RANCANG BANGUN SISTEM KOMPRESI DAN DEKOMPRESI DATA TEKS PADA SISTEM TELEPON SELULER BERBASIS HUFFMAN CODING

dokumen-dokumen yang mirip
Penyandian (Encoding) dan Penguraian Sandi (Decoding) Menggunakan Huffman Coding

BAB 2 LANDASAN TEORI


BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Kode Huffman dan Penggunaannya dalam Kompresi SMS

Teknik Pembangkitan Kode Huffman

PEMAMPATAN TATA TEKS BERBAHASA INDONESIA DENGAN METODE HUFFMAN MENGGUNAKAN PANJANG SIMBOL BERVARIASI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

MULTIMEDIA system. Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series

Abstrak. Kata kunci: MMS, Steganografi, LSB-Insertion, Huffman Code, Image, PNG, Embedding.

BAB III METODE KOMPRESI HUFFMAN DAN DYNAMIC MARKOV COMPRESSION. Kompresi ialah proses pengubahan sekumpulan data menjadi suatu bentuk kode

Penerapan Pengkodean Huffman dalam Pemampatan Data

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Implementasi Metode HUFFMAN Sebagai Teknik Kompresi Citra

Aplikasi Penggambar Pohon Biner Huffman Untuk Data Teks

N, 1 q N-1. A mn cos 2M , 2N. cos. 0 p M-1, 0 q N-1 Dengan: 1 M, p=0 2 M, 1 p M-1. 1 N, q=0 2. α p =

IMPLEMENTASI DAN ANALISIS KINERJA ALGORITMA ARIHTMETIC CODING DAN SHANNON-FANO PADA KOMPRESI CITRA BMP

Sending Image as Text Message in SMS with Lossy Compression and Run Length Algorithm Method

Konstruksi Kode dengan Redundansi Minimum Menggunakan Huffman Coding dan Range Coding

JURNAL IT STMIK HANDAYANI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENERAPAN METODE HUFFMAN DALAM PEMAMPATAN CITRA DIGITAL

Penerapan Metode Enkripsi Idea, Fungsi Hash MD5, dan Metode Kompresi Huffman untuk Keamanan dan Efisiensi Ruang Dokumen

BAB I PENDAHULUAN. MMS (Multimedia Messaging Service) adalah puncak dari evolusi SMS

Pemampatan Citra. Esther Wibowo Erick Kurniawan

PERBANDINGAN ALGORITMA HUFFMAN DAN ALGORITMA SHANNON-FANO PADA PROSES KOMPRESI BERBAGAI TIPE FILE. Irwan Munandar

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Kata kunci: pohon biner, metode Huffman, metode Kanonik Huffman, encoding, decoding.

Analisis Algoritma Huffman Statis Dalam Kompresi Teks Pada Short Message Service (SMS)

BAB 2 LANDASAN TEORI

Penggunaan Pohon Huffman Sebagai Sarana Kompresi Lossless Data

Penggunaan Kode Huffman dan Kode Aritmatik pada Entropy Coding

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1

STMIK GI MDP. Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011

KOMPRESI FILE MENGGUNAKAN ALGORITMA HUFFMAN KANONIK

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini perkembangan teknologi berkembang sangat cepat. Penyimpanan

Pemampatan Citra Pemampatan Citra versus Pengkodean Citra

Kompresi. Definisi Kompresi

Perkembangan Teknolgi Wireless: Teknologi AMPS Teknologi GSM Teknologi CDMA Teknologi GPRS Teknologi EDGE Teknologi 3G, 3.5G Teknologi HSDPA, HSUPA

KOMPRESI CITRA. Pertemuan 12 Mata Pengolahan Citra

PENERAPAN PROTOCOL DATA UNIT PADA SHORT MESSAGE SERVICE HASIL STUDI MAHASISWA (STUDI KASUS : STMIK BUDI DARMA MEDAN) Abstrak

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Kompleksitas Algoritma dari Algoritma Pembentukan pohon Huffman Code Sederhana

BAB I PENDAHULUAN. Proses pengukuran jarak jauh merupakan suatu proses pengukuran yang

APLIKASI KOMPRESI TEKS SMS PADA MOBILE DEVICE BERBASIS ANDROID DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA HUFFMAN KANONIK

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang

[TTG4J3] KODING DAN KOMPRESI. Oleh : Ledya Novamizanti Astri Novianty. Prodi S1 Teknik Telekomunikasi Fakultas Teknik Elektro Universitas Telkom

data dengan menggunakan konektivitas tersebut terbatas jangkauan area koneksinya, meskipun pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya.

