PRODUKTIVITAS DAN KESUBURAN PERAIRAN

dokumen-dokumen yang mirip
TINJAUAN PUSTAKA. memiliki empat buah flagella. Flagella ini bergerak secara aktif seperti hewan. Inti

II. TINJAUAN PUSTAKA. : Volvocales. : Tetraselmis. Tetraselmis sp. merupakan alga bersel tunggal, berbentuk oval elips dan memiliki

2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Oksigen Terlarut Sumber oksigen terlarut dalam perairan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan yang dialami ekosistem perairan saat ini adalah penurunan kualitas air akibat pembuangan limbah ke

BY: Ai Setiadi FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSSITAS SATYA NEGARA INDONESIA

MANAJEMEN KUALITAS AIR

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Biologi Spirulina sp.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. mikroalga dikenal sebagai organisme mikroskopik yang hidup dari nutrien

2. TINJAUAN PUSTAKA. berflagel. Selnya berbentuk bola berukuran kecil dengan diameter 4-6 µm.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN. Kultur Chaetoceros sp. dilakukan skala laboratorium dengan kondisi

I. PENDAHULUAN. Mikroalga merupakan jasad renik dengan tingkat organisasi sel yang

I. PENDAHULUAN. memerlukan area yang luas untuk kegiatan produksi. Ketersediaan mikroalga

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

TINJAUAN PUSTAKA. kesatuan. Di dalam ekosistem perairan danau terdapat faktor-faktor abiotik dan

I. PENDAHULUAN. kesuksesan budidaya. Kebutuhan pakan meningkat seiring dengan meningkatnya

ARUS ENERGI DALAM EKOSISTEM

2. TINJAUAN PUSTAKA. kondisi yang sulit dengan struktur uniseluler atau multiseluler sederhana. Contoh

BAB I PENDAHULUAN. diperkirakan sekitar 25% aneka spesies di dunia berada di Indonesia. Indonesia

I. PENDAHULUAN. Usaha pengembangan budidaya perairan tidak dapat lepas dari pembenihan jenisjenis

n, TINJAUAN PUSTAKA Menurut Odum (1993) produktivitas primer adalah laju penyimpanan

I. PENDAHULUAN. Kegiatan budidaya perikanan saat ini mengalami kendala dalam. perkembangannya, terutama dalam usaha pembenihan ikan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

2.2. Parameter Fisika dan Kimia Tempat Hidup Kualitas air terdiri dari keseluruhan faktor fisika, kimia, dan biologi yang mempengaruhi pemanfaatan

TINJAUAN PUSTAKA. Laut Belawan merupakan pelabuhan terbesar di bagian barat Indonesia

TINJAUAN PUSTAKA. Ekosistem Rawa Ekosistem merupakan suatu sistem ekologi yang terdiri atas komponenkomponen

TINJAUAN PUSTAKA. Fitoplankton adalah alga yang berfungsi sebagai produsen primer, selama

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

TINJAUAN PUSTAKA. fotosintesis (Bold and Wynne, 1985). Fitoplankton Nannochloropsis sp., adalah

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. perikanan. Pakan juga merupakan faktor penting karena mewakili 40-50% dari

BAB I PENDAHULUAN. upaya untuk meningkatkan produksi perikanan adalah melalui budidaya (Karya

I. PENDAHULUAN. besar di perairan. Plankton merupakan organisme renik yang melayang-layang dalam

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Makanan merupakan salah satu faktor yang dapat menunjang dalam

I. PENDAHULUAN. Benih ikan berkualitas baik dibutuhkan dalam tahapan utama pembesaran ikan.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. Ekosistem air tawar merupakan ekosistem dengan habitatnya yang sering digenangi

TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Oksigen Terlarut (DO; Dissolved Oxygen Sumber DO di perairan

I. PENDAHULUAN. perairan sangat penting bagi semua makhluk hidup, sebab air merupakan media bagi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang s

3. METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. tetapi limbah cair memiliki tingkat pencemaran lebih besar dari pada limbah

BAB I PENDAHULUAN. sumber irigasi, sumber air minum, sarana rekreasi, dsb. Telaga Jongge ini

BAB I PENDAHULUAN. Plankton merupakan organisme renik yang hidup melayang-layang di air dan

I. PENDAHULUAN. menjalankan aktivitas budidaya. Air yang digunakan untuk keperluan budidaya

I. PENDAHULUAN. Dalam kegiatan pembenihan pakan alami telah terbukti baik untuk larva.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. yang umumnya dikenal dengan nama fitoplankton. Organisme ini merupakan

