LAPORAN AKHIR PENELITIAN PUSTAKAWAN

dokumen-dokumen yang mirip
LAPORAN PENELITIAN PUSTAKAWAN ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN TUNJANGAN KINERJA DENGAN INOVASI KERJA PUSTAKAWAN

LAPORAN PENELITIAN PUSTAKAWAN

PENGEMBANGAN KARIER PUSTAKAWAN MELALUI JABATAN FUNGSIONAL

MODUL DIKLAT ANALIS KEPEGAWAIAN TIM PENILAIAN ANGKA KREDIT JABATAN ANALIS KEPEGAWAIAN

WALIKOTA SURABAYA PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 34 TAHUN 2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PUSTAKAWAN WALIKOTA SURABAYA,

2015, No Mengingat : c. bahwa penyesuaian substansi peraturan sebagaimana dimaksud pada huruf b ditetapkan dengan Peraturan Kepala Lembaga Admi

Jabatan Fungsional Pustakawan Berdasarkan Permenpan dan RB Nomor 9 Tahun 2014

VI. PUSTAKAWAN A. DASAR HUKUM

Nomor : 016/IT4.7/LT/ Februari 2017 Lampiran : 1 bendel Perihal : Pengumuman Pendaftaran Proposal Penelitian Pustakawan Tahun 2017

PENGUSULAN DUPAK PUSTAKAWAN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN PENELITIAN PUSTAKAWAN MOTIVASI MAHASISWA BERKUNJUNG KE UPT PERPUSTAKAAN ISI YOGYAKARTA. Oleh. Fl. Agung Hartono S.Sos NIP

Peningkatan profesionalisme pustakawan

2017, No Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 10 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Rescuer dan

KEPUTUSAN BERSAMA KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 003/KS/2003 NOMOR 25 TAHUN 2003 TENTANG

GUBERNUR KEPULAUAN RIAU

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA,

AYO JADI PUSTAKAWAN. Yuniwati Pustakawan Muda UNDIP

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG

XXII. STATISTISI A. DASAR HUKUM

PETUNJUK TEKNIS PENGUSULAN ANGKA KREDIT PUSTAKAWAN DI PERPUSTAKAAN IPB

- 5 - (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1692).

2 Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494); 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusya

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

KEPUTUSAN BERSAMA KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 002/BPS-SKB/II/2004 NOMOR : 04 TAHUN 2004 TENTANG

Gubernur Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Seri Pengembangan Perpustakaan Pertanian no. 45. Kiat-Kiat Memperoleh Angka Kredit Optimal

XIX. PEREKAYASA A. DASAR HUKUM

2015, No Indonesia Tahun 1975 Nomor 26, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3058); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1980 tent

2017, No KEP/58/M.PAN/6/2004 tentang Jabatan Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat dan Angka Kreditnya; c. bahwa berdasarkan pertimbangan seb

XX. TEKNISI LITKAYASA

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 132/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

-2- Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587), sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Un

PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PRANATA KOMPUTER PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BUTIR-BUTIR KEGIATAN PUSTAKAWAN DAN ANGKA KREDITNYA

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 89 TAHUN 2014 TENTANG

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 132/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG

PEMBINAAN TEKNIS TIM PENILAI PRANATA KOMPUTER - ADMINISTRASI

TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENGHULU DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI AGAMA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA,

by Opong-Sosialisasi Perka No. 2 Th 2017-Perpusnas 18 Juli 2017

BUPATI SUMEDANG PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

IV. ANALIS KEPEGAWAIAN

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA,

XXI. PRANATA HUMAS A. DASAR HUKUM

PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 20 TAHUN 2015 TENTANG KETENTUAN BATAS USIA PENSIUN BAGI PEJABAT FUNGSIONAL SANDIMAN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

2016, No Indonesia Nomor 5494); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara

KENAIKAN PANGKAT PNS

Peraturan...