METODE POHON BINER HUFFMAN UNTUK KOMPRESI DATA STRING KARAKTER

STMIK GI MDP. Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

DIGITAL IMAGE CODING. Go green Aldi Burhan H Chandra Mula Fitradi Mardiyah

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Algoritma Huffman dan Kompresi Data

BAB I PENDAHULUAN. (images), suara (audio), maupun video. Situs web (website) yang kita jumpai

Implementasi Metode Run Length Encoding (RLE) untuk Kompresi Citra

Bab I Pendahuluan 1 BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. dalam storage lebih sedikit. Dalam hal ini dirasakan sangat penting. untuk mengurangi penggunaan memori.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

PENGANTAR KOMPRESI DATA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Kode Sumber dan Kode Kanal

SKRIPSI KOMPRESI DATA TEKS MENGGUNAKAN ALGORITMA PPM (PREDICTION BY PARTIAL MATCHING)

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1

PERANCANGAN APLIKASI KOMPRESI CITRA DENGAN METODE RUN LENGTH ENCODING UNTUK KEAMANAN FILE CITRA MENGGUNAKAN CAESAR CHIPER

IMPLEMENTASI DAN ANALISIS KINERJA ALGORITMA SHANNON- FANO UNTUK KOMPRESI FILE TEXT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS KINERJA BASIC RATE ACCESS (BRA) DAN PRIMARY RATE ACCESS (PRA) PADA JARINGAN ISDN

Perbandingan Algoritma Kompresi Terhadap Objek Citra Menggunakan JAVA

PEMAMPATAN CITRA (IMA

Teknik Kompresi Citra Menggunakan Metode Huffman

BAB I PENDAHULUAN. Masalah kompresi data merupakan salah satu aspek penting perkembangan

BAB II DASAR TEORI. Protokol adalah seperangkat aturan yang mengatur pembangunan koneksi

Contoh kebutuhan data selama 1 detik pada layar resolusi 640 x 480 : 640 x 480 = 4800 karakter 8 x 8

Penerapan Pohon Biner Huffman Pada Kompresi Citra

Perbandingan Kompresi Data Menggunakan Algoritma Huffman dan Algoritma DMC

SATUAN ACARA PERKULIAHAN ( SAP )

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia modern sekarang ini kebanyakan aktivitas manusia selalu

TEKNIK KOMPRESI LOSSLESS TEXT

Pemampatan dengan Menggunakan Algoritma Huffman Dinamik : Algoritma FGK dan Algoritma Vitter

ANALISA KODE HUFFMAN UNTUK KOMPRESI DATA TEKS ABSTRAK

Penggunaan Pohon Huffman pada Algoritma Deflate

BAB I PENDAHULUAN. dari isinya, informasi dapat berupa penting atau tidak penting. Bila dilihat dari sifat

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. yang beragam dan salah satu di antaranya adalah media SMS (Short Message

TUGAS AKHIR IMPLEMENTASI ALGORITMA METODE HUFFMAN PADA KOMPRESI CITRA

DASAR TEKNIK TELEKOMUNIKASI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Spesifikasi laptop yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai. Processor AMD Turion 64 X2 Dual Core 1,66 Ghz

KOMPRESI TEKS MENGGUNAKAN ALGORITMA DAN POHON HUFFMAN. Nama : Irfan Hanif NIM :

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 LANDASAN TEORI

Transkripsi:

