PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK

dokumen-dokumen yang mirip
PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA

IKATAN AKUNTAN INDONESIA (INSTITUTE OF INDONESIA CHARTERED ACCOUNTANTS)

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT MITRA INVESTINDO Tbk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR

30 Juni 31 Desember

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk

PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 DAN 2010

PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

PT BATAVIA PROSPERINDO INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN

PT MULTIBREEDER ADIRAMA INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN DAFTAR ISI

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT MITRA INVESTINDO Tbk

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

PT Electronic City Indonesia Tbk dan Entitas Anak

PT SELAMAT SEMPURNA Tbk. DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) 31 Maret 2012 (Mata Uang Rupiah Indonesia)

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT Greenwood Sejahtera Tbk dan Entitas Anak

P.T. APAC CITRA CENTERTEX Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk (d/h PT DUTA GRAHA INDAH Tbk) DAN ENTITAS ANAK

P.T. APAC CITRA CENTERTEX Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

Laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan Beserta Laporan Auditor Independen

PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAK

Jumlah Aset Lancar 80,278,114,864 69,876,058,857

Jumlah Aset Lancar

PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAK


PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT Greenwood Sejahtera Tbk dan Entitas Anak

PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT TIPHONE MOBILE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK

30 September 31 Desember Catatan

PT MITRA PEMUDA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012

PT KRESNA GRAHA SEKURINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada 30 September 2013, 30 September

PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan keuangan konsolidasian untuk tiga (3) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dan 2011

PT SUGIH ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk (d/h PT DUTA GRAHA INDAH Tbk) DAN ENTITAS ANAK

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 3. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 4-5. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6-7

1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember (Disajikan kembali)

1. Umum. a. Pendirian dan Informasi Umum

PT KRESNA GRAHA SEKURINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2013, 31 Maret 2012 dan

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3-4. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 5

PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan keuangan konsolidasian untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2012 dan 2011

DAFTAR STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BERLAKU SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2011 PSAK / ISAK / PPSAK UMUM

PT SELAMAT SEMPURNA Tbk. DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) 30 Juni 2012 (Mata Uang Rupiah Indonesia)

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Tahun 2011 Tahun 2010

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT MITRA INVESTINDO Tbk

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT VICTORIA INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT GEMA GRAHASARANA Tbk DAN ENTITAS ANAK

Revisi PT MITRA INVESTINDO Tbk

PT PANASIA INDO RESOURCES Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 SEPTEMBER 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 Disajikan dalam Rupiah

PT PANASIA INDOSYNTEC Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 Disajikan dalam Rupiah

LAPORAN KEUANGAN UNTUK BULAN-BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2016 (TIDAK DIAUDIT) Dengan angka perbandingan 31 Maret 2015 (Tidak diaudit) dan 31

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4

PT Alam Karya Unggul Tbk (d/h PT Aneka Kemasindo Utama Tbk) dan Entitas Anak

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT STAR PETROCHEM Tbk. DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 (Diaudit) Serta Untuk

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT COWELL DEVELOPMENT Tbk. DAN ENTITAS ANAK

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2013 dan 2012 Beserta LAPORAN AUDITOR

PT NIRVANA DEVELOPMENT Tbk DAN ENTITAS ANAK

Jumlah Aset Lancar

PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK


PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAK

DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian... 3

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk

PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk

PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk

PT GARUDA METALINDO Tbk

PT STAR PETROCHEM Tbk. DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT PELAYARAN BAHTERA ADHIGUNA DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2014

PT MITRA PEMUDA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT MITRA INTERNATIONAL RESOURCES Tbk DAN ENTITAS ANAK

Transkripsi:

PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 31 MARET 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODE - PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK DIAUDIT)

DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Pada tanggal 31 Maret 2012 (Tidak Diaudit) dan tanggal 31 Desember 2011 (Auditan) serta untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit) Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim 2 Laporan Laba (Rugi) Komprehensif Konsolidasian Interim 4 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim 5 Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim 6 Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim 7

PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 31 MARET 2012 (TIDAK DIAUDIT) dan 31 DESEMBER 2011 (AUDITAN) ASET Catatan 31 Maret 2012 31 Desember 2011 ASET LANCAR Kas dan setara kas 6,38 157.202.905.124 172.261.171.030 Investasi jangka pendek 7 17.017.592.723 131.907.234.762 Piutang usaha kepada pihak ketiga 8,38 71.848.815.573 72.188.560.718 Piutang lain-lain pihak ketiga - setelah dikurangi cadangan penurunan nilai sejumlah Rp 554.628.060 31 Desember 2011: Rp 547.861.356 9,38 1.170.974.877 1.089.552.065 Persediaan 10 44.710.319.639 43.026.076.924 Beban dibayar di muka 3.195.835.761 2.816.419.460 Uang muka 11,33 930.526.442.449 122.421.009.790 Jumlah Aset Lancar 1.225.672.886.146 545.710.024.749 ASET TIDAK LANCAR Piutang kepada pihak berelasi 12,34 8.578.059.445 8.210.082.775 Aset pajak tangguhan - bersih 21 47.875.710.173 47.172.414.426 Investasi pada aset keuangan tersedia untuk dijual 13 125.454.558.000 181.818.200.000 Investasi pada entitas asosiasi 14 1.287.439.392.839 1.281.779.520.806 Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 3.295.388.399 31 Desember 2011: Rp 3.199.145.388 15 1.041.721.507 571.073.444 Goodwill 16 1.319.571.310.399 1.319.571.310.399 Rekening yang dibatasi penggunaannya 25,33,38 18.653.842.620 31.546.447.568 Aset minyak dan gas bumi - bersih 17 256.300.071.635 251.445.224.128 Aset lain-lain - bersih 18 52.199.198.989 52.548.316.323 Jumlah Aset Tidak Lancar 3.117.113.865.607 3.174.662.589.869 JUMLAH ASET 4.342.786.751.753 3.720.372.614.618 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan. - 2 -

PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012 (TIDAK DIAUDIT) dan 31 DESEMBER 2011 (AUDITAN) LIABILITAS DAN EKUITAS Catatan 31 Maret 2012 31 Desember 2011 LIABILITAS LANCAR Utang jangka pendek 19 20.000.000.000 20.000.000.000 Utang usaha 20,38 Pihak ketiga 58.124.116.825 51.576.506.764 Pihak berelasi 34 53.995.322.687 60.561.082.332 Utang pajak 21 20.513.144.815 20.640.503.810 Beban yang masih harus dibayar 22,38 100.207.938.854 107.648.263.699 Uang jaminan 300.000.000 300.000.000 Utang lain-lain pihak ketiga 23,33,38 138.640.334.280 144.365.181.032 Utang kepada pihak berelasi 24,34 32.550.490 32.554.408 Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 25 Bank 33,38 72.981.000.000 94.080.500.000 Lain-lain 158.373.355 60.213.333 Jumlah Liabilitas Lancar 464.952.781.306 499.264.805.378 LIABILITAS TIDAK LANCAR Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 25 Bank 33,38 98.569.105.926 94.731.908.848 Lain-lain 365.813.946 75.266.667 Estimasi liabilitas imbalan kerja karyawan 26 4.544.920.934 4.028.123.484 Jumlah Liabilitas Tidak Lancar 103.479.840.806 98.835.298.999 JUMLAH LIABILITAS 568.432.622.112 598.100.104.377 EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham Modal dasar - 72.000.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor - 34.976.842.928 saham 31 Desember 2011: 30.075.744.452 saham 27 3.497.684.292.800 3.007.574.445.200 Tambahan modal disetor 28 638.652.430.330 418.102.998.910 Komponen ekuitas lainnya (210.257.895.750) (142.294.731.327) Saldo rugi (151.738.195.702) (161.063.766.697) Ekuitas yang dapat diatribusikan langsung kepada pemilik entitas induk 3.774.340.631.678 3.122.318.946.086 Kepentingan Nonpengendali 13.497.963 (46.435.845) JUMLAH EKUITAS 3.774.354.129.641 3.122.272.510.241 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 4.342.786.751.753 3.720.372.614.618 4.342.786.751.753 (1) (59.933.808) Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan. - 3 -

PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN INTERIM (TIDAK DIAUDIT) UNTUK PERIODE-PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2012 DAN 2011 Catatan 31 Maret 2012 31 Maret 2011 Pendapatan 29,33 96.272.677.183 77.176.270.792 Beban Pokok Pendapatan 30,39 (55.522.531.341) (63.367.163.174) Laba Kotor 40.750.145.842 13.809.107.618 Beban umum & administrasi 31,39 (21.161.834.221) (21.644.246.960) Laba (Rugi) Operasi 19.588.311.621 (7.835.139.342) Pendapatan Lain-lain 32 21.420.433.365 59.144.677.417 Beban Lain-lain 32,39 (31.742.700.058) (44.871.690.242) Laba Sebelum Pajak Pajak Penghasilan 9.266.044.928 6.437.847.833 Manfaat (beban) pajak penghasilan: 21 Kini - (7.121.040.750) Tangguhan 119.459.875 6.539.947.681 Final - (410.625.489) Manfaat (beban) pajak penghasilan - bersih 119.459.875 (991.718.558) Laba tahun berjalan 9.385.504.803 5.446.129.275 Pendapatan komprehensif lain setelah pajak: Aset keuangan tersedia untuk dijual: Kerugian bersih yang timbul selama tahun berjalan (56.363.642.000) - Selisih kurs penjabaran laporan keuangan (11.599.522.423) 6.973.412.176 Total rugi komprehensif - tahun berjalan (58.577.659.620) 12.419.541.451 Laba yang dapat diatribusikan kepada : Pemilik entitas induk 9.325.570.994 5.613.704.847 Kepentingan Non-pengendali 59.933.808 (167.575.572) Jumlah 9.385.504.803 5.446.129.275 Total laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk (58.637.593.429) 12.587.117.023 Kepentingan Non-pengendali 59.933.808 (167.575.572) Jumlah (58.577.659.620) 12.419.541.451 Laba bersih per saham dasar 37 0,28 0,19 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan. - 4 -

PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM (TIDAK DIAUDIT) UNTUK PERIODE-PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2012 DAN 2011 Selisih Kurs Modal Ditempatkan Tambahan Modal Karena Penjabaran Aset keuangan Kepentingan Jumlah Catatan dan Disetor Disetor Laporan Keuangan tersedia untuk di jual Saldo Rugi Jumlah Non Pengendali Ekuitas Saldo per 1 Januari 2011 3.007.574.406.500 418.102.981.495 360.398.177 - (99.745.217.767) 3.326.292.568.405 47.668.959.215 3.373.961.527.620 Laba komprehensif periode berjalan - - 6.973.412.176-5.613.704.847 12.587.117.023 (167.575.572) 12.419.541.451 Total laba (rugi) komprehensif periode berjalan - - 6.973.412.176-5.613.704.847 12.587.117.023 (167.575.572) 12.419.541.451 Saldo per 31 Maret 2011 3.007.574.406.500 418.102.981.495 7.333.810.353 - (94.131.512.920) 3.338.879.685.428 47.501.383.643 3.386.381.069.071 Saldo per 1 Januari 2012 3.007.574.445.200 418.102.998.910 (23.812.901.297) (118.481.830.030) (161.063.766.697) 3.122.318.946.086 (46.435.845) 3.122.272.510.241 Pelaksanaan waran menjadi saham 490.109.847.600 220.549.431.420 - - - 710.659.279.020-710.659.279.020 Laba komprehensif periode berjalan - - (11.599.522.423) (56.363.642.000) 9.325.570.994 (58.637.593.429) 59.933.808 (58.577.659.620) Total laba (rugi) komprehensif periode berjalan - - (11.599.522.423) (56.363.642.000) 9.325.570.994 (58.637.593.429) 59.933.808 (58.577.659.620) Saldo per 31 Maret 2012 3.497.684.292.800 638.652.430.330 (35.412.423.720) (174.845.472.030) (151.738.195.703) 3.774.340.631.677 13.497.963 3.774.354.129.641 - (0) - - 0 13.497.963 0 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan. - 5 -

PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM UNTUK PERIODE-PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2012 DAN 2011 31 Maret 2012 31 Maret 2011 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan 102.913.169.960 65.573.269.992 Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (98.139.653.934) (21.917.265.149) Pembayaran aktivitas operasi dan lainnya (10.610.909.191) (52.334.063.601) Arus Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Operasi (5.837.393.165) (8.678.058.758) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penghasilan bunga 3.565.787.507 4.151.126.689 Perolehan aset minyak dan gas (4.491.770.750) - Pencairan investasi jangka pendek 114.889.642.039 - Pembayaran uang muka (808.484.848.959) - Pengurangan rekening bank yang dibatasi penggunaannya 12.892.604.948 1.227.283.094 Perolehan aset tetap - (3.898.269.661) Arus Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan Untuk) Aktivitas Investasi (681.628.585.215) 1.480.140.122 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Peningkatan modal saham dan modal disetor 710.659.279.020 - Pembayaran utang bank jangka panjang (19.514.109.386) (7.375.143.780) Penerimaan (pembayaran) kas dari pihak yang berelasi (367.980.588) 4.079.045.981 Pembayaran untuk beban keuangan (18.369.476.572) (21.369.571.247) Arus Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan Untuk) Aktivitas Pendanaan 672.407.712.474 (24.665.669.046) PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (15.058.265.906) (31.863.587.682) KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 172.261.171.030 63.213.565.874 KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 157.202.905.124 31.349.978.192 (1) - AKTIVITAS YANG TIDAK MEMPENGARUHI ARUS KAS Penambahan aset tetap lewat utang sewa pembiayaan 494.000.000 - Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan. - 6 -

1. INFORMASI UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Benakat Petroleum Energy Tbk ( Perusahaan ) didirikan berdasarkan akta notaris Elvie Sahdalena, S.H, M.H., No. 4 tanggal 19 April 2007. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. W8-01763. HT.01.01-TH.2007 yang ditetapkan tanggal 25 Juni 2007. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir kali berdasarkan akta notaris Humberg Lie, SH, SE, MKn., No. 78 tanggal 16 Maret 2012. Perubahan anggaran dasar tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dalam suratnya pada tertanggal 20 Maret 2012 dengan No: AHU-AH.01.10-09809. Perusahaan berdomisili di Jakarta dan beralamat di Menara Anugrah, Lantai 12 Kantor Taman E.3.3, Jl. Mega Kuningan Lot. 8.6-8.7, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan 12950. Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah bergerak di bidang pembangunan, perdagangan, pertambangan, perindustrian, dan jasa. Perusahaan mulai beroperasi pada tahun 2007. Perusahaan dan entitas anak memiliki karyawan tetap pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing sebanyak 92 dan 88 orang. Susunan dewan komisaris dan direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut: 31 Maret 2012 31 Desember 2011 Komisaris Utama : Omar Putihrai Andreas Kastono Ahadi Komisaris Independen : Zanial Achmad Zanial Achmad Komisaris : Ferdy Yustianto Ferdy Yustianto Direktur Utama : Muhammad Suluhuddin Noor Muhammad Suluhuddin Noor Direktur Tidak Terafiliasi : Firlie Hanggodo Ganinduto Firlie Hanggodo Ganinduto Direktur : Adhi Utomo Jusman Adhi Utomo Jusman Michael Wong Michael Wong Andreas Kastono Ahadi Sekretaris Perusahaan : Dina Andini Dina Andini Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa ( RUPSLB ) Perusahaan pada tanggal 28 Maret 2012, pemegang saham Perusahaan telah menyetujui perubahan rencana penggunaan dana hasil konversi waran yang tercantum dalam akta Berita Acara RUPSLB Notaris Humberg Lie, SH, SE, MKn No. 123 tertanggal 28 Maret 2012 dan perubahan susunan pengurus perusahaan yang tertuang dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Notaris Humberg Lie, SH, SE, MKn No 124 tertanggal 28 Maret 2012 mengenai hal-hal sebagai berikut: 1. Pengunduran diri Bapak Andreas Kastono Ahadi selaku komisaris utama Perusahaan 2. Pengangkatan Bapak Omar Putihrai selaku komisaris utama Perusahaan 3. Pengangkatan Bapak Andreas Kastono Ahadi selaku direktur Perusahaan. Jumlah remunerasi bruto untuk anggota komisaris dan direksi Perusahaan adalah sebesar Rp 1,9 miliar untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dan Rp 7,5 miliar untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011. - 7 -

