KATALOG BPS: 1101002.3510160 Sumber : http://ayobanyuwangi.blogspot.co.id/2015/05/air-terjun-lider-songgon.html
Sumber : http://ayobanyuwangi.blogspot.co.id/2015/05/air-terjun-lider-songgon.html
STATISTIK DAERAH KECAMATAN SONGGON 2015 No. Publikasi : 35100.1546 Katalog BPS : 1101002.3510160 Ukuran Buku Jumlah Halaman Pembuat Naskah Penyunting Gambar Kulit Gambar Penerbit : 18,2 cm x 25,7 cm : v + 20 Halaman : Koordinator Statistik Kecamatan Songgon Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyuwangi : Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyuwangi : Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyuwangi : Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyuwangi : Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyuwangi Boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya
Kata Sambutan Publikasi Statistik Kecamatan Songgon 2015 merupakan publikasi tahunan yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyuwangi untuk yang ketiga kalinya. Pada publikasi ini disajikan data dan juga informasi beserta penjabaran mengenai perekonomian Kabupaten Banyuwangi untuk membantu pengguna data memahami perkembangan pembangunan serta potensi Kecamatan Songgon. Publikasi Statistik Kecamatan Songgon 2015 diterbitkan guna melengkapi publikasi yang telah terbit secara rutin setiap tahun. Publikasi Statistik Kecamatan lebih menekankan pada analisis, seperti angka pertumbuhan penduduk dan lainlain. Melalui publikasi ini, diharapkan dapat membantu pengguna dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan pembangunan di Kecamatan Songgon. Diharapkan publikasi ini dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan akan data statistik, baik untuk instansi/dinas pemerintah, swasta, akademis maupun masyarakat luas. Oleh karena itu kami harapakan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak demi penerbitan yang lebih baik untuk yang akan datang. Banyuwangi, Oktober 2015 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyuwangi Ir. Mohammad Amin, M.M NIP. 19661109 199212 1 001
Daftar Isi 1. Geografi 1 7. Pertanian 14 2. Pemerintahan 3 8. Industri 16 3. Penduduk 4 9. Perdagangan 17 4. Tenaga Kerja 7 10. Keuangan 18 5. Pendidikan 9 11. Wisata 19 6. Kesehatan 12
GEOGRAFI 1 ecara geografis Kecamatan Songgon merupakan kecamatan yang terletak disebelah barat dari wilayah Kabupaten Banyuwangi. Kecamatan Songgon merupakan bagian dari 24 Kecamatan yang ada didalam wilayah Kabupaten Banyuwangi. Kecamatan Songgon berbatasan dengan beberapa wilayah diantaranya : Utara : Kecamatan Glagah Selatan : Kecamatan Glenmore dan Kecamatan Sempu Barat : Kabupaten Bondowoso Timur : Kecamatan Rogojampi dan Kecamatan Singojuruh Kecamatan Songgon ini berjarak sekitar 34km dari ibukota Kabupaten Banyuwangi, tepatnya di lereng gunung Raung dengan kemiringan antara 0 hingga diatas 45 persen. Dengan ketinggian yang berkisar antara 100-3000 diatas permukaan laut, Desa dengan rata-rata ketinggian wilayah tertinggi di Kecamatan Songgon adalah desa Bayu yaitu 500 meter diatas permukaan laut, sedangkan pada ratarata ketinggian terendah adalah Desa Balak pada 365 meter diatas permukaan laut. Peta Kecamatan Songgon Ketinggian Wilayah Di Kecamatan Songgon Sumber Data : Kantor Kecamatan Songgon Statistik Daerah Kecamatan Songgon Tahun 2015 1
