BAGIAN 1 PENGANTAR ENDOKRINOLOGI UMUM

dokumen-dokumen yang mirip
FISIOLOGI SISTEM ENDOKRIN

Peristiwa Kimiawi (Sistem Hormon)

Fungsi tubuh diatur oleh dua sistem pengatur utama: Sistem hormonal/sistem endokrin Sistem saraf

FISIOLOGI HORMON STRUKTUR KELENJAR ENDOKRIN STRUKTUR KELENJAR ENDOKRIN

Tugas Endrokinologi Kontrol Umpan Balik Positif Dan Negatif

1. Kelenjar Hipofi sis (Pituitari)

Anatomi sistem endokrin. Kerja hipotalamus dan hubungannya dengan kelenjar hormon Mekanisme umpan balik hormon Hormon yang

Rijalul Fikri FISIOLOGI ENDOKRIN

SISTEM ENDOKRIN. Dr. Donny Yawah Kursus Pembantu Veterinar Institut Kluang, JOHOR

D. Uraian Pembahasan. Sistem Regulasi Hormonal 1. Tempat produksinya hormone

HORMON. OLEH dr. Hamidie Ronald, M.Pd, AIFO

B. SISTEM HORMON / ENDOKRIN

BAB V ENDOKRINOLOGI A. PENDAHULUAN

BAB XII. Kelenjar Pankreas

Jenis hormon berdasarkan pembentuknya 1. Hormon steroid; struktur kimianya mirip dengan kolesterol. Contoh : kortisol, aldosteron, estrogen,

BAB I PENDAHULUAN. Keseimbangan dalam fisiologi sangat penting bagi semua mekanisme

HORMON REPRODUKSI JANTAN

BAB I PENDAHULUAN. Proses penuaan merupakan rangkaian proses yang terjadi secara alami

SISTEM ENDOKRIN MANUSIA SMA REGINA PACIS JAKARTA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian yang berjudul Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Jati Belanda

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 4. SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIALatihan Soal 4.1

II. TINJAUAN PUSTAKA. Seseorang dengan katarak akan melihat benda seperti tertutupi kabut, lensa mata

I. PENDAHULUAN. mengganggu dan atau dapat membahayakan kesehatan. Bising ini. merupakan kumpulan nada-nada dengan bermacam-macam intensitas yang

Sistem endokrin. Terdiri atas berbagai kelenjar yang menghasilkan dua jenis zat kimiawi. Neuropeptide Hormon

I. PENDAHULUAN. Ikan merupakan alternatif pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan

HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR BAGAN BAB I : KONSEP DASAR PSIKOLOGI FAAL 1

b. Badan pankreas Merupakan bagian utama dan letaknya di belakang lambung dan vertebra lumbalis pertama. c. Ekor pankreas Merupakan bagian yang

BAB II SINKRONISASI ALAMI A. PENDAHULUAN

MOLTING PADA HEWAN CRUSTACEA

HUBUNGAN HORMON REPRODUKSI DENGAN PROSES GAMETOGENESIS MAKALAH

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan makhluk hidup karbohidrat memegang peranan penting

SISTEM PENCERNAAN. Oleh: dr. Danurwendo Sudomo, Sp.Ok

BAB VII RESPON DAN KOORDINASI

PRINSIP BIOENERGETIKA PADA HEWAN

Anatomi/organ reproduksi wanita

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

10/17/2009 KONSEP DASAR. Kelenjar dalam sistem endokrin

STRUKTUR HISTOLOGI PANKREAS TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus L) YANG DIINDUKSI GLUKOSA SETELAH PEMBERIAN KOMBUCHA COFFEE PER-ORAL

BAB I PENDAHULUAN. Late-onset hypogonadism (LOH) atau andropause secara klinis dan

Penyakit diabetes mellitus digolongkan menjadi dua yaitu diabetes tipe I dan diabetes tipe II, yang mana pada dasarnya diabetes tipe I disebabkan

Hormon-Hormon Dan Kelenjar-Kelenjar Hormon

LEMBAR KERJA KEGIATAN 8.3

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Brotowali (Tinospora crispa, L.) merupakan tumbuhan obat herbal dari family

BAB IX SISTEM HORMON

KISI - KISI SOAL ULANGAN KENAIKAN KELAS MATA PELAJARAN BIOLOGI

I. PENDAHULUAN. banyak penyakit yang muncul. Salah satu penyakit yang muncul akibat

Efek Diabetes Pada Sistem Ekskresi (Pembuangan)

