SISTEM PAKAR PENYAKIT LAMBUNG MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

dokumen-dokumen yang mirip
SISTEM PAKAR PENYAKIT LAMBUNG MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

SISTEM PAKAR PENDETEKSI PENYAKIT MATA BERBASIS ANDROID

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. Penyakit THT merupakan salah satu jenis penyakit yang sering ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PEMANFATAN TEOREMA BAYES DALAM PENENTUAN PENYAKIT THT

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN. akut, TBC, diare dan malaria (pidato pengukuhan guru besar fakultas

BAB I PENDAHULUAN. dengan ditemukannya penyakit-penyakit baru yang belum teridentifikasi

APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENYAKIT DALAM PADA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

BAB I PENDAHULUAN.

(hiperglisemia) yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin. Sedangkan terapi dalam bidang farmakologi kedokteran mempelajari bagaimana penggunaan

PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 2. Rumusan Masalah 3. Tujuan Dan Manfaat

SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT DBD DAN DEMAM TIFOID DENGAN METODE FUZZY TSUKAMOTO (STUDI KASUS PUSKESMAS PRACIMANTORO I)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

SISTEM PAKAR ANALISIS PENYAKIT LUPUS ERITEMATOSIS SISTEMIK PADA IBU HAMIL MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT SALURAN PENCERNAAN MENGGUNAKAN METODE DEMPSTER SHAFER

Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit Kucing Menggunakan Metode Backward Chaining

BAB I PENDAHULUAN. bentuk perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat. Timezone adalah sebuah

APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GINJAL DENGAN METODE DEMPSTER-SHAFER

SISTEM PAKAR PENDETEKSI PENYAKIT PADA BURUNG MURAI MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT DAN HAMA PADA TANAMAN SEMANGKA BERBASIS ANDROID

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. seiring dengan kebutuhan manusia yang semakin banyak dan kompleks. Hal ini yang

BAB I PENDAHULUAN. serta terkadang sulit untuk menemui seorang ahli/pakar dalam keadaan

TUGAS KELOMPOK SISTEM PAKAR NAMA KELOMPOK : FERI DWI UTOMO ROBBY INDRAWAN SUDRAJAT SEPTIAWAN PRIO SETIADI

BAB I PENDAHULUAN. besar yang harus benar-benar diperhatikan oleh setiap orang tua.

BAB I PENDAHULUAN. Dikarenakan otak merupakan salah satu organ tubuh yang paling penting, organ

BAB I PENDAHULUAN. pesat terutama pada dunia komputer memberikan kita wawasan yang luas

TAKARIR. : diagram aktifitas yang memodelkan alur kerja. suatu proses. dipakai. berurutan. : perangkat untuk simulasi hasil aplikasi pada IDE

SISTEM PAKAR BERBASIS MOBILE UNTUK MENDETEKSI PENYAKIT PADA GINJAL

PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT KELINCI BERBASIS VISUAL PROLOG

DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN METODE PENELUSURAN FORWARD CHAINNING-DEPTH FIRST SEARCH

Sistem Pakar Untuk Mengetahui Gangguan Depresi Mayor Dengan Menggunakan Faktor Kepastian

Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit yang Disebabkan Nyamuk dengan Metode Forward Chainning

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

PEMANFAATAN TEKNOLOGI KNOWLEDGE-BASED EXPERT SYSTEM UNTUK MENGIDENTIFIKASI JENIS ANGGREK DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN JAVA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI 2016

BAB I PENDAHULUAN. komputer adalah internet atau International Networking merupakan sarana

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Sistem Pakar Perkembangan Anak Usia 0-12 Bulan Berbasis Web Dengan Metode Forward Chaining

Rancang Bangun Sistem Pakar Pendiagnosa Penyakit Demam Typhoid dan Demam Berdarah Dengue dengan Metode Forward Chaining

BAB I PENDAHULUAN. cara berpikir manusia yang disebut sebagai artificial intelligence atau lebih

BAB I PENDAHULUAN. Semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini sangat berdampak

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA KERUSAKAN HARDWARE PADA KOMPUTER BERBASIS WEB

BAB I PENDAHULUAN. akan diderita. Setiap orang wajib menjaga kesehatannya masing-masing, tetapi

ABSTRAK. Kata kunci : sistem pakar, forward chaining, dempster shafer.

SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH VIRUS INFLUENZA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING DAN CERTAINTY FACTOR

UKDW BAB I PENDAHULUAN

Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Lambung dengan Metode Forward Chaining Berbasis Android

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan komputer sekarang ini sangat pesat dan salah. satu pemanfaatan komputer adalah dalam bidang kecerdasan buatan.

BAB I PENDAHULUAN. untuk membantu seorang pakar/ahli dalam mendiagnosa berbagai macam

SISTEM CERDAS DIAGNOSA PENYAKIT AYAM

STMIK GI MDP. Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2009/2010

PERANCANGA SISTEM PAKAR PENDETEKSI GANGGUAN KEHAMILAN ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. dalam informasi sangatlah penting. Teknologi mempunyai peranan penting yang

SISTEM PAKAR PENGOBATAN HERBAL

SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT UMUM YANG SERING DIDERITA BALITA BERBASIS WEB DI DINAS KESEHATAN KOTA BANDUNG

SISTEM PAKAR UNTUK MENENTUKAN TIPE AUTISME PADA ANAK USIA 7-10 TAHUN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING. Agam Krisna Setiaji

APLIKASI PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GIGI MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS MOBILE

Jurnal Ilmiah d ComPutarE Volume 5 Edisi Juni 2015

APLIKASI ANDROID UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT

BAB 1 PENDAHULUAN Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. pentingnya adalah kesehatan, karena seseorang tidak akan merasakan kebahagiaan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT GINJAL DENGAN METODE FORWARD CHAINING

SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT PARU-PARU DENGAN METODE FORWARD CHAINING

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGENALAN JENIS PENYAKIT TELINGA HIDUNG DAN TENGGOROKAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT THT

Rancang Bangun Sistem Pakar untuk Diagnosis Penyakit Mulut dan Gigi dengan Metode Fuzzy Logic

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2004 Yogyakarta, 19 Juni 2004

TAKARIR. data atau informasi dan transformasi data yang bergerak dari pemasukan data hingga ke keluaran. Database

SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA GEJALA DEMAM UTAMA PADA ANAK MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

BAB I PENDAHULUAN. Sistem pakar atau Expert System biasa disebut juga dengan Knowledge Base

STIKOM SURABAYA BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Penyakit Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa jenis

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Penyakit gigi pada manusia menduduki urutan pertama dari daftar 10

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Rancang Bangun Sistem Pakar Sakit Kepala Primer Pada Manusia Menggunakan Metode Dempster - Shafer

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. yaitu dengan suatu media konsultasi yang bersifat online. mengemukakan pesoalan-persoalan yang terjadi kemudian pakar akan

Transkripsi:

Sistem Pakar Penyakit SISTEM PAKAR PENYAKIT LAMBUNG MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING Andi Nurkholis *, Agung Riyantomo dan Mohammad Tafrikan Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Wahid Hasyim Jl. Menoreh Tengah X/22, Sampangan, Semarang 50236. Email: andhynurkholyz@theflasher.xyz Abstrak Penelitian ini dilakukan berdasarkan latar belakang kebutuhan terhadap sistem yang dapat membantu dalam mendefinisikan dan mendiagnosa suatu penyakit berdasarkan gejala-gejala yang dialami oleh manusia khususnya penyakit bagian lambung. Dengan alasan tersebut, maka diperlukan perancangan sebuah sistem yang dapat meniru cara berfikir seorang pakar, yaitu sistem pakar. Sistem pakar merupakan teknologi berbasis pengetahuan, fakta dan penalaran yang dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam berbagai disiplin ilmu diantaranya adalah masalah diagnosa. Metode pengembangan yang digunakan dalam pembuatan sistem pakar adalah metode SDLC (system development life cycle) dengan menggunakan metode inferensi Forward Chaining dan model penelusuran depth first search berbasis platform pemrograman java. Dalam penelitian ini, basis kepakaran yang digunakan adalah tujuh belas gejala dan tujuh macam penyakit bagian lambung, diantaranya: Gastritis, Dispepsia, Kanker, GERD, Gastroenteritis, Gastroparesis, dan Tukak. Pada penelitian ini juga dilakukan studi kelayakan oleh Dr. Amelia Mayangsari, hasilnya sistem pakar ini memiliki keakuratan diagnosa sebesar 75% dan dapat dikategorikan baik, meskipun diperlukan lagi perbaikan-perbaikan dari segi keefektifan dan kelengkapan informasi. Kata kunci: depth first search, forward chaining, penyakit lambung, sistem pakar Pendahuluan Latar Belakang Kesehatan tubuh merupakan kebutuhan primer bagi manusia, namun terkadang sebagian orang kurang memperhatikannya. Penyakit merupakan penyebab gangguan kesehatan pada tubuh manusia dan semua itu tidak asing bagi masyarakat. Ini semua merupakan kendala yang sering dihadapi oleh masyarakat. Semua manusia menyadari bahwa tubuhnya mengalami gangguan kesehatan, tetapi sebagian besar masyarakat tidak tahu penyakit yang sedang diderita tubuhnya serta bagaimana pengobatannya. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyakit lambung dengan jumlah tujuh penyakit dan tujuh belas gejala. Pemilihan objek penyakit lambung dikarenakanmerupakan penyakit paling banyak menarik perhatian dunia kesehatan, hal ini dapat dibuktikan dengan datadata yang telahdidapatkan. Sebagai contoh penyakit lambung yaitu Gastritis, menurut World Health Organization (WHO), insiden gastritis di dunia sekitar 1,8-2,1 juta dari jumlah penduduk setiap tahunnya, di Inggris (22%), China (31%), Jepang (14,5%), Kanada (35%), dan Perancis (29,5%). Di Asia Tenggara sekitar 583.635 darijumlah penduduk setiap tahunnya. Gastritis biasanya dianggap sebagai suatu hal yang remeh namun gastritis merupakan awal dari sebuah penyakit yang dapat menyusahkan seseorang. Persentase dari angka kejadian gastritis di Indonesia menurut WHO adalah 40,8%, dan angka kejadian gastritis di beberapa daerah di Indonesia cukup tinggi dengan prevalensi 274.396 kasus dari 238.452.952 jiwa penduduk (Gustin, 2011). Keluhan dan gejala yang dirasa pasien dapat bermacam-macam dan tidak menutup kemungkinan sulit untuk pasien mengetahui dan menentukan jenis penyakit yang diderita. Dengan semakin pesatnya kemajuan teknologi mendorong para ahli untuk mengembangkan komputer agar dapat mempermudah pekerjaan manusia. Salah satu cabang ilmu komputer yang dikembangkan adalah kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Salah satu bagian dari kecerdasan buatan yaitu sistem pakar. Pengalihan keahlian dari para ahli ke komputer untuk kemudian dialihkan lagi ke orang lain yang bukan ahli, merupakan tujuan utama dari sistem pakar (Kusrini, 2008). Pada penelitian terdahulu dengan judul Sistem Pakar Analisa Penyakit Ikan Lele Berbasis Web Menggunakan Metode Forward Chaining(Studi kasus Kelompok Tani KARYA 32 e-issn 2406-9329

