BAB II TINJAUAN PUSTAKA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PERBANDINGAN PENERAPAN METODE SAW DAN TOPSIS DALAM SISTEM PEMILIHAN LAPTOP

Paper Group Project SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN. Metode TOPSIS & Contoh Implementasi

BAB 2 LANDASAN TEORI

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN PENERIMA BEASISWA MENGGUNAKAN METODE FMADM (STUDI KASUS: MAHASISWA FKIP UMN AL-WASHLIYAH MEDAN) ABSTRACT

DECISION SUPPORT SYSTEM FOR DETERMINING SCHOLARSHIP RECIPIENTS USING TOPSIS FMADM METHOD

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN PENERIMA BEASISWA DI SMA NEGERI 6 PANDEGLANG

SISTEM REKOMENDASI PEMBERHENTIAN HUBUNGAN KERJA MENGGUNAKAN FUZZY MULTIPLE ATTRIBUTE DECISION MAKING METODE SIMPLE ADDTIVE WEIGHTING (SAW) SKRIPSI

Sistem Pendukung Keputusan Mahasiswa Berprestasi Menggunakan Metode TOPSIS

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PEMBELIAN KENDARAAN BERMOTOR DENGAN METODE SAW

Multi-Attribute Decision Making

SISTEM PEMBERIAN BEASISWA DENGAN MENERAPKAN FMADM (FUZZY MULTIPLE ATTRIBUTE DECISION MAKING) DAN SAW (SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING) Delpiah Wahyuningsih

IMPLEMENTASI SISTEM REKOMENDASIAN PENERIMAAN BEASISWA DENGAN MENGGUNAKAN FMADM

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM PEMBERIAN BEASISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE WEIGHTED PRODUCT (Studi kasus: Universitas Sari Mutiara Indonesia)

MADM-TOOL : APLIKASI UJI SENSITIVITAS UNTUK MODEL MADM MENGGUNAKAN METODE SAW DAN TOPSIS.

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Komputer (S.Kom) Pada Program Studi Sistem Informasi OLEH :

Kata Kunci : Fuzzy MADM, SAW, kriteria, beasiswa.

ANALISIS METODE TOPSIS DALAM PENDUKUNG KEPUTUSAN KELAYAKAN BEASISWA PENDIDIKAN KARYAWAN PADA PT PANGLIMA SIAGA BANGSA

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KELAYAKAN SELEKSI CALON TKI KELUAR NEGERI MENGGUNAKAN METODE SAW DAN TOPSIS

BAB III LANDASAN TEORI

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM PEMBERIAN BEASISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE WEIGHTED PRODUCT (Studi kasus: Universitas Sari Mutiara Indonesia)

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2009 (SNATI 2009) ISSN: Yogyakarta, 20 Juni 2009

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 LANDASAN TEORI

Kata Kunci: Guru, Decision support systems, MADM, SAW. 1. Pendahuluan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Definisi Sistem, Keputusan dan Sistem Pendukung Keputusan

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KELULUSAN UJIAN SARINGAN MASUK JALUR PMDK BERDASARKAN NILAI RATA-RATA MATEMATIKA DAN BAHASA INGGRIS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI. Sistem berasal dari bahasa Latin (Systema) dan bahasa Yunani (Sustema) membentuk satu kesatuan untuk mencapai sebuah tujuan.

PENENTUAN PENERIMA BEASISWA DENGAN MENGGUNAKAN FUZZY MULTIPLE ATRIBUTE DECISSION MAKING.