PERATURAN MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA,

MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6,

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 2003 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PEMERIKSA PATEN DAN PEMERIKSA MEREK

XXIII. PERENCANA A. DASAR HUKUM

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 184/PMK.04/2014 TENTANG

2 2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara R

V. ARSIPARIS A. DASAR HUKUM

XIII. INSTRUKTUR A. DASAR HUKUM

PENGANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM

TELAAH KRITIS ATAS PENGATURAN ANGKA KREDIT PEMELIHARAAN BAGI WIDYAISWARA DAN KONSEKUENSINYA. Oleh: Wakhyudi. Widyaiswara Madya Pusdiklatwas BPKP

JABATAN FUNGSIONAL PENGELOLA PENGADAAN BARANG/JASA

2017, No Negara Republik Indonesia Nomor 5587), sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentan

PENGANGKATAN PNS DALAM JABATAN FUNGSIONAL PUSTAKAWAN MELALUI PENYESUAIAN/INPASSING

LANGKAH LANGKAH PRAKTIS PENGUSULAN KENAIKAN PANGKAT DAN JABATAN PUSTAKAWAN. Oleh : Ir. Rita Komalasari

KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 132/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PUSTAKAWAN DAN ANGKA KREDITNYA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

JABATAN FUNGSIONAL PUSTAKAWAN DAN REFORMASI BIROKRASI. Oleh Opong Sumiati. Dasar Hukum

Peraturan...

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 66/KEP/M.PAN/7/2003

2018, No Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158, Tambahan Lemb

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN KEPALA LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH KEPALA LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/ 66 /M.PAN/6/2005 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA DAN ANGKA KREDITNYA

PETUNJUK TEKNIS ORGANISASI DAN TATA KERJA TIM PENILAI ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL PRANATA KOMPUTER

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor

2016, No Birokrasi Nomor PER/219/M.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Perkayasa dan angka Kreditnya; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 18 T

B. PENGERTIAN-PENGERTIAN

2014, No Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); 2. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian (Lemb

MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA

2016, No Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparat

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN PERTAHANAN. Jabatan Fungsional. Angka Kredit. Widyaiswara.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN NOMOR 4 TAHUN 2010

LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA

KATA PENGANTAR Ketentuan yang mengatur tenaga fungsional penyuluh kehutanan adalah Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN

PERATURAN BERSAMA MENTERI PERTANIAN DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 54/Permentan/OT.210/11/2008 NOMOR 23 A TAHUN 2008

Transkripsi:

MANDIRI LAPORAN AKHIR PENELITIAN PUSTAKAWAN PENGARUH PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL PUSTAKAWAN TERHADAP KINERJA PUSTAKAWAN DI UPT PERPUSTAKAAN ISI YOGYAKARTA Oleh : Agustiawan, S.S NIP. 19790714 200312 1 003 Dibiayai DIPA-023.04.2.506315/2014, tanggal 5 Desember 2013 Revisi DIPA-023.04.2.506315/2014, tanggal 29 April 2014 Berdasar SK Rektor Nomor: 179/KEP/2014, tanggal 28 April 2014 Sesuai Surat Perjanjian Pelaksanaan Penelitian Nomor: 1949/K.14.12.1/PL/2014, tanggal 30 April 2014 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA LEMBAGA PENELITIAN Jl. Parangtritis KM 6,5 Yogyakarta November 2014 i

HALAMAN PENGESAHAN 1. Judul : Pengaruh penetapan angka kredit jabatan fungsional pustakawan terhadap kinerja pustakawan di UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta 2. Topik penelitian : Kinerja pustakawan 3. Nama Lengkap : Agustiawan, S.S a. Jenis Kelamin : Pria b. NIP : 19790714 200312 1 003 c. Jenjang Jabatan : Pustakawan Muda d. Pangkat/Gol. Ruang :Penata Muda Tk. I/IIIb e. Telpon/HP : 02747890065/081578418927 f. Email :tiawanisi@yahoo.co.id g. Alamat Rumah :Babadan Rt. 48 Pendowoharjo, Sewon, Bantul 4. Jangka waktu penelitian : 30 April sampai dengan 28 November 2014 5. Biaya penelitian : Rp. 4.000.000 Yogyakarta, 18 November 2014 Mengetahui Kepala UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta Peneliti Drs. Jono Agustiawan, S.S. NIP. 19620223 199303 1 001 NIP. 19790714 200312 1 003 Menyetujui Ketua Lembaga Penelitian ISI Yogyakarta Dr. Sunarto, M. Hum NIP. 19570709 198503 1004 ii