1 GEOGRAFI Pembagian Wilayah Di Kecamatan Songgon Sumber Data : Kantor Kecamatan Songgon Nama Dan Panjang Sungai Di Kecamatan Songgon Desa-desa yang berada pada ketinggian rendah memiliki iklim yang panas, sedangkan desa-desa yang berada di wilayah ketinggian yang tinggi di Kecamatan Songgon memiliki iklim yang sedang. Wilayah di kecamatan Songgon di bagi menjadi 9 desa. Desa Bayu adalah desa terluas dikecamatan Songgon yaitu seluas 54,88 persen dari seluruh desa dikecamatan Songgon, dan desa Sumberbulu adalah desa yang memiliki luas terendah yaitu sebesar 1,05 persen. Kecamatan Songgon memiliki luas wilayah sebesar 300,84 km 2. Dengan luas wilayah 165.09 km 2 Desa Bayu menjadi desa yang memiliki wilayah terluas di Kecamatan Songgon, sedangkan Desa dengan wilayah terkecil ialah Desa Sumberbulu dengan luas 3,17 km 2. Sumber Data : Kantor Kecamatan Songgon Posisi Kecamatan Songgon yang berada di lereng Gunung Raung menyebabkan Kecamatan ini dilalui beberapa sungai yang berhulu di Gunung Raung. Sungai-sungai itu ialah Sungai Badeng dengan panjang 12 Km, Sungai Binau dengan panjang 12 Km, Sungai Mangaran 10 Km, dan Sungai Kumbo dengan panjang 8 Km. 2 Statistik Daerah Kecamatan Songgon Tahun 2015
PEMERINTAHAN 2 ecamatan dipimpin oleh seorang Camat yang bertanggung jawab kepada Walikota/Bupati. Dibawah Kecamatan ada lembaga pemerintah yang disebut Desa/Kelurahan yang dipimpin oleh seorang Kepala Desa atau Lurah yang mana untuk Kepala Desa dipilih langsung oleh penduduk desa, sedangkan Lurah dipilih oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/kota. Dari segi pemerintahan Kecamatan Songgon di bagi menjadi 9 desa. Untuk mempermudah koordinasi setiap desa terbagi menjadi beberapa dusun, Rukun Warga (RW), dan Rukun Tetangga (RW). Secara global di Kecamatan Songgon mempunyai 50 dusun, 121 rukun warga (RW) dan 392 rukun tetangga (RT). Tidak mengalami peningkatan dari tahun 2011, di tahun 2011 memiliki 50 dusun, 121 RW, dan 392 RT. Ditahun 2011 pun sama memiliki 50 dusun, 121 RW, dan 392 RT. Tidak ada perubahan dari tahun 2012 sampai 2014. Wilayah Administrasi Statistik Permerintahan Di Kecamatan Songgon Desa 9 9 9 Dusun 50 50 50 Rukun Warga 121 121 121 Rukun Tetangga 392 392 392 2012 2013 2014 Statistik Daerah Kecamatan Songgon Tahun 2015 3
3 PENDUDUK Indikator Kependudukan Di Kecamatan Songgon Indikator Kependudukan 2013 2014 Jumlah penduduk 50.174 50.520 Luas Wilayah (km2) 300,84 300,84 Kepadatan Penduduk (orang/km2) 169 168 Sex Rasio 97 97 Jumlah Rumah Tangga 16.959 16.297 Rata-rata ART (Jiwa/ruta) 3 3 % Penduduk Menurut Kelompok Umur 0-14 thn (%) 23 24 15-64 thn (%) 68 67 >65 thn (%) 9 9 Sumber : BPS Kab.Banyuwangi Perbandingan Jumlah Penduduk Laki-laki Dan Perempuan Sumber : BPS Kab.Banyuwangi erdasarkan konsep BPS yang dimaksud dengan Penduduk Indonesia mencakup Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal dalam wilayah geografis Indonesia, baik bertempat tinggal tetap maupun yang bertempat tinggal tidak tetap (seperti tuna wisma, pengungsi, awak kapal berbendera Indonesia, masyarakat terpencil/terasing, dan penghuni perahu/rumah apung). Anggota korps diplomatik beserta keluarganya, meskipun menetap di wilayah geografis Indonesia, tidak dicakup sebagai penduduk. Proyeksi hasil Sensus Penduduk tahun 2015 memperkirakan jumlah penduduk Kecamatan Songgon pada tahun 2014 sekitar 50.520 jiwa dengan penduduk laki-laki sejumlah 24.937 jiwa atau sekitar 49,36 persen dari seluruh jumlah penduduk di kecamatan Songgon, dan penduduk perempuan 25.583 jiwa atau sekitar 50,64 persen. Dalam tahun 2013 terjadi kenaikan penduduk di Kecamatan Songgon, ini dapat dilihat dari laju pertumbuhan penduduk pada tahun 2013 memiliki jumlah penduduk sebanyak 50.174, sedangkan laju pertumbuhan penduduk pada tahun 2014 ialah 51.520, memiliki banyak kenaikan yaitu sebersar 346 jiwa. 4 Statistik Daerah Kecamatan Songgon Tahun 2015