PENGGUNAAN METODE TOPSIS DALAM RANCANGAN SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN LOKASI USAHA BARU (Studi Kasus : ARENA DISC Yogyakarta)

RANCANGAN SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN PILIHAN PRODUK LAPTOP MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHT (SAW)

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MAHASISWA BERPRESTASI DI STIKES MUHAMMADIYAH PRINGSEWU DENGAN METODE SAW

ANALISIS KOMPARASI SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING DAN WEIGHTED PRODUCT DALAM PENENTUAN PENERIMA BEASISWA

FUZZY MADM DALAM EVALUASI PROGRAM STUDI MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIF WEIGHTING

MENENTUKAN PRIORITAS PENILAIAN MICROTEACHING INSTRUKTUR KURSUS MENGGUNAKAN SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (STUDI KASUS LPK ALFABANK SEMARANG)

APLIKASI PEMBERIAN KREDIT MENGGUNAKAN METODE TECHNIQUE FOR ORDER PREFERENCE BY SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION (TOPSIS)

PENENTUAN SISWA BERPRESTASI PADA SMK WIDYA YAHYA GADINGREJO DENGAN METODE SAW

METODE FUZZY SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DALAM MENENTUKAN KUALITAS KULIT ULAR UNTUK KERAJINAN TANGAN (STUDI KASUS : CV. ASIA EXOTICA MEDAN)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN MANDOR MENGGUNAKAN METODE TOPSIS

PENERAPAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING DALAM SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN TABLET

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN JURUSAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY SAW (Studi Kasus SMKN 4 Bandar lampung)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Penelitian sejenis ini pernah dilakukan oleh : 1. Fitriani M. Yaqiyatum (2014) dari Universitas Dian

9/22/2011. Bahan Kuliah : Topik Khusus

Sistem Pendukung Keputusan Dalam Menentukan Dosen Pembimbing Skripsi

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN STAF PENGAJAR MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING

Jl. RE. Martadinata No. 272A, Indihiang, Kota Tasikmalaya 1), 2),

Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Lokasi Gudang di Perusahaan dengan Metode Weighted Product

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN BARANG ELEKTRONIK BERBASIS WEB DENGAN METODE TOPSIS

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN KUALITAS PELAYANAN PADA APOTEK AMONG ROGO ADILUWIH. Febriana 1, Dedi Irawan 2

PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PEMILIHAN PEMASOK NATA DE COCO DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING

PENDAHULUAN. melakukan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) baik tingkat SMK/sederajat

Multi atributte decision making (madm)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW). Penelitian digunakan

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

PENGEMBANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN LOKASI PEMBANGUNAN MINIMARKET BARU DI KOTA BOJONEGORO DENGAN METODE TOPSIS BERBASIS GIS

SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN SELEKSI PENERIMAAN SISWA BARU MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADICTIVE WEIGHTING (SAW) STUDI KASUS PADA SMKN 1 RAWAJITU TIMUR

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENENTUKAN SISWA TELADAN DI SDN 5 TUNGGUL PAWENANG. Beta Wulan Asmara 1, Dedi Irawan 2

Volume : II, Nomor : 1, Pebruari 2014 Informasi dan Teknologi Ilmiah (INTI) ISSN : X

Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2013) ISBN

ISSN VOL 15, NO 2, OKTOBER 2014

IMPLEMENTASI SMS GATEWAY PADA SISTEM SELEKSI PENERIMAAN SISWA BARU MAN PANGGUL MENGGUNAKAN METODE TOPSIS SKRIPSI

PEMILIHAN PEGAWAI BERPRESTASI BERDASAR EVALUASI KINERJA PEGAWAI DENGAN METODE SAW

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN BEASISWA DIKLAT DENGAN FUZZY MADM

PENERAPAN METODE TOPSIS UNTUK MENDUKUNG PROGRAM BANTUAN PERUMAHAN RAKYAT

Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Gaji Bonus Karyawan Pada Restoran KL Express Dengan Metode TOPSIS

SISTEM SELEKSI BEASISWA SMA NEGERI 2 BAE KUDUS DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) ABSTRAK

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGENAL MINAT SISWA PADA BIDANG EKSTRAKULIKULER SEKOLAH DENGAN METODE TOPSIS

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Komputer ( S.Kom ) Pada Prodi Teknik Informatika OLEH :

BAB II LANDASAN TEORI

Multi-Attribute Decision Making

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN SISWA BARU DI SMA NEGERI 2 PEMALANG DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Rizki Handayani (2014), Membuat penelitian skripsi yang dapat

