SUBMARGED ARC WELDING Pengertian (SAW) Submerged Arc Welding (SAW) merupakan salah satu jenis pengelasan busur listrik dengan memanaskan serta mencairkan benda kerja dan elektroda oleh busur listrik yang terletak diantara logam induk dan elektroda. Arus dan busur lelehan metal diselimuti (ditimbun) dengan butiran flux di atas daerah yang dilas.
Flux adalah campuran komposisi mineral yang berbentuk butiran. Berfungsi untuk melindungi metal yang mencair dari udara luar dengan menutupinya dengan slag yang sedang mencair. Flux yang digunakan dalam pengelasan SAW ini adalah yang mengandung oksida mangan, silikon, titanium, aluminium, kalsium, zirkonium, magnesium dan senyawa lain seperti kalsium florida.
Prinsip Pengelasan Prinsip pengelasan pada SAW ini hampir sama dengan pengelasan pada SMAW, perbedaannya adalah sebagai berikut : SAW Flux yang ada pada SAW berbentuk seperti pasir Pengelasan Otomatis Mernggunakan elektroda kontinu SMAW Elektrodanya diselaputi oleh Flux Pengelasan Manual Menggunakan elektroda consummable
Proses Proses pengelasan SAW ini tidak memerlukan tekanan. Logam pengisi (filler metal) dan flux akan dipasok secara mekanis terus menerus ke dalam busur lsitrik yang terbentuk diantara ujung filler elektroda dan metal induk yang ditimbun oleh flux selama proses pengelasan berlangsung.
1. Single Wire Metode SAW yang paling banyak digunakan. Sumber daya yang digunakan adalah DC. Elektroda yang digunakan berdiameter 2-4 mm. Gbr. Single Wire
2. Twin Wire Dua kawat terhubung pada power source yang sama (DC). Memiliki tingkat deposisi 30% lebih tinggi. Dapat digunakan pada arus dan kecepatan yang lebih tinggi. Kecepatan pengelasan yang sangat tinggi dapat dicapai dalam filler pengelasan. Gbr. Twin Wire
3. Tandem Dua kawat sub-busur yang sama masing - masing terhubung ke power source tersendiri. Dapat menggunakan power source DC maupun AC. Tingkat deposisi sekitar dua kali lipat dari satu kawat las. Gbr. Tandem
4. Tandem Twin Proses tandem-twin melibatkan dua kawat ganda yang ditempatkan secara bersamaan. Dapat menggunakan power source DC maupun AC. Tingkat deposisi hingga 38 kg/jam dapat dicapai. Gbr. Tandem Twin
5. Multi Wire Sampai dengan 6 kawat dapat digunakan secara bersama - sama, dengan power source tersendiri. Kawat untuk power source biasanya DC + polaritas dengan kabel pada akhiran menjadi AC. Kecepatan hingga 2,5 m/min, sehingga memiliki tingkat deposisi maksimum 90 kg /jam. Gbr. Multi Wire
Kelebihan SAW Sambungan dapat dipersiapkan dengan alur V yang dangkal, sehingga tidak terlalu banyak memerlukan logam pengisi, bahkan biasanya tidak diperlukan alur. Karena proses terjadi di bawah timbunan flux, maka tidak ada percikan logam (spatter) dan sinar busur yang keluar. Kecepatan pengelasan tinggi, sehingga baik untuk pengelasan pelat datar, silinder maupun pipa, bahkan baik sekali untuk pelapisan permukaan (surfacing). Dapat dihasilkan las dengan hidrogen rendah.
Kekurangan SAW Proses sedikit rumit, karena selain diperlukan flux dan penahan flux, juga diperlukan fixtures lainnya. Flux dapat mengkontaminasi, sehingga menyebabkan terjadinya keidataksempurnaan pengelasan. Untuk dapat menghasilkan lasan yang baik, logam induk harus homogen dan bebas dari scale maupun kontaminan - kontaminan lainnya. Untuk pengelasan berlapis banyak, yang memerlukan pembersihan terak yang baik, sering mengalami kesulitan. Bahan induk dengan ketebalan kurang dari 5 mm sulit dilas dengan proses ini, meskipun menggunakan backing.
SUBMARGED ARC WELDING (SAW) Pengaplikasian SAW Gbr. Pembuatan boiler pressure vessel.
SUBMARGED ARC WELDING (SAW) Pengaplikasian SAW Gbr. Bangunan Kapal
SUBMARGED ARC WELDING (SAW) Pengaplikasian SAW Gbr. Struktural
SUBMARGED ARC WELDING (SAW) Pengaplikasian SAW Gbr. Menara angin
Terima kasih