TEORI DASAR MESIN FRAIS CNC (Computer Numerical Control)

dokumen-dokumen yang mirip
TEORI DASAR MESIN BUBUT CNC (Computer Numerical Control)

MODUL 3 PRAKTEK PEMBUATAN PROGRAM UNTUK MESIN FRAIS CNC TU-3A

DASAR-DASAR PEMROGRAMAN MESIN BUBUT CNC TU-2A

MODUL 3 PRAKTEK PEMBUATAN PROGRAM UNTUK MESIN BUBUT CNC TU-2A

MODUL 3 PRAKTEK PEMBUATAN PROGRAM UNTUK MESIN BUBUT CNC TU-2A

DASAR-DASAR PEMROGRAMAN MESIN FRAIS CNC TU-3A

MATERI PPM APLIKASI FUNGSI G02 DAN G03 MESIN BUBUT CNC Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY

MATERI PPM PEMROGRAMAN CNC Mesin Bubut TU-2A Threading & Grooving (Fungsi G78, dan G86)

PEMROGRAMAN CNC TU-2A Penggantian Alat Potong (M06) Oleh: Dr. Dwi Rahdiyanta FT-UNY

BAGIAN-BAGIAN UTAMA MESIN CNC TU-3A

MATERI PPM PRINSIP-PRINSIP PEMBUATAN PROGRAM PADA MESIN MILLING CNC Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY

MATERI PPM PRINSIP PEMBUATAN PROGRAM CNC (Metode, Struktur, dan Eksekusi Program)

BAHASA, METODE DAN STRUKTUR PROGRAM CNC (Aplikasi untuk Mesin Bubut CNC)

MATERI KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Materi PPM PEMROGRAMAN CNC Mesin Bubut TU-2A Siklus Drilling (Fungsi G73, G81, G82. G83 dan G85)

SETTING TITIK-TITIK REFERENSI PADA MESIN CNC ET-242 (Titik Nol Benda, dan Titik Nol Pahat)

MATERI PPM PEMROGRAMAN MESIN CNC INTERPOLASI MELINGKAR (FUNGSI G02)

PEMROGRAMAN CNC Program Sub-Routine (Fungsi G25, dan G27)

MATERI PPM PRINSIP KERJA DAN BAGIAN-BAGIAN UTAMA MESIN BUBUT CNC TU-2A Oleh: Dr. Dwi Rahdiyanta FT-UNY

MATERI PPM PENGOPERASIAN MESIN CNC ET-242 (Sistem Persumbuan dan Tombol pengendali Mesin) Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY

MATERI KULIAH CAD-CAM PENGOPERASIAN CAD-CAM TURNING ( Fungsi G01, G84, G02 & G03 dan Proses Finishing)

DAFTAR PUSTAKA. Emco (1988), Petunjuk Pemrograman dan Pelayanan EMCO VMC-100, Austria: EMCO MAIER & Co.

BAGIAN-BAGIAN UTAMA MESIN MILLING CNC (EMCO CNC VMC- 100/200) Oleh: Dr. Dwi Rahdyanta FT-UNY

BEKERJA DENGAN MESIN BUBUT

DAFTAR PUSTAKA. Anonim(2006). Klasifikasi Kemasan Berdasarkan Struktur Sistem Kemas, Jakarta: Erlangga

PROSES FREIS ( (MILLING) Paryanto, M.Pd.

BAB II LANDASAN TEORI

BEKERJA DENGAN MESIN BUBUT

SOAL LATIHAN 3 TEORI KEJURUAN PEMESINAN

PEMROGRAMAN CNC. Program adalah sejumlah perintah dalam bentuk kode yang dipakai untuk mengendalikan mesin.

