BAB II TINJAUAN PUSTAKA

dokumen-dokumen yang mirip
VOL. 01 NO. 02 [JURNAL ILMIAH BINARY] ISSN :

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

PREDIKSI CURAH HUJAN DI KOTA MEDAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENENTUAN MODEL RETURN HARGA SAHAM DENGAN MULTI LAYER FEED FORWARD NEURAL NETWORK MENGGUNAKAN ALGORITMA RESILENT BACKPROPAGATION

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. datang berdasarkan keadaan masa lalu dan sekarang yang diperlukan untuk

Implementasi Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation dan Steepest Descent untuk Prediksi Data Time Series

PELATIHAN FEED FORWARD NEURAL NETWORK MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA DENGAN METODE SELEKSI TURNAMEN UNTUK DATA TIME SERIES

Unnes Journal of Mathematics

BAB 2 LANDASAN TEORI. fuzzy logic dengan aplikasi neuro computing. Masing-masing memiliki cara dan proses

PENENTUAN MODEL RETURN HARGA SAHAM DENGAN MULTI LAYER FEED FORWARD NEURAL NETWORK MENGGUNAKAN ALGORITMA RESILENT BACKPROPAGATION SKRIPSI

PENERAPAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DALAM MEMPREDIKSI TINGKAT PENGANGGURAN DI SUMATERA BARAT

BAB 2 KONSEP DASAR PENGENAL OBJEK

BAB 2 LANDASAN TEORI

ANALISIS PERBANDINGAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN DAN REGRESI LINEAR BERGANDA PADA PRAKIRAAN CUACA

APLIKASI JARINGAN SYARAF TIRUAN MULTI LAYER PERCEPTRON PADA APLIKASI PRAKIRAAN CUACA

ANALISIS JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MEMPREDIKSI JUMLAH RESERVASI KAMAR HOTEL DENGAN METODE BACKPROPAGATION (Studi Kasus Hotel Grand Zuri Padang)

IMPLEMENTASI JARINGAN SYARAF TIRUAN METODE BACKPROPAGATION UNTUK MEMPREDIKSI HARGA SAHAM

Perbaikan Metode Prakiraan Cuaca Bandara Abdulrahman Saleh dengan Algoritma Neural Network Backpropagation

Research of Science and Informatic BROILER CHICKENS WEIGHT PREDICTION BASE ON FEED OUT USING BACKPROPAGATION

IMPLEMENTASI JARINGAN SYARAF TIRUAN MULTI LAYER FEEDFORWARD DENGAN ALGORITMA BACKPROPAGATION SEBAGAI ESTIMASI NILAI KURS JUAL SGD-IDR

BAB I PENDAHULUAN. universitas swasta yang memiliki 7 Fakultas dengan 21 Program Studi yang

PERBANDINGAN ANTARA MODEL NEURAL NETWORK DAN MODEL DUANE UNTUK EVALUASI KETEPATAN PREDIKSI WAKTU KERUSAKAN SUATU KOMPONEN

BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK AS A METHOD OF FORECASTING ON CALCULATION INFLATION RATE IN JAKARTA AND SURABAYA

PREDIKSI HARGA SAHAM MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION

PENERAPAN TEKNIK JARINGAN SYARAF TIRUAN ALGORITMA BACKPROPAGATION UNTUK PERAMALAN HARGA SAHAM Putra Christian Adyanto

ARTIFICIAL NEURAL NETWORK TEKNIK PERAMALAN - A

ANALISIS ALGORITMA INISIALISASI NGUYEN-WIDROW PADA PROSES PREDIKSI CURAH HUJAN KOTA MEDAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Pemodelan Jaringan Syaraf Tiruan dengan Algoritma One Step Secant Backpropagation dalam Return Kurs Rupiah Terhadap Dolar Amerika Serikat

PREDIKSI INDEKS PASAR SAHAM S&P500, DOW JONES DAN NASDAQ COMPOSITE DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN METODE BACKPROPAGATION

SATIN Sains dan Teknologi Informasi

Jaringan syaraf dengan lapisan tunggal

ANALISA JARINGAN SARAF TIRUAN DENGAN METODE BACKPROPAGATION UNTUK MENGETAHUI LOYALITAS KARYAWAN

APLIKASI JARINGAN SYARAF TIRUAN DALAM PENGHITUNGAN PERSENTASE KEBENARAN KLASIFIKASI PADA KLASIFIKASI JURUSAN SISWA DI SMA N 8 SURAKARTA

