PROPYLENE PROJECT (ROPP)

dokumen-dokumen yang mirip
Analisa Rancangan Pipe Support Sistem Perpipaan dari Pressure Vessel ke Air Condenser Berdasarkan Stress Analysis dengan Pendekatan CAESAR II

BAB I PENDAHULUAN. Plant, Nuclear Plant, Geothermal Plant, Gas Plant, baik di On-Shore maupun di. Offshore, semuanya mempunyai dan membutuhkan Piping.

ANALISA TEGANGAN PIPA PADA SISTEM PERPIPAAN HEAVY FUEL OIL DARI DAILY TANK UNIT 1 DAN UNIT 2 MENUJU HEAT EXCHANGERDI PLTU BELAWAN

ANALISA RANCANGAN PIPE SUPPORT PADA SISTEM PERPIPAAN DARI POMPA MENUJU PRESSURE VESSE DAN HEAT EXCHANGER DENGAN PENDEKATAN CAESARR II

ANALISA TEGANGAN PIPA PADA TURBIN RCC OFF GAS TO PROPYLENE PROJECT

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Review Desain Condensate Piping System pada North Geragai Processing Plant Facilities 2 di Jambi Merang

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB I PENDAHULUAN. Minyak dan gas bumi merupakan suatu fluida yang komposisinya

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. melakukan perancangan sistem perpipaan dengan menggunakan program Caesar

ANALISIS STATIK TEGANGAN PIPA PADA SISTEM PENDINGIN SEKUNDER REAKTOR KARTINI YOGYAKARTA

Laporan Tugas Akhir BAB II DASAR TEORI. 2.1 Lokasi dan kondisi terjadinya kegagalan pada sistem pipa. 5th failure July 13

BAB V METODOLOGI. Mulai

BAB III METODE PENELITIAN. Diagram alir studi perencanaan jalur perpipaan dari free water knock out. Mulai

TUGAS AKHIR. Analisa Kekuatan Sambungan Pipa Yang Menggunakan Expansion Joint Pada Sambungan Tegak Lurus

ANALISA TEGANGAN PIPA STEAM LOW CONDENSATE DIAMETER 6 PADA PT IKPT

ANALISA TEGANGAN PIPA STEAM LOW CONDENSATE DIAMETER 6 PADA PT IKPT

DESAIN DAN ANALISIS TEGANGAN PADA SISTEM PERPIPAAN LEPAS PANTAI UNTUK SPM 250,000 DWT

1. Project Management Awareness

Bab 5 Analisis Tegangan Ultimate dan Analisis Penambahan Tumpuan Pipa

Analisa Rancangan Pipe Support pada Sistem Perpipaan High Pressure Vent Berdasarkan Stress Analysis dengan Pendekatan Caesar II

Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

ANALISA OVER STRESS PADA PIPA COOLING WATER SYSTEM MILIK PT. XXX DENGAN BANTUAN SOFTWARE CAESAR II

EVALUASI DISAIN INSTALASI PIPA FRESH FIRE WATER STORAGE TANK

BAB I PENDAHULUAN. dihidupkan kembali dengan menggunakan pompa atau gas. Gas lift merupakan

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PIPELINE STRESS ANALYSIS PADA ONSHORE DESIGN JALUR PIPA BARU DARI CENTRAL PROCESSING AREA(CPA) JOB -PPEJ KE PALANG STATION DENGAN PENDEKATAN CAESAR

Bab 4 Pemodelan Sistem Perpipaan dan Analisis Tegangan

PERANCANGAN DAN ANALISA SISTEM PERPIPAAN PROCESS PLANT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

TUGAS AKHIR ANALISA TEGANGAN SISTEM PIPA GAS DARI VESSEL SUCTION SCRUBBER KE BOOSTER COMPRESSOR DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM CAESAR II

BAB IV PERANGKAT LUNAK (SOFTWARE) CAESAR II VERSI 2014

Anjungan lepas pantai ini dibangun oleh investor asal Dubai, Uni Emirat Arab dan investor dari Australia bekerja sama dengan Badan Pelaksana Hulu Miny

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. Ketebalan pipa dapat berbeda-beda sesuai keadaan suatu sistem perpipaan.

BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN

Analisa Tegangan pada Pipa yang Memiliki Korosi Sumuran Berbentuk Limas dengan Variasi Kedalaman Korosi

DESAIN DAN ANALISIS TEGANGAN PADA SISTEM OFFSHORE PIPELINE

BAB V ANALISA HASIL. 1. Tegangan-tegangan utama maksimum pada pipa. Dari hasil perhitungan awal dapat diketahui data-data sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN. sangat kecil seperti neutron dan elektron-elektron. kontraktor yang bergerak dibidang EPC, Petrochemical, LNG.

NAJA HIMAWAN

TUGAS AKHIR ZELVIA MANGGALASARI Dosen Pembimbing I : Dr. Melania Suweni Muntini Dosen Pembimbing II : Drs.

Analisa Pemasangan Ekspansi Loop Akibat Terjadinya Upheaval Buckling pada Onshore Pipeline

BAB V ANALISA HASIL. Dari hasil perhitungan awal dapat diketahui data-data sebagai berikut :

KAJIAN PENGAWASAN DESAIN SISTEM PERPIPAAN PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR

BAB II LANDASAN TEORI

Analisa Laju Erosi dan Perhitungan Lifetime Terhadap Material Stainless Steel 304, 310, dan 321

BAB II LANDASAN TEORI

Oleh : Rakhmad Darmawan Dosen Pembimbing: 1. Ir. Imam Rochani, M.Sc 2.Yoyok S. Hadiwidodo, ST,MT

PERHITUNGAN TEGANGAN PIPA DARI DISCHARGE KOMPRESOR MENUJU AIR COOLER MENGGUNAKAN SOFTWARE CAESAR II 5.10 PADA PROYEK GAS LIFT COMPRESSOR STATION

PERANCANGAN MESIN VACUUM FRYING DAN ANALISA THERMAL TABUNG VACUUM MENGGUNAKAN SOFTWARE CATIA P3 V5R14. Ridwan, ST., MT *), Sugeng Dwi Setiawan **)

UNIVERSITAS DIPONEGORO PERANCANGAN DAN ANALISA TEGANGAN SISTEM PERPIPAAN DENGAN METODE ELEMEN HINGGA TUGAS AKHIR FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK MESIN

Bab 3 Data Operasi Sistem Perpipaan pada Topside Platform

DESAIN DAN ANALISIS TEGANGAN SISTEM PERPIPAAN MAIN STEAM (HIGH PRESSURE) PADA COMBINED CYCLE POWER PLANT

ANALISA PELETAKAN BOOSTER PUMP PADA ONSHORE PIPELINE JOB PPEJ (JOINT OPERATING BODY PERTAMINA PETROCHINA EAST JAVA)

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. dalam tugas akhir ini adalah sebagai berikut : Document/Drawing Number. 2. TEP-TMP-SPE-001 Piping Desain Spec

LAPORAN TUGAS AKHIR ANALISA TEGANGAN SISTEM PIPA PROCESS LIQUID DARI VESSEL FLASH SEPARATOR KE CRUDE OIL PUMP MENGGUNAKAN PROGRAM CAESAR II

BAB II LANDASAN TEORI

2 BAB II TEORI. 2.1 Tinjauan Pustaka. Suatu sistem perpipaan dapat dikatakan aman apabila beban tegangan

EVALUASI BEBAN NOZZLE POMPA PADA SISTEM PENDINGIN PRIMER REAKTOR RISET TRIGA BANDUNG

2.10 Caesar II. 5.10Pipe Strees Analysis

BAB II LANDASAN TEORI. Untuk mengalirkan suatu fluida (cair atau gas) dari satu atau beberapa titik

BAB I PENDAHULUAN. kini, misalnya industri gas dan pengilangan minyak. Salah satu cara untuk

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN

BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB VII PENUTUP Perancangan sistem perpipaan

Tabel 4. Kondisi Kerja Pipa Pipe Line System Sumber. Dokumen PT. XXX Parameter Besaran Satuan Operating Temperature 150 Pressure 3300 Psi Fluid Densit

ANALISA TEGANGAN PIPA PADA SISTEM PERPIPAAN HEAVY FUEL OIL DARI DAILY TANK UNIT I DAN UNIT II MENUJU HEAT EXCHANGER DI PLTU BELAWAN