Widya Teknika Vol.2 No.; Maret 20 ISSN 4 0660: 2-2 RANCANG BANGUN SISTEM KOMPRESI DAN DEKOMPRESI DATA TEKS PADA SISTEM TELEPON SELULER BERBASIS HUFFMAN CODING Faqih ), Eka Kartika Sari 2) ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan sistem kompresi dan dekompresi data teks dan menganalis unjuk kerjanya pada sistem telepon seluler dengan menerapkan encoder-decoder data teks ke gambar dan kompresi-dekompresi data teks dengan menggunakan algoritma coding. Parameter unjuk kerja yang diteliti antara lain : kapasitas/ukuran data, kapasitas kanal dan tingkat efisiensi apabila dibandingkan dengan menggunakan kode American Standard Code for Information Interchange () setelah dienkripsi menggunakan algoritma coding. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapat, bahwa kapasitas data teks yang telah dikompresi menggunakan coding selalu lebih kecil dari pada data teks dengan kode, dan kapasitas data teks yang telah diubah menjadi file gambar menjadi lebih kecil daripada kode setelah data berjumlah lebih dari 4 karakter. Penggunaan kanal komunikasi pada pengiriman Multimedia Messaging Service (MMS) berbanding lurus dengan besar kapasitas data (dalam bytes) dan jumlah pemakaian kanal untuk kode selalu lebih besar jika dibandingkan dengan hasil enkripsi coding dan menjadi lebih besar dari penggunaan data gambar dalam format bitmap setelah data berjumlah lebih dari 4 karakter. Besar prosentase rata-rata dari hasil pengamatan efisiensi kode huffman adalah 54,9 %. Hal ini berarti coding dapat memampatkan data hingga lebih dari % dibandingkan terhadap kode. Kata Kunci: Kompresi, Dekompresi,, PENDAHULUAN Sekarang ini masalah sistem pengaman merupakan masalah yang sangat diperlukan dalam dunia komunikasi. Termasuk sistem keamanan dalam proses pengiriman data agar pihak-pihak yang tidak berkepentingan tidak dapat membaca data yang telah dikirim. Selain itu besarnya penggunaan kanal saluran komunikasi seluler yang semakin padat juga menjadi masalah tersendiri di dunia telekomunikasi, untuk itu perlu dibuat suatu aplikasi yang dapat mengamankan proses pengiriman suatu data dengan hemat dari sisi penggunaaan saluran komunikasi. Aplikasi ini dirancang dengan menggunakan algoritma coding. coding dipilih karena efektifitas dan kemudahannya. Keunggulan dari coding adalah metode pengkodean yang bersifat universal sehingga dapat diterapkan pada berbagai jenis data dan sifat pengkodeannya yang dapat menggabungkan antara lossy dan lossless compression. Algoritma coding adalah algoritma yang biasa digunakan pada permasalahan pemampatan/kompresi data []. Proses pengiriman data biasanya tanpa adanya pemampatan data ataupun pengubahan data. Pada penelitian ini penerapan algoritma coding digunakan untuk kompresi file teks yang akan diubah menjadi file gambar dalam format bitmap dan dengan enkripsi untuk keamanan data, sebelum pengiriman dilakukan. Dengan menerapkan bahasa pemrograman Jave to mobile enterprise (J2ME) pada penelitian ini. Java merupakan bahasa pemrograman yang dikembangkan dengan mengunakan bahasa C. Java merupakan bahasa pemrograman multiplatform, sehingga banyak ) Staf Pengajar Jurusan Teknik Elektro Universitas Widyagama 2) Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Widyagama ma segmen yang memakainya [2], diharapkan program ini dapat diterapkan pada telepon selular dan memanfaatkan teknologi MMS pada proses pengiriman data pada file yang telah diubah sehingga dapat mengetahui hasil unjuk kerja pada aplikasi tersebut. Dari latar belakang yang telah dikemukakan di atas maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana menganalisis unjuk kerja sistem kompresi dan dekompresi data teks ke gambar dengan menggunakan metode coding pada pengiriman MMS. Adapun parameter unjuk kerja yang akan diteliti adalah kapasitas / ukuran data, kapasitas kanal dan tingkat efisiensi apabila data hasil kompresi dibandingkan dengan menggunakan kode Coding coding dikembangkan oleh seorang mahasiswa Massachucette Institute of Technology (MIT), David A. [], dalam paper-nya berjudul A Method for the construction of Minimum Redundancy Codes. Komputer menyimpan informasi dalam rangkaian bit 0 dalam sebuah string biner. Keterbatasan media penyimpanan dan kemampuan transmisi data berukuran besar yang relatif lambat membuat orang berpikir untuk mencari sebuah cara pemampatan data yang efektif. Efektif berarti cara pemampatan tersebut tidak boleh menyebabkan adanya data yang hilang dan ukuran hasil kompresi yang relatif lebih kecil dari ukuran semula [4]. Keunggulan dari coding adalah metode pengkodean yang bersifat universal sehingga dapat diterapkan pada berbagai jenis data. Metode pengkodean menggunakan coding juga memberikan hasil yang cukup memuaskan. Biasanya sebuah karakter dikodekan dalam kode (8 bit) atau kode Unicode (6 bit) yang telah memiliki panjang tetap (fixed - 2

