BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pengaruh atau hubungan kedua variabel tersebut. berakhir bulan Mei 2015, dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. dari pengaruh faktor personal, relasi sosial dan pengaruh pembelajaran

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, karena permasalahan

C. Definisi dan Operasionalisasi Variabel BAB III METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian

(jumlahnya lebih sedikit daripada populasinya). Teknik sampling yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. digunakan dalam penelitian ini adalah:

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang beralamat di Jl. Petojo VIJ IV No. 28 Jakarta Pusat. Waktu pelaksanaan

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 LOKASI PENELITIAN DAN WAKTU PENELITIAN. yang beralamat Jalan D.I Panjaitan No 23 Bangkinang Kab Kampar.

BAB III. penelitiannya berupa angka-angka dan analisisnya menggunakan metode statistik.

BAB III METODE PENELITIAN. adalah Seluruh Karyawan pada PT. Aditama Graha Lestari. hubungan yang bersifat sebab akibat dimana variabel independen

36 Kompensasi. Variabel kompensasi ini terdiri dari Gaji, Reward dan Insentif. 1. Gaji Menurut Hasibuan (2007) gaji adalah balas jasa yang dibayar sec

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Yang menjadi tempat penelitian ini yakni di Toko Nusa Kurnia Gorontalo.

BAB III. Metode Penelitian. penilitian terdiri dari variabel terikat (dependent variable) dan variabel bebas (independent

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel Variabel bebas atau Independen

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. merupakan suatu penelitian yang dilakukan untuk menjelaskan faktor-faktor

BAB III METODE PENELITIAN. fungsi variabel dalam hubungan antar variabel, yaitu: Variabel Independen (Independent Variable)

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Waktu penelitian bulan Maret sampai bulan April 2015.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. suatu penelitian yang data penelitianya berupa angka-angka dan analisisnya

BAB III METODE PENELITIAN

research) yaitu pengamatan langsung ke obyek yang diteliti guna mendapatkan data yang relevan. Penelitian ini termasuk penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang dikumpulkan dan dinyatakan dalam bentuk angka-angka. Kemudian data

BAB III METODE PENELITIAN. pembahasan penulisan ini, maka penulis mengambil lokasi penetian PT. BPR

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada Pabrik Sekat Jaya Jl.Sekat Desa Banglas Kota Selatpanjang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menggunakan pendekatan kuantitatif dan sumber data yang digunakan. berhubungan dengan penelitian.

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Jenis dan Sumber Data. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. penelitian, objek penelitian ini menjadi sasaran dalam penelitian untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metodologi penelitian merupakan cara kerja untuk dapat memahami obyek

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Kecamatan Bangkinang Seberang Jalan Lintas Bangkinang-Petapahan Sei Jernih.

BAB III METODE PENELITIAN. angka-angka dan analisis menggunakan statistik. subjek dari mana data dapat diperoleh. 30

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian penjelasan (explanatory

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Maret sampai Juni 2014 dan

METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian explanatory research. Jenis penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Motor Air Tiris, Kec. Kampar jln. Pekanbaru-Bangkinang KM.48 Psr. Air

BAB III METODE PENELITIAN

Bab III METODELOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. menjadi sampel dalam penelitian mengenai pengaruh harga, kualitas produk, citra merek

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. perumusan masalah yang teridentifikasi, pengumpulan dasar teori yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. dengan menjawab rumusan masalah dan melakukan pengujian pada hipotesis.

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap keputusan pembelian ponsel Nokia. Waktu penelitian dilakukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian Asosiatif. Menurut Sugiyono (2011:35)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang menjadi sasaran atau tujuan penelitian. Dalam penyusunan skripsi ini,

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian akan dilaksanakan di beberapa UMKM yang berada di jakarta barat.

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer. Data

BAB III METODE PENELITIAN. karena data diperoleh dari hasil pengamatan langsung di Bank Muamalat

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

BAB III METODE PENELITIAN. desa Kedabu Rapat Kabupaten Kepulauan Meranti. Sedangkan waktu penelitian di mulai bulan Februari sampai September 2013.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada PT. PLN Persero Cabang Pekanbaru

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field study research) yakni

BAB III METODE PENELITIAN. variabel-variabel yang diduga mampu memprediksi minat mahasiswa untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Universitas Mercu Buana Jakarta, hal tersebut

BAB III METODE PENELITIAN. adalah PD.BPR Rokan Hilir Cabang Kubu, Kabupaten Rokan Hilir yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan karateristik masalah yang diteliti, jenis penelitian yang akan

