DAMPAK SARANA OLAHRAGA REKREASI TERHADAP PARTISIPASI BEROLAHRAGA. Mudjihartono. (Universitas Pendidikan Indonesia) Abstrak

dokumen-dokumen yang mirip
Universitas Pendidikan Indonesia

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN DENGAN PELAKSANAAN TES DALAM PENDIDIKAN JASMANI DI SMP NEGERI 1 CISARUA KABUPATEN BANDUNG BARAT.

Motivasi Perilaku Aktif Mahasiswa dalam Memanfaatkan Waktu Luang. (Studi Pada Mahasiswa Prodi Olahraga SPs UPI Bandung Angkatan 2007) Oleh:

PENGARUH KEKUATAN OTOT TUNGKAI DAN KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP AKURASI JUMP SERVIS DALAM PERMAINAN BOLA VOLI. Loan Subarno*) ABSTRAK

PENGARUH KEKUATAN OTOT TUNGKAI DAN KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP AKURASI JUMP SERVIS DALAM PERMAINAN BOLA VOLI. Loan Subarno*) ABSTRAK

KEMAMPUAN GURU PENDIDIKAN JASMANI ADAPTIF DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM PEMBELAJARAN DI SLB BAGIAN A KOTA BANDUNG

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan kegunaan tertentu.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB III METODE PENELITIAN

Hubungan Kualifikasi Guru Pendidikan Jasmani dengan Efektifitas Proses Belajar Mengajar Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar

BAB III METODE PENELITIAN. A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian

Rahmat Pamuji *) ABSTRAK

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian mempunyai peranan yang sangat penting dalam suatu

IMPLEMENTASI PERMAINAN KACIL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN

BAB III METODE PENELITIAN

HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MELAKUKAN AKTIVITAS OLAHRAGA FUTSAL DI KOTA BEKASI. Zulkarnaen,S.Pd., M.Pd.

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH PEMBELAJARAN PERMAINAN HOKI TERHADAP KEBUGARAN JASMANI DAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DI SMA NEGERI 26 GARUT

1 Didin Budiman 1. (FPOK Universitas Pendidikan Indonesia)

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Metode penelitian adalah cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

HUBUNGAN ANTARA BERAT BADAN DENGAN KECEPATAN LARI 100 METER PADA SISWA KELAS XI IPS MA MA ARIF 03 SIDOMULYO TAHUN PELAJARAN 2015/2016 SKRIPSI

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. membantu peneliti untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Metode

BAB III METODE PENELITIAN. Sumber data penelitian didapat dari siswa SMKN 6 Bandung, oleh karena

BAB III METODE PENELITIAN. tujuan, gambaran hubungan antar variabel, perumusan hipotesis sampai dengan

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Sugiyono (2012: 14) mengemukakan bahwa:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. suatu pendekatan yang tepat, sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Yang

BAB III METODE PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN. metode deskriptif kuantitatif, untuk mengetahui pengaruh antara variabel

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. korelasional dengan pendekatan ex post facto dan survey. Metode asosiatif

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi peneliti yang dapat

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Agroindustri FPTK UPI, dengan subjek penelitian Mahasiswa bidang peminatan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. dengan The randomized pretest-posttest control group design (rancangan tes

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian adalah sekolah SMP Negeri 1 Tapa Kabupaten Bone Bolango,

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM BEROLAHRAGA DI SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA E-JOURNAL

BAB III METODE PENELITIAN. langkah-langkah dalam penelitian, penulis menngunakan suatu metode. Metode

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian kuasi eksperimen. Metode kuasi eksperimen ini digunakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk mengadakan suatu penelitian, peneliti terlebih dahulu harus menentukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini dinyatakan dalam bentuk jumlah atau angka yang

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Jurusan PENJASKESREK OLEH :

BAB III METODE PENELITIAN. Pada proses penelitian hendaknya dapat menentukan suatu metode

PERBANDINGAN PENGARUH LATIHAN PASSING BAWAH BERPASANGAN DENGAN PASSING BAWAH KE DINDING TERHADAP KETERAMPILAN PASSING BAWAH DALAM PERMAINAN BOLA VOLI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN. Pada Bab ini penulis akan membahas hasil penelitian tentang Pengaruh

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memperoleh suatu jawaban atas

Kelurahan Bendan Duwur terdapat 40 pertanyaan yang masing-masing. pertanyaan memiliki empat alternatif jawaban, yaitu:

Serambi Akademica, Vol. II, No. 2, November 2014 ISSN :

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV MI MUHAMMADIYAH NGASEM TAHUN PELAJARAN 2013/ 2014

BAB III METODE PENELITIAN. dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini kuantitatif

BAB III METODE DAN DESAIN PENELITIAN. Objek penelitian Hubungan penggunaan mesin kantor dengan efektivitas

BAB III METODE PENELITIAN. Objek atau variabel dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa yang

HUBUNGAN KELENGKAPAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DENGAN MINAT BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 3 JONGGAT LOMBOK TENGAH TAHUN PELAJARAN 2013/2014

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Pengaruh Media Animasi pada Kompetensi Sistem Bahan Bakar Motor Bensin Terhadap Pemahaman Siswa

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

LATAR BELAKANG ORANG TUA MENGIKUTSERTAKAN ANAK KE SEKOLAH LABORATORI OLAHRAGA BOLA VOLI (SELABORA) FIK UNY

III. METODE PENELITIAN

BIORMATIKA Jurnal Ilmiah FKIP Universitas Subang Vol. 2 No.1 Pebruari 2016 ISSN

terbentuknya perkumpulan-perkumpulan PENDAHULUAN bola atletik dari usia pemula/ dini sampai Atletik merupakan induk dari

III. METODOLOGI PENELITIAN. untuk mengetahui pengaruh antara variabel x dan y yang dideskripsikan secara

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini penulis akan membahas hasil dan pembahasan penelitian tentang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Menurut Sugiyono (2013) metode penelitian kuantitatif adalah

III. METODOLOGI PENELITIAN. penelitian adalah ilmu pengetahuan yang membahas jalan atau cara mengemukakan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang terdiri dari variabel independen yaitu pemberian reward dan variabel

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 3 Gorontalo. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan yaitu dari bulan Februari

III. METODELOGI PENELITIAN. Pada bab 3 ini akan dibahas beberapa hal yang berkaitan dengan metode

PERBANDINGAN PENGARUH LATIHAN PEREGANGAN PROPRIOCEPTIVE NEUROMUSCULAR FACILITATION (PNF) DAN PEREGANGAN PASIF TERHADAP KELENTUKAN SENDI PANGGUL

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang dipakai adalah penelitian inferensial. Penelitian inferensial

III. METODOLOGI PENELITIAN

HUBUNGAN DUKUNGAN ORANG TUA SISWA DENGAN MOTIVASI SISWA DALAM MENGIKUTI SEKOLAH SEPAK BOLA (SSB) DENI MUDIAN PJKR FKIP UNSUB ABSTRAK

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini akan dibahas mengenai hasil dari penelitian yang telah

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Di Lingkungan Komplek Putraco terdapat 1 TK dan 1 Pos Paud, yang. keduanya kurang dimanfaatkan oleh masyarakat setempat

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

DAMPAK SARANA OLAHRAGA REKREASI TERHADAP PARTISIPASI BEROLAHRAGA Mudjihartono (Universitas Pendidikan Indonesia) Abstrak Sarana olahraga merupakan wahana yang diperlukan oleh warga masyarakat dalam mempermudah dan memperlancar kegiatan olahraga. Daya tarik sarana olahraga sebagai salah satu faktor untuk mencapai partisipasi aktif perlu diciptakan sedemikian rupa agar seluruh komponen masyarakat dapat terlibat secara aktif dan positif. Berkaitan dengan partisipasi yang ditunjukkan oleh setiap individu atau masyarakat dalam kegiatan olahraga relatif berbeda karena ditentukan oleh tujuan dan motivasi yang melatarbelakanginya. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai dampak sarana olahraga rekreasi terhadap partisipasi berolahraga. Adapun acuan permasalah yang akan diungkap dalam penelitian ini adalah bagaimana dampak sarana olahraga rekreasi terhadap partisipasi berolahraga? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak sarana olahraga rekreasi terhadap partisipasi berolahraga. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Adapun teknik pengambilan sampel dengan cara random sampling, jumlah sampel sebanyak 30 orang dari anggota tetap di lokasi sarana olahraga Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor Sumedang. Sedangkan alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket tertutup. Dari hasil penghitungan teknik korelasi Pearson Product Moment dimasukkan ke dalam rumus Spearman Brown, diperoleh r hitung = 0.72 dan r hitung gabungan = 0.84 sedangkan pada r tabel dengan n = 20 (dk : n 2 = 18) harga r 0.95 = 0.468. maka r hitung > r tabel. Artinya instrumen penelitian ini dapat dipercaya dan reliabel. Uji signifikansi korelasi t hitung = 4.41, t tabel pada taraf nyata 0.05 dan (dk = 18, α = 0,975) = 2.10. artinya t hitung > t tabel, ini menunjukkan bahwa instrumen dari dampak sarana olahraga rekreasi terhadap partisipasi berolahraga reliabilitas yang signifikan. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan dan analisis data mengenai dampak sarana olahraga rekreasi terhadap partisipasi berolahraga di sarana olahraga Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor Sumedang memiliki skor sebesar 969 atau 80.75% dari skor ideal termasuk dalam kategori baik. Terdapat empat sub variabel atau faktor yang menjadi acuan masyarakat dalam berpartisipasi berolahraga. Adapun partisipasi berolahraga yang dominan para anggota atau masyarakat dalam mengikuti kegiatan di sarana olahraga Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor Sumedang adalah melalui sub variabel keputusan untuk mencapai tujuan dengan tidak mengabaikan sub variabel 28

29 partisipasi berolahraga yang lain, seperti; interaksi dengan lingkungan, frekuensi latihan, dan respon. Kata Kunci : Sarana Olahraga,Rekreasi,Partisipasi,Olahraga PENDAHULUAN Mengingat perlunya berolahraga bagi kehidupan umat manusia, pemerintah dengan kebijakannya mengumumkan untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat dengan tujuan untuk mempertahankan kehidupan masyarakat Indonesia seutuhnya. Kini masyarakat telah menyadari akan pentingnya melakukan aktivitas berolahraga, sebab dengan berolahraga secara teratur dan terukur dengan tahapan yang tepat dapat meningkatkan fungsi alat-alat tubuh ke arah yang lebih baik (sehat). Maka, kesehatan merupakan suatu hal yang harus dimiliki oleh setiap manusia dan dengan hidup sehat seseorang dapat bekerja apa saja sesuai dengan keinginan dan kemampuannya. Dalam kegiatan olahraga setiap individu mempunyai tujuan masingmasing. Ada yang bertujuan untuk menjaga kesehatan jasmani, rekreasi, pendidikan dan lebih jauh lagi olahraga bertujuan untuk berprestasi. Adapun tujuan olahraga yang Dijelaskan oleh M. Ali (1994:3), yang membagi menjadi empat tujuan olahraga yang dapat dibedakan yaitu : 1. Olahraga rekreasi yaitu orang yang melakukan kesenangan. atau menghilangkan ketegangan pikiran. 2. Olahraga perestasi yaitu orang yang melakukan olahraga ini bertujuan untuk menjadi juara. 3. Olahraga pendidikan yaitu dengan memberikan olahraga ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan. 4. Olahraga kesehatan yaitu orang yang memajukan olahraga ini bertujuan untuk memelihara serta meningkatkan derajat kesehatannya, khususnya derajat sehat dinamis atau derajat kebugaran jasmaninya. Dari berbagai tujuan olahraga tersebut, bila dilakukan dengan benar dan teratur akan memberikan manfaat bagi diri yang melakukannya dan di antara sekian banyak masyarakat yang melakukan aktivitas olahraga salah satu tujuannya adalah ingin memanfaatkan waktu luang untuk menghilangkan kejenuhan dari rutinitas kegiatan sehari-hari dan untuk mencapai tingkat derajat sehat yang tinggi. Kegiatan olahraga rekreasi. Olahraga rekreasi merupakan suatu kegiatan manusia dengan melibatkan jasmani dan rohani, dilakukan pada waktu luang atau waktu senggang, secara teratur, baik sendiri maupun bersama-sama dengan tujuan memperoleh kualitas hidup yang lebih baik, dan bukan mencari keuntungan yang bersifat mencari nafkah. Haryono (1974:10), menjelaskan bahwa : Olahraga rekreasi adalah kegiatan fisik (khususnya olahraga) yang dilakukan pada waktu senggang berdasarkan keinginan atau kehendak pribadi yang timbul (motivation) karena memberikan kepuasan dan kesenangan.

30 Melalui pokok dari olahraga rekreasi akan memperoleh kepuasan jasmani dan rohani, yaitu perasaan senang dan gembira serta peningkatan derajat sehat yang lebih baik. Tujuan olahraga rekreasi berlaku bagi siapa saja yang melakukannya untuk memperoleh kepuasan. Mengenai hal ini, Lutan (1988:12), menjelaskan bahwa : Tujuan pokok dari olahraga rekreatif ialah untuk meningkatkan kesehatan menyeluruh, baik fisik maupun mental. Mesekipun olahraga rekreatif menekankan pencapaian tujuan bagi penyempurnaan kesehatan total, tapi penguasaan keterampilan olahraga yang bersangkutan juga penting guna memperoleh kepuasan. Jika diamati kegiatan-kegiatan olahraga yang ada dilingkungan masyarakat sekarang ini, khususnya kegiatan olahraga rekreasi telah tumbuh dan berkembang. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya animo masyarakat untuk melakukan kegiatan olahraga pada waktu-waktu luang atau hari libur. Masyarakat menggunakan kesempatan tersebut sebaik mungkin dengan berolahraga. Kegiatan olahraga rekreasi dapat dilakukan di tempat yang lokasinya mudah dijangkau dengan memperhatikan ciri atau sifat 5 M (massal, mudah, murah, meriah, manfaat, dan aman) seperti; di tempat pusat kebugaran, dan tempat yang memiliki sarana untuk terselenggaranya kegiatan olahraga. Meningkatnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya olahraga, membawa dampak pula pada kebutuhan masyarakat akan bentukbentuk olahraga rekreasi yang bervariasi, serta meningkatkan kebutuhan masyarakat akan sarana dan prasarana tempat berlangsungnya kegiatan olahraga. Sarana dan prasarana olahraga dapat disebut juga dengan fasilitas olahraga, yaitu segala sesuatu yang meliputi sarana, prasarana dan perlengkapan olahraga lainnya. Oleh karena itu, penyediaan sarana dan prasarana olahraga adalah penting dalam proses dan pencapaian tujuan olahraga rekreasi di masyarakat. Soepartono (2000:6), menyatakan bahwa: Fasilitas olahraga adalah semua prasarana olahraga yang meliputi semua lapangan dan bangunan olahraga beserta perlengkapannya untuk melaksanakan program olahraga. Berdasarkan pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam kegiatan olahraga rekreasi disebabkan oleh adanya kebutuhan dan daya tarik dari sarana olahraga yang ada. Faktor penyebab lainnya adalah ingin coba-coba, mengikuti kebiasaan dan kegemaran orang lain berolahraga. Hal ini menggambarkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam kegiatan olahraga masih dalam tahap mencoba-coba, sehingga tujuan yang diharapkannya pun masih terbatas pada kegiatan olahraga rekretif untuk mengisi waktu luang saja dan tujuannya pun hanya terbatas pada kepuasan untuk melakukan gerak. Berkaitan dengan keterlibatan atau partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga Slamet (1980:17), menjelaskan bahwa : Partisipasi adalah ikut serta ambil bagian dalam suatu kegiatan dan ikut memanfaatkan serta menikmati hasil yang dicapai dengan persyaratan mesti adanya kemampuan dan kesempatan pada individu yang bersangkutan. Hal ini berarti bahwa hubungan seseorang yang mengikuti kegiatan olahraga hanya untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan

31 lingkungannya. Akan tetapi, tingkat partisipasi yang ditunjukkan oleh setiap individu pun relatif berbeda karena ditentukan oleh tujuan dan motivasi yang melatarbelakanginya. Keragaman partisipasi tersebut disebabkan banyak faktor, Atmaja (1978:15), menjelaskan bahwa : Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi adalah adanya daya tarik, hadiah, keuntungan, dan motivasi. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa partisipasi seseorang dalam kegiatan olahraga rekreasi relatif beragam. Keberagaman partisipasi dalam kegiatan olahraga rekreasi ini masih merupakan isu dan empat faktor penyebab tersebut masih bersifat teoritis. Berdasarkan uraian tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai dampak sarana olahraga rekreasi terhadap partisipasi berolahraga di sarana olahraga Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor Sumedang. METODE Metode dalam penelitian ini deskriptif yaitu mengungkap masalah yang terjadi pada masa sekarang yaitu dampak sarana olahraga rekreasi terhadap partisipasi berolahraga di sarana olahraga Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor Sumedang,dan teknik pengambilalan data dalam penelitian ini dengan teknik survey tertutup. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah anggota tetap dan tidak tetap di sarana olahraga Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor Sumedang sebanyak 150 orang. Untuk lebih jelasnya mengenai jumlah populasi atau anggota tetap dan tidak tetap di sarana olahraga Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor Sumedang dapat dilihat pada 1. Tabel 1 Jumalah Anggota Pengguna Sarana Olahraga Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor Sumedang Sarana Olahraga Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah 1. Fitness 17 12 29 2. Tennis 4 4 8 3. Tennis Table 4-4 4. Volley Ball 7 3 10 5. Swimming Pool 23 19 42 6. Billiard 8 5 13 7. Golf 20 15 35 8. Mountain Bike 5 4 9 Jumlah Total 88 62 150 Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari populasi dengan cara random sampling

32 Sampel dalam penelitian ini ditetapkan sebesar 20% atau sebanyak 30 orang dari anggota tetap di sarana olahraga Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor Sumedang. Instrumen Instrumen dalam penelitian ini adalah angket tertutup untuk mengukur kecenderungan partisipasi anggota klub olahraga. ujicoba angket diberikan kepada sampel 20 orang dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 2008. Angket disebarkan kepada 30 orang sampel penelitian yang sebenarnya tanggal 24 Januari 2009. Butir soal dalam angket yang valid dan reliabel sebanyak 40 soa lpernyataan. Pengolahan Dan Analisis Data Langkah-langkah yang ditempuh dalam pengumpulan dan pengolahan data penelitian ini meliputi (1) mengumpulkan data dengan penyebaran angket yang sudah diisi oleh responden; (2) menhhitung persentase dari setiap katagori: (3)perhitungan pengolaha data (Nurhasan, 2002). HASIL Dalam penyajian selanjutnta semua data dibuat ke dalam bentuk tabel dan uraian. Tabel 2 dibawah ini menunjukan valid tidaknya suatu pernyataan. Tabel 2 Hasil Pengujian Validitas Instrumen Dampak Sarana Olahraga Rekreasi Terhadap Partisipasi Berolahraga No. Soal t hitung t tabel Keterangan No. Soal t hitung t tabel Keterangan 1 1.95 1.73 Valid 25 2.05 1.73 Valid 2 1.89 1.73 Valid 26 0.44 1.73 Tidak Valid 3 1.95 1.73 Valid 27-0.49 1.73 Tidak Valid 4 2.05 1.73 Valid 28 1.95 1.73 Valid 5 1.95 1.73 Valid 29 1.89 1.73 Valid 6 1.95 1.73 Valid 30 1.95 1.73 Valid 7 0.49 1.73 Tidak Valid 31 2.05 1.73 Valid 8 1.95 1.73 Valid 32 1.95 1.73 Valid 9 0.94 1.73 Tidak Valid 33 2.05 1.73 Valid 10 2.05 1.73 Valid 34 0.94 1.73 Tidak Valid 11 2.59 1.73 Valid 35 1.95 1.73 Valid 12 2.05 1.73 Valid 36 1.95 1.73 Valid 13 1.89 1.73 Valid 37 1.84 1.73 Valid 14 2.05 1.73 Valid 38 2.05 1.73 Valid 15 1.89 1.73 Valid 39 0.99 1.73 Tidak Valid

33 16 1.95 1.73 Valid 40 1.84 1.73 Valid 17 0.00 1.73 Tidak Valid 41 1.95 1.73 Valid 18 1.95 1.73 Valid 42 0.00 1.73 Tidak Valid 19 2.43 1.73 Valid 43 1.95 1.73 Valid 20 2.05 1.73 Valid 44 1.95 1.73 Valid 21 1.95 1.73 Valid 45 2.05 1.73 Valid 22 1.89 1.73 Valid 46 1.89 1.73 Valid 23 1.95 1.73 Valid 47 1.89 1.73 Valid 24 1.89 1.73 Valid 48 1.84 1.73 Valid Skor tiap sub variabel hasil dari pengelompokan dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3 Data Hasil Penelitian Sub Variabel Penelitian Mengenai Dampak Sarana Olahraga Rekreasi Terhadap Partisipasi Berolahraga No. Sub Variabel Jumlah Soal Skor Aktual Skor Ideal 1 Keputusan untuk Mencapai Tujuan 21 515 630 81.75 2 Frekuensi Latihan 6 143 180 79.44 3 Respon 6 140 180 77.78 4 Interaksi dengan Lingkungan 7 171 210 81.43 Jumlah 40 969 1200 80.75 Berdasarkan Tabel 3 terlihat bahwa sub variabel keputusan untuk mencapai tujuan memiliki skor terbesar 515 atau 81.75% dari skor ideal ini dibandingkan skor variabel lain,ini dapat disimpulkan dampak sarana olahraga rekreasi terhadap partisipasi berolahraga yang ditunjukkan oleh para anggota dalam berolahraga di sarana olahraga Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor Sumedang dominan melalui keputusan untuk mencapai tujuan yang diberikan kepada manajemen. Sub variabel selanjutnya adalah interaksi dengan lingkungan, frekuensi latihan, dan respon. Tabel 4 Data Hasil Penelitian Sub Variabel Keputusan untuk Mencapai Tujuan % No. Indikator No. Soal Jumlah Skor Skor Soal Aktual Ideal % 1 Kesehatan 1,2,3,4,5,6,7 7 177 210 84.29 2 Rekreasi 8,9,10,11,12,13,14 7 173 210 82.38 3 Prestasi 15,16,17,18, 19,20,21 7 165 210 78.57 Jumlah 21 515 630 81.75

34 Berdasarkan Tabel 4 terlihat bahwa sub variabel keputusan untuk mencapai tujuan indikator kesehatan memiliki skor sebesar 177 atau 84.29% dari skor ideal merupakan skor yang terbesar dibanding dengan variabel lainya, ini dapat di simpulkan bahwa dampak sarana olahraga rekreasi terhadap partisipasi berolahraga sub variabel keputusan untuk mencapai tujuan dominan pada indikator kesehatan, indikator selanjutnya adalah rekreasi dan prestasi. Hal ini berarti pada umumnya tujuan para anggota berolahraga di sarana olahraga Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor Sumedang adalah untuk meningkatkan kesehatan, maka tujuan para anggota untuk mengikuti aktivitas berolahraga adalah untuk meningkatkan kesehatannya. Tabel 5 Data Hasil Penelitian Sub Variabel Frekuensi Latihan No. Indikator No. Soal Jumlah Skor Skor Soal Aktual Ideal % 1 Kehadiran 22 1 23 30 76.67 2 Manfaat Latihan 23 1 25 30 83.33 3 Keterlibatan dalam Latihan 24,25 2 47 60 78.33 4 Sesuai Jadwal Latihan 26,27 2 48 60 80.00 Jumlah 6 143 180 79.44 Berdasarkan Tabel 5 terlihat bahwa manfaat latihan memiliki skor terbesar yaitu 25 atau 83.33% dari skor ideal lainya. Kesimpulannya bahwa dampak sarana olahraga rekreasi terhadap partisipasi berolahraga di sarana olahraga Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor Sumedang sub variabel frekuensi latihan dominan pada indikator manfaat latihan. Indikator selanjutnya adalah sesuai jadwal latihan, keterlibatan dalam latihan, dan kehadiran. Hal ini berarti pada umumnya frekuensi latihan para anggota berolahraga di sarana olahraga Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor Sumedang adalah dominan terindikasi dari manfaat latihan, sehingga dalam pelaksanaan para anggota merasakan akan manfaat dari melakukan aktivitas berolahraga. Tabel 6 Data Hasil Penelitian Sub Variabel Respon No. Indikator No. Soal Jumlah Skor Skor Soal Aktual Ideal % 1 Tanggapan 28 1 23 30 76.67 2 Saran 29,30 2 48 60 80.00 3 Informasi 31,32 2 45 60 75.00 4 Kepuasan 33 1 24 30 80.00 Jumlah 6 140 180 77.78

35 Berdasarkan Tabel 6 terlihat bahwa sub variabel respon saran memiliki skor terbesar 48 atau 80.00% dari skor ideal sama dengan variabel respon kepuasan sebesar 24 atau 80.00%. Kesimpulannya adalah dampak sarana olahraga rekreasi terhadap partisipasi berolahraga di sarana olahraga Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor Sumedang sub variabel respon dominan pada indikator kepuasan dan saran. Hal ini berarti pada umumnya kepuasan dan saran yang diberikan anggota dalam berolahraga di di sarana olahraga Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor Sumedang adalah kepuasan dalam penggunaan alat dan dari pelayanannya, selain itu juga saran yang diberikan oleh pihak manajemen, khususnya instruktur dalam membimbing para anggota ketika berolahraga di sarana olahraga menunjukkan respos yang positif dari para angotannya. Tabel7 Data Hasil Penelitian Sub Variabel Interaksi dengan Lingkungan No. Indikator No. Soal Jumlah Skor Skor Soal Aktual Ideal % 1 Alat 34 1 25 30 83.33 2 Tempat Latihan 35,36 2 50 60 83.33 3 Instruktur 37,38 2 48 60 80.00 4 Adaptasi Lingkungan 39,40 2 48 60 80.00 Jumlah 7 171 210 81.43 Berdasarkan Tabel 7 terlihat bahwa sub variabel interaksi dengan lingkungan indikator alat memiliki skor sebesar 25 atau 83.33% dari skor ideal dan tempat latihan memiliki skor sebesar 50 atau 83.33% dari skor ideal merupakan skor terbesar dari yang lain. Kesimpulannya adalah dampak sarana olahraga rekreasi terhadap partisipasi berolahraga di sarana olahraga Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor Sumedang sub variabel interaksi dengan lingkungan dominan pada indikator alat dan tempat. Hal ini berarti interaksi para anggota di sarana olahraga Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor Sumedang saat melakukan latihan pada umumnya didukung oleh adanya alat-alat dan tempat latihan atau sarana dan prasarana latihan yang memadai, dengan kata lain para anggota dapat melakukan interaksi dengan sesama anggota dan instruktur karena adanya alat dan tempat latihan yang memadai, sehingga para anggota dapat melakukan interaksi dengan nyaman walapun saat melakukan aktivitas olahraga di sarana olahraga Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor Sumedang. Diskusi Penemuan Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data diperoleh beberapa temuan sebagai berikut: dampak sarana olahraga rekreasi terhadap partisipasi berolahraga yang ditunjukkan oleh para anggota dalam berolahraga di sarana olahraga Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor Sumedang termasuk dalam

36 kriteria baik. Adapun partisipasi berolahraga yang dominan para anggota mengikuti kegiatan di sarana olahraga Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor Sumedang adalah melalui sub variabel keputusan untuk mencapai tujuan dengan tidak mengabaikan sub variabel partisipasi berolahraga yang lain, seperti; interaksi dengan lingkungan, frekuensi latihan, dan respon. Oleh karena, dalam aktivitas setiap individu mempunyai tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Tujuan dari suatu aktivitas relatif berbeda dari setiap individu, adanya keberagaman tujuan melakukan olahraga. Keberagaman ini berkaitan dengan motif dan kebutuhan yang melatarbelakangi aktivitas tersebut. Hasil yang diperoleh dari dampak sarana olahraga rekreasi terhadap partisipasi berolahraga di sarana olahraga Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor Sumedang dari sub variabel keputusan untuk mencapai tujuan mengindikasikan bahwa para anggota dalam melakukan aktivitas olahraga di sarana olahraga Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor Sumedang tidak hanya untuk olahraga rekreasi maupun olahraga prestasi, akan tetapi para anggota dapat melakukan olahraga untuk meningkatkan kesehatannya. Dari hasil penghitungan bahwa sub variabel keputusan untuk mencapai tujuan indikator kesehatan memiliki skor sebesar 177 atau 84.29% dari skor ideal, rekreasi memiliki skor sebesar 173 atau 82.38% dari skor ideal, dan prestasi memiliki skor sebesar 165 atau 78.57% dari skor ideal. Kesimpulannya adalah dampak sarana olahraga rekreasi terhadap partisipasi berolahraga sub variabel keputusan untuk mencapai tujuan dominan pada indikator kesehatan, indikator selanjutnya adalah rekreasi dan prestasi. Dalam rangka memenuhi kebutuhan sarana olahraga, Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor menyedikan sarana olahraga yang dapat menyediaan fasilitas untuk masyarakat agar dapat melakukan proses kegiatan olahraga rekreasi yang menyenangkan sehingga, masyarakat berolahraga dan dapat mencapai tujuan secara optimal. Daya tarik sarana olahraga sebagai suatu faktor yang sangat penting untuk mencapai partisipasi aktif perlu diciptakan sedemikian rupa agar seluruh komponen kegiatan dapat terlibat secara aktif dan positif. Bila daya tariknya baik, maka partisipasi yang diharapkan akan tercapai dengan baik karena partisipasi individu dalam berbagai kegiatan bergantung pada daya tarik kegiatan tersebut dan kemauan yang dimiliki untuk melakukannya. Sarana olahraga merupakan wahana yang diperlukan oleh warga masyarakat dalam mempermudah dan memperlancar untuk melakukan kegiatan olahraga. Oleh karena itu, sarana olahraga harus dapat memberikan dorongan atau daya tarik pada masyarakat untuk melakukan olahraga sesuai dengan kebutuhannya, dalah hal ini kebutuhan untuk memperoleh derajat sehat yang baik. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa terdapat kesesuaian antara teori dengan kenyataan di lapangan. Sebagaimana penjelasan Subrata dan Atmaja (1978:15) tentang faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi sebagai berikut: Adanya daya tarik, hadiah, keuntungan kegiatan dan usaha, motivasi atau dorongan dari luar. Dalam hal ini pelayanan yang diberikan pihak manajemen adalah daya tarik sarana olahraga yang memadai untuk digunakan dalam proses latihan, serta kondisi lingkungan tempat latihan yang kondusif dan nyaman,

37 sehingga para anggota dapat melakukan olahraga di sarana olahraga Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor Sumedang tersebut mendapatkan kepuasan, kesenangan dan manfaanya, sehingga para anggota dapat mencapai tujuan secara optimal. KESIMPULAN Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan dan analisis data mengenai dampak sarana olahraga rekreasi terhadap partisipasi berolahraga di sarana olahraga Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor Sumedang memiliki skor sebesar 969 atau 80.75% dari skor ideal termasuk dalam kategori baik. Terdapat empat sub variabel atau faktor yang menjadi acuan masyarakat dalam berpartisipasi berolahraga. Adapun partisipasi berolahraga yang dominan para anggota atau masyarakat dalam mengikuti kegiatan di sarana olahraga Bandung Giri Gahana Golf dan Resort Jatinangor Sumedang adalah melalui sub variabel keputusan untuk mencapai tujuan dengan tidak mengabaikan sub variabel partisipasi berolahraga yang lain, seperti; interaksi dengan lingkungan, frekuensi latihan, dan respon.

38 DAFTAR PUSTAKA Ametembun. (1993). Administrasi Pendidikan. Bandung: FIP IKIP Bandung. Arikunto Suharsini (2002). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. Atmaja. (1978). Partisipasi dan Faktor-faktor yang Melatarbelakanginya. Jakarta: Gema Budaya. Dirjen PLS dan Olahraga (1977). Pembinaan Olahraga dan Kesehatan. Jakarta: Depdikbud. Hamijoyo (1974). Partisipasi dalam Pembangunan. Jakarta: Depdikbud. Harsono. (1988). Coaching dan Aspek-aspek Psikologis dalam Coaching. Jakarta: CV. Tambak Kusuma. Hurlock, Elizabeth B. (1981). Development Psychology A Life-Span Approach. New Delhi: Tata Mc Graw-Hill Publishing Company. Ibrahim dan Sudjana. (2004). Penelitian Dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Penerbit Sinar Baru Algensindo. Johan dan Supandi (1990). Pengantar Sosiologi Olahraga. Bandung: FPOK IKIP Bandung. Lutan Rusli. (1988). Belajar Keterampilan Motorik, Pengantar Teori Dan Metode. Jakarta: Depdikbud Dirjen Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Lutan (1990). Manusia dan Olahraga. Bandung: FPOK dan ITB. Lutan Rusli. (2000). Manajemen Pendidkan Jasmani. Jakarta: Depdiknas. Lutan Rusli, Berliana, dan Sunardi (2007). Penelitian Pendidikan Dalam Olahraga. Bandung: Jurusan Pendidikan Kepelatihan FPOK UPI. Haryono, Wing. (1974). Asas-asas Pembinaan Daerah Rekreasi Dan Pariwisata. Bandung: Ilmu Publisher. M. Ali (1992). Pengetahuan Olahraga. Jakarta: Balai Pustaka.

39