WIDYA TEKNIKA Vol.2 No.; MARET 20: 2-2 length). Berbeda dengan cara pengkodean atau Unicode, pengkodean dengan coding menggunakan panjang bit yang bervariasi dalam mengkodekan sebuah karakter. Karakter yang memiliki frekuensi kemunculan lebih besar memiliki panjang bit yang lebih pendek, sebaliknya karakter yang memiliki frekuensi kemunculan yang lebih kecil memilki panjang bit yang lebih panjang. Hal ini menyebabkan kode untuk sebuah karakter dengan menggunakan cara pengkodean huffman coding tidak tetap seperti dalam code atau Unicode. Seperti dijelaskan sebelumnya pengkodean dengan cara huffman coding menggunakan kode awalan (prefix code) yang direpresentasikan dalam struktur pohon biner. Cara penyusunan ke dalam pohon biner adalah dengan memberikan label 0 untuk cabang kiri dan label untuk cabang kanan. Hal ini dilakukan secara berulang hingga akhirnya terbentuk rangkaian bit yang merupakan kode awalan (prefix code). coding menggunakan struktur pohon dalam pengolahannya.. Pohon adalah gambar tak berarah yang tidak mengandung sirkuit. Di dalam struktur pohon dikenal terminologi parent (orang tua) dan child(anak). Parent yaitu sebuah simpul yang memilki lintasan ke simpul lain dengan tingkatan di bawahnya. Child yaitu sebuah simpul yang memiliki lintasan ke simpul lain dengan tingkatan di atasnya. Berdasarkan jumlah child, pohon dapat dikategorikan sebagai pohon n ary. Pohon dengan parent yang hanya memiliki satu child, disebut pohon uner. Pohon dengan parent yang memiliki dua child, disebut pohon biner, dan seterusnya. Pohon menggunakan struktur pohon biner, yaitu struktur pohon dengan setiap simpul parent yang hanya memiliki maksimal 2 simpul child. Penggunaan coding dalam sistem enksripsi untuk sistem komunikasi wireless sudah mulai dikembangkan, antara lain oleh Kun Tseng [5]. Multimedia Messaging Service Multimedia Messaging Service (MMS) adalah standar baru dalam mobile messaging. Seperti Short Messaging Service (SMS), MMS adalah cara untuk mengirim pesan gambar antar telepon selular. Perbedaannya adalah bahwa MMS tidak hanya dapat berisi teks, tetapi juga suara, gambar dan video. Adalah mungkin juga untuk mengirim pesan MMS dari ponsel ke alamat email. Format yang dapat tertanam dalam MMS antara lain: teks, gambar, audio dan video. MMS merupakan perpanjangan dari SMS protokol. Pesan MMS adalah satu kesatuan, bukan kumpulan lampiran. MMS tidak memiliki ukuran yang terbatas dalam Kbytes atau bahkan lebih besar. MMS merupakan store and forward messaging service yang memfasilitasi pengguna mobile device untuk melakukan pertukaran pesan multimedia. Dalam proses pengiriman dan penerimaan pesan, MMS menggunakan kanal Internet Protocol (IP) data path & IP protocol, yaitu Wireless 28 Aplication Protocol (WAP), Hyperteks Transfer Protocol (HTTP), dan Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) MMS merupakan salah satu aplikasi yang dikembangkan pada platform teknologi 2.5G. Tidak seperti SMS yang dikirimkan menggunakan kanal control (control Chanel), MMS menggunakan General Packet Radio Service (GPRS) dalam pengirimannya. MMS dikirimkan secara store and forward yang artinya MMS mula-mula disimpan dalam Message Centre (MMSC) baru kemudiandiberitahukan kepada penerima. Pada MMS, pesan MMS pada server atau MMSC akan disimpan dalam batas waktu tertentu. Jika penerima MMS tidak mendownload pesan yagn dikirimkan kepadanya hingga melewati batas waktu expiring date dari pesan, maka pesan tersebut akan dihapus oleh server. MMS mendukung pengiriman pesan dengan media Images, teks dan Audio. Ada 2 standarisasi internasional yang mengatur layanan MMS, yaitu GPP dan WAP Forum. Standarisasi oleh GPP bersifat global dan standar dari WAP Forum lebih bersifat spesifik yaitu langsung dengan implementasi menggunakan protokol WAP. Standarisasi oleh WAP Forum tetap mengacu pada standar GPP. Pada MMS tidak hanya menggunakan kanal sinyal saja tetapi juga menggunakan kanal suara. Besar data MMS sekitar 0 Kb. Oleh karena itu sewaktu ditransmisikan data dibagi-bagi dalam paket data yang lebih kecil (packet-switched data). Untuk pengiriman dalam bentuk video klip maksimal 0 detik saja. Pada streaming, hasil streaming tidak disimpan di ponsel namun hanya ditampilkan di layar ponsel saja. PERANCANGAN SISTEM Pada dasarnya sistem yang akan dibuat akan dibagi menjadi 2 bagian blok yaitu blok enkripsi dan blok deskripsi, yang dapat ditunjukkan dalam blok diagram seperti ditunjukkan pada gambar sebagai berikut : Gambar. Blok Diagram Sistem a. Kompresi Pada sub-blok diagram kompresi, terjadi proses konversi dari file teks menjadi file gambar. Langkahnya adalah terlebih dahulu mengkompresi file teks menggunakan coding melalui proses encoding. Selanjutnya dikonversi menjadi file gambar dalam format file bitmap, untuk selanjutnya dikirim menggunakan fitur MMS pada telepon selular ke bagian penerima.