Pengembangan Aplikasi Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dengan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation

BAB II DASAR TEORI Jaringan Syaraf Tiruan. Universitas Sumatera Utara

PREDIKSI PENDAPATAN ASLI DAERAH KALIMANTAN BARAT MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION

BAB II LANDASAN TEORI

Penerapan Jaringan Saraf Tiruan Metode Backpropagation Menggunakan VB 6

1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. Bab ini menguraikan analisa penelitian terhadap metode Backpropagation yang

PERAMALAN HARGA SAHAM PERUSAHAAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK DAN AKAIKE INFORMATION CRITERION

PERBANDINGAN ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION DAN REGRESI PADA PERAMALAN WAKTU BEBAN PUNCAK

Muhammad Fahrizal. Mahasiswa Teknik Informatika STMIK Budi Darma Jl. Sisingamangaraja No. 338 Simpanglimun Medan

T 11 Aplikasi Model Backpropagation Neural Network Untuk Perkiraan Produksi Tebu Pada PT. Perkebunan Nusantara IX

BAB I PENDAHULUAN. finansial (financial assets) dan investasi pada aset-aset riil (real assets). Investasi pada

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PREDIKSI DATA HARGA SAHAM HARIAN MENGGUNAKAN FEED FORWARD NEURAL NETWORKS (FFNN) DENGAN PELATIHAN ALGORITMA GENETIKA

Architecture Net, Simple Neural Net

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. bahwa sering terjadi ketidak-akuratan hasil peramalan, tetapi mengapa peramalan

JARINGAN SARAF TIRUAN (ARTIFICIAL NEURAL NETWORK) ERWIEN TJIPTA WIJAYA, ST, M.KOM

APLIKASI PREDIKSI JUMLAH PENDERITA PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA SEMARANG MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION

1. Pendahuluan 1.1 Latar belakang masalah

BAB III METODE PENELITIAN

JARINGAN SARAF TIRUAN DENGAN BACKPROPAGATION UNTUK MENDETEKSI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA

PERANCANGAN APLIKASI MENGIDENTIFIKASI PENYAKIT MATA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

ANALISA JARINGAN SARAF TIRUAN DENGAN METODE BACKPROPAGATION UNTUK MEMPREDIKSI PRODUKTIVITAS PEGAWAI. Jasmir, S.Kom, M.Kom

Prediksi Pergerakan Harga Harian Nilai Tukar Rupiah (IDR) Terhadap Dollar Amerika (USD) Menggunakan Metode Jaringan Saraf Tiruan Backpropagation

Jurnal Informatika Mulawarman Vol 5 No. 1 Februari

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

JURNAL SAINS DAN INFORMATIKA

Model Arsitektur Backpropogation Dalam Memprediksi Faktor Tunggakan Uang Kuliah (Studi Kasus AMIK Tunas Bangsa)

PERAMALAN JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN MANCANEGARA KE LOMBOK MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN

BAB IV JARINGAN SYARAF TIRUAN (ARTIFICIAL NEURAL NETWORK)

METODOLOGI PENELITIAN

Jaringan Syaraf Tiruan Menggunakan Algoritma Backpropagation Untuk Memprediksi Jumlah Pengangguran (Studi Kasus DiKota Padang)

BAB 2 LANDASAN TEORI. suatu perusahaan yang akan memberikan keuntungan dalam bentuk deviden dan capital

Estimasi Suhu Udara Bulanan Kota Pontianak Berdasarkan Metode Jaringan Syaraf Tiruan

SISTEM PENGENALAN KARAKTER DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN ALGORITMA PERCEPTRON

Jaringan Syaraf Tiruan. Disusun oleh: Liana Kusuma Ningrum

PREDIKSI PENGGUNAAN BANDWIDTH PENS_ITS MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DENGAN ALGORITMA BACKPROPAGATION

PREDIKSI KELULUSAN MAHASISWA MENGGUNAKAN METODE NEURAL NETWORK DAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION

JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MEMPREDIKSI CURAH HUJAN SUMATERA UTARA DENGAN METODE BACK PROPAGATION (STUDI KASUS : BMKG MEDAN)

JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 4, No.2, (2015) ( X Print) A-31