CREATED BY: Fajri Ramadhan,Wanda Saputra dan Syahrul Rahmad

MODUL PRAKTIKUM PROSES DAN SISTEM PRODUKSI. CNC- Computer Numerical Control Oleh : Arief Darmawan

SOAL LATIHAN 4 TEORI KEJURUAN PEMESINAN

BAB 12 MEMAHAMI MESIN CNC DASAR

Secara garis besar mesin Milling CNC dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu :

Mesin frais CNC TU-3A

PERBEDAAN WAKTU PENGERJAAN PADA PEMOGRAMAN INCREMENTALDAN ABSOLUTE PADA MESIN CNC MILLING TU 3A. Aep Surahto 1)

SOAL LATIHAN 1 TEORI KEJURUAN PEMESINAN

BAB lll PROSES PEMBUATAN BOSS FRONT FOOT REST. Pada bab ini penulis menjelaskan tentang langkah kerja pembuatan benda

Melakukan Pekerjaan Dengan Mesin Frais

MODUL PRAKTIKUM NC/CNC SEMESTER GANJIL 2017/2018

Mesin Milling CNC 8.1. Proses Pemotongan pada Mesin Milling

LANGKAH-LANGKAH PENGOPERASIAN CAD/CAM (EMCOTRONIC-EDV754) Oleh: Dr. Dwi Rahdiyanta FT-UNY

Prinsip Kerja dan Pengoperasian

1. Langkah-langkah untuk menghidupkan mesin CNC, adalah? a. Tekan tombol R b. Tekan tombol U c. Tekan tombol I d. Tekan tombol JOG e.

MODUL CNC MILLING DENGAN SWANSOFT CNC SIMULATOR

Memprogram Mesin CNC (Dasar)

Materi 3 Seting Benda Kerja, Pahat, dan Zero Offset Mesin Bubut CNC Tujuan :

BAB II LANDASAN TEORI

KEGIATAN BELAJAR : Membuat Program di Mesin Bubut CNC

BAB V MESIN MILLING DAN DRILLING

MENGOPERASIKAN MESIN CNC (DASAR)

BAB VIII PENGENDALIAN NUMERIS

KONTROL NUMERIK. TIN310 - Otomasi Sistem Produksi. h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n. w e b l o g. e s a u n g g u l. a c.

BAB 3 PROSES FRAIS (MILLING)

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

Bab 1. Pendahuluan. menggunakan bantuan aplikasi CAD (Computer-Aided Design) untuk. menggunakan komputer ini disebut sebagai mesin Computer based

BUKU 3 PROSES FRAIS (MILLING) Dr. Dwi Rahdiyanta

Menentukan Peralatan Bantu Kerja Dengan Mesin Frais

Jumlah Halaman : 20 Kode Training Nama Modul` Simulation FRAIS VERTIKAL

PERBANDINGAN PROSES PEMESINAN SILINDER SLEEVE DENGAN CNC TIGA OPERATION PLAN DAN EMPAT OPERATION PLAN ABSTRACT

BAB 3 PERANCANGAN PROSES PENGERJAAN KOMPONEN PROTOTYPE V PISTON MAGNETIK

PERTEMUAN #10 KONTROL NUMERIK 6623 TAUFIQUR RACHMAN TKT312 OTOMASI SISTEM PRODUKSI

SMK PGRI 1 NGAWI TERAKREDITASI: A

PENGARUH JUMLAH MATA SAYAT END MILL CUTTER MENGGUNAKAN KODE PROGRAM G 02 Dan G 03 TERHADAP KERATAAN ALUMUNIUM 6061 PADA MESIN CNC TU-3A

Materi 1. Mengenal Bagian-bagian Utama Mesin Bubut CNC, Panel Kontrol Sinumerik 802 S/C base line, dan tata nama sumbu koordinat

Berita Teknologi Bahan & Barang Teknik ISSN : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik Departemen Perindustrian RI No. 22/2008 Hal.

A. Mesin gergaji bolak-balik (Hacksaw-Machine) Mesin gergaji ini umumnya memiliki pisau gergaji dengan panjang antara 300 mm sampai 900 mm dengan

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN MENGESET MESIN DAN PROGRAM MESIN NC/CNC (DASAR)

c. besar c. besar Figure 1

Oleh: Dwi Rahdiyanta Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

MATERI KULIAH CNC Instruksi pengoperasian Mesin Frais CNC

BAB IV PENGUJIAN DAN EVALUASI SISTEM

PENGARUH TEKNIK PENYAYATAN PAHAT MILLING PADA CNC MILLING 3 AXIS TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PERMUKAAN BENDA BERKONTUR