RANCANG BANGUN HUFFMAN CODING [FAQIH EKA K.S.] b. Dekompresi Pada sub-blok diagram dekompresi terjadi proses decoding data gambar menjadi data teks sebagaimana bentuk awal ketika dikirim. Pembuatan program enkripsi dan deskripsi ini menggunakan pemrograman J2ME dan menggunakan program Netbeans.0 sebagai alat bantu simulasinya. c. Pengkodean Proses enkripsi dan deskripsi pada penelitian ini menggunakan metode coding dengan proses sebagaimana pada Gambar 2 berikut : Gambar 2. Algoritma Algoritma pengkodean dapat dijelaskan sebagai berikut :. Data yang akan dienkripsi di dibaca terlebih dahulu, 2. Data yang telah dibaca kemudian diurutkan berdasarkan frekuensi kemunculannya dan dibuat simpul dari masing-masing karakter sampai semua simpul dapat digunakan untuk membuat pohon,. Setelah data sudah berada dalam satu simpul, maka selanjutnya yang dilakukan adalah memecah simpul utama menjadi akar-akar sesuai dengan bobot karakter 4. Pemisahan akar tersebut dilakukan sampai menghasilkan karakter terakhir, dengan cabang yang mempunyai arah ke kiri diberi tanda 0 dan cabang yang mempuyai arah ke kanan diberi tanda. 5. Dari pemecahan pohon tersebut kemudian ditabelkan dengan mengambil tanda yang telah diberikan sebelumnya untuk membentuk kode baru dari teks yang dienkripsi Pembuatan tabel dilakukan dengan penulusuran pohon. Dimulai dari akar, penelusuran menurun dilakukan dengan prioritas ke arah cabang kiri dari setiap simpul dan memberi tanda 0 untuk setiap cabang kiri yang dilewati. Penelusuran dilakukan sampai didapatkan simpul tanpa cabang (daun). Begitu didapatkan daun, maka nilai simbol dimasukkan dalam tabel beserta angka-angka bit ( 0 atau ) dari cabang-cabang yang dilalui untuk sampai pada daun ini. Setelah mencatat simpul beserta representasi binernya, dilakukan penelusuran ke atas sambil menghapus angka biner pada cabang yang dilaluinya sampai bertemu simpul (induk simpul) terdekat. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan pada simpul ini apakah sudah bertanda (marked) atau belum. Simpul bertanda berarti sudah dilakukan penulusuran ke arah cabang kanan simpul dan penelusuran dilanjutkan ke atas ke simpul-simpul lain. Jika simpul belum bertanda berarti belum dilakukan penelusuran ke arah cabang kanan, simpul ini kemudian diberi tanda, dilakukan penelusuran ke cabang kanan, dan terus menurun dengan prioritas cabang kiri sampai didapatkan daun. Tiap melewati cabang kanan diberikan tanda, dan daun terakhir beserta angka-angka biner 0 atau dari cabangcabang di atasnya dicatat dalam tabel. Proses ini dilakukan sampai seluruh simpul utama (akar) telah diberi tanda. Proses encoding adalah cara menyusun string biner dari data yang ada. Proses encoding untuk satu karakter dimulai dengan membuat pohon terlebih dahulu. Setelah itu, kode untuk satu karakter dibuat dengan menyusun nama string biner yang dibaca dari akar sampai ke daun pohon Setelah melakukan proses di atas maka dihasilkan bit hasil pengkompresian dari total bit karakter. Dari algoritma proses di atas, maka bisa dibuat program pada source editor. d. Pembentukan File Bitmap Data hasil enskripsi menggunakan metode yang masih berbentuk teks kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk gambar bitmap. Untuk pembentukan file bitmap itu sendiri, prosesnya adalah dengan membuat write file bitmap dengan struktur pembuatan header, informasi bitmap, warna palet, dan bitmap datanya. Pembuatan gambar bitmap dimulai dari sisi kiri bawah kemudian mengarah ke kanan baru selanjutnya mengarah ke atas. Header bitmap berfungsi untuk memastikan bahwa file ini sebenarnya sebuah file BMP dan memastikan file tersebut tidak rusak. Informasi bitmap terdiri dari berbagai macam pilihan, yang 29

