PENGEMBANGAN DAN APLIKASI VISKOMETER (JENIS BOLA JATUH)

dokumen-dokumen yang mirip
PERANCANGAN DAN PENERAPAN SENSOR KUMPARAN UNTUK PERCOBAAN VISKOSITAS DENGAN METODE BOLA JATUH

Pembuatan Prototipe Viskometer Bola Jatuh Menggunakan Sensor Magnet dan Bola Magnet

Rancang Bangun Viskosimeter Fluida Metode Bola Jatuh Bebas Berbasis Mikrokontroler ATMEGA16

RANCANG BANGUN ALAT UKUR KEKENTALAN OLI SAE MENGGUNAKAN METODE FALLING BALL VISCOMETER (FBV) SMALL TUBE

BAB I PENDAHULUAN. karakteristik ini penting pada proses industri untuk menentukan standar

SIMULASI PENGUKURAN NILAI VISKOSITAS OLI MESRAN SAE DENGAN PENAMPIL LCD

2 yang mempunyai posisi vertikal sama akan mempunyai tekanan yang sama. Laju Aliran Volume Laju aliran volume disebut juga debit aliran (Q) yaitu juml

MODUL II VISKOSITAS. Pada modul ini akan dijelaskan pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi praktikum, dan lembar kerja praktikum.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ANALISIS KELAYAKAN-PAKAI MINYAK PELUMAS SAE 10W-30 PADA SEPEDA MOTOR (4TAK) BERDASARKAN VISKOSITAS DENGAN METODE VISKOMETER BOLA JATUH

kekentalan terhadap perubahan temperatur disebut dengan indeks viskositas

Lembar Kegiatan Siswa

PERANCANGAN VISKOSIMETER DIGITAL UNTUK MENGUKUR VISKOSITAS MINYAK BERBASIS MIKROKONTROLER AT8535 DENGAN TAMPILAN PC

FISIKA DASR MAKALAH HUKUM STOKES

PERTEMUAN IV DAN V VISKOSITAS

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK

yang lain.. Kekentalan atau viskositas dapat dibayangkan sebagai peristiwa gesekan

Kerugian Tekanan dan Model Matematika Aliran Lumpur dalam Pipa Bulat. Ridwan

JENIS-JENIS VISKOMETER (Viskometer Hoppler & Viskometer Cone and Plate) MAKALAH. Tugas Mata Kuliah TA Fisika Tahun Ajaran 2014/2015

VISKOSITAS CAIRAN. Selasa, 13 Mei Raisa Soraya* ( ), Siti Masitoh, M.Ikhwan Fillah. Jurusan Pendidikan Imu Pengetahuan Alam

2 a) Viskositas dinamik Viskositas dinamik adalah perbandingan tegangan geser dengan laju perubahannya, besar nilai viskositas dinamik tergantung dari

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA KIMIA FISIK II. VISKOSITAS CAIRAN Selasa, 08 April 2014

BAB II SIFAT-SIFAT ZAT CAIR

JURNAL Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 04, No. 02, Juli Tahun 2016

Minggu 1 Tekanan Hidrolika (Hydraulic Pressure)

Pembuatan Media Pembelajaran Untuk Pengukuran Viskositas dengan Menggunakan Viskometer Dua Kumparan

FIsika KTSP & K-13 FLUIDA STATIS. K e l a s. A. Fluida

MEKANIKA FLUIDA BAB I

VISKOSITAS CAIRAN. Nurul Mu nisah Awaliyah, Putri Dewi M.F, Ipa Ida Rosita. Pendidikan Kimia. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

FLUIDA. Staf Pengajar Fisika Departemen Fisika FMIPA Universitas Indonesia

ALIRAN FLUIDA. Kode Mata Kuliah : Oleh MARYUDI, S.T., M.T., Ph.D Irma Atika Sari, S.T., M.Eng

5. Viscositas. A. Tujuan. Menentukan koefisien kekentalan zat cair dengan menggunakan hukum Stokes. B. Alat dan Bahan

BAB II LANDASAN TEORI

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA I VISKOSITAS CAIRAN BERBAGAI LARUTAN