BAB II DASAR TEORI 2.1 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. kalangan pendidikan tinggi untuk dapat meningkatkan kemampuan dalam

POROS BERTINGKAT. Pahat bubut rata, pahat bubut facing, pahat alur. A. Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan poros bertingkat ini yaitu :

Materi 4. Menulis Program di Mesin Bubut CNC (membuka, menulis, dan mengedit program CNC)

BAB III METODOLOGI. Pembongkaran mesin dilakukan untuk melakukan pengukuran dan. Selain itu juga kita dapat menentukan komponen komponen mana yang

SOAL LATIHAN 2 TEORI KEJURUAN PEMESINAN

MATA PELAJARAN : TEKNIK PEMESINAN JENJANG PENDIDIKAN : SMK

LAMPIARN 1.4 TEST UJI COBA INSTRUMEN. Mata Pelajaran Tingkat/Semester : XI/ Hari / Tanggal :... Waktu. : 60 menit Sifat Ujian

9 perawatan terlebih dahulu. Ini bertujuan agar proses perawatan berjalan sesuai rencana. 3.2 Pengertian Proses Produksi Proses produksi terdiri dari

BAB I PENDAHULUAN. Pentingnya proses permesinan merupakan sebuah keharusan. mesin dari logam. Proses berlangsung karena adanya gerak

MODUL I PRAKTIKUM PROSES PRODUKSI

MODUL MESIN CNC-3. Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY

SOAL LATIHAN 2 TEORI KEJURUAN PEMESINAN

Proses Gerinda. Paryanto, M.Pd. Jur. PT. Mesin FT UNY

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 TEKNIK PEMESINAN

Materi 5. Mengoperasikan mesin bubut CNC untuk membuat benda kerja

BAB II DASAR TEORI 2.1 Proses Pengelasan.

MODUL PRAKTIKUM NC/CNC SEMESTER GANJIL JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MATERI KULIAH PROSES PEMESINAN KERJA BUBUT. Dwi Rahdiyanta FT-UNY

Pengaruh Jenis Pahat, Kecepatan Spindel dan Kedalaman Pemakanan terhadap Tingkat Kekasaran Permukaan Baja S45C

PROSES PEMBUBUTAN LOGAM. PARYANTO, M.Pd.

BAB II MESIN BUBUT. Gambar 2.1 Mesin bubut

Momentum, Vol. 12, No. 1, April 2016, Hal. 1-8 ISSN , e-issn

MESIN BOR. Gambar Chamfer

BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. pemesinan. Berikut merupakan gambar kerja dari komponen yang dibuat: Gambar 1. Ukuran Poros Pencacah

BAB II DASAR TEORI 2.1 Pengertian Proses Produksi 2.2 Pengertian Mesin Pengaduk Adonan

Transkripsi:

MODUL 1 TEORI DASAR MESIN FRAIS CNC (Computer Numerical Control) Lembar Petunjuk: 1. Petunjuk Umum: a. Modul ini terdiri dari lembar petunjuk, lembar kegiatan, lembar kerja, dan lembar evaluasi. b. Pembelajaran bersifat individual (belajar mandiri) dengan panduan modul. Apabial mendapat kesulitan hendaknya meminta penjelasan kepada guru kelas atau pembimbing. c. Guru berperan sebagai fasilitator, administrator, pembimbing, partisipan, dan supervisor. d. Pemelajaran diarahkan pada penguasaan kompetensi secara tuntas (mastery learning). e. Bagi peserta diklat yang tertinggal harap menyelesaikan modul pada waktu lain di luar jam pelajaran. 2. Petunjuk Pelaksanaan Pemelajaran: a. Alokasi waktu efektif untuk pemelajaran modul adalah 60 menit. b. Sebelum melakukan kegiatan lebih lanjut, hendaknya dibaca dulu petunjuk yang ada. c. Bahan pelajaran dibaca pada lembar kegiatan. d. Apabila telah difahami, lanjutkan dengan latihan pada lembar kerja. e. Jika merasa sudah menguasai, lanjutkan dengan kegiatan evaluasi. f. Peserta dikatakan lulus dan menguasai jika dapat menjawab soal pada lembar evaluasi minimal 75%. 3. Kompetensi: Menyusun pemrograman mesin CNC 4. Kriteria Unjuk Kerja (KUK): a. Dasar-dasar tentang mesin bubut CNC difahami. b. Bagian-bagian mesin CNC difahami. c. Jenis-jenis alat potong dan kegunaannya difahami. d. Kecepatan potong bahan ditentukan berdasarkan tabel e. Kecepatan putaran mesin ditentukan berdasarkan kecepatan potong dan diameter bahan benda kerja f. Kecepatan pergerakan pahat ditentukan berdasarkan kecepatan pemotongan dan kecepatan putaran mesin 1