WIDYA TEKNIKA Vol.2 No.; MARET 20: 2-2 digunakan pada skripsi ini adalah BitmapInfoHeader karena jenis informasi bitmap ini dapat dibaca di hampir seluruh platform dan mendukung enkripsi. e. Decoding file bitmap Proses decoding dilakukan dengan cara membaca tabel yang terkirim bersama dengan file data. Setelah file gambar dikembalikan dalam format teks, maka program akan mulai mendecodekan data dengan cara membaca karakter pertama dan melakukan pencocokan dengan tabel, Jika karakter pertama tidak ditemukan maka pencocokan akan dilakukan dengan menggabungkan dengan karakter selanjutnya sampai ada kode yang sama dengan tabel hingga pada karakter terakhir. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil perancangan dan pengujian yang telah dilakukan, maka analisis unjuk kerjanya dapat dilihat berdasarkan parameter kapasitas data, kapasitas kanal dan tingka efisiensi. Semakin banyak karakter yang sama dalam suatu teks yang dikodekan maka semakin sedikit kapasitas yang dihasilkan, dan sebaliknya semakin beraneka ragam karakter yang dikodekan maka kapasitasnya akan semakin besar Gambar. Grafik Perbandingan Jumlah Byte dan. Contoh perhitungan kapasitas data teks dengan jumlah karakter aabbccd : a. Data ( bytes ) Dari percobaan yang telah dilakukan maka didapatkan tabel kapasitas data sebagai berikut : Tabel. Hasil Perbandingan Kode dengan a. Pembuatan Tabel a 2 b 2 c 2 d ((b,c),(d,a)) 4+ = (d,a) =+2 b 2 c 2 (b,c) 2+2 =4 (d,a) 2+ = Gambar 4. Proses pembuatan tabel b. Pembuatan Pohon ((d,a),(b,c)) Tabel di atas menunjukkan perbandingan kapasitas data teks menggunakan kode dan kapasitas data teks yang sudah dikodekan oleh coding. Setiap karakter yang dikodekan oleh kode mempunyai kapasitas sebesar bytes sehingga kapasitas data teks kode akan berbanding lurus dengan jumlah karakternya dengan nilai perbandingan konstan, yaitu :. Sedangkan kapasitas data teks yang sudah dikodeka dengan menggunakan metode akan berbeda-beda sesuai dengan keragaman data yang di kodekan walaupun dengan jumlah karakter yang sama. 0 0 (d,a) (b,c) 0 0 b d a c Gambar 5. Proses pembuatan pohon