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Ganggang Mikro

Gambar 4. Peta Rata-Rata Suhu Setiap Stasiun

BAB I PENDAHULUAN. memiliki jumlah pulau yang sangat banyak. Secara astronomis, Indonesia terletak

I. PENDAHULUAN. berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi untuk tanaman dan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PEMANFAATAN PUPUK CAIR TNF UNTUK BUDIDAYA Nannochloropsis sp ABSTRAK

3. METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.2 Penentuan Titik Sampling 3.3 Teknik Pengumpulan Data Pengambilan Contoh Air

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu hutan mangrove yang berada di perairan pesisir Jawa Barat terletak

TINJAUAN PUSTAKA. pembagian tugas yang jelas pada sel sel komponennya. Hal tersebut yang

Modul 1 : Ruang Lingkup dan Perkembangan Ekologi Laut Modul 2 : Lautan sebagai Habitat Organisme Laut Modul 3 : Faktor Fisika dan Kimia Lautan

II. TINJAUAN PUSTAKA. Mikroalga Tetraselmis sp. merupakan salah satu mikroalga hijau.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

4. HASIL DAN PEMBAHASAN. Kelimpahan Nannochloropsis sp. pada penelitian pendahuluan pada kultivasi

PERANAN MIKROORGANISME DALAM SIKLUS UNSUR DI LINGKUNGAN AKUATIK

TINJAUAN PUSTAKA. Pada dasarnya proses terjadinya danau dapat dikelompokkan menjadi dua

HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS CAHAYA DENGAN KEKERUHAN PADA PERAIRAN TELUK AMBON DALAM

I. PENDAHULUAN. limbah dari pertanian dan industri, serta deforestasi ilegal logging (Nordhaus et al.,

BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan budidaya perikanan (akuakultur) saat ini telah berkembang tetapi

BAB I PENDAHULUAN. sebagai sumber daya alam untuk keperluan sesuai kebutuhan hidupnya. 1 Dalam suatu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dan selalu terbawa arus karena memiliki kemampuan renang yang terbatas

II. TINJAUAN PUSTAKA. dapat melakukan fotosintesa. Klasifikasi Nannochloropsis sp. menurut Renny

2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Ekosistem Danau

I. PENDAHULUAN. yang termasuk dalam bentuk mikro terdiri dari Fe, Co, Zu, B, Si, Mn, dan Cu (Bold

PENDAHULUAN. rumah tangga dapat mempengaruhi kualitas air karena dapat menghasilkan. Rawa adalah sebutan untuk semua daerah yang tergenang air, yang

BAB I. Kegiatan manusia di sekitar perairan dapat mengakibatkan masuknya

PENDAHULUAN. Latar Belakang. Perairan merupakan perpaduan antara komponen fisika, kimia dan biologi

I. PENDAHULUAN. yaitu ± ,42 Km (Dahuri dkk, 2011). Di laut, tumbuh dan berkembang

dari reaksi kimia. d. Sumber Aseptor Elektron

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kondisi Umum Perairan Selat Bali

Faktor Pembatas (Limiting Factor) Siti Yuliawati Dosen Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa Medan 9 April 2018

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

2. TINJAUAN PUSTAKA. berbeda tergantung pada jenis materi dan kondisinya. Perbedaan ini

EKOSISTEM. Yuni wibowo

II. TELAAH PUSTAKA. Ketersediaan Karbohidrat. Chrysolaminarin (= leukosin)

Fotografi Cahaya Terhadap Pigmen Warna Tanaman

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada bulan Januari di Balai Besar Pengembangan Budidaya

KINERJA ALGA-BAKTERI UNTUK REDUKSI POLUTAN DALAM AIR BOEZEM MOROKREMBANGAN, SURABAYA

2. TINJAUAN PUSTAKA. Chaetoceros sp. adalah salah satu spesies diatom. Diatom (filum

PRODUKTIVITAS PRIMER DAN SEKUNDER BAB 1. PENDAHULUAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

YUDI MIFTAHUL ROHMANI

I. PENDAHULUAN. Dalam kegiatan budidaya ikan, pakan dibagi menjadi dua jenis, pakan buatan dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Mikroorganisme banyak ditemukan di lingkungan perairan, di antaranya di

I. PENDAHULUAN. Keberhasilan dalam sistem budidaya dapat dipengaruhi oleh kualitas air, salah

Transkripsi:

PRODUKTIVITAS DAN KESUBURAN PERAIRAN SAHABUDDIN PenelitiPada Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau Dan Penyuluhan Perikanan Dipresentasikan pada Kuliah umum Praktik Lapang Terpadu mahasiswa Jurusan Budidaya Perikanan Universitas Hasanuddin Di Maros, 14 April 2017

Produktivitas dan Kesuburan Perairan 1. Bahan organik baru (output) 2. Proses Fotosintesis (proses) 3. Fitoplankton/tumbuhan berkhlorofil (pelaku) Produktivitas primer adalah suatu proses pembentukan senyawa-senyawa organik melalui proses fotosintesis. Proses fotosintesis sendiri dipengaruhi oleh faktor konsentrasi klorofil a, serta intensitas cahaya matahari. Nilai produktivitas primer dapat digunakan sebagai indikasi tentang tingkat kesuburan suatu ekosistem perairan.