1. INFORMASI UMUM (lanjutan) b. Penawaran Umum Saham Perusahaan Perusahaan telah mendapatkan pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan ( BAPEPAM-LK ) dengan Surat No. S 891/BL/2010 tanggal 1 Pebruari 2010 untuk melakukan penawaran umum atas 11.500.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham kepada masyarakat dengan harga penawaran sebesar Rp 140 per saham dan 6.500.000.000 waran seri 1 yang menyertai saham biasa atas nama yang dikeluarkan dalam rangka penawaran umum. Pada tanggal 11 Pebruari 2010, saham dan waran seri 1 tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Harga pelaksanaan setiap waran adalah sebesar Rp 145 per saham. Waran seri 1 diberikan cumacuma sebagai insentif bagi pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar penjatahan penawaran umum yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek pada tanggal penjatahan, yaitu tanggal 9 Pebruari 2010. Setiap pemegang 23 saham baru perusahaan berhak memperoleh 13 waran dimana setiap 1 waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru perusahaan yang dikeluarkan dalam portepel. Waran yang diterbitkan mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama 3 tahun, yaitu sejak tanggal 11 Pebruari 2010 sampai dengan 8 Pebruari 2013. Hingga tanggal 31 Maret 2012, hasil pelaksanaan waran seri 1 menjadi saham Perusahaan adalah sejumlah 4.901.098.928 saham. Jumlah waran yang belum dilaksanakan pada tanggal 31 Maret 2012 adalah 1.598.901.072 waran. c. Kerjasama Operasi Minyak dan Gas Bumi dan Ijin Usaha Pertambangan ( IUP ) dahulu bernama Kuasa Penambangan Patina Group Ltd Patina Group Ltd ( Patina ), entitas anak, memiliki perjanjian kerjasama dengan PT. Pertamina ( PEP ) pada tanggal 25 April 2007 sehubungan dengan operasi penanganan produksi minyak mentah dan gas bumi di wilayah produksi Bangkudulis, Kalimantan Timur. Masa berlaku perjanjian ini adalah 15 tahun sejak ditandatanganinya perjanjian dimana ijin lokasi dimiliki oleh Pemerintah yang diwakili oleh PEP, jumlah cadangan terbukti 9.500.000 barel, akumulasi jumlah produksi dari periode 1 Agustus 2010 sampai dengan 31 Maret 2012 adalah sebesar 39.006 barel. PT. Nusa Energy Raya PT. Nusa Energy Raya ( NER ), entitas anak, memiliki ijin eksploitasi bahan galian mangan pada tanggal 14 Mei 2008 sesuai dengan KP No. HK/142/2008 seluas 199,7 ha di daerah Wae Limar dan sekitarnya, Desa Bajak, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur untuk jangka waktu 5 tahun. NER memiliki ijin eksploitasi bahan galian mangan pada tanggal 25 Agustus 2008 sesuai dengan KP No. HK/222/2008 seluas 173,1 ha di Desa Watu Tango dan sekitarnya, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur untuk jangka waktu 5 tahun. Pada tanggal 5 Desember 2009, NER menerima Perubahan Keputusan Bupati Manggarai, Nusa Tenggara Timur tentang Kuasa Pertambangan Ekspoitasi bahan galian mangan berubah menjadi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi dengan No. HK/269/2009 seluas 173,1 ha untuk jangka waktu 5 tahun. NER memiliki ijin eksplorasi bahan galian mangan pada tanggal 7 Juli 2009 sesuai dengan KP No. HK/163/2009 seluas 1.503 ha di daerah Wae Beci dan sekitarnya, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur untuk jangka waktu 1 tahun. Pada tanggal 23 Maret 2011, Perusahaan menerima Persetujuan Perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi sesuai dengan Keputusan Bupati Manggarai No. HK/74/2011 seluas 1.043 ha untuk jangka waktu 1 tahun dan berakhir 23 Maret 2012. Sampai dengan diterbitkannya laporan keuangan konsolidasian interim ini, perpanjangan ijin eksplorasi lanjutan masih dalam proses. - 8 -

1. INFORMASI UMUM (lanjutan) c. Kerjasama Operasi Minyak dan Gas Bumi dan Ijin Usaha Pertambangan ( IUP ) dahulu bernama Kuasa Penambangan (lanjutan) NER memiliki ijin eksplorasi bahan galian mangan pada tanggal 1 Oktober 2009 sesuai dengan KP No. HK/217/2009 seluas 1.015 ha di Daerah Ngancar dan sekitarnya, Desa Bajak, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur untuk jangka waktu 1 tahun. Pada tanggal 23 Maret 2011, Perusahaan menerima Persetujuan Perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi sesuai dengan Keputusan Bupati Manggarai No. HK/73/2011 untuk jangka waktu 1 tahun dan berakhir 23 Maret 2012. Sampai dengan diterbitkannya diterbitkannya laporan keuangan konsolidasian interim ini, perpanjangan ijin eksplorasi lanjutan masih dalam proses. PT. Benakat Barat Petroleum PT. Benakat Barat Petroleum ( BBP ), entitas anak, memiliki perjanjian kerjasama dengan PT. Pertamina EP ( PEP ) pada tanggal 16 Maret 2009 sehubungan dengan operasi penanganan produksi minyak mentah dan gas bumi di wilayah produksi Benakat Barat. Masa berlaku perjanjian ini adalah 15 tahun sejak ditandatanganinya perjanjian dimana ijin lokasi dimiliki oleh Pemerintah yang diwakili oleh PEP, jumlah cadangan terbukti 11.100.000 barel, akumulasi jumlah produksi dari periode 16 Maret 2009 sampai dengan 31 Maret 2012 adalah sebesar 2.109.799 barel. d. Entitas Anak Perusahaan memiliki baik langsung maupun tidak langsung, lebih dari 50% saham entitas anak pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 sebagai berikut: Entitas anak Tempat Kedudukan Mulai Beroperasi Komersial Kegiatan Usaha Persentase Pemilikan Efektif 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 Jumlah Aset Sebelum Eliminasi 31 Maret 2012 31 Desember 2011 PT. Benakat Oil ('BO') Jakarta 2007 Eksplorasi dan Produksi Minyak dan Gas Bumi 100,00% 529.926.891.228 541.960.663.742 PT. Indelberg Indonesia ("II") Jakarta 2005 Eksplorasi dan Produksi Minyak dan Gas Bumi 100,00% 377.360.442.656 389.393.968.599 PT. Benakat Barat Petroleum ("BBP") Jakarta 2008 Eksplorasi dan Produksi Minyak dan Gas Bumi 94,00% 361.590.204.487 373.970.938.271 PT. Benakat Mining ("BM") Jakarta 2009 Pertambangan dan Jasa Pendukung 99,96% 422.885.325.597 422.420.459.518 PT. Nusa Energy Raya ("NER") Jakarta 2008 Produksi dan Perdagangan Mineral Logam 79,97% 6.885.753.947 6.418.938.298 PT. Benakat Energy Kreasi ("BEK") Jakarta 2009 Energi dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam 99,86% 500.000.000 500.000.000 PT. Benakat Patina ("BP") Jakarta 2008 Energi Jasa Pendukung 99,80% 1.017.997.824.227 1.061.448.626.451 Silverstein Ventures Pte Ltd ("SV") Singapura 2011 Perusahaan Investasi 100,00% 1.092.607.734.506 1.087.965.559.088 Patina Group Ltd ("Patina") BVI 2007 Eksplorasi dan Produksi Minyak dan Gas Bumi 99,70% 138.769.187.800 145.764.257.083 PT. Benakat Oil ( BO ) Pada tanggal 9 September 2011, Perusahaan mengakuisisi 20% kepemilikan tersisa pada BO melalui pembelian 66.042.159 lembar saham oleh Perusahaan dan 1 lembar saham oleh BP dari PT. Tesco International Capital ( TIC ). Sehingga secara langsung dan tidak langsung 100% kepemilikan BO dimiliki oleh Perusahaan (Catatan 5). - 9 -

