LOCK OUT TAG OUT (LOTO)

dokumen-dokumen yang mirip
Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Seri Artikel Keselamatan Kelistrikan Tambang Bawah Tanah 1. LOTO (bagian 1)

BAB V PEMBAHASAN. keselamatan kerja yang diantaranya adalah program Lock Out Tag

BAB I PENDAHULUAN. seperti ini bisa dicegah dengan melakukan Procedure Lock dan Tagging serta

BAB V PEMBAHASAN. telah melakukan upaya untuk mengendalikan energi melalui salah satu program

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA SIMULASI HEATER OTOMATIS MENGGUNAKAN PNEUMATIK PADA MESIN BARDI DI PT. TIRTA INVESTAMA KEBONCANDI.

PEDOMAN ORGANISASI INSTALASI SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

Setyobudi, et al, Analisis Penerapan Lockot/Tagout (LOTO) Sebagai Upaya Pengendalian

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Seri Artikel Keselamatan Kelistrikan Tambang Bawah Tanah 2 LOTO

Analisis Cost-Benefit pada Pemasangan Lock Out-Tag Out (LOTO) untuk Pengendalian Risiko Keselamatan Pada Pekerjaan Maintenance

DAFTAR DOKUMEN INTERNAL. 0. Manual Sistem Manajemen K3 01/AJS/MK

LEMBAR PENGESAHAN DOKUMEN DIBUAT OLEH

BAB II LANDASAN TEORI. pameran, konferensi, seminar, lokakarya, dan lain-lain tidak ada artinya, jika

Fasilitas Pelatihan. Fasilitas untuk pelatihan ini adalah Modul Pelatihan, Sertifikat dan Konsumsi (makan siang + 2X snack/hari).

Lampiran 1 KUESIONER PENELITIAN (Berdasarkan PP 50 Tahun 2012) Nama : Alamat : Jabatan : Lama Bekerja : NO Isi pertanyaan Kel.

Ujian Akhir Semester Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lindung Lingkungan Semester Pendek Oleh: Arrigo Dirgantara

PT. SUCOFINDO CABANG MAKASSAR JLN. URIP SUMOHARJO NO 90A MAKASSAR

BAB 7 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil wawancara dengan berpedoman pada Internal Control

Bahasan PENDAHULUAN PENGERTIAN KATEGORI INSPEKSI TEKNIK INSPEKSI

Keselamatan kerja segi Mekanik dan Elektrik. Kuliah 10

MATERI PEMBINAAN AHLI K3 BIDANG PESAWAT TENAGA DAN PRODUKSI

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG DESAIN SISTEM CATU DAYA DARURAT UNTUK REAKTOR DAYA

MODUL 12 SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA. (Keselamatan Kerja Listrik dan Prosedur Isolasi)

PT MDM DASAR DASAR K3

commit to user 6 BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka 1. Tempat Kerja Didalam Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan

Dalam rangka upaya pencegahan dan perlindungan keselamatan kerja / PAK/PAHK, keselamatan

Keputusan Kepala Bapedal No. 2 Tahun 1995 Tentang : Dokumen Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun

JOB SAFETY ANALYSIS (JSA)

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

Bahasan PENDAHULUAN PENGERTIAN KATEGORI INSPEKSI TEKNIK INSPEKSI

APLIKASI ERGONOMI UNTUK PENGAMAN ALAT KERJA

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA NOMOR : PER. 05/MEN/1996 TENTANG SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG NOMOR TAHUN 2012 TENTANG

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

A. KRITERIA AUDIT SMK3

PEDOMAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN (SMK3)

BAB 6 SISTEM PENGAMAN RANGKAIAN KELISTRIKAN

A inul Hidayatullah. Masyarakat Universitas Diponegoro 2. Staf Pengajar Peminatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Fakultas

RESUME PENGAWASAN K3 MEKANIK

STANDAR USAHA ARENA PERMAINAN

Ketentuan Dukungan HP Care Pack

BAB V PEMBAHASAN. PT Adhi Karya Divisi Konstruksi I yang bergerak dibidang konstruksi

PIAGAM PEMBELIAN BERKELANJUTAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1. Universitas Kristen Maranatha

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

FORM APL-02 ASESMEN MANDIRI

CHECKLIST KEGAWATDARURATAN RUMAH SAKIT. Belum Terlaksana

LAPORAN TUGAS AKHIR. Lutfi Fauzi R

UNIVERSITAS INDONESIA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT JURUSAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA 0,8 0,6 0,4 0,2. Ringan Berat Mati 0,69

Alat pengangkat baterai tegangan tinggi untuk PHEV (F30 BMW)

