EXERCISE WORKBOOK MI /2012#07

dokumen-dokumen yang mirip
24/09/2017 PERULANGAN

Pemrograman Fery Updi,M.Kom

Dasar Pemrograman. Kondisi dan Perulangan. By : Hendri Sopryadi, S.Kom, M.T.I

Rekursif/ Iterasi/ Pengulangan

MODUL 2 STRUKTUR KONTROL

Struktur Kontrol. Gambar 1: Flowchart Statement If

BAB 6. Struktur Kontrol

Pertemuan 3 Struktur Perulangan pada Java

BAB 6. Struktur Kontrol

Tipe if : If tanpa else (if) If dengan else (if-else) Nested if

Algoritma Perulangan. Kuliah algoritma dan pemrograman

Selection, Looping, Branching

24/09/2017 PERCABANGAN

Pemrograman Fery Updi,M.Kom

Struktur Kontrol. Contoh, Akan tercetak x is 100 jika nilai yang disimpan pada variable x adalah 100:

1. SEJARAH JAVA 2. STRUKTUR KONTROL

MODUL. Perulangan (Looping) Modul Praktikum C++ Pemrograman Dasar. Semester Genap 2017/2018

PENGULANGAN. pencacah harus bertipe integer atau karakter pernyataan adalah satu atau lebih instruksi yang. Pernyataan

BAB V. STATEMEN KONTROL

Algoritma dan Pemrograman. Loop control structures: WHILE. Loop control structures: WHILE Perhatikan potongan program berikut: 12/29/2011

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Modul Praktikum Bahasa Pemrograman 1

LOOPING. Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom

6 Maret Structure of Java [Penyeleksian Kondisi]

int i = 0; while (i < 10) { System.out.println( Informatika Unpas ); i++; }

Algoritma dan Pemrograman. Pertemuan Ke-9 Statement Pengulangan 2

Konstruksi Dasar Algoritma

Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu :

Algoritma dan Pemrograman. Pertemuan Ke-8 Statement Pengulangan 1

PERULANGAN Pengampu : Agus Priyanto, M.Kom

Struktur Perulangan Ema Utami STMIK AMIKOM Yogyakarta

STRUKTUR DASAR ALGORITMA

Praktikum Dasar Pemrograman

Pemrograman Dasar R E P E T I T I O N

ALGORITMA TUGAS 2 RESUME ALGORITMA PERCABANGAN DAN ALGORITMA PERULANGAN. Disusun Oleh : Sakina Mawardah Teknik Informatika. Dosen : Asep M. Yusuf, S.

PERULANGAN Pengampu : Agus Priyanto, M.Kom

Algoritma Pemrograman 2B (Pemrograman C++)

DASAR PEMROGRAMAN. Institut Teknologi Sumatera

MODUL PRAKTIKUM PERCABANGAN DAN PENGULANGAN

ALGORITMA PERULANGAN

BAB V PERULANGAN. for ( inisialisasi; syarat pengulangan; pengubah nilai pencacah )

Struktur Kontrol Perulangan (Loop) Algoritme dan Pemrograman. Struktur Kontrol Perulangan: while. Struktur Kontrol Perulangan: while

PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR D3MI 2016

Percabangan & Perulangan

Chapter 5. Struktur Kontrol Perulangan

I. KATA PENGANTAR. Modul Algoritma Pemrograman. Modul Ke-4 - Hal 1

OPERATOR DAN STATEMEN I/O

TUGAS PEMROGRAMAN DASAR PENGULANGAN WHILE

Algoritma dan Pemrograman Tahar Agastani Teknik Informatika UIN

Struktur Pengulangan

PERTEMUAN 5 PENGEMBANGAN PSEUDOCODE STRUKTUR KONTROL PENGULANGAN

V. PENGULANGAN. while (kondisi) { Pernyataan ; } Copyright PIK Unsri Agustus 2006

PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK. Pengulangan. Budhi Irawan, S.Si, M.T

PERTEMUAN 9-11 STATEMENT

MODUL V PERULANGAN. Perulangan digunakan untuk menjalankan satu atau lebih perintah secara berulang selama kondisi tertentu.

Pertemuan 9: BRANCHING/PERCABANGAN dalam C LOOPING/PERULANGAN/ITERASI dalam C

PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE II

3. Struktur Perulangan dalam Bahasa C++

Tujuan : A. Percabangan Percabangan di dalam Java terdapat 2 macam, yaitu dengan memakai if dan switch.

Perulangan Muh. Izzuddin Mahali, M.Cs. Pertemuan 3. Algoritma dan Struktur Data. PT. Elektronika FT UNY

PERULANGAN P E N G A N TA R P R O G R A M S T U D I. Institut Teknologi Sumatera

PARADIGMA VOL. IX. NO. 3, AGUSTUS 2007

Bab 4 Perintah Perulangan

Perulangan, Percabangan, dan Studi Kasus

BAHASA PEMROGRAMAN JAVA PUTU INDAH CIPTAYANI JURUSAN SISTEM INFORMASI STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Algoritma & Pemrograman

BAB V STRUKTUR PENGULANGAN

DPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

MODUL 5 PERULANGAN (LOOPING)

IF PEMROGRAMAN LANJUT PERULANGAN. Oleh : Andri Heryandi, M.T.

3. Struktur Perulangan dalam C++

PERTEMUAN 2 ARRAY, PERCABANGAN, DAN PERULANGAN

PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE II

BAB VI. STATEMENT CONTROL

Algoritma & Pemrograman #5

Modul Praktikum 3 Pemograman Berorientasi Objek

STRUKTUR DASAR ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Bab 3. Decision 1 (Pengambilan Keputusan)

Pertemuan 06. Dasar Pemrograman Komputer [TKL-4002] 2010

MODUL 6 STRUKTUR KONDISI (PERULANGAN)

MATERI IV ARRAY. Materi Praktikum Pemograman Bahasa C++ dengan menggunakan variabel Array

2.4. Struktur Branching

Perulangan (Looping)

P R E T R EM N 5 STRUKTUR LOOPING

PERULANGAN (LOOP) PERNYATAAN WHILE

MODUL 6 PERULANGAN. A. String. 1. Instansiasi dan Inisialisasi. M0601xxyyy.jar

Algoritme dan Pemrograman

{Pertemuan 4 Struktur Kondisi IF}

PENGULANGAN Bagian 1 : Notasi. Tim Pengajar KU1071 Sem

Pemrograman Berorientasi Objek. Beni Suranto, S.T.

Pertemuan 4 Perulangan

OPERASI LOGIKA PADA GENERAL TREE MENGGUNAKAN FUNGSI REKURSIF

Pertemuan2 Percabangan & Perulangan pada Python

BAB 5. Kondisional Perulangan. Materi. Pengenalan Perulangan Perulangan For Perulangan While Perulangan dengan menggunakan Kondisional If

For pencacah awal to akhir do For pencacah akhir downto awal do Aksi endfor

Soal hari Jumat (16/10) Latihan 10 MS

Pengumuman Pekan ke- 5

Algoritma. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Algoritma adalah urutan logis pengambilan putusan untuk pemecahan masalah.

OPERATOR, PERULANGAN DAN SELEKSI KONDISI

Keg. Pembelajaran 5 : Perulangan dalam C++ 1. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 2. Uraian Materi while do..while for continue dan break go to

Transkripsi:

XRCIS WORKBOOK 1 IDNTITAS Kajian Perulangan Topik Dasar Logika Perulangan Referensi [1] Sedgewick, Robert. Algorithms. Marly-le-Roi: Addison-Wesley Publishing Company, 1983 [2] Cormen, Thomas H., Charles. Leiserson, Ronald L. Rivest, and Clifford Stein. Introduction to Algorithms, Third dition. The MIT Press, 2009 [3] Goldman, Sally A., and Kenneth J. Goldman. A Practical Guide to Data Structures and Algorithms using Java. Chapman and Hall/CRC, 2007 Kompetensi Utama Mahasiswa dapat melakukan penelusuran pada alur algoritma perulangan Mahasiswa dapat membuat algoritma dengan logika perulangan dasar Lama Pengerjaan 120 menit Jenis Pengerjaan Individu Kelompok Mandiri Terbimbing 2 PRTANYAAN PNDAHULUAN 1. Sebutkan 3 contoh kondisi perulangan dalam kehidupan sehari-hari! Gambarkan algoritma sederhana dari kondisi-kondisi tersebut dengan menggunakan bahasa Anda sendiri! 2. Jelaskan perbedaan mendasar dari perulangan menggunakan while...do dan for...! 3. Tentukan tampilan dari masing-masing potongan kode program berikut ini: a. for (i=1;i<=5;i++) { output(i+" "); b. for (i=1;i<=10;i+=2) { output(i+" "); c. n=1; output(n+" "); n=n+i; 3 RINGKASAN TORI Struktur kontrol perulangan adalah berupa pernyataan dari Java yang mengijinkan kita untuk mengeksekusi blok kode berulang-ulang sesuai dengan jumlah tertentu yang diinginkan. Ada tiga macam jenis dari struktur kontrol perulangan yaitu while, do... while, dan for. 1

XRCIS WORKBOOK 3.1 Perulangan while Pernyataan while adalah pernyataan yang diulang-ulang sampai mencapai kondisi yang cocok. Bentuk pernyataan while, while( boolean_expression ){ statement1; statement2;... Pernyataan di dalam while akan dieksekusi berulang-ulang selama kondisi boolean_expression bernilai benar (true). Contoh, pada kode di bawah ini, i 4; while ( i > 0 ){ i--; Contoh di atas akan mencetak angka 4321 pada layar. Perlu dicatat jika bagian i--; dihilangkan, akan menghasilkan pengulangan yang terus menerus (infinite loop). Sehingga, ketika menggunakan while atau bentuk perulangan yang lain, pastikan Anda memberikan pernyataan yang membuat pengulangan berhenti pada suatu kondisi. Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan while. Contoh 1: x 0; while (x<10) { x++; Contoh 2: //infinite loop while(true) Contoh 3: //no loops // statement is not even executed while (false) 3.2 Perulangan do... while do... while mirip dengan while. Pernyataan di dalam do... while akan dieksekusi beberapa kali selama kondisi bernilai benar (true). Perbedaan antara while dan do... while adalah pernyataan di dalam do... while akan dieksekusi sedikitnya satu kali. Bentuk pernyataan do-while, statement1; statement2;... while( boolean_expression ); Pernyataan di dalam do... while akan dieksekusi pertama kali, dan akan dievaluasi kondisi dari boolean_expression. Jika nilai pada boolean_expression tersebut bernilai true, pernyataan di dalam do... while akan dieksekusi lagi. Berikut ini beberapa contoh do... while. Contoh 1: x 0; 2

XRCIS WORKBOOK x++; while (x<10); Contoh ini akan memberikan output 0123456789 pada layar. Contoh 2: //infinite loop while (true); Contoh di atas akan melakukan pengulangan terus menerus yang menulis kata hello pada layar. Contoh 3: //one loop // statement is executed once while (false); Contoh di atas akan memberikan output hello pada layar. 3.3 Perulangan for Perulangan for digunakan untuk melakukan proses perulangan pada kondisi pencacahan. Setiap bentuk perulangan for dapat diubah menjadi bentuk perulangan while dengan fungsi yang sama tanpa mengubah alur program. Tetapi tergantung dari permasalahan yang akan kita pecahkan, menulis program dengan for akan membuat alur program lebih mudah dipahami. Misalnya, kita akan menghitung 1+2+3+4+5+...+100. Kita bisa ekspresikan program tersebut dalam bentuk i 1; jumlah 0; while (i <= 100) { jumlah += i; i++; Perulangan ini dapat ditulis juga dengan jumlah 0; for (i = 1; i <= 100; i++) jumlah += i Apa point-point penting yang kita lihat dari perubahan ini? Pertama mari kita lihat bentuk penggunaan while yang umum dilakukan inisialisasi variabel while (suatu_kondisi_variabel) { perintah update_variabel Di sini perulangan while memiliki 3 komponen penting, yaitu inisialisasi, yaitu memberikan nilai awal suatu variabel, suatu_kondisi_variabel, yaitu pengujian bahwa perulangan akan terus dilakukan selama kondisi ini bernilai true dan terakhir update_variabel, yaitu instruksi mengubah nilai kondisi variabel untuk membatasi perulangan sehingga akan selesai suatu saat, tidak berulang terus menerus. Pada perulangan for, ketiga komponen ini dirangkai menjadi satu dalam bentuk for (inisialisasi_variabel; kondisi_variabel; update_variabel) perintah 3

XRCIS WORKBOOK atau jika perintah merupakan blok yang terdiri dari banyak perintah, dapat dituliskan juga dalam bentuk for (inisialisasi_variabel; kondisi_variabel; update_variabel) { banyak_perintah Di sini inisialisasi variabel bisa berupa apa saja yang berbentuk perintah, misalnya memberikan variabel dengan nilai awal tertentu, dalam bentuk variabel = nilai_awal. Kondisi_variabel harus berbentuk pernyataan boolean seperti suatu_kondisi pada pernyataan while. Sedangkan update_variabel juga berbentuk perintah. Bentuk paling umum dari perulangan for adalah menghitung. Biasanya perulangan ini memiliki bentuk seperti for (variabel=nilai_minimum; variabel<=nilai_maksimum; variabel++) { perintah Perhatikan bagian terakhir adalah menaikkan nilai variabel dengan 1, yang artinya perulangan akan dimulai dengan nilai_minimum, diakhiri dengan nilai_maksimum dengan jeda 1. Contoh, jika kita ingin berhitung 2,5,8,11,14,17, atau dengan kata lain, mulai dari 2 hingga 17 dengan jeda 3, kita bisa mengekspresikan for dengan for (i = 2; i <= 17; i += 3) { Untuk menghitung mundur, kita bisa menggunakan perintah seperti for (i = 20; i >= 0; i--) { Atau jika kita ingin menghitung maju dan mundur pada saat yang bersamaan, misalnya i dari 1 hingga 10 dan j dari 10 hingga 1, kita bisa ekspresikan dengan for (i = 1, j = 10; i <= 10; i++, j--) { output(i + " " + j); Variabel yang akan digunakan, dalam contoh di atas i dan j, adalah variabel yang harus dideklarasikan sebelumnya. Untuk banyak kasus, deklarasi variabel dan perulangannya bisa dilakukan serentak pada bagian inisialisasi variabel. Misalnya for (int i = 1; i <= 10; i++) { output(i) Perhatikan ada imbuhan int di depan inisialisasi variabel i, yang merupakan deklarasi variabel i dengan tipe data int sekaligus menginisialisasi nilainya dengan 1. 3.4 Perulangan for Bersarang Seperti pada perulangan while, perulangan for pun dapat dilakukan bersarang, artinya perulangan for di dalam perulangan for. Kita ambil contoh sederhana misalnya membuat pola seperti Program tersebut bisa diekspresikan dengan algoritma sebagai berikut 4

XRCIS WORKBOOK untuk setiap baris i = 1,2,3...,8 cetak * sebanyak 8 kali cetak baris baru Kalau kita jabarkan lebih lanjut, perintah kedua juga merupakan perulangan dari 1 hingga 8, sehingga algoritma di atas bisa kita tulis sebagai untuk setiap baris i = 1,2,3...,8 untuk setiap kolom j = 1,2,3...,8 cetak * cetak baris baru Kita bisa terjemahkan sebagai for (int i = 1; i <= 8; i++) { for (int j = 1; j <= 8; j++) { output("* "); output("\n"); 4 STUDI KASUS 1. Buatlah sebuah program yang akan mengoutputkan barisan bilangan genap sejumlah inputan user. Contoh tampilan: Masukkan angka: 10 Barisan bilangan genap: 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20 2. Buatlah sebuah program yang akan meminta inputan nama dan nim mahasiswa sampai user menekan tombol T, kemudian akan menampilkan nama dan nim mahasiswa yang diinputkan. Contoh tampilan: Masukkan nama: Andi Masukkan NIM: 001 Ingin input lagi? (Y/T): Y Masukkan nama: Leni Masukkan NIM: 014 Ingin input lagi? (Y/T): Y Masukkan nama: Rudi Masukkan NIM: 004 Ingin input lagi? (Y/T): T Mahasiswa nama Andi, NIM 001 Mahasiswa nama Leni, NIM 014 Mahasiswa nama Rudi, NIM 004 3. Jika input data secara berturut-turut diisi dengan : 25, 37, 31, 16, 23, 19, 32, 28, 20, 14 maka tentukan tampilan output yang muncul pada potongan program berikut: a. x=0; if (data > 30) { x = x + data; 5

XRCIS WORKBOOK b. x=0; x = x + data; c. x=0; if (data < 30) { x = x + 1; d. x=0; if (data > x) { x = data; e. i=0; do { i = i + 1; while (data <= 30); f. i=1; while (i<10) { x = x + data; i = i + 2; 6