1. INFORMASI UMUM (lanjutan) d. Entitas Anak (lanjutan) Silverstein Ventures Pte LTd. ( SV ) dan Patina Pada tanggal 29 September 2011, BP mengakuisisi SV melalui perolehan 1.001.000 lembar saham atau 100% kepemilikan. Saham tersebut dibeli dari TIC sejumlah 400.400 lembar saham, PT. AM Texas Resources ( ATR ) sejumlah 600.600 lembar saham sesuai dengan Conditional Share Sale and Puchase Agreement tertanggal 27 Agustus 2011 (Catatan 5). SV adalah pemilik 99,90% saham Patina, sehingga bersamaan dengan efektifnya kepemilikan BP di SV, Perusahaan juga secara tidak langsung memiliki 99,90% saham di Patina. e. Entitas Asosiasi Perusahaan memiliki secara langsung dan tidak langsung, lebih dari 20% saham pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 sebagai berikut: Entitas Asosiasi Tempat Kedudukan Mulai Beroperasi Komersial Kegiatan Usaha Persentase Pemilikan Efektif Jumlah Aset Sebelum Eliminasi (berdasarkan laporan audit akuntan independen) 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 31 Maret 2012 31 Desember 2011 PT. Elnusa,Tbk. Jakarta 1969 Jasa, perdagangan, pertambangan dan perindustrian 37,67% 4.258.232.000.000 4.389.950.000.000 PT. Java Mitra Sentosa Jakarta 2008 Produksi dan pertambangan batubara 27,42% 35.493.299.638 35.376.572.412 Pada tanggal 26 Agustus 2011, PT. Benakat Mining ( BM ) dan PT. Aiwa Artha Sejahtera ( Aiwa ) menandatangani Exchangable Note Issuance Agreement, di mana BM menerbitkan exchangable note yang dapat ditukarkan dengan 4.480 lembar saham PT. Java Mitra Sentosa ( JMS ) yang dimiliki oleh BM pada tanggal efektif. Pada tanggal 30 September 2011, Aiwa dan BM telah menukarkan exchangeable note tersebut menjadi saham melalui Akta Jual Beli No. 285 tanggal 30 September 2011. Dengan demikian, nilai kepemilikan BM atas JMS berkurang, yang sebelumnya memiliki 6.400 saham atau efektif sebesar 91,43 % menjadi hanya 1.920 saham atau 27,43 % (Catatan 5). 2. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU DAN REVISI (PSAK) DAN INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK) a. Standar yang sudah berlaku efektif pada tahun 2011 Berikut ini standar baru dan standar revisi serta interpretasi yang diterapkan dalam laporan keuangan konsolidasian interim. Penerapan ini tidak memiliki pengaruh yang signifikan atas jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi mempengaruhi akuntansi untuk transaksi masa depan: PSAK 2 (Revisi 2009), Laporan Arus Kas PSAK 3 (Revisi 2010), Laporan Keuangan Interim PSAK 4 (Revisi 2009), Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri PSAK 5 (Revisi 2009), Segmen Operasi PSAK 8 (Revisi 2010), Peristiwa Setelah Periode Pelaporan PSAK 12 (Revisi 2009), Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama PSAK 15 (Revisi 2009), Investasi pada Entitas Asosiasi PSAK 19 (Revisi 2010), Aset Tak Berwujud PSAK 22 (Revisi 2010), Kombinasi Bisnis PSAK 23 (Revisi 2010), Pendapatan - 10 -

2. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU DAN REVISI (PSAK) DAN INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK) (lanjutan) a. Standar yang sudah berlaku efektif pada tahun 2011 (lanjutan) PSAK 25 (Revisi 2009), Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan PSAK 48 (Revisi 2009), Penurunan Nilai Aset PSAK 57 (Revisi 2009), Provisi, Liabilitas Kontijensi, dan Aset Kontijensi PSAK 58 (Revisi 2009), Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan ISAK 7 (Revisi 2009), Konsolidasi: Entitas Bertujuan Khusus ISAK 9, Perubahan atas Liabilitas Aktivitas Purnaoperasi, Restorasi, dan Liabilitas Serupa ISAK 10, Program Loyalitas Pelanggan ISAK 11, Distribusi Aset Nonkas Kepada Pemilik ISAK 12, Pengendalian Bersama Entitas: Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer ISAK 14, Aset Tak Berwujud Biaya Situs Web ISAK 17, Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai b. Standar dan interpretasi yang berlaku efektif pada periode berjalan Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2012: PSAK 10 (Revisi 2010), Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing PSAK 13 (Revisi 2011), Properti Investasi PSAK 16 (Revisi 2011), Aset Tetap PSAK 18 (Revisi 2010), Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya PSAK 24 (Revisi 2010), Imbalan Kerja PSAK 26 (Revisi 2011), Biaya Pinjaman PSAK 28 (Revisi 2011), Akuntansi Kontrak Asuransi Kerugian PSAK 30 (Revisi 2011), Sewa PSAK 33 (Revisi 2011), Aktivitas Pengupasan Lapisan Tanah dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pertambangan Umum PSAK 34 (Revisi 2010), Kontrak Konstruksi PSAK 36 (Revisi 2011), Akuntansi Kontrak Asuransi Jiwa PSAK 45 (Revisi 2011), Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba PSAK 46 (Revisi 2010), Pajak Penghasilan PSAK 50 (Revisi 2010), Instrumen Keuangan: Penyajian PSAK 53 (Revisi 2010), Pembayaran Berbasis Saham PSAK 55 (Revisi 2011), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran PSAK 56 (Revisi 2011), Laba Per Saham PSAK 60, Instrumen Keuangan: Pengungkapan PSAK 61, Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah PSAK 62, Kontrak Asuransi PSAK 63, Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi PSAK 64, Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi pada Pertambangan Sumber Daya Mineral ISAK 13, Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri ISAK 15, PSAK 24, Batas Aset Manfaat Pasti, Persyaratan Minimum dan Interaksinya ISAK 16, Perjanjian Jasa Konsesi ISAK 18, Bantuan Pemerintah Tidak Ada Relasi Spesifik dengan Aktivitas Operasi ISAK 19, Penerapan Pendekatan Penyajian Kembali dalam PSAK 63: Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi ISAK 20, Pajak Penghasilan Perubahan dalam status Pajak Entitas atau Para Pemegang Sahamnya. ISAK 22, Perjanjian Konsensi Jasa: Pengungkapan ISAK 23, Sewa Operasi-Insentif - 11 -

2. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU DAN REVISI (PSAK) DAN INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK) (lanjutan) b. Standar dan interpretasi yang berlaku efektif pada periode berjalan (lanjutan) ISAK 24, Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan Suatu Bentuk Legal Sewa ISAK 25, Hak Atas Tanah ISAK 26, Penilaian Ulang Derivatif Melekat. Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2013 adalah ISAK 21, Perjanjian Kontrak Real Estat dan PSAK 38 (Revisi 2012), Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian interim, manajemen sedang mengevaluasi dampak dari standard dan interpretasi terhadap laporan keuangan konsolidasian interim. 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Laporan keuangan konsolidasian interim disusun sesuai dengan PSAK No. 1 (Revisi 2009), Penyajian Laporan Keuangan yang diterapkan efektif sejak tanggal 1 Januari 2011 dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) No. VIII.G.7 (Revisi 2000) tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan dan Surat Edaran Ketua Bapepam No. SE-02/BL/2008 tentang Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, Khususnya Industri Minyak dan Gas Bumi. PSAK No. 1 (Revisi 2009) mengatur penyajian laporan keuangan, yaitu antara lain, tujuan pelaporan, komponen laporan keuangan, penyajian secara wajar, materialitas dan agregasi, saling hapus, perbedaan antara aset lancar dan tidak lancar dan liabilitas jangka pendek dan jangka panjang, informasi komparatif, konsistensi penyajian dan memperkenalkan pengungkapan baru, antara lain, sumber estimasi ketidakpastian dan pertimbangan, pengelolaan permodalan, pendapatan komprehensif lainnya, penyimpangan dari standar akuntansi keuangan, dan pernyataan kepatuhan. Penerapan PSAK No. 1 (Revisi 2009) tersebut memberikan pengaruh bagi penyajian dan pengungkapan terkait dalam laporan keuangan konsolidasian interim. Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian interim adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2011, dan standar yang berlaku efektif pada periode berjalan seperti yang telah diungkapkan pada catatan ini. Laporan keuangan konsolidasian interim disusun berdasarkan konsep harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasian interim disusun dengan menggunakan dasar akrual (accrual basis), kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian interim. Laporan arus kas konsolidasian interim menyajikan informasi penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang dikelompokkan menjadi aktivitas operasi, investasi dan pendanaan dengan menggunakan metode langsung (direct method). Untuk tujuan laporan arus kas, kas dan setara kas mencakup kas, bank dan investasi jangka pendek yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang. - 12 -

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim (lanjutan) Efektif 1 Januari 2011, Perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 2 (Revisi 2009), Laporan Arus Kas. Penerapan PSAK No. 2 (Revisi 2009) tidak mempunyai dampak signifikan terhadap pengungkapan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian interim. Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasian interim adalah mata uang Rupiah (Rp). b. Prinsip-prinsip Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian interim meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak seperti yang disebutkan pada Catatan 1d, yang dimiliki oleh Perusahaan (secara langsung atau tidak langsung) dengan kepemilikan lebih dari 50% atau apabila Perusahaan mempunyai hak untuk mengatur dan menentukan kebijakan finansial dan operasional dari investee untuk memperoleh manfaat dari aktivitasnya. Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan dan entitas anak menerapkan secara retrospektif PSAK No.4 (Revisi 2009), Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri, kecuali beberapa hal berikut yang diterapkan secara prospektif: (i) rugi entitas anak yang menyebabkan saldo defisit bagi kepentingan non-pengendali ( KNP ); (ii) kehilangan pengendalian pada entitas anak; (iii) perubahan kepemilikan pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian; (iv) hak suara potensial dalam menilai keberadaan pengendalian; dan (v) konsolidasi atas entitas anak yang dibatasi oleh restriksi jangka panjang. PSAK No. 4 (Revisi 2009) mengatur penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian interim untuk sekelompok entitas yang berada dalam pengendalian suatu entitas induk dan dalam akuntansi untuk investasi pada entitas anak, pengendalian bersama entitas dan entitas asosiasi ketika laporan keuangan tersendiri disajikan sebagai informasi tambahan. Penerapan PSAK No. 4 (Revisi 2009) tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap pengukuran pelaporan keuangan kecuali bagi pengungkapan terkait. Kepentingan dari pemegang saham non-pengendali terdiri dari jumlah kepemilikan pada tanggal terjadinya penggabungan usaha dan bagian kepentingan non-pengendali dari perubahan ekuitas sejak tanggal dimulainya penggabungan usaha. Sebelum 1 Januari 2011, kerugian yang menjadi bagian kepentingan non-pengendali melebihi hak kepentingan non-pengendali dialokasikan kepada bagian induk perusahaan. Efektif mulai 1 Januari 2011, pendapatan komprehensif diatribusikan kepada pemilik-pemilik induk perusahaan dan kepentingan non-pengendali walaupun kepentingan nonpengendali mempunyai saldo defisit. Hasil dari entitas anak yang diakuisisi atau dijual selama periode berjalan dari tanggal efektif akuisisi atau sampai dengan tanggal efektif penjualan termasuk dalam laporan laba rugi konsolidasian interim. Penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh Perusahaan. Seluruh transaksi antar perusahaan, saldo, penghasilan dan beban dieliminasi pada saat konsolidasi. Goodwill merupakan selisih lebih antara harga perolehan dengan nilai wajar aset bersih yang diperoleh pada tanggal akuisisi. Jika harga perolehan lebih rendah daripada nilai wajar aset bersih yang diperoleh (goodwill negatif), maka selisihnya diakui di dalam laba rugi konsolidasian. Goodwill tidak diamortisasi dan dilakukan uji penurunan nilai setiap tahun. - 13 -

