TUGAS AKHIR STUDI KEHANDALAN METER AIR

dokumen-dokumen yang mirip
OLEH: Loufzarahma Tritama Nazar NRP DOSEN PEMBIMBING: Ir. Eddy Setiadi Soedjono, Dipl.SE.,M.Sc., Ph.D

Studi Kehandalan Meter Air Reliability Study of Water Meter

BAB II LANDASAN TEORI

Studi Kehilangan Air Komersial (Studi Kasus: PDAM Kota Kendari Cabang Pohara)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III PERALATAN DAN PROSEDUR PENGUJIAN

BAB I PENDAHULUAN. hidup. Disamping kebutuhan manusia untuk mengonsumsi air sehari hari, air juga

Metodologi Penelitian

4.1. PENGUMPULAN DATA

BAB I PENDAHULUAN. Air Minum (PDAM). Air sangat berguna dalam kehidupan sehari hari bagi

METER GAS ROTARY PISTON DAN TURBIN

BAB I PENDAHULUAN Maksud Dan Tujuan 1. Maksud Untuk mewujudkan keseragaman dalam pelaksanaan kegiatan tera dan tera ulang meter air.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENGERJAAN

PENGELOLAAN SISTEM PIPA TRANSMISI DAN DISTRIBUSI PDAM DUA SUDARA KOTA BITUNG UNTUK MELANJUTKAN PELAYANAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

STRATEGI PDAM KOTA TOMOHON DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN AIR BERSIH

BAB III. METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PERENCANAAN PENINGKATAN PELAYANAN AIR BERSIH DI KECAMATAN TANJUNGPANADN KEBUPATEN BELITUNG

PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM DISTRIBUSI AIR MINUM KOTA BANGKALAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PEMBIMBING : Dr. Sri Poernomo Sari, ST., MT

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

METODE PENELITIAN. Air Jurusan Teknik Pertanian. Dan Lahan Parkir Jurusan Teknik Pertanian di

BAB I PENDAHULUAN. Sewon untuk diolah agar memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan sebelum

STRATEGI PENURUNAN KEBOCORAN DI SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH KOTA MATARAM

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Peran meteran air sangat penting dalam mengukur debit air yang di gunakan untuk konsumsi air masyarakat

BAB III METODE PENELITIAN

STUDI PENYUSUNAN PROGRAM PENYEHATAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KABUPATEN LAMONGAN

EVALUASI DAN PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM DISTRIBUSI AIR MINUM KOTA MOJOKERTO

BAB III DESKRIPSI ALAT UJI DAN PROSEDUR PENGUJIAN

FORM APL-02 ASESMEN MANDIRI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bahan Penelitian Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah air.

V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 TATA LETAK JARINGAN PIPA

STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM DI KECAMATAN TANGGULANGIN, KABUPATEN SIDOARJO, JAWA TIMUR

BAB III PEMBUATAN ALAT UJI DAN METODE PENGAMBILAN DATA

meter, kesalahan pencatatan angka meter, pemakaian yang tidak tercatat misalnya untuk pengurasan dan pemadam kebakaran.

Gambar 11 Sistem kalibrasi dengan satu sensor.

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 71 TAHUN 2016 PERHITUNGAN DAN PENETAPAN TARIF AIR MINUM

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS. Sebelum melakukan pengujian pada sistem Bottle Filler secara keseluruhan, dilakukan beberapa tahapan antara lain :

Analisis dan Rencana Pengembangan Jaringan Distribusi Air Bersih Unit Cabang Timur PDAM Kabupaten Klaten

Tugas Akhir RE

BAB I PENDAHULUAN. melalui PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). Untuk mengetahui volume air

Optimasi Jumlah Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya Berdasarkan Jenis Pelanggan dengan Metode Fuzzy Goal Programming

TUGAS AKHIR BIDANG KONVERSI ENERGI PERANCANGAN, PEMBUATAN DAN PENGUJIAN POMPA DENGAN PEMASANGAN TUNGGAL, SERI DAN PARALEL