UNIVERSITAS DIPONEGORO PERANCANGAN DAN ANALISA TEGANGAN SISTEM PERPIPAAN DENGAN METODE ELEMEN HINGGA TUGAS AKHIR GAHARA KRISTIANTO L2E

BAB I PENDAHULUAN. terciptanya suatu sistem pemipaan yang memiliki kualitas yang baik. dan efisien. Pada industri yang menggunakan pipa sebagai bagian

DESAIN DAN ANALISIS TEGANGAN SISTEM PERPIPAAN MAIN STEAM (LOW PRESSURE) PADA COMBINED CYCLE POWER PLANT

I. PENDAHULUAN. yang memproduksi bahan kimia serta obat-obatan, dan juga digunakan dalam

ANALISA KEKUATAN FLANGE PADA SISTEM PEMIPAAN PRIMER REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG

PERANCANGAN DAN ANALISIS TEGANGAN SISTEM PERPIPAAN AUXILIARY STEAM PADA COMBINED CYCLE POWER PLANT

I. PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG

BAB II DASAR TEORI SISTEM PEMIPAAN

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 1, No. 1(Sept. 2012) ISSN: G-340

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 2 (2017), ( X Print)

BAB II TEORI DASAR TEGANGAN PIPA DAN PENGENALAN CAESAR II

VIRTUAL BURSTING TEST ELBOW 16 LR 90 DENGAN METODE ELEMEN HINGGA MENGGUNAKAN SOFTWARE ANSYS WORKBENCH

BAB I PENDAHULUAN. dan efisien.pada industri yang menggunakan pipa sebagai bagian. dari sistem kerja dari alat yang akan digunakan seperti yang ada

ANALISA TEGANGAN SISTEM PERPIPAAN BONGKAR MUAT KAPAL TANKER MT. AVILA 6300 DWT. DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK CAESAR II v5.10.

ANALISIS PERHITUNGAN REACTION FORCE PADA DISCHARGE POINT DARI SAFETY VALVE SISTEM PERPIPAAN REAKTOR NUKLIR

BAB VI PEMBAHASAN DAN HASIL

TUGAS AKHIR PIPELINE STRESS ANALYSIS TERHADAP TEGANGAN IJIN PADA PIPA GAS ONSHORE DARI TIE-IN SUBAN#13 KE SUBAN#2 DENGAN PENDEKATAN CAESAR II

DESAIN TEGANGAN PADA JALUR PEMIPAAN GAS DENGAN PENDEKATAN PERANGKAT LUNAK

BAB II LANDASAN TEORI. Ribuan tahun yang lalu, sistem pipa sudah dikenal dan digunakan oleh

STUDI PARAMETER PENGARUH TEMPERATUR, KEDALAMAN TANAH, DAN TIPE TANAH TERHADAP TERJADINYA UPHEAVAL BUCKLING PADA BURRIED OFFSHORE PIPELINE

DEFINISI SISTEM PEMIPAAN

Analisis Kekuatan Struktur Konstruksi Tower untuk Catwalk dan Chain Conveyor pada Silo (Studi Kasus di PT. Srikaya Putra Mas)

4 BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISA

PENDAHULUAN PERUMUSAN MASALAH. Bagaimana pengaruh interaksi antar korosi terhadap tegangan pada pipa?

BAB II TEORI ANALISA TEGANGAN PIPA DAN PENGENALAN CAESAR II

BAB III DATA PEMODELAN SISTEM PERPIPAAN

BAB IV ANALISIS TEGANGAN PADA CABANG PIPA

TUJUAN: CCIT Caesar II Analisa Statis Sistem Pipa Refinery 4-1

Transkripsi:

Analisa pipe support terhadap flexibility dan tegangan yang terjadi pada sistem perpipaan PT PERTAMINA (Persero) Residu Catalyst Cracking OFFGAS to PROPYLENE PROJECT (ROPP) 030 Hendra Akbar (1), Rudi Walujo Prastianto (2), Imam Rochani (3) 1 Mahasiswa Teknik Kelautan, 2,3 Staf Pengajar Teknik Kelautan Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Kampus ITS Keputih Sukolilo-Surabaya 6011 e-mail: Hendra.Akbar05@mhs.oe.its.ac.id Abstrak Sistem perpipaan dalam industri migas/kimia merupakan salah satu sistem yang cukup penting. Karena fungsinya yang sangat penting yaitu mengalirkan fluida dari satu tempat ke tempat lainnya, maka sistem perpipaan ini harus mampu menahan semua beban yang bekerja padanya, sehingga tidak terjadi deformasi dan tegangan yang berlebih atau kegagalan lainnya yang dapat mengganggu keseluruhan proses. Untuk itu harus dilakukan analisa fleksibilitas dan tegangan pada sistem perpipaan. Di sisi lain, hasil analisa tersebut juga dapat digunakan untuk menentukan letak dan jenis pipe support yang akan dipasang dengan pertimbangan nilai ekonomis dan faktor keamanan dari sistem perpipaan sesuai code ASME B31.3 dan syarat fabrikasinya. Dalam Tugas Akhir ini dilakukan studi kasus terhadap penggunaan spring pipe support dan variasi pipe support pada Residue Catalyst Cracking to Propylene Project PT. PERTAMINA PERSERO yang bekerja sama dengan PT Rekayasa Industri. Analisa dilakukan secara numerik dengan menggunakan software CAESAR 5.1 terhadap existing design dan disain alternatifnya dengan memvariasikan letak pipe support jenis spring. Hasil analisa menunjukkan bahwa pada existing design dan disain alternatif dengan menggunakan 2 pipe support jenis spring, deformasi dan tegangan yang terjadi masih memenuhi code ASME B31.3. Berdasarkan analisa biayanya, disain alternatif satu menjadi pilihan dengan nilai keekonomian yang paling baik jika dibandingkan dengan disain yang lain. Kata-kata Kunci: Fleksibilitas, tegangan, spring pipe support, existing design, disain alternatif. 1. PENDAHULUAN Perancangan dan flexibilitas sistem perpipaan dan penyangga pipa yang baik dan aman sangat dibutuhkan untuk menjamin kelangsungan dari proses serta menjamin umur pemakaian dari sistem pemipaan sesuai dengan siklus rancangan. Namun pada kenyataannya dilapangan masih ditemukan kegagalan-kegagalan yang terjadi pada sistem pipa, baik pada saat instalasi maupun operasi. Hal ini jelas merugikan karena sistem tidak dapat beroperasi secara maksimum. Gambar 1. 1 Kegagalan sistem perpipaan Instalasi perpipaan supaya terjamin dan aman dari kerusakan baik karena pemuaian maupun berat instalasi pipa sendiri diperlukan penyangga pipa dan tentunya tidak mengabaikan fleksibility instalasinya. Tujuan analisa dan tegangan piping system dan pipe support,untuk mengetahui dan meyakinkan tingkat tegangan maksimum,serta momen,gaya yang terjadi pada piping system,dan equipment masih dalam tahap tegangan dan allowable yang dijinkan.namun demikian besar kecilnya penyangga pipa serta jumlahnya memerlukan suatu analisa dan pengalaman agar instalasi perpipaan tidak rusak dan tahan lama. Penyangga pipa merupakan suatu perlengkapan instalasi perpipaan yang tidak dapat dipisahkan, karena tanpa penyangga pipa/penumpu instalasi perpipaan tidak dapat dipasang dengan sempurna. Supaya penyangga pipa dalam instalasi perpipaan dapat berfungsi sempurna, maka sebelum membuat penyangga pipa atau penumpu pipa diperlukan perhitungan perencanaan yang baik, begitu pula tempat pemasangannya. Analisis fleksibility merupakan hal penting didalam perhitungan dan perencanaan sistem perpipaan sesuai dengan code. Dalam analisa fleksibility, faktor-faktor beban terjadi karena

