan memberikan kemudahan dan efisiensi dalam melakukan proses manajemen dokumen, karena dari satu format dokumen sumber dapat dilakukan transformasi ke format yang lainnya dan tidak bergantung pada satu platform tertentu serta dapat ditampilkan pada berbagai macam persentasi yang bervariasi. Daftar Pustaka 1. Adler, Sharon, et. al. Extensible Stylesheets Language (XSL) Version 1.0, http://www.w3.org/tr/xsl/, diakses terakhir pada 02 September 2002. 2. Anderson, Richard, et. al. Professional XML, Wrox, 2000. 3. Clark, James, XSL Transformations (XSLT) Version 1.0, http://www.w3.org/tr/xslt/, diakses terakhir pada 02 September 2002. 4. Holzner, Steven, Inside XSLT, New Riders, 2002. 5. Marchal, Benoit, XML by Example, Que, 2000. 6. Mazzocchi, S., The Apache Software Foundation, 1999 2002. http://www.apache.org, diakses terakhir 11 Nopember 2002. 7. Widyani, Yani. Objek Persisten Dokumen Perkantoran Dengan XML, Laporan Tesis. Departemen Informatika ITB, 2001. 8. W3C, Extensible Markup Language (XML) 1.0 (Second Edition), http://www.w3.org/tr/2000/rec-xml-20001006/, diakses terakhir 03 September 2002.