RANCANGAN SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN PILIHAN PRODUK TABLET PC MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHT (SAW)

PENENTUAN PRODUK KERAJINAN UNGGULAN DENGAN MENGGUNAKAN MADM-SAW. Fera Tri Wulandari 1*, Setiya Nugroho 1

Rita Hamdani. STMIK Pelita Nusantara Medan Jalan Iskandar Muda No.1, Merdeka, Medan Baru, Sumatera Utara

UNIVERSITAS MURIA KUDUS FAKULTAS TEKNIK SISTEM INFORMASI

PENGEMBANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PENERIMA JAMKESMAS MENGGUNKANA METODE FMADM SAW

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MEMILIH LAPTOP UNTUK MAHASISWA MULTIMEDIA MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHT (SAW)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN HANDPHONE MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) ARTIKEL SKRIPSI

TECHNIQUE FOR ORDER PREFERENCE BY SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION (TOPSIS) PADA PROSES SELEKSI MAHASISWA BARU JALUR JP2AB

Bayu Erlangga 1, Elisabet Y.A 2

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN SISWA TELADAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (STUDI KASUS : DI SMP NEGERI 3 TASIKMALAYA)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN REKRUTMEN GURU DENGAN METODE TOPSIS

Kata Kunci : Sistem pendukung keputusan; simple additive weighting; guru;, SMK

ABSTRAK. Galih Eka Rinaldhi

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENENTUKAN GURU TELADAN DI SMP N 24 SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING

APLIKASI PENENTUAN NILAI KEDISIPLINAN DAN LOYALITAS UNTUK REKOMENDASI NILAI BONUS SALESMAN DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING SKRIPSI

IMPLEMENTASI METODE TOPSIS DAN SAW DALAM MEMBERIKAN REWARD PELANGGAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

Transkripsi:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1. Metode SAW (Simple Additive Weighting) Metode SAW (Simple Additive Weighting) adalah suatu metode yang digunakan untuk mencari alternatif optimal dari sejumlah alternatif dengan kriteria tertentu. Inti dari SAW adalah menentukan nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilanjutkan dengan proses perankingan yang akan menyeleksi alternatif yang sudah diberikan. Pada dasarnya, ada 3 pendekatan untuk mencari nilai bobot atribut, yaitu pendekatan subyektif, pendekatan obyektif dan pendekatan integrasi antara subyektif & obyektif. Masing masing pendekatan memiliki kelebihan dan kelemahan. Pada pendekatan subyektif, nilai bobot ditentukan berdasarkan subyektifitas dari para pengambil keputusan, sehingga beberapa faktor dalam proses perankingan alternatif bisa ditentukan secara bebas. Sedangkan pada pendekatan obyektif, nilai bobot dihitung secara matematis sehingga mengabaikan subyektifitas dari pengambil keputusan (Kusumadewi, et al., 2006). Adapun langkah penyelesaian dalam menggunakan metode SAW menurut Kusumadewi (2006) adalah: 1. Menentukan alternatif (kandidat), yaitu Ai. 2. Menentukan kriteria yang akan dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan, yaitu Cj. 3. Memberikan nilai rating kecocokan setiap alternatif pada setiap kriteria. 4. Menentukan bobot preferensi atau tingkat kepentingan (W) setiap kriteria. W = [ W1, W2, W3,., Wj ] (1) 5. Membuat tabel rating kecocokan dari setiap alternatif pada setiap kriteria. 20

