PERBAIKAN KUALITAS MINYAK PELUMAS DENGAN ADDITIVE
|
|
|
- Leony Lesmono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PERBAIKAN KUALITAS MINYAK PELUMAS DENGAN ADDITIVE Asrul Sudiar (1) (1) Staf Pengajar Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Banjarmasin Ringkasan Mutu minyak pelumas selalu mengalami perubahan dan berkembang menurut kebutuhannya. Banyak faktor yang telah mendorong terjadinya perubahan mutu pelumas antara lain perubahan desain dan konstruksi mesin serta kemajuan teknologi bahan kimia tambahan (additive) dalam memenuhi kebutuhan mesin. Dewasa ini adanya keinginan untuk mernperpanjang masa pergantian pelumas motor, kebijaksanaan dalam penghematan energi dan peraturan-peraturan yang semakin ketat tentang pencemaran udara akibat gas buang kendaraan bermotor, juga memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap perubahan mutu dan formulasi pelumas. Kekentalan oli atau minyak pelumas yang tidak sesuai dengan yang diisyaratkan pada suatu mesin, ataupun oli atau minyak pelumas bekas yang sering mengandung partikel kecil asing akan menimbulkan kerusakan atau aus pada bagian mesin yang bersentuhan. Tentu hal di atas tidak kita kehendaki terjadi pada barang atau peralatan milik kita. Banyak cara memastikan atau paling tidak meyakinkan kita akan keaslian oli atau minyak pelumas. Misalnya dengan menggosok- gosokkan oli atau minyak pelumas ditangan,yang sering dilakukan oleh para sopir. montir, atau masyarakat awam lainnya. Mereka akan kenal tingkat kekentalannya walaupun tanpa melihat kaleng kemasannya. Sebagai masyarakat ilmiah, tingkat kekentalan oli atau minyak pelumas perlu diuji di laboraturium. Kata Kunci : Kualitas Minyak Pelumas, Additive 1. PENDAHULUAN Latar Belakang Pada Lingkungan masyarakat dijumpai berbagai merk dan tipe minyak pelumas yang beredar dipasaran. Minyak pelumas selalu mengalami perubahan dan berkembang menurut kebutuhannya. Banyak factor yang telah mendorong terjadinya perubahan mutu pelumas antara lain perubahan desain dan konstruksi mesin erta kemajuan teknologi bahan kimia tambahan (additive) dalam memenuhi kebutuhan mesin. Dewasa ini adanya keinginan untuk mernperpanjang masa pergantian pelumas motor, kebijaksanaan dalam penghematan energi dan peraturan-peraturan yang semakin ketat tentang pencemaran udara akibat gas buane, ke.idaraan bermotor, juga memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap perubahan mutu dan formulasi pelumas. Bertolak dari kenyataan bahwa mutu minyak pelumas tidak dapat dinilai dengan cara melihat bentuk fisiknya ataupun merasakan dengan panca indera, maka untuk dapat memahami mutu/unjuk kerja dari minyak pelumas, kita harus mengetahui bagaimana mutu pelumas ini berdasarkan "spesifikasi" diantaranya kekentalan minyak pelumas yang ditetapkan oleh beberapa lembaga sipil maupun Milliter. Kekentalan oli atau minyak pelumas yang tidak sesuai dengan yang di isyaratkan pada suatu mesin, ataupun oli atau minyak pelumas bekas yang sering mengandung partikel kecil asing akan menimbulkan kerusakan atau aus pada bagian mesin yang bersentuhan.tentu hal di atas tidak kita kehendaki terjadi pada barang atau peralatan milik kita. Banyak cara memastikan atau paling tidak meyakinkan kita akan keaslian oli atau minyak pelumas. Misalnya dengan menggosokgosokkan oli atau minyak pelumas di tangan,yang sering dilakukan oleh para sopir. montir, atau masyarakat umu lainnya. Mereka akan kenal tingkat kekentalannya walaupun tanpa melihat kaleng kemasannya. Sebagai masyarakat ilmiah, tingkat kekentalan oli atau minyak pelumas perlu diuji di laboraturium. Dari latar belakang ini maka penelitian ini ingin mencoba melakukan pengujian kualitas pada beberapa sampel minyak pelumas dengan penambahan additive minyak pelumas sebagai salah satu metode meningkatkan mutu minyak pelumas. 41
2 2. TINJAUAN PUSTAKA Gesekan dan Keausan Apabila antara dua benda padat bergerak sating melintas, maka selalu ada gaga yang hendak mencegah gerakan kedua benda satu terhadap lainnya.gaya ini di namakan gaya gesekan kinetik ( luncur).apabila antara kedua benda tersebut tidak terdapat zat ketiga atau zat antara (misalkan air,gemuk, minyak) maka gesekan ini termasuk kedalam gesekan kering. Apabila antara permukaan benda yang sating melintas tersebut terdapat partikel kecil seperti debu, pasir, atau partikel-aus, maka dapat terjadi suatu bentuk aus yang dinamakan abrasi (gosokan). Sementara itu kita akan berusaha untuk menekan terjadinya aus akibat gesekan, sebab, kerja yang diperlukan untuk mengatasi gesekan akan diubah menjadi panas. Akibat selanjutnya adalah suhu pada permukaan akan naik dengan cepat. sating pengelasan digiatkan dan terjadilah makan (benda yang satu melekat pada benda yang lain). Salah satu untuk mengatasi gesekan dan mengurangi aus lewat pelumasan. diantaranya adalah Hukum Stoke. Penerapan hukum ini untuk mengukur kekentalan minyak pelumas pada peristiwa bola/kelereng jatuh seperti pada gambar I.Gaya-gaya yang bekerja pada bola jatuh (pada laju konstan) adalah gaya apung F (keatas), gaya berat W (ke bawah). dan gaya gesek tluida Fg (ke atas, melawan gerak).resultan gaya-gaya tersebut sama dengan nol (karena tidak ada percepatan), sehingga : W Fa -Fg = 0 Karena gaya berat W = m g = pk r3 g, Gaya apung Fa = pm r3 g, dan Gaya gesekan fluida Fg = 6 µ r v, Persamaan (I) dapat disusun kembali menjadi µ = Pelumasan Bahan pelumas terdapat balk berupa cair, padat, maupun dalam bentuk gas.bahan pelumas cair merupakan yang terbanyak digunakan terutama minyak (selanjutnya digunakan istilah minyak pelumas).minyak pelumas berupa minyak lemak, artinya minyak yang berasal dari lemak hewan atau lemak nabati, ataupun berupa jenis minyak mineral yang dibuat dari minyak tanah dicampur dengan bahan tambahan (additives atau dopes), minyak dapat menghasilkan sifat khusus untuk tujuan tertentu. Kekentalan (Viskositas) dan Hukum Stroke Kekentalan (viskositas) minyak pelumas merupakan petunjuk yang sangat penting sebagai ukuran fisis kemampuan minyak pelumas. Nilai kekentalan minyak pelumas merupakan kemampuan minyak pelumas dalam memberikan ketahanan terhadap gerakan relatifdari bagian-bagiannya.11al ini berhubungan dengan gesekan dalam fluida yang disebabkan oleh molekul-molekul ketika tluida mcngalir sal inu melewati. Semakin kuat gaya relatif semakin besar pula gaya gesekan yang dibcrikan fluida. Untuk menentukan kekentalan minyak pelumas digunakin sifat dan karakteristik fluida sesuai dengan hukum tentang tluida. Gambar 1. Simulasi Pengukuran kekentalan minyak pelumas. Dimana: v : laju bola (konstan)(m / s), v= h/t r : jejari bola (m) g : percepatan gravitasi setempat ( m / s2 ) : massa jenis kelereng( kg / m3 ) : massa jenis minyak pelumas ( kg /m3 ) µ : kekentalan dinamik minyak pelumas( absolute ) ( N.s /m 2 h : jarak/tinggi yang ditempuh kelereng (m) t : waktu ternpuh kelereng ( s ) Satuan kekentalan yang terlihat pada persamaan ( 2 ) di atas adalah N. s/m 2 dalam sistim MKS. Apabila gaya diambil dalam satuan dyne, panjang dalam cm, dan waktu detik ( s ), maka kekentalan p diperoleh dalam dyne. detik/ cm2. Satuan ini diberi nama - poise" untuk menghormati orang yang pertama kali melakukan eksperimen ini, yaitu Poisseuille ( ).Dapat diamati dengan mudah bahwa 1 N.s/m2 = 10 poise.pada umumnya digunakan satuan centi poise, disingkat Cp, dimana I Cp = 10-2 poise = 10-3 N.s.m -2. Permasalahan Pada penelitian ini peneliti ingin mengemukakan dua permasalahan yang akan diteliti, diantaranya : 42
3 1. Bagaimana mengetahui nilai kekentalan beberapa minyak pelumas yang umum digunakan masyarakat dengan melakukan pengujian laboratorium? 2. Bagaimana mengetahui besarnya kenaikan kekentalan minyak pelumas dengan harga yang lebih murah dengan adanya penambahan additive? Tujuan Penelitian Tujuan penelitian yang ingin dicapai pada penelitian ini diantaranya adalah : 1. Untuk mengetahui nilai kekentalan beberapa minyak pelumas yang umum digunakan masyarakat, dengan melakukan pengujian laboratorium. kemudian membandingkannya dengan buku petunjuk tentang minyak pelumas yang beredar di pasaran yang dikeluarkan Pertamina. 2. Untuk mengetahui besarnya kenaikan kekentalan minyak pelumas dengan harga yang lebih murah dengan adanya penambahan additive, sehingga masyarakat tidak salah persepsi tentang penggunaan additive pada kendaraan bermotor yang digunakan. 3. METODE PENELITIAN Sifat penelitian ini adalah eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Hidrolik Politeknik Negeri Banjarmasin. Kekentalan minyak pelumas yang akan diperiksa adalah minyak pelumas motor bensin jenis SAE 20W-50 : 1. Mesran Super Murni 800m1 (Baru) 2. Mesran Super Murni 800 ml (Bekas) 3. Mesran Super 800 ml + Additive 32 ml (Baru) 4. Mesran Super 800 ml + Additive 32 ml (Bekas) 5. Evalube Murni 800m1 (Baru) 6. Evalube Murni 800 ml (Bekas) 7. Evalube 800 ml + Additive 32 ml (Baru) 8. Evalube 800 ml + Additive 32 ml (Bekas) 9. Caltex Motor Oil 800 ml (Baru) 10. Caltex Motor Oil 800 ml (Bekas) Berdasarkan persamaan dari referensi, maka kuantitas fisika yang akan diukur pada penelitian ini adalah massa jenis kelereng, massa jenis minyak pelumas yang digunakan, ketinggian kelereng pada saat (perkiraan )lajunya konstan, serta waktu yang diperlukan kelereng yang bergerak dalam minyak pelumas pada ketinggian tertentu. 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum dilakukan pengujian kekentalan pada minyak pelumas maka perlu dilakukan terlebih dahulu beberapa perhitungan dari beberapa parameter berikut : Massa Jenis Kelereng (p k) Kelereng yang digunakan sekitar 30 buah dengan massa 5.4 gram/kelereng dan diameter 15,9 mm. Nilai massa jenis kelereng dapat dihitung dengan menggunakan rumus : Pk = maka dihasilkan massa jenis kelereng adalah 2566,989 kg/m3 Massa Jenis Minyak Pelumas (p m) Pengukuran massa jenis minyak pelumas dilakukan dengan menggunakan timbangan mekanis. Pengukuran massa tempat dilakukan terlebih dahulu kemudian minyak pelumas dituangkan kedalam suatu tempat sehingga massa k minyak pelumas akan didapatkan. Untuk pengukuran ini peneliti menggunakan sample 500 ml minyak pelumas dengan massa tempat 5 gram (diabaikan). adapun hasil massa jenis minyak pelumas terlampir. Ketinggian (h) Kelereng mengalami percepatan karena adanya percepatan gravitasi bumi, pada saat dijatuhkan dan mengenai permukaan minyak pelumas. Beberapa saat kemudian, karena adanya gaya gesekan dengan minyak pelumas dan gaya apung oleh minyak pelumas, laju kelereng akan konstan. Ketinggian h kelereng saat melintasi minyak pelumas yang dianggap konstan memang sulit diketahui, untuk itu diambil beberapa ketinggian kelereng yang dilakukan pada eksperimen ini dengan mengunakan mistar. Waktu (t) Waktu yang diperlukan kelereng melintasi minyak pelumas pada ketinggian h akan dihitung dengan menggunakan stopwatch digital. Penghitungan waktu akan dimulai pada saat kelereng mulai menyentuh permukaan minyak pelumas dan akan berakhir apabila kelereng menyentuh dasar gelas mika. Kekentalan/viscositas dinamik (µ ) Berdasarkan besar kuantitas yang diperoleh, dengan menggunakan persamaan maka kekentalan minyak pelumas dapat dihitung atau dengan menggunakan grafik antara waktu t terhadap ketinggian h dimana akan diperoleh kemiringan grafik (slope ) yang tak lain adalah µ = ), dan dengan memasukkan kuantiatas yang sudah dipe- 43
4 roleh sebelumnya, kekentalan dinamik akan µ dapat dihitung. Percobaan yang dilakukan peneliti adalah perubahan kekentalan antara minyak pelumas yang baru dengan minyak pelumas yang telah digunakan sejauh km dengan menggunakan sepeda motor merk tertentu dengan tahun pembuatan diatas tahun Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan terhadap beberapa jenis minyak pelumas dengan memasukkan nilai rk =0,00795 m/s 2, pk = 2566,989 kg/m 3 dan masing-masing nilai massa jenis minyak pelumas maka diperoleh rerata kekentalan dinamik dan kinematik masing masing minyak pelumas sebagai berikut : Tabel 1. Viscositas dinamik dan kinematik hasil percobaan pada suhu 30 Berdasarkan data pada tabel-tabel tersebut, dibuat grafik antara ketinggian h dengan viscositas kinematik masing-masing minyak pelumas yang sesuai dengan spesifikasi SAE20W-50 seperti pada grafikgrafik diatas. 44
5 Tabel 2. pembanding antara viscositas kinematik beberapa minyak pelumas baru hasil percobaan dengan data standart Mesran Super produksi Pertamina. Berdasarkan tabel diatas viskositas kinematik minyak pelumas Mesran Super seharusnya berada diatas nilai suhu 40 C, karena pada temperatur yang lebih rendah maka viscositas akan semakin tinggi. Perbedaan ini dikarenakan pengukuran waktu dan massa jenis minyak pelumas yang kurang akurat, tetapi ketidakpastian yang diperoleh sangat kecil sehingga hasil percobaan dapat dipertanggungjawabkan. Data-data teknis untuk Evalube dan Caltex tidak didapatkan tetapi hasil percobaan dirasakan sudah mendekati standart yang dikeluarkan pabrik pembuat. 5. PENUTUP Sebagai pembanding antara hasil percobaan dengan data standar pabrik, peneliti mengambil data dari pertamina yang diperoleh dari laman uppdn2/dataproduk/pelumas/super.htm. Disebutkan bahwa viscositas kinematik minyak pelumas Mesran Super pada suhu 40 C adalah 186cSt sedangkan data yang diperoleh peneliti pada suhu 30 C adalah sebagai berikut Kesimpulan Berdasarkan basil penelitian diatas dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: a. Pelumas yang biasa digunakan pada kendaraan bermotor adalah minyak mineral dengan tambahan bahan kimia yang bervariasi diantaranya: detergen dispersant, antioksidan, anti aus, dll. b. Penggunaan minyak pelumas pada kendaraan bermotor harus sesuai derigan spesifikasi yang ditetapkan oleh lembaga penguji. Penelitian ini mengambil spesitikasi minyak pelumas SAE20W-50. c. Kemampuan minyak pelumas secara fisik ditunjukkan oleh kekentalan (viskositas dinamik dan kinematik), yaitu kemampuan memberikan ketahanan terhadap gerakan relative (gesekan )dari benda yang bergerak. Semakin besar gerakan relative terhadap yang lain semakin besar pula gaya gesekan yang terjadi. Pengukuran kekentalan tanpa memperhitungkan massa jenis minyak pelumas, maka kekentalan minyak pelumasnya merupakan kekentalan kinematik. d. Penambahan bahan additif pada minyak pelumas baru akan menaikkan viscositas kinematiknya 10%-15%, sehingga pema- 45
6 kaian minyak pelumas akan bertahan lebih lama, bunyi mesin lebih halus tetapi memerlukan pemanasan mesin yang lebih lama di pagi hari agar kinerja mesin sempurna, selain itu dengan penambahan additive akselerasi kendaraan juga Iebih lambat sehingga metnungkinkan pemakaian bahan baker yang lebih boron. e. Pada minyak petunias bekas masingmasing pelumas yang diberi additive perbcdaan viscositas kinematiknya adalah 18% terhadap pelumas bekas tanpa additive. f. Pada pelumas yang diberi additif penurunan viscositas kinematik setelah digunakan adalah 19%-26%. g. Apabila minyak pelumas digunakan pada keadaan standart maka minyak petunias yang mampu digunakan lebih lama adalah Caltex Motor Oil karena memiliki nilai viscositas kinematik yang lebih tinggi walaupun telah digunakan pada jarak sama (1.500 km). Selain itu bunyi mesin pun lebih halus karena viscositas kinematiknya ( cst):-=, vicositas kinematik Mesran Super + Additive (198,48cSt). h. Minyak pelumas yang paling cepat melakukan penggantian berkala adalah Evalube karena memiliki nilai viscositas kinematik yang terendah diantara minyak pelumas lainnya toolkit isi.oto?id-200 I , 20/08/04, Mengenal Komponen Sistem Pelumasan 4. http kpapan.i ndonet.idlcorporateluppdn6 /Prima. ht m, 21/8/2004, Mesran Prima 2014@ Saran Berdasarkan penelitian yang telah kami lakukan maka denga ini kami menyarankan sebagai berikut : a. Adanya penelitian Iebih lanjut tentang minyak pelumas misalnya persentase bahan additive yang dikandung pada setiap minyak pelumas. Hal ini tentunya harus didukung oleh peralatan yang memadai. b. Tersedianya peralatan yang Iebih balk untuk mengetahui siafat-sifat fisik maupun kimia yang dikandung oleh minyak pelumas. 6. DAFTAR PUSTAKA 1. Frank M. White, 1986, Mekanika Fluida, Edisi Kedua Jilid 1, Penerbit Erlange,a Jac Stolk&C. Kros, Jakarta, 1993, Elemen Konstruksi Dar i Bangunan Mesin, Edisi Ke 21 Penerbit Erlangga fpclumasalangkah.htm,20/8/2004, Pelumas Mesin 13ensin 4 Langkah 46
ANALISIS KELAYAKAN-PAKAI MINYAK PELUMAS SAE 10W-30 PADA SEPEDA MOTOR (4TAK) BERDASARKAN VISKOSITAS DENGAN METODE VISKOMETER BOLA JATUH
TUGAS AKHIR (TM 145316) KONVERSI ENERGI ANALISIS KELAYAKAN-PAKAI MINYAK PELUMAS SAE 10W-30 PADA SEPEDA MOTOR (4TAK) BERDASARKAN VISKOSITAS DENGAN METODE VISKOMETER BOLA JATUH OLEH : Ladrian Rohmi Abdi
PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP VISKOSITAS MINYAK PELUMAS. Daniel Parenden Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Musamus
PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP VISKOSITAS MINYAK PELUMAS Daniel Parenden [email protected] Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Musamus ABSTRAK Pelumas merupakan sarana pokok dari mesin untuk
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2014 hingga Maret 2015.
29 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2014 hingga Maret 2015. Pengambilan data dilaksanakan di Laboratorium Elektronika Dasar, di Laboratorium
HUKUM STOKES. sekon (Pa.s). Fluida memiliki sifat-sifat sebagai berikut.
HUKUM STOKES I. Pendahuluan Viskositas dan Hukum Stokes - Viskositas (kekentalan) fluida menyatakan besarnya gesekan yang dialami oleh suatu fluida saat mengalir. Makin besar viskositas suatu fluida, makin
BAB I PENDAHULUAN. dan otomatis. Maka dari itu minyak pelumas yang di gunakan pun berbeda.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sistem transmisi pada kendaraan di bedakan dalam transmisi manual dan otomatis. Maka dari itu minyak pelumas yang di gunakan pun berbeda. Oli untuk motor matic dikenal
ALIRAN FLUIDA. Kode Mata Kuliah : Oleh MARYUDI, S.T., M.T., Ph.D Irma Atika Sari, S.T., M.Eng
ALIRAN FLUIDA Kode Mata Kuliah : 2035530 Bobot : 3 SKS Oleh MARYUDI, S.T., M.T., Ph.D Irma Atika Sari, S.T., M.Eng Apa yang kalian lihat?? Definisi Fluida Definisi yang lebih tepat untuk membedakan zat
DASAR PENGUKURAN MEKANIKA
DASAR PENGUKURAN MEKANIKA 1. Jelaskan pengertian beberapa istilah alat ukur berikut dan berikan contoh! a. Kemampuan bacaan b. Cacah terkecil 2. Jelaskan tentang proses kalibrasi alat ukur! 3. Tunjukkan
FISIKA DASR MAKALAH HUKUM STOKES
FISIKA DASR MAKALAH HUKUM STOKES DISUSUN OLEH Astiya Luxfi Rahmawati 26020115120033 Ajeng Rusmaharani 26020115120034 Annisa Rahma Firdaus 26020115120035 Eko W.P.Tampubolon 26020115120036 Eva Widayanti
MODUL II VISKOSITAS. Pada modul ini akan dijelaskan pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi praktikum, dan lembar kerja praktikum.
MODUL II VISKOSITAS Pada modul ini akan dijelaskan pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi praktikum, dan lembar kerja praktikum. I. PENDAHULUAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai latar belakang praktikum
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA KIMIA FISIK II. VISKOSITAS CAIRAN Selasa, 08 April 2014
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA KIMIA FISIK II VISKOSITAS CAIRAN Selasa, 08 April 2014 DISUSUN OLEH: Fikri Sholiha 1112016200028 KELOMPOK 4 1. Fika Rakhmalinda 1112016200005 2. Naryanto 1112016200018 PROGRAM STUDI
BAB 4 GAYA DAN PERCEPATAN
BAB 4 GAYA DAN PERCEPATAN A. GAYA SENTUH Gaya merupakan besaran vector, karena memiliki satuan, besaran, dan arah. Gaya adalah sesuatu yang dapat berupa dorongan atau tarikan. Pengaruh gaya dapat berupa:
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK MODUL PRAKTIKUM NAMA PEMBIMBING NAMA MAHASISWA : MASSA JENIS DAN VISKOSITAS : RISPIANDI,ST.MT : SIFA FUZI ALLAWIYAH TANGGAL PRAKTEK : 25 September 2013 TANGGAL PENYERAHAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Penelitian penelitian terdahulu berhubungan dengan pelumas M. Syafwansyah Effendi dan Rabiatul Adawiyah (2014).
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian penelitian terdahulu berhubungan dengan pelumas M. Syafwansyah Effendi dan Rabiatul Adawiyah (2014). Penelitiannya bertujuan mengetahui sama atau tidaknya rata-rata
I. PENDAHULUAN. masih awam akan mesin sepeda motor, sehingga apabila mengalami masalah atau
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sepeda motor merupakan produk dari teknologi otomotif yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Akan tetapi sebagian besar penggunanya masih awam akan mesin
yang lain.. Kekentalan atau viskositas dapat dibayangkan sebagai peristiwa gesekan
1 Viskositas Cairan Tujuan: Memahami cara penentuan kerapatan zat cair (viskositas) dengan metode Ostwald dan falling ball Widya Kusumanngrum (1112016200005) Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan Pendidikan
LEMBAR PENILAIAN. 1. Teknik Penilaian dan bentuk instrument Bentuk Instrumen. Portofolio (laporan percobaan) Panduan Penyusunan Portofolio
LEMBAR PENILAIAN 1. Teknik Penilaian dan bentuk instrument Teknik Bentuk Instrumen Pengamatan Sikap Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik Tes Tertulis Pilihan Ganda dan Uraian Tes Unjuk Kerja Uji Petik Kerja
5. Viscositas. A. Tujuan. Menentukan koefisien kekentalan zat cair dengan menggunakan hukum Stokes. B. Alat dan Bahan
5. Viscositas A. Tujuan Menentukan koefisien kekentalan zat cair dengan menggunakan hukum Stokes. B. Alat dan Bahan 1. Tabung stokes 1 buah [tinggi: 80 cm, Ø:10 cm, penyaring, 2 gelang pembatas] 2. Mistar
kekentalan terhadap perubahan temperatur disebut dengan indeks viskositas
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Viskositas (kekentalan) merupakan karakteristik dari sebuah minyak pelumas (oli). Karakteristik ini penting pada proses industri untuk menentukan standar kualitas kerja
Masalah aliran fluida dalam PIPA : Sistem Terbuka (Open channel) Sistem Tertutup Sistem Seri Sistem Parlel
Konsep Aliran Fluida Masalah aliran fluida dalam PIPA : Sistem Terbuka (Open channel) Sistem Tertutup Sistem Seri Sistem Parlel Hal-hal yang diperhatikan : Sifat Fisis Fluida : Tekanan, Temperatur, Masa
8. FLUIDA. Materi Kuliah. Staf Pengajar Fisika Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya
8. FLUIDA Staf Pengajar Fisika Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Tegangan Permukaan Viskositas Fluida Mengalir Kontinuitas Persamaan Bernouli Materi Kuliah 1 Tegangan Permukaan Gaya tarik
VISKOSITAS CAIRAN. Selasa, 13 Mei Raisa Soraya* ( ), Siti Masitoh, M.Ikhwan Fillah. Jurusan Pendidikan Imu Pengetahuan Alam
VISKOSITAS CAIRAN Selasa, 13 Mei 2014 Raisa Soraya* (1112016200038), Siti Masitoh, M.Ikhwan Fillah Jurusan Pendidikan Imu Pengetahuan Alam Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan
Lembar Kegiatan Siswa
11 Lembar Kegiatan Siswa Indikator : 1. menggunakan viskometer dua kumparan 2. memahami konsep konsep dasar mengenai viskositas suatu fluida 3. mengitung besarnya viskositas suatu fluida melalui grafik
JURNAL PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II VISKOSITAS Sabtu, 05 April 2014
JURNAL PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II VISKOSITAS Sabtu, 05 April 2014 Di Susun Oleh: Ipa Ida Rosita 1112016200007 Kelompok 2 Widya Kusumaningrum 1112016200005 Nurul mu nisa A. 1112016200008 Ummu Kalsum A. 1112016200012
BAB III. Universitas Sumatera Utara MULAI PENGISIAN MINYAK PELUMAS PENGUJIAN SELESAI STUDI LITERATUR MINYAK PELUMAS SAEE 20 / 0 SAE 15W/40 TIDAK
BAB III METODE PENGUJIAN 3.1. Diagram Alir Penelitian MULAI STUDI LITERATUR PERSIAPAN BAHAN PENGUJIAN MINYAK PELUMAS SAE 15W/40 MINYAK PELUMAS SAEE 20 / 0 TIDAK PENGUJIAN KEKENTALAN MINYAK PELUMAS PENGISIAN
BAB I PENDAHULUAN. karakteristik ini penting pada proses industri untuk menentukan standar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Viskositas merupakan karakteristik yang dimiliki oleh zat cair, karakteristik ini penting pada proses industri untuk menentukan standar kualitas maupun standar kerja
ACARA III VISKOSITAS ZAT CAIR
ACARA III VISKOSITAS ZAT CAIR A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM 1. Tujuan Praktikum Menentukan koefisien Viskositas (kekentalan) zat cair berdasarkan hukum Stokes 2. WaktuPraktikum Senin, 18 Mei 2015 3. Tempat
BAB II SIFAT-SIFAT ZAT CAIR
BAB II SIFAT-SIFAT ZAT CAIR Tujuan Intruksional Umum (TIU) Mahasiswa diharapkan dapat merencanakan suatu bangunan air berdasarkan konsep mekanika fluida, teori hidrostatika dan hidrodinamika. Tujuan Intruksional
LATIHAN USAHA, ENERGI, IMPULS DAN MOMENTUM
LATIHAN USAHA, ENERGI, IMPULS DAN MOMENTUM A. Menjelaskan hubungan usaha dengan perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari dan menentukan besaran-besaran terkait. 1. Sebuah meja massanya 10 kg mula-mula
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA I VISKOSITAS CAIRAN BERBAGAI LARUTAN
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA I VISKOSITAS CAIRAN BERBAGAI LARUTAN Oleh : Nama : I Gede Dika Virga Saputra NIM : 0805034 Kelompok : IV.B JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS
BAB I PENDAHULUAN. Kompresor adalah alat pemampat atau pengkompresi udara, dengan kata lain
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kompresor adalah alat pemampat atau pengkompresi udara, dengan kata lain kompresor adalah penghasil udara bertekanan. Karena udara dimampatkan maka mempunyai tekanan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental. Penelitian ini akan menggunakan alat Particle Drag Coefficient Apparatus di Laboratorium Hidrolika Jurusan Pendidikan
PEMANFAATAN KAMERA DIGITAL DALAM MENENTUKAN NILAI VISKOSITAS CAIRAN
PEMANFAATAN KAMERA DIGITAL DALAM MENENTUKAN NILAI VISKOSITAS CAIRAN LAPORAN PENELITIAN Oleh, Jesse Juan Fritz Parluhutan Lumbantobing (112059) Sarah Ratna Sari Panjaitan (112108) Andrew Sefufan Simamora
III. METODE PENELITIAN. : Motor Bensin 4 langkah, 1 silinder Volume Langkah Torak : 199,6 cm3
III. METODE PENELITIAN A. Alat dan Bahan Dalam pengambilan data untuk laporan ini penulis menggunakan mesin motor baker 4 langkah dengan spesifikasi sebagai berikut : Merek/ Type : Tecumseh TD110 Jenis
MEKANIKA FLUIDA BAB I
BAB I I.1 Pendahuluan Hidraulika berasal dari kata hydor dalam bahasa Yunani yang berarti air. Dengan demikian ilmu hidraulika dapat didefinisikan sebagai cabang dari ilmu teknik yang mempelajari prilaku
Melalui kegiatan diskusi dan praktikum, peserta didik diharapkan dapat: 1. Merencanakan eksperimen tentang gaya apung
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP) Nomor : 6 Kelas/Semester : X/2 Materi Pembelajaran : Fluida Statis Alokasi Waktu : 9 45 menit Jumlah Pertemuan : 3 kali A. Kompetensi Dasar 3.7. Menerapkan hukum-hukum
III. METODOLOGI PENELITIAN. uji yang digunakan adalah sebagai berikut.
III. METODOLOGI PENELITIAN 3. Alat dan Bahan Pengujian. Motor bensin 4-langkah 50 cc Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah motor bensin 4- langkah 50 cc, dengan merk Yamaha Vixion. Adapun
Tegangan Permukaan. Fenomena Permukaan FLUIDA 2 TEP-FTP UB. Beberapa topik tegangan permukaan
Materi Kuliah: - Tegangan Permukaan - Fluida Mengalir - Kontinuitas - Persamaan Bernouli - Viskositas Beberapa topik tegangan permukaan Fenomena permukaan sangat mempengaruhi : Penetrasi melalui membran
METODOLOGI PENELITIAN. langkah 110 cc, dengan merk Yamaha Jupiter Z. Adapun spesifikasi mesin uji
4 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Pengujian. Spesifikasi motor bensin 4-langkah 0 cc Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah motor bensin 4- langkah 0 cc, dengan merk Yamaha
VISKOSITAS CAIRAN. Nurul Mu nisah Awaliyah, Putri Dewi M.F, Ipa Ida Rosita. Pendidikan Kimia. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
VISKOSITAS CAIRAN Nurul Mu nisah Awaliyah, Putri Dewi M.F, Ipa Ida Rosita. Pendidikan Kimia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta [email protected] ABSTRAK Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
USAHA DAN ENERGI. Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil Salmani, ST., MT., MS.
USAHA DAN ENERGI Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil Salmani, ST., MT., MS. SOAL - SOAL : 1. Pada gambar, kita anggap bahwa benda ditarik sepanjang jalan oleh sebuah gaya 75
PENGARUH PENAMBAHAN ZAT ADITIF PADA OLI SCOOTER MATIC TERHADAP PERUBAHAN TEMPERATUR DALAM PEMANASAN MESIN
PENGARUH PENAMBAHAN ZAT ADITIF PADA OLI SCOOTER MATIC TERHADAP PERUBAHAN TEMPERATUR DALAM PEMANASAN MESIN Sigit Prasetya 1) Priyagung Hartono 2) Artono Rahardjo 3) Program Sarjana Teknik Strata Satu Teknik
PERTEMUAN IV DAN V VISKOSITAS
PERTEMUAN IV DAN V VISKOSITAS Viskositas merupakan ukuran kekentalan fluida yang menyatakan besar kecilnya gesekan di dalam fluida. Makin besar viskositas suatu fluida, maka makin sulit suatu fluida mengalir
1. Menjelaskan konsep hukum Pascal 2. Menemukan persamaan hukum Pascal 3. Merangkum dan menjelaskan aplikasi hukum Pascal dalam kehidupan sehari-hari
MATERI POKOK 1. Bunyi Hukum Pascal 2. Persamaan Hukum Pascal 3. Aplikasi hukum Pascal dalam kehidupan sehari-hari TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Menjelaskan konsep hukum Pascal 2. Menemukan persamaan hukum Pascal
Soal No. 2 Seorang anak hendak menaikkan batu bermassa 1 ton dengan alat seperti gambar berikut!
Fluida Statis Fisikastudycenter.com- Contoh Soal dan tentang Fluida Statis, Materi Fisika kelas 2 SMA. Cakupan : tekanan hidrostatis, tekanan total, penggunaan hukum Pascal, bejana berhubungan, viskositas,
PERANCANGAN VISKOSIMETER DIGITAL UNTUK MENGUKUR VISKOSITAS MINYAK BERBASIS MIKROKONTROLER AT8535 DENGAN TAMPILAN PC
PERANCANGAN VISKOSIMETER DIGITAL UNTUK MENGUKUR VISKOSITAS MINYAK BERBASIS MIKROKONTROLER AT8535 DENGAN TAMPILAN PC NURJANNAH 1 [email protected] NASRUDDIN M.N 2 [email protected] TULUS IKHSAN NASUTION
ANALISIS POLA PERUBAHAN VISKOSITAS MINYAK GORENG
ANALISIS POLA PERUBAHAN VISKOSITAS MINYAK GORENG Firdaus Jl. Kalibeber KM 3 Wonosobo, Jawa Tengah [email protected] ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan nilai viskositas
MEKANIKA FLUIDA DI SUSUN OLEH : ADE IRMA
MEKANIKA FLUIDA DI SUSUN OLEH : ADE IRMA 13321070 4 Konsep Dasar Mekanika Fluida Fluida adalah zat yang berdeformasi terus menerus selama dipengaruhi oleh suatutegangan geser.mekanika fluida disiplin ilmu
Gesekan. Hoga Saragih. hogasaragih.wordpress.com
Gesekan Hoga Saragih Gaya Gesekan Gaya gesekan adalah gaya yang ditimbulkan oleh dua benda yang bergesekan dan arahnya berlawanan dengan arah gerak benda. Beberapa cara memperkecil gaya gesekan dalam kehidupan
PENGARUH KENAIKAN TEMPERATUR TERHADAP ANGKA VISKOSITAS OLI SEPEDA MOTOR MATIC SKRIPSI
PENGARUH KENAIKAN TEMPERATUR TERHADAP ANGKA VISKOSITAS OLI SEPEDA MOTOR MATIC SKRIPSI Diajukan dan Disusun Sebagai Salah satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Jenjang Strata Satu (S1) Pada Program
1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Viskositas adalah kekentalan suatu zat cair adalah salah satu sifat cairan yang menentukan besarnya perlawanan terhadap gaya gesar. Viskositas terjadi terutama karena
I PUTU GUSTAVE S. P., ST., M.Eng. MEKANIKA FLUIDA
I PUTU GUSTAVE S. P., ST., M.Eng. MEKANIKA FLUIDA DEFINISI Mekanika fluida gabungan antara hidraulika eksperimen dan hidrodinamika klasik Hidraulika dibagi 2 : Hidrostatika Hidrodinamika PERKEMBANGAN HIDRAULIKA
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sepeda motor merupakan alat transportasi roda dua yang efisien, efektif dan ekonomis serta terjangkau oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Saat ini sepeda motor
FISIKA. Kelas X PENGUKURAN K-13. A. BESARAN, SATUAN, DAN DIMENSI a. Besaran
K-13 Kelas X FISIKA PENGUKURAN TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan. 1. Memahami definisi besaran dan jenisnya. 2. Memahami sistem satuan dan dimensi besaran.
Materi Kuliah: - Tegangan Permukaan - Fluida Mengalir - Kontinuitas - Persamaan Bernouli - Viskositas
Materi Kuliah: - Tegangan Permukaan - Fluida Mengalir - Kontinuitas - Persamaan Bernouli - Viskositas Staf Pengajar Fisika Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Beberapa topik tegangan permukaan
FLUIDA. Staf Pengajar Fisika Departemen Fisika FMIPA Universitas Indonesia
FLUIDA Staf Pengajar Fisika Departemen Fisika FMIPA Universitas Indonesia FLUIDA Fluida merupakan sesuatu yang dapat mengalir sehingga sering disebut sebagai zat alir. Fasa zat cair dan gas termasuk ke
Cara uji viskositas aspal pada temperatur tinggi dengan alat saybolt furol
Standar Nasional Indonesia SNI 7729:2011 Cara uji viskositas aspal pada temperatur tinggi dengan alat saybolt furol ICS 93.080.20; 19.060 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata...
BAHAN AJAR. Hubungan Usaha dengan Energi Potensial
BAHAN AJAR Hubungan Usaha dengan Energi Potensial Untuk bertahan hidup kita membutuhkan energi yang diperoleh dari makanan. Setiap kendaraan membutuhkan energi untuk bergerak dan energi itu diperoleh dari
Latihan Soal Gerak pada Benda dan Kunci No Soal Jawaban 1 Perhatikan gambar di bawah ini!
Latihan Soal Gerak pada Benda dan Kunci No Soal Jawaban 1 Perhatikan gambar di bawah ini! Gambarlah resultan gaya pada ketiga balok di atas! 2 Perhatikan gambar di bawah ini! a. Berapakah jarak yang ditempuh
EFEK PENAMBAHAN ZAT ADITIF PADA MINYAK PELUMAS MULTIGRADE TERHADAP KEKENTALAN DAN DISTRIBUSI TEKANAN BANTALAN LUNCUR
EFEK PENAMBAHAN ZAT ADITIF PADA MINYAK PELUMAS MULTIGRADE TERHADAP KEKENTALAN DAN DISTRIBUSI TEKANAN BANTALAN LUNCUR Tekad Sitepu, Himsar Ambarita, Tulus B. Sitorus, Danner Silaen Departemen Teknik Mesin
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK ( LKPD )
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK ( LKPD ) Mata Pelajaran Materi Pokok : FISIKA : Fluida Statik NAMA KELOMPOK : ANGGOTA : 1.. 3. 4. 5. Kompetensi Dasar Menganalisis hukum-hukum yang berhubungan dengan fluida
UJIAN SEKOLAH 2016 PAKET A. 1. Hasil pengukuran diameter dalam sebuah botol dengan menggunakan jangka sorong ditunjukkan pada gambar berikut!
SOAL UJIAN SEKOLAH 2016 PAKET A 1. Hasil pengukuran diameter dalam sebuah botol dengan menggunakan jangka sorong ditunjukkan pada gambar berikut! 2 cm 3 cm 0 5 10 Dari gambar dapat disimpulkan bahwa diameter
BAB I PENDAHULUAN. dalam penunjang aktivitas di segala bidang. Berbagai aktivitas seperti
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada era industri yang maju pada saat ini, jalan merupakan prasarana dalam penunjang aktivitas di segala bidang. Berbagai aktivitas seperti perkantoran, kawasan perdagangan,
FISIKA IPA SMA/MA 1 D Suatu pipa diukur diameter dalamnya menggunakan jangka sorong diperlihatkan pada gambar di bawah.
1 D49 1. Suatu pipa diukur diameter dalamnya menggunakan jangka sorong diperlihatkan pada gambar di bawah. Hasil pengukuran adalah. A. 4,18 cm B. 4,13 cm C. 3,88 cm D. 3,81 cm E. 3,78 cm 2. Ayu melakukan
EKSPERIMEN 1 FISIKA SIFAT TERMAL ZAT OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2006 Waktu 1,5 jam
EKSPERIMEN 1 FISIKA SIFAT TERMAL ZAT OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2006 Waktu 1,5 jam EKSPERIMEN 1A WACANA Setiap hari kita menggunakan berbagai benda dan material untuk keperluan kita seharihari. Bagaimana
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Hasil pengujian Pengaruh Perubahan Temperatur terhadap Viskositas Oli
Viskositas (mpa.s) BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil pengujian 4.1.1 Pengaruh Perubahan Temperatur terhadap Viskositas Oli Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui viskositas sampel oli, dan 3100 perubahan
GAYA. Hoga saragih. hogasaragih.wordpress.com
GAYA Hoga saragih Hubungan antara gaya dan gerak Mengapa benda bergerak sedemikian rupa? Apa yang membuat benda yang pada mulanya diam mulai bergerak? Apa yang mempercepat dan memperlambat benda? Kita
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1. Karakteristik Bahan Baku Biodiesel. Propertis Minyak Kelapa (Coconut Oil)
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Data Bahan Baku Minyak Bahan baku yang digunakan pada penelitian ini diantaranya yaitu minyak Jarak dan minyak Kelapa. Kedua minyak tersebut memiliki beberapa karakteristik
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Data Hasil Pengujian Perhitungan dan pembahasan dimulai dari proses pengambilan data. Data yang dikumpulkan meliputi hasil pengujian dan data tersebut diolah dengan perhitungan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis penelitian Pada penelitian ini penulis meneliti tentang pengaruh komposisi terhadap sifat campuran minyak jarak dan minyak nyamplung pada suhu 160 C. Campuraan minyak
PRAKTIKUM FARMASI FISIKA II PERCOBAAN II PENENTUAN VISKOSITAS LARUTAN NEWTON DENGAN VISKOMETER OSTWALD
PRAKTIKUM FARMASI FISIKA II PERCOBAAN II PENENTUAN VISKOSITAS LARUTAN NEWTON DENGAN VISKOMETER OSTWALD OLEH : NAMA : RAMLAH NIM : F1F1 12 071 KELAS : B KELOMPOK : IV ASISTEN : DIAN ARIASTIKA JURUSAN FARMASI
Antiremed Kelas 11 Fisika
Antiremed Kelas 11 Fisika Persiapan UAS 02 Doc Name: AR11FIS02UAS Version : 2016-08 halaman 1 01. Miroslav Klose menendang bola sepak dengan gaya rata-rata sebesar 40 N. Lama bola bersentuhan dengan kakinya
SOAL FISIKA UNTUK TINGKAT PROVINSI Waktu: 180 menit Soal terdiri dari 30 nomor pilihan ganda, 10 nomor isian dan 2 soal essay
SOAL FISIKA UNTUK TINGKAT PROVINSI Waktu: 180 menit Soal terdiri dari 30 nomor pilihan ganda, 10 nomor isian dan 2 soal essay A. PILIHAN GANDA Petunjuk: Pilih satu jawaban yang paling benar. 1. Grafik
SOAL REMEDIAL KELAS XI IPA. Dikumpul paling lambat Kamis, 20 Desember 2012
NAMA : KELAS : SOAL REMEDIAL KELAS XI IPA Dikumpul paling lambat Kamis, 20 Desember 2012 1. Sebuah partikel mula-mula dmemiliki posisi Kemudian, partikel berpindah menempati posisi partikel tersebut adalah...
KISI KISI UJI COBA SOAL
KISI KISI UJI COBA SOAL Materi Indikator Soal Alat Evaluasi (soal) Gerak Lurus Disajikan 1. Perhatikan gambar dibawah ini! dengan gambar diagram S R O P Q T Kecepatan cartesius, Siswa dan -6-5 -4-3 -2-1
1. Tujuan Menentukan massa jenis zat padat dan zat cair berdasarkan hukum Archimedes.
4. Archimedes 1. Tujuan Menentukan massa jenis zat padat dan zat cair berdasarkan hukum Archimedes. 2. Alat dan Bahan 1. Jangka sorong [15,42 cm, 0,02 mm ] 1 buah. 2. Neraca pegas [ 5 N ] 1 buah 3. Neraca
MASSA JENIS MATERI POKOK
MATERI POKOK 1. Pengertian massa jenis 2. Persamaan konsep massa jenis 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi massa jenis fluida 4. Contoh hasil pengukuran massa jenis beberapa zat TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Mendefinisikan
BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN. Viskositas yang ada pada Bab II persamaan (2.3). Prosedur pengambilan. Tabel 4.1 waktu jatuh bola (detik)
BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penghitungan Viskositas Oli Untuk mengetahui Viskositas suatu merk oli digunakan rumus Viskositas yang ada pada Bab II persamaan (2.3). Prosedur pengambilan
ANALISA PERBANDINGAN OLI BERBAHAN DASAR PETROLEUM DENGAN OLI BERBAHAN DASAR NABATI DALAM MENGURANGI TINGKAT KEAUSAN
ANALISA PERBANDINGAN OLI BERBAHAN DASAR PETROLEUM DENGAN OLI BERBAHAN DASAR NABATI DALAM MENGURANGI TINGKAT KEAUSAN Fauzul Ismi 1, A.Jannifar 2, Nurlaili 2 1 Mahasiswa Prodi D-IV Teknik Mesin Produksi
Wardaya College. Tes Simulasi Ujian Nasional SMA Berbasis Komputer. Mata Pelajaran Fisika Tahun Ajaran 2017/2018. Departemen Fisika - Wardaya College
Tes Simulasi Ujian Nasional SMA Berbasis Komputer Mata Pelajaran Fisika Tahun Ajaran 2017/2018-1. Hambatan listrik adalah salah satu jenis besaran turunan yang memiliki satuan Ohm. Satuan hambatan jika
3. Sebuah sinar laser dipancarkan ke kolam yang airnya tenang seperti gambar
1. Pembacaan jangka sorong di samping yang benar adalah. cm a. 1,05 c. 2, 05 b. 1,45 d. 2, 35 2. Adi berangkat ke sekolah pukul 06.15. Jarak rumah Ardi dengan sekolah 1.8 km. Sekolah dimulai pukul 07.00.
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Kajian Pustaka Ristiyanto (2003) menyelidiki tentang visualisasi aliran dan penurunan tekanan setiap pola aliran dalam perbedaan variasi kecepatan cairan dan kecepatan
FLUIDA STATIS 15B08001 ALFIAH INDRIASTUTI
2016 FLUIDA STATIS 15B08001 ALFIAH INDRIASTUTI 1 FLUIDA STATIS Fluida meliputi zat cair dan gas. Fluida Statis adalah fluida yang berada dalam fase tidak bergerak (diam) atau fluida dalam keadaan bergerak
Analisis Kegagalan isolasi Minyak Trafo jenis energol baru dan lama dengan minyak pelumas
SEMINAR NASIONAL ELECTRICAL, INFORMATICS, AND IT S EDUCATIONS 29 Analisis Kegagalan isolasi Minyak Trafo jenis energol baru dan lama dengan minyak pelumas Syafriyudin, ST,MT Jurusan teknik Elektro Institut
STRUKTURISASI MATERI. Fluida statis ALFIAH INDRIASTUTI
STRUKTURISASI MATERI Fluida statis ALFIAH INDRIASTUTI STRUKTURISASI MATERI Fluida Statis Tekanan hidrostatik Zat Cair Gas Fluida Fluida statis Hukum Pascal Hukum Archimedes Tegangan Permukaan A. Tekanan
MEKANIKA UNIT. Pengukuran, Besaran & Vektor. Kumpulan Soal Latihan UN
Kumpulan Soal Latihan UN UNIT MEKANIKA Pengukuran, Besaran & Vektor 1. Besaran yang dimensinya ML -1 T -2 adalah... A. Gaya B. Tekanan C. Energi D. Momentum E. Percepatan 2. Besar tetapan Planck adalah
FIsika USAHA DAN ENERGI
KTSP & K-3 FIsika K e l a s XI USAHA DAN ENERGI Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut.. Memahami konsep usaha dan energi.. Menjelaskan hubungan
JENIS-JENIS VISKOMETER (Viskometer Hoppler & Viskometer Cone and Plate) MAKALAH. Tugas Mata Kuliah TA Fisika Tahun Ajaran 2014/2015
JENIS-JENIS VISKOMETER (Viskometer Hoppler & Viskometer Cone and Plate) MAKALAH Tugas Mata Kuliah TA Fisika Tahun Ajaran 2014/2015 Oleh: Kelompok 2 1. Marina Fitriani 2. Titis Ayu P. 3. Desi Punamasari
SMP. Satuan SI / MKS. 1 Panjang meter m centimeter cm 2 Massa kilogram kg gram g 3 Waktu detik s detik s 4 Suhu kelvin K Kelvin K 5 Kuat arus listrik
JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN SMP VII (TUJUH) ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) BESARAN DAN PENGUKURAN Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu
Uji Kompetensi Semester 1
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat! Uji Kompetensi Semester 1 1. Sebuah benda bergerak lurus sepanjang sumbu x dengan persamaan posisi r = (2t 2 + 6t + 8)i m. Kecepatan benda tersebut adalah. a. (-4t
USAHA, ENERGI DAN MOMENTUM. Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil Salmani, ST., MS., MT.
USAHA, ENERGI DAN MOMENTUM Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil Salmani, ST., MS., MT. Impuls dan momentum HUKUM KEKEKALAN MOMENTUM LINIER : Perubahan momentum yang disebabkan
ABSTRAK Oleh: Aji Pranoto 1. Yogyakarta
EFEK PERUBAHAN UKURAN DIAMETER HEADER KNALPOT TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN AKSELERASI PADA SEPEDA MOTOR 4 TAK ABSTRAK Oleh: Aji Pranoto 1 1 Staf Pengajar Jurusan Teknik Mesin IST AKPRIND Yogyakarta
ENERGI DAN MOMENTUM. Staf Pengajar Fisika Departemen Fisika, FMIPA, IPB
ENERGI DAN MOMENTUM Staf Pengajar Fisika Departemen Fisika, FMIPA, IPB KONSEP KERJA-ENERGI Merupakan konsep alternatif untuk menyelesaikan persoalan gerak Dikembangkan dari konsep gaya dan gerak Merupakan
BAB I PENDAHULUAN. Dalam sistem perawatan elemen mesin telah dikenal luas teknik
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam sistem perawatan elemen mesin telah dikenal luas teknik pelumasan, yang berperan penting dalam mengendalikan gesekan dan keausan. Pada mesin-mesin yang yang mempunyai
MEKANIKA FLUIDA. Ferianto Raharjo - Fisika Dasar - Mekanika Fluida
MEKANIKA FLUIDA Zat dibedakan dalam 3 keadaan dasar (fase), yaitu:. Fase padat, zat mempertahankan suatu bentuk dan ukuran yang tetap, sekalipun suatu gaya yang besar dikerjakan pada benda padat. 2. Fase
SOAL FISIKA UNTUK TINGKAT KAB/KOTA Waktu: 120 menit. Laju (m/s)
SOAL FISIKA UNTUK TINGKAT KAB/KOTA Waktu: 120 menit A. SOAL PILIHAN GANDA Petunjuk: Pilih satu jawaban yang paling benar. 1. Sebuah mobil bergerak lurus dengan laju ditunjukkan oleh grafik di samping.
METODOLOGI PENELITIAN. 1. Spesifikasi motor bensin 4-langkah 135 cc. mesin uji yang digunakan adalah sebagai berikut. : 4 langkah, SOHC, 4 klep
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Pengujian 1. Spesifikasi motor bensin 4-langkah 135 cc Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah motor bensin 4- langkah 135 cc, dengan merk Yamaha
Materi dan Soal : USAHA DAN ENERGI
Materi dan Soal : USAHA DAN ENERGI Energi didefinisikan sebagai besaran yang selalu kekal. Energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan. Energi hanya dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.
PEMISAHAN MEKANIS (mechanical separations)
PEMISAHAN MEKANIS (mechanical separations) sedimentasi (pengendapan), pemisahan sentrifugal, filtrasi (penyaringan), pengayakan (screening/sieving). Pemisahan mekanis partikel fluida menggunakan gaya yang
SNMPTN 2011 FISIKA. Kode Soal Gerakan sebuah mobil digambarkan oleh grafik kecepatan waktu berikut ini.
SNMPTN 2011 FISIKA Kode Soal 999 Doc. Name: SNMPTN2011FIS999 Version: 2012-10 halaman 1 01. Gerakan sebuah mobil digambarkan oleh grafik kecepatan waktu berikut ini. Percepatan ketika mobil bergerak semakin
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Data Bahan Baku Minyak Minyak nabati merupakan cairan kental yang berasal dari ekstrak tumbuhtumbuhan. Minyak nabati termasuk lipid, yaitu senyawa organik alam yang tidak