URAIAN MATERI Baca uraian materi berikut selama 30 menit. A. Dasar-Dasar Mesin Frais CNC Mesin CNC (Computer Numerical Control) merupakan salah satu jenis dari sekian banyak mesin NC (numerical Control), yaitu mesin yang dikendalian secara numerik. Oleh karena masih ada jenis mesin NC lain, yaitu mesin DNC (Direct Numerical Control) dan ANC (Adaptive numerical Control). Pada dasarnya, konstruksi dari sebuah mesin NC seperti CNC terdiri dari dua bagian utama, yaitu bagian sistem pengendali dan bagian mesin perkakas. Pada bagian pengendali, berisi sistem-sistem yang dipergunakan untuk mengendalikan gerakan mesin perkakas <gerakan alat potong>. Adapun pada bagian mesin perkakas berisi bagian-bagian mekanik yang bergerak dimana perkakas potong terpasang. Berdasarkan uraian tersebut, ternyata mesin NC ini merupakan penyempurnaan sistem pengoperatsan mesin dari cara konvensional <menggunakan tenaga manusia> menjadi menggunakan kendali elektronika <otomation>. Sejalan dengan itu, muncul pertanyaan apa sebenarnya yang dimaksud dengan mesin NC? Mesin NC adalah: a) Suatu mesin kemana kita masukan perintah berupa angka dan hurup <masukan data>, b) Suatu mesin yang memahami, memproses, dan menghitung data <Pemrosesan data>. c) Suatu mesin yang meneruskan data dan harga terhitung, dan mengubahnya dalam bentuk perintah-perintah <keluaran data>, dan d) Suatu mesin yang mentaati perintah <pelaksanaan>. Berdasarkan keempat pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa mesin NC seperti CNC adalah suatu mesin yang mampu menerima masukan data dalam bentuk perintah, memproses, dan mengeluarkannya dalam bentuk gerakangerakan pada perkakas potong. 2

B. Bagian-Bagian Utama mesin CNC Apabila kita memperhatikan definisi tentang mesin CNC seperti dijelaskan pada bab sebelumnya, maka dalam suatu mesin CNC tersebut akan terdiri dari beberapa unit yaitu inputs unit, computing ot mathematics unit, memory unit, control unit, and output units (Pusztai, 1983). Unit-unit tersebut seluruhnya termasuk ke dalam sistem kontrol dari mesin. Adapun yang merealisasikan seluruh perintahnya adalah bagian mesin perkakas (machines tools). Dengan demikian, suatu mesin CNC pada dasarnya hanya terdiri dari dua bagian utama yaitu bagian CNC sistem dan mesin perkakas. 1. Sistim pengendali Mesin CNC (CNC Machine Control system) Sistem pengendali CNC memiliki banyak komponen. Komponen tersebut dapat berkaitan dengan alat pemuatan data (input driven), seperti penggerak disket, tape magnetik, pembaca pita berlubang, dan keyboard. Selain itu, berkaitan juga dengan alat penghubung mesin dengan control unit yang berguna untuk meneruskan data hasil processing ke mesin perkakas. Komponen tersebut dikenal dengan nama interface. Dalam control unit tersebut, terdiri dari unitunit pengolah dan penyimpan data yang dikenal dengan nama komputer. Di samping itu, ada juga bagian yang berguna untuk melihat tampilan data eksekusi, yakni komponen display atau monitor. Adapun secara rinci, fungsi dari control units ini adalah : a) Untuk memuat program pada mesin baik secara manual melalui keyboard pada mesin, maupun melalui operasi antar aparat seperti pita magnet, disket, RS 232, ataupun paralel port. b) Untuk memuat data tentang alat potong. c) Untuk mengedit dan/atau memperbaiki program. d) Untuk pengkodean program benda kerja. e) Untuk menghitung cutter path berikut tool opset. f) Untuk memunculkan perintah pergerakan dan pengendalian kecepatan sumbu dengan sinyal umpan balik. g) Untuk memunculkan perintah-perintah ON/OFF untuk beberapa element pengendali mesin dan memonitor kecepatan spindel. h) Untuk menggangu program pada saat jalana, dan i) Untuk menyimpan data program. 3