PENGENALAN HURUF DAN ANGKA PADA CITRA BITMAP DENGAN JARINGAN SARAF TIRUAN METODE PROPAGASI BALIK

MODEL PEMBELAJARAN JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK OTOMATISASI PENGEMUDIAN KENDARAAN BERODA TIGA

Sebelumnya... Pembelajaran Mesin/Machine Learning Pembelajaran dengan Decision Tree (ID3) Teori Bayes dalam Pembelajaran

PENERAPAN MODEL NEURAL NETWORK BACKPROPAGATION UNTUK PREDIKSI HARGA AYAM

Analisis Prediksi Indeks Harga Konsumen Berdasarkan Kelompok Kesehatan Dengan Menggunakan Metode Backpropagation

1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

Analisis Prediksi Indeks Harga Konsumen Berdasarkan Kelompok Kesehatan Dengan Menggunakan Metode Backpropagation

Peramalan Penjualan Mobil Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan dan Certainty Factor

ISSN: JURNAL GAUSSIAN, Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014, Halaman Online di:

PERKIRAAN PENJUALAN BEBAN LISTRIK MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN RESILENT BACKPROPAGATION (RPROP)

ANALISIS PENAMBAHAN NILAI MOMENTUM PADA PREDIKSI PRODUKTIVITAS KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION

APLIKASI JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MEMPREDIKSI PENJUALAN OBAT Pada PT. METRO ARTHA PRAKARSA MENERAPKAN METODE BACKPROPAGATION

Transkripsi:

20 BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Dasar Teori Penelitian mengenai peramalan harga saham terbagi dalam dua kelompok penelitian yaitu penelitian mengenai Index Harga Saham Gabungan (IHSG) dan penelitian harga saham saham perusahaan. Penelitian mengenai peramalan harga saham terbagi dalam dua model analisis yaitu model konvensional dan model modern. Model konvensional merupakan model analisis yang dibatasi oleh asumsi-asumsi sehingga hasil yang diperoleh dari asumsi padahal dalam kenyataan pasar modal sering berubah dengan cepat dan berbeda jauh dengan asumsi yang dipergunakan. Model konvensional diantaranya model analisis time series seperti model ARIMA, simple moving average regression analysis, exsponetial smooting (Herdinata, 2010). Model analisis konvensional tidak mampu menganalisis secara akurat akibat dari pergerakan harga saham di Indonesia memiliki fluktuasi sangat tinggi. Meminjam istilah dari Hermato & Bakhara (2005) yang dikutip oleh Hadinata (2010) pergerakan harga saham di pasar modal Indonesia menunjukan perilaku chaos. Namun bagi penganut paham bahwa perubahan nilai data dengan volatilitas tinggi tidaklah sepenuhnya acak, namun tetap memiliki pola maka mereka yakin dengan metode konvensional masih bisa diterapkan. Misal, penggunaan model ARIMA. ARIMA merupakan teknik mencari pola yang paling cocok dari sekelompok data (curve fitting). Curve fitting dilakukan dengan membandingan sebuah kurva dengan pola

21 tertentu kemudian meramalkanya pola pada waktu lain dengan kelompok data lain. Kelemahan pola ini adalah pada saat fluktuasi harga tinggi dan tidak teratur, kemudian hanya bisa dilakukan dalam analisis waktu yang singkat. Perbandingan hasil penggunaan metode yang berbeda dalam peramalan saham dilakukan oleh Huda (2014) dengan membandingan antara JST-BP dengan model Simple Moving Average (SMA), Exponential Moving Average (EMA) dan Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). Hasil penelitian menunjukan bahwa jaringan syaraf tiruan mendekati data sesungguhnya, sehingga dapat digunakan dalam memprediksi harga penutupan saham jika dibandingan dengan metode Simple Moving Average (SMA), Exponential Moving Average (EMA) dan Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). Penelitian lain yang telah dilakukan berhubungan dengan peramalan saham menggunakan metode jaringan syaraf tiruan tersaji dalam table dibawah ini :

