BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
PERANCANGAN SISTEM MONITORING JARINGAN MENGGUNAKAN PRTG PADA PT GAJAH TUNGGAL

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB 3 METODOLOGI. Langkah-langkah yang akan dijalani berdasarkan metode ini adalah :

Nagios Sebagai Network Monitoring Software

Gambar Notifikasi via

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. system ini dapat berjalan dengan baik. Berikut merupakan spesifikasi hardware dan. Processor : Intel pentium 4.

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. sistem yang telah dibuat. Agar dapat terlaksananya implementasi sistem dengan

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB III PERANCANGAN DAN ANALISA JARINGAN

TUGAS MANAJEMEN JARINGAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Sistem yang dibangun merupakan sistem yang berbasis web. Untuk dapat

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambar 3.1 Perancangan Sistem

DESKRIPSI KERJA PRAKTEK

Sistem Monitoring Spesifikasi dan Utilitas Host di Jaringan Komputer Berbasis Web

`BAB IV PEMBAHASAN. Indonesia. Setiap tahunnya teknologi yang digunakan harus semakin canggih.

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV HASIL RANCANGAN

III. METODE PENELITIAN. Waktu : Oktober 2009 Februari : 1. Pusat Komputer Universitas Lampung. 2. Pusat Komputer Universitas Sriwijaya

KATA PENGANTAR. Buku Panduan Sistem Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program dan Anggaran

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. spesifikasi minimum sebagai berikut: Server yang dibutuhkan sebagai Internet gateway di PT.

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Gambar Rancangan Layar Halaman Kuis Guru (Langkah Dua)

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. dapat mengatasi permasalahan yang telah diangkat pada penelitian ini. Tahaptahap

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM. analisis dan perancangan dijadikan acuan dalam pembuatan kode program. Pada

Bab 4. Implementasi dan Evaluasi. Seperti yang sudah dibahas pada bagian sebelumnya, aplikasi yang dibuat

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Hal-hal yang menjadi batasan bisnis dalam pendesainan sistem keamanan jaringan adalah sebagai berikut:

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1

TUGAS MANAJEMEN JARINGAN PRODUK DAN FITUR NMS (NETWORK MONITORING SYSTEM) BESERTA PERBANDINGANNYA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

Petunjuk Teknis Aplikasi E-Licensing Perbankan bagi User External

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Implementasi ini akan menjelaskan detil Company Profile di SMA

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. harus disediakan server, perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware)

PEMBANGUNAN APLIKASI MONITORING JARINGAN BERBASIS WEB MENGGUNAKAN SIMPLE NETWORK MANAGEMENT PROTOCOL (SNMP)

DAFTAR ISI. Panduan Penggunaan Pengadaan Software Dan Aplikasi E-Planning (User Kecamatan)

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. spesifikasi tersebut mencakup perangkat lunak (software) dan perangkat keras

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Materi I. Kholid Fathoni, S.Kom., M.T.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

REVIEW JURNAL. Monitoring Software for IP-based Video Surveillance System

BAB 4 IMPLENTASI DAN EVALUASI HASIL

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN Kebutuhan Perangkat Keras Mobile. perangkat keras yang memiliki spesifikasi sebagai berikut:

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN APLIKASI. Sistem pengolahan data merupakan satu kesatuan kegiatan pengolahan

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. telah dibuat pada tahap tiga. Adapun kebutuhan software (perangkat lunak) dan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN. harus dijalankan diantaranya adalah: hal-hal yang harus dipersiapkan adalah sebagai berikut:

BUKU MANUAL PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PENGAMATAN. transmisi data dari Arduino ke Raspberry Pi 2 dan Arduino ke PC pembanding.

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. yang dapat menunjang berjalannya sistem agar berjalan secara optimal. Dimana

Spesifikasi Kebutuhan Software Spesifikasi software yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi penjualan Toko Batik Candi Luhur berbasis web adalah:

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. HP Pro 3500 Microtower PC (D5S76EA) Processor family: Intel Core i3 processor

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV HASIL DAN UJI COBA. yang digunakan untuk memperjelaskan tentang tampilan-tampilan yang ada pada

BAB IV HASIL RANCANGAN Hardware 1. Processor : Intel Dual Core CPU 2.0GHz 2. Memory (RAM) : 1 GB 3. Hardisk : 80 GB