ABSTRAK Pustakawan dalam melaksanakan kegiatan kepustakawanan harus berpedoman terhadap peraturan perundang-undangan yang ada. Hal ini dimaksudkan agar pustakawan dapat menjalankan kegiatan kepustakawanan sesuai jenjang jabatan/golongan dan untuk pembinaan karir pustakawannya. Selain itu juga untuk meningkatkan kinerja pustakawan karena dalam menjalankan tugasnya pustakawan telah diberikan arah dan target yang jelas serta kewajiban yang harus dilaksanakan. Pustakawan dalam hal ini akan lebih profesional dan terus dipacu untuk meningkatkan kualitas dan kemampuanya sehingga angka kredit yang diperoleh pustakawan juga terus meningkat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan metode yang digunakan adalah metode survei. Responden dari penelitian ini adalah 11 pustakawan di UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) penetapan angka kredit jabatan fungsional pustakawan mempunyai nilai skor rata-rata variabel sebesar 4,4 sehingga masuk dalam kategori sangat lancar; (2) kinerja pustakawan mempunyai nilai skor rata-rata variabel 4,5 sehingga masuk dalam kategori sangat tinggi; (3) terdapat hubungan yang positif antara penetapan angka kredit jabatan fungsional pustakawan dengan kinerja pustakawan di UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta. Hal ini ditunjukkan dalam hasil perhitungan koefisiensi korelasi pearson product moment yang sama yaitu 0,909 sehingga mempunyai tingkat hubungan sangat kuat selain itu nilai koefisiensi positif sebesar 0,902 dengan nilai signifikansi 0,000 dan konstanta sebesar 28,782. Hasil ini menunjukkan bahwa setiap penambahan penetapan angka kredit jabatan fungsional pustakawan maka kinerja pustakawan juga akan bertambah; (4) dalam uji t diketahui bahwa t hitung = 6,538 > t tabel = 2,2622 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara penetapan angka kredit jabatan fungsional pustakawan dengan kinerja pustakawan di UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan dengan taraf signifikansi 5% dengan N= 11, maka di dalam F hitung diperoleh hasil sebesar F hitung = 42,746 > F tabel = 5,1174; (5) dalam koefisien determinasi yang digunakan sebagai alat analisis untuk mengetahui kemampuan menjelaskan variabel bebas terhadap variabel terikat diperoleh hasil R Square sebesar 0,826. Dengan demikian penetapan angka kredit jabatan fungsional pustakawan mempunyai peran atau sumbangan sebesar 82,6% terhadap kinerja pustakawan di UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta sedangkan yang 17,4% disebabkan oleh faktor lain yang tidak termasuk di dalam variabel tersebut. iii

KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmad dan hidayahnya sehingga laporan penelitian yang berjudul pengaruh penetapan angka kredit jabatan fungsional pustakawan terhadap kinerja pustakawan di UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta dapat terselesaikan. Laporan ini disusun sebagai syarat untuk memenuhi tanggungjawab peneliti pada Lembaga Pengabdian Masyarakat, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Dalam penelitian dan penyusunan laporan ini penulis mendapatkan banyak dukungan dan bantuan dari banyak pihak. Oleh karena itu dengan rendah hati penulis menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya, terutama kepada: 1. Bapak Dr. Sunarto, M.Hum selaku ketua LPM Institut Seni Indonesia Yogyakarta yang telah memberi kesempatan pada penulis untuk berlatih meneliti guna mengembangkan ilmu pengetahuan dalam bidang perpustakaan dan kepustakawanan. 2. Bapak Dr. Junaidi, S.Kar, M.Hum yang telah menjadi reviewer dalam penelitian ini 3. Kepala UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian 4. Teman-teman pustakawan dan non pustakawan di UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta yang telah memberikan dukungan 5. Kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Akhirnya, penulis mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada semuanya, atas segala bantuan, dukungan, dan motivasi yang telah diberikan. Semoga Allah SWT membalas kebaikan yang telah diberikan. Semoga penelitian ini juga bermanfaat bagi kita semua. Amin. Yogyakarta, 18 November 2014 Penulis, Agustiawan iv