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) c. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing Pembukuan Perusahaan dan entitas anak, kecuali II, BBP, SV dan Patina, diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama periode berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam Rupiah untuk mencerminkan rata-rata nilai kurs seperti yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia pada hari terakhir transaksi perbankan pada periode tersebut. Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba (rugi) komprehensif konsolidasian interim periode yang bersangkutan. Nilai tukar mata uang asing terhadap Rupiah pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut: 31 Maret 2012 31 Desember 2011 1 Dolar Amerika Serikat (USD) 9.180 9.068 Pembukuan II, BBP, SV dan Patina, diselenggarakan sesuai mata uang fungsionalnya, yaitu Dolar Amerika Serikat. Untuk tujuan penyajian laporan keuangan konsolidasian interim, aset dan liabilitas entitas anak pada tanggal posisi dijabarkan masing-masing dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut, sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs ratarata. Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai bagian dari ekuitas pada akun Komponen ekuitas lainnya. d. Transaksi dengan pihak berelasi Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No.7 (Revisi 2010), Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi. PSAK revisi ini mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen, dalam laporan keuangan konsolidasian interim dan laporan keuangan tersendiri entitas induk, dan juga diterapkan terhadap laporan keuangan secara individual. Tidak terdapat dampak signifikan dari penerapan PSAK yang direvisi tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian interim. Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya (dalam pernyataan ini dirujuk sebagai entitas pelapor ). a) Orang atau anggota keluarga terdekat yang mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: 1. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor; 2. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau 3. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor. b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut: 1. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain). 2. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya). 3. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak yang sama. 4. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga. - 14 -

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) d. Transaksi dengan pihak berelasi (lanjutan) 5. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor. 6. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a). 7. Orang yang diidentifikasi dalam huruf a)1. memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas). Seluruh transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang berelasi, baik yang dilakukan dengan kondisi dan prasyaratan yang sama dengan pihak ketiga maupun tidak telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian interim. e. Kas dan Setara Kas Untuk tujuan penyajian arus kas, kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya. f. Rekening yang dibatasi Penggunaannya Rekening bank dan investasi berjangka yang dipakai sebagai agunan atau dibatasi penggunaannya disajikan sebagai aset tidak lancar. g. Cadangan Penurunan Nilai Piutang Cadangan penurunan nilai piutang ditentukan berdasarkan penelaahan terhadap keadaan masingmasing akun piutang pada akhir periode. h. Persediaan Persediaan dinilai pada nilai yang terendah antara harga perolehan dan nilai bersih (the lower of cost or net realizable value). Harga perolehan persediaan untuk Patina dihitung dengan metode rata-rata (average method), sedangkan untuk BBP dihitung dengan metode masuk pertama, keluar pertama (first in first out method). Penyisihan untuk persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan masing-masing jenis persediaan pada masa mendatang. i. Beban Dibayar di Muka Beban dibayar di muka diamortisasi berdasarkan masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method). j. Investasi pada entitas asosiasi Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 15 (Revisi 2009), Investasi pada Entitas Asosiasi. PSAK revisi ini diterapkan secara retrospektif dan mengatur akuntansi investasi dalam entitas asosiasi dalam hal penentuan pengaruh signifikan, metode akuntansi yang harus diterapkan, penurunan nilai investasi dan laporan keuangan tersendiri. Tidak terdapat dampak signifikan dari penerapan PSAK yang direvisi tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian. - 15 -

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) j. Investasi pada entitas asosiasi (lanjutan) Investasi pada perusahaan dimana Perusahaan memiliki paling sedikit 20% tetapi tidak lebih dari 50% hak suara, atau dimana Perusahaan memiliki pengaruh signifikan, tetapi tidak mengendalikan, dicatat berdasarkan metode ekuitas. Dengan metode ini, biaya perolehan investasi bertambah atau berkurang sebesar bagian pemilikan Perusahaan atas laba atau rugi bersih perusahaan asosiasi sejak tanggal perolehan, dan distribusi dividen tunai. Investasi pada perusahaan asosiasi dicatat pada laporan posisi keuangan konsolidasian interim sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan dalam bagian kepemilikan Perusahaan atas aset bersih perusahaan asosiasi yang terjadi setelah perolehan, dikurangi dengan penurunan nilai yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu. Bagian Perusahaan atas kerugian perusahaan asosiasi yang melebihi nilai tercatat dari investasi tidak diakui kecuali jika Perusahaan mempunyai liabilitas atau melakukan pembayaran liabilitas perusahaan asosiasi yang dijaminnya, dalam hal demikian, tambahan kerugian diakui sebesar liabilitas atau pembayaran tersebut. Laporan laba (rugi) komprehensif konsolidasian interim mencerminkan bagian atas hasil operasi dari entitas asosiasi. Bila terdapat perubahan yang diakui langsung pada ekuitas dari entitas asosiasi, Perusahaan mengakui bagiannya atas perubahan tersebut dan mengungkapkan hal ini, jika berkaitan, dalam laporan perubahan ekuitas konsolidasian interim. Laba atau rugi yang belum direalisasi sebagai hasil dari transaksi-transaksi antara Perusahaan dengan entitas asosiasi dieliminasi pada jumlah sesuai dengan kepentingan Perusahaan pada entitas asosiasi. Selisih lebih yang tidak dapat diidentifikasikan antara biaya perolehan investasi pada perusahaan asosiasi dengan proporsi pemilikan atas nilai wajar aset bersih perusahaan asosiasi, termasuk di dalamnya nilai tercatat dari investasi, diukur dengan cara yang sama dengan akuisisi dari entitas yang dikendalikan (Catatan 3b). Goodwill yang ada, tidak diamortisasi dan dilakukan uji penurunan nilai setiap tahun. k. Instrumen Keuangan Efektif tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan, dan PSAK No. 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, yang menggantikan PSAK No. 50, Akuntansi Investasi Efek Tertentu, dan PSAK No. 55 (Revisi 1999), Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai. PSAK No. 50 (Revisi 2006) berisi persyaratan tentang penyajian instrumen keuangan dan mengidentifikasi informasi yang harus diungkapkan. Persyaratan penyajian tersebut berlaku terhadap klasifikasi instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, dalam aset keuangan, liabilitas keuangan, dan instrumen ekuitas; pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga, dividen, kerugian dan keuntungan, dan keadaan dimana aset keuangan dan liabilitas keuangan akan saling hapus. PSAK ini mensyaratkan pengungkapan, antara lain, informasi mengenai faktor yang mempengaruhi jumlah, waktu dan tingkat kepastian arus kas masa datang yang terkait dengan instrumen keuangan dan kebijakan akuntansi yang digunakan untuk instrumen tersebut. PSAK No. 55 (Revisi 2006) mengatur prinsip-prinsip dasar pengakuan dan pengukuran aset keuangan, liabilitas keuangan, dan kontrak pembelian dan penjualan produk non-keuangan. Pernyataan ini, antara lain, memberikan definisi dan karakteristik terhadap derivatif, kategori instrumen keuangan, pengakuan dan pengukuran, akuntansi lindung nilai dan penetapan hubungan lindung nilai. - 16 -