RANCANG BANGUN HUFFMAN CODING [FAQIH EKA K.S.] Berikut adalah contoh hasil eksekusi dari program yang telah dibuat : Tabel 2. Perbandingan Berdasarkan Keragaman Data No Data Jumlah Karakter Sebelum Setelah 2 abcdefg aabbccd aaabbbc Encoding x 8 bit =56 bit x 8 bit =56 bit x 8 bit =56 bit Encoding 20 bit 4 bit bit Setelah data teks dalam kode diubah dan dienkripsi menggunakan coding, selanjutnya dilakukan pengubahan data teks yang sudah dienkripsi tersebut menjadi gambar bitmap. Berikut ini adalah kapasitas data teks setelah dikonversi menjadi gambar bitmap : Tabel. Perbandingan Data Teks dan Data Gambar N o Jumlah Karakte Gambar 2 4 5 6 8 9 0 Jumlah Bytes r 5 85 4 600 8 2000 0 5 85 4 600 8 0.625 2.5 5.5 25.85 4.625 6.25 228.85 05 4.85 8 Perbandingan Jumlah Karakter Gambar 6. Grafik Perbandingan Jumlah Byte, dan Bitmap 2 4 90 46 68 204 8 468 64 696 Bitmap Pada Tabel. dan gambar 6. dapat dilihat bahwa sampai dengan jumlah karakter, kapasitas gambar masih lebih besar, jika dibandingkan dengan jumlah byte saat data teks belum dienkripsi. Hal ini terjadi karena pada gambar bitmap, struktur data terdiri dari 5 bagian yaitu header, informasi bitmap, warna palet dan data bitmap, dimana yang mempengaruhi perubahan jumlah byte pada gambar bitmap adalah data teks-nya, karena pada header, informasi bitmap dan warna palet bersifat konstan dan tidak terpengaruh besarnya data yang diubah ke gambar bitmap. Besarnya kapasitas file bitmap bisa dihitung sebagai berikut : total file bitmap ( bytes ) = kapasitas file header + kapasitas DIB header +(( tinggi gambar ( px ) * ((4 - (lebar gambar (px) % 4)) % 4) + lebar gambar ( px ) * ))... () Keterangan : kapasitas file header yang mempunyai nilai konstan sebesar 4 bytes kapasitas DIB header sebesar 40 bytes, dengan jenis header adalah BitmapInfoHeader, jenis header ini dipilih karena header ini dapat mewakili kompresi dengan kapasitas terkecil tinggi dan lebar gambar diwakili dalam satuan piksel b. Kanal Pengiriman MMS pada sistem GSM menggunakan kanal data. Untuk itu perlu diketahui penggunaan kanal pada setiap pengiriman MMS sesuai dengan kapasitas data yang dikirim. Setiap kanal terdiri dari 8 kanal fisik atau 8 time slot. Setiap time slot mempunyai kapasitas data sebesar 56.25 bit. Sehingga penggunaan kanal fisik untuk suatu data dapat dihitung sebagai berikut : Jumlah penggunaan kanal fisik = jumlah bit/56.25 bit.. (2) Jumlah bytes ( ) : bytes ( 25 bit ) Jumlah bytes ( ) : 0.626 bytes ( 5 bit ) Jumlah bytes ( Bitmap ) : 2 byte ( 56 bit ) Jumlah penggunaan kanal fisik ( ) : 24 bit / 56.25 bit = 0.5 Jumlah penggunaan kanal fisik ( ) : 5 bit / 56.25 bit = 0.02 Jumlah penggunaan kanal fisik ( Bitmap ) : 56 bit / 56.25 bit =.69 Jumlah Kanal Pemakaian Kanal 00 0 4 Jumlah Karakter Bitmap Gambar. Grafik Pemakaian Kanal