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER.03/MEN/1985 T E N T A N G KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PEMAKAIAN ASBES

Overview of Existing SNIs for Refrigerant

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Petunjuk keselamatan ELSCAN Sistem pemeriksaan

BAB IV HASIL DAN UJI COBA. permodul hingga pengujian sistem secara keseluruhan serta monitoring unjuk

MATERI KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA (HSE)

#10 MANAJEMEN RISIKO K3

LOGO. Lingkungan Fisik Area Kerja

KUISIONER PENELITIAN PENGUKURAN TINGKAT KESIAPAN PTPN II KWALA MADU DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM K3 DAN PENANGANAN HAZARD. Pengantar

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN DISPENSER DOMO

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Lifting and moving equipment safety Session Oleh: Ir. Erwin Ananta, Cert.IV, MM

Panduan Identifikasi Pasien

ABSTRAK IMPLEMENTASI LOCK OUT TAG OUT (LOTO) DAN LINE BREAKING UNTUK MENJAMIN KESELAMATAN KERJA DI PT. BINA GUNA KIMIA UNGARAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2006 TENTANG PERIZINAN REAKTOR NUKLIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LOCKOUT / TAGOUT (PENGUNCIAN / PENANDAAN)

BAB I PENDAHULUAN. Minyak, gas serta batu bara telah menjadi bagian tak terpisahkan dari

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2006 TENTANG PERIZINAN REAKTOR NUKLIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

CONTOH (SAMPLE) Penerapan Sistem K3LM Proyek Konstruksi

PENCEGAHAN KEBAKARAN. Pencegahan Kebakaran dilakukan melalui upaya dalam mendesain gedung dan upaya Desain untuk pencegahan Kebakaran.

AKTIVITAS UNTUK MENINGKATKAN MACHINE AVAILABILITY

MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI POLITEKNIK ATI PADANG

PT. ADIWARNA ANUGERAH ABADI PROSEDUR IDENTIFIKASI ASPEK DAN BAHAYA

Menjamin keselamatan kerja operator & orang lain Menjamin penggunaan peralatan mekanik aman dioperasikan Menjamin proses produksi aman dan lancar

BAB I PENDAHULUAN. Lingkungan kerja pada sektor migas sangat beresiko akan terjadinya

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2006 TENTANG PERIZINAN REAKTOR NUKLIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

1. Menyiapkan perlengkapan pemasangan instalasi kelistrikan PLTS tipeterpusat (komunal) on-grid

Personal Protective Equipments (PPE)

BAB II PROSES BISNIS PT. INDONESIA POWER UBP KAMOJANG

Karyawan organissi taman hiburan adalah public face (orang yang berhadapan. penting bagi karyawan untuk sepenuhny memahami S.O.P

AUDIT & INSPEKSI K3 PERTEMUAN #14 TKT TAUFIQUR RACHMAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA INDUSTRI

Buku Petunjuk Nokia Bluetooth Headset BH-801

KONSEP DASAR PENGUKRAN. Primary sensing element Variable conversion element Data presentation element

Elektro Hidrolik Aplikasi sitem hidraulik sangat luas diberbagai bidang indutri saat ini. Kemampuannya untuk menghasilkan gaya yang besar, keakuratan

A Rear Brake Wear Gauge ALAT PENGUKUR KEAUSAN REM (BRAKE WEAR GAUGE) A8727 BIRRANA YANG SESUAI UNTUK REM BELAKANG - CAT 789 TRUCK

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

TANGGAP DARURAT BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) Direktorat Pengelolaan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

SISTEM IJIN KERJA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA DI PT. SEMEN GRESIK (PERSERO) Tbk. PABRIK TUBAN JAWA TIMUR

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

Secara harfiah berarti keteraturan, kebersihan, keselamatan dan ketertiban

Kata Pengantar. Daftar Isi

Transkripsi:

RUANG LINGKUP Proses Lock Out Tag Out (LOTO) merupakan persyaratan minimum yang harus diterapkan pada seluruh fasilitas Perusahaan, apabila petugas dan/atau Mitra Kerja melakukan pekerjaan pada tempat dimana pelepasan energi berbahaya sangat mungkin terjadi.