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) l. Aset Keuangan Pengakuan awal Aset keuangan dalam lingkup PSAK No. 55 (Revisi 2006) diklasifikasikan dalam empat jenis: aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh tempo, dan aset keuangan tersedia untuk dijual. Perusahaan dan entitas anak menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan sesuai, akan mengevaluasi kembali pengklasifikasian aset tersebut pada setiap akhir tanggal pelaporan keuangan. Aset keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajar, dan dalam hal aset keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Perusahaan dan entitas anak berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut. Pengukuran setelah pengakuan awal Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut: - Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba (rugi) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba (rugi) termasuk aset keuangan untuk diperdagangkan dan aset keuangan yang ditetapkan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi pada saat pengakuan awal. Aset derivatif diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali mereka ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba (rugi) disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian interim. Investasi jangka pendek dan aset derivatif diklasifikasikan dalam kategori ini. - Pinjaman yang diberikan dan piutang Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan yang tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, tidak termasuk dalam kelompok aset diperdagangkan dan tidak diklasifikasikan sebagai dinilai pada nilai wajar melalui laporan laba rugi atau sebagai tersedia untuk dijual. Setelah pengakuan awal, aset keuangan tersebut dicatat pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dan keuntungan atau kerugian terkait diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat pinjaman yang diberikan dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, atau melalui proses amortisasi. Perusahaan dan entitas anak memiliki kas dan setara kas, kas pada bank yang dibatasi penggunaannya, piutang usaha dan piutang lain-lain dalam kategori ini. - 17 -

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) l. Aset Keuangan (lanjutan) - Investasi dimiliki hingga jatuh tempo Investasi dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, selain pinjaman yang diberikan dan piutang, serta entitas mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset tersebut hingga jatuh tempo dan tidak diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi atau tersedia untuk dijual. Perusahaan memiliki investasi pada promissory notes dalam kategori ini. - Aset keuangan tersedia untuk dijual (Available-for-sale (AFS)) Aset keuangan AFS adalah aset keuangan non-derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan dalam tiga kategori sebelumnya. Setelah pengukuran awal, aset keuangan AFS diukur dengan nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui dalam ekuitas di laporan posisi keuangan konsolidasian interim. Pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya dicatat dalam ekuitas harus diakui pada laporan laba (rugi) komprehensif konsolidasian interim. Investasi yang diklasifikasi sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual adalah sebagai berikut: 1) Investasi pada saham yang tidak tersedia nilai wajarnya dengan kepemilikan kurang dari 20% dan investasi jangka panjang lainnya dicatat pada biaya perolehannya. 2) Investasi pada saham yang tersedia nilai wajarnya dengan kepemilikan kurang dari 20% dicatat pada nilai wajar. Perusahaan memiliki investasi pada saham dalam kategori ini. Penghentian pengakuan aset keuangan Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan, atau bila dapat diterapkan, untuk bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa, terjadi bila: 1. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau 2. Perusahaan dan entitas anak tetap memiliki hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut namun menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan; atau 3. Perusahaan dan entitas anak mengalihkan hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut dan: (a) secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (b) secara substansial tidak mengalihkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah mengalihkan pengendalian atas aset keuangan tersebut. - 18 -

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) l. Aset Keuangan (lanjutan) Penurunan nilai dari aset keuangan Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Perusahaan dan entitas anak mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan dianggap telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari salah satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut ( peristiwa yang merugikan ) dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal. Aset keuangan dicatat sebesar biaya perolehan yang diamortisasi Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Perusahaan dan entitas anak terlebih dahulu menentukan bahwa terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual atau secara kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual. Jika Perusahaan dan entitas anak menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan dinilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif. Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk kerugian kredit di masa mendatang yang belum terjadi). Nilai kini estimasi arus kas masa datang didiskonto dengan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Jika suatu aset keuangan yang dikelompokkan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang memiliki suku bunga variabel, maka tingkat diskonto yang digunakan untuk mengukur setiap kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif yang berlaku. Nilai tercatat atas aset keuangan dikurangi melalui penggunaan cadangan penurunan nilai dan jumlah kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba (rugi) komprehensif konsolidasian. Pendapatan bunga selanjutnya diakui sebesar nilai tercatat yang diturunkan nilainya berdasarkan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan. Pinjaman yang diberikan dan piutang beserta dengan cadangan terkait dihapuskan jika tidak terdapat kemungkinan yang realistis atas pemulihan di masa mendatang dan seluruh agunan telah terealisasi atau dialihkan kepada Perusahaan dan entitas anak. Jika pada tahun berikutnya, nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau berkurang karena peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya ditambah atau dikurangi dengan menyesuaikan cadangan penurunan nilai. Jika terdapat penghapusan yang dapat dipulihkan di masa mendatang, jumlah pemulihan tersebut diakui pada laba atau rugi. Aset keuangan yang tersedia untuk dijual Dalam hal investasi ekuitas diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang tersedia untuk dijual, bukti obyektif akan termasuk penurunan nilai wajar yang signifikan atau berkepanjangan di bawah nilai perolehan investasi tersebut. - 19 -