Operator Komputer Control interface Axis control Power Suplly Berikut ini seluruh komponen utama yang ada dalam sistem pengendali mesin CNC digambarkan secara skematik. CNC System Control Panel Connections for punched tape header, magnetic tape unit, discket, Machine Tool Gambar 1. Komponen-komponen sistem pengendali CNC Jantungnya dalam sistem CNC adalah komputer yang membawa/memuat semua perhitungan dan rangkaian dan rangkaian logik (logical link-ups). Mengingat sistem CNC sebagai alat penghubung antara operator dengan mesin perkakas, maka akan terdapat dua interface yang berfungsi sebagai penghubung untuk operator dan untuk mesin. a) Interface untuk operator. Dalam komponen ini terjadi dari panel kendali (control panel) dan berbagai penghubung untuk alat pemuat data seperti punche tape reader dan perforator, unti tape magnetic, dan untuk penggerak disket dan printer. b) Interface untuk mesin perkakas. Interface ini adalah interface yang berhubungan dengan sistem pengendalian, teridiri dari interface untuk pengendali sumbu (axis control) dan sumber tenaga (power suply). Berikut ini akan disajikan secara lebih mendetail tentang panel-panel pengendali yang ada pada sebuah mesin CNC berikut kegunaannya. Display (monitor) Swicth perintah Mode Machine Operation Keyboard Gambar 2 : Panel-panel Pengendali Mesin CNC 4

a) Display adalah komponen dari kontrol unit yang berguna untuk melihat kondisi aktual pada saat operasi. Display ini biasanya berbentuk monitor. b) Pengendali untuk pengoperasian mesin. Komponen ini terdiri dari tombol-tombol yang berfungsi untuk menggerakkan mesin perkakas secara manual. Tombol-tombol tersebut dapat berbentuk steer tangan, switch, dan lain-lain. c) Control untuk pemuatan program secara manual. Komponen ini digunakan untuk pemuatan data atau program secara manual dan pembetulan (corecting). Komponen ini dikenal dengan nama Keyboard. d) Komponen pemindah fungsi mode. Komponen ini berfungsi sebagai pengubah fungsi opreasi (operating modes) seperti mode manual, edit, eksekusi, dan otomatis. 2. Mesin Perkakas Mesin perkakas adalah unit dari mesin CNC yang merupakan unit untuk menunjukkan perintah-perintah hasil pengolahan data yang berbentuk perintah pergerakan. Dalam bagian ini semua perintah tersebut direalisasikan dalam bentuk pergerakan sumbu-sumbu mesin dan alat-alat potong. Dalam mesin bubut CNC diwujudkan dengan bentuk perpoutana spindel, pergerakan alat potong ke arah sumbu X dan Z. Adapun pada mesin Faris CNC diwujudkan dalam bentuk putaran spindel, dan pergerakan meja mesin ke arah sumbu X, Y, dan Z. Berdasarkan uraian tersebut, maka dalam unit ini dapat dibedakan lagi ke dalam beberapa komponen sebagai berikut : a. Sistem penggerak sumbu, b. Sistem pengukur pergerakan, c. Perlengkapan pencekam benda kerja, dan d. Alat-alat potong. C. Jenis-jenis alat potong Sesuai dengan bentuk dan penggunaannya, pahat bubut dapat diberinama: pahat kasar, pahat halus/penyelesaian, pahat potong, pahat alur, pahat ulir dan pahat radius. Nama-nama pahat tersebut berlaku untuk nama pahat yang 5