adanya pengaruh perlakuan beban operasi pada sistem perpipaan. Pemasangan penyangga pipa adalah hal yang paling penting agar pengaruh pembebanan selama kondisi operasi sistem perpipaan tidak mengalami kegagalan atau kerusakan. Pada tugas akhir ini akan dilakukan studi kasus flexibilitas sistem perpipaan yang terdapat pada sistem perpipaan PT.PERTAMINA Balongan dan PT.REKAYASA INDUSTRI sebagai realisasi dari peningkatan kapasitas produksi gas. Analisis yang dilakukan akan mengacu pada kode yang mengatur proses perpipaan, yaitu ASME B31.3 Process Piping, Paul R.Smith Thomas J.Van Laan, (1987), Piping and Support System McGraw-Hill dan restraint support Code ANSI /ASME B 31.1. Dengan melakukan analisis tegangan sistem perpipaan dan redesign penyangga pipa khususnya penyangga pipa tipe spring yang berjumblah 3 buah beserta pemakaian code yang sesuai dibidang pipa proses. Dalam melakukan analisis studi kasus fleksibility sistem perpipaan dibantu dengan menggunakkan program CAESAR II versi 5.1, diharapkan dapat memiliki pemahaman dan pendalaman terhadap proses perancangan sistem perpipaan dan mampu mengoptimalkan penyangga pipa. Rekayasa Industri.Berikut data pada sistem perpipaan ROPP 030 antara lain: Diameter pipa : 8 Ins Material : A333 6 Dsgn Temp : -45 c Dsgn Press : 43.5 kg/cm 2 Op. Temp : -22 c Test. Media : water Insul Thick : 75 mm Hydo press :93.45kg/cm 2 3. Metodologi Langkah-langkah penelitian ini secara umum proses pengerjaannya meliput sebelum melakukan analisa tegangan menggunakan software Caesar II 5.1. kita harus melihat layout design dengan menggunakan software SPR (Smart Plant Review). Untuk dapat mengetahui routing pada pipa. Sehingga nantinya kita dapat melakukan redesign sesuai dengan layout design tersebut.kemudian melakukan pemodelan design existing sistem perpipaan dan pipe support ROPP 030 dengan software Caesar 5.1 dan melakukan redesign pada pipe support spring dengan varisai pipe support. Selanjutnya melakukan analisa terhadap tegangan yang terjadi pada sistem perpipaan sesuai dengan code ASME B31.3 PROCESS PIPING apakah tegangan yang terjadi masih memenuhi Allowable sesuai code.dan langkah terakhir adalah melakukan analisa terhadap gaya,dan momen yang terjadi pada equipment yang terhubung dengan sistem peepipaan apakah masih memuhi batas yang dijinkan dari fabrikasi equipment,dan menganalisa defleksi yang terjadi apakah masih aman sesuai code dan fabrikasi equipment setelah dilakukan redesign pada pipe support spring. Gambar 3.1 gambar isometrik 1 Data sistem perpipaan yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan Departemen Piping PT.

Gambar 3.2 gambar isometrik 2 Gambar 3.4 gambar isometrik 4 Gambar 3.3 gambar isometrik 3 Gambar 3.5 gambar isometrik 5

4. Analisa Data dan Pembahasan 4.1 Pemodelan design exisiting dengan Caesar Gambar 4.1 pemodelan caesar ROPP 030 3 Spring Gambar 3.6 gambar fabrikasi equipment pompa Tabel 4.1 Tegangan Maksimum Design existing ROPP 030 Gambar 3.7 gambar pipe support spring Dari Hasil pemodelan dengan caesar yang disajikan di tabel 4.1 tegangan maksimum yang terjadi pada sistem perpipaan dengan 3 buah spring masih memenuhi allowable yang ditetapkan fabrikasi equipment dan tidak tejadi over stress dengan 3 buah penempatan 3 buah spring pipe support dengan Allowable yang telah ditetapkan ASME B31.3. Dapat terlihat bahwa tegangan aktual yang terjadi tidak ada yang melebihi tegangan yang diijinkan ASME B31.3.

