Modul ke: 06 Islamiah Fakultas FEB ETIKA PERUSAHAAN TERHADAP STAKEHOLDER Etika Terhadap Konsumen Kamil, SE., M.Ak Program Studi Akuntansi
Etika terhadap Konsumen Pelanggan bukanlah musuh perusahaan dan malah menjadi penentu keberhasilan perusahaan. Initos konsumen adalah raja dalam batas-batas tertentu harus diterima perusahaan. Konsumen atau pelanggan adalah pembeli produk perusahaan dan karenanya dibantu dan dikurangi. Pihak perusahaan atau siapapun dapat membentuk dan mempengaruhi perilaku konsurnen, tetapi melakukannya dalam upaya membantu pelanggan membeli secara bijaksana.
Perusahaan harus bertanggung jawab dalam hal-hal berikut: (1) Memberikan suatu produk atau jasa dengan kualitas terbaik sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. (2) Memberikan perlakuan yang adil (tidak diskriininatif) dalam setiap transaksi, termasuk ganti rugi bilamana pelanggan dirugikan oleh perusahaan. (3) Memelihara dan memajukan kepedulian akan kesehatan dan lingkungan konsumen secara sehat dengan menawarkan produk yang sehat dan bermanfaat.
(4) Dalam hal melakukan promosi produk perusahaan harus mencerininkan sikap tanggap dan hormat pada martabat konsumen sebagai manusia. (5) Menghormati integritas kultur yang berlaku pada din (perilaku) konsumen yang menjadi pelanggan perusahaan. Selain itu konsumen harus diberikan pendidikan melalui pendidikan, konsumen dapat diajarkan bagaimana mendeteksi adanya penipuan dan penyalahgunaan lain serta dibuat dalam akan obat yang ada dan peluang memperbaikinya program pendidikan kepada pelanggan harus didasarkan pada penelitian terhadap motivasi dan prilaku bila program tersebut diharapkan relevan dengan dunia nyata kehidupan konsumen.
Untuk menjainin kesejahteraannya, pelaku usaha harus menggunakan dasar persaingan usaha bebas (Free Enterprise Economy) yang menjainin hak konsumen manapun untuk membuat pilihan yang terinformasi dan tidak terbentuk dan suatu konsumen alternatif. Banyak orang mungkin akan terkejut ketika mengetahui bahwa ada beberapa undang-undang yang melindungi konsumen sebelum tahun 1960- an sesungguhnya, pada akhir ahad yang lalu, para konsumen tidak berhak nenuntut seorang pengusaha karena barang yang rusak/cacat.
Undang-undang konsumen nyata yang mulai berlaku pada awal abad ke-2() i dalam Mc Pherson v. General Motor, seorang konsumen diberi ik menuntut pengusaha mobil karena kendaraan yang cacatfrusak. waktu itu, satu-satunya jalan bagi pernilik mobil adalah mendatangi ing menjual kendaraan kepadanya.
Etika Perusahaan terhadap Pegawai (Karyawan) Karyawan adalah aset yang sangat penting dalam organisasi. Kedudukan karyawan dalam perusahaan adalah sebagai sumber daya yang tidak dapat diganti oleh faktor produksi Lainnya. Karyawan yang sudah terikat bekerja pada suatu organisasi harus dibina agar dapat menjalin hubungan dengan pelanggan perusahaan.
Dengan demikian organisasi/perusahaan dapat menyelenggarakan fungsi pembelajarannya. Salah satu learning organization adalah empati dalam arti bahwa selurub organisasi idealnya meiniliki sense of ethics kuat dalam hubungan dengan sesama karyawan dan pelanggan. Hal ini akan memastikan budaya organisasi tumbuh dan berkembang dalam koridor bisnis yang etis. Organisasi meiniliki banyak kewajiban etis terhadap para pegawai mereka. Beberapa diantaranya meliputi hak atas privacy, hak untuk tidak dipecat tanpa sebab, hak atas perlindungan dan perlakuan yang adil, dan hak kebebasan untuk berbicara.
Etika Perusahaan terhadap Masyarakat Urnum Masyarakat (komunitas) umum harus menjadi pertimbangan dalam setiap rumusan kebijakan perusahaan. Sebuah perusahaan baru dianggap berrnakna, bilamana mampu memberikan manfaat balk jangka pendek maupun jangka panjang kepada masyarakat.
Terima Kasih Islamiah Kamil, SE., M.Ak