22 Tabel 2. Penelitian terdahulu mengenai peramalan saham menggunakan jaringan syaraf tiruan Judul Penulis/Tahun Kesimpulan Zekic(1998) Neural Network Applications in Stock Market Predictions -A Methodology Analysis Neural Network Predictions of Stock Price Fluctuations Implementation of artificial neural network Backpropagation method in predicting stock price PT. Indosat using Matlab 7.1 JST-BP sebagai metode peramalan pada perhitungan tingkat suku bunga pinjaman di Indonesia Neural networks applied to stock market forecasting: an empirical analysis Analisis Teknikal Harga Saham dengan Metode ARIMA (Studi pada IHSG di BEJ. Penerapan JST dalam memperediksi harga saham di BEI Application of Artificial Intelligence and Data Mining Techniques to Financial Markets Gryc (2005) JST memiliki prediksi mendekatai akurat ketika kondisi data tidak stabil. Neural networks applied to individual stocks can yield statistically significant predictions. Apriyani (2010) Jaringan syaraf tiruan dengan metode backpropagation dapat digunakan untuk memprediksi harga saham. Hal tersebut ditunjukkan dari dekatnya hasil prediksi dengan nilai aktual dari data saham yang diramalkan. Penambahan jumlah data yang ditraining dapat menurunkan nilai error yang dihasilkan Rusmiati (2011) Semakin banyak jumlah layer yang digunakan maka semakin kecil kesalahannya. Maciel, Ballini (2010) Yani, (2004) Huda (2014) Hiľovská,Koncz (2012) 076 JST dibandingkan dengan GARCH model lebih akurat. JST dapat menganalisis terjadinya heteroskedastic phenomena. Metode ARIMA tidak dapat dipergunakan secara langsung pada data yang tidak stabil, hanya bisa dipergunakan dengan jangka waktu pendek. Hasil peramalan menggunakan JST lebih mendekati data actual dibandingkan metode EMA, SMA dan ARIMA Genetic algorithms are used for optimization problems optimization of stock market timing and portfolio creation. When solving prediction problems, genetic algorithms are used in combination with other methods of artificial intelligence Sumber : Data olahan mandiri, 2015

23 Penelitian kali ini berbeda dari penelitian yang telah ada sebelumnya yaitu pada: 1. Fokus pada optimalisasi penggunaan jaringan syaraf tiruan backpropagation. 2. Jangka waktu selama 5 tahun. 3. Sampel perusahaan berasal dari indutri yang berbeda dengan tingkat fluktuasi harga saham berbeda. II.2. Teori Peramalan (Forecasting) Peramalan atau forecasting adalah penggunaan teknik-teknik statistik dalam bentuk gambaran masa depan berdasarkan pengolahan angka-angka historis. Peramalan harga saham berdasarkan jangka waktu peramalan menurut Heizer and Render (1996) yang dikutip dari Hartanti (2014), yaitu: a. Peramalan jangka pendek, peramalan untuk jangka waktu kurang dari tiga bulan. b. Peramalan jangka menengah, peramalan untuk jangka waktu antara tiga bulan sampai tiga tahun. c. Peramalan jangka panjang, peramalan untuk jangka waktu lebih dari tiga tahun. Proses peramalan harga saham bukanlah sebuah kegiatan yang menggunakan unsur coba-coba dan untung-untungan berdasarkan instuisi dari trader atau investor namun membutuhkan analisis. Dasar analisis yang biasa dipergunakan adalah analisis fundamental dan teknikal. Analisis teknikal lebih menekankan kepada pemanfaatan harga saham di masa lalu untuk memprediksi harga saham di masa yang akan datang dengan menggunakan bantuan berbagai bentuk grafik. Hasil penelitian Van Eyden (1996) dalam Yani (2004)

24 90 persen investor saat ini menggunakan analisis teknikal dibandingkan analisis fundamental dalam membeli dan menjual saham. Investor cenderung berorientasi pada investasi jangka pendek akibat dari ketidakpastian dari kondisi ekonomi, sosial, keamanan dan politik. Faktor politik saat ini semakin memberikan pengaruh pada kondisi ekonomi sebagai contoh peristiwa Arab Spring mempengaruhi harga minyak dunia sehingga secara tidak langsung memepengaruhi ekonomi dunia. Analisis teknikal pertama kali diperkenalkan oleh Charles H. Dow. Dow menyebutkan bahwa analisis teknikal (Teori Dow) merupakan upaya identifikasi harga pasar berdasarkan data-data historis harga pasar masa lalu (Tandelin, 2001 dalam Yani, 2004). Data-data historis apabila diamati secara seksama dalam periode waktu tertentu memiliki pola tertentu sebagai akibat dari tindakan dan respon dari investor (Lawrence, 1997). Asumsi dalam analisis teknikal sebagai berikut : 1. Kejadian di pasar menggambarkan segalanya (Market action discount everything) 2. Harga bergerak mengikuti tren (Price move in trends) 3. Masa lalu akan terulang dengan sendirinya (History repeat itself) Asumsi dasar yang mendasari analisis teknikal sebagai berikut : 1. Nilai pasar ditentukan oleh interaksi antara penawaran dan permintaan. 2. Penawaran dan permintaan diatur oleh berbagai faktor, baik rasional maupun irasional. 3. Harga sekuritas cenderung bergerak pada sebuah tren yang bertahan untuk waktu yang cukup lama, disamping fluktuasi kecil dipasar.