Produktivitas primer : -Menggambarkan jumlah pembentukan bahan organik baru per satuan waktu. -Terbentuk melalui Proses Fotosintesis. -Kegiatan fotosintesis oleh Fitoplankton Dan Tanaman Air (Boyd 1979). -Produktivitas primer dinyatakan dalam : a.mg C/m 3 /jam atau mg C/m 3 /hari untuk satuan volume air dan, b.mg C/m 2 /jam atau mg C/m2/hari satuan luas kolom air. Produktivitas primer dapat diartikan sebagai kandungan bahan-bahan organik yang dihasilkan dari proses fotosintesis oleh organisme berklorofil dan mampu mendukung aktivitas biologi di perairan tersebut. PP dapat dipakai menentukan kesuburan suatu perairan (Suwigyo, 1983). Klasifikasi tingkat kesuburan tersebut adalah: 1. 0-200 mg C/m3/hari termasuk oligotrofik, 2. 200-750 mg C/m3/hari termasuk mesotrofik dan 3. Lebih dari 750 mg C/m3/hari termasuk eutrofik (Triyatmo dkk 1997). Produktivitas primer dapat diketahui nilainya dengan cara mengukur perubahan kandungan DO yang dihasilkan dari proses fotosintesis. Produksi oksigen dapat menjadi dasar pengukuran adanya kesetaraan yang kuat antara O 2 dan pangan yang dihasilkan (Odum 1970).

Prod. primer : kandungan bahan organik yang dihasilkan dari proses fotosintesis oleh organisme dan mampu mendukung aktivitas biologi di perairan baik perairan tawar maupun lautan lepas. Prod. primer fitoplankton : kondisi perairan dimana kandungan zat-zat organik yang dapat dihasilkan oleh fitoplankton dari zat anorganik melalui proses fotosintesis (Nybakken 1992). Plankton (fito-zoo) : makanan alami larva organisme di perairan. - Sebagai produsen primer, fitoplankton memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi dalam aktivitas kehidupannya, - Zooplankton sebagai konsumen primer memanfaatkan sumber energi yang dihasilkan oleh produser primer (Lagus et.al, 2004; Andersen et., 2006). Unsur hara : faktor yang penting dalam pertumbuhan fitoplankton, untuk memperoleh pertumbuhan populasi yang baik diperlukan nutrien yang memadai, yang sesuai bagi pertumbuhan fitoplankton yang dikultur. Secara umum kebutuhan unsur hara tiap jenis fitoplankton hampir sama, hanya terdapat perbedaan sedikit untuk jenis fitoplankton tertentu. Media kultur di laboraturium bagi pertumbuhan alga harus mengandung unsur-unsur : Macronutrient seperti : N, P, K, S, dan Mg serta Unsur mikronutrient : Si, Zn, Cu, Mn, Co, Fe dan Bo

Produktivitas primer dalam bentuk plankton dianggap salah satu unsur yang penting pada salah satu mata rantai perairan. Plankton-plankton yang ada dalam perairan akan sangat berguna dalam menunjang sumberdaya ikan, terutama golongan konsumen primer. Densitas dan diversitas fitoplankton dalam perairan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Densitas fitoplankton akan tinggi apabila perairan yang didiami subur (Boyd 1982). Faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya produktivitas primer perairan bisa dibagi menjadi 3, yaitu faktor kimia, fisika, dan biologi. 1. Faktor kimia seperti kandungan fosfat dan nitrat adalah merupakan hara yang penting untuk pertumbuhan dan reproduksi fitoplankton. 2. Bila dikaitkan dengan faktor fisika dan level air maka pada level air yang rendah dengan tersedianya sinar matahari menghasilkan produktivitas primer yang tinggi. 3. Faktor biologi seperti perbandingan komposisi biomassa fito dan zoo, bahwa jumlah individu dalam populasi fitoplankton jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah individu dalam populasi zooplankton, dan karena yang melakukan fotosintesa didalam ekosistem perairan adalah fitoplankton, ini berakibat langsung terhadap tingginya produktivitas primer (Kaswadji 1976). Produktivitas primer adalah nilai kesuburan pada suatu kolam atau danau; kandungan bahan-bahan organik yang dihasilkan dari proses fotosintesis oleh organisme dan mampu mendukung aktivitas biologi di perairan baik perairan tawar maupun lautan lepas. Tingkat produktivitas primer dipengaruhi oleh faktor fisik (suhu dan kecerahan), kimia (DO, CO 2, ph dan alkalinitas), dan biologi (densitas dan diversitas plankton)