21 6. Membuat matrik keputusan X yang dibentuk dari tabel rating kecocokan dari setiap alternatif pada setiap kriteria. Nilai x setiap alternatif (Ai) pada setiap kriteria (Cj) yang sudah ditentukan, dimana, i=1,2, m dan j=1,2, n. x 11 x 1j x = [ ] (2) x i1 x ij 7. Melakukan normalisasi matrik keputusan X dengan cara menghitung nilai rating kinerja ternomalisasi (rij) dari alternatif Ai pada kriteria Cj. r ij = x ij Max i (x ij ) Min i (x ij ) (3) { x ij Jika j adalah kriteria keuntungan (benefit) Jika j adalah kriteria biaya (cost) Keterangan : a. Dikatakan kriteria keuntungan apabila nilai xij memberikan keuntungan bagi pengambil keputusan, sebaliknya kriteria biaya apabila xij menimbulkan biaya bagi pengambil keputusan. b. Apabila berupa kriteria keuntungan maka nilai xij dibagi dengan nilai Maxi(xij) dari setiap kolom, sedangkan untuk kriteria biaya, nilai Mini(xij)dari setiap kolom dibagi dengan nilai xij. 8. Hasil dari nilai rating kinerja ternomalisasi (rij) membentuk matrik ternormalisasi (R)

22 r 11 r 1j R = [ ] (4) r i1 r ij 9. Hasil akhir nilai preferensi (Vi) diperoleh dari penjumlahan dari perkalian elemen baris matrik ternormalisasi (R) dengan bobot preferensi (W) yang bersesuaian eleman kolom matrik (W). n V i = w j r ij (5) j=1 Hasil perhitungan nilai Vi yang lebih besar mengindikasikan bahwa alternatif Ai merupakan alternatif terbaik. 10. Menentukan Nilai Indikasi Nilai Indikasi dilakukan pada hidden layer, yang berfungsi sebagai nilai pasaran mobil bekas yang menggunakan kriteria penjualan, harga, tahun. 11. Perangkingan Perangkingan dilakukan dengan cara mengalikan nilai SAW dengan nilai Indikasi dan hasil akhir dari nilai akan di rangking sesuai urutan hasiil yang mempunyai nilai paling besar sampai yang terkecil.

23 2.1.2. Metode TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution) TOPSIS adalah salah satu metode pengambilan keputusan multikriteria yang pertama kali diperkenalkan oleh Yoon dan Hwang pada tahun 1981. Dengan ide dasarnya adalah bahwa alternatif yang dipilih memiliki jarak terdekat dengan solusi ideal positif dan memiliki jarak terjauh dari solusi ideal negatif (Yoon & Hwang, 1995). Pada TOPSIS nilai solusi ideal positif dan solusi ideal negatif dari setiap kriteria ditentukan, dan setiap alternatif dipertimbangkan dari informasi tersebut. Solusi ideal positif didefinisikan sebagai jumlah dari seluruh nilai terbaik yang dapat dicapai untuk setiap atribut, sedangkan solusi ideal negatif terdiri dari seluruh nilai terburuk yang dicapai untuk setiap atribut. TOPSIS telah digunakan dalam banyak aplikasi termasuk keputusan dalam seleksi calon siswa baru. Pengambilan keputusan dengan TOPSIS menggunakan multikriteria, dimana pada contoh ini yaitu menggunakan kriteria nilai Ujian Nasional, nilai Ujian Sekolah, dan prestasi non-akademik. Dalam metode TOPSIS, nilai bobot dari setiap kriteria telah diketahui dengan jelas. Setiap bobot kriteria ditentukan berdasarkan tingkat kepentingannya menurut pengambil keputusan berdasarkan skala presentase. Dari bobot tersebut kemudian diolah dan diperoleh suatu prioritas yang menunjukkan urutan hasil pilihan. Yoon dan Hwang mengembangkan metode TOPSIS berdasarkan intuisi yaitu alternatif pilihan merupakan alternatif yang mempunyai jarak terkecil dari solusi ideal positif dan jarak terbesar dari solusi ideal negatif dari sudut pandang geometris dengan menggunakan jarak Euclidean (Sachdeva, et al., 2009). Namun, alternatif yang mempunyai jarak terkecil dari solusi ideal positif, tidak harus mempunyai jarak terbesar dari solusi ideal negatif. Maka dari itu, TOPSIS mempertimbangkan keduanya, jarak terhadap solusi ideal positif dan jarak terhadap solusi ideal negatif secara bersamaan. Solusi optimal dalam metode TOPSIS didapat dengan menentukan