digunakan pada mesin bubut konvensional. Untuk pahat yang digunakan pada mesin bubut CNC, nama-namanya adalah seprti terlihat pada gambar berikut: Gambar 3. Jenis-jenis pahat Milling Kecepatan Potong Bahan, jumlah putaran dan penghitungan asutan 1. Kecapatan potong atau Cuting Speed (Vs) Kecepatan potong biasanya dinyatakan dalam isitilah m/menit, yaitu kecepatan dimana pahat melintasi benda kerja untuk mendapatkan hasil yang paling baik 6

pada kecepatan yang sesuai. Kecepatan potong ini dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu: 1) kekerasan dari logam yang akan dipotong, dan 2) tipe alat potong yang digunakan. Biasanya kecepatan potong ini harus disesuaikan dengan kecepatan putaran spindel mesin bubut. Untuk keperluan ini digunakan persamaan sebagaiberikut: Vs (m/menit) = (d (mm) x π x S (put./menit))/1000 Dimana : Vs : kecepatan potong; d : diemeter benda kerja; S : putaran spindel mesin bubut Berikut ini adalah tabel tentang kecepatan beberapa bahan logam. No. Nama Bahan Kecepatan Potong (m/menit) 1. Baja lunak 24-30 2. Baja perkakas 12-18 3. Besi tuang abu-abu 18-24 4. Kuningan keras 45 5. Kuningan lunak 60 6. Tembaga 60 7. Alumunium 300 Sumber George Love dan Harus A.R. (1986:190) 2. Jumlah putaran (s) Dalam menentukan putaran, harus dilihat berapa diameter benda kerja yang akan dibubut, dan terbuat dari bahan apa. Untuk menentukan besarnya putaran mesin, dapat digunakan persamaan: S (put./menit) = (Vs (m/menit) x 1000)/ (π x d (mm)) Dimana : Vs : kecepatan potong; d : diemeter benda kerja; S : putaran spindel mesin bubut 3. Penghitungan asutan Asutan yang digunakan pada pembubutan dengan menggunakan mesin bubut CNC (TU-2A), adalah dalam mm/menit. Untuk menghitungnya dapat digunakan persamaan: F (mm/menit) = S (put./menit) x f (mm/put). 7

Di mana: F = asutan dalam mm/menit S = kecepatan putaran spindel mesin bubut (put./menit) f = kecepatan pemotongan (mm/put) Kecepatan pemotongan (f) untuk pekerjaan pembubutan untuk bahan allumunium adalah 0,02-0,1 mm/put., dan untuk pemotongan 0,01-0,02 mm/put. Contoh 1: Apabila akan dibubut benda kerja dari bahan yang berdiamater 40 mm dan terbuat daribahan yang memiliki kecepatan potong 150 m/menit, berapakah kecapatan putaran mesin yang dibutuhkan? Data : d = 40 mm; Vs = 150 m/menit. Masalah : S =? Jawab : S = Vs x 1000 / 3,14 x d = 150 x 1000 / 3,14 x 40 = 1200 putaran per menit. Contoh 2: Jika diketahui jumlah putaran 1200 put./menit, dan kecepatan pemotongan (f) 0,06 mm/put., berapa asutan dalam mm/menit yang dibutuhkan? Data : S = 1200 rpm; f = 0,06 mm/put Masalah : F =? Jawab F = S x f = 1200 x 0,06 = 72 mm/menit. Latihan atau Lembar kerja Jawab pertanyaan di bawah ini dengan Benar dan Salah! 1. Mesin CNC adalah mesin yang memiliki kemampuan menerima masukan data dalam bentuk perintah, memproses, dan mengeluarkannya dalam bentuk gerakan-gerakan pada perkakas potong. 2. Pahat radius digunakan pada pengerjaan pembubutan dengan mesin bubut CNC. 8