WIDYA TEKNIKA Vol.2 No.; MARET 20: 2-2 c. Tingkat Efisiensi ( %) Tingkat efisiensi dalam hal ini adalah seberapa efisien penggunaan Coding pada proses enkripsi data teks dan gambar bitmap. Perhitungan efisiensi untuk coding adalah sebagaimana persamaan berikut : = ( ) () Sehngga setelah dihitung dengan menggunakan persamaan di atas maka didapat hasil efisiensi sebagaimana pada tabel berikut: Tabel 4. Efisiensi Pengkodean Gambar 5 85 4 600 8 0.625 2.5 5.5 25.85 4.625 6.25 228.85 05 4.85 8 2 4 90 46 68 204 8 468 64 696 Efisiensi (%) 9,6 64,28 6, 48,25 48,68 48,92 49,4 49,6 49,6 49,2 Dari hasil perhitungan di atas, didapat rata-rata persentase efisiensi coding adalah sebesar 54,9 %. Hal ini berarti coding dapat memanpatkan data hingga lebih dari % dibandingkan terhadap kode. Besarnya pemampatan data tidak hanya ditentukan dari panjang karakternya, tetapi juga besarnya frekuensi kemunculan karakter pada sebuah kalimat. Semakin besar frekuensi kemunculkan karakter, maka semakin besar kompresi yang terjadi. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil pengujian dan analisis terhadap unjuk kerja hasil implementasi sistem, maka dapat diambil kesimpulan bahwa :. data yang telah dikompresi menggunakan coding selalu lebih kecil dari pada data dengan kode, dan kapasitas data yang telah diubah menjadi file gambar menjadi lebih kecil daripada kode setelah data berjumlah lebih dari 4 karakter 2. Penggunaan kanal komunikasi pada pengiriman MMS berbanding lurus dengan besar kapasitas data (dalam bytes) dan jumlah pemakaian kanal untuk kode selalu lebih besar, jika dibandingkan dengan coding, dan menjadi lebih besar dari penggunaan data gambar dalam format bitmap setelah data berjumlah lebih dari 4 karakter. Dari hasil perhitungan di atas, didapat rata-rata persentase efisiensi coding adalah sebesar 54,9 %. Hal ini berarti coding dapat memanpatkan data hingga lebih dari % dibandingkan terhadap kode. Beberapa hal yang dapat disarankan untuk lebih sempurnanya penelitian ini adalah sebagai berikut :. Sumber informasi yang dibangkitkan (generate) adalah berupa data teks yang kemudian dikonversi ke dalam bentuk gambar selanjutnya dikodekan dengan coding. Tahap selanjutnya dimungkinkan untuk data yang dibangkitkan adalah berupa data gambar (image) bukan data teks. 2. Metode kompressi yang digunakan pada penelitian ini sebatas menggunakan metode coding, masih banyak metode kompressi lain yang memungkinkan untuk dicoba untuk diaplikasikan, kemudian dibandingkan sehingga akan didapat tingkat efisiensi yang lebih baik. DAFTAR PUSTAKA Bodic, 200, Multimedia Messaging Service (An Engineering Approach to MMS, Wiley, England Calson, 2004, Enterprise J2ME (Developing Java Mobile Aplication), Pearson Education, New Jersey, USA Delfs, H., 200, Introduction to Cryptography : Principles and Aplication (Information Security and Cryptographhy), Springer, USA, D.A., 952, A Method for the construction of Minimum Redundancy Codes, Proceeding of the IRE, MIT-Cambridge, Vol. 40, Issue 9, page : 098 0 Shanmugam, K., 99, Digital and Analog Communication, John Willey and Son, New York, USA Tseng, K.K, 202, Enhanced Coding with encription for wireless data broadcasting system ISC, page(s) : 622-625 2