STUDI SISTEM PENGADUK BERBASIS MAGNET DAN PEMANAS FLUIDA DENGAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER

bergerak di dalam zat cair tersebut. Viskositas dalam zat cair, yang

PENGUKURAN VISKOSITAS. Review Viskositas 3/20/2013 RINI YULIANINGSIH. Newtonian. Non Newtonian Power Law

DISPLAY ALAT UKUR VISKOSITAS PADA PERCOBAAN VISKOSIMETER STOKES DENGAN PEMROGRAMAN BORLAND DELPHI 7.0. Tugas Akhir

MEDIA PEMBELAJARAN ALAT UJI KEKENTALAN MINYAK PELUMAS BOLA BAJA JATUH BEBAS MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER

PENGUKUR PERCEPATAN GRAVITASI MENGGUNAKAN GERAK HARMONIK SEDERHANA METODE BANDUL

Rancang Bangun Saklar Lampu Otomatis dan Monitoring Suhu Rumah Menggunakan VB. Net dan Arduino

I PUTU GUSTAVE S. P., ST., M.Eng. MEKANIKA FLUIDA

Tegangan Permukaan. Fenomena Permukaan FLUIDA 2 TEP-FTP UB. Beberapa topik tegangan permukaan

II. TINJAUAN PUSTAKA

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

Materi Kuliah: - Tegangan Permukaan - Fluida Mengalir - Kontinuitas - Persamaan Bernouli - Viskositas

8. FLUIDA. Materi Kuliah. Staf Pengajar Fisika Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

SISTEM MONITORING AIR DAN MINYAK DALAM TANGKI MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER ATMEGA8535

FLUIDA STATIS 15B08001 ALFIAH INDRIASTUTI

Unnes Physics Journal

PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP VISKOSITAS MINYAK PELUMAS. Daniel Parenden Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Musamus

METODE SEDERHANA PENENTUAN HARGA BARU KONSTANTA KAPILARITAS VISKOMETER (C) UNTUK PENGUJIAN VISKOSITAS KINEMATIK ASTM D 445

ACARA III VISKOSITAS ZAT CAIR

MEKANIKA FLUIDA DI SUSUN OLEH : ADE IRMA

I. PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi yang dimiliki oleh suatu negara menandakan majunya

PEMANFAATAN KAMERA DIGITAL DALAM MENENTUKAN NILAI VISKOSITAS CAIRAN

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

RANCANG BANGUN PENGATUR LEVEL KECEPATAN MOTOR DC PADA ALAT PELAPISAN (DIP COATING) BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535 TUGAS AKHIR

I. PENDAHULUAN. Hukum Archimedes adalah sebuah hukum tentang prinsip pengapungan di atas

Pengaruh Kecepatan Aliran Terhadap Efektivitas Shell-and-Tube Heat Exchanger

BAB III PERANCANGAN SISTEM. perancangan mekanik alat dan modul elektronik sedangkan perancangan perangkat

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Definisi Fluida

Pada kehidupan sehari-hari kita kerap kali menjumpai zat-zat cair yang selalu ada di

PERTEMUAN III HIDROSTATISTIKA

BAB I PENDAHULUAN. dan otomatis. Maka dari itu minyak pelumas yang di gunakan pun berbeda.

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

Rumus bilangan Reynolds umumnya diberikan sebagai berikut:

BAB III PERANCANGAN. Microcontroller Arduino Uno. Power Supply. Gambar 3.1 Blok Rangkaian Lampu LED Otomatis

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT UJI VISKOMETER SISTEM BOLA JATUH. (Skripsi) Oleh JOEL ARITONANG

REYNOLDS NUMBER K E L O M P O K 4

RANCANG BANGUN SENSOR VISKOSITAS CAIRAN MENGGUNAKAN STRAIN GAUGE DENGAN PRINSIP SILINDER KONSENTRIS

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem, Vol.5, No. 2, September 2017

γ adalah tegangan permukaan satuannya adalah N/m

ANALISA TEKANAN PADA BANTALAN LUNCUR YANG MENGGUNAKAN MINYAK PELUMAS ENDURO SAE 20W/50 DAN FEDERAL SAE 20W/50 DENGAN VARIASI PUTARAN

KONTROL MANUAL DAN OTOMATIS PADA GENERATOR SET DENGAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER MELALUI SMARTPHONE ANDROID

RANCANG BANGUN ALAT UKUR TINGKAT KEKERUHAN ZAT CAIR BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89S51 MENGGUNAKAN SENSOR FOTOTRANSISTOR DAN PENAMPIL LCD

BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai

PERANCANGAN ALAT UKUR SUMBER AC/DC SECARA OTOMATIS

PRAKTIKUM FARMASI FISIKA II PERCOBAAN II PENENTUAN VISKOSITAS LARUTAN NEWTON DENGAN VISKOMETER OSTWALD

BAB II LANDASAN TEORI. bisa mengalami perubahan bentuk secara kontinyu atau terus-menerus bila terkena

FISIKA STATIKA FLUIDA SMK PERGURUAN CIKINI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2 METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2015 hingga Oktober 2015

TRANSPORT MOLEKULAR TRANSFER MOMENTUM, ENERGI DAN MASSA RYN. Hukum Newton - Viskositas RYN

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERALATAN DAN PROSEDUR PENGUJIAN

LAPORAN TUGAS AKHIR. Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Untuk. Menyelesaikan Pendidikan Program Diploma III. Oleh:

PENGATUR ALIRAN CAIRAN INFUS BERBASIS ATMEGA8535

PERANCANGAN DAN REALISASI PENGUKUR KADAR GULA DALAM MINUMAN BERBASIS MIKROKONTROLER

PENELITIAN PEMBINAAN BAGI TENAGA FUNGSIONAL NON DOSEN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1PHOTODIODA Dioda foto adalah jenis dioda yang berfungsi mendeteksi cahaya. Berbeda dengan

RANCANG BANGUN ALAT UKUR WAKTU PADA PERCOBAAN VISKOSIMETER STOKES BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51

STUDI EKSPERIMENTAL PENGUKURAN HEAD LOSSES MAYOR (PIPA PVC DIAMETER ¾ ) DAN HEAD LOSSES MINOR (BELOKAN KNEE 90 DIAMETER ¾ ) PADA SISTEM INSTALASI PIPA

Aliran Fluida. Konsep Dasar

PERBAIKAN KUALITAS MINYAK PELUMAS DENGAN ADDITIVE

BAB FLUIDA. 7.1 Massa Jenis, Tekanan, dan Tekanan Hidrostatis

EFEK PENAMBAHAN ZAT ADITIF PADA MINYAK PELUMAS MULTIGRADE TERHADAP KEKENTALAN DAN DISTRIBUSI TEKANAN BANTALAN LUNCUR

RANCANG BANGUN ALAT PERCOBAAN MOMEN INERSIA DENGAN MENGGUNAKAN TIMER OTOMATIS

Transkripsi:

PENGEMBANGAN DAN APLIKASI VISKOMETER (JENIS BOLA JATUH) Ridwan *, Ridha Iskandar **, Nizar.* * Lab. Mekanika Fluida, Teknik Mesin, FTI Universitas Gunadarma Email: ridwan@staff.gunadarma.ac.id ** Lab. Elektronika dan Komputer, FIKTI Universitas Gunadarma Jalan Margonda Raya No. 100 Depok Jawa Barat 16424 Telp. 021-78881112 ext.102 Abstract Viscometer, a tool for measuring viscosity is needed in terms of both quantity and quality. One type of viscometer commonly used is the falling ball type, because of relatively simple and can be used to measure the viscosity of various types of liquids if we compare it to the capillary. Viscometer of falling ball that exists, especially in Indonesia is still manual so lack of accuracy or precision measurement. This research designs, builds and tries digital viscometer of the falling ball type, the viscometer is designed for automatic system (real time). This viscometer uses steel balls (test balls) of 16 mm in diameter, the ball was dropped on the test fluid in the acrylic tube transparent,the inner diameter of tube is 50 mm. Three variations of the test fluid i.e. water oil, and mud. Additional components of these viscometer uses microkontroller ATmega328 (arduino), and two light (photo diode) sensors with a distance of 500 mm between sensor 1 and sensor 2, both of the sensors connected to a timer (counter) to record the time taken by ball test from position 1 to position 2. Velocity and density of the ball, density of the test fluid, are the main variables that determines viscosity of the test fluid. The data obtained is processed and analyzed, then compared with standard data. Viscometer equipped with a switch, keypad, and program modules. Viscosity measurement results displayed on mini display 16x2 LCD monitor. The results showed that, all three variations from test fluids viscosity, consistent and very close to the standard (reference) viscosity, with an 2.5% average deviation. Keywords: Ball, liquid, tube, viscometer Abstrak Alat ukur kekentalan keberadaannya sangat dibutuhkan baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Salah satu jenis viskometer yang umum digunakan saat ini adalah viscometer jenis bola jatuh, karena bentuknya yang relatif sederhana dan dapat digunakan untuk mengukur viskositas berbagai jenis cairan yang lebih beragam dibanding viskometer pipa kapiler. Viskometer bola jatuh yang ada saat ini khususnya di Indonesia masih manual sehingga keakuratan pengukuran yang dihasilkan kurang maksimal. Pada penelitian ini dirancang, dibuat dan diujicoba suatu viskometer digital yaitu jenis bola jatuh, viskometer ini dirancang agar dapat bekerja secara otomatis (real time). Viskometer ini menggunakan bola baja (sebagai bola uji) berdiameter 16 mm, bola dijatuhkan pada fluida uji yang berada didalam tabung acrilik transparan yang dipasang vertical diameter 50 mm. Digunakan tiga variasi fluida uji yakni : air, pelumas, dan lumpur. Peralatan lain pada Viskometer ini digunakan microkontroller Atmega328 (arduino) dan dua buah sensor cahaya yang dipasang dengan jarak 500 mm antara sensor 1 dan sensor 2, kedua sensor tersebut masing-masing dihubungkan dengan timer (counter) untuk merekam waktu yang dibutuhkan oleh bola uji dari posisi 1 ke posisi 2. Waktu tempuh bola, massa jenis bola, dan massa jenis fluida uji, adalah variable utama yang menentukan kekentalan fluida uji. Data yang didapatkan diolah dan dianalisa, selanjutnya dibandingkan dengan data standard. Viskometer dilengkapi Sebuah saklar, keypad, dan modul program. Hasil pengukuran viskositas berhasil ditampilkan pada mini display monitor LCD 16x2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa viskositas ketiga jenis fluida uji, bersesuaian dan sangat mendekati acuan viskositas dengan simpangan rata-rata 2,5% Kata kunci: Bola, cairan, tabung, viskometer Makalah SNMTK 2015 1

1. PENDAHULUAN Viskositas merupakan ukuran ketahanan suatu fluida terhadap tegangan geser. Ketahanan terhadap tegangan geser ini dipengaruhi oleh kohesi dan laju perpindahan momentum fluida tersebut. Viskositas gas meningkat dengan suhu, tetapi viskositas cairan berkurang dengan naiknya suhu [1]. Kekentalan (viskositas) suatu fluida/zat cair sangat penting diketahui karena merupakan sifat dasar dan mempengaruhi karakteristik dan performa fluida tersebut saat digunakan. Alat ukur kekentalan (viskometer) sangat dibutuhkan misalnya untuk keperluan industri, dan dunia pendidikan/laboratorium. Kebutuhan viskometer di dalam Negeri baik kuantitas maupun kualitasnya sangat luas, misalnya pada industri pertambangan, industri kimia, makanan, keperluan laboratorium, dan lembaga penelitian/riset. Viskometer yang ada saat ini khususnya di Indonesia umumnya masih dioperasikan secara manual sehingga kurang akurat, juga keterbatasan variasi fluida/ cairan yang dapat diukur dengan baik dan akurat, serta harganya yang relatif tinggi. Rancang bangun Viskometer digital metode bola jatuh ini dimaksudkan untuk dapat menghasilkan suatu alat ukur viskositas yang lebih akurat, produk dalam negeri yang dapat digunakan untuk mengukur jumlah variasi cairan/fluida yang lebih banyak/beragam, dibanding viskometer yang ada saat ini utamanya viskometer pipa kapiler yang banyak memiliki keterbatasan. Makin besar viskositas suatu fluida, makin sulit suatu fluida mengalir dan makin sulit suatu benda padat bergerak di dalam fluida tersebut [2]. Dengan demikian viskositas suatu fluida baik cair maupun gas adalah ukuran ketahanan fluida tersebut terhadap tegangan geser pada dinding dimana fluida tersebut mengalir. Hukum viskositas pada fluida Newtonian menyatakan bahwa laju aliran dikalikan dengan viskositas berbanding lurus terhadap tegangan geser. Untuk fluida non Newtonian dan fluida yang mengandung zat padat seperti lumpur viskometer jenis pipa kapiler tidak bisa digunakan. Permasalahan umum pada penggunaan viskometer adalah akibat kesalahan pengambilan data dan alat ukur, utamanya bila pengambilan data dilakukan secara manual [3]. Untuk fluida non Newtonian dan fluida yang mengandung zat padat seperti lumpur viskometer jenis pipa kapiler tidak bisa digunakan[4]. Viskositas fluida dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya temperatur, konsentrasi larutan, dll. Viskositas dinyatakan dalam dua bentuk, yakni viskositas dinamik dan viskositas kinematik :[8]. Viskositas dinamik adalah perbandingan tegangan geser dengan laju perubahannya, besar nilai viskositas dinamik tergantung tegangan geser dan laju geserannya. Viskositas dinamik sering juga disebut viskositas mutlak. Dalam satuan standar Internasional satuan Viskositas dinamik adalah Pascal.detik. Viskositas kinematik adalah perbandingan viskositas dinamik terhadap density (kerapatan) atau massa jenis dari fluida tersebut. [8,9] Viskositas ini terdapat dalam beberapa penerapan antara lain dalam penentuan bilangan Reynolds yang merupakan bilangan tak berdimensi. Dalama satuan Internasional viskositas kinematik adalah (m 2 /det). Kekentalan fluida dengan viscometer bola jatuh merupakan hubungan matematik antara diameter bola, diameter tabung, massa jenis bola, dan massa jenis fluida [10]. Viskositas suatu fluida adalah sifat yang menunjukkan besar dan kecilnya tahanan dalam fluida terhadap gesekan. Fluida yang mempunyai viscositas rendah, misalnya air mempunyai tahanan dalam terhadap gesekan yang lebih kecil dibandingkan dengan fluida yang mempunyai viskositas yang lebih besar. [11] Viskositas suatu cairan dipengaruhi oleh gaya tarik menarik antar molekul di dalam cairan tersebut. Semaik kuat gaya tarik menarik antara molekul tersebut, maka semakin sulit suatu molekul bergerak satu sama lainnya seningga viskositasnya bertambah. Ukuran molekul yang besar memiliki gaya tarik antar molekul yang kuat, sehingga molekul ini akan memiliki nilai viskositas yang semakin tinggi [1, 12]. Salah satu cara atau metode untuk mengukur viskositas adalah dengan metode bola jatuh. Metode ini menggunakan sebuah bola pejal yang dijatuhkan pada sebuah tabung yang berisi fluida yang akan diukur kekentalannya, waktu tempuh bola dicatat dari satu titik ke titik yang lain. Metode ini merupakan penerapan Hukum Stokes, Hukum Archimedes serta prinsip gaya Gravitasi benda pada pada fluida yang memiliki kekentalan (viskos) [12]. 2. METODOLOGI Penelitian dilaksanakan di Labotarium Fenomena Dasar Mesin, Kelapa Dua Cimanggis Depok, Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma. Proses perancangan, simulasi, pembuatan dan perakitan alat berupa hardware dan software meliputi: perakitan alat berupa tabung dari bahan/material acrylic, pembuatan rangka, bola uji, pemasangan sensor, timer, heater, keypad, display, serta membangun algoritma /membuat modul pemrograman. Pada penelitian ini digunakan tiga variasi fluida uji yakni air biasa, pelumas Mesran SAE-30, dan lumpur. Makalah SNMTK 2015 2

Pada gambar 1. Dapat dilihat viskometer yang telah dirancang dan dibuat, serta diujicoba. (kg/m 3 ), g adalah konstanta percepatan gravitasi (9,81 m/s 2 ), r adalah jari-jari bola uji, serta V merupakan kecepatan terminal bola uji (m/s). Gambar. 4 adalah Mikrokontroller Arduino Uno (R3) yang digunakan. Gambar 1. Viskometer Rancangan Bola uji berupa bola pejal (diameter 16 mm) yang dijatuhkan pada cairan (fluida) uji. Pada saat bola uji dijatuhkan pada fluida uji maka pada bola tersebut, terdapat tiga gaya yang bekerja secara bersamaan yakni: gaya viskos (Fs), gaya apung (Fa) dan gaya berat (Fw):[1,5] Gambar. 4. Arduino Uno R3 Berikut ini adalah Spesifikasi Mikrokontroller dan komponen yang digunakan dalam penelitian ini, sebagaimana dapat dilihat pada Tabel.1. Tabel.1 Spesifikasi Mikrokontroler yang digunakan Gambar 2. Tiga gaya pada bola dalam cairan Saat bola mencapai kecepatan akhir konstan, maka terjadi keseimbangan gaya, secara matematis dapat ditulis: Fa + Fs = Fw...(1) Keseimbangan ketiga gaya tersebut dan jika masing masing gaya diuraikan dan dilakukan subtitusi, sehingga didapat persamaan/koefisien viskositas sebagaimana dapat dilihat pada persamaan (2) berikut:[6,7] µ = 2.g.r2 (ρbola ρfluida) (2) 9V Mikrokontroller Atmega 328 Operasi Voltage 5V Input Voltage 7-12 V 6-20 V (limits) I (input) / O (output) 14 pin (6 pin untuk PWM) Arus 50 ma Flash memory 32KB Bootloader SRAM 2 KB EEPROM 1 KB Kecepatan 16 Mhz 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengambilan data ketiga jenis fluida uji yakni: air, pelumas SAE 30, dan lumpur. Pada tabung pipa acrylic diameter 50 mm, dengan tinggi pipa 750 mm, jarak antara sensor satu dan sensor dua adalah 500 mm. Tabel.1 Hasil pengujian dan Pengolahan Data Dengan : adalah viskositas dinamik fluida (Pa. s), B adalah massa jenis bola (kg/m 3 ), F adalah massa jenis fluida/cairan yang diuji Jenis Cairan Referensi (cst) Hasil Disain (cst) Simpan gan (%) Makalah SNMTK 2015 3

