PEMBELAJARAN TERPADU

dokumen-dokumen yang mirip
Hakikat Belajar dan Pembelajaran

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan Nasional yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang

Mochammad Maulana Trianggono, M.Pd. Prodi PG PAUD Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP PGRI Jember 2016

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dini Herdiani, 2014 Pembelajran Terpadu dalam Kurikulum 2013 di Kelas VIII SMP Pasundan 3 Bandung

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. RUMUSAN MASALAH C. TUJUAN

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA SMP PADA TEMA ENERGI DALAM TUBUH MENGGUNAKAN METODE 4S TMD

INTEGRATED APPROACH. Oleh : Dra. Siti Sriyati, M.Si

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Tsani Fathani, 2013

KONSEP IPS TERPADU KONSEP PEMBELAJARAN TERPADU

PEMBELAJARAN TERPADU UNTUK MENGEMBANGKAN KECAKAPAN HIDUP DI ERA GLOBALISASI

Standards for Science Teacher Preparation

MODEL CONNECTED (MODEL 2: HOW TO INTEGRATE THE CURRICULA) Muktar Panjaitan Universitas HKBP Nommensen

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN TERPADU OLEH NOVI RESMINI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA. A. Pendahuluan

BAB I PENDAHULUAN. Pada dasarnya Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan cara mencari

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Hayyah Fauziah, 2013

Teori Konstruktivistik

BAB I PENDAHULUAN. matematika kurang disukai oleh kebanyakan siswa. Menurut Wahyudin (1999),

[learning subject and supporting through direct instruction model to increase students achievement in Physical Chemistry I class]

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

Melihat Lebih Jauh Manfaat Pembelajaran IPA Terpadu Tipe Shared

BAB II KAJIAN PUSTAKA

I. PENDAHULUAN. Pendidikan Formal dalam memasuki era globalisasi ditandai dengan adanya

PEMBELAJARAN TEMATIK BERBASIS REAL OBJECT DI SEKOLAH DASAR

PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SECARA TERPADU Oleh Novi Resmini, M.Pd Universitas Pendidikan Indonesia

BAB I TUJUAN UMUM MODEL PEMBELAJARAN A. MODEL PEMBELAJARAN

BAB I PENDAHULUAN. mengikuti perkembangan tersebut. Berdasarkan perkembangan tersebut, baik

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dibutuhkan untuk kehidupan. (KTSP). Sesuai dengan amanat KTSP, model pembelajaran terpadu

BAB I PENDAHULUAN. serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur

BAB I PENDAHULUAN. adalah sumber daya manusia indonesia yang memiliki kekuatan spiritual,

Matematika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang tidak pernah lepas dari segala bentuk aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari,

PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR. Diana Endah Handayani Dosen PGSD IKIP PGRI Semarang

MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK UNTUK SISWA SD KELAS AWAL

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PEMBELAJARAN KREATIF DAN BERMAKNA. Oleh. Dr. Dedi Koswara, M.Hum.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Peserta didik merupakan generasi penerus bangsa yang perlu

BAB I PENDAHULUAN. pelajaran sains yang kurang diminati dan membosankan. Banyak siswa yang

PEMBELAJARAN IPS TERINTEGRASI DALAM KONTEKS KURIKULUM 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB II KAJIAN TEORI. yang dituangkan ke dalam kertas atau buku dapat digolongkan ke media

A. PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karunia Eka Lestari, 2013

BAB II KERANGKA TEORITIS. Komarudin dalam Sagala (2000:152) bahwa Model pembelajaran adalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Pembelajaran IPA Terintegrasi di SMP A. Pendahuluan

PELATIHAN SEBUAH SOLUSI DALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU BAGI DOSEN IPA DI LINGKUNGAN PRODI PGMI. Budiyono Saputro

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Nita Awalita Sundari, 2013

ISSN: Inovasi Kurikulum, Februari 2009, Thn.4 Vol. 1 No: 4

BAB II KAJIAN PUSTAKA. perkembangan peserta didik sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan.

BAB I LATAR BELAKANG MASALAH. kerja, mendorong perguruan tinggi untuk membekali lulusannya dengan kemampuan

PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN INTEGRATED APPROACH IPA. Henry Januar Saputra Abstrak

BAB I PENDAHULUAN. (2015:7) yang menjelaskan pengertian dari pembelajaran sebagai berikut.

MODEL TERPADU DALAM PEMBELAJARAN IPS DAN REKONSTRUKSI STANDAR ISI. Oleh: Tim Pengembang IPS

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU

BAB I PENDAHULUAN. Dalam upaya meningkatan mutu pendidikan pemerintah. mengeluarkan berbagai kebijakan. Salah satu kebijakannya adalah mengganti

BAB I PENDAHULUAN. khususnya teknologi sekarang ini telah memberikan dampak positif dalam

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TERPADU DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SD

BAB I PENDAHULUAN. dalam berbagai tema. Kata tema berasal dari kata Yunani tithenai yang berarti

KURIKULUM 2013 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2015

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA. pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek, baik

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana terhadap suasana belajar

BAB I PENDAHULUAN. sebagai bekal hidup di dunia untuk mengejar masa depan. Kata belajar bukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK SD KELAS I-III

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.

MATA KULIAH PEMBELAJARAN TERPADU (PSD SKS)

BAB 1 PENDAHULUAN. Komunikasi dalam hidup bermasyarakat bukan hanya melalui lisan yang dilakukan

I. PENDAHULUAN. mampu berkompetensi baik secara akademik maupun non akademik. Memenuhi kebutuhan pendidikan yang mampu mengembangkan akademik

MODEL KETERPADUAN PEMBELAJARAN SAINS DALAM KURIKULUM 2013

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Erie Syaadah, 2013

Gambar 1 Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu

BAB I PENDAHULUAN. intelektual dalam bidang matematika. Menurut Abdurrahman (2012:204)

BAB II KAJIAN PUSTAKA. siswa yang tidak tergolong dalam berbagai kegiatan kelompoknya, tetapi siswa ini

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan sekolah memiliki peranan penting dalam meningkatkan sumber

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Fatmawati, 2015

BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan masalah yang harus diselesaikan

Konsep Dasar dan Model-model Pembelajaran Terpadu

PPRINSIP-PRINSIP dan CARA BELAJAR ANAK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. diberikan sejak tingkat pendidikan dasar sampai dengan pendidikan menengah di

I. PENDAHULUAN. untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya seoptimal mungkin. Pendidikan

II. TINJAUAN PUSTAKA. Kreativitas menurut para ahli psikologi penjelasannya masih berbeda-beda

MENGAPA PERLU PEMBELAJARAN TEMATIK?

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan

BAB II KAJIAN TEORITIK

Transkripsi:

PEMBELAJARAN TERPADU Oleh: Drs. Johar Permana Program S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia 2008 1

LATAR BELAKANG SK Mendiknas No. 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru: Setiap guru wajib memenuhi standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru yang berlaku secra nasional (Pasal 1 ayat 1) 2

LATAR BELAKANG (Lanjutan) Arah kebijakan penyelenggaraan pembelajaran di Sekolah Dasar menuntut peran guru kelas; (seperti halnya dalam program sertifikasi); bukan guru Mata Pelajaran. Kenyataan Banyak guru yang belum memahami tugas pokok guru kelas; belum tahu pembelajaran terpadu. Kondisi kelas dan pembelajaran masih konvensional serta belum adanya perubahan paradigma belajar/pembelajaran yang terjadi dalam kelas. 3

LATAR BELAKANG (Lanjutan) Teori: perubahan paradigma belajar dan pembelajaran bagi anak usia SD dari pola behavioristik ke pola konstruktivistik. ( Hakikat anak; unik; cerdas; dan karakteristik lainnya). Pembelajaran Terpadu diperlukan dalam proses pembelajaran siswa Sekolah Dasar karena akan membentuk pengalaman secara totalitas dalam pribadi anak. 4

PENGERTIAN DASAR PEMBELAJARAN TERPADU Integrated Teaching and Learning atau Integrated Curriculum Approach. Pendekatan dalam pengembangan kemampuan anak dalam proses pembentukan pengetahuan berdasarkan interaksi dengan lingkungan dan pengalaman dalam kehidupan. Interdiciplinary Curriculum Approach Memadukan antar materi pelajaran dengan semua aspek perkembangan anak, kebutuhan dan minat anak, serta kebutuhan dan tuntutan lingkungan sosial keluarga. 5

PENGERTIAN DASAR PEMBELAJARAN TERPADU Thematic Approach Suatu proses dan strategi yang mengintegrasikan isi bahasa ( membaca, menulis, berbicara, dan mendengar) dan mengaitkannya dengan materi pelajaran yang lain. A coherent Curriculum Approach Pendekatan untuk mengembangkan program pembelajaran yang menyatukan dan menghubungkan berbagai program pendidikan. A Holistic Approach Pengkombinasian aspek estimologi, sosial, psikologi, dan pendekatan pedadogi untuk pendidikan anak, yaitu menghubungkan antara otak dan raga, antara pribadi dan pribadi, antara individu dan komunitas, dan antara domain-domain pengetahuan. 6

KONSEP PEMBELAJARAN TERPADU Pembelajaran Terpadu merupakan model pembelajaran yang mencoba untuk memadukan beberapa pokok bahasan. (Beane, 1995:615) 7

ENAM JALUR UTAMA MENUJU OTAK Apa yang kita LIHAT Apa yang kita DENGAR Apa yang kita RASA Apa yang kita SENTUH Apa yang kita BAUI Apa yang kita LAKUKAN 8

EMPAT MITOS BELAJAR Sekolah adalah tempat terbaik untuk belajar. Kecerdasan bersifat tetap. Pengajaran menghasilkan pembelajaran. Kita semua belajar dengan gaya yang sama 9

KECERDASAN BERGANDA 1. Kecerdasan Linguistik 2. Kecerdasan Matematis-logis 3. Kecerasan Visual-spesial 4. Kecerdasan Musikal 5. Kecerdasan Kinestesis 6. Kecerdasan Interpersonal/Kecerdasan Sosial 7. Kecerdasan Intrapersonal/Kecerdasan Intuitif 8. Kecerdasan Spiritual/Illahiah 10

JOHN DEWEY The Child Active Practical Immature Holistic Narrow Kinesthetic Curriculum Static Abstract Mature Logical categories Broad scope Textual Psychologize The Curriculum 11

KITA DALAM PROSES BELAJAR 10% dari apa yang kita baca 20% dari apa yang kita dengar 30% dari apa yang kita lihat 50% dari apa yang kita lihat dan dengar 70% dari apa yang kita katakan 90% dari apa yang kita katakan dan lakukan Vernon A. Magnessen Dikutip dalam Quantum Teaching oleh Bobbi DePorter, et.al. 12

Faham Konstruktivistik: Bagaiamana Anak Belajar Jean Piaget (1986-1980), Lev Vygostky (1896-1934) dan Brunner (1960-an) Anak merupakan individu yang aktif membentuk dan menyusun pengetahuannya sendiri pada saat menyesuaikan pikirannya sebagaimana terjadi ketika anak mengeksplorasilingkungan dan kemudian tumbuh secara kognitif terhadap pemikiranpemikiran yang logis.(j. Piaget) Anak mengkonstruksi pengetahuan melalui interaksi pengajaran dan sosial dengan orang dewasa (guru) dengan catatan orang dewasa (guru) itu menjembatani arti dengan bahasa dan tanda atau simbol, untuk nmenumbuhkan pemikiran anak ke arah pemikiran-pemikiran yang verval. (Vygotsky) 13

Faham Konstruktivistik: Bagaiamana Anak Belajar Jean Piaget (1986-1980), Lev Vygostky (1896-1934) dan Brunner (1960-an) Anak melalui aktifitasnya dengan orang dewasa (guru) membentuk pengetahuan anak dalam tampilan spiral mulai dari pre speech sebagaimana anak menetapkan format, peranan dalam hal-hal yang rutin yang mebuatnya merasa bebas untuk kemudian dapat terlibat dalam penggunaan bahasa yang lebih kompleks sebagaiamana tersaji dalam suatu realitas. (Brunner) 14

PRINSIP-PRINSIP DASAR PEMBELAJARAN TERPADU 1. The Hidden Curriculum; mengandung arti anak tidak hanya terpaku pada pernyataan, atau pokok bahasan tertentu, sangat dimungkinkan pembelajaran yang dikembangkan memuat pesan tersembunyi penuh makna bagi anak. 2. Subject in The Curriculum; mengandung arti perlunya pertimbangan skala prioritas mana ayang perlu didahulukan dalam pemilihan pokok/topik belajar, waktu belajar, serta evaluasi kemajuan belajar anak. 15

PRINSIP-PRINSIP DASAR PEMBELAJARAN TERPADU 3. Learning Environment mengandung arti bahwa lingkungan belajar di kelas memberikan kebebasan bagi anak untuk berfikir dan berkreativitas. 3. View of the social word mengandung arti bahwa masyarakat sekitar membuka dan memberikan wawasan untuk pengembangan pembelajaran di sekolah. 4. Value and atticude mengandung arti bahwa anak-anak memperoleh sikpa dan norma dari lingkungan masyarakat, termasuk rumah, sekolah dan apantannya, baik verbal maupun non-verbal. 16

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN TERPADU 1. Model Fragmented Pembelajaran konvensional yang memisahkan disiplin ilmu atas beberapa materi pelajaran, tanpa adanya usaha untuk mengintegrasikan materi pelajaran. Model Connected 2. Materi pelajaran tertentu dapat disatukan pada induk materi pelajatran tertentu sehingga menjadi keutuhan dalam membentuk kemampuan dan menata butir-butir pembelajaran dan proses pembelajaran secara terpadu 3. Model Nested Pemaduan berbagai bentuk penguasaan konsep keterampilan melalui sebuah kegiatan dengan mengembangkan daya imajinasi dan berfikir logis untuk menunjukan bentuk kemampuan keterampilan tertentu. 17

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN TERPADU 4. Model Sequenced Model pemaduan topik-topik antar pelajaran yang berbeda secara paralel dengan cara mengajarkan materi yang memiliki kesamaan dalam upaya mengutuhkan materi tersebut. 5. Model Shared Pemaduan pembelajaran akibat adanya overlapping konsep atau ide pada dua materi pelajaran atau lebih sehingga menjadi konsep yang utuh yang dapat menuntun siswa dalam membuka wawasan dan cara berfikir yang luas dan mendalam melalui pemahaman terhadap konsep secara lintas disiplin ilmu. 6. Model Webbed Kegiatan pembelajaran yang memilki keterkaitan materi yang secara metodologis dapat dipadukan dengan memilih dan memilah tema/pokok bahasan 18

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN TERPADU 7. Model Theared Merupakan pendekatan pembelajaran yang ditempuh dengan mengembangkan gagasan pokok, yang berfokus pada metacurriculum. 8. Model Integrated Pemaduan sejumlah topik dari mata pelajaran yang berbeda tetapi esensinya sama. 9. Model Immersed Model ini dirancang untuk membantu siswa dalam menyaring dan memadukan berbagai pengalaman dan pengetahuan dihubungkan dengan dengan medan pemakaiannya melalui pengintegrasian semua data dari setiap bidang studi dan disiplin dengan mengkaitkan gagasan-gagasan melalui minatnya. 10. Model Networked Model pembelajaran yang mengendalikan kemungkinan pengubahan konsepsi, bentuk pemecahan masalah, maupun tuntutan bentuk keterampilan baru setelah siswa mengadakan studi lapangan dalam situasi, kondisi, maupun konteks yang berbeda. 19

JENIS PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN TERPADU DI INDONESIA Ada dua model Pembelajaran Terpadu yang tepat digunakan di Indonesia, yaitu model jaring laba-laba (Webbed) dan model keterhubungan (connected) Model Webbed dapat diterapkan pada tingkat Sekolah Dasar karena anak masih bersifat holistik dalam memandang sesuatu. Model connected yang digunakan untuk siswa tingkat SMP/MTs. Hal ini sesuai dengan tingkat pemahaman anaka dalam menghubungkan konsep dengan konsep lainnya, topik satu dengan topik lainnya, dan keterampilan satu dengan keterampilan lainnya. 20

TEKNIK PENYUSUNAN PEMBELAJARAN TERPADU 1. Pembelajaran disusun berdasarkan atas satu tuntutan kompetensi secara utuh KOMPETENSI DASAR HASIL BELAJAR HASIL BELAJAR INDIKATOR INDIKATOR INDIKATOR INDIKATOR PEMBELAJARAN.. 21

TEKNIK PENYUSUNAN PEMBELAJARAN TERPADU 3. Pembelajaran disusun berdasarkan atas satu atau lebih hasil belajar dalam satu kompetensi. KOMPETENSI DASAR HASIL BELAJAR HASIL BELAJAR HASIL BELAJAR INDIKATOR INDIKATOR INDIKATOR INDIKATOR INDIKATOR INDIKATOR PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN 22

TEKNIK PENYUSUNAN PEMBELAJARAN TERPADU 2. Pembelajaran disusun berdasarkan atas satu atau lebih indikator dalam satu kompetensi. KOMPETENSI DASAR HASIL BELAJAR HASIL BELAJAR INDIKATOR INDIKATOR INDIKATOR INDIKATOR PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN 23

MODEL PEMBELAJARAN TERPADU YANG DI KEMBANGKAN Pelaksanaan model pembelajaran terpadu di Sekolah Dasar harus didukung oleh: 1. Kemampuan Dan kesiapan guru yang optimal dan media pembelajaran yang memadai 2. Menuntut adanya kreativitas dan inovasi guru dalam pengembangan pembelajaran 3. Bertotal dan dikembangkan dari kurikulum yang sudah terpadu. 24

Hal-hal yang perlu dilakukan dalam pengembangan model pembelajaran terpadu yaitu: 1. Menetapkan beberapa materi pelajaran yang akan dipadukan 2. Mempelajari kompetensi dasar dan indikator dari mata pelajaran yang akan dipadukan. 3. Memilih dan menetapkan topik pemersatu. 4. Membuat bagan keterhubungan/matriks keterhubungan kompetensi dasar dan tema/topik pemersatu. 5. Menyusun silabus pembelajaran terpadu. 25

Model pelaksanaan pembelajaran yang diterapkan dalam model pembelajaran terpadu di kemas dalam: 1. kegiatan pendahuluan 2. kegiatan inti 3. kegiatan akhir/tindak lanjut 26

27