BAB IV HASIL & IMPLEMENTASI

JARINGAN KOMPUTER. Zaid Romegar Mair, S.T., M.Cs

Monitoring Lalu Lintas Jaringan Demilitarized Zone Universitas Negeri Jakarta Menggunakan Sensor Packet Sniffer Pada PRTG Network Monitor

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Menggunakan server dengan spesifikasi sebagai berikut : - Processor 1.2 GHz 2007 Opteron or 2007 Xeon processor

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. implementasi desain dalam bentuk kode-kode program. Kemudian di tahap ini

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

Panduan Penggunaan SIAkad Yudharta

BAB IV IMPLEMENTASI, PENGUJIAN DAN ANALISA UNJUK KERJA

Resume. Pelatihan Membuat PC Router Menggunakan ClearOS. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah. Lab. Hardware

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. keras (hardwere) dan perangkat lunak (Software) yang dapat menunjang

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. terhadap aplikasi analisis kepuasan pelanggan pada Speedrocky Gym Surabaya.

BAB IV HASIL DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Dalam merancang dan membangun aplikasi sabak digital pada smartphone

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. dan perangkat keras yang akan mendukung jalannya aplikasi. Perangkat lunak dan

BAB I PENDAHULUAN. keberadaan komputer yang terhubung ke jaringan. Layanan-layanan internet

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

PENGANTAR APLIKASI E-SELEKTA TIPE USER ADMINISTRATOR

Transkripsi:

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Spesifikasi Sistem 4.1.1 Software PRTG Perancangan sistem monitoring jaringan ini menggunakan aplikasi PRTG System Monitor yang dijalankan pada sistem operasi Windows. PRTG juga memiliki fitur autentikasi dengan menggunakan username dan password, selain fitur-fitur yang telah disebutkan sebelumnya. a. Halaman Login Untuk mengakses PRTG Network Monitor, pengguna hanya perlu mengisi pada browser ip address tempat PRTG Network Monitor dijalankan. PRTG Network Monitor ini menggunakan koneksi SSL (Secure Socket Layer). SSL sendiri merupakan protokol yang sering digunakan untuk mengelola keamanan dalam transmisi data di internet. Gambar 4.1 Gambar Halaman Login Jika PRTG Network Monitor baru digunakan untuk pertama kali, maka username dan password yang harus dimasukan adalah prtgadmin. Namun username dan password ini tentu bisa diganti lagi sesuai keinginan. Selain itu ada juga pilihan interface yang tersedia di halaman login. Untuk pengguna desktop sangat disarankan menggunakan AJAX Web GUI karena 55

56 segala fitur yang ada bisa dijalankan dengan baik dengan pilihan interface ini. Browser yang digunakan tentu juga harus mendukung interface AJAX seperti Google Chrome 27 atau versi terbaru dan Mozilla Firefox 21 atau versi terbaru. Jika menggunakan browser seperti Opera atau Internet Explorer 8 atau versi sebelumnya yang tidak mendukung interface AJAX, maka dianjurkan untuk menggunakan Mobile Web GUI. Interface ini hanya memiliki fungsi read-only, namun dapat berjalan dengan sangat optimal pada pengguna yang memiliki koneksi yang lambat. Sedangkan jika memilih pilihan Enterprise Console & Moble Apps, maka akan muncul beberapa link download untuk aplikasi desktop untuk Windows ataupun aplikasi untuk ios dan Android. b. Halaman Home Gambar 4.2 Halaman Home Pada gambar 4.2, kotak merah di kiri atas merupakan menu utama yang ada pada PRTG Network Monitor. Sedangkan kotak merah di kanan atas merupakan status terkini dari semua device yang sedang dimonitor. Kedua kotak ini akan selalu muncul di setiap halaman apapun yang ada di PRTG Network Monitor.