25 4. Perubahan didalam tren disebabkan oleh pergeseran penawaran dan permintaan. 5. Pergeseran pada penawaran dan permintaan, dengan tidak memperhatikan mengapa pergesaran terjadi, dapat dideteksi cepat atau lambat pada grafik transaksi pasar. 6. Beberapa pola grafik cenderung mengalami pengulangan II.3. Jaringan Syaraf Tiruan Jaringan syaraf tiruan merupakan sebuah model simulasi yang mengambil prinsip dasar dari jaringan otak manusia yang mampu menganalisis, mensimulasi dan menghasilkan analisis berdasarkan kejadian-kejadian masa lalu. Otak manusia mempunyai kemampuan dalm menganalisis kemungkinan suatu kejadian dengan memperhatikan faktor-faktor, penyebab, model, pola yang sama yang telah terjadi di masa lalu dengan kemungkinan kejadian yang akan terjadi di masa mendatang. Robert Hecht-Nielsend dikutip oleh Huda (2014) mendefinisikan jaringan syaraf tiruan (Neural Network) adalah struktur pemrosesan informasi yang terdistribusi dan bekerja secara paralel, yang tediri dari elemen pemrosesan (yang memiliki memori lokal dan beroperasi dengan informasi lokal) yang diinterkoneksikan bersama alur sinyal searah yang bercabang (fanout) ke sejumlah koneksi collateral yang diinginkan (setiap koneksi membawa sinyal yang sama dari keluaran elemen pemrosesan tersebut). Keluaran dari elemen pemrosesan tersebut dapat merupakan sembarang jenis persamaan matematis yang diinginkan. Seluruh proses yang berlangsung pada setiap elemen pemrosesan harus benar-benar dilakukan secara lokal yaitu keluaran hanya bergantung

26 pada nilai masukan pada saat itu yang diperoleh melalui koneksi dan nilai yang tersimpan dalam memori lokal. Kelebihan Artifisial Neuro Network (ANN) adalah: a. Dapat digunakan untuk himpunan data sampel yang besar (50 predictors, dan 15.000 observasi) dengan distribusi yang tidak diketahui. b. Kebal (resisten) terhadap kehadiran outliers pada data sampel. c. Dapat mengenali hampir semua pola data. Sedangkan kekurangan ANN diantaranya : a. Model ANN sulit untuk diimplementasikan karena memerlukan pemrograman model yang kompleks. b. Hasil dari model ANN sulit diinterpretasikan karena bersifat black box. c. Memerlukan sampel data yang sangat banyak untuk menghasilkan prediksi yang akurat. d. Membutuhkan proses pelatihan model yang cukup lama. II.4. Komponen Jaringan Syaraf Tiruan Jaringan syaraf tiruan (JST) terdiri dari neuron-neuron yang saling terhubung yang mentransformasikan informasi yang diterima kepada neuron lain. Hubungan antar neuron ini disebut dengan bobot (Kusumadewi, 2004). Besaran dari bobot antara -1 dan 1 (Gryc, 2005). Informasi masuk sebagai input dari neuron memiliki bobot tertentu. Input yang masuk akan dijumlahkan semua oleh sebuah fungsi perambatan. Hasil dari penjumlahan akan dibandingkan dengan suatu nilai ambang (threshold) tertentu melalui

27 fungsi aktivasi setiap neuron. Ketika nilai input yang masuk melebihi nilai ambang maka neuron tersebut akan diaktifkan namun jika tidak melampai nilai ambang neuron tersebut tidak diaktifkan. Neuron yang diaktifkan akan mengirim output kepada semua neuron dengan bobot output ke semua neuron yang berhubungan denganya. Gambar 1. Struktur jaringan syaraf Sumber : Devadoss & Ligori (2013) Fungsi sigmoid S β dan output neuron memiliki formula sebagai berikut : (2.1) Dimana β bernilai tetap dan konstan (steepness parameter) dan θ merupakan bias neuron input, X 0 = -1 dan w 0 = θ sehingga persamaannya menjadi : (2.2) (2.3)