PENDUDUK 3 Rasio jenis kelamin adalah perbandingan antara jumlah penduduk pria dan jumlah penduduk wanita pada suatu daerah dan pada waktu tertentu, yang biasanya dinyatakan dalam banyaknya penduduk pria per 100 wanita. Rasio jenis kelamin Kecamatan Songgon 100 yaitu 97, besarnya rasio yang berada dibawah 100 menunjukkan jumlah penduduk perempuan di kecamatan ini lebih banyak dari penduduk laki-laki. Jika dilihat pada masing-masing desa, hanya Desa Sumberbulu yang memiliki rasio diatas 100, yang menunjukkan jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dari penduduk perempuan didesa tersebut. Angka kepadatan penduduk menunjukan rata-rata jumlah penduduk tiap 1 kilometer persegi. Semakin besar angka kepadatan penduduk menunjukan bahwa semakin padat penduduk yang mendiami wilayah tersebut. Adapun kepadataan penduduk di Kecamatan Songgon ialah 168 jiwa/km 2, artinya bahwa secara rata-rata tiap 1 kilometer persegi wilayah di Kecamatan Songgon didiami oleh 168 penduduk. Jika dilihat pada masing-masing desa, Desa Sumberbulu memiliki kepadatan penduduk tertinggi, yaitu 1.139 jiwa/km 2, sedangkan terendah ialah Desa Bayu yaitu 42 jiwa/km 2, desa Balak 786 jiwa/km 2. Rasio Jenis Kelamin Kecamatan Songgon Sumber : BPS Kab.Banyuw angi Kepadatan Penduduk Sumber : BPS Kab.Banyuw angi Statistik Daerah Kecamatan Songgon Tahun 2015 5
3 PENDUDUK Distribusi Penduduk menurut Wilayah Sumber : BPS Kab.Banyuw angi Penduduk Laki-laki dan Perempuan Kecamatan Songgon Sumber : BPS Kab.Banyuw angi Seperti halnya luas wilayah dari masing-masing desa yang bervariasi, distribusi penduduk pada desa-desa di Kecamatan Songgon juga bervariasi. Hal ini dapat dilihat pada pie chart disamping yang menunjukkan sebagian penduduk Kecamatan Songgon bermukim di Desa Sragi yaitu berjumlah 16,98 persen dari total Penduduk Kecamatan Songgon. Sedangkan total penduduk Desa Bangunsari hanya 5,99 persen dari total Penduduk Kecamatan Songgon. Kecamatan Songgon masuk kategori penduduk usia muda. Dimana dari keseluruhan penduduk Kecamatan Songgon yang berjumlah 50.520 jiwa. Dari seluruh Desa yang ada di kecamatan Songgon, desa Sragi yang memiliki banyak penduduk antara penduduk laki-laki sebanyak 4.246 jiwa dan perempuan yang sebanyak 4.333 jiwa. Jumlah penduduk terendah ada didesa Bangunsari yaitu berjumlah antara laki-laki sebanyak 1.495 jiwa dan perempuan sebanyak 1.533 jiwa. Jumlah penduduk terbanyak kedua ada didesa Songgon yaitu sebanyak 3.860 jiwa untuk laki-laki dan sebanyak 3.971 untuk perempuan. Parangharjo memiliki 1.971 jiwa perempuan dan 1.924 jiwa laki-laki. 6 Statistik Daerah Kecamatan Songgon Tahun 2015
TENAGA KERJA 4 umlah penduduk yang bekerja di kecamatan Songgon pada tahun 2014 adalah 25.225 jiwa, atau dengan kata lain penduduk Kecamatan Songgon yang bekerja pada tahun 2014 adalah 64,24 persen dari seluruh jumlah penduduk yang berusia 15 tahun keatas. Posisi kecamatan Songgon yang berada di lereng gunung serta dialiri beberapa sungai yang membuat tanah disana baik untuk kegiatan pertanian. Hal ini dimanfaatkan oleh sebagian besar penduduk dengan menjadikan bercocok tanam sebagai kegiatan pekerjaan utama, terbukti dengan prosentase penduduk yang bekerja disektor ini mencapai 57,11 persen. Setelah pertanian, perdagangan menempati urutan kedua dalam menyerap tenaga kerja yaitu sebesar 13,65 persen. Sedangkan sektor Informasi dan komunikasi hanya menyerap 0,07 persen dari jumlah tenaga kerja yang ada. Dari berbagai subsektor disektor pertanian, pertanian tanaman padi dan palawija menyerap tenaga kerja paling besar yaitu sebesar 64,03 persen seluruh tenaga kerja disektor pertanian, atau 36,57 persen dan dari seluruh tenaga kerja yang ada di Kecamatan Songgon. Tenaga Kerja Menurut Sektor Pekerjaan Sumber : BPS Kab.Banyuw angi Tenaga Kerja Sektor Pertanian Sumber : BPS Kab.Banyuw angi Statistik Daerah Kecamatan Songgon Tahun 2015 7
4 TENAGA KERJA Prosentase Tenaga Kerja Menurut Desa Sumber : BPS Kab.Banyuw angi Komposisi Tenaga Kerja Per Desa Sumber : BPS Kab.Banyuw angi Jika dilihat dari distribusi jumlah tenaga kerja yang, sebagian besar berada di Desa Sragi dan Desa Songgon masing-masing sejumlah 4.199 dan 3.968 tenaga kerja atau 16,65 persen dan 15,73 persen dari seluruh tenaga kerja di Kecamatan ini. Sedangkan jumlah tenaga kerja di Desa Bangunsari hanya sejumlah 1.482 orang atau 5,88 persen, merupakan jumlah terendah dari seluruh tenaga kerja yang ada di Kecamatan Songgon Prosentase tenaga kerja dari jumlah penduduk yang berusia 15 tahun keatas disetiap desa tidaklah sama. Desa Bangunsari memiliki tenaga kerja terendah yaitu sebanyak 1.482 orang atau sebesar 3,85 persen dari seluruh penduduk berusia 15 tahun keatas dari desa tersebut. Desa yang memiliki prosentase tenaga kerja yang tinggi terhadap jumlah penduduknya adalah Desa Sragi yaitu sebesar 10,90 persen atau sebanyak 4.199 orang. Sedangkan desa dengan prosentase tenaga kerja rendah lainnya adalah Desa Sumberbulu dan Desa Parangharjo dengan prosentase masing-masing sebesar 4,61 persen, dan 5,00 persen dari jumlah penduduk berusia 15 tahun keatas dari masingmasing desa tersebut. 8 Statistik Daerah Kecamatan Songgon Tahun 2015
PENDIDIKAN 5 alam upaya menunjang pendidikan, Kecamatan Songgon memiliki sekolah-sekolah mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) baik dengan status negeri maupun swasta. Jumlah sekolah untuk SD sederajat (SD negeri / swasta dan SD ibtidaiyah negeri / swasta), SMP sederajat (SMP negeri / swasta dan SMP tsanawiyah negeri / swasta) dan SMA sederajat (SMA negeri / swasta, dan SMK) pada tahun 2014 sebanyak 38 unit, 7 unit dan 4 unit, dengan jumlah murid sebanyak 4.740 siswa (SD), 1.971 siswa (SMP), 935 siswa (SMA). Sedang jumlah guru yang mengajar adalah 272 orang (SD), 134 orang (SMP) dan 38 orang (SMA). Perbandingan antara jumlah murid pada suatu jenjang sekolah dengan jumlah sekolah yang bersangkutan dapat menunjukkan rata-rata daya tampung per sekolah yang mana pada masing-masing jenjang pendidikan cukup bervariasi. Dapat dilihat rasio murid terhadap jumlah sekolah untuk jenjang SD, SMP dan SMA masingmasing sebesar 125, 282 dan 234 orang per sekolah. Beban kerja guru dalam mengajar pun berbeda untuk tiap tingkatan, semakin tinggi nilai rasio semakin berkurang tingkat pengawasan, dan Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Di Kecamatan Songgon 2014 Jenjang Sekolah Murid Guru SD 38 4.740 272 SMP 7 1.971 134 SMA 4 935 38 Sumber : Dinas Pendidikan Rasio-Rasio Pendidikan Di Kecamatan Songgon 2013 Jenjang Guru/ Murid/ Sekolah Sekolah Murid/ Guru SD 7 125 17 SMP 19 282 15 SMA 10 234 25 Sumber : Dinas Pendidikan Statistik Daerah Kecamatan Songgon Tahun 2015 9
5 PENDIDIKAN APK SD, SMP, dan SMA Kecamatan Songgon Tahun 2014 (%) Sumber : Dinas Pendidikan perhatian guru terhadap murid, sehingga mutu pengajaran cenderung semakin rendah. Rasio murid-guru untuk tiap tingkatan di Kecamatan Songgon cukup rendah yaitu 17, 15 dan 25 murid per guru. Kesadaran akan pentingnya pendidikan sudah mulai disadari oleh masyarakat pada umumnya, ini dapat dilihat dari besarnya angka partisipasi sekolah, angka ini juga dapat menunjukkan besarnya peluang untuk mengakses pendidikan secara umum. Untuk mengetahui besarnya partisipasi dapat diketahui dari Angka Partisipasi Kasar (APK) yang merupakan rasio jumlah siswa, berapapun usianya, yang sedang sekolah ditingkat pendidikan tertentu terhadap jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tertentu. Untuk tahun 2014 angka partisipasi sekolah untuk tingkat SD, SMP dan SMA masing-masing adalah 191,75 persen, 171,56 persen dan 84,73 persen. Jenjang SD dan SMP memiliki besar APK diatas 100 persen yang menunjukkan bahwa ada penduduk yang sekolah walaupun usianya belum mencukupi atau melebihi usia yang seharusnya sekolah dikedua jenjang tersebut. Sedangkan partisipasi sekolah jenjang SMA hanya 84,73 persen, hal ini 10 Statistik Daerah Kecamatan Songgon Tahun 2015
PENDIDIKAN 5 menunjukkan partisipasi sekolah untuk tingkat SMA masih rendah, selain itu angka ini juga menunjukkan daya serap penduduk untuk tingkat SMA masih rendah. Rendahnya APK pada jenjang ini dapat disebabkan adanya siswa pada kelompok usia tersebut yang tidak melanjutkan pendidikannya, atau dikarenakan adanya siswa pada kelompok usia tersebut mengenyam pendidikan pada jenjang tersebut di luar Kecamatan Songgon. Pada tahun 2014 ini terjadi kenaikan angka partisipasi sekolah disemua jenjang pendidikan di Kecamatan Songgon. Naiknya angka ini menunjukkan partisipasi pendidikan yang semakin meningkat. Kenaikan yang cukup besar terjadi pada jenjang pendidikan SMA yang menjadi 84,73 persen. Pada jenjang SMP kenaikan menjadi 171,56 persen dan di jenjang SD kenaikan menjadi 191,75 persen. Naiknya angka ini dapat disebabkan dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu dapat juga disebabkan semakin banyaknya penduduk yang lebih memilih untuk bersekolah tanpa keluar dari wilayah Kecamatan Songgon. APK SD, SMP, dan SMA Kecamatan Songgon Tahun 2013-2014 Sumber : Dinas Pendidikan Statistik Daerah Kecamatan Songgon Tahun 2015 11
6 KESEHATAN Fasilitas Kesehatan Kecamatan Songgon 2014 Fasilitas Kesehatan Sumber : BPS Kab.Banyuw angi Jumlah Rumah Sakit & Rumah Bersalin Puskesmas 0 1 Pustu 4 Poliklinik 5 Praktek Dokter 1 Praktek Bidan 10 Poskesdes 7 Polindes 5 Posyandu 92 esehatan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Oleh karena itu ketersediaan sarana dan prasarana penunjang kesehatan sangatlah penting. Di Kecamatan Songgon, walaupun rumah sakit belum tersedia tetapi berbagai fasilitas kesehatan lain seperti puskesmas, posyandu, praktek dokter dan lainnya telah tersedia. Pada tahun 2014 Jumlah fasilitas kesehatan yang terdapat di Kecamatan Songgon adalah Puskesmas sebanyak 1 unit yang dibantu dengan Puskesmas Pembantu (Pustu) sejumlah 4 unit, Poliklinik sejumlah 5 unit, Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) sejumlah 7 unit serta Pondok Bersalin Desa (Polindes) dan Posyandu masingmasing sejumlah 5 dan 92 unit yang tersebar di 9 desa di kecamatan Songgon. Selain fasilitas tersebut diatas, juga terdapat 1 lokasi praktek dokter dan 10 praktek bidan..tenaga kesehatan yang bertempat tinggal di Kecamatan Songgon baik tenaga medis maupun tenaga non medis. Tenaga medis yang terdapat di Kecamatan Songgon yaitu Dokter sebanyak 1 orang, Dokter gigi 7 orang, Bidan sebanyak 8 orang. Untuk tenaga non medis yang terdapat di Kecamatan 12 Statistik Daerah Kecamatan Songgon Tahun 2015
KESEHATAN 6 Songgon adalah Dukun bayi sejumlah 32 orang. Banyaknya Tenaga Kesehatan Kecamatan Songgon 2014 Perbandingan jumlah tenaga kesehatan dibanding jumlah jiwa di Kecamatan Songgon, satu tenaga kesehatan menangani sekitar 1.063-1.064 orang. Apabila dirinci menurut tingkatannya, maka satu tenaga dokter menangani seluruh penduduk Kecamatan Songgon. Dari tingginya angka perbandingan tersebut, dapat dilihat bahwa jumlah tenaga kesehatan di Kecamatan Songgon masih belum mencukupi. Jika dilihat jumlah tenaga kesehatan yang ada dimasing-masing desa, Desa Sumberarum merupakan wilayah dengan jumlah tenaga kesehatan terbanyak yaitu sejumlah 14 orang tenaga kesehatan. Sedangkan desa dengan jumlah tenaga kesehatan terkecil adalah desa Parangharjo, Balak dan Bedewang, yaitu masing-masing sejumlah 2 orang tenaga kesehatan. Desa Bayu dan Sumberbulu memiliki 5 orang tenaga kesehatan, desa Sragi memiliki 6 orang tenaga kesehatan, desa Songgon memiliki 9 orang tenaga kesehatan, dan desa Bangunsari memiliki 3 orang tenaga kesehatan. Sumber : BPS Kab.Banyuw angi Tenaga Kesehatan Menurut Desa Sumber : BPS Kab.Banyuw angi Statistik Daerah Kecamatan Songgon Tahun 2015 13
7 PERTANIAN Statistik Tanaman Pangan Kecamatan Songgon Tahun 2012-2014 Uraian 2012 2013 2014 Padi Sawah Luas panen (Ha) 7.929 7.430 7.746 Produksi (Ton) 32.768 49.499 50.707 Jagung Luas panen (Ha) 75,25 35 100 Produksi (Ton) 318,57 195 586 Ubi Kayu Luas panen (Ha) 17,1 41 35 Produksi (Ton) 128,33 773 670 Ubi Jalar Luas panen (Ha) 11,47 46 45 Produksi (Ton) 71,4 1081 923 Kacang Tanah Luas panen (Ha) 1,75 22 25 Produksi (Ton) 5,68 36 31 Sumber : Mantri Pertanian Kec. Songgon Kontribusi Produksi Tanaman Pangan Kecamatan Songgon Tahun 2014 Komoditas Produksi Padi Sawah 95,82% jagung 1,11% Ubi Kayu 1,27% Ubi Jalar 1,74% Kacang Tanah 0,06% Sumber : Mantri Pertanian Kec. Songgon uburnya lahan di Kecamatan Songgon dimanfaatkan sebagian besar penduduknya sebagai sumber mata pencaharian utama sebagai petani yang menyerap tenaga kerja lebih dari 50 persen dari penduduk bekerjanya. Dalam tiga tahun terakhir, luas panen tanaman pangan cenderung mengalami kenaikan. Pada tahun 2013, luas panen tanaman pangan sebesar 7.574 hektar, dan pada tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar 377 hektar yang menjadi 7.951 hektar. Dari lima jenis komoditi tanaman pangan yang diusahakan di Kecamatan Songgon, komoditas tanaman pangan dengan luas panen terbesar selama tahun 2014 adalah padi sawah, yaitu sebesar 7.746 Ha, luas panen terkecil ialah kacang tanah yang hanya 25 hektar dari seluruh luas panen, yang terendah berikutnya yaitu ubi kayu hanya seluas 35 hektar. Hasil produksi seluruh tanaman pangan pun mengalami kenaikan dan memiliki hasil produksi seluruh tanaman pangan mencapai 52.917 ton pada tahun 2014. Dari seluruh komoditas, tanaman ubi kayu dan ubi jalar yang mengalami penurunan dan hanya menghasilkan 1,27 persen, dan ubi jalar 1,74 persen. 14 Statistik Daerah Kecamatan Songgon Tahun 2015
PERTANIAN 7 Dengan luas panen terbesar, tanaman padi sawah menghasilkan produksi yang paling besar dari komoditas lain. Besarnya produksi padi sawah mencapai 95,82 persen dari seluruh produksi tanaman pangan. Sedangkan produksi terkecil ialah kacang tanah dengan kontribusi sebesar 0,06 persen. Turunnya luas panen dan naiknya jumlah produksi tanaman pangan di Kecamatan Songgon menunjukkan bahwa dalam satu tahun terakhir terjadi peningkatan produktivitas tanaman pangan. Produktivitas tertinggi ditempati ubi jalar, dan produktivitas terendah ialah kacang tanah yang merupakan satu-satunya komoditi yang mengalami penurunan produktivitas. Dalam sektor pertanian, peternakan juga menjadi sumber mata pencaharian selain tanaman pangan. Dari hasil Sensus Pertanian yang dilakukan pada tahun 2013 dan 2014 yang lalu, dapat dilihat bahwa dalam 1 tahun terjadi perubahan jumlah populasi ternak yang dipelihara. Perubahan paling besar ialah populasi ayam