PERENCANAAN ULANG SISTEM PLAMBING DI KM. MUSTHIKA KENCANA II

Peningkatan Pelayanan Penyediaan Air Minum Kota Blitar

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Peningkatan Pelayanan Penyediaan Air Minum Kota Blitar

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB V METER GAS ROTARY PISTON DAN TURBIN

Perencanaan pengembangan SPAM

BAB V ANALISA PEMBAHASAN

ANALISA KEBOCORAN PIPA PADA HYDRAULIC GATE BEAM SHEARING MACHINE di PT. INKA

BAB III METODE PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN PERHITUNGAN SERTA ANALISA

Analisis Perencanaan dan Pengembangan Jaringan Distribusi Air Bersih di PDAM Tulungagung

Perencanaan Pengembangan Sistem Distribusi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kedunguling Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur

BAB III ALAT PENGUJIAN

BAB IV DASAR PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH

Seminar Tugas Akhir. Mahasiswa: Monica Dewi Dosen Pembimbing: Ir. Eddy S. Soedjono, Dipl.SE., MSc., PhD. JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN (JTL)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i. ABSTRAK... iii. DAFTAR ISI iv. DAFTAR GAMBAR... ix. DAFTAR TABEL... xii. DAFTAR NOTASI... xiii

PERENCANAAN SISTEM PLAMBING DAN FIRE HYDRANT DI TOWER B APARTEMEN BERSUBSIDI PUNCAK PERMAI SURABAYA

PENILAIAN KRITERIA GREEN BUILDING PADA GEDUNG REKTORAT ITS

Aktivitas Penggunaan Lahan

BAB III METODE PENELITIAN

PENENTUAN TARIF AIR MINUM PDAM KOTA KUALA KAPUAS

BAB 5 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB III PERHITUNGAN PERALATAN PEMADAM KEBAKARAN 3.1 PERHITUNGAN JUMLAH HIDRAN, SPRINKLER DAN PEMADAM

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 2 (2017), ( X Print)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BADAN PENINGKATAN PENYELENGGARAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M D A N P E R U M A H A N R A K YAT

BAB 5 KESIMPULAN TERHADAP EVALUASI KINERJA PENYEDIA AIR BERSIH PERPIPAAN DI KOTA KECIL (SOREANG DAN BANJARAN)

FLUID CIRCUIT FRICTION EXPERIMENTAL APPARATUS BAB II

STANDAR KEBUTUHAN AIR DAN KOMPONEN UNIT SPAM I PUTU GUSTAVE S. P., ST., M.ENG

Rancang Bangun Sistem Kalibrasi Alat Ukur Tekanan Rendah

BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. 1. Evaluasi Pajak Pengambilan dan Pemanfataan Air Permukaan

DIREKTORAT JENDERAT PERDAGANGAN DALAM NEGERI

PERMASALAHAN ALIRAN AIR

III. METODOLOGI PENELITIAN. berdasarkan prosedur yang telah di rencanakan sebelumnya. Dalam pengambilan data

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG PEDOMAN TEKNIS DAN TATA CARA PENGATURAN TARIF AIR MINUM PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM

Analisa Pengaruh Variasi Volume Tabung Udara Dan Variasi Beban Katup Limbah Terhadap Performa Pompa Hidram

BAB I PENDAHULUAN. Sumber air merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan

Rekomendasi Upaya Pengendalian Kehilangan Air

BAB 3 PERALATAN DAN PROSEDUR PENELITIAN

Perancangan Sistem Pencatat Data Penggunaan Air PAM Berbasis Mikrokontroller dan Radio Frekuensi

1.1 Latar Belakang 1

RANGKAIAN POMPA (POM)

TUGAS AKHIR BIDANG STUDI KONVERSI ENERGI

BAB II EKSPLORASI ISU BISNIS

TUGAS AKHIR RANCANG BAGUN SISTEM HIDROLIK PADA ALAT FRICTION WELDING DENGAN BENDA UJI AISI 1045

BAB 3. Metode Perancangan Produk

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB III PEMBUATAN ALAT UJI DAN METODE PENGAMBILAN DATA

Transkripsi:

TUGAS AKHIR STUDI KEHANDALAN METER AIR Oleh : Nasta Rofika/3308100113 Dosen Pembimbing: Ir. Eddy S. Soedjono, Dipl.SE, M.Sc, PhD TEKNIK LINGKUNGAN-FTSP INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

LATAR BELAKANG Tingkat kehilangan air minimum 20% (IWA) PP No. 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, untuk menjamin keakurasian, meter air wajib ditera/kalibrasi secara berkala oleh instansi yang berwenang. Tingkat kehilangan air masih 28,5% Tidak adanya pengelolaan meter air yang baik. Tidak adanya peneraan secara berkala oleh perusahaan air minum. Adanya kerugian yang diderita pelanggan karena meter air yang memiliki sensitifitas terlampau tinggi. Adanya penelitian tentang kehandalan meter air berdasarkan SNI 2418.3:2009 dan 2547:2008

RUANG LINGKUP Lokasi studi yang diambil adalah PDAM X. Masalah yang dibahasi adalah bagaimana memilih meter air pelanggan yang baik melalui pengujian kehandalan meter air. Meter yang akan diuji terdiri dari 3 merk meter air pelanggan yang telah terpakai di PDAM X Usia meter air yang akan digunakan yaitu 0,3, dan 6 tahun untuk meter merk A. usia 0 dan >9 tahun untuk meter air merk B dan C. Ukuran meter air ½ dim atau ¾

TUJUAN Spesifikasi dan jenis meter air pelanggan dengan aturan yang berlaku Hasil uji kehilangan tekanan pada berbagai jenis meter air Hasil uji akurasi pada berbagai jenis meter air Hasil uji pengaruh debit rendah (starting flow) pada berbagai jenis meter air Pengaruh usia terhadap tingkat kehandalan meter air Pengaruh spesifikas terhadap tingkat kehandalan meter air

MANFAAT Manfaat yang dapat diambil setelah penelitian ini yaitu mendapatkan informasi mengenai spesifikasi kemampuan masing-masing jenis meter air dengan menggunakan metode pengujian menyeluruh. Penelitian ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak manajemen perusahaan. Sebagai gambaran evaluasi bagi perusahaan dalam memilih meter air yang efektif. Sehingga, menurunkan tingkat kehilangan air dan meningkatkan pendapatan melalui pemilihan meter air pelanggan yang baik.

TINJAUAN PUSTAKA 1. Pengertian Meter Air Alat untuk mengukur banyaknya aliran air secara terus menerus melalui sistem kerja peralatan yang dilengkapi dengan unit sensor, unit penghitung, dan unit indikator pengukur untuk menyatakan volume air yang lewat. Sedangkan badan meter air merupakan bagian utama yang ditengahnya merupakan ruang untuk menempatkan alat hitung dan mempunyai saluran masuk dan saluran keluar pada sisi yang berlawanan. (SNI 2547:2008)

Komponen Meter Air Rumah Meter Air Badan Meter Air Kepala Meter Air Tutup Meter Air Katup Meter Air Rib Inner Rumah Katup Katup Pintu Poros Katup Debit 3. Peranan Meter Air Meter air memastikan kepada pelanggan mengenai biaya yang dikenakan sesuai dengan proporsi air yang dikonsumsi. Sistem untuk menunjukkan proses akuntabilitas. Meter air bersifat adil pada setiap pelanggan karena mempu merekam setiap penggunaan air tertentu. Meter air mampu mendorong pelanggan untuk melakukan penghematan air terutama jika dibandingkan dengan tingkat tarif. Sistem utilitas yang mampu memantau volume air yang keluar. Mater air membentu dalam deteksi kebocoran dan pipa yang yang patah dalam distribusi air minum. (Zane,2004).