28 (2.4) Sumber : Devadoss & Ligori (2013) Bobot Δwij diformulasikan sebagai berikut : Δw ij = η δ j x i (2.5) Dimana η learning rate dengan interval (0<η<1), δj merupakan error dari neuron j, xi merupakan input dan wi weight. Pada jaringan syaraf neuron-neuron akan dikumpulkan dalam lapisan-lapisan (layers) yang disebut dengan lapisan neuron (neuron layers). Biasanya neuron-neuron pada satu lapisan akan dihubungkan dengan lapisan-lapisan sebelum dan sesudahnya (kecuali lapisan input dan output). Penghubung lapisan tersembunyi antara input dan output disebut lapisan tersembunyi (hidden layer) (Kusumadewi, 2004). II.5. Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation (JST-BP) merupakan jaringan syaraf tiruan yang menggunakan perceptron dengan banyak lapisan yang menghubungkan dengan lapisan tersembunyi. Algoritma BP menggunakan error output untuk mengubah nilai-nilai bobot keluaran dengan arah mundur (backward). Error diperoleh setelah tahap perambatan maju dikerjakan terlebih dahulu. Perambatan maju (feed forward) merupakan pelatihan pola masukan yang diberikan ke lapisan masukan jaringan. Jaringan akan meneruskan pola masukan ini dari lapisan ke lapisan berikutnya hingga dihasilkan pola keluaran. Apabila pola keluaran

29 berbeda dengan keluaran yang diharapkan, kesalahan dihitung dan dialirkan kearah balik (backward). Fungsi Aktivasi pada backpropagation harus memenuhi beberapa syarat yaitu : kontinu, terdiferensial dengan mudah, merupakan fungsi yang tidak turun. (Maru ao, 2010). Sinyal-sinyal masukan dilewatkan melalui fungsi aktivasi. Fungsi aktivasi yang sering digunakan adalah fungsi aktivasi sigmoid biner. Fungsi sigmoid biner memiliki nilai pada interval 0 sampai 1. Fungsi ini dipergunakan pada jaringan syaraf yang membutuhkan output pada interval 0 sampai 1. Fungsi sigmoid biner dalam JST-BP dirumuskan sebagai berikut : = - x ) (2.1) Sumber : (Kusumadewi, 2002) Jaringan syaraf tiruan yang akan dibangun terdiri dari 3 lapisan, dimana lapisan masukan terdiri dari 4 neuron masukan, lapisan keluaran terdiri dari 1 neuron keluaran, sedangkan untuk lapisan tersembunyi akan digunakan 5 neuron dalam pelatihan dan pengujianya. Desain arsitektur dalam tiga lapis dengan susunan neuron 4-5-1 sudah cukup efektif dan efisien dalam waktu pembelajaran. Variasi jumlah neuron pada lapisan tersembunyi tidak banyak memberikan pengaruh terhadap hasil analisis (Lawrence, 1997). Sedangkan, menurut Huda (2014) pada lapisan tersembunyi menggunakan 5 neuron memberikan hasil terbaik dibandingkan dengan 3, 7, 9 dan 11 neuron. Semakin banyak jumlah neuron dalam lapisan tersembunyi akan memperpanjang dan memperlambat waktu proses (Apriyani, 2010).

30 Adapun arsitektur jaringan syaraf tiruan yang digunakan gambar berikut : Gambar 2. Arsitektur JST-Backpropagation Sumber : (Huda, 2014) V ij merupakan bobot garis dari unit masukan x i ke unit layar tersembunyi z j (v j0 merupakan bobot garis yang menghubungkan bias di unit masukan ke unit layar tersembunyi z j ). W kj merupakan bobot dari unit layar tersembunyi z j ke unit keluaran yk (w k0 merupakan bobot dari bias di layar tersembunyi ke unit keluaran z k ). Neuron masukan pada JST menggunakan data masukan/input berdasarkan harga saham terdahulu (historical prices) hari pertama setiap awal bulan yaitu : a. Harga Pembukaan b. Harga Tertinggi c. Harga Terendah d. Harga Penutupan