DAFTAR ISI Halaman pengesahan.. ii Abstrak...iii Kata pengantar.iv BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang..1 B. Rumusan Masalah.6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Karya Terdahulu...7 B. Landasan Teori.11 1. Perpustakaan Perguruan tinggi.. 11 2. Pustakawan...12 3. Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya.12 4. Kinerja 23 BAB III TUJUAN DAN MANFAAT A. Tujuan Penelitian. 27 B. Manfaat Penelitian...27 BAB IV METODE PENELITIAN A. Jenis dan desain penelitian...29 B. Lokasi penelitian..29 C. Populasi dan sampel.29 D. Teknik penelitian.30 E. Hipotesis penelitian..31 F. Definisi operasional variabel... 31 G. Teknik analisis data.33 H. Uji validitas.34 I. Uji reliabilitas..35 J. Uji hipotesis.36 BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Populasi...40 v

B. Tendensi sentral sebaran data...40 C. Uji validitas.41 D. Uji reliabilitas.43 E. Analisis deskripsi variabel data penelitian..45 F. Uji Hipotesis... 47 1. Uji Prasyarat analisis.47 a. Uji linieritas.47 b. Uji normalitas..48 2. Uji Korelasi dan uji regresi 49 a. Uji korelasi...49 b. Uji regresi.50 c. Koefisien determinan...52 d. Uji t..52 e. Uji F.53 G. Pembahasan.54 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan.58 B. Saran...59 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN vi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pustakawan mempunyai peranan penting dalam penyelenggaraan perpustakaan yang meliputi kegiatan kepustakawanan seperti pendidikan, pengorganisasian dan pendayagunaan koleksi bahan pustaka/sumber informasi, pemasyarakatan perpustakaan, dokumentasi dan informasi, pengkajian pengembangan perpustakaan, dokumentasi dan informasi, pengembangan profesi serta kegiatan penunjang yang mendukung pelaksanaan tugas pustakawan. Menurut Undang-undang nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan (Perpustakaan Nasional RI, 2008:3-4), pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Menurut Lasa HS, (1998:73) kamus istilah perpustakaan dijelaskan bahwa pustakawan adalah penyaji informasi yakni tenaga profesional dan fungsional dibidang perpustakaan, informasi maupun dokumentasi. Berdasarkan tingkat jabatannya pustakawan dibedakan menjadi 2 yakni pustakawan tingkat terampil dan pustakawan tingkat ahli (Perpustakaan Nasional RI, 2011:2). Menurut Keputusan Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara No.132/MENPAN/12/2002 pasal 3 menyatakan bahwa pustakawan adalah pejabat fungsional yang berkedudukan sebagai pelaksana penyelenggara tugas utama kepustakawanan pada unit-unit perpustakaan, dokumentasi dan informasi pada instansi pemerintah. Jabatan fungsional pustakawan adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh seorang yang telah berstatus Pegawai Negeri Sipil (Perpustakaan Nasional RI, 2003:5). Sedangkan berdasarkan Keputusan Presiden nomor 87 tahun 1999 tentang rumpun jabatan fungsional pegawai negeri sipil menyatakan bahwa jabatan fungsional adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keadilan dan/atau ketrampilan tertentu serta bersifat mandiri. Dari definisi tersebut dijelaskan bahwa jabatan fungsional adalah jabatan 1

