MASKULINISASI IKAN GUPPY

dokumen-dokumen yang mirip
Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia, 1(1) :14-22 (2013) ISSN :

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN AROMATASE INHIBITOR DAN MADU TERHADAP NISBAH KELAMIN IKAN GAPI ( Poecilia reticulata Peters ) Oleh: Budi Utomo C

I. PENDAHULUAN. yang sudah dikenal luas dan termasuk komoditas ekspor. Kelebihan ikan guppy

I. PENDAHULUAN. Budidaya monoseks sudah umum dilakukan pada budidaya ikan. (Beardmore et al, 2001; Devlin and Nagahama, 2002; Gomelsky, 2003), dan

I. PENDAHULUAN. Ikan guppy adalah salah satu sumber devisa bagi Indonesia. Berdasarkan data

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG TESTIS SAPI DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP KEBERHASILAN JANTANISASI PADA IKAN CUPANG (Betta sp.)

PENGARUH LAMA WAKTU PEMBERIAN TEPUNG TESTIS SAPI TERHADAP KEBERHASILAN MENGHASILKAN JANTAN IKAN CUPANG (Betta sp.)

EFEKTIVITAS MADU TERHADAP PENGARAHAN KELAMIN IKAN GAPI (Poecilia reticulata Peters)

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Derajat Kelangsungan Hidup (SR) Perlakuan Perendaman (%)

Maskulinisasi ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan pemberian tepung testis sapi

PENGARUH UMUR LARVA IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN PEMBENTUKAN SEL KELAMIN JANTAN RINDHIRA HUMAIRANI Z¹, ERLITA¹

MASKULINISASI IKAN CUPANG (Betta splendens) MELALUI PERENDAMAN EMBRIO DALAM EKSTRAK PURWOCENG (Pimpinella alpina) ASEP BULKINI

Pengaruh perendaman dosis hormon methyl testosteron berbeda terhadap sintasan hidup dan pertumbuhan larva ikan nila, Oreochromis niloticus

PENGARUH LAMA PERENDAMAN INDUK BETINA DALAM EKSTRAK PURWOCENG (Pimpinela alpina) TERHADAP MASKULINISASI IKAN GUPPY (Poecilia reticulata)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

METODE PENELITIAN. Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Lampung.

Alih kelamin jantan ikan nila menggunakan 17α-metiltestosteron melalui pakan dan peningkatan suhu

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

TEKNIK PRODUKSI INDUK BETINA IKAN NILA. T. Yuniarti, Sofi Hanif, Teguh Prayoga, Suroso

Briefing Gender Male Guppy Fish (Poecilia reticulata) Through Immersion Parent in Coconut Water Solution with Different Doses and Time.

II. TINJAUAN PUSTAKA. perkawinan. Proses perkawinan biasanya terjadi pada malam hari atau menjelang

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pemanfaatan tepung testis sapi sebagai hormon alami pada penjantanan ikan cupang, Betta splendens Regan, 1910

PENGGUNAAN SUHU DAN DOSIS PROPOLIS YANG BERBEDA TERHADAP NISBAH KELAMIN IKAN GUPPY (Poecilia reticulata)

I. PENDAHULUAN. banyak diminati oleh semua kalangan masyarakat. Dapat dikatakan lebih lanjut

I. PENDAHULUAN. Komoditas ikan-ikan air tawar sejak beberapa waktu lalu sedang naik daun

EFEKTIFITAS MADU LEBAH TERHADAP JANTANISASI (SEX REVERSAL) LARVA IKAN CUPANG (Betta splendens, Blkr)

The Effect of Sex Reversal Using 17 α-metiltestosteron Hormones Toward The Color Intensity of Male XX and Male XY of Figting Fish (Betta sp.

Hormon Jantanisasi Ikan Untuk Sex Reversal Ikan Jantan dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) Untuk Pembesaran Ikan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2011 sampai September 2011 bertempat

TINJAUAN PUSTAKA Ikan nila

Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 4. No. 3, September 2013 : ISSN :

Lama Waktu Perendaman Larva Ikan Cupang (Betta splendens) yang Berumur 5 Hari dengan Hormon 17α-Metiltestosteron terhadap Keberhasilan Monosex Jantan

METODE PENELITIAN. : Nilai pengamatan perlakuan ke-i, ulangan ke-j : Rata-rata umum : Pengaruh perlakuan ke-i. τ i

Jurnal Akuakultur Indonesia 12 (2), (2013) Harton Arfah*, Dinar Tri Soelistyowati, Asep Bulkini

Maskulinisasi pada ikan nila merah (Oreochromis sp.) menggunakan bahan alami resin lebah melalui pakan buatan

M. Zairin Jr., A. Yunianti, R.R.S.P.S. Dewi, dan K. Sumantadinata

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

EFEKTIVITAS LAMA PERENDAMAN EMBRIO DALAM EKSTRAK TANAMAN PURWOCENG

PENGARUH DOSIS AKRIFLAVIN YANG DIBERIKAN SECARA ORAL KEPADA LARVA IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp.) TERHADAP NISBAH KELAMINNYA

Pengaruh Pemberian 17α Metiltestosteron Secara Oral Terhadap Maskulinisasi Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) Menggunakan Jantan Fungsional

BREEDING PROGRAM PRODUKSI NILA KELAMIN JANTAN. Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi 2004

JURNAL. PRODUKSI IKAN NILA MERAH (Orechromis niloticus) JANTAN MENGGUNAKAN MADU LEBAH HUTAN. Disusun oleh: Martinus Andri H

BAB III BAHAN DAN METODE

I. PENDAHULUAN. Ikan baung (Mystus nemurus) adalah ikan air tawar yang terdapat di

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN BERHORMON 17a-METILTESTOSTERON PADA DOSIS 30, 40, DAN 50 mg/kg PAKAN TERHADAP NISBAH KELAMIN IKAN LUO HAN (Cichlasoma spp.

TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 1. Ikan nila merah Oreochromis sp.

PENGARUH UMUR PADA WAKTU PERENDAMAN MADU TERHADAP KEBERHASILAN MASKULINISASI LARVA IKAN NILA GIFT (Genetic Inprovement of Farmed Tilapias)

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN AROMATASE INHIBITOR DAN MADU TERHADAP NISBAH KELAMIN IKAN GAPI ( Poecilia reticulata Peters ) Oleh: Budi Utomo C

The aplications of honey for sex reversal of tilapia (Oreochromis niloticus)

GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP)

PERFORMA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) HASIL SEX REVERSAL, GENETICALLY MALE DAN YY PADA FASE PENDEDERAN PERTAMA

HUBUNGAN ANTARA PERENDAMAN INDUK BETINA MENGGUNAKAN EKSTRAK PURWOCENG (Pimpinella alpina) DENGAN NISBAH KELAMIN IKAN GUPPY (Poecilia reticulata)

S. Purwati, O. Carman & M. Zairin Jr.

SEX REVERSAL PADA IKAN NILA MERAH Oreochromis sp. MELALUI PEMBERIAN PROPOLIS YANG DICAMPUR DALAM PAKAN BUATAN DEDI ANWAR SIPAYUNG

PEMANFAATAN EKSTRAK STEROID ASAL JEROAN TERIPANG UNTUK SEX REVERSAL PADA IKAN GAPI

The effect of different acriflavine doses and immersion times on male sex reversal of bagrid catfish (Hemibagrus nemurus)

BAHAN DAN METODE. 3.1 Waktu dan tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Agustus 2009 di Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Jambi.

BAHAN DAN METODE PENELITIAN

MASKULINISASI IKAN GUPPY (Poecilia reticulata) DENGAN EKSTRAK CABE JAWA (Piper retrofractum Vahl) MELALUI PERENDAMAN INDUK BUNTING WINY YUSRINA

EFEKTIVITAS TEPUNG TERIPANG PASIR (Holothuria scabra) TERHADAP MASKULINISASI IKAN CUPANG (Betta splendens)

Akhmad Taufiq Mukti. Laboratorium Pendidikan Perikanan - Program Studi Budidaya Perairan, FKH Universitas Airlangga Surabaya ABSTRACT ABSTRAK

EVALUASI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ORGAN REPRODUKSI TIGA GENOTIPE IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

BAB II KAJIAN PUSTAKA

LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA COCO REVERSE: APLIKASI AIR KELAPA DALAM PRODUKSI POPULASI MONOSEKS JANTAN IKAN NILA MERAH

PENGGUNAAN MADU DALAM PRODUKSI IKAN GUPPY JANTAN (Poecillia reticulata)

PENGARUH LAMA PERENDAMAN INDUK DI DALAM AROMATASE INHIBITOR TERHADAP PROPORSI KELAMIN ANAK IKAN GAPI Poecilia reticulata Peters INKA DEVANNA

III. METODE PENELITIAN

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Ikan nila

3 METODOLOGI PENELITIAN

H. Arfah dan O. Carman. Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Kampus Darmaga, Bogor 16680

TEKNIK PRODUKSI INDUK BETINA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) TAHAP VERIFIKASI JANTAN FUNGSIONAL (XX)

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias, Depok Jawa Barat.

TINJAUAN PUSTAKA. Taksonomi atau klasifikasi ikan cupang menurut Sugandy (2001), yaitu : : Actinopterygii. : Perciformes.

Produktivitas Feminimisasi Larva Ikan Betok (Anabas testudineus) Menggunakan Ekstrak Buah-buahan dengan Metode Dipping

EFEKTIVITAS EKSTRAK TEPUNG TESTIS SAPI DALAM ALIH KELAMIN IKAN NILA, Oreochromis niloticus L. MELALUI TEKNIK PERENDAMAN ANDRI ISKANDAR

BAHAN DAN METODE. Percobaan 1. Pengaruh pemberian bahan aromatase inhibitor pada tiga genotipe ikan nila sampai tahap pendederan.

TINJAUAN PUSTAKA Ikan Nila ( Oreochromis niloticus

MASKULINISASI IKAN NILA (Oreochromis niloticus) MELALUI PERENDAMAN DALAM EKSTRAK PURWOCENG (Pimpinella alpina) SAFRIZAL PUTRA

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksananakan pada bulan Juli September 2013 di

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Bahan

Yunus Ayer*, Joppy Mudeng**, Hengky Sinjal**

III. BAHAN DAN METODE

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Ikan Nila Merah Oreochromis sp.

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG IKAN RUCAH TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA GESIT (Oreochromis niloticus) ABSTRAK

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG IKAN RUCAH TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA GESIT (Oreochromis niloticus) ABSTRAK

SEKS REVERSAL PADA IKAN TETRA KONGO STADIA LARVA Sex Reversal on Congo Tetra Fish (Micraleptus intterruptus ) Larvae

KERAGAAN PERTUMBUHAN IKAN NILEM BETINA ALL FEMALE HASIL PERSIL ANGAN JANTAN FUNGSIONAL DENGAN BETINA NORMAL

III. METODE PENELITIAN. Penelitian telah dilaksanakan pada 15 Juni 15 Juli 2013 di Laboratorium

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai dengan Desember 2013 di Sungai

I. PENDAHULUAN. Ikan merupakan alternatif pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tentang pengaruh pemberian ekstrak biji jintan hitam (Nigella

WAKTU PERENDAMAN YANG BERBEDA DALAM HORMON METHYLTESTOSTERON TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN JANTANISASI BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

HASIL DAN BAHASAN. Percobaan 1. Pengaruh pemberian bahan aromatase inhibitor pada tiga genotipe ikan nila sampai akhir tahap pendederan.

BUDIDAYA IKAN NILA MUHAMMAD ARIEF

SEKS REVERSAL IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp.) MELALUI PERENDAMAN LARVA MENGGUNAKAN AROMATASE INHIBITOR

Transkripsi:

MASKULINISASI IKAN GUPPY (Poecilia reticulata) MENGGUNAKAN TESTIS SAPI DENGAN METODE PERENDAMAN INDUK BUNTING Lailatul Lutfiyah 1), Darmawan Setia Budi 2), Muhammad Thohawi Elziyad Purnama 3), Prayogo 4) 1,2,3,4) Program Studi Budidaya Perairan, PDD Banyuwangi Universitas Airlangga 1,2,4) Departemen Manajemen Kesehatan Ikan dan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga. 3) Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. ABSTRAK Secara morfologis ikan Guppy jantan lebih diminati karena memiliki corak warna yang lebih indah, menarik, dan tubuh lebih ramping dibandingkan dengan ikan Guppy betina.sehingga budidaya ikan Guppy jantan lebih menguntungkan daripada ikan Guppy betina.penggunaan hormone steroid sintetik (metyl testosterone) dalam kegaitan produksi benih ikan secara monosex jantan perlu dihindari karena sudah ada larangan dari pemerintah, sehingga perlu pengkajian sumber-sumber hormone testosterone alami untuk pembenihan secara monosex.salah satu sumber hormone testosterone alami adalah testis sapi. Penggunaan testis sapi pada maskulinisasi ikan guppy diharapkan mampu meningkatkan prosentase anakan jantan.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak testis sapi terhadap nisbah kelamin anakan ikan guppy melalui metode perendaman induk bunting.penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Universitas Airlangga PDD Banyuwangipada bulan juni-nopember 2016. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan dengan empat kali ulangan. Perlakuan dengan berbagai dosis perendaman ekstrak testis sapi dengan lama perendaman 24 jam. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah rata-rata jumlah anakan yang dihasilkan setiap induk, presentase jumlah anakan jantan, kelangsungan hidup anakan, dan perkembangan gonad ikan perlakuan.hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah anakan tertinggi pada perlakuan P3, presentase jumlah anakan jantan tertinggi pada P+ dan kelangsungan hidup semua perlakuan tertinggi (100%). Kata Kunci : Ikan guppy, maskulinisasi, testis sapi. Pendahuluan Ikan gapi merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang dibudayakan di Indonesia. Ikan gapi memiliki tubuh yang berwarna indah dan sirip ekornya yang lebar sehingga harus dipertahankan supaya kualitasnya tetap terjaga dengan baik. Secara morfologis ikan gapi jantan lebih diminati karena memiliki corak warna yang lebih indah, menarik, dan tubuh lebih ramping dibandingkan dengan ikan gapi betina. Dalam budidaya ikan, produksi kelamin tunggal jantan atau betina dengan teknik pengarahan kelamin (sex reversal) dapat dilakukan dengan cara hormonal, kromosonal, atau kombinasi keduanya. Pada umumnya untuk memproduksi monosex jantan dapat dilakukan melalui teknik sex reversal dengan menggunakan hormon steroid. Metode yang biasa digunakan

adalah dengan cara perendaman, penyuntikan atau melalui pakan. Hormon yang umum digunakan adalah hormone sintetik seperti 17α-metiltestosteron, 17αmetil dihydro testosterone (MDHT) dan trembolon acetate. Namun seiring dengan perkembangannya, penggunaan hormone sintetik dikhawatirkan memberikan dampak negatif terhadap keamanan pangan dan kelestarian lingkungan (Bartet, et al, 2003). Salah satu bahan alami yang dapat digunakan untuk proses maskulinisasi adalah testis sapi, karena testis sapi mengandung hormon testosteron yang dapat digunakan dalam proses maskulinisasi (Adamu, et al, 2006). Bahan dan Metode Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Universitas Airlangga PDD Banyuwangi pada bulan Agustus-Oktober 2016. Bahan yang digunakan untuk perlakuan penelitian adalah induk ikan gapi, anakan ikan gapi, testis sapi dan hormon metil-testosteron. Sedangkan alat yang digunakan selama penelitian adalah: akuarium ukuran 100 x 50 x 50 cm lengkap dengan aerasinya, toples, seperangkat alatbedah, pisau dapur, botol sampel, tabung corning, blender, sentrifuse, freezer,timbangan digital,kertas tissue, mikroskop binokuler, serta kamera digital. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan dengan empat kali ulangan. Perlakuan dengan berbagai dosis perendaman ekstrak testis sapi dengan lama perendaman 24 jam. P0 = Tanpa perendaman (kontrol negatif). P+ = Perendaman 17α-metiltestosteron dengann dosis 1 mg/l (kontrol positif) P1 = Perendaman ekstrak testis sapi dengan dosis 3 ml/l P2 = Perendaman ekstrak testis sapi dengan dosis 6 ml/l P3 = Perendaman ekstrak testis sapi dengan dosis 9 ml/l Pembuatan ektrak testis sapi dengan cara testis sapi dihaluskan kemudian ditambahkan NaCl fisiologis dan kemudian disentrifuse pada 3000 rpm selama 1 menit hingga Ekstrak Testis Sapi (ETS) yang berupa supernatan. Kemudian Ektrak testis sapi tersebut disimpan di dalam freezer - 20 o C hingga siap untuk digunakan. Hasil dan Pembahasan Hasil Pengamatan jenis kelamin ikan gapi dilakukan pada umur ikan 2 bulan, karena pada umur 2 bulan ikan gapi telah memiliki kenampakan ciri seksual primer dan sekunder yang sudah dapat dibedakan dengan jelas antara jantan dan betina.

Hasil rata-rata anakan, persentase anakan jantan dan kelangsungan hidup ikan gapi dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1.Rata-rata anakan, Persentase anakan jantan, Kelangsungan hidup a. Jantan 120 100 80 60 40 20 0 P0 P+ P1 P2 P3 Gambar 1. Rata-rata anakan, Persentase anakan jantan, Kelangsungan hidup rata2 a anakan Kelang Hidup b. Betina Gambar 4.Gonad ikan gapi (Poecilia reticulata) jantan (a) dan betina (b) Gambar 2. Indukan Jantan Ikan gapi Gambar 3. Indukan Betina Ikan gapi Pembahasan Semua anakan ikan diperlakuan dan kontrol berhasil hidup dari awal penelitian hiangga akhir penelitian. Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan rendaman pada induk bunting tidak mempengaruhi kelangsungan hidup anak ikan gapi hingga umur 2 bulan. Berdasarkan data diatas dapat diambil kesimpulan bahwa semakin tinggi nilai dosis testis sapi yang diberikan sangat berpengaruh dengan jumlah rata-rata anakan. Hal ini sesuai dengan pernayataan

(Muslim, 2010) bahwasannya testis sapi selain sebagai sumber hormon untuk penjantanan (fungsi gonatik), juga berfungsi secara somatik (pertumbuhan). Kelangsungan hidup ikan juga dipengaruhi oleh faktor makanan dan kualitas air selama pemeliharaan. Effendi (1997), menyatakan bahwa faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan adalah tersedianya jenis makanan serta adanya lingkungan yang baik seperti oksigen,amoniak, karbondioksida, nitrat, hidrogen sulfida dan ion hidrogen. Jumlah anakan ikan jantan yang dihasilkan tertinggi terdapat pada perlakuan P+ (94,4%) yang sedikit mendekati dengan perlakuan P3(91,6%). Hal ini menunjukkan bahwa perendaman testis sapi pada perlakuan P3 hampir sama kualitasnya dengan perlakuan P+ yang menggunakan 17α-Metil testosteron. Arfah dkk (2007) menyatakan bahwa masuknya hormon ke dalam tubuh induk bunting diduga melalui proses osmosis. Dimana konsentrasi hormon dalam media pemeliharaan lebih tinggi dari konsentrasi hormon di dalam tubuh indukan bunting itu sendiri, sehingga hormon di dalam media masuk secara difusi ke dalam tubuh induk bunting. Bulkini dkk (2013) menambahkan bahwa proses pembentukan jenis kelamin jantan maupun pada betina dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu endogenous hormon, eksogenous hormon dan faktor lingkungan. Arfah (2007) menyebutkan bahwa secara buatan, teknik alih kelamin dimungkinkan terjadi dikarenakan pada awal perkembangan embrio atau larva belum terjadi diferensiasi kelamin. Phelps dan Popma (2000) menambahkan bahwa faktor yang mempengaruhi keberhasilan sex reversal adalah ukuran dan umur, lama perlakuan, lingkungan. Untuk mengarahkan ikan berkelamin jantan, hormon yang digunakan adalah hormon androgen (Dunham, 2004). Menurut Phelps dan Popma (2000), hormon androgen mempunyai dua aktifitas fisiologi yaitu androgenic activity dan anabolic activity.berkembangnya karakteristik kelamin jantan terkait dengan androgenic activity. Hormon androgen yang umum digunakan dalam pengarahan kelamin (sexreversal) adalah hormon sintetik 17αmethyltestosteron (Phelps dan Popma, 2000). Peredaran hormon tersebut terbatas, sehingga harga mahal dan juga sulit didapat. Menurut Phelps et al,. (2001), diduga residu hormon ini menjadi bahan pencemar lingkungan. DKP (2008), menyatakan larangan penggunaan 21 jenis obat-obatan

dalam kegiatan budidaya perikanan, salah satunya steroid sintetik (metyltestosteron). Oleh karena itu testis sapi dapat digunakan sebagai bahan alternative dalam Sex reversal. Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah anakan tertinggi pada perlakuan P3, presentase jumlah anakan jantan tertinggi pada P+ dan kelangsungan hidup semua perlakuan tertinggi (100%). Perlakuan perendaman testis sapi yag menghasilkan anakan jantan tertinggi terdapat pada perlakuan P3 (9 ml/l). Oleh karena itu perendaman testis sapi dengan dosis 9 ml/l dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam maskulinisasi ikan. DAFTAR PUSTAKA Adamu, S. MY Fatihu, NM Useh, NGD Ibrahim, M Mamman, VI Sekoni dan KAN Kesievo. 2006. Testicular Pathologic Changes in Relation to Serum Concentrations of Testosteron in Trypanosoma pivax Infected White Fulani Bull. Journal of Animal and. Arfah H, Martati E, Soelistyowati, D, T. 2007. Efektivitas Madu Terhadap Pengarahan Kelamin Ikan Gapi (Poecilia reticulate peters). Jurnal Akuakultur Indonesia, 6(2): 155-160(2007). Bartet, A.N., A.R.S.B. Athauda, M.S. Fitzpatrick, and W.M.C. Sanchez. 2003. Ultrasound and enhanced immersion protocols for masculinization of nile tilapia (Oreochromis niloticus). Jurnal of The World Aquaculture Society:210-216. Bulkini,A., Soelistyowati, D, T dan Arfah, H. 2013. Maskulinisasi ikan cupang Betta splendens melalui perendaman embrio dalam ekstrak purwoceng Pimpinella alpine.jurnal Akuakultur Indonesia 12 (2), 144 149. DKP. 2008. 21 Obat-Obatan Yang Dilarang. Dirjen Perikanan Budidaya, Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar. Sukabumi. Dunham, R.A. 2004. Aquaculture and Fisheries Biotechnology : Genetic Approaches. CABI Publ. Cambridge, USA. 357 P. Effendie, M.I., 1997. Metode BiologiPerikanan. Penerbit Yayasan Dewi Sri. Bogor. 112 hal. Muslim. 2010. Maskulinisasi IkanNila (Oreochromis niloticus) dengan Pemberian Tepung Testis Sapi. Tesis.Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Bogor. Phelps RP dan Thomas JP. 2000. Sex Reversal of Tilapia. Page 34-59 in B.A. Costa-Pierce and J.E. Rakocy, eds. Tilapia Aquaculture in the Americas, Vol 2. The Word Aquaculture Society, Baton Rounge, Louisiana, United States. Phelps RP; Sanchez WC, Couturier GM; Abiado M; Dabrowski K. 2001. Studies on Fate of Methyltestosteron and Its Metabolism In Tilapia and on The Use of Phytochemicals as an Alternative Methode to Produce a Monosex Population of Tilapia. Reproduction Control Research 1 (10RCR1/Experiment/Mexico).