4. Kapasitas Meter Air Kemampuan Ukur Maksimum (Qmaks) Kemampuan Ukur Nominal(Qn) Batas Peralihan (Qt) Kemampuan Ukur Minimum (Qmin) Kepekaan (Starting Flow) Batas Lingkup Beban Kesalahan Maksimum yang Diizinkan Kehilangan Tekanan 5. Klasifikasi Meter Air Jenis meter air berdasarkan pemakaian alat hitung. Jenis meter air berdasarkan sistem pengaliran, Jenis meter air masuknya air ke lubang/pori sebagai penggerak turbin. Jenis meter air berdasarkan konstruksinya

6. Meter Air Untuk Kebutuhan Domestik Displacement Water Meter Velocity Positive Water Meter Compound Water Meter Fire Line Water Meter

4. Kriteria Kehandalan Rasio Debit atau Q2/Q1= (1,5) ; (2,5) ; (4) ; (6,3) selama Q3/Q2 > 5 H meter : < 0,25 bar Akurasi Meter air : Qmin-Qt : ±5% Qt-Qn t=<30 o C : < 3% Qt-Qn t=>30 o C : 3% Starting Flow : Putaran jarum meter air dan nilai % error yang rendah.

METODOLOGI PENELITIAN KONDISI IDEAL: Tingkat kehilangan air minimum 20% (International Water Association). Untuk menjamin keakurasian, meter air air wajib ditera/kalibrasi secara berkala oleh instansi yang berwenang (PP No. 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyaluran Air Minum). GAP KONDISI EKSISTING: 1. Tingkat kehilangan air bulan Mei 2012 di PDAM X 34% 2. Tidak adanya pengelolaan meter air yang baik. (Sirkulasi pengadaan,perawatan). Masih terdapat meter air di lapangan yang usianya > 5 tahun. 3. Tidak adanya SDM memadai yang khusus menangani permasalahan meter air. 4. Tidak Adanya pemilihan meter air yang efektif dan efisien dari berbagai spesifikasi yang ada. Hanya mempertimbangkan aspek harga. 5. Tidak adanya kalibrasi meter air secara berkala. 6. Masih maraknya kriminalitas air terutama melalui meter air sehingga kerugian pada PDAM. 7. Adanya kerugian yang diderita pelanggan karena meter air yang memiliki sensitifitas terlampau tinggi. IDENTIFIKASI MASALAH: Terjadinya tingkat pendapatan yang kurang stabil akibat kehilangan air yang disebabkan daya dukung meter air yang kurang memadai IDE STUDI STUDI LITERATUR: Distribusi Air Bersih Merk Meter Air Metode Pengujian Meter Air PENGUMPULAN DATA SEKUNDER: Jenis meter air sebagai variabel Usia pakai meter air yang terpakai 0 tahun Debit pengujian 0,46 L/menit, 0,7 L/menit, 3,5 L/menit RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana spesifikasi dan jenis meter air pelanggan yang terpakai dengan spesifikasi meter air sesuai dengan aturan yang berlaku? 2. Bagaimana hasil uji kehilangan tekanan pada berbagai jenis meter air? 3. Bagaimana hasil uji akurasi pada berbagai jenis meter air? 4. Bagaimana hasil uji pengaruh debit rendah (starting flow) pada berbagai jenis meter air? 5. Bagaimana pengaruh usia terhadap tingkat kehandalan meter air? 6. Bagaimana tingkat kehandalan masing-masing jenis meter air ditinjau dari segi jenis meter? MANFAAT: Mendapatkan informasi mengenai spesifikasi kemampuan masing-masing jenis meter air yang terpakai di PDAM X. Bermanfaat bagi pihak manajemen perusahaan sebagai gambaran evaluasi bagi perusahaan dalam memilih meter air yang efektif untuk menurunkan tingkat kehilangan air dan meningkatkan pendapatan melalui pemilihan meter air pelanggan yang baik. TUJUAN: 1. Untuk mengetahui spesifikasi dan jenis meter air pelanggan yang terpakai dengan spesifikasi meter air sesuai dengan aturan yang berlaku. 2. Untuk mengetahui hasil uji kehilangan tekanan pada berbagai jenis meter air. 3. Untuk mengetahui hasil uji akurasi pada berbagai jenis meter air. 4. Untuk mengetahui hasil uji pengaruh debit rendah (starting flow) pada berbagai jenis meter air. 5. Untuk mengetahui tingkat kehandalan masing-masing jenis meter air ditinjau dari jenis meter air. 6. Untuk mengetahui pengaruh usia terhadap tingkat kehandalan meter air A B

A SURVEY PENDAHULUAN PERSIAPAN ALAT DAN PERANCANGAN SISTEM B METODOLOGI PENELITIAN Uji Kehilangan Tekanan KALIBRASI METER AIR REFERENCE/TEST BENCH dan KALIBRASI NERACA PENGUJIAN SISTEM UJI KEHILANGAN TEKANAN PENGUJIAN SISTEM UJI AKURASI METER AIR PENGUJIAN SISTEM UJI STARTING FLOW PENGUMPULAN DATA PRIMER: Setiap variabel yaitu 1 jenis meter air dengan 1 variabel usia pakai meter masing-masing dilakukan 3 pengujian Uji Akurasi Meter Air SALAH SALAH SALAH Uji Starting Flow Kriteria Penerimaan 1. Pengujian Kehilangan Tekanan Kehilangan Tekanan yang dihasilkan <0,25 bar 2. Pengujian Akurasi Qmin-Qt : ±5% Qt-Qn t=<30 o C : < 3% Qt-Qn t=>30 o C : 3% 3. Pengujian Starting Flow Putaran jarum meter air dan nilai % error yang rendah. ANALISIS DAN PEMBAHASAN DATA: Microsoft Excel PENYUSUNAN LAPORAN KESIMPULAN DAN SARAN

VARIABEL PENELITIAN Variabel Penelitian Debit Q 1 : 27,6 L/jam = 0.46 L/menit (Q min rata-rata meter air) Q 2 : 1,5 x Q 1 = 1,5 x 0,46 L/menit =0,7 L/menit (SNI 2547:2008 Hal. 12) Q 3 : 5 x Q 2 = 5 x 0,7 L/menit = 3,3 L/menit Variabel Penelitian Usia Meter Air (Tahun) Jenis Meter Air (Unit) A B C 0 5 3 3 3 5 - - 6 5 - - 9-5 5 Jumlah Meter 15 10 10 Flow Meter Meter Pelanggan Meter Reference Pressure Gauge

HASIL DAN PEMBAHASAN Kalibrasi Alat Ukur Kalibrasi Meter Reference Debit (L/detik) Mraw Mrak Vol. Air Ref. (m 3 ) Vol. Air Ref. (Liter) Berat Air (Kg=Liter) Selisih Standar Deviasi Penyimpangan (Selisih/Berat) 0.7 3.98524 3.98623 0.00099 0.99 1 0.01 0.0071 0.010 3.98623 3.98723 0.001 1 1.01 1.0E-02 0.0071 0.010 3.98723 3.98823 0.001 1 1.01 1.0E-02 0.0071 0.010 0.01 0.0071 1% 0.46 3.99637 3.99732 0.00095 0.95 0.99 0.04 0.0283 0.040 3.99732 3.99825 0.00093 0.93 0.99 6.0E-02 0.0424 0.061 4.00046 4.00137 0.00091 0.91 0.97 6.0E-02 0.0424 0.062 0.053333 0.0377 5% 3.5 4.00572 4.00673 0.00101 1.01 1.04 0.03 0.0212 0.029 4.00673 4.00773 0.001 1 1.04 4.0E-02 0.0283 0.038 4.0087 4.0097 0.001 1 1.03 3.0E-02 0.0212 0.029 0.033333 0.0236 3% Kalibrasi Manometer Manometer Tekanan pd 75 cmhg (1 bar) Selisih Tekanan % Error 1 1.219 0.219 21.88707 2 0.993-0.007 0.688972 3 0.998-0.002-0.2 4 0.943-0.057 5.749455 Kalibrasi Neraca Anak Timbangan (gram) Berat Yang Terbaca (gram) % Error 100 105 5 250 240 4 500 515 3 1000 1015 1.5 2000 2010 0.5 Rata-rata 2.8

Analisis Kehilangan Tekanan Perhitungan: Hasil Perhitungan H pipa: Kehilangan Tekanan Debit Satuan 3.5 0.7 0.46 L/menit 5.83x10-5 1.17 x10-5 7.67 x10-6 m3/deti k Mayor Loses 2.62x10-8 1.335x10-9 6.14x10-10 meter Minor Loses Short Radius Elbow 0.004754 0.000190 0.000082 meter Sambungan T 0.021130 0.000845 0.000365 meter Ball Valve 0.017608 0.000704 0.000304 meter Reducer 0.000352 0.000014 0.000006 meter Total H pipa 0.043845 0.001754 0.000757 meter 0.004384 0.000175 0.000076 bar Meter Air A Meter Air Usia Kehilangan Tekanan 0.46 0.7 3.5 (bar) 0 0.174 0.191 0.222 3 0.193 0.213 0.242 6 0.185 0.202 0.238 Usia Kehilangan Tekanan 0.46 0.7 3.5 (bar) B 0 0.165 0.181 0.215 Meter Air 9 0.185 0.193 0.212 Usia Kehilangan Tekanan 0.46 0.7 3.5 (bar) C 0 0.146 0.174 0.202 9 0.164 0.178 0.211

Meter air A Meter air B Meter air C

Analisis Akurasi dan Starting Flow Perhitungan Penyimpangan: Akurasi Meter Air Usia 0.46 0.7 3.5 % Starting Flow A 0 8.87 8.57 4.69-28.38 3-8.47 4.59 6.18-46.01 6-9.73-9.70-13.41-89.21 B 0-3.80-2.50-0.87-90.84 9-51.24-43.08 5.24-93.01 C 0-3.11 2.52 6.03-50.85 9-50.15-32.96 10.71-89.97

Meter air A 0 tahun Meter air A 6 tahun Meter air A 3 tahun

Meter air B 0 tahun Meter air C 0 tahun Meter air B 9 tahun Meter air C 9 tahun

Prosentase Starting Flow

Analisis Kehandalan Bobot Kriteria Kriteria Prosentase (%) Akurasi 33 H meter 33 Sensitivitas 33 Deviasi Skor % Error Akurasi Skor 1d <5 3.33 Error >5 1.666 Deviasi % Error Akurasi Skor 1d <3 3.33 Error >3 1.666 Deviasi Kehilangan Tekanan Skor 1d 0.25 3.33 Error >0.25 1.666 Deviasi % Error Sensitivitas Skor 1d -25 10 2d -50 6.66 3d -75 3.33 Error 1 Hasil Perhitungan Kehandalan Meter Air A B C Usia Skor Kehandalan 0 7.15 3 7.14 6 5.27 0 6.92 9 5.27 0 7.14 9 5.27

KESIMPULAN Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa meter air yang mendapatkan nilai mendekati kriteria handal atau 70% dari 9,9 dihasilkan oleh meter air jenis A sebesar 7,15. Sedangkan meter air jenis B dan C masing-masing sebesar 6,92 dan 7,14. Masing-masing meter air memiliki kelebihan masing-masing. Meter air A memiliki kelebihan dari segi sensitivitas yang tinggi. Namun, akurasi cenderung positif. sedangkan meter air merk B memiliki akurasi yang memenuhi SNI, meskipun cenderung negatif. Namun, memiliki sensitivitas yang sangat rendah. Meter air jenis C, memiliki nilai kehilangan tekanan yang minimum. Sensitivitas dan akurasi relatif berada diantasa meter air jenis A dan B.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH WASSALAM