57 c. Tampilan Kondisi Jaringan Untuk melihat tampilan jaringan secara umum digunakan menu device. Menu device ini akan sangat sering digunakan karena berisi semua status jaringan yang sedang dimonitor. Gambar 4.3 Halaman Device Pada gambar 4.3 kotak merah sebelah kiri menandakan kondisi jaringan yang sedang dimonitor. Jaringan dibagi berdasarkan sensor dengan status berbeda - beda yang terlihat dari adanya perbedaan warna beberapa sensor. Gambar 4.4 Status Sensor Ada 8 status sensor berbeda yang ada di PRTG Network Monitor : Sensor berwarna abu-abu : Sensor ini berstatus unknown yang berarti sensor belum sempat dicek oleh PRTG Network Monitor atau terdapat error dalam komunikasi jaringan. Sensor berwarna biru : Sensor ini berstatus paused yang berarti sensor sedang dihentikan untuk waktu yang ditentukan atau pun

58 tidak ditentukan. Sensor berwarna hijau : Sensor ini berstatus up yang berarti sensor sedang berjalan dengan baik dan juga menerima data. Sensor berwarna kuning : Sensor ini berstatus warning yang berarti ada error saat PRTG Network Monitor membaca sensor, tetapi akan dicek lagi. Namun bisa saja statusnya akan menjadi down. Sensor berwarna merah : Sensor ini berstatus down yang berarti sensor sudah berada di tahap error atau PRTG Network Monitor tidak bisa menjangkau perangkat tempat sensor berada Sensor berwarna merah bata : Sensor ini berstatus down (acknowledged) yang berarti sensor ini sudah berstatus down namun sudah diketahui dan ditandai oleh pengguna sehingga tidak ada lagi notifikasi yang berasal dari sensor ini. Sensor berwarna merah-hijau : Sensor ini berstatus down (partial) yang berarti dalam sebuah cluster, ada node yang melaporkan sensor berstatus down sedangkan node lain melaporkan sensor yang sama berstatus up. Sensor berwarna orange : Sensor ini berstatus unusual yang berarti sensor dalam kondisi yang tidak seperti biasanya. Pendeteksian dilakukan berdasarkan histori data rata-rata sensor. Sensor yang ada disusun secara rapi sesuai dengan perangkat tempat masing-masing sensor berada. Selain itu perangkat yang ada pun bisa disusun ke dalam grup berdasarkan kesamaan perangkat ataupun kesamaan lokasi. Pada gambar 4.3, kotak merah sebelah kanan atas berfungsi sebagai gambaran peta tempat device berada lengkap dengan statusnya berada di lokasi yang sama. Sedangkan kotak sebelah kanan bawah berfungsi untuk menampilkan grafik secara umum tentang jaringan yang dimonitor selama 2 hari, 30 hari, dan 365 hari. 4.1.2 Hardware Uji coba yang dilakukan terhadap sistem yang telah dirancang dilakukan secara simulasi. Hal ini disebabkan oleh kondisi perusahaan yang tidak menginginkan adanya downtime saat proses instalasi. Simulasi

59 dilakukan dengan skala yang lebih kecil dibandingkan jaringan yang dimiliki perusahaan. Hardware yang digunakan untuk uji coba sudah mencapai spesifikasi minimum yang ditetapkan oleh PRTG. Namun ada baiknya bila jaringan yang akan dipantau tergolong besar, spesifikasi perangkat yang digunakan juga harus cukup tinggi agar bisa memproses aliran data dengan lebih cepat. Spesifikasi hardware yang digunakan dalam uji coba adalah : Prosesor Intel Core 2 Duo RAM 2 Gigabyte DDR3 Motherboard Harddisk dengan kapasitas 500 GB Power Supply 450 Watt 4.2 Monitoring Jaringan 4.2.1 Percobaan Monitoring ketersediaan perangkat Ping sensor digunakan untuk mengecek apakah device sedang available dalam jaringan atau tidak. Ping sensor mengirim Internet Control Message Protocol (ICMP) dari device yang menjalankan PRTG Network Monitor ke device yang akan dimonitor. Gambar 4.5 Live Data Ping Sensor

60 Jika dilihat dari gambar 4.5, indikator horizontal pada grafik merupakan waktu yang berjalan. Interval waktunya adalah 5 menit. Sedangkan indikator vertikal merupakan indikator device saat merespon Ping request. Indikator ini dalam satuan milisecond. Minimal 0 dan maksimal 120 milidetik. Namun nilai maksimal ini akan berubah sesuai dengan nilai maksimal dari waktu respon Ping yang dijalankan. Untuk waktu timeout atau batas waktu respon adalah 2 detik dan bisa diubah sampai 300 detik. Garis biru muda pada grafik menunjukan data Ping yang dilakukan dengan interval 30 detik antar Ping. Interval Ping bahkan bisa diatur sampai 24 jam antar Ping. Untuk data Ping tersebut, semakin rendah grafik tersebut yang berarti semakin kecil waktu respon device yang di Ping, maka akan semakin bagus. Pada grafik ini juga akan ada penanda untuk Ping terendah dan Ping tertinggi. Untuk mencoba ping sensor maka device dimatikan dengan sengaja maka Ping yang dikirim tidak akan direspon sehingga akan muncul seperti di gambar. Selain grafik, di gambar 4.5 juga bisa dilihat bahwa terdapat 2 tabel. Tabel pertama yg terletak di bawah grafik berfungsi untuk menampilkan ratarata dari Ping Time, rata-rata persenan terjadinya downtime, dan juga rata-rata coverage. Sedangkan tabel kedua yang berada di bagian paling bawah menampilkan data Ping Time, Downtime, Coverage berdasarkan waktu yang intervalnya 30 detik antar Ping. Ping sensor ini dapat berguna untuk mengecek apakah ada masalah pada jaringan. Ping besar menandakan adanya delay, yang dapat disimpulkan berarti sedang terjadi masalah pada jaringan perusahaan.

61 Gambar 4.6 Ping Sensor Ketika Ada Gangguan Gambar di atas merupakan tampilan ketika ada perangkat yang terputus dari jaringan. Dapat diketahui dari grafik yang berubah dari garis naik turun menjadi titik-titik mendatar berwarna merah. Hal ini menandakan adanya perangkat yang mati atau terputus, sehingga tidak dapat terpantau lagi. Dengan adanya peringatan seperti ini, maka teknisi harus segera memeriksa perangkat tersebut. 4.2.2 Percobaan Monitoring Bandwidth dan Traffic Untuk memantau bandwidth dan traffic maka diperlukan sensor SNMP Traffic. Sensor ini menggunakan Simple Network Management Protocol (SNMP). SNMP sendiri sangat sering digunakan karena hanya membutuhkan seditkit bandwidth dan CPU Load. Sensor ini bisa dipasang di semua device yang terdapat lalu lintas data. Sensor ini memungkinkan untuk

62 memonitor traffic in, traffic out, traffic total. Namun untuk menggunakan sensor ini, setiap device harus dikonfigurasi seperti yang sudah dijelaskan pada bab 3. Gambar 4.7 Live Data SNMP Traffic Sensor Pada gambar 4.7 terdapat indikator horizontal pada grafik yang menunjukan waktu yang berjalan dengan interval 5 menit. Sedangkan indikator vertikal menunjukan kecepatan bandwidth dengan nilai minimal 0 dan maksimal 4 kbit/s. Nilai maksimal pada indikator vertikal ini sendiri bisa berubah sesuai dengan kenaikan bandwidth yang terjadi pada device. Pada grafik, garis yang berwarna biru muda menunjukan traffic total, garis biru tua menunjukan traffic in, dan garis merah muda menunjukan traffic out. Untuk bandwidth sendiri semakin tinggi grafiknya berarti semakin bagus karena kecepatan bandwidthnya pun semakin tinggi. Untuk mempermudah pengguna, maka bandwidth terendah dan tertinggi yang pernah dicapai akan ditandai. Selain itu pada gambar 4.7 juga terdapat tabel yang berada di bawah grafik yang berfungsi untuk menampilkan total dan

63 rata-rata dari Traffic Total, Traffic In, Traffic Out berdasarkan volume (satuan KByte) dan kecepatan (satuan kbit/s), dan juga Downtime serta Coverage. Sedangkan tabel paling bawah merupakan data berdasarkan waktu yang intervalnya adalah 1 menit antar data. Gambar 4.8 Grafik Ketika Tidak Ada Penggunaan Bandwidth Gambar 4.8 menunjukkan grafik pergerakan penggunaan bandwidth. Pada gambar terlihat pesan Paused by dependency yang berarti bahwa terjadinya error bukan karena akibat sensor bandwidth itu sendiri. Namun error yang terjadi diakibatkan oleh sensor lain. Misalnya saja sensor Ping yang tidak menerima data Ping. Error yang terjadi pada sensor Ping mengakibatkan sensor bandwidth pun tidak menerima data bandwidth. Pada grafik terlihat jelas kosongnya bagian grafik paling kanan yang menunjukan sensor tidak menerima data bandwidth. Jika error yang terjadi berasal dari sensor bandwidth sendiri dan bukan dari sensor lainnya, maka di grafik akan muncul titik titik merah yang menunjukan bahwa sedang terjadi downtime. Monitoring bandwidth berguna untuk mendeteksi apakah ada penyalahgunaan bandwidth pada jaringan internet kantor. Contohnya adalah apabila karyawan memakai bandwidth jaringan perusahaan untuk hal yang

64 tidak berhubungan dengan pekerjaan seperti download film. 4.2.3 Percobaan Monitoring Waktu Hidup Perangkat Untuk mengetahui berapa lama sistem berjalan atau biasa disebut waktu Uptime. Maka digunakan sensor SNMP System Uptime. Sensor ini menggunakan Simple Network Management Protocol (SNMP). Seperti sudah ditulis sebelumnya juga bahwa menggunakan SNMP sangat baik karena menggunakan sedikit CPU Load dan bandwidth. Untuk menggunakan sensor ini tentu diperlukan konfigurasi SNMP seperti yang sudah dibahas di bab 3. Gambar 4.9 Live Data SNMP System Uptime Sensor Pada gambar 4.9 terlihat indikator horizontal yang menunjukan waktu yang berjalan dengan interval 5 menit. Sedangkan indikator vertikal menunjukan lama waktu dari device tersebut mengalami uptime. Minimal indikator vertikal ini adalah 0 sedangkan maksimalnya disesuaikan dengan waktu maksimal device tersebut mengalami uptime. Garis biru muda menunjukan Uptime. semakin ke atas garisnya berarti semakin lama device tersebut mengalami uptime dan berarti semakin bagus. Biasanya grafik berbentuk seperti segitiga yang besar. Ada juga tabel yang berisi rata - rata dari System Uptime, Downtime, dan Coverage yang terletak

65 tepat di bawah grafik. Selain itu, ada juga tabel yang berisi data System Uptime berdasarkan waktu dengan interval 1 menit antar data. Sensor ini berguna untuk mendeteksi apakah ada komputer yang hidup di luar jam kantor atau tidak, sehingga dapat dilakukan penghematan anggaran listrik. 4.2.4 Percobaan Monitoring Penggunaan CPU Untuk mengetahui CPU Usage dari device yang dimonitor maka digunakan sensor SNMP CPU Load. Sensor ini menggunakan Simple Network Management Protocol (SNMP). Namun bisa juga digunakan Windows CPU Load sensor untuk pengguna Windows. Sensor ini memonitor CPU Load melalui Windows Performances Counters atau Windows Management Instrumentation (WMI) dan dengan sensor ini dapat ditampilkan data CPU Load dalam satuan persen. WMI sendiri merupakan teknologi dasar untuk monitoring dan mengatur sistem berbasis Windows. Namun sensor yang menggunakan protokol WMI ini sangat mempengaruhi kinerja sistem sehingga membuat sistem lebih lambat dalam bekerja. Gambar 4.10 Live Data CPU Load Sensor

66 Gambar 4.10 menampilkan grafik yang memiliki indikator horizontal yang menyatakan waktu dengan interval 5 menit dan indikator vertikal yang menyatakan CPU Load dalam satuan persen. Nilai minimal untuk indikator vertikal ini adalah 0 % dan nilai maksimalnya adalah 100 %. Garis biru muda merupakan total dari CPU Load sedangkan garis biru dan merah muda merupakan kinerja dari prosesor. Semakin rendah grafiknya maka akan semakin bagus karena menandakan CPU Load dalam kondisi rendah. Tepat dibawah grafik terdapat tabel yang menampilkan rata-rata data CPU Load dan juga terdapat tabel yang menampilkan data CPU Load berdasarkan waktu dengan interval 1 menit antar data yang terletak pada bagian paling bawah dari gambar tersebut. Sensor ini berguna untuk memeriksa apakah ada proses yang memakai usage CPU yang cukup tinggi. Usage CPU yang tinggi dalam waktu yang cukup lama dapat mengindikasikan adanya virus pada komputer. 4.2.5 Percobaan Monitoring Penggunaan Harddisk Untuk monitoring Disk Usage menggunakan SNMP Disk Free Sensor yang memonitor kapasitas data melalui Simple Network Management Protocol (SNMP). Selain menggunakan SNMP, bisa juga menggunakan WMI Free Disk Space (Multi Drive) Sensor. Sensor ini memonitor data melalui Windows Management Instrumentation (WMI). 1 sensor bisa untuk mencakup semua partisi yang ada dan data akan ditampilkan pada channel yang berbeda berdasarkan huruf partisi masing-masing. Misalnya partisi C dan partisi D dipisahkan dengan channel yang berbeda tetapi tetap dalam 1 sensor.

67 Gambar 4.11 Live Data Disk Usage Sensor Pada gambar 4.11 terlihat ada indikator horizontal yang menunjukan waktu dengan interval 30 menit. Interval pada sensor ini terlihat berbeda dengan sensor lainnya yang hanya 5 menit karena perubahan grafik pada disk usage juga terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama. Biasanya pengguna menyimpan atau menghapus data dalam ukuran yang besar dalam waktu yang cukup lama. Jadi interval 30 menit saja dirasa sudah cukup. Indikator vertikal dari grafik menunjukan Free Space dari drive dalam satuan persen dengan nilai minimal 0 % dan nilai maksimal 20 %. Namun tentu saja nilai maksimal bisa terus bertambah seiring dengan bertambahnya Free Space pada drive. Garis berwarna biru muda menunjukan Free Space untuk drive C sedangkan garis berwarna biru menunjukan Free Space untuk drive D. Untuk grafik ini, jika grafik semakin tinggi maka akan semakin bagus karena Free Space yang tersedia juga menjadi semakin banyak. Selain grafik, tepat dibawah grafik terdapa tabel yang menunjukan rata-rata dari total, Free Space partisi C dan D berdasarkan kapasitas volume (satuan MByte) dan persenannya, Downtime, dan juga Coverage. Ada juga tabel yang berisi data Free Space yang disusun berdasarkan satuan waktu dengan interval 10 menit antar data.

68 4.2.6 Percobaan Monitoring Penggunaan Memory Untuk mengetahui penggunaan memory, digunakan SNMP Memory Sensor yang memonitoring device melalui Simple Network Management Protocol (SNMP). Selain menggunakan SNMP, bisa juga dengan menggunakan WMI Memory Sensor yang memonitor device melalui Windows Management Interumentation (WMI). Gambar 4.12 Live Data Memory Usage Sensor Gambar 4.12 terlihat berbeda dengan gambar-gambar sensor lainnya. Jika sensor lainnya hanya terdapat 2 indikator. Pada gambar sensor ini terdapat 3 indikator. Indikator horizontal yang menunjukan waktu dengan interval 30 menit. Indikator vertikal sebelah kanan berfungsi untuk menunjuka Available Memory dalam satuan persen dengan nilai minimal 0% dan nilai maksimal 20% dan bisa saja bertambah hingga 100%.

69 Gambar 4.13 Sensor Memori Yang Mengalami Warning Gambar 4.13 merupakan sensor memori yang sedang mengalami error. Terlihat jelas ada message yang menunjukan memory sudah dibawah batas warning. Status warning biasanya ditandai dengan warna kuning seperti yang terlihat pada gambar. Status warning yang terjadi bisa dilihat di pergerakan grafik paling kanan yang menunjukan bahwa memor sudah dibawah batas 30% yang merupakan batas warning. Untuk sensor memori ini biasanya hanya terjadi status warning atau status pause karena error pada sensor lain seperti error pada sensor Ping. Sensor memori ini jarang sekali terjadi downtime karena memori sendiri merupakan perangkat utama dalam menjalankan sebuah device. Secara keseluruhan, kegunaan sensor memori ini mirip seperti sensor CPU usage. Sensor ini dapat mendeteksi penggunaan memori yang melewati batas yang dikarenakan adanya virus yang sedang menyerang komputer.