24 kedekatan relatif suatu alternatif terhadap solusi ideal positif. TOPSIS akan merangking alternatif berdasarkan prioritas nilai kedekatan relatif suatu alternatif terhadap solusi ideal positif. Alternatif-alternatif yang telah dirangking kemudian dijadikan sebagai referensi bagi pengambil keputusan untuk memilih solusi terbaik yang diinginkan. Metode ini banyak digunakan untuk menyelesaikan pengambilan keputusan secara praktis. Hal ini disebabkan konsepnya sederhana dan mudah dipahami, komputasinya efisien, dan memiliki kemampuan mengukur kinerja relatif dari alternatif-alternatif keputusan. Berikut merupakan prosedur TOPSIS: 1. TOPSIS dimulai dengan membangun sebuah matriks keputusan. Berikut ini adalah contoh sebuah matriks dengan alternatif dan kriteria: x 11 x 1n D = [ ] (6) x m1 x mn Dimana: D = matriks m = alternatif n = kriteria xij = alternatif ke-i dan kriteria ke-j 2. Normalisasi matriks keputusan Setiap elemen pada matriks D dinormalisasikan untuk mendapatkan matriks normalisasi R. Setiap normalisasi dari nilai rij dapat dilakukan dengan perhitungan seperti pada persamaan (7).

25 r x ij ij= m x 2 i=1 ij (7) Untuk i=1,2,3,,m; j=1,2,3,,n 3. Pembobotan pada matriks yang telah dinormalisasikan Diberikan bobot W=(w1,w2,,wn), sehingga weighted normalized matriks V dapat dihasilkan seperti pada persamaan (8). y ij = w i r ij (8) Dengan i=1,2,3,,m dan j=1,2,3,,n 4. Menentukan solusi ideal positif dan solusi ideal negatif Solusi ideal positif dinotasikan dengan A+ dan solusi ideal negatif dinotasikan dengan A-, seperti pada persamaan (9). Menentukan Solusi Ideal (+) & (-) Dimana: A + = (y 1 +, y 2 +,, y n + ) A = (y 1, y 2,, y n ) (9) vij = elemen matriks V baris ke-i dan kolom ke- j J ={j=1,2,3,,n dan j berhubung dengan benefit criteria} J ={j=1,2,3,,n dan j berhubung dengan cost criteria}

26 5. Menghitung Separation Measure Separation measure ini merupakan pengukuran jarak dari suatu alternatif ke solusi ideal positif dan solusi ideal negatif. Perhitungan matematisnya adalah seperti pada persamaan (10,11 ). Separation measure untuk solusi ideal positif n D i + = (y i + y ij ) 2 j=1 (10) dengan i=1,2,3,,n Separation measure untuk solusi ideal negatif n D i = (y ij y i ) 2 j=1 (11) 6. Menghitung kedekatan relatif dengan ideal positif Kedekatan relatif dari alternatif A+ dengan solusi ideal A direpresentasikan seperti pada persamaan (12) berikut: V 1 = D i D i + D i + (12) dengan 0<C, <1 dan i=1,2,3,,m