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian field research, yaitu penelitian yang dilakukan dilapangan atau di lingkungan tertentu. 1 Dalam penelitian ini penulis melakukan studi langsung ke lapangan untuk memperoleh data yang konkrit tentang pengaruh inovasi, teknologi peralatan dan pemasaran terhadap pengembangan usaha kecil pada usaha bakery. B. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan adalaah pendekatan kuantitatif yaitu pendekatan yang menekankan analisis pada data numerical yang diolah dengan metode statistik. 2 Dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif maka data-data yang diperoleh dari lapangan diolah menjadi angka-angka. Kemudian angka-angka tersebut diolah menggunakan metode statistik untuk mengetahui hasil olah data yang diinginkan. C. Sumber Data Data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer atau data-data yang pertama adalah data yang diperoleh langsung dari subyek penelitian dengan menggunakan alat pengukur atau pengambilan data langsung pada sumber obyek sebagai sumber informasi yang diberi. 3 Dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari jawaban para responden terhadap rangkaian pertanyaan yang digunakan oleh peneliti. Responden yang menjawab daftar kuesioner tersebut adalah 32 karyawan usaha bakery. Kuesioner tersebut harus diuji apakah jawaban dari pertanyaan tersbut valid atau reliabel. Alat untuk menguji kuesioner adalah dengan uji validitas dan reliabilitas 1 Marzuki, Metodologi Riset, Ekonomi, Yogyakarta, 2005, hlm. 14. 2 Saifudin Azwar, Metode Penelitian, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 1997, hlm. 5. 3 Ibid., hlm. 91. 31

32 D. Populasi dan Sampel Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. 4 Sampel adalah sebagian dari populasi. 5 Sugiyono dalam bukunya Statistik Untuk Penelitian mengatakan sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dan, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili). 6 Berhubungan dengan besarnya populasi yang ada dalam penelitian ini ada 38 karyawan usaha bakery yang ada di kabupaten Grobogan, maka dalam melakukan penelitian ini penulis mengambil semua populasi yang ada untuk dijadikan sebagai sampel. Dengan menggunakan teknik penentuan sampel jenuh yaitu bila anggota populasi digunakan sebagai sampel. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. 7 Dalam penelitian ini peneliti mengambil semua jumlah populasi yaitu 38 karyawan usaha bakery yang ada di kabupaten Grobogan. E. Tata Variabel Penelitian Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain maka macam-macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi: 8 1. Variabel independen Variabel ini sering disebut variabel stimulus, predikator, antecendent. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel 4 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta, Jakarta, 1992, hlm. 173. 5 Margono, Metode Penelitian Pendidikan, Jakarta, Rineka Cipta, 2000, hlm. 121. 6 Sugiyono, Statistik Untuk penelitian, Alfabet, Bandung, 2013, hlm. 62. 7 Ibid., hlm. 68. 8 Ibid., hlm. 2-4.

33 bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel dependen (terikat). Variabel independent dalam penelitian ini adalah faktor inovasi, teknologi peralatan dan pemasaran yang mempengaruhi pengembangan usaha kecil. 2. Variabel dependen Variabel ini sering disebut variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam bahasa indonesia sering sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah pengembangan usaha kecil. F. Definisi Operasional Untuk mempermudah dan memperjelas apa saja yang dimaksud dengan variabel-variabel dalam penelitian ini maka perlu diberikan definisi operasional Definisi operasional adalah alat untuk mengukur suatu variable atau dapat dikatakan petunjuk pelaksanaan bagaimana mengukur variabel. Dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 3.1 Definisi Operasional No. Variabel Definisi Operasional Indikator Skala 1. Teknologi (X1) Teknologi merupakan 1. Teknologi Likert salah satu faktor yang dipandang sebagai mempengaruhi alat (tool) kesuksesan produk 2. Teknologi sebagai baru, di mana dengan pengganti tenaga menggunakan teknologi kerja manusia yang canggih, 3. Teknologi sebagai perusahaan dapat alat produktivitas menciptakan produknya dengan teknologi menjadi lebih baik atau