-Struktur piramida makanan : fitoplankton => produksi primer. -Fitoplankton berperan sebagai produsen, peranan ekosistemnya sebagai pengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia proses fotosintesis (Odum, 1996: 376). -Energi kimia merupakan senyawa organik karbon yang bemanfaat bagi organisme heterotrof yang hidup di ekosistem produktivitas perairan sangat ditentukan dengan adanya fitoplankton. Perairan cenderung memiliki produktivitas primer tinggi ketersediaan fitoplanktonnya tinggi (Nontji, 1984). Keberadaan fitoplankton disuatu perairan sangat dipengaruhi oleh faktor biologi,fisik dan kimiawilingkungan diperairan tersebut. Beberapa faktor fisik dan kimiawi lingkungan yang mempengaruhi keberadaan fitoplankton diantaranya : -intesitas cahaya, -kedalaman perairan -keberadaan unsur hara.

FOTOSINTESIS RESPIRASI DEKOMPOSISI

Uji lab : Pengaruh cahaya terhadap populasi kultur di lab dan laut

Laju pertumbuhan sel harian : Laju pertumbuhan sel harian dihitung dengan mengambil sampel 2 ml dari setiap media kultur lalu diamati dibawah mikroskop menggunakan neubauer haemocitometer. Laju pertumbuhan mengikuti persamaan : µ = (ln co ln ci)/ t -1 dimana : co : jumlah sel awal (sel ml -1 ), ci : jumlah sel akhir (sel ml -1 ) t : waktu inkubasi (hari).

Analisis Partikulat Organik /inorganik karbon di Lab. Alghal physiology Essex Uni-UK

Produsen primer (fitoplankton) hidup terbatas di lapisan perairan laut beberapa ratus meter dari permukaan laut. Meskipun fitoplankton membentuk sejumlah besar biomassa di laut, kelompok ini hanya diwakili oleh beberapa filum saja. Sebagian besar bersel satu dan mikroskopik atau makroskopik, seperti : Chrysophyta (ganggang kuning-hijau/emas), Cyanophyta ( ganggang biru), Chlorophyta (ganggang hijau) Phaeophyta (ganggang coklat), serta Pyrophyta (sebangsa dinoflagelata).

Fase Pertumbuhan fitoplankton (kultur laboratorium)

Pertumbuhan dapat didefinisikan sebagai pertambahan teratur semua komponen di dalam sel hidup. Menurut Becker (1994), pertumbuhan kultur mikroalga melalui beberapa fase : 1. Fase adaptasi (fase lag), dimana sel mikroalga lebih peka terhadap perubahan kondisi sekitarnya. 2. Fase eksponensial (fase logaritmik), fase dimana sel mikroalga sudah beradaptasi sehingga peningkatan biomasa mikroalga (dua kali lipat). 3. Fase penurunan laju pertumbuhan (Declining Relatif Growth Phase) diikuti oleh fase stasioner (stationery Phase) yaitu fase dimana konsentrasi biomasa maksimum tercapai, mikroalga mulai kekurangan cahaya dan nutrien. 4. Berkurangnya intensitas cahaya disebabkan karena terjadinya pembentukan bayangan dari sel itu sendiri (self-shading) dan auto inhibition yaitu kemampuan menghasikan senyawa penghambat pertumbuhan oleh sel itu sendiri (Richmond, 1986 dalam Diharmi, 2001). 5. Fase pertumbuhan mikroalga selanjutnya adalah fase kematian/collapse (Death Phase) fase ini dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan yang tidak mendukung, umur kultur, cahaya dan nutrient yang terbatas, dan terinfeksi oleh mikroorganisme lain

Kesimpulan 1. Produktivitas : bahan organik baru 2. Proses fotosintesa fitoplankton 3. Energi : respirasi, dekomposisi 1. Bahan organik baru (output) 2. Proses Fotosintesis (proses) 3. Fitoplankton/tumbuhan berkhlorofil (pelaku) 4. Hasilnya : respirasi, dekomposisi