27 7. Mengurutkan Pilihan Alternatif dapat dirangking berdasarkan urutan Ci. Maka dari itu, alternatif terbaik adalah salah satu yang berjarak terpendek terhadap solusi ideal dan berjarak terjauh dengan solusi ideal negatif. 2.1.3. Database Management System (DBMS) Sistem Manajemen Basis-Data (Database Management System / DBMS) adalah kumpulan data yang saling terkait dan satu set program untuk mengakses data tersebut. Pengumpulan data, biasanya disebut sebagai database, berisi informasi yang relevan dengan suatu perusahaan. Tujuan utama dari DBMS adalah untuk menyediakan cara untuk menyimpan dan mengambil informasi database yang baik nyaman dan efisien (Silberschatz, et al., 2006). Pemilihan DBMS berdasarkan beberapa faktor, beberapa hal teknis, ekonomi dan kebijakan organisasi. Faktor teknis berhubungan dengan ketepatan DBMS yang dipilih. Yang termasuk faktor teknis adalah tipe DBMS (relational, object-relational, object, dan lainnya), struktur penyimpanan dan akses path yang didukung DBMS, ketersediaan antar muka pemakai dan pemograman, tipe bahasa query tingkat tinggi, ketersediaan alat bantu pengembangan, kemampuan berhubungan dengan DBMS lain melalui media standard, pilihan arsitektur yang berhubungan dengan operator clientserver dan lain sebagainya. Faktor non teknis termasuk di dalamnya status finansial dan dukungan organisasi terhadap vendor (Clavost, 2012). Hal-hal yang harus dipertimbangkan organisasi dalam memilih DBMS menurut Clavost (2012) adalah: 1. Software acquisiton cost : Merupakan harga up-front dalam pembelian perangkat lunak, termasuk pilihan bahasa, pilihan antar muka seperti form, menu dan antar muka Web berbasis GUI, pilihan recovery/backup, metode akses khusus dan dokumentasi. Versi DBMS yang tepat untuk sistem

28 operasi harus dipilih. Biasanya alat bantu pengembangan, alat bantu desain dan dukungan bahasa tambahan tidak termasuk dalam harga dasar. 2. Maintenance cost : Berhubungan dengan harga layanan pemeliharaan standard dari vendor dan untuk menjaga versi DBMS tetap up to date. 3. Utilitas ruang penyimpan : Merupakan jumlah ruang penyimpan yang digunakan file database dan struktur akses path pada disk, termasuk pengindeksan dan akses path lain. 4. Security: Keamanan database lebih memperhatikan menyangkut berbagai kontrol keamanan informasi untuk melindungi data, aplikasi atau fungsi database, server database dan jaringan yang terkait. 5. Operating system: sistem operasi yang didukung oleh engine database mempengaruhi bagaimana sebuah engine dapat digunakan. 6. Programing language: bahasa pemograman yang didukung oleh database engine. 7. Availability of vendor service : ketersediaan asisten vendor dalam pemecahan permasalahan dengan sistem sangat penting, karena perubahan dari non-dbms ke lingkungan DBMS kebanyakan membutuhkan bantuan vendor pada awalnya (Clavost, 2012). 2.1.4. Penelitian Terkait Berikut beberapa penelitian yang sudah ada mengenai penerapan metode SAW dan metode TOPSIS untuk menunjang keputusan. 1. Simple Additive Weighting Approach To Personnel Selection Problem (Afshari, et al., 2010) Dalam penelitian ini membahas bagaimana menerapkan metode simple additive weighting dalam masalah menyeleksi karyawan atau staff. langkah pertama dalam penelitian ini adalah membuat comparison matrix (nxn) untuk menentukan nilai kepentingan yang berpengaruh kepada

29 bobot pemilihan karyawan. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini ada 7 yaitu ability to work indifferent business units, past experience, team player, fluency in a foreign language, strategic thinking, oral communication skill, dan computer skills. Untuk range bobot ditentukan nilai 1 sampai 5 dengan definisi equal, moderate, strong, very strong, dan extreme importance. Setelah perhitungan SAW didapat hasil bahwa metode MADM khususnya metode SAW dapat diterapkan untuk membantu dalam seleksi karyawan. Untuk itu metode ini harus dikembangkan dalam software yang ringan seperti Ms Excel agar lebih efisien dan lebih mudah digunakan 2. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Laptop Dengan Metode Topsis (Kurniasih, 2013) Penelitian ini membahas mengenai pemilihan laptop dengan menerapkan metode Order Preference By Similarity To Ideal Solution (TOPSIS) sebagai penunjang keputusan. Kriteria yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah spesifikasi laptop seperti harga, layar, processor, kapasitas memori, dan kapasitas harddisk yang diberikan range spesifikasi untuk menentukan bobot dari masing-masing kriteria dengan range bobot 1 sampai 5 di mana 1 nilai terkecil dan 5 nilai terbesar. Untuk alternatif pemilihan laptop terdapat berbagai tipe laptop dengan merk yang berbeda. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa alternatif laptop yang mendapatkan nilai pengurutan pertama adalah laptop dengan merk asus dengan nilai perhitungan 0,7338. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil perhitungan TOPSIS yang didapat sesuai dengan keinginan dan nilai perhitungan yang tampil secara manual sama dengan hasil yang didapat secara komputerisasi.

