BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan membandingkan hasil transformasi hujan-debit dan GR2M dengan debit lapangan untuk mendapatkan susunan terbaik dan metode transformasi hujan-debit yang lebih baik antara dan GR2M di DAS Dengkeng. 3.2. Data Dalam melakukan penelitian, beberapa data yang diperlukan berupa: a. Data hujan Stasiun Deles (Sta.14d), Stasiun Gantiwarno (Sta.44a) dan Stasiun Weru (Sta.97) pada tahun 2005-2014 yang diperoleh dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Bengawan Solo. b. Peta DAS Dengkeng yang diperoleh dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Bengawan Solo. c. Data klimatologi hasil pengamatan stasiun klimatologi Waduk Cengklik tahun 2005 2014 yang diperoleh dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Bengawan Solo. d. Data debit lapangan hasil pengamatan pos duga air Jarum tahun 2005 2014 yang diperoleh dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Bengawan Solo. 3.3. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini berada di DAS Dengkeng yang merupakan bagian dari wilayah DAS Bengawan Solo. Secara astronomis letak DAS Dengkeng berata diantara 7 44 1,72 LS 110 45 25,85 BT. Pemilihan lokasi ini didasarkan atas pertimbangan DAS tersebut memiliki data hujan, data klimatologi dan data debit lapangan sserta DAS tersebut belum pernah diteliti dengan dan GR2M. 24
25 Gambar 3.1. Lokasi Penelitian (Sumber : Balai PSDA Bengawan Solo) Pos Hujan Deles Pos Hujan Gantiwarno AWLR Jarum Pos Hujan Weru Gambar 3.2. Peta DAS Sungai Dengkeng (Sumber : Balai PSDA Bengawan Solo)
26 3.4. Alat yang Digunakan Dalam analisis data, peneliti menggunakan alat berupa perangkat lunak sebagai berikut : 1. Cropwat ver 8.0 untuk mengolah data klimatologi. 2. Arc MAP ver 9.1 untuk digitasi peta DAS Dengkeng dan stasiun hujan. 3. AutoCAD untuk membuat poligon Thiessen. 4. Microsoft Office Excel untuk mengolah data hidrologi dan melakukan transformasi hujan-debit. 5. Microsoft Office Word untuk menyusun laporan skripsi. 3.5. Tahapan Penelitian 3.5.1. Pengumpulan Data 1. Mengumpulkan data hujan Stasiun Hujan Deles, Stasiun Hujan Gantiwarno dan Stasiun Hujan Weru pada tahun 2005-2014 yang diperoleh dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Bengawan Solo. 2. Mengumpulkan peta DAS Dengkeng yang diperoleh dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Bengawan Solo. 3. Mengumpulkan data klimatologi hasil pengamatan stasiun klimatologi Waduk Cengklik tahun 2005 2014 yang diperoleh dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Bengawan Solo. 4. Mengumpulkan data debit lapangan pos duga air Jarum tahun 2005 2014 yang diperoleh dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Bengawan Solo. 3.5.2. Uji Konsistensi Data Hujan 1. Mempersiapkan data hujan Stasiun Hujan Deles, Stasiun Hujan Gantiwarno dan Stasiun Hujan Weru pada tahun 2005-2014. 2. Mengisi data hujan yang hilang bila ada. 3. Mencari data hujan tahunan. 4. Menguji konsistensi data hujan tahunan, apabila data belum konsisten data dikoreksi ulang menggunakan metode kurva massa ganda menggunakan program Ms.Excel.
27 3.5.3. Perhitungan Hujan Wilayah 1. Mempersiapkan peta DAS Dengkeng. 2. Mempersiapkan data hujan Stasiun Hujan Deles, Stasiun Hujan Gantiwarno dan Stasiun Hujan Weru pada tahun 2005-2014 yang sudah konsisten. 3. Melakukan plotting stasiun hujan dan stasiun debit ke dalam peta DAS Dengkeng mengunakan program Arc MAP ver 9.1. 4. Mengolah data peta DAS Dengkeng untuk mencari koefisien Thiessen menggunakan program AutoCAD. 5. Menghitung hujan bulanan wilayah dengan metode Thiessen menggunakan program Ms.Excel. 3.5.4. Perhitungan Evapotranspirasi 1. Mempersiapkan data klimatologi hasil pengamatan stasiun klimatologi Waduk Cengklik tahun 2005 2014 yaitu berupa data temperatur ( o C), kelembaban udara (%), kecepatan angin (km/hari), lama penyinaran matahari (jam), letak lintang ( o ), letak bujur ( o ) dan ketinggian dari permukaan air laut. 2. Memasukkan data klimatologi sebagai input pada program Cropwat ver 8.0 daily Eto Penman Monteith untuk mendapatkan nilai evapotranspirasi. 3.5.5. Transformasi Hujan Debit GR2M 1. Mempersiapkan data hasil perhitungan curah hujan bulanan wilayah tahun 2005-2014. 2. Mempersiapkan data hasil perhitungan evapotranspirasi tahun 2005-2014. 3. Mempersiapkan data debit lapangan pos duga air Jarum tahun 2005 2014. 4. Menghitung transformasi hujan-debit GR2M menggunakan program Ms.Excel. 3.5.6. Transformasi Hujan Debit 1. Mempersiapkan data hasil perhitungan curah hujan bulanan wilayah tahun 2005-2014. 2. Mempersiapkan data hasil perhitungan evapotranspirasi tahun 2005-2014. 3. Mempersiapkan data debit lapangan pos duga air Jarum tahun 2005 2014. 4. Menghitung transformasi hujan-debit dengan dengan 1-5 tangki.
28 3.5.7. Uji Korelasi Debit dan GR2M dengan Debit Lapangan 1. Mempersiapkan data debit lapangan pos duga air Jarum tahun 2005 2014. 2. Mempersiapkan data hasil perhitungan transformasi hujan-debit GR2M. 3. Menyiapkan data hasil perhitungan transformasi hujan-debit dengan 1 5 tangki. 4. Melakukan uji korelasi hasil perhitungan transformasi hujan-debit dengan debit lapangan menggunakan Ms.Excel untuk mendapatkan susunan tangki yang terbaik. 5. Melakukan uji korelasi hasil perhitungan transformasi hujan-debit dan GR2M dengan debit lapangan menggunakan Ms.Excel untuk mendapatkan metode transformasi hujan-debit yang lebih baik antara dan GR2M.
29 3.6. Diagram Alir Penelitian Mulai Data Curah Hujan Peta DAS Dengkeng Data Klimatologi Data Debit Lapangan Uji konsistensi data hujan Data Dikoreksi Tidak Kurva Massa Ganda (linier) Evapotranspirasi Penman Monteith (program Cropwat 8.0) Ya Curah Hujan Wilayah (Polygon Thiessen) Transformasi Hujan-Debit Metode Transformasi Hujan-Debit GR2M 1 2 3 4 5 Model 1 Model 2 Model 3 Model 4 Model 5 Debit GR2M Uji Korelasi Debit GR2M dan dengan Debit Lapangan (R ~ 1) Selesai Gambar 3.3 Diagram Alir Penelitian