3. Pada proses pembubutan menyudut dengan menggunakan pahat kanan atau kiri pada mesin CNC, sudut yang dibentuk dapat lebih besar dari 30 0. 4. Apabila akan dibubut benda kerja dari bahan yang berdiamater 20 mm dan terbuat daribahan yang memiliki kecepatan potong 70 m/menit, maka kecepatan putaran mesin yang digunakan adalah sekitar 1100 rpm. 5. Jika diketahui jumlah putaran 1000 put./menit, dan kecepatan pemotongan (f) 0,05 mm/put., asutan dalam mm/menit yang dibutuhkan adalah 50 mm/menit. Lembar Evaluasi Setelah anda membaca uraian materi dan mengerjakan lembaran kerja, berarti anda telah menguasai sebagian materi dari pemrograman CNC khususnya yang berkaitan dengan pengetahuan dasar mesin CNC, pengetahuan dasar tentang alat potong, dan penentuan kecepatan pemotongan, dan kecepatan putaran mesin. Untuk mengetahui tingkat pemahaman anda tentang materi ini, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Petunjuk 1. Pilih salah satu jawaban yang paling benar dengan memberi tanda silang (X) pada hurup a, b, c atau d. 2. Jangan mencari jawaban dari lembar kerja atau lembar latihan. 3. Jawaban dikerjakan langsung pada lembaran soal. 4. waktu pengerjaan 15 menit. Soal 1. Jenis mesin lain yang sejenis dengan mesin CNC adalah: a. DNC b. ANC c. a dan b salah d. a dan b betul 2. Secara garis besar komponen utama dari sebuah mesin CNC adalah a. Sistim kendali dan mesin perkakas b. Sistim kendali dan alat potong c. Sistim kendali dan sistim mekanik d. Sistim mekanik dan alat potong 9

3. Mesin CNC adalah a. Yang dikendalikan secara numerik b. Yang dipoerasikan dengan menggunakan perintah c. Yang memiliki kemampuan menerima, mengolah dan mengeluarkan data d. Yang memiliki kemampuan menerima data dalam bentuk perintah, mengolah atau memproses dan mengeluarkan data yangtelah dioolah dalam bentuk gerakan-gerakan alat potong. 4. Pahat-pahat atau alat potong yang digunakan dalam mesin frais CNC diantaranya adalah: a. Endmill, Slotmills, twist drill, Tap, dan pahat potong b. Pahat kasar, pahat halus, pahat ulir, pahat potong c. Pahat kasar, endmills, T Slot, pahat ulir, pahat netral, dan pahat potong. d. Pahat kasar, pahat halus, pahat ulir, pahat netral, pahat potong, dan pahat alur. 5. Dalam pengefraisan pinggulan (champer), pahat yang seharusnya digunakan adalah: a. b. c. d. 6. Apabila putaran mesin yang digunakan sebesar 1200 rpm dan diameter benda kerja yang akan dibubut 40 mm, maka kecepatan potong dari bahan yang akan dibubut tersebut adalah: a. 140 m/menit b. 160 m/menit c. 130 m/menit d. Tidak ada yang benar 7. Apabila kecepatan potong bahan 150 m/menit dan kecepatan putaran mesin 1200 rpm, maka dometer benda kerja yang cocok untuk bubut adalah: a. 40 mm b. 42 mm c. 39 mm d. 50 mm 8. Apabila asutan 100 mm/menit, dan kecepatan pemotongan 0,1 mm/putaran, maka jumlah putaran sumbu utama mesin (spindel) adalah; a. 1000 rpm b. 900 rpm c. 950 rpm d. 1050 rpm 9. Apabila kecepatan putaran sumbu utama mesin 500 rpm, dan kecepatan pemotongan 0,02 mm/putaran, maka asutan yang dizinkan dalam mm/menit adalah: 10

a. 15 mm/menit b. 12 mm/menit 10 mm/menit d. 11 mm/menit Sumber Bacaan: Emco (1988), Petunjuk pemrogrman dan pelayanan EMCO TU-2A, Austria : EMCO MAIER & Co. Frommer, Hans G. Practical CNC-Training for Planning and Shop (part2 : Examples and exercise). Germany: Hanser Publishers. 1985. Hayes, John H. Practical CNC-Training for Planning and Shop (part1; Fundamental). Germany: Hanser Publishers. 1985. Love, George, (1983), The Theory and Practice of METALWORK (thord edition), Terjemahan (Harun A.R.), Longmand Group Limited. Pusztai, Joseph and Sava Michael. Computer Numerical Control. Virgina: Reston Publishing Company, Inc. 1983. 11