30 3. Analisis Penggabungan Metode Saw Dan Metode Topsis Untuk Mendukung Keputusan Seleksi Penerimaan Dosen (Iriane, et al., 2013) Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis penggabungan metode SAW dengan metode TOPSIS untuk diterapkan dalam seleksi penerimaan dosen. Kriteria yang digunakan yaitu IPK, TPA, TOEFL, dan wawancara dengan nilai range bobot 1 sampai 5. Langkah penggabungan yaitu didahului menggunakan metode SAW menentukan nilai pembagi dilanjutkan menentukan nilai normalisasi matrik. Kemudian dilanjutkan perhitungan metode TOPSIS dengan menentukan normalisasi matriks terbobot dan menentukan nilai ideal positif dan negatif sampai ditemukan hasil nilai pengurutan. Dalam penelitian dapat disimpulkan bahwa penggabungan metode SAW dan TOPSIS dapat digunakan dalam menentukan pengambilan keputusan dalam seleksi penerimaan dosen. Dengan keunggulan penggabungan metode SAW dan TOPSIS ini cukup efisien karena menggabungkan persamaan matematis sederhana namun menghasilkan penentuan alternatif yang lebih baik. 4. An Integrated SAW, TOPSIS Method for Ranking the Major Lean Practices Based on Four Attributes (Hojjati & Anvary, 2013) Dalam penelitian ini membahas tentang menentukan lean tools yang tepat dengan memanfaatkan integrasi metode SAW dan metode TOPSIS. Metode yang digunakan untuk mengintegrasi adalah metode borda. Langkah perhitungan pertama adalah menentukan kriteria dan atribut. Ada 4 kriteria yang ditetapkan yaitu lead time, cost, defects, dan value. untuk alternatif ditetapkan lean tools yang berbeda berdasarkan merk. Perhitungan SAW dan TOPSIS dilakukan secara terpisah dengan

31 nilai kriteria dan bobot alternatif yang sama. Dalam tahap perhitungan metode borda, empat kriteria yang ada di buat dalam matriks kemudian dibuat perangkingan prioritasnya. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa integrasi metode SAW dan TOPSIS berhasil dilakukan namun perlu dibandingankan dengan kondisi aktual dari lean tools. Hasil dari perhitungan metode SAW, TOPSIS dan hasil integrasinya dengan metode borda memiliki nilai yang berbeda. Keterkaitan hasil penelitian sebelumnya sebagai bahan pertimbangan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 2.1. Tabel 2. 1 Tabel Keterkaitan Penelitian Tahun/Penulis Judul Metode Hasil Simple Additive Afshari, et Weighting Approach al., 2010 To Personnel SAW Selection Problem Kurniasih, 2013 Iriane, et al., 2013 Hojjati & Anvary, 2013 Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Laptop Dengan Metode Topsis Analisis Penggabungan Metode Saw Dan Metode Topsis Untuk Mendukung Keputusan Seleksi Penerimaan Dosen An Integrated SAW, TOPSIS Method for Ranking the Major Lean Practices Based on Four Attributes TOPSIS SAW dan TOPSIS SAW dan TOPSIS Metode SAW dapat diterapkan untuk membantu dalam proses seleksi karyawan Metode TOPSIS dapat membantu memilih alternatif laptop sesuai yang diinginkan Penggabungan metode SAW dan TOPSIS sangat efisien untuk digunakan dalam seleksi penerimaan dosen Integrasi Metode SAW dan TOPSIS memiliki nilai perhitungan yang berbeda dalam menentukan alternatif lean tools sehingga perlu dibandingkan dengan kondisi actual dari lean tools