Air 0,897 0,882 1,67 SAE-30 100,30 98,18 2,11 lumpur 142,2 138,7 2,46 Pada tabel 1. Terlihat hasil pengujian dengan sampel air pada suhu 25 o C diperoleh nilai ratarata viskositas 0,882 Centi stokes (cst), berdasarkan referensi 0,897 cst, terdapat simpangan sebesar 1,67 % antara hasil pengujian pada viskometer yang dibuat (desain) dengan hasil Refrensi (tabel), dari tiga fluida yang diuji, terjadi simpangan yang terkecil pada pengujian dengan fluida (air), hal ini disebabkan oleh karena sensor dengan baik dapat mendeteksi posisi bola uji, baik saat bola uji melewati sensor satu, maupun saat melewati sensor dua, sehingga didapatkan hasil pengukuran waktu tempuh bola yang akurat, sehingga pengukuran viskositas juga akurat. Hasil pengujian dengan sampel pelumas Mesran SAE 30 diperoleh nilai pengukuran rata-rata viskositas 98,18 Centi stokes (cst), berdasarkan referensi, viskositas pelumas SAE 30 adalah 100,30 cst, sehingga terdapat simpangan sebesar 2,11 % antara hasil pengujian pada viskometer yang dibuat (desain), dibanding dengan data (refrensi), terlihat simpangan yang terjadi lebih besar yakni 0,44 % dibanding simpangan yang terjadi pada pengujian air. Pelumas sebagai suatu fluida viskos dan relatif lebih keruh (gelap) dibanding fluida air, salah satu faktor adanya penambahan simpangan (error) pada viskometer. Sensor cahaya (photo diode) yang digunakan belum bekerja secara sempurna untuk mendeteksi posisi bola baik pada posisi satu (atas), maupun saat bola berada pada posisi dua pada bagian bawah tabung uji. Hasil pengujian dengan sampel lumpur (mud), dimana hasil pengukuran sebesar 138,7 Centi stokes (cst), sementara viskositas referensi sebesar 142,2 Centi stokes (cst), simpangan (error) yang terjadi sebesar 2,46 %. Dibanding dua data fluida yang diuji maka simpangan yang terjadi pada fluida lumpur terlihat simpangan yang terjadi paling tinggi. Hal ini dapat diakibatkan oleh partikel padat dan kekeruhan yang ada pada larutan lumpur, mempengaruhi kesempurnaan/keakuratan sensor untuk mendeteksi posisi bola uji, sehingga dapat mempengaruhi pembacaan pengukuran kecepatan bola, dan viskositas fluida yang diukur. Dari ketiga sampel yang diuji simpangan semua berada dibawah 2,5 %, yang juga berarti hasil pengukuran masih cukup akurat. hasil pengukuran dapat ditampilan real time pada display layar LCD 16 x 2. Viskometer yang dibuat mampu mengukur viskositas ketiga jenis fluida uji, yakni air, pelumas dan lumpur. Tingkat keakuratan pengukuran dengan baik dan hasilnya bersesuaian dengan referensi masing-masing fluida uji tersebut dengan nilai simpangan (error) air 1,67, pelumas 2,11 %, dan lumpur 2,46 %. REFERENSI 1. Abulnaga, B.E. 2002. Slurry Handbook, McGraw-Hill. New York. 2. Arif, S., dan Eko S, Aplikasi Sensor Fotodiode pada Viskometer Metode bola jatuh Berbantukan Komputer, Jurnal Sains Mipa, Vol. 13 No. 3. Desember 2007. Hal. 251-256. 3. Mujiman. (2008). Simulasi pengukuran Nilai Viskositas Oli. Telkomnika.Vol.6, No. 1 Hal, 49-56. 4. Briescoe, B.J. Luckhan P.F. (1992). An Assesment of a Rolling Ball viscometer for Non-Newtonian Fluids. Vol. 66, pp. 153-162 5. Ridwan, Ridha Iskandar. (2014). Rancang Bangun Viskometer Digital. SNTM. Petra Surabaya. 6. Warsito, Suciati, S.w. Isworo D, 2011. Desain dan Analisis Pengukuran Viskositas Berbasis Optocoupler... Jurnal Natur Indonesia. 2012. Hal. 230-235. 7. Tri M,. Ardian SP, Neran, Desain Viskometer tekomputerisasi, Jurnal sain dan teknologi Kimia,. Vol. 4 No. 2, Oktober 2012, Hal 169-173 8. Munson, B.R, Donal F.Young. (2003),Fundamentals of Fluids Mechanics. John Wiley and Son, INC. 9. Teguh, F, Sukiswo, Rancang Bangun Alat Uji Kelayakan Pelumas Kendaraan Bermotor. UPJ 2 Vol. 1 2013, Hal. 30-34 10. Leblanc.G.E and Secco,R.A.(1995) High Pressure Stokes Viscometri Review of Scientific Instrumens.Vol.66.pp.5015 5018 11. Petjo G dan Ridwan. (2009). Kajian Viskometer Tabung. Final Report. FTI- Gunadarma. 12. http://www.engineersedge.com/fluid_flow/flui d_data.htm. (diakses 2 Maret 2015) 13. Plumlee, Geoffrey, et al, 2008. Prelimenary Analytical Result for a Mud sample collected from the LUSI Mud vulcano, Sidoarjo, East Java, Indonesia. USGS. Science 14. www. Arduino.cc 4. KESIMPULAN Telah didesain, dan berhasil dibuat serta diujicba suatu viskometer digital metode bola jatuh dengan menggunakan Mikrokontroller Arduino, Makalah SNMTK 2015 4

Makalah SNMTK 2015 5