pedaging yang menurun menjadi 4.500 yang menunjukkan kurang berkembangnya usaha peternakan ayam pedaging di Kecamatan Songgon. Produktivitas Tanaman Pangan Tahun 2012-2014 Sumber : Mantri Pertanian Kecamatan Songgon Statistik Peternakan Tahun 2013 dan 2014 Jenis Ternak 2013 2014 Ternak Besar Sapi Perah 2.343 41 Sapi Potong 38 4.107 Kerbau 386 422 Kuda 2 0 Ternak Kecil Kambing 4.971 9.245 Domba 742 4.646 Babi 0 0 Unggas Ayam Kampung 40.094 30.954 Ayam Petelur 1.410 10.746 Ayam Pedaging 477.000 4.500 Itik 15.973 10.022 Itik Manila 1.091 1.317 Sumber : BPS Kab.Banyuw angi Statistik Daerah Kecamatan Songgon Tahun 2015 15
8 INDUSTRI Jumlah Industri Kecamatan Songgon Desa Jumlah Industri Bedewang 154 Balak 32 Bangunsari 21 Songgon 64 Parangharjo 98 Sragi 87 Sumberarum 47 Sumberbulu 23 Bayu 30 Sumber : Dinas Perindustrian kab. Banyuwangi Kontribusi Industri Kecamatan Songgon Sumber : Dinas Perindustrian kab. Banyuwangi eberadaan perusahaan industri pengolahan mempengaruhi kehidupan perekonomian masyarakat Kecamatan Songgon. Ini dikarenakan industri dapat menyerap tenaga kerja dan sebagai salah satu mata pencaharian masyarakat Dari hasil pendataan potensi desa pada tahun 2014 tercatat data perusahaan industri kecil/rumah tangga sebanyak 556 lokasi dengan usaha terbanyak di Desa Bedewang yaitu sebanyak 154 lokasi. Desa lain yang juga terdapat industri seperti Parangharjo dengan 98 lokasi, Sragi sebanyak 87 lokasi dan didesa lain juga memiliki lokasi perindustrian. Jenis usaha terbanyak adalah industri tekstil sejumlah 316 usaha atau 56,83 persen dari seluruh industri yang ada. Industri makanan dan minuman memiliki kontribusi sebesar 27,16 persen atau terdapat 151 lokasi, industri furniture dan pengolahan lainnya sejumlah 37 lokasi atau 6,65 persen, industri barang galian tetapi bukan logam dan industri daur ulang memiliki 13 lokasi atau 2,34 persen, dan industri yang terbuat dari bahan kertas memiliki 12 lokasi atau 2,16 persen. 16 Statistik Daerah Kecamatan Songgon Tahun 2015
PERDAGANGAN 9 alah satu pusat perekonomian bagi suatu daerah adalah pasar. Sehingga keberadaannya sangatlah penting tidak hanya sebagai pendorong roda perekonomian tapi juga untuk memenuhi kebuutuhan bahan pokok bagi masyarakat sekitar. Kecamatan Songgon memiliki 8 pasar tradisional, baik dengan bangunan permanen, maupun tanpa bangunan. Selain itu, terdapat 1 minimarket dan toko/warung kelontong sejumlah 216 unit yang sangat membantu mencukupi kebutuhan masyarakat yang berdomisili jauh dari pasar. Untuk sarana akomodasi, terdapat warung atau kedai makanan sejumlah 78 unit. Jika melihat ketersediaan akan sarana perdagangan dan akomodasi per desa, maka desa dengan sarana terbanyak adalah Desa Balak dengan jumlah sarana perdagangan dan akomodasi 81 unit, atau 26,73 persen, desa Sumberarum sejumlah 74 unit atau 24,42 persen dari sarana yang ada, desa Songgon terdapat 51 unti atau 16,83 persen, desa Bangunsari terdapat 24 unit atau 7,92 persen. Sedangkan jumlah sarana terkecil berada di Desa Sumberbulu yaitu 5 unit, atau hanya 1,65 persen. Sarana Perdagangan dan Akomodasi Kecamatan Songgon Sarana Perdagangan Jumlah Pasar Permanen 2 Pasar Semi Permanen 0 Pasar Tanpa Bangunan 6 Mini Market 1 Toko/Warung Kelontong 216 Hotel 0 Penginapan 0 Warung/Kedai Makanan 78 Restoran/Rumah Makan 0 Sumber : PODES 2015 Distribusi Sarana Perdagangan dan Akomoda si Kecamatan Songgon Sumber : PODES 2015 Statistik Daerah Kecamatan Songgon Tahun 2015 17