70 4.2.7 Percobaan Fitur GeoMap Gambar 4.14 Tampilan GeoMap PRTG juga memiliki fitur GeoMap yang berfungsi untuk menunjukan lokasi perangkat yang sedang dipantau beserta statusnya seperti yang terlihat pada gambar 4.14. Satu lokasi bisa memuat satu maupun banyak perangkat. Jika salah satu lokasi di-highlight atau diklik, maka akan muncul daftar perangkat yang ada di lokasi tersebut beserta dengan statusnya masingmasing. Dengan demikian akan diketahui perangkat atau sensor mana saja yang sedang mengalami error, warning, atau pun statu -status lainnya. GeoMap ini bisa langsung digunakan pada PRTG tanpa perlu menginstal plugins tambahan. Biasanya GeoMap ini terlihat di sebelah kanan pada pilihan menu device seperti pada gambar 4.3. Dengan adanya GeoMap ini bisa sangat mempermudah dalam mengetahui lokasi error dari perangkat yang dipantau. Sehingga perbaikan bisa lebih cepat dilakukan tanpa membuang-buang waktu dalam mencari lokasi perangkat yang rusak. 4.2.8 Percobaan Notifikasi Email Pada saat terjadi error atau warning, pada PRTG akan muncul alarm. Namun saat pengguna tidak sedang aktif memantau jaringan di tempatnya, maka digunakan salah satu cara notifikasi yaitu dengan menggunakan email.

71 Gambar 4.15 Contoh Notifikasi Email Saat ada perangkat yang berstatus warning ataupun error selama jangka sesuai konfigurasi pengguna, maka email akan dikirim ke pengguna. Email notifikasi berisi nama sensor, status sensor, dan beberapa informasi lainnya seperti pada gambar 4.12. Dan email notifikasi ini bukan email notifikasi biasa saja, namun ada link yang berguna untuk melakukan untuk action secara cepat. Ada link Check Now untuk langsung mengecek sensor yang sedang error, Acknowledge Alarm untuk mematikan sistem notifikasi untuk sensor yang sama, Pause untuk menghentikan sensor sementara, dan Resume untuk menghidupkan sensor kembali. Selain notifikasi email, PRTG juga bisa melakukan notifikasi lewat SMS, SNMP Trap, Execute Program, dan notifikasi-notifikasi lainnya. 4.2.9 Percobaan Report Jika pengguna ingin mendapat laporan tentang kinerja jaringan yang dimonitor, maka bisa digunakan fitur Report. Report bisa langsung diakses

72 dari menu utama. Setelah memilih menu utama Report, maka akan muncul berbagai macam template. Ada template untuk Report semua sensor, bandwidth tercepat dan terlambat, uptime dan downtime, dan lain-lainnya. Pengguna juga bisa membuat report sesuai keinginan masing-masing pengguna. Jika sudah memilih salah satu template, maka akan muncul pilihan jangka waktu yang ingin dijadikan report, serta pilihan bentuk tampilan report. Bisa HTML, dan bisa juga dalam bentuk PDF. Gambar 4.16 Tampilan Report Untuk Semua Sensor Gambar 4.16 ini menunjukan tampilan report untuk semua sensor yang ada. Kotak di sebelah kiri menunjukan nama sensor beserta informasi Up, Down, Good, Failed dalam satuan persen. Sedangkan kotak di sebelah kanan berisi grafik yang berbeda-beda sesuai dengan sensor masingmasing. Namun pada grafik ini terlihat di setiap sensor selalu ada garis berwarna merah yang menunjukan downtime. Tujuannya adalah supaya bisa diketahui waktu saat semua sensor mengalami downtime. Untuk tiap template report, tampilannya pun bisa berbeda-beda. Dan setiap nama perangkat yang

73 ada di halaman laporan terhubung langsung dengan perangkat pada PRTG sehingga memudahkan untuk melakukan pengecekan terhadap perangkat tertentu yang mungkin sedang bermasalah atau sedang down. 4.3 Evaluasi Setelah dilakukan simulasi terhadap sistem monitoring menggunakan PRTG, hasil yang diperoleh adalah : 1. Sistem yang dirancang mampu berjalan dengan baik. 2. Sistem dapat melakukan monitoring terhadap berbagai jenis perangkat jaringan. 3. PRTG dapat membuat peta dengan fitur GeoMap. 4. PRTG dapat memunculkan format laporan dalam bentuk grafik. Melalui hasil evaluasi di atas, sistem yang telah dirancang dirasa sudah bisa memenuhi kebutuhan dari PT Gajah Tunggal Tbk, karena setiap permasalahan yang terjadi sudah bisa diselesaikan dengan baik. Setiap perangkat juga bisa terpantau dan dapat diketahui lokasinya apabila terjadi kerusakan. Hal ini juga mempermudah pekerjaan teknisi untuk mengidentifikasikan lokasi perangkat yang rusak agar dapat segera ditangani.

74