Momentum, Vol. 13, No. 1, April 2017, Hal. 32-38 ISSN 0216-7395 MANDIRI) telah membahas tentang penerapan metode Forward Chaining untuk sistem pakar dengan objek penyakit ikan lele (Wicaksono, 2015). Penelitian tersebut mendapatkan hasil validasi dengan nilai 3,2, berada diantara 2,51-3,25 oleh pakar ikan lele, yakni tergolong dalam kategori valid.dengan keakuratan yang dikategorikan valid tersebut, metode Forward Chaining dapat dikatakan berhasil dengan nilai baik terhadap diagnosis penyakit ikan lele. Dengan berbagai alasan tersebut, maka dirasa perlu untuk menerapkan metode Forward Chaining dalam sebuah sistem yang dapat meniru sistem berfikir seorang pakar atau dokter spesialis penyakit dalam (lambung). Batasan Masalah Batasan masalah pada penelitian ini sebagai berikut: a) Sistem pakar hanya pada penyakit bagian lambung dengan jumlah tujuh penyakit dan tujuh belas gejala. b) Sistem pendukung keputusan hanya menggunakan motor inferensi Forward Chainingdan model penelusuran Depth First Search. c) Data pertama mengenai penyakit bagian lambung bersumber dari pakar Dr. Amelia Mayangsari. d) Data kedua mengenai penyakit bagian lambung bersumber dari buku dengan judul ISO FARMAKOTERAPI yang disusun oleh Sukandar, Elin Yulinah dkk. e) Data ketiga mengenai penyakit bagian lambung bersumber dari buku dengan judul Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi Keempat-Jilid 1 yang disusun oleh Sudoyo, Aru W dkk. f) Penelitian ini hanya menghasilkan analisa dan prototype sistem pakar dalam ruang lingkup individu dengan platform Java versi 1.8.0_51. Rumusan Masalah Rumusan masalah pada penelitian ini sebagai berikut: a) Bagaimana penerapan metode Forward Chaining pada sistem pakar penyakit lambung? b) Bagaimana alur proses sistem pakar penyakit lambung menggunakan metode Forward Chaining ini bekerja? Tujuan Penelitian Tujuan pada penelitian ini sebagai berikut: a) Mengetahui alur proses metode inferensi Forward Chaining pada sistem pakar penyakit lambung. b) Menerapkan metode inferensi Forward Chaining pada sebuah sistem pakar dengan objek penelitian penyakit lambung. Metodologi Metodologi yang digunakan pada penelitian yaitu; Metode inferensi Forward Chaining. Metode Forward Chaining adalah metode pancarian atau teknik pelacakan kedepan yang dimulai dengan informasi yang ada dan penggabungan rule untuk menghasilkan suatu kesimpulan atau tujuan (Russel, S. and Norving, P., 2003). Mekanisme inferensi dengan metode Forward Chaining untuk sistem pakar penyakit lambung memiliki tahapan yang sederhana karena menggunakan ekspresi logika dalam kaidah produksi. Kaidah produksi paling populer (sejak tahun 1943 oleh Post, 1957 oleh Chomsky, dan 1972 oleh Alan Newell). Kaidah produksi menjadi acuan yang sering digunakan oleh sistem inferensi, sistem berbasis kaidah dan dalam kasus penyelesaian masalah tingkah laku manusia, maupun dalam produksi sederhana. Berikut karakteristik kaidah produksi: a) Pengetahuan dalam sistem produksi direpresentasikan oleh himpunan kaidah dalam bentuk: IF[kondisi] THEN[aksi]. b) Kontrol sistem memberikan aturan penerjemahan dan pengurutan. c) Basis data beraksi sebagai konteks cadangan untuk record yang kondisinya dievaluasi oleh kaidah dan informasi dimana kaidah kemudian beraksi. d) Kaidah produksi juga sering digambarkan dengan pasangan-pasangan: kondisi-aksi, anteceden-konsequent, pola-aksi, situasiresponsi. Berikut langkah-langkah menggunakan kaidah produksi dalam penelitian Sistem Pakar Penyakit Menggunakan Metode Forward Chaining(Suraya, 2012): a) Langkah 1, ajukan pertanyaan pada pengguna. b) Langkah 2, tampung inputan dari pengguna sebagai premis rule pada short term memory c) Langkah 3, cek rule berdasarkan inputan yang ditampung pada short term memory, Fakultas Teknik-UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG 33

Sistem Pakar Penyakit jika ditemukan ulangi langkah 1 sampai dengan langkah 3. Jika tidak ditemukan maka berikan default output. d) Langkah 4, berikan solusinya Dalam melakukan penelitian ini, tahapantahapan yang digunakanantaralain: Studi dan Analisa Data, Desain Sistem, Implementasi Sistem, Pengujian Sistem, Pemeliharaan Sistem dan Dokumentasi atau Laporan. utama dan keterkaitan gejala satu sama lain yang akan dijadikan sebagai dasar pembuatan rule-rule. b) Data sekunder bersumber dari buku-buku, jurnal, dan sumber valid lainnya mengenai penyakit lambung, sistem pakar, dan Forward Chaining. Buku pertama yang digunakan adalah ISO FARMAKOTERAPI yang disusun oleh Sukandar, Elin Yulinah dkk. Buku kedua yang digunakan adalah Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi Keempat-Jilid 1 yang disusun oleh Sudoyo, Aru W dkk. Daftar jenis penyakit lambung beserta gejala-gejalanya, yang digunakan untuk membangun sistem pakar yang dijelaskan pada paper ini disajikan pada Tabel 1. Pada tabel tersebut, terdapat tujuh jenis penyakit lambung yang diberikan notasi A, B, C, D, E, F, dan G dengan tujuh belas gejala. Jenis penyakit berturut-turut adalah (A) Gastritis, (B) Dispepsia,(C) Kanker, (D) GERD, (E) Gastroenteritis, (F) Gastroparesis, (G) Tukak. Tabel 1. Daftar Penyakit Beserta Gejala-gejalanya Gambar 1. Diagram Alir Perancangan Sistem Hasil dan Pembahasan Studi dan Analisa Data Pada penelitian ini, tahap pertama yang dilakukan adalah studi literatur data. Studi literatur data dilakukan untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam penelitian. Data-data dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 kategori, yaitu data primer dan sekunder. a) Data primer bersumber dari kuisioner langsung yang ditujukan kepada ahli pakar pada objek penelitian, yaitu Dokter Amelia Mayangsari. Data primer berisi gejala Sumber: Dr. Amelia Mayangsari, ISO FARMAKOTERAPI, dan Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam 34 e-issn 2406-9329

Momentum, Vol. 13, No. 1, April 2017, Hal. 32-38 ISSN 0216-7395 Selanjutnya adalah tahap analisa, yaitu merancang representasi pengetahuan sistem pakar sesuai dengan pengetahuan. Tahap representasi pengetahuan merupakan tahap menyajikan kembali pengetahuan yang dibutuhkan oleh sistem dalam bentuk aturan produksi untuk mendapatkan hasil atau kesimpulan dari aturan yang telah ditetapkan. Pengetahuan disusun dalam rule-rule pada Tabel 2 berdasarkan pengetahuan yang telah diperoleh pada tahap studi literatur data yang telah dilakukan sebelumnya, yaitu pada tabel 1 dan kuisioner dokter. Tabel 2. Rule Forward ChainingPenyakit No. Penyakit Rule 1. Gastritis a) IF 3 THEN 4 b) IF 3 THEN 13 c) IF 4 THEN 13 d) IF 7 THEN 3 e) IF 13 THEN 4 f) IF 4 AND 13 THEN Gastritis 2. Dispepsia a) IF 2 THEN 14 b) IF 3 THEN 4 c) IF 7 THEN 3 d) IF 10 THEN 2 e) IF 10 THEN 14 f) IF 13 THEN 3 g) IF 13 THEN 4 h) IF 14 THEN 2 i) IF 2 AND 4 AND 14 THEN Dispepsia 3. Kanker a) IF 1 THEN 15 b) IF 3 THEN 7 c) IF 4 THEN 3 d) IF 12 THEN 15 e) IF 13 THEN 3 f) IF 15 THEN 8 g) IF 7 AND 8 THEN Kanker 4. GERD a) IF 2 THEN 10 b) IF 14 THEN 10 c) IF 10 AND 17 THEN GERD 5. Gastroenteritis a) IF 2 THEN 10 b) IF 2 THEN 14 c) IF 6 THEN 9 d) IF 10 THEN 2 e) IF 10 THEN 14 f) IF 11 THEN 9 g) IF 14 THEN 2 h) IF 14 THEN 10 i) IF 9 AND 10 AND 16 THEN Gastroenteritis 6. Gastroparesis a) IF 2 THEN 10 b) IF 2 THEN 14 c) IF 10 THEN 14 d) IF 14 THEN 10 e) IF 10 AND 14 THEN Gastroparesis 7. Tukak a) IF 1 THEN 12 b) IF 1 THEN 15 c) IF 8 THEN 15 d) IF 12 THEN 1 e) IF 12 THEN 15 f) IF 15 THEN 1 g) IF 15 THEN 8 h) IF 15 THEN 12 i) IF 1 AND 8 THEN Tukak Berdasarkan rule-rule pada tabel2, untuk dapat menggambarkan alur Forward Chaining, maka dilakukan sebuah studi kasus. Faktafakta: 10, 11, dan 16 bernilai benar, tentukan penyakit yang di derita! Iterasi 1 Fakta baru ditemukan, yaitu 12 dan 14 Iterasi 2 Fakta baru ditemukan, yaitu 6 dan 9 Iterasi 3 Fakultas Teknik-UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG 35

Sistem Pakar Penyakit Meskipun sudah mendapat hasil diagnosa IF 10 AND 14, yaitu penyakit Gastroparesis. Namun, proses belum dapat dihentikan karena masih ada rule yang dapat dieksekusi. Iterasi 4 Sampai disini proses dihentikan karena sudah tidak ada lagi rule yang dapat dieksekusi. Hasil akhir diagnosa adalah IF 9 AND 10 AND 16, yaitu penyakit Gastroenteritis. Gambar 3. Sequence Diagram Start Diagnosis c) Bantuan Desain UML (Unified Modeling Language) Desain UML digunakan untuk merancang setiap proses yang akan dilakukan oleh sistem. Dalam perancangan sistem ini, terdapat empat sequence diagram yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan sistem, yaitu: a) Daftar Penyakit Gambar 4. Sequence Diagram Bantuan Implementasi Tahap ini merupakan kegiatan pembuatan sistem atau aplikasi dengan menggunakan GUI Editor Java, yaitu NetBeans IDE versi 8.0.2. Pada tahap implementasi, pembuatan antarmuka dan pemrograman sistem dilakukan pada sepuluh halaman dengan mereprensentasikan metode Forward Chaining. Gambar 2. Sequence Diagram Daftar Penyakit b) Start Diagnosis Pengujian Pengujian hasil sistem menggunakan metode verifikasi dan perangkat lunak berbasis white box dan black box. Hasil dari pengujian yang telah dilakukan adalah sangat baik, artinya penerapan metode Forward Chaining terhadap pendiagnosaan penyakit lambung adalah sama dengan proses secara non-sistem atau manual. 36 e-issn 2406-9329

Momentum, Vol. 13, No. 1, April 2017, Hal. 32-38 ISSN 0216-7395 Alur Proses Forward Chaining Alur proses ini berdasarkan alur rule-rule yang telah dibuat sebelumnya. Contohnya, jika pengguna memasukkan gejala satu, maka sistem akan memulai proses pada cabang satu, sebagaimana metode inferensi Forward Chaining. Pohon penelusuran dibagi menjadi enam belas cabang, dimana yang menjadi titik awal adalah cabang satu lalu berurutan sampai cabang tujuh belas menggunakan metode penelusuran Depth First Search. Gambar 5. Alur Proses Forward Chaining Studi Kelayakan Studi kelayakan yang dilakukan di dasarkan pada penilaian sistem dan penyakit. Kategori penilaian yang di jadikan sebagai acuan adalah A (Sangat Baik), B (Baik), C (Cukup), dan D (Kurang Baik). Studi kelayakan ini dilakukan pada seorang pakar yaitu Dr. Amelia Mayangsari. Tabel 3. Studi Kelayakan No. Keterangan Nilai 1. Keefektifan atau B (75) keakuratan hasil diagnosa 2. Kemudahan dalam A (100) penggunaan 3. Manfaat sistem A (100 4. Kevalidan informasi A (100) penyakit lambung 5. Kelengkapan informasi B (75) penyakit lambung Berdasarkan studi kelayakan yang telah dilakukan dapat disimpulkan sistem pakar ini dapat dikategorikan sangat baik, meskipun diperlukan lagi perbaikan-perbaikan dari segi keefektifan dan kelengkapan informasi. Kesimpulan Setelah melakukan serangkaian pengujian,analisa, dan studi kelayakan terhadap Sistem Pakar Penyakit Menggunakan Metode Forward Chaining, maka didapat kesimpulan bahwa hasil penelitian sesuai dengan tujuan penelitian. Berikut kesimpulan selengkapnya: a) Alur proses yang terjadi dalam penerapan metode Forward Chaining pada sistem pakar penyakit bagian lambung berjumlah enam belas alur, hal itu dapat dilihat dengan menggunakan media Tree. b) Metode Forward Chaining mampu dan cukup efisien untuk diterapkan pada sistem pakar dengan objek penyakit bagian lambung dengan keakuratan diagnosa sebesar 75%, hal itu didasarkan pada studi kelayakan yang telah dilakukan pada Dr. Amelia Mayangsari. Saran Saran untuk penelitian selanjutnya antara lain sebagai berikut: a) Perlunya penelitian dengan data-data penyakit lambung yang lebih diperbanyak sebagaimana catatan pada lampiran tiga, hal ini dikarenakan agar pendiagnosaan dapat lebih baik lagi, misalnya jumlah gejala lebih dari tujuh belas dan penyakit lebih dari tujuh, contoh tumor lambung. b) Perlunya penelitian dengan objek penyakit lainnya sebagiamana catatan pada lampiran tiga, misalnya penyakit jantung, pencernaan, dan telinga hidung tenggorokan (THT). c) Perlunya penelitian dengan metode lainnya untuk dapat mengetahui keefektifan dari berbagai metode, khususnya pada objek penyakit bagian lambung, misalnya metode Backward Chaining, Certainy Factor, dan Fuzzy Logic. DAFTAR PUSTAKA Gustin, Rahmi Kurnia., 2011,Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan KejadianGastritis Ada Pasien Yang Berobat Jalan Di Puskesmas Gulai Bancah KotaBukittinggi,Jurnal Penelitian. Kusrini, 2008, Aplikasi Sistem Pakar: Menentukan Faktor ketidakpastian Pengguna dengan Metode Kuantifikasi Pertanyaan, ANDI, Yogyakarta. Fakultas Teknik-UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG 37

Sistem Pakar Penyakit Russel, S. and Norving, P, 2003, Artificial Intelligence: A Modern Approach, 2 nd edn, Prentice Hall, Upper Saddle River, NJ. Sudoyo, Aru W dkk, 2006, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi Keempat-Jilid 1, Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta Pusat. Sukandar, Elin Yulinah dkk, (2008), ISO FARMAKOTERAPI, PT. ISFI Penerbitan, Jakarta. Suraya, 2012, Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit THT Berdasarkan Gejalanya Untuk Menentukan Alternatif Pengobatan Menggunakan Tanaman Obat, Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST) Periode III, Yogyakarta, 337 346. Wicaksono, A. D. S., 2015, Sistem Pakar Analisa Penyakit Ikan Lele Bebasis Web Menggunakan Metode Forward Chaining, Jurnal Informatika STEKOM, Semarang, 1 15. 38 e-issn 2406-9329