34 lebih inovatif. 9 2. Pemasaran (X2) Suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. 10 3. Pengembangan Pengembangan usaha Usaha Kecil (Y) yaitu suatu bentuk usaha kepada usaha itu sendiri agar dapat berkembang menjadi baik lagi dan agar mencapai pada satu titik atau puncak menuju kesuksesan. 11 1. Pemasaran pada produk 2. Pemasaran pada harga 3. Pemasaran pada tempat 4. Pemasaran pada promosi 1. Adanya target yang sesuai dengan perusahaan 2. Adanya keuntungan yang didapatkan sesuai dengan perusahaan Likert Likert G. Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode survey, yaitu dengan cara menyebar kuesioner. 9 Heri Setiawan, Pengaruh Organisasi Pasar, Orientasi Teknologi dan Inovasi Produk terhadap keunggulan Bersaing Usaha Songket Skala Kecil di Kota Palembang, Jurnal Orasi Bisnis Edisi ke VIII, November, 2012, hlm. 13. 10 Philip Kotler, Manajemen Pemasaran, Salemba Empat, Jakarta, 2004, hlm. 9. 11 Endang Purwanti, Pengaruh Karakteristik Wirausaha, Modal Usaha, Strategi Pemasaran terhadap Perkembangan UMKM di Desa Dayaan dan Kalilondo Salatigi, Jurnal Manajemen, 2012, hlm. 9.

35 Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila diketahui dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang diharapkan dari responden. 12 Dalam penelitian ini yang menjawab kuesioner adalah manajer usaha bakery. Angket didesain dengan pertanyaan terbuka, yaitu yang terdiri dari beberapa pertanyaan yang digunakan untuk mengetahui identitas responden seperti jenis kelamin, usia, pendidikan. Pertanyaan ini digunakan untuk menganalisa jawaban yang diberikan responden pada pertanyaan tertutup karena taraf kognisi akan menjadi faktor penting dalam menjawab pertanyaan tertutup. Dalam metode survey didesain dengan menggunakan pada skala likert, di mana skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif dan diberikan skor sebagai berikut: sangat setuju (skor 5), setuju (skor 4), netral (skor 3), tidak setuju (skor 2), sangat tidak setuju (skor 1). 13 H. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1. Uji Validitas dan Relibilitas a. Uji Validitas Agar data yang diperoleh dengan cara penyebaran tersebut valid dan reliabel maka dilakukan uji validitas dan reliabilitas, uji validitas dilakukan dengan menghitung korelasi antara skor konstruk atau variabel. Hal ini dapat dilakukan dengan cara uji signifikansi yang membandingkan r hitung dengan r table untuk degree of freedom (df) = n k. Dalam hal ini n adalah jumlah sampel dan k 12 Sugiono, Metode Penelitian Bisnis, Alfabeta, Bandung, 2004, hlm. 135. 13 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Alfabeta, Bandung, 2013, hlm. 135.

36 adalah jumlah konstruk. Apabila r hitung untuk r tiap butir dapat dilihat pada kolom Corrected Item Total Correlation lebih besar dari r tabel dari nilai positif maka butir atau pertanyaan tersebut dikatakan valid. b. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk, suatu koesioner dkatakan reliable jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau hasil stabil dari waktu kewaktu. 14 Pengujian reliabilitas dengan internal consistency, dilakukan dengan cara mencobakan instrumen sekali saja, kemudian yang data diperoleh dianalisis dengan teknik tertentu. Hasil analisis dapat digunakan untuk memprediksi reliabilitas instrumen. Didalam penelitian ini digunakan skala likert untuk memberi arti bagi jawaban responden berdasarkan penerapan teknologi dan pemasaran terhadap pengembangan usaha kecil yang dinyatakan dengan nilai 1-5. Agar data yang diperoleh dengan cara penyebaran kuesioner tersebut valid dan reliable, maka dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan menggunakan Cronbach Alpha. 15 2. Uji Asumsi Klasik Sebelum melakukan pengujian dengan menggunakan analisis regresi, terlebih dahulu dilakukan penguji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolonieritas, uji autokorelasi dan uji heteroskedasitas. Pengujian keempat jenis asumsi klasik ini dilakukan dengan tujuan untuk meguji validitas, presisi dan konsistensi data. a. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linier dan korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 14 Imam Gozali, Aplikasi Analisis Multifariate dengan Program IBM SPSS 19, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang, 2002, hlm. 47. 15 Husein Umar, Metode Riset Bisnis, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2002, hlm. 125.

37 (sebelumnya) jika terjadi korelasi maka terdapat konsistensi autokorelasi. 16 b. Uji Multikolonieritas Uji Multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variable-variabel ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai korelasinya antar sesame variabel independen sama dengan nol. 17 uji multikolonieritas menunjukkan variabel independen manakah yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Multikolonieritas terjadi apabila terdapat hubungan linier antara variabel independen yang dilibatkan dalam model. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya mulikolonieritas adalah dengan menganalisis matriks korelasi variabel-vareabel bebas. Jika antar variabel bebas ada korelasi yang cukup tinggi (umumnya diatas 0.90), maka hal ini merupakan indikasi adanya multikolonieritas. Multikolonieritas dapat juga dilihat dari nilai tolerance dan varience inflation factor (VIF). Kedua ukuran ini menunjukan setiap variabel bebas manakah yang dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Nilai cuttof yang umum dipakai adalah nilai tolerance 0.10 atau sama dengan nilai VIF di atas 10 sehingga data yang tidak terkena multikolonieritas nilai toleransinya harus kurang dari 0.10 atau nilai FIV lebih dari 10. c. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan Variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika Variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka 16 Imam Gozali, Aplikasi Analisis Multifariate dengan Program IBM SPSS 19, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang, 2002, hlm. 110. 17 Ibid., hlm. 105.

38 disebut homoskedastisitas. Dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. 18 Model regresi yang baik adalah homokedastisitas. Uji heterokedastisitas dengan melihat grafik plot antara nilai produksi variabel terikat (ZPRED) dengan resediulnya (SRESID). Deteksi dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara ZPRED dengan SRESID. Jika terdapat pola tertentu seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heterokdastisitas. Namun jika tidak dapat pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka nol pada sumbu Y, berarti tidak terjadi heterokedastisitas. d. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. 19 Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal.uji normalitas dapat dilakukan dengan melihat normal probability plot yang membandngkan distribusi normal.jika garis yang menggambarkan data sesungguhnya mengikuti garis diagonalnya, berarti data tersebut berdistribusi normal. 3. Uji Statistik a. Koefisien Determinasi (R²) Koefisien determinasi (R²) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variabel-variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol sampai dengan satu. 18 Ibid., hlm. 139. 19 Ibid., hlm. 160.

39 Koefisien ini menunjukkan seberapa besar prosentase variasi variabel dependen. R² sama dengan 0 (nol), maka variasi variabel independen yang digunakan dalam model tidak menjelaskan sedikitpun variasi variabel dependen. Sebaliknya R² sama dengan 1, maka variasi variabel independen yang digunakan dalam model menjelaskan 100% variasi variabel dependen. 20 b. Uji Koefisien Regresi Secara Parsial (Uji t) Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel independen yang terdapat dalam persamaan regresi secara individu berpengaruh terhadap nilai variabel dependen. Pegujian ini dilakukan dengan membandingkan nilai Thitung dengan nilai Ttabel, dengan ketentuan sebagai berikut: - Jika T hitung > T tabel maka H 0 ditolak dan H 0 diterima - Jika T hitung < T tabel maka H 0 diterima dan H 0 ditolak. c. Uji Koefisien Regresi Secara Bersama-sama (Uji f) Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen (X1 dan X2) secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap nilai variabel dependen (Y). Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan nilai F hitung dengan F tabel dengan ketentuan sebagai berikut: - Jika F hitung < F tabel maka H 0 diterima - Jika F hitung >F tabel maka H 0 ditolak. 21 d. Analisis Regresi Linier Berganda Analisis linier berganda hubungan secara linier antara dua atau lebih variabel independen (X1 dan X2,) dengan variabel dependen (Y). Analisis ini digunakan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen, 20 Dwi Priyatno, Paham Analisa Statistik dengan data SPSS, Mediakom, Yogyakarta, 2010, hlm. 66. 21 Ibid., hlm. 145.

40 apakah masing-masing variabel independen berhubungan positif atau negatif. 22 Dalam penelitian ini menggunakan rumus persamaan regresi ganda untuk menganalisis data. Bentuk persamaan garis regresi ganda adalah sebagai berikut: 23 Y = a + b1x1 + b2x2 + e Dimana : x1 :Teknologi x2 :Pemasaran Y :Pengembangan Usaha a :Konstanta b1 :Koefisien Regresi antara Teknologi terhadap Pengembangan Usaha Kecil. b2 :Koefisien Regresi antara Pemasaran terhadap Pengembangan Usaha Kecil. e :Faktor lain diluar penelitian 296 22 Dwi Priyatno, Op. Cit., hlm. 61. 23 Iqbal Hasan, Pokok-Pokok Materi Statistik, Edisi 2, Bumi Aksara, Jakarta, 2003, hlm.