1 KEUANGAN Lembaga Keuangan Bank Kecamatan Songgon Jenis Bank Jumlah Bank Umum Pemerintah 1 Bank Umum Swasta 0 Bank Perkreditan Rakyat 2 Sumber : PODES 2015 Lembaga Keuangan Koperasi Kecamatan Songgon Jenis Koperasi Jumlah Koperasi Unit Desa 1 Koperasi Industri Kecil dan Kerajinan Rakyat Koperasi Simpan Pinjam 0 3 Koperasi Lainnya 0 Sumber : PODES 2015 una memperlancar perputaran ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha ekonomi dangan skala mikro, kecil ataupun menengah, maka diperlukan adanya suatu lembaga yang dapat menjadi sarana penunjang keuangan yang dapat memberikan bantuan kredit bagi pelaku usaha, baik berupa lembaga perbankan, maupun lembaga koperasi. Pada tahun 2014, di Kecamatan Songgon telah terdapat lembaga perbankan, yang merupakan milik Bank Umum Pemerintah sejumlah 1 unit yang berlokasi di Desa Songgon yang merupakan pusat Kecamatan Songgon, dan Bank Perkreditan rakyat sejumlah 2 unit. Selain itu juga terdapat koperasi sejumlah 4 unit yang terdiri dari 1 unit Koperasi Unit Desa, dan 3 unit Koperasi Simpan Pinjam yang seluruhnya berada di Desa Songgon. Adanya koperasi ini dapat membantu dalam permodalan masyarakat dengan administrasinya yang lebih mudah dibandingkan dengan lembaga perbankan dan tentu saja dengan bunga pinjaman yang relatif lebih rendah. 18 Statistik Daerah Kecamatan Songgon Tahun 2015
WISATA 11 ecamatan Songgon memiliki beberapa tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Berikut beberapa obyek wisata di Kecamatan Songgon. 1. Rawa Bayu (Rowo Bayu) Rowo Bayu merupakan senuah rawa yang terletak dikawasan hutan di kaki gunung Raung pada ketinggian sekitar 800 meter diatas permukaan laut. Rowo Bayu juga merupakan wisata spiritual dikarenakan banyak yang mempercayai adanya leluhur jaman dahulu yang ada di tempat ini. Daya Tarik lain adanya Petilasan Prabu Tawang Alun yang dipercayai pernah kertapa di kawasan ini. Selain itu terdapat 3 mata air yang dipercaya dapat menyembuhan berbagai penyakit. 2. Air Terjun Lider Air terjun yang terletak di lereng timur Gunung Raung ini, berjarak sekitar 45 km dari kota Banyuwangi. Lokasinya terletak di desa Sragi, lebih tepatnya di kawasan hutan lindung petak 74, Blok Lider. Air Terjun Lider yang terletak pada ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut ini memiliki ketinggian sekitar ± 60 meter pada air terjun utama dan terdapat 4 air terjun dengan ketinggian yang lebih kecil Statistik Daerah Kecamatan Songgon Tahun 2015 19
11 WISATA 3. Air Terjun Selendang Arum Air terjun Selendang Arum berada di lereng Gunung Raung aliran Sungai Badeng, tepatnya di Dusun Sumberasih, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon. Air terjun tersebut memiliki ketinggian sekitar 20 meter. Keistimewaan air terjun satu ini terlihat pada dinding tebing yang dialiri air. Sebab itulah, bebatuan tersebut tampak licin memancarkan kilauan saat cuaca cerah. 4. X-Badeng Tubing Advanture Berada di Desa Sumber Bulu Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi, Kali Badeng merupakan sungai yang berarus deras dengan jenis bebatuan kecil hingga besar yang mengalir dari kaki Gunung Raung. Tubing merupakan kegiatan meluncur bebas di Kali Badeng yang berarus keras ini menggunakan ban dalam truk. Seperti layaknya rafting, para peserta juga dilengkapi dengan helmet, pelampung keselamatan dan pelindung kaki. 20 Statistik Daerah Kecamatan Songgon Tahun 2015
Sumber : http://www.asliindonesi a.net/2015/03/pesona-air-terjun-selendang-arum.html Sumber : http://www.banyuwangibagus.com/2014/06/wis ata-air-terjun-lider.html BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BANYUWANGI JL. KH AGUS SALIM NO 87, BANYUWANGI 68425 Telp.(0333)421774; Faks.(0333)413904; E-mail : bps3510@mail.bps.go.id