Tabel 4.2 Beban nozzle vessel Tabel 4.3 Beban Nozzle pada Pompa Gambar 4.2 pemodelan caesar Design 1 dengan 2 Spring ROPP 030. Tabel 4.5 Tegangan Maksimum Design 1 dengan 2 Spring ROPP 030 Dari tabel 4.2 beban pada nozzel vessel dan tabel 4.3 Beban nozzle pada pompa,baik gaya dan momen yang terjadi sistem perpipaan masih memenuhi Allowable yang telah ditetapkan oleh fabrikasi equipment,sehingga dari analisa penggunaan pipe support dengan 3 buah spring analisa tegangan yang terjadi pada konfigurasi pipa ROPP 030 tidak terjadi over stress dan gaya dan momen yang terjadi masih memenuhi allowable fabrikasi equipment. Tabel 4.4 Hasil Analisis Displacement Pada Design Existing perpipaan ROPP 030 Dari hasil output displacement yang terjadi pada sistem perpipaan pada kondisi operasi dan sustain dengan 3 buah spring tidak ada yang melebihi batas aman yang telah ditentukan yaitu 5 mm,sebaimana batas displacement ditetapkan Fabrikasi equipment dibawah 5 mm pada kondisi operasi dan sustain Dari Hasil pemodelan dengan caesar yang disajikan di tabel 4.2 tegangan maksimum yang terjadi pada sistem perpipaan dengan 2 buah spring masih memenuhi allowable yang ditetapkan fabrikasi equipment dan tidak tejadi over stress dengan 2 buah penempatan 2 buah spring pipe support dengan Allowable yang telah ditetapkan ASME B31.3. Dapat terlihat bahwa tegangan aktual yang terjadi tidak ada yang melebihi tegangan yang diijinkan ASME B31.3. 4.2 Pemodelan design 1 dengan 2 spring pada design exisiting dengan Caesar

Tabel 4.6 Beban nozzle vessel Tabel 4.8 Tegangan Maksimum Design 2 dengan 2 Spring ROPP 030 Tabel 4.7 Beban Nozzle pada Pompa Setelah dilakukan redesign dengan 2 buah spring dengan melakukan redesign pipe support spring dengan melakukan perubahan jenis pipe support jenis Y pada sistem perpipaan ROPP 030 terjadi momen dan gaya yang berlebih pada nozzle vessel dan pompa suction dan discharge 37-p- 102A/B terhadap gaya dan momen yang telah ditetapkan,sehingga perlu dilakukan lagi penempatan dan pemilihan pipe support pada daerah kritis yang mengalami momen dan gaya yang yang berlebih,sehingga sistem perpipaan tetap dalam kondisi aman. Dari Hasil pemodelan dengan caesar yang disajikan di tabel 4.8 tegangan maksimum yang terjadi pada sistem perpipaan dengan 2 buah spring masih memenuhi allowable yang ditetapkan fabrikasi equipment dan tidak tejadi over stress dengan 2 buah penempatan 2 buah spring pipe support dengan Allowable yang telah ditetapkan ASME B31.3. Dapat terlihat bahwa tegangan aktual yang terjadi tidak ada yang melebihi tegangan yang diijinkan ASME B31.3. Tabel 4.9 Beban nozzle vessel 4.3 Pemodelan design 2 dengan 2 spring pada design exisiting dengan Caesar Gambar 4.3 pemodelan caesar Design 2 dengan 2 Spring ROPP 030. Tabel 4.10 Beban Nozzle pada Pompa

Setelah dilakukan redesign dengan 2 buah spring dengan melakukan redesign pipe support pada node disekitar nozzle pompa dan vessel dengan melakukan perubahan jenis pipe support jenis Y,limit support dan line stop pada sistem perpipaan ROPP 030 Tidak terjadi momen dan gaya yang berlebih pada nozzle pompa suction dan discharge 37-p-102A/B masih sesuai dibawah allowable yang telah ditetapkan oleh fabrikasi equipment Gambar 4.4 Pemodelan 1Smart Plant Review ROPP 030 exisiting Tabel 4.11 Hasil Analisis Displacement Pada Design Existing perpipaan ROPP 030 Gambar 4.5 Pemodelan 2 Smart Plant Review ROPP 030 exisiting Dari hasil output displacement yang terjadi pada sistem perpipaan pada kondisi operasi dan sustain dengan 3 buah spring tidak terjadi deflek yang berlebih pada pada sistem perpipaan ROPP 030 dengan dibawah 5 mm,sebaimana batas displacement ditetapkan Fabrikasi equipment dibawah 5 mm pada kondisi operasi dan sustain 4.4 Pemodelan Sistem Pipa Design Alternatif ROPP 030 ( Caesar II. V5.1) dan Smart Plant Review. Gambar 4.6 Pemodelan 3 Smart Plant Review

Tabel 4.12 Tegangan Maksimum Design Alternatif1 ROPP 030 Gambar 4.8 Pemodelan 5 Smart Plant Review ROPP 030 exisiting Dari Hasil pemodelan dengan caesar yang disajikan di tabel 4.12 tegangan maksimum yang terjadi pada sistem perpipaan dengan design alternatif dengan melakukan perubahab pada elbow dengan 2buah spring masih memenuhi allowable yang ditetapkan fabrikasi equipment dan tidak tejadi over stress dengan Allowable yang telah ditetapkan ASME B31.3. Dapat terlihat bahwa tegangan aktual yang terjadi tidak ada yang melebihi tegangan yang diijinkan ASME B31.3. Tabel 4.13 Beban nozzle vessel Gambar 4.9 Pemodelan 2 Smart Plant Review ROPP 030 exisiting Tabel 4.14 Beban Nozzle pada Pompa Gambar 4.10 pemodelan caesar Design Alternatif dengan 2 Spring ROPP 030. Dari tabel 4.13 dan 4.14 beban pada nozzel vessel Beban nozzle pada pompa,baik gaya dan

momen yang terjadi sistem perpipaan masih memenuhi Allowable yang telah ditetapkan oleh fabrikasi equipment,sehingga dari analisa penggunaan pipe support dengan 2 buah spring dan perubahan penempatan elbow analisa tegangan yang terjadi pada konfigurasi pipa ROPP 030 tidak terjadi over stress dan gaya dan momen yang terjadi masih memenuhi allowable. Tabel 4.15 Hasil Analisis Displacement Pada Design Alternatif 1 perpipaan ROPP 030 Gambar 4.11 pemodelan caesar Design Alternatif 2 ROPP 030. Tabel 4.16 Tegangan Maksimum Design Alternatif1 ROPP 030 Dari hasil output displacement yang terjadi pada sistem perpipaan pada kondisi operasi dan sustain dengan 3 buah spring tidak terjadi deflek yang berlebih pada pada Alternatif Design sistem perpipaan ROPP 030 dengan dibawah 5 mm,sebaimana batas displacement ditetapkan Fabrikasi equipment dibawah 5 mm pada kondisi operasi dan sustain. Pertimbangan perubahan penempatan elbow pada Alternatif design dengan space yang ada adalah sebagai berikut: 1.Untuk mengurangi Strees,gaya,dan momen yang terjadi pada sistem perpipaan ROPP 030 sehingga pipa lebih flexibel 2.Mengurangi Defleksi yang terjadi pada sistem akibat Thermal pada sistem perpipaan ROPP RI 030 sehingga pipa lebih flexibel 3.Mengurangi penambahan pipe support jenis Guide atau limit stop pada Design 2 buah spring,sehingga lebih ekonomis dan mengurangi penggunaa pipe supoort yang berlebih yang bisa menyebakan terjadi kenaikan Thermal karena ada pembatasa ruang gerak yang berlebih pada sistem Perpipaan. Dari Hasil pemodelan dengan caesar yang disajikan di tabel 4.21 tegangan maksimum yang terjadi pada sistem perpipaan dengan design alternatif dengan melakukan penambahan Expantion joint masih memenuhi allowable yang ditetapkan fabrikasi equipment dan tidak tejadi over stress dengan Allowable yang telah ditetapkan ASME B31.3. Dapat terlihat bahwa tegangan aktual yang terjadi tidak ada yang melebihi tegangan yang diijinkan ASME B31.3. Tabel 4.17 Beban nozzle vessel 4.5 Pemodelan Sistem Pipa Design Alternatif 2 ROPP 030 ( Caesar II. V5.1) dan Smart Plant Review. Tabel 4.18 Beban Nozzle pada Pompa

4.7 Analisa Biaya Pipe Support Dari tabel 4.22 dan 4.23 beban pada nozzel vessel Beban nozzle pada pompa,baik gaya dan momen yang terjadi sistem perpipaan masih memenuhi Allowable yang telah ditetapkan oleh fabrikasi equipment,sehingga dari analisa penggunaan pipe support dengan 2 buah spring dan penambahan Expantion joint analisa tegangan yang terjadi pada konfigurasi pipa ROPP 030 tidak terjadi over stress dan gaya dan momen yang terjadi masih memenuhi allowable. Tabel 4.18 Hasil Analisis Displacement Pada Design Alternatif 2 perpipaan ROPP 030 5. Penutup Tabel 4.19 Analisa Biaya Pipe Support 5.1 Kesimpulan Dari analisis Tugas Akhir yang telah dilakukan diperoleh beberapa kesimpulan antara lain sebagai berikut: 1. Dari hasil analisa tegangan yang telah dilakukan pada Sistem perpipaan ROPP 030,dengan penggunaan 2 dan 1 spring pipe support dan variasi pipe support pada design existing dan design alternatif dengan software Caesar 5.1 tidak terjadi Over strees dan masih memenuhi standar ASME B31.3. 2. Dari hasil analisa tegangan pada redesign pipe support spring.jumlah spring yang terpakai berjumlah 2 buah pipe support spring yang masih memenuhi code dan fabrikasi equipment.dan dari analisa biaya dari pipe support untuk setiap design sebagai berikut: Dari hasil output displacement yang terjadi pada sistem perpipaan pada kondisi operasi dan sustain dengan 3 buah spring tidak terjadi deflek yang berlebih pada pada sistem perpipaan ROPP 030 dengan dibawah 5 mm,sebaimana batas displacement ditetapkan Vendor dibawah 5 mm pada kondisi operasi dan sustain Design untuk 3 buah pipe support spring dan variasi pipe support ($) 2721,83 Design untuk 2 buah pipe support spring dan variasi pipe support ($) 2666,26 Alternatif design 1 perubahan penempatan elbow ($) 1939,76 Alternatif design 2 dengan penambahan Exspantion joint ($) 4823,76

3. Dari hasil analisa tegangan yang terjadi terhadap gaya,momen dan defleksi yang terjadi pada sistem perpipaan pada design existing dan alternatif design dengan menggunakan 2 buah pipe support spring dan variasi pipe support masih memenuhi fabrikasi equipment yang telah ditetapkan.untuk penggunaan 1 pipe support pada design existing baik gaya dan momen yang terjadi tidak memenuhi standar fabrikasi equipment yang telah ditetapkan. 5. 2. Saran 1. Analisis dinamis perlu dilakukan untuk mengetahui hubungan sistem perpipaan terhadap getaran yang dihasilkan oleh pompa sentrifugal. Apakah getaran yang dihasilkan oleh pompa dapat diterima oleh fleksibilitas struktur sistem perpipaan area pompa. Chamsudy,Ahmad. 2005. Diktat Pelatihan Pipe Stress Analysis.Jakarta: Piping Departement. PT.Rekayasa Industri. M, Victor Helguero. 1986. Piping Stress Handbook, 2 nd Ed. Texas : Gulf Publishing Company. Paul R.Smith Thomas J.Van Laan, (1987), Piping and Support System, McGraw-Hill Raswari,1986. Teknologi dan Perencanaan Sistem Perpipaan UI-Press,Jakarta. 2. Analisis statis pipa cadangan yang terhubung dengan sistem perpipaan ROPP 030 bisa dilakukan terhadap variasi diameter,thermal dan lain-lain. Daftar Pustaka ASME. 2004. B31.3-2004 Process Piping. New York : American Society for Mechanical Engineer. ASME. 2004. B31.3-2004 Power Piping. New York : American Society for Mechanical Engineer. API 610. 2004. Centrifugal Pump for Petroleum, Petrochemical and Natural Gas Industrie. New York : American Petroleum Institute. ASME 1996. B16.5-1996 Welded and Seamless Wrought Steel Pipes. New York : American Society for Mechanical Engineers. ASME 1996. B36.10M-1996 Welded and Seamless Wrought Steel Pipes. New York : American Society for Mechanical Engineers. ASME 1998. B16.34-1996. Valves Flanged, Threaded, and Welding end. New York : American Society for Mechanical Engineers. ASME 1998. B16.47a-1998 Welded and Seamless Wrought Steel Pipes. New York : American Society for Mechanical Engineers. ASME 2001. B16.9-2001. Factory-made Wrought Buttwelding Fittings. New York : American Society for Mechanical Engineers.