PENGERTIAN DAN BATASAN 1. Field Operation (FO) adalah Penanggung Jawab Operasi yang bertanggung jawab tentang operasi di suatu daerah. FO akan mengajukan memo kepada Fungsi Manajemen Asset untuk dilakukan penyusunan tata cara LOTO untuk dijadikan acuan kegiatan operasi dan pencegahan terjadinya kecelakaan. 2. Authorized Worker (AW) atau Petugas yang Berwenang adalah Petugas yang mengunci / memblok / memasang label pada mesin / peralatan untuk melakukan perbaikan/modifikasi pada peralatan tersebut

PENGERTIAN DAN BATASAN 3. Facilities Operation Worker (FOW) adalah Asset Holder / Operator yang bertanggung jawab atas keberadaan dan jalannya operasi suatu fasilitas. 4. Berenergi adalah sesuatu yang berhubungan dengan sumber energi atau mengandung energi sisa atau tersimpan. 5. Alat pengisolasi energi adalah alat mekanis yang secara fisik dapat mencegah perpindahan atau pelepasan energi.

PENGERTIAN DAN BATASAN 6. Sumber energi adalah setiap sumber energi listrik, mekanik hidrolik, pneumatik, kimia panas dan lain-lain. 7. Alat pengunci adalah suatu alat yang dapat mengunci (gembok, anak kunci, kunci kombinasi dll)

PENGERTIAN DAN BATASAN 8. Penguncian (Lock Out) adalah pemasangan gembok pada alat pengisolasi energi dengan ketentuan: a) Alat Pengunci harus tidak dapat dibuka oleh sembarang orang b) Gembok dan anak kuncinya harus dimiliki masingmasing orang dan tidak berfungsi sebagai kunci master c) Pemasang harus memegang anak kuncinya d) Pemilik asset perlu memastikan ketersediaan serta kemudahan mendapatkan kunci

PENGERTIAN DAN BATASAN 9. Pemasangan Label (Tag Out) adalah memasang label pada alat pengisolasian energi dengan ketentuan bahwa label harus dibuat berwarna standard untuk menunjukkan siapa yang harus memasang. Pemasang label harus menandatangani label tersebut. Klasifikasi warna label : a. Biru : Mekanik b. Merah Muda : Instrumen dan Listrik c. Kuning : Asset Holder / Operator d. Putih : Untuk pekerjaan confined space

Pemasang label harus menandatangani label tersebut Peralatan yang diperlukan untuk Sistem Lock Out Tag Out (LOTO) adalah : Gembok Multiple Lock Outs Rantai Label

Peralatan LOTO harus tersedia di seluruh fasilitas penting dan tersimpan dengan rapi sehingga memudahkan pengguna saat akan digunakan

Referensi dalam bentuk prosedur / TKO tentang Lock Out Tag Out Perlu menyusun Program / Rencana Kerja untuk masingmasing penerapan LOTO Program dan Rencana Kerja harus dikomunikasikan kepada setiap pekerja yang terlibat

PROSEDUR LOTO 1. Membuat SIKA dan JSA 2. Pelaksana Pekerjaan menginformasikan pekerjaan/kegiatan yang akan dilakukan yang membutuhkan proses LOTO kepada Asset Holder / Operator setempat. 3. Asset Holder / Operator dan Pelaksana Pekerjaan melakukan pemeriksaan mesin dan peralatan. 4. Apabila mesin dan peralatan sedang dalam kondisi bekerja, matikan mesin dan lakukan isolasi energi dan buang energi yang tersisa. 5. Apabila mesin dan peralatan tidak bekerja, lakukan isolasi energi dan buang energi yang tersisa.

AWARENESS PROSEDUR LOTO 6. Asset Holder / Operator memasang kunci dan label kuning dan memberitahu Pelaksana Pekerjaan. 7. Pelaksana Pekerjaan menerima pemberitahuan dari Asset Holder, selanjutnya memasang kunci dan label warna merah muda / biru sesuai dengan klasifikasi pekerjaan yang dilaksanakan. menyelesaikan pekerjaan membuka kunci dan dan label serta memberitahu Asset Holder / Operator bahwa pekerjaan telah selesai

CONTOH APLIKASI LOTO

AWARENESS PROSEDUR PELEPASAN LOTO 1. Inspeksi Area Kerja 2. Meyakinkan bahwa peralatan yang akan dioperasikan sudah bebas dari pekerja yang sebelumnya bekerja di area tersebut 3. Melepas peralatan LOTO 4. Menghubungkan kembali peralatan yang akan dioperasikan dengan sumber energinya 5. Meyakinkan bahwa seluruh pekerja yang terlibat sudah lengkap dan alat sudah siap dioperasikan

AWARENESS EVALUASI LOTO Evaluasi pelaksanaan LOTO diperlukan untuk mengukur sejauh mana efektifitas pelaksanaannya berdasarkan Program Kerja yang telah disusun. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya melaksanakan perbaikan yang berkelanjutan. Penerapan proses Lock Out Tag Out yang baik dan efektif akan mencegah terjadinya Kecelakaan Kerja.