BAB I PENDAHULUAN. baik sebagai sumber pangan, papan, maupun obat-obatan. Gaya hidup kembali ke

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Endocrinology. dr. Prasetio Kirmawanto, M. Kes

SISTEMA ENDOKRINUM (= SISTEM ENDOKRIN)

BAB I PENDAHULUAN. kadar hormon seseorang. Aging proses pada pria disebabkan oleh menurunnya sistem

Daftar Pustaka. Leng, R.A Drought Feeding Strategies : Theory and Pactice. The University of New England Printery, Armidale - New South Wales.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

II. TINJAUAN PUSTAKA. perkawinan. Proses perkawinan biasanya terjadi pada malam hari atau menjelang

PERISTIWA KIMIAWI (SISTEM HORMON)

Rangkuman P-I. dr. Parwati Abadi Departemen biokimia dan biologi molekuler 2009

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

HUBUNGAN HIPOTALAMUS-HIPOFISE- GONAD. Oleh: Ir. Diah Tri Widayati, MP, Ph.D Ir. Kustono, M.Sc., Ph.D.

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 1. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGANLatihan Soal 1.4. Internal. Eksternal. Intra. Inter

BAB I PENDAHULUAN. Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit dimana terjadi gangguan

Obat-obat Hormon Hipofisis anterior

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kambing Jawarandu merupakan kambing lokal Indonesia. Kambing jenis

SISTEM ENDOKRIN. Struktur kelenjar endokrin

SDP. YG MENDPT TEKANAN CUKUP BERAT

BAB I PENDAHULUAN. mellitus meluas pada suatu kumpulan aspek gejala yang timbul pada seseorang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

SISTEM ENDOKRIN. Oleh Dr. KATRIN ROOSITA, SP.MSi. DEPARTEMEN GIZI MASYARAKAT, FEMA, IPB

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. mengeluarkan hormon. Di dalam setiap ovarium terjadi perkembangan sel telur

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Pada zaman dahulu hingga sekarang banyak masyarakat Indonesia

Tradisional Bagian Daun dan Buah

HASIL DAN PEMBAHASAN. Nilai Karbohidrat dan Kalori Ransum, Madu dan Kayu Manis

KESEHATAN REPRODUKSI. Erwin Setyo Kriswanto PENDIDIKAN OLAHRAGA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Obat Diabetes Farmakologi. Hipoglikemik Oral

TIU : Mahasiswa diharapkan. proses fisiologi organ. berkaitan dengan fungsi ternak jantan sebagai pemacek. TIK :

glukosa darah melebihi 500 mg/dl, disertai : (b) Banyak kencing waktu 2 4 minggu)

PENGANTAR. Latar Belakang. Itik lokal di Indonesia merupakan plasma nutfah yang perlu dilestarikan dan

1. Informasi disampaikan oleh potensial aksi (imfuls) 2. Media sel syaraf itu sendiri 3. Bekerja cepat 4. Reseptor hanya pada membran sel

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang

BAB I PENDAHULUAN. Diabetes mellitus, merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh

Ciri-ciri Seks Sekunder pada Masa Remaja

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Proses-proses reproduksi berlangsung di bawah pengaturan NEURO-ENDOKRIN melalui mekanisme HORMONAL. HORMON : Substansi kimia yang disintesa oleh

I. PENDAHULUAN. Salah satu sumber energi utama yang diperlukan oleh tubuh manusia adalah

Pengukuran Laju Metabolisme Berdasarkan Konsumsi O2. Tujuan: Mengukur laju metabolisme berdasarkan konsumsi O2 102CO2 + 92H2O

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Ekstraksi dan Penapisan Fitokimia

Gb STRUKTUR FOSPOLIPID (Campbell, 1999:72)

Karakteristik Organisme Hidup. UNSYIAH Universitas Syiah Kuala 9/28/2016. Tema-tema dalam Mempelajari Kehidupan. Organisasi Biologi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

DIABETES MELLITUS I. DEFINISI DIABETES MELLITUS Diabetes mellitus merupakan gangguan metabolisme yang secara genetis dan klinis termasuk heterogen

Transkripsi:

BAGIAN 1 PENGANTAR ENDOKRINOLOGI UMUM Pada bagian ini, sesudah dipelajari diharapkan mahasiswa mampu mendiskripsikan dan menjelaskan tentang a. Sejarah Perkembangan Endokrinologi b. Pengertian dan fungsi umum Hormon c. Arti dan Macam Kelenjar Endokrin pada berbagai hewan Jangan melupakan sejarah demikianlah kata orang agar kita selalu menyadari bahwa segala yang tampak saat ini merupakan hasil dari sebuah proses perkembangan yang panjang. Oleh karena itu, pada awal pembahasan, ada baiknya pula kita menengok Sejarah Panjang Perkembangan Endokrinologi Endokrinologi terdiri dari dua kata yaitu endokrin dan logos. Logos berarti ilmu, sedangkan Endokrin berasal dari kata endo yang berarti dalam atau ke dalam dan krinein yang berarti sekresi. Kelenjar endokrin dengan demikian memiliki arti sebagai kelenjar yang memilii kegiatan sekresi sebuah substansi yang berguna secara interna (ke dalam) tubuh. Mendasarkan asal bahasa, maka endokrinologi memiliki arti sebagai ilmu yang mempelajari ruang lingkup kelenjar endokrin dalam tubuh, produk dan pengaruhnya dalam hubungannya dengan integrasi dan koordinasi fungsi alat tubuh. Pada beberapa dekade yang lalu, orang dibuat terheran-heran dan bertanya-tanya manakala mengetahui bagaimana seekor induk mamalia dapat mengeluarkan air susunya dengan lancer ketika menyusui anaknya dn atau 1

diperah oleh pemerah susu, lantas mengapa kita dapat berasa haus manakala kepanasan? mengapa pada wanita dewasa secara periodik selalu mengalami perdarahan dalam sebuah siklus tertentu? mengapa seekor induk sapi, demikian pula pada kuda, kambing, domba, rusa, harimau dan lain-lain, bersedia menerima jantan untuk kopulasi (kawin) hanya pada saat-saat tertentu saja?, Lalu bagaimana mungkin seorang yang masih berusia sangat muda memiliki tinggi badan yang lebih dari rata-rata tinggi orang dewasa umumnya? bagaimana seekor rusa jantan dapat memiliki keceptan pertumbuhan tanduk yang tinggi sehingga menjadi panjang dan besar, manakala ia sedang masa kawin? dan berbagai pertanyaan lain yang kalau kita deretkan akan membentuk deretan panjang pertanyaan-pertanyaan yang pada masa lalu menimbulkan kesulitan untuk memberik penjelasan yang baik. Namun kini orang tahu bahwa semua itu secara langsung maupun tidak, dikendalikan oleh adanya sistem pengaturan yang ada di dalam tubuh hewan. Pada dasarnya terdapat dua sistem pengaturan di dalam tubuh hewan yaitu pengaturan secara hormonal dan saraf. Kedua sistem pengaturan ini pada kenyataannya sering bekerja bersama-sama, ini dikenal dengan pengaturan neuroendokrin. Sejarah Perkembangan endokrinologi sebagai ilmu sebenarnya relatif baru dimulai dari catatan penelitian oleh Berthold (1849). Sejak itu sampai dengan sekitar 50 tahun kemudian tidak ada penemuan baru. Perkembangan cepat dimulai tahun 1910 dan gambaran dasar sistem endokrin pada avertebrata dan vertebrata secara lengkap diketahui tahun 1950. Sejak itulah penelitian mengenai kimia hormon banyak dilaksanakan dan saat ini penelitian sudah sampai pada tahap molekuler. Perkembangan Endokrinologi, seperti halnya dengan ilmu pengetahuan lain, melalui berbagai melalui tahapan-tahapan penelitian yang sederhana sampai dengan yang kompleks. Jauh sebelum pathofisiologi diketahui, penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan gejala-gejala umum dari disfungsi kelenjar endokrin. Pada awal abad 19, secara detil jaringan dan organ tubuh hewan 2

vertebrata telah diketahui tetapi fisiologinya belum. Penelitian selanjutnya mencatat hubungan klinis antara abnormalitas jaringan dan organ (misalnya athropi atau pembengkakan dll) dengan status fisiologi. Penelitian ini dilanjutkan dengan mencatat pengaruh penghilangan jaringan atau organ tertentu terhadap fungsi fisiologi. Tahap penelitian berikutnya adalah dengan mencoba transplantasi organ (replacement) atau penyuntikan ekstraknya untuk penggunaan terapi karena tiadanya organ yang bersangkutan. Kesuksesan pada tahap ini dilanjutkan dengan kegiatan pemurnian ekstrak untuk menentukan substansi yang diduga berperan dalam proses fisiologi tertentu. Pada masa kini dengan teknologi biologi (bioteknologi) dilakukan berbagai upaya untuk membuat hormon-hormon sintetik. Berikut beberapa tonggak-tonggak penelitian yang mengawali perkembangan endokrinologi : A. Berthold (1849) Mencatat jika (a). ayam dikastrasi maka jengger dan comnya tidak tumbuh, perilaku jantan terhambat. (b). ayam kastrasi di transplantasi dengan testes (dari burung yang sama atau berbeda), maka jengger akan tumbuh dan memperlihatkan perilaku jantan. (c). jika satu testes diambil maka testes yang tersisa akan membesar (compensatory hypertrophy). Kesimpulan yang dirumuskan oleh Berthold adalah testes mensekresikan suatu substansi yang ke dalam darah, selanjutnya menduga darah tersebut beraksi mempengaruhi perkembangan karakteristik hewan jantan. Substansi yang diduga oleh Berthold ini, saat ini dikenal sebagai testosteron yang pemurniannya (dalam bentuk kristal) dilakukan tahun 1935. B. Bayliss dan Starling (1902) pertama kali melaporkan adanya substansi yang disekresikan oleh mukosa usus halus yang merangsang sekresi getah pancreas (pancreatic juice). Penemuan ini mendukung pernyataan bahwa kontrol sekresi enzim pancreas dipengaruhi oleh faktor humoral disamping saraf. Cairan dari usus halus ini saat ini dikenal sebagai sekretin. Starling (1905) pertamakali mengenalkan istilah hormon (hormone dalam bahasa Yunani berarti membangkitkan aktifitas) bagi substansi pengatur tersebut. 3

C. Von Mering dan Mikowski (1889) pada anjing dengan metoda pembedahan, menunjukkan penghilangan pancreas akan menyebabkan munculnya gejala seperti diabetes mellitus pada manusia. Ini menunjukkan adanya ketidakserasian dalam metabolisme karbohidrat karena tidak berfungsinya pankreas. Banting dan Best (1922) pada penelitiannya menyimpulkan bahwa pulau-pulau langerhans paling bertanggung jawab dalam peran pengaturan metabolisme karbohidrat. Mereka menunjukkan peranan pulau-pulau langerhans melalui sekretnya dalam mengatur kadar glukosa darah. Hormon ini diberi nama insulin oleh Schaefer. D. Pada tahun 1962, Sutherland menemukan c AMP (cyclic adenosin 3,5 monophosphate) dalam material biologi. Diketahui kini, bahwa camp merupakan second messenger bagi aktifitas hormon dan sangat berperan di dalam proses-proses fisiologi seluler. E. Penemuan penting lain oleh Harris (1955) menunjukkan adanya kontrol aktifitas kelenjar pituitary (dikenal sebagai master gland) oleh faktor-faktor humoral yang berasal dari hipotalamus. Antara Hormon dan Bukan Hormon Secara umum produk kelenjar endokrin dikenal sebagai hormon. Perdefinisi hormon adalah (1) Zat kimia organik, (2) dibuat di sel atau kumpulan sel yang normal dan sehat, (3) langsung disekresikan masuk ke dalam darah dan dibawa ketempat pada suatu jarak dimana hormon tersebut bekerja atau target organ, (4) disekresikan dalam jumlah sedikit, (5) berfungsi untuk mengkoordinasikan fungsifungsi tubuh. Di dalam tubuh terdapat tiga jenis kelenjar yaitu (1) Kelenjar Eksokrin (sekresi lewat ductuli) (2) Kelenjar Endokrin (sekresi langsung ke dalam darah / Ductless Gland). Dan (3) Kelenjar Majemuk : Mis. Pancreas, endokrin (pulau langerhans dibagian sel menghasilkan hormon insulin yang mengontrol kadar gula darah), sebagai kelenjar eksokrin menghasilkan enzim pankreas). 4

Terdapat berbagai macam Kelenjar Endokrin sangat bervariasi tergantung pada jenis hewannya. Kelenjar endokrin pada vertebrata secara umum adalah sebagai berikut, Hipotalamus, Hipopisis,Thyroid, Parathyroid, Pancreas, Adrenal, Sel Tractus Gastro Intestinal (h. Gastrin), Gonad (ovarium dan Testis), Plasenta. Kelenjar pada avertebrata, misalnya serangga antara lain adalah protocerebrum, corpus allata, corpus cardiaca, dan prothorak. Pada crustacea, antara lain organ X, sinus gland, organ Y, kelenjar androgen, ovarium. 5