2 karier yang menunjukkan tugas, tanggung jawab seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam melaksanakan tugas berdasarkan keahlian dan keterampilan tertentu. Pada saat ini pengertian pustakawan tidak harus seorang PNS tetapi pegawai/karyawan di instansi swasta dapat menjadi pustakawan. Hal ini mengacu pada pengertian pustakawan menurut Undang-Undang nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan, pustakawan yang tidak harus sebagai PNS tetapi seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Kewajiban pustakawan berdasarkan Undang-Undang nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan adalah memberikan layanan prima terhadap pemustaka. Untuk mewujudkan hal itu maka dibutuhkan pustakawan yang mempunyai pengetahuan dan kinerja tinggi untuk dapat melaksanakan tugas-tugas kepustakawanan yang hal itu ditunjukkan dalam suatu kinerja pustakawan. Tuntutan peningkatan kualitas kinerja pustakawan berdasarkan sistem karier dan prestasi kerja dengan prinsip memberikan penghargaan dan sanksi telah disebutkan dalam Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-pokok kepegawaian, dan ketentuan pelaksanaannya diatur dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 132/KEP/M.PAN/ 12/2002 tentang jabatan fungsional pustakawan dan angka kreditnya. Tuntutan tersebut diharapkan akan menghasilkan pustakawan yang berkualitas, profesional, bertanggung jawab, jujur mempunyai kinerja tinggi, dan lebih mampu serta akuntabel dalam memberikan pelayanan publik. Salah satu indikator untuk menilai kinerja pustakawan adalah dengan penetapan angka kredit (PAK) pustakawan. Angka kredit adalah angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi yang telah dicapai oleh seorang pustakawan dalam mengerjakan butir rincian kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat/jabatan (Perpustakaan Nasional RI, 2003:4). Agar dapat naik pangkat/jabatan tepat pada waktunya dengan nilai sesuai dengan aturan yang berlaku maka pustakawan harus lebih meningkatkan kinerjanya. Menurut Veithzal Rivai dkk., (2005:14) kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan

3 berbagai kemungkinan, seperti standart hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. PAK (Penetapan Angka Kredit) digunakan untuk menilai kinerja seorang pustakawan. Untuk mendapatkan angka kredit maka pustakawan harus melaksanakan tugas kepustakawanan dan menuangkannya dalam bentuk tertulis dalam rekapitulasi prestasi kerja yang disusun dalam DUPAK (Daftar Usul Penetapan Angka Kredit). DUPAK tersebut kemudian diajukan kepada tim penilai pustakawan sehingga akan diperoleh hasil berupa PAK (Penetapan Angka Kredit). Pada pengajuan angka kredit pustakawan ada beberapa hal yang menjadi permasalahan para pustakawan diantaranya kecilnya angka kredit dalam penilaian per butir kegiatan. Sebagai contoh kegiatan bagi pustakawan pelaksana seperti mengelola jajaran bahan pustaka dinilai dengan angka kredit 0,0003 per eksemplar dan melakukan layanan sirkulasi dengan angka kredit 0,0002 per judul. Untuk mendapatkan angka kredit 3 dari butir kegiatan mengelola jajaran bahan pustaka maka harus melaksanakan pengelolaan jajaran bahan pustaka 10.000 eksemplar dan membutuhkan 20.000 judul bahan pustaka yang harus dilayankan untuk mendapatkan 2 angka kredit pada butir kegiatan layanan sirkulasi. Pustakawan pelaksana untuk dapat naik jabatan menjadi pustakawan pelaksana lanjutan membutuhkan angka kredit sekitar 20, pustakawan pelaksana lanjutan untuk dapat naik ke jabatan ke dalam pustakawan penyelia membutuhkan angka kredit 100. Pustakawan tingkat ahli dari pustakawan pertama untuk dapat naik jabatan ke dalam pustakawan muda membutuhkan 100 angka kredit, dari pustakawan muda ke dalam pustakawan madya membutuhkan 200 angka kredit, dan dari pustakawan madya ke dalam jabatan pustakawan utama membutuhkan 450 angka kredit. Kondisi di lapangan banyak pekerjaan pustakawan yang tidak bisa dinilaikan menjadi angka kredit. Hal ini disebabkan keterbatasan Sumber Daya Manusia dalam perpustakaan sehingga pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan jenjang jabatan yang seharusnya dilakukan. Hal ini sesuai dengan pasal 7 Keputusan MENPAN No. 132/KEP/M.PAN/12/2002, pustakawan satu tingkat diatas atau dibawah jenjang jabatannya dapat melakukan kegiatan tersebut setelah mendapatkan surat penugasan dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan (Perpustakaan Nasional RI, 2003:23). Sebagai contoh seorang pustakawan ahli di UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta karena

4 terbatasnya SDM ditempatkan di bagian sirkulasi atau referensi tetapi harus melaksanakan butir kegiatan mengelola jajaran bahan pustaka. Kegiatan ini bagi pustakawan ahli tidak dapat dinilaikan menjadi angka kredit sehingga apa yang dikerjakan hanya sebagai tugas rutin dan tidak dapat mendukung kenaikan pangkat/jabatannya. Pustakawan yang tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 5 tahun untuk naik ke dalam jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi akan dibebaskan sementara dari jabatannya. Untuk pustakawan penyelia dalam setiap tahunnya harus mengumpulkan angka kredit minimal 10 yang berasal dari tugas pokok dan/atau pengembangan profesi. Bagi pustakawan utama setiap tahunnya harus mengumpulkan angka kredit minimal 25 yang berasal dari tugas pokok dan/atau pengembangan profesi. Apabila dalam jangka waktu 1 tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan maka pada awal tahun ke 2 pustakawan tersebut akan diberhentikan dari jabatan fungsional pustakawan. Dalam pengusulan DUPAK berkas yang dikumpulkan harus rangkap 5 sehingga akan membutuhkan biaya pencetakan berkas yang cukup banyak dan di UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta pembiayaan ini ditanggung oleh pustakawan. Selain permasahan yang dirasakan pustakawan ada juga kelebihan menduduki jabatan fungsional pustakawan yaitu adanya batas usia pensiun sampai dengan 60 tahun bagi pustakawan penyelia dan pustakawan tingkat ahli. Jika angka kredit telah memenuhi persyaratan angka minimal untuk menduduki pangkat/jabatan maka dapat naik jabatan minimal 1 tahun setelah menduduki jabatan terakhir dan dapat naik pangkat jika telah sekurang-kurangnya 2 tahun menduduki pangkat terakhir (Perpustakaan Nasional RI, 2011:74). Dalam hal ini maka seorang pejabat fungsional pustakawan akan lebih cepat naik pangkat/ jabatan jika dibandingkan pejabat struktural atau pejabat fungsional umum yang membutuhkan waktu minimal 4 tahun. Di UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta terdapat 12 pustakawan yang terdiri dari 4 pustakawan terampil dan 8 pustakawan ahli dengan status sebagai PNS. Untuk dapat memberikan pelayanan perpustakaan yang sesuai keinginan/harapan pemustaka dan dapat memenuhi informasi yang dibutuhkan pemustaka maka harus memaksimalkan dan meningkatkan kinerja pustakawannya. Dengan kinerja yang

5 tinggi maka selain pemenuhan informasi dan kepuasan pemustaka dapat terpenuhi, pustakawan juga akan mendapatkan angka kredit sebagai persyaratan untuk kenaikan pangkat/jabatan. Adanya kenaikan pangkat/jabatan akan berpengaruh terhadap besarnya tunjangan jabatan fungsional pustakawan, tunjangan kinerja, dan kesejahteraan pustakawan. Dari berbagai permasalah yang ada di dalam pustakawan di UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta diantaranya kecilnya angka kredit dalam penilaian per kegiatan, banyak pekerjaan pustakawan yang tidak bisa dinilaikan menjadi angka kredit, dan adanya sanksi pemberhentian dari jabatan fungsional pustakawan jika dalam waktu ke 7 tahun tidak dapat mengumpulkan angka kredit sebagai persyaratan kenaikan pangkat/jabatan serta perpanjangan masa pensiun untuk pustakawan (jabatan pustakawan penyelia dan pustakawan ahli), dan pustakawan dapat naik pangkat/jabatan dalam waktu minimal 2 tahun maka perlu adanya penelitian untuk mengetahui bagaimana hubungan penetapan angka kredit jabatan fungsional pustakawan dengan kinerja pustakawan di UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, penelitian ini akan membahas mengenai: 1. Bagaimana penetapan angka kredit jabatan fungsional pustakawan di UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta? 2. Bagaimana kinerja pustakawan di UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta? 3. Bagaimana hubungan antara penetapan angka kredit jabatan fungsional pustakawan dengan kinerja pustakawan di UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta? 4. Bagaimana pengaruh antara penetapan angka kredit jabatan fungsional